BELAJAR SAMPAI KE NEGERI CINA. Dr.Ir.Drs.H.Syahriar Tato.SH.SAB,SSN,MS.MH.MM.IAP

Posted May 21, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

MENGUNJUNGI ISTAMBUL TURKI, KOTA WISATA SEJARAH YANG MENAWAN.
Dr.Ir.Drs.H.Syahriar Tato.SH.SAB.SSN.MS.MH.MM.

Tidak banyak negara mampu mengembangkan kepariwisataan sebagai sumber devisa Negara.Apalagi bila kepariwisataan dikaitkan dengan kultur bangsa atau etnis tertentu,kepariwisataan dimanapun dan kapanpun,akhirnya berorientasi atau mengedepankan nilai profit atau manfaat ekonomisnya dengan menjual produk wisata seperti wisata budaya,wisata alam atau wisata minat khusus lainnya antara lain wisata sejarah,arkeologi,sport,religi,edukasi dan lain lain.
kepariwisataan sebagai gejala sosial budaya dalam bentuknya menimbulkan aktifitas ekonomi didalamnya.fenomena ini menyebabkan kepariwisataan mestinya dikelola secara industrial dan sistematik untuk mempertemukan teori”supply and demond” dalam aplifikasinya,dimana konsumen adalah”wisatawan”.
Terkait dengan hal tersebut,maka pengembangan infrastruktur kepariwisataan merupakan keharusan yang mutlak dengan mempertimbangkan;antara motif dan produk wisata,antara kebutuhan wisata dan jasa wisata yang tersedia,serta kemudahan aksesibitasnya.Kesemua unsur tersebut saling mempengaruhi,dan saling terkait dalam suatu konsep membangun kepariwisataan secara tepat.Menurut Dherem(1988) pakar pariwisata dari Amerika Serikat,bahwa pariwisata yang tepat adalah pariwisata yang secara aktif membantu dalam menjaga keabadian suatu daerah,mengembangkan kebudayaan,sejarah dan alam.Konsep pariwisata yang tepat ini telah dilakukan oleh Turki melalui kota kunonya, Istambul.
Istambul sebagai kota wisata memiliki karakter tersendiri, seperti juga Paris, London, New York, Amsterdam dan Sidney. kota-kota didesain dengan menggabungkan arsitektur yang bercorak seni tinggi.Ciri khusus dari kota bersejarah adalah kuno dan modern.Roma, Athena, Yerusalem dan Mesir, sangat menarik wisatawan untuk mencari arsitektur kuno dan modern, gedung kesenian, hotel hotel lux dan produk wisata yang menakjubkan. Beberapa kota seperti London, Paris dan Roma menawarkan gabungan dari keduanya, sedangkan kota yang berpenampilan khusus dan eksotik seperti Bangkok, Marakeh dan Istambul.
Perjalanan wisata kota untuk ziarah menjadi penting karena sejarah. Banyak wisatawan dalam dunia kristen mengadakan perjalanan ke Roma, karena tanah suci adalah sangat berarti bagi mereka, tempat suci yang penting di Fatima, Portugal dan Lourdes di Prancis. Dalam dunia Islam ziarah ke Mekkah dan Madinah adalah terpenting dari semua alasan perjalanan wisata ziarah. Kaum muda berwisata cenderung memilih kota sebagai tujuan, terutama kota yang telah menegembangkan daya tarik budaya atau sejarah dari kawasan tersebut, contohnya wellington,Sidney, Kyoto dan Istambul.
Istanbul atau Istambul (bahasa Turki: İstanbul) adalah kota terbesar di Turki. Hingga 1930 kota ini lebih umum dikenal melalui nama Yunaninya Konstantinopel oleh orang-orang Barat; beberapa orang memanggilnya Stambul, khususnya pada abad ke-19. Lebih jauh ke masa lalu kota ini juga pernah dikenal sebagai Bizantium atau Byzantion. Dengan populasi sebesar 11 hingga 15 juta, Istanbul adalah kota yang terpadat penduduknya di Turki dan merupakan salah satu kota terbesar di Eropa.
Kota ini juga merupakan ibu kota administratif Provinsi Istanbul.
Didirikan kira-kira pada abad ke-7 SM.Pada tahun 330, kota itu dijadikan sebagai ibu kota Romawi oleh Konstantin di tempat koloni Yunani kuno bernama Bizantium, dan dinamakan Konstantinopel untuk menghormatinya, kota ini menjadi ibu kota timur kekaisaran Romawi dan kemudian menjadi ibu kota kekaisaran Romawi Timur pada tahun 395.Pada tahun 1453, Konstantinopel berhasil direbut oleh Kesultanan Ottoman dibawah pimpinan Sultan Muhammad II. Atas keberhasilannya, ia dijuluki “al-Fatih” (Sang Penakluk). Kemudian nama Konstantinopel diganti menjadi Istanbul yang berarti kota Islam. Setelah jatuhnya Konstantinopel pada 1453 kota ini menjadi bagian dan kemudian ibu kota Kekaisaran Ottoman. Sebelum perebutan tersebut, bangsa Turki memanggilnya dengan nama İstanbul, tetapi secara resmi menggunakan nama Qustantaniyyeh , yang berarti “Kota Konstantin” dalam bahasa Arab. Hanya pada 28 Maret 1930 kota ini dinamakan kembali sebagai Istanbul.
Istanbul kota metropolitan terbesar di Turki. Kota kuno ini dulunya bernama Byzantion, kemudian dinamakan Konstantinopel, dijaman kuno menjadi pusat kerajaan Byzantine dan dijaman Ottoman menjadi pusat kerajaan Ottoman. Byzantion tumbuh dari kota kecil menjadi kota pusat perdagangan karena posisi geografikalnya yang strategis. Kota sejarah ini terletak dipantai Bosphorus dan dibatasi sebelah utara oleh black sea (laut hitam), sebelah timur adalah Uskuder, dikenal sebagai kawasan wisata kultur dan sejarah. Hutan kota dengan lebatnya mengelilingi kota ketika musim semi. Yang terluas adalah hutan Belgrad yaitu sekitar 20 kilometer persegi. Dimusim gugur hutan kota kehilangan daunnya, tapi dipucuk pepohonan terkadang diselimuti salju. Salju turun rata rata sepekan dalam setahun, temperatur terkadang dibawah nol derajat celsius dimalam hari.
Sungai terbesar adalah sungai Riva, mengalir menuju laut hitam. Dua sungai lainnya mengalir ke laut Bosphorus yaitu sungai Istiye Deresi dan sungai Buyuk Deresi. Didalam kawasan wisata alam mini ada tiga danau kecil yang kesemuanya letaknya di wilayah pantai Eropa dari laut Bosphorus. Kota Istambul memang terbagi dua kawasan, yaitu kawasan pantai Eropa dan kawasan pantai Asia di Bosporhus yang dipertautkan oleh jembatan Galata dan jembatan Bosphorus. Pemandangan kota Istambul sangat mengesankan karena mendominasi dua kawasan dengan ciri dan karakter yang berbeda, yakni Golden Horn dan Bosphorus. kedua kawasan ini dipenuhi oleh monumen-monumen dan benda-benda seni peninggalan sejarah era kerajaan Byzantine dan Ottoman. Juga benda-benda peninggalan sejarah masa pendudukan bangsa Greek abad ke 7 sebelum masehi dan abad ke 6 sebelum masehi dibawah inovasi bangsa Persia. Juga perang antara Athena dan Sparta turut memberi peranan yang cukup penting bagi kota Istambul yang kala itu bernama Byzantion, sebagai tempat berlangsungnya perjanjian dan persekutuan antara Sparta dan Athena.
Kerajaan Utsmani diakhir abad ke 18 dan sepanjang abad ke 19 ikut mewarnai sejarah dan peradaban kota Istanbul, sebab kerajaan Ustmani adalah sebuah kerajaan Islam yang diperintah atas dasar hukum agama. Sultan yang memerintah tidak hanya menjalankan kekuasaan, tetapi juga merupakan pemelihara peradaban klassik, yang menurut pemahaman mereka adalah peradaban besar dijamannya.
Pada mulanya kota kuno Byzantion dikelilingi oleh tembok benteng dengan 27 menara, letaknya saat ini di distrik Sarayburne. Dindingnya membentang dari Sirkeci menuju Ahirkapi, tembok benteng ini dipercaya sebagai sistim pertahanan yang paling handal dijamannya. Legenda Turki mempercayai bahwa tembok ini dibangun atas konsultasi Apollo dan Poseidon dengan teknik konstruksi khusus yang dilengkapi dengan sistim akustic yang memungkinkan orang yang berada didalam tembok benteng dapat mendengarkan suara suara dan pembicaraan diluar tembok benteng. Setelah raja Philips dari Macedonia pada abad ke 4 sebelum Masehi menduduki Byzantioan, tembok benteng ini direstorasi dengan memakai batu nisan(Tombstone) yang kemudian tembok benteng itu dinamakan Tymbosyne.
Dikawasan terkecil ada dua dermaga pelabuhan, yang unik dari kedua dermaga ini adalah Neorion, yang sebelah timurnya terletak benteng Bosphorus yang mengelilingi sepanjang dermaga dan dilindungi oleh dua menara dimulut pelabuhan dan pada kedua menara tersebut terbentang rantai pembatas.
Wilayah terpenting lainnya adalah Acropolis, kawasan paling sakral di Istanbul yang letaknya disekitar Aya sofya(the Byzantion cathedral of st.Sophia), beberapa langkah saja dari st Shopya kita menemukan Agora yang dikelilingi oleh kolam Arkade dan patung Helios ditengahnya. Arkade dan Agora lebih dikenal dengan sebutan Tetraston. Dekat dari situ , di Seraglia point terdapat pura yang dibangun untuk menghormati dewa dan dewi Athena, yakni Poseidon dan Zeis. Dikkawasan tersebut juga terdapat bekas bekas tempat suci, pada sepanjang jalan menuju Hecata didistrik Sultan Ahmed. Selebihnya bangunan religi tersebar disepanjang jalan menuju Aphrodite, Artenis dan Dionysos diseputar kawasan Topkapi Palace. Beberapa pura disana diberi nam Zeus,Aphridite, Apollo, Artenis, Poseidon dan Demeter.
Kota Istanbul pertama kali diperluas pada masa pemerintahan Julian pada abad ke 4 Masehi, dimana batas kota arah kelaut Bosphorus dibatasi dengan tembok benteng Marmara. Juga membangun sistim penyediaan air minum kota dengan membuat penampungan air utama yang dikelilingi kran air mancur di Beyazit Nymphaem Maximum. Kota saat itu dibangun dengan karakter arsitektur Roma Capital Raya dengan gaya seperti konstantinapolis.
Beberapa bahagian kawasan kota yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara antara lain adalah:
AUGUSTION, dikawasan ini terletak Ayasofya dan Masjid Sultan Ahmad(Blue Mosque). Ada beberapa patung dan Prasasti yang menghiasi alun-alun dan ditengahnya ada Triumphal Gate dengan monumen Millarium millestone, dibahagian bawahnya terbentang beberapa ruas jalan yang menuju ke beberapa propinsi di kekaisaran Romawi pada waktu itu.
FORUM CONSTANTINI, yang lebih dikenal dengan kawasan Cemberlitas dibangun dengan bentuk Piazza dengan dua buah Arcade yang dihiasi dengan patung patung yang menggambarkan Figure Constantini sebagai Helios. Patung patung ini dibuat dari bahan sepuhan tembaga. Pada tahun belakangan ini Forum Constantini diberi nama Turkish Cemberlitas.
FORUM TAURI, kawasan yang dikenal dengan nama Piazza of the Bull, dimana ditengah Piazza ada patung Banteng yang terbuat dari sepuhan tembaga. Pada waktu Piazza direstorasi oleh Theodosius I dan menghiasinya dengan patung Kaisar, maka kemudian Forum Tauri mempunyai nama lain, yaitu Forum Theodosil.
FORUM AMASTRIANUM, yang sekarang lebih dikenal dengan nama Neighborhood of Sehzadebasi.
FORUM BOVIS atau PIAZZA OF THE OX, dinamakan demikian setelah patung kepala lembu jantan yang sangat besar dibawah dari Pergamon dan dipasang disana. Piazza ini terletak ditempat yang sekarang ini bernama Aksaraf Piazza.
FORUM ARCADI, dibangun oleh kaisar Arcadius 395-408 Masehi yang lebih dikenal dengan Herlophos, letaknya di Seraglio Point. Banyak Coulomn yang menghiasi Square(alun-alun). Dijaman bangkitnya agama Kristen, Konstatinapolis diberi identitas baruru dengan dibangunnya gereja disetiap sudut kota.Dibawah Theodosius II, 408-450 masehi, kota mengalami perluasan yang sangat berarti. Dinding tembok benteng kota diperpanjang kearah barat dan kawasan antara laut Marmara dan Tekfur Sarayi yang sampai sekarang masih nampak. Kotapun diperluas dengan membangun di kawasan Golden Horn, karena dalam kawasan telah ada pelabuhan terbesar di Marmara. Disamping itu jalan-jalan utama kota dipenuhi dengan Coulumn bergaya Byzantino Empire, dan saat itu Constantinapolis disebut juga New Roma.
Permukiman penduduk dijaman itu dibangun dikawasan perbukitan. Rumah-rumah yang terbuat dari batu alam, dibangun berjenjang sesuai dengan countur tanah untuk menjaga presfektif pandangan kesegala arah. Permukiman spesifik juga dibangun untuk komunitas khusus seperti seniman, artis dan bahkan untuk kepentingan saudagar asing. Banyak sekali dibangun gereja dan biara yang bertebaran diperbukitan sekitar permukiman penduduk, kota terus diperluas untuk mengisi kawasan yang kosong didalam tembok benteng kota. Istana istana peribadi dan katil dibangun diseluruh penjuru kota, seperti istana Mangana di Sarayburnu. Pada abad ke 11, istana kerajaan dibangun didistrik Blachernai dan istana agung(Grand Palace) mulai tidak difungsikan lagi sebagai istana kerajaan. Selama masa abad ke 12 banyak kawasan mempunyai open space, lapangan, kebun buah, hutan kota dan taman-taman kot, biara-biara yang dikelilingi oleh pepohonan, mendominasi perbukitan sekitar kota, dan masih terjaga kelestariannya sampai sekarang.
Ketika Sultan Mehmet II merebut konstantinopel pada tahun 1453, maka kota terbangun dengan arsitektur Turkish-Mediteriana, Dinding tembok kota direstorasi dan banyak perkampungan baru dibangun. Istana-istana, mesjid-mesjid, permandian dan kolam air mancur, monumen-monumen, semua dibangun dengan memberi kota dengan ornamen berkarakter Turkish. Bahkan gereja terbesar Hagya Sophia dialih fungsikan sesuai tradisi menjadi Mesjid, dengan menambahkan ornamen dan reliage bernuansa kristen. Bahkan ummat kristiani diseluruh kerajaan diberi kebebasan untuk melakukan ibadah mereka dibawah perlindungan kerajaan Ustmani.
Pada masa pemerintahan Selim I, Sultan dari ottoman ini memperoleh gelar khalifah pertama. Dijamannya banyak peinggalan peninggalan suci kaum muslimin dibawah dari mesir ke Istanbul, termasuk senjata yang digunakan Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya diboyong dan sampai sekarang masih tersimpan dengan aman dalam suatu ruang di istana Topkapi Palace.
Kota Istanbul mengalami masa paling cemerlang di zaman pemerintahan Suleyman I. Arsitek terbesar dizaman kerajaan Ottoman, Mimar Sinan, telah memberi karakter pada arsitektur Turki. Diantara karya besarnya adalah masjid Sehsade dan masjid Suleymaniye. Dizaman itu pula pengaruh seni budaya dan philosofi sangat kuat. Kunjungan wisatawan Eropa, seniman dan artis, saudagar telah mulai terbangun sejak abad ke 17. Banyak hasil karya arsitektur, ornamen dsan funniture dipengaruhi oleh gaya Turkish-Mediteriana dibuat saat itu.
Pada tahun 1914 dibangun musium”Turki dan kebudayaan Islam”. Ini adalah musium pertama yang ada di Turki, yang mengumpulhan banyak macam benda seni Turki dan Islam. Letaknya dikompleks Suleymaniye yang bersatu dengan kompleks Ibrahim Pasha. Benda benda bersejarah yang tersimpan didalamnya adalah bukti sejarah perkembangan civil arsitektur dari abad ke 16, serta lukisan dari seniman Eropa di zaman itu. Memiliki 40.000 koleksi, seluruh ruang dihiasi permadani yang dibuat sejak abad ke 7 sampai dengan abad ke 19.
Musium yang tidak kalah uniknya adalah musium”kehidupan rakyat Turki” yang berisi permadani, alat tenun dan teknik pencelupan kain woll, diperlihatkan dalam konteks lingkungan kehidupan rakyat. Pada pintu masuk musium ada rekonstruksi jejeran toko toko yang menggambarkan keadaan pasar Bazaar Turki tempo dulu, dimana buku buku dan cendramata diperjual belikan. Musium juga mempunyai ruang untuk komprensi. Pada halaman ada tipikal dari warung kopi Turki dimana disana dihidangkan kopi, tea, salam, dan serbat.
Memasuki ruang ruang publik kota Istanbul,pada kawasan manapun memang sangat mengasyikkan dan mempesona. Pengaruh interaksi yang timbul antara wisatawan membaur dan pengaruh positif yang cukup besar terhadap pribadi, keluarga, dan lingkungan dimana wisatawan berasal.Menemukan tempat wisata gratis di Istanbul,merupakan tantangan saat mengunjungi wisata populer seperti Istanbul. Akibat komersialisasi, tempat-tempat wisata yang sangat populer biasanya mematok harga tiket cukup mahal. Tapi dengan sedikit bertanya, kita masih bisa menemukan tempat wisata gratis di Istanbul yang tak kalah menarik dengan objek wisata komersial. Objek wisata gratis ini sebagian belum terkenal, sehingga Anda bisa bebas sejenak dari kerumuman turis yang selalu membanjiri Istanbul.
Blue Mosque,
Berkunjung ke Blue Mosque ibarat mendatangi menara Eiffel di Paris, karena masjid ini adalah salah satu ikon terkenal milik Istanbul. Daya tarik utama Blue Mosque ada pada keenam menaranya yang seolah mendominasi kawasan Sultanahmet, distrik tertua di Istanbul. Desain bangunan masjid ini juga sangat menarik dengan kubah-kubah yang seolah bertumpuk-tumpuk. Anda akan bertambah kagum saat masuk ke dalam masjid yang dibangun pada 1609 ini. Dinding bagian dalam Blue Mosque berhiaskan 20 ribu keping keramik berwarna biru. Blue Mosque memiliki 260 jendela dan bagian dalamnya dihiasi berbagai ornamen abstrak yang bernilai seni tinggi.
Istiklal Street
Barangkali inilah jalan tempat belanja terpanjang di dunia. Jalur pedestrian sepanjang tiga kilometer ini dipenuhi dengan pasar modern, kafe, restoran, klub malam dan gedung bioskop. Saat akhir pekan saja, Istiklal Street dikunjungi lebih dari 3 juta orang.Di sini Anda bisa menikmati denyut nadi kehidupan kaum muda Turki. Kalau kawasan Sultanahmet mewakili kejayaan masa lampau Istanbul, Istiklal Street adalah sisi modern dan kosmopolitannya.
Grand Bazaar
Meskipun sudah berusia lebih dari 500 tahun, Grand Bazaar Istanbul masih menjadi tempat belanja favorit turis dan warga lokal. Ada sekitar 5 ribu kios yang beroperasi di pusat perbelanjaan tertua di dunia ini. Begitu banyak pilihan barang yang ditawarkan,mulai dari kerajinan kulit, pakaian, barang antik, karpet dan aneka macam pernak-pernik aksesori. pokoknya, apa pun barang yang Anda cari,hampir semuanya tersedia di Grand Bazaar.Kalau tak tertarik berbelanja, menyusuri lorong-lorong Grand Bazaar sudah menjadi aktivitas wisata yang menarik. Jika sudah lelah berjalan kaki, mampirlah ke kios terdekat yang menjual teh atau kopi Turki. Sambil meneguk minuman hangat khas Turki, nikmatilah suasana pusat perbelanjaan yang paling terkenal di Istanbul ini.
Florence Nightingale Museum
Museum ini dibangun untuk mengenang Florence Nightingale, seorang perawat asal Inggris yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat tentara yang terluka dalam Perang Krimea. Lokasi Florence Nightingale Museum menempati bekas barak tentara Turki yang dulu juga pernah berfungsi sebagai rumah sakit tentara. Museum ini tidak hanya memamerkan memorabilia Florence Nightingale, tapi juga memberi informasi penting mengenai pertempuran Krimea yang terjadi pada 1853-1856.
Egyptian Bazaar
Selain Grand Bazaar, Istanbul memiliki satu lagi pusat perbelanjaan tua yang disebut Egyptian Bazaar. Awalnya, pasar tradisional yang dibangun pada 1660 ini diberi nama New Bazaar. Karena dikenal sebagai tempat jual-beli rempah-rempah yang didatangkan dari Mesir, akhirnya sebutan New Bazaar berubah menjadi Egyptian Bazaar dan terus dipakai sampai sekarang.Egyptian Bazaar hanya memiliki 88 kios, jauh lebih sedikit dari Grand Bazaar yang jumlah kiosnya ribuan. Meskipun jauh lebih kecil, jenis barang yang ditawarkan cukup beragam. Anda bisa mendapatkan produk pecah-belah, pakaian, makanan khas Turki dan tentunya aneka rempah-rempah.
Moda
Kawasan Moda dulunya dikenal sebagai hunian elite komunitas Armenia dan Yunani. Setelah negara Turki modern berdiri pada awal abad ke-20, etnis minoritas itu harus hengkang ke negara Eropa lainnya. Meskipun kini tak lagi dihuni orang kaya dari etnis Armenia dan Yunani, pesona kawasan ini belum pudar. kita bisa melihat rumah-rumah antik bergaya neoklasik serta menikmati pemandangan Laut Marmara dari Moda Avenue. Untuk berkeliling kawasan Moda, bisa menggunakan trem jalur nostalgia yang berumur seabad lebih.
Ortakoy Mosque
Bangunan masjid ini memang tidak semegah Blue Mosque. Namun lokasinya yang berada di pinggir Selat Bosphorus membuat Ortakoy Mosque menjadi sudut Istanbul yang paling menarik. Ditambah lagi dengan pemandangan jembatan Bosphorus sebagai latar belakang
Kadikoy Flea Market
Selain Grand Bazaar dan Egyptian Bazaar, cobalah kunjungi Kadikoy Flea Market yang hanya buka pada hari Selasa. Ini bukan tempat belanja turis yang penuh kios karpet dan barang kerajinan melainkan tempat belanja orang lokal yang menawarkan kebutuhan sehari-hari. Di sini Anda bisa mendapatkan pakaian, tas, sepatu, sampai sayuran dan buah-buahan segar.
Turki merupakan negara cantik yang unik dan menarik untuk di kunjungi. Satu-satunya negara yang berada di 2 benua sekaligus, yaitu benua Eropa dan Asia (Euroasia) yang membentang dari semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya sampai wilayah Balkan di Eropa Tenggara. Laut Marmara adalah batas antara Turki bagian Asia dengan Turki bagian Eropa. Ibukota Turki adalah Ankara, namun kota terpenting dan terbesar adalah Istanbul. Ini disebabkan karena Istanbul berada di lokasi yang strategis yaitu di persilangan 2 benua. Budaya Turki merupakan perpaduan budaya Barat dan Timur.
Bangunan-bangunan berasitektur menawan cukup banyak terdapat di Istanbul, Turki. Dan itu adalah salah satu daya tarik wisata di Istanbul. Tempat yang cukup terkenal untuk dikunjungi di antaranya:Blue Mosque,Haghia Sophia,Topkapi Palace,
Grand Bazaar, dan Taksim Square yang merupakan jantung kota Istanbul.Bosporus Cruise.Hypodrome.
Ada banyak sekali objek wisata di Istanbul, namun berikut obyek wisata yang sayang sekali apabila terlewati karena indah dan menarik :
Hagia (Aya) Sophia :
bangunan bersejarah ini memiliki cerita yang panjang. Didirikan sebagai Gereja Ortodoks pada 360 Masehi dan berfungsi sebagai gereja hingga tahun 1453. Pada tahun 1453, Turki dikuasai oleh Dinasti Ottoman Turki dan bangunan Haga Sophia berubah menjadi masjid hingga tahun 1934. Pada masa itu terjadi perubahan atas beberapa bangunan gereja untuk disesuaikan fungsinya sebagai masjid, seperti pelepasan lonceng gereja, penutupan lukisan gereja (terbuat dari keramik), pemasangan mimbar, simbol dengan huruf Arab, hingga pemasangan empat menara di bangunanan luar. Setelah dinasti Ottoman berakhir tahun 1934, maka bangunan ini berubah menjadi museum.
Hagia Sophia atau yang disebut juga dengan Aya Sofya dalam bahasa Turki, adalah sebuah bangunan bekas gereja kuno, diubah menjadi masjid, dan sekarang dijadikan museum di Istanbul. Pada saat Konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II pada tahun 1453, tempat ini diubah dari gereja menjadi mesjid, dan berjalan hingga hampir 500 tahun. Pernak-pernik kristen dicopot dan lukisan-lukisan didinding ditutupi cat. Di tahun 1937 Mustafa Kemal Atatürk seorang perwira militer dan negarawan Turki mengubah status Hagia Sophia menjadi museum. Beberapa bagian dinding dan langit-langit dikerok kembali dari cat-cat kaligrafi hingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen. Seperti kita lihat didalam ruangan besar tersebut kita dapat melihat gabungan ornamen Islam dan Kristen tertera bersamaan.Paduan ornamen-ornamen Islam dan Kristen menghias seluruh isi bangunan ini, mulai dari ukiran-ukiran dan lukisan dinding hingga perabotan-perabotan. Tulisan-tulisan Arab untuk Ketuhanan dan Nabi berdampingan dengan simbolik Kristen sang Bunda dan Anaknya yang kudus.Hagia Sophia merupakan bangunan yang masih tersisa terbesar dari arsitektur Bizantium. Dimana desain interiornya banyak dihiasi dengan mosaik dan pilar marmer. Beberapa interior dilapisi dengan kelereng polikrom berwarha hijau, putih, ungu dan mosaik emas. Untuk exterior dibalut dengan plesteran diwarnai dengan kuning dan merah selama restorasi di abad 19.
Letak Hagia Sophia tepat berdekatan dan berseberangan dengan Blue Mosque. Bila kamu berada dikawasan ini kamu dapat singgah kedua sekaligus. Dipelataran antara Hagia Sophia dan Blue Mosque banyak pedagang-pedangan kaki lima yang berjualan makanan, minuman dan payung-payung (bila musim hujan). Bila banyak sekali pengunjung wisatawan, maka untuk dapat masuk kedalam Hagia Sophia kita harus antri menunggu giliran. Didalam halaman samping Hagia Sophia juga terdapat cafe dan toko merchandise.
Blue Mosque :
Terletak berhadap-hadapan dengan Hagia Sophia. Masjid ini didirikan oleh Sultan Ahmed pada tahun 1609 sd. 1616. Masjid ini dikenal sebagai Masjid Biru karena ubin biru menghiasi dinding interiornya.Di komplek masjid terdapat makam pendiri, madrasah, dan rumah perawatan. Hingga saat ini Blue Mosque masih digunakan sebagai masjid. Berkunjung kesini tak dipungut bayaran, namun perhatikan jam waktu sholat, karena saat tiba waktu sholat maka masjid tertutup untuk wisatawan.
Yerebatan Cistern :
Terletak di bawah tanah kota Istanbul yang berfungsi sebagai waduk pada saat jaman Konstantinopel. Nama lainnya adalah Sumur Basilika (Yerebatan Sarniçi). Ukurannya 138 meter panjang dan 64,6 meter lebarnya, meliputi hampir 1.000 meter persegi (2,4 hektar); kapasitasnya (80.000 kubik meter-lebih dari 21 juta galon) dan 336 pada kolom marmer.
Topkapi Sarayi (Palace) Museum :
merupakan kediaman resmi Sultan dinasti Ottoman selama 400 tahun dengan ratusan kamar yang sebagian untuk selir Sultan, dengan pemandangan Selat Bosphorus dan laut Marmara. Istana ini dibangun oleh Mehmed II setelah memenangkan perperangan melawan Constantinopel pada tahun 1453. Dari beberapa ruangan yang terbuka untuk umum, yang paling menarik adalah kamar harta Sultan yang berisi perhiasan, baju, peralatan makan dan perang yang penuh bertaburan permata. Lokasi sekitar 500 m dari Hagia Sophia. Topkapi adalah Salah satu istana yang tak kalah indah di Istanbul adalah Istana Topkapi. Ini adalah kediaman resmi di kota para sultan Turki Utsmani. Istana Topkapi juga menjadi daerah bersejarah Istanbul yang menjadi situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1985.Istana ini kebanyakan digunakan sebagai tempat untuk acara kerajaan dan acara hiburan Tak lupa menjadi daya tarik wisatawan. Ada juga sebuah museum yang berisi peninggalan paling suci dari dunia Muslim, seperti jubah Nabi Muhammad dan pedang. Di dalamnya juga berisi koleksi besar barang pecah belah, senjata, perisai, baju, miniatur Ottoman, naskah kaligrafi Islam dan mural, serta tampilan harta dan perhiasan milik para raja.Sepanjang dinding terdapat tiga pintu gerbang utama, yaitu Gerbang Otluk, Demir Gate dan Pintu Gerbang Imperial (Bab-i Humayun). Istana tersebut juga memiliki empat halaman besar dan semuanya mengarah ke satu sama lain.
Bosphorus Cruise :
perjalanan menyusuri selat Bosphorus untuk meliat view selat dengan berbagai bangunan yang menarik seperti : Istana Dolmabahce Palace, Anadoluhisari (benteng dari Anatolia), Küçüksu Kasri (Istana), The Hidiv Kasri (Villa yang dibangun tahun 1900), restoran cantik tepi pantai di Tarabya. Untuk cruise ini ada beberapa operator kapal. Informasi yang terbaik karena tepat waktu adalah Cruise yang berada di Port terakhir yang terdekat dengan Bridge (ada 6 port). Kapal ferinya besar, muat hingga 300 orang, 3 tingkat, dan tanpa nomor tempat duduk Hypodrome :
merupakan taman kota yang dahulunya merupakan tempat pertandingan kereta jaman Constantinopel. Di Taman ini terdapat 3 batu obelisk. Terletak disamping Blue Mosque.
Banyak hal yang bisa kita jumpai manakala berwisata di Istanbul. Berbagai aspek wisata, mulai dari wisata sejarah, belanja, hingga religi bisa kita dapatkan di kota ini. Selama di Turki, Anda bisa pergi ke tempat-tempat yang dianggap terbaik dan memiliki sejarah kuat dari masa ke masa. Tak terkecuali tempat tempat yang di kramatkan. Tempat keramat di Istanbul yang kami kutip dari laman nationalgeographic.com :
Topkapı Sarayı
Ini merupakan istana sultan yang dibuat pada abad ke- 15 hingga ke-19. Ribuan pegawai kekaisaran mungkin juga disimpan di sini. Topkapi Sarayi terletak di pusat kota sejarah yang menghadap ke Laut Marmara, Golden Horn, dan Bosporus.
Topkapi Sarayi berada di Sarayici, Sultanahmet dan dibuka setiap hari (kecuali Selasa) dari pagi hingga pukul 4 sore waktu setempat.
Rumah Galata Darwis
Rumah tradisional dan tertua di Istanbul adalah Galata Darwis yang berdiri pada tahun 1491. Di dekatnya juga ada Museum Puisi Divan yang berisi beragam puisi ritual Ottoman. Museum ini sendiri dibuat di abad ke- 15 hingga ke-18.
Spice Bazaar
Sejak pertama kali dibangun pada tahun 1663, para pedagang di sini banyak yang menjual batu antik dan obat-obatan tradisional. Kawasan ini tutup setiap hari Minggu.
Masjid Rustem Pasa
Di dekat Spice Bazaar juga ada tempat ibadah, yakni Masjid Rustem Pasa yang terletak di Hasırcılar Carşısı, Tahtakale, Eminonu.
Gereja Chora
Beberapa lukisan dinding dan mosaic terbaik yang diawetkan bisa Anda temukan di Gereja Chora. Namun sayangnya, sebagian besar bangunan asli gereja di Camii Sokak, Meydanı Kariye, Edirnekap ini sudah tidak ada yang tersisa.Gereja Chora dibangun di abad ke-11 dengan interior yang lebih modern di abad ke-14, Ini adalah salah satu gereja Bizantium terbaik di Turki. Gereja Chora tutup pada hari Rabu.
Selain lima tempat di atas Istanbul masih memiliki banyak tempat wisata terkenal. Mulai dari Perahu Wisata Bosporus, Basilika Cistern, Museum Turki dan Seni Islam, Grand Bazaar, Kompleks Museum Arkeologi dan masih banyak lagi lainnya.
Namun yang tidak boleh Anda lewatkan adalah menyusuri Terusan Bosphorus atau yang disebut Bosphorus Cruise. pengunjung bisa menyusuri terusan yang menghubungkan Laut Mati dan Laut Marmara tersebut. Ini dengan menggunakan kapal berkapasitas 1.500 penumpang dalam waktu tempuh 1,5 jam.
Selama perjalanan, pelancong dimanjakan dengan keindahan bangunan bersejarah di sepanjang terusan. Antara lain, Galasa Tower yang digunakan pendatang Jenewa untuk mengawasi kapal-kapal mereka. Wisatawan juga bisa melihat Istana Dolmabache dari kejauhan. Istana ini merupakan tempat wafatnya pahlawan Turki bernama Mustafa Kemal Ataturk pada 1938.
Kapal yang terbagi menjadi tiga dek ini akan melintas di bawah Jembatan Bosphorus yang dibangun pada 1973. Jembatan ini menghubungkan sisi Asia dan sisi Eropa. Turki terletak di kedua sisi benua tersebut. Ada pula Kuleli Military High School atau Sekolah Tinggi Militer Turki yang digunakan pada zaman Kerajaan Ottoman.
Bosphorus Cruise ini berakhir di Pelabuhan Rumeli. Ini berarti pengunjung telah memasuki sisi timur Istanbul. Di sekitar pelabuhan ini banyak sekali restoran yang menghidangkan makanan khas Turki. Wisatawan dapat menikmati makanan sambil ditemani embusan angin laut.
Bagi para wisatawan yang gemar berbelanja bisa mengunjungi mal tertua di Istanbul, yaitu Akmerkez. juga bisa singgah di Kanyon yang merupakan tempat perbelanjaan terbaru di kota ini. Berbagai barang dari merek terkenal di dunia didapatkan di mal yang memiliki arsitektur unik ini.Setiap akhir pekan, Kanyon kerap mengundang musisi andal di Istanbul untuk menghibur pengunjung. Ada pula mal terbesar di Eropa, yakni Cevahir. Bahkan, sejak 2005 bangunan ini ditetapkan sebagai mal terbesar di dunia.
Kembali ke pelayaran di selat Bosphorus, selat yang tetap mempesona dunia karena lokasinya yang unik. Persimpangan dua dunia, dua benua, dua kebudayaan. Tempat di mana barat dan timur bertemu dan saling berinteraksi satu sama lain. Tempat dimana kedua dunia memberikan puncak-pumcak keindahannya. Semuanya ada di Istanbul dan untuk dapat melihat Eropa dan Asia sekaligus, tidak ada tempat yang paling elok kecuali berlayar di Selat Bosphorus atau Istanbul Bogazici Ini.
Pelayaran juga bisa dimulai dari sebuar pier atau dermaga di daerah Kabatas, tidak jauh dari stadion klub kebanggaan kota Istanbul yaitu Galatasaray. Tentu saja jangan berkunjung ke tempat ini kalau sedang ada pertandingan derby dengan klub satu lagi kota Istanbul yaitu, Fenerbache. Karena , menurut cerita sering juga terjadi keributan antara pendukung fanatik kedua klub paling top di Turki ini.
Di daerah dekat dermaga, tidak jauh dari sebuah masjid yang disebut Masjid Istana Dolmabache, kita dapat menyaksikan banyaknya wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang menikmati suasana siang di akhir musim gugur yang sejuk di Istanbul. Bendera merah dengan bulan sabit dan bintang berwana putih berkibar dengan bangga menghiasi langit kota Istanbul. Di seberang sana , di stadion Galatasaray yang juga tampak megah, dengan bentuknya yang tampak bundar, hanya dihiasi dengan tiang-tiang bendera dan bendera Turki yang berkibar dengan gagah. Suasana yang tepat untuk menikmati dua benua sekaligus dalam sebuah pelayaran sekitar empat jam sampai menjelang matahari tenggelam.
Rombongan Musik Khas Dinasti Usmaniyah menghibur pelayaran. sebuah rombongan pemusik dengan pakaian ala “Dinasti Usmaniyah” menyambut dengan musik yang menghibur bernada riang gembira. Ada tujuh pemain musik yang semuanya pria setengah baya dan kebetulan dengan wajah khas Turki dengan kumis yang tebal, Tampak gagah dengan seragam berwarna oranye . Uniknya mereka berbaris membentuk setengah lingkaran dan sebagian memakai jubah warna hitam dengan urutan yang rapi. Alat musik yang dimainkan berupa alat musik tradisional baik perkusi dan juga tambur. Seorang pemimpin yang berfungsi sebagai konduktor “orkestra tepi laut” memimpin pasukannya memainkan lagu yang seakan-akan mengucapkan selamat datang di Selat Bosphorus.
“Selat Bosphorus, merupakan salah satu selat tersempit di dunia karena lebarnya hanya sekitar 1 sampai 3 kilometer”. Selat ini hampir dapat disamakan dengan sebuah sungai yang sangat lebar. Bahkan di bandingkan dengan Sungai Nil, banyak bagian Selat Bosphorus yang tampak lebih sempit. Tentu saja yang membedakannya ialah bahwa Bosphorus tetap sebuah selat karena terdiri seluruhnya dari airlaut yang menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam.
Sepanjang selat ini, dapat disaksikan tempat-tempat yang menarik seperti istana-istana dari dinasti Usmnaniyah. Salah satu yang paling terkenal adalah Istana Dolmabache. Tentu saja di bagian ujung selatan selat ini, dari kejauhan kita juga dapat menyaksikan Topkapi Palace yang sekarang sudah menjadi museum. Ada cerita menarik tentang kedua istana dari dinasti Otttoman atau Usmaniyah ini. Istana Topkapi dibangun dengan arsitektur yang cukup sederhana, bahkan istana ini dibangun dengan ciri khas nirsimeteris, yaitu untuk meniadakan unsur kemegahan. Semua dinding, pintu dan jendela seakan-akan dirancang tidak beraturan. Istana ini melambangkan kehidupan sultan yang sederhana sehingga dapat membawa dinasti Usmaniyah ke masa keemasan. Istana Dolmabache dibangun menyerupai istana-istana di Eropa. Dengan segala kemewahan , kebesaran , dan kemegahan. Istana ini dibangun pada saat dinasti Usmaniyah menedekati keruntuhan. Ketika masa kejayaannya sudah akan berakhir dan sampai-sampai Turki pernah dijuluki “Orang sakit dari Eropa”.
Tentu saja di bagian selatan Bosphorus, selain kedua istana ini, kapal pesiar juga sempat melintasi beberapa tempat lain yang menarik . Di antaranya adalah Maiden’s Tower yang terletak di tengah-tengah selat bagaikan sebuah pulau kecil dan juga Selemiye Barrack, yang merupakan sebuah rumah sakit dimana Florence Nightingale pernah bekerja.
Jembatan Megah di atas Bosphorus
Kapal terus berlayar dan sempat melewati Cirdigan Palace, dan juga sebuah Masjid dengan arsitektur Barok, yaitu Mecidiye Camii. Namun pemandangan yang paling mempesona adalah jembatan gantung yang maha besar dan tinggi yaitu Jembatan Boshporus. Jembatan yang mirip dengan jembatan Kutai Kertanegara yang baru runtuh di Tenggarong ini melintas di atas selat Boshporus dengan gagahnya dan selesai dibangun pada 1973.Jembatan Bosphorus ini, memiliki jarak lebih dari satu kilometer di antara kedua pilar raksasanya dan menghubungkan Beylerbeyi dan Ortakoy. Dengan enam jalur lalu lintas kendaraan dan memiliki ketinggian 165 meter dari atas permukaan laut. Kapal yang melintas di bawahnya dan terus berlayar ke utara menuju sebuah jembatan yang lebih besar dan baru yaitu “Fatih Sultan Mehmet Bridge” yang selesai dibangun pada 1988
Jembatan Galata atau Galata Köprüsü membentang di atas Golden Horn, atau semacam selat kecil yang memisahkan Karakoy di sebelah utara dan Eminonu dan kawasan Sultan Ahmet di sebelah selatan. Menurut cerita, jembatan permanen sekarang ini baru selesai dibangun pada 1992. Sebelumnya jembatan yang dipakai adakah sejenis jembatan pontoon yang selalu ikut bergoyang bersama gelobang air laut dibawahnya. Menurut sejarah pula, Sultan Beyazid II pada 1503 pernah meminta Leonardo Da Vinci untuk merancang jembatan yang melintasi Golden Horn ini, Namun sayang jembatannya tidak pernah dibangun.
Jembatan Galata ini bertingkat dua, dan persis di tengah-tengah jembatan , terdapat banyak sekali orang memancing. Pemandangan di sini sangat indah. Ke selatan kita dapat melihat Masjid Sulaymaniyeh di atas bukit.
Banyak sekali Poster, yang menunjukan bahwa Istanbul, adalah ibukota Eropa untuk kebudayaan pada tahun2010 lalu. IstanbulAvrupa Kultur Baskenti. Di bawahnya ada tulisan European Capital of Culture. Dari atas jembatan juga terlihat banyak kapal berlayar hilir mudik entah kemana. Sekumpulan burung dara, dan burung -burung lain juga berterbangan dengan bebasnya
untuk menikmati tempat-tempat lain di kota Istanbul Turkey merupakan negara yang terletak di 2 benua, yaitu benua Eropa (Istanbul Avrupa) dan Asia (Istanbul Anadolu/Anatolia). Sehingga budayanya pun merupakan perpaduan antara budaya Asia dan Eropa. Penduduk Istanbul banyak yang fasih berbahasa inggris dan tergolong ramah jika dibandingkan penduduk eropa lainnya. Mereka akan senang hati menunjukkan jalan dan bahkan mengantarkan kita sampai tujuan.Suhu di sini tergolong dingin, yaitu berkisar antara 4oC – 10oC pada bulan Desember saat musim dingin dan sangat disarankan untuk membawa coat tebal jika mengunjungi Istanbul pada musim dingin.
Pada saat ini sebuah terowongan kereta api juga sedang dibangun di bawah selat ini untuk menghubungkan Eropa dan Asia melalui jalur bawah laut. Terowongan ini akan digunakan untuk kereta api dari Eropa ke Asia dan juga jalur metro kota Istanbul. Setelah melewati Jembatan Bosphorus kapal yang terus berlayar menuju daerah yang disebut Boshorus utara. Disini dapat juga dinikmati beberapa bangunan yang menarik seperti Istana Bylerbeyu, dan juga rumah rumah besar dari kayu khan dinasti Ottoman yang disebut Yali.
Namun, yang paling menarik untuk dikunjungi adalah bagian kota istanbul yang disebut Bebek dengan Universitas Bosphorusnya yang terkenal.
Legenda Yunani di Selat Bosphorus.
Salah satu kisah yang menarik adalah tentang asal-usul kata Bosphorus yang ternyata berasal dari Bahasa Yunani. Konon artinya adalah “Jalan Kerbau”. Kata ini berasal dari sebuah legenda tentang kehidupan Dewa Dewi Yunani. Arkian, Sang maha Dewa Zeus memiliki seorang selingkuhan atau wanita simpanan yang bernama Io. Karena affair ini kemudian tercium oleh “Hera”, istri resmi Zeus, maka Zeus mengubah Io menjadi seekor sapi. Untuk melarikan diri dari kemarahan Hera, sang sapi kemudian berenang melewati selat ini. Namun tindakan pelarian ini pun tetap tercium oleh Hera sehingga sang istri resmi mengirim kawanan lalat sehingga akhirnya Io pun terdampar di Laut Aegian yang juga disebut “Ionian Sea”.Karena itu Selat ini kemudian dinamakan “Jalan Sapi” atau Bosphorus.
Kembali ke Istanbul. Kota dengan jumlah penduduk mencapai 14 juta ini disebut-sebut sebagai salah satu kota terindah di dunia, oleh karena pergi ke turki ‘wajib’ hukumnya untuk berkunjung ke kota ini. Selain itu, Istanbul juga merupakan kota yang menyimpan jutaan sejarah. Kota ini menjadi saksi pergantian kekuasaan di dunia selama berabad-abad lamanya dari mulai roman empire, byzantine empire, ottomant empire (khilafah usmani), dan sejak tahun 1924 menjadi bagian dari republik turki. Sejarah juga mencatat bahwa sebelum diberi nama Istanbul kota ini bernama byzantium dan konstantinopel.
Istanbul, the only place in the world where you can walk from asia to europe. wilayah Istanbul membentang di bagian eropa dan asia. Istanbul bagian eropa secara umum bisa dibagi menjadi 2 area utama, yang pertama adalah sultanahmet area, yang kedua taksim area. sultanahmet area adalah bagian kota tua istanbul karena terdapat banyak sekali peninggalan sejarah di sana. Sedangkan taksim area bisa dibilang modern part of istanbul. Istanbul bagian asia mungkin hanya 20 % dari luas istanbul. Bagian asia dan eropa ini dipisahkan oleh selat bosporus dan dihubungkan oleh jembatan besar yang juga diberi nama jembatan bosporus. Transportasi utama di kota istanbul adalah tram dan metro.
Melongok Wilayah eropa di Istanbul Turki
Taksim Area
Dolmabahce Palace yang terletak di wilayah taksim. Untuk menuju ke Dolmabahce palace dari sultanahmet, kita bisa menggunakan trem line 1 hinngga trem stop kabatas. Istana ini dibangun sekitar tahun 1843-1856 pada masa ottoman empire. Dolmabahce palace dibangun dengan gaya eropa dan dengan dekorasi yang megah dan jauh lebih mewah dibandingkan dengan beylerbeyi palace. Ini juga merupakan istana terbesar dan termahal di turki. Berkunjung ke bagian dalam istana akan memberikan kesan pada kita bahwa penguasa saat itu hidup sangat mewah. Istana yang megah ini pun menjadi tempat terakhir ottoman empire dan menjadi saksi berakhirnya kehkilafahan/kesultanan islam. Di tempat ini pula mustapha kemal attaturk yang dikenal dengan bapak republik turki atau lebih tepatnya bapak sekularisme turki menghembuskan nafas terakhirnya.
Dari Dolmabahce palace kita bisa melanjutkan kunjungan ke taksim area. Untuk menuju ke sana dari kabatas kita bisa naik fenicular hingga taksim square. Tidak salah jika taksim ini disebut sebagai the most known modern city center of Istanbul, karena memang tata kotanya sangat modern, sangat jauh dibandingkan sultanahmet. Di pusat kota taksim ini terdapat monumen terkenal, Independence Monument atau dalam bahasa turki disebut Istiklal Aniti. Lokasi lain yang wajib dikunjungi di sini adalah Istiklal street/avenue. Istiklal street ini adalah pusat perbelanjaan di istanbul. Seperti halnya Champ Elysees di Paris atau Galleria Vittoria Emanuelle di Milan. Di kiri dan kanan jalan kita bisa menemukan toko barang mewah/branded, cafe, bar, galeri, restaurant, dll. Tidak heran jika jutaan pengunjung selalu memenuhi istiklal street ini setiap hari hingga malam nya.
Terus berjalan menyusuri istiklal street kita akan menemukan salah satu menara terkenal bernama Galata tower yang juga merupakan salah satu menara tertua di dunia. Kita juga bisa menuju ke sana dengan naik trem dan turun trem stop karakoy. Bagi anda yang tertarik dengan modern art di daerah taksim ini juga terdapat beberapa museum terkenal yang dapat dikunjungi, salah satunya adalah Istanbul modern museum. Wilayah taksim ini begitu luas, kita bisa menghabiskan waktu sehari penuh di sana.
Turbulensi budaya eropa,arab dan asia.
Orang sering memandang salah tentang Turki. Ada yang menganggap bangsa Turki adalah bagian dari ras Arab. Ada yang menyebut Turki negara Islam fanatik dengan segala fantasi seputarnya. Begitu kita datang ke Istanbul, kita dikejutkan dengan kemodernan dan keberadaban Turki. Tapi, di lain pihak, Istanbul mungkin tidak menggambarkan Turki secarah utuh.
Saat ini, Turki masih bernegosiasi untuk bergabung dengan Uni Eropa. Statusnya sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Irak dan Iran menimbulkan rasa khawatir bagi banyak warga Eropa. Demikian pula dengan anggapan bahwa Turki tidak demokratis dan begitu kuatnya pengaruh militer di panggung politik. Ditambah dengan berita-berita miring mengenai pembantaian massal penduduk keturunan Armenia dan eksistensi suku Kurdistan, serta gerakan separatis di Cyprus.
Ketika bicara sejarah Turki, samar-samar kita mendengar nama Mustafa Kemal Ataturk yang di Indonesia dikenal sebagai tokoh modernis yang agak menakutkan dan sering digambarkan dalam karikatur sebagai figur yang mengganti azan dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Samar-samar pula kita melihat bagaimana Turki menjadi sekutu penting Amerika Serikat sejak bergabung ke NATO sampai peran pentingnya dalam perang Irak. Namun, bila kita hendak masuk lebih dalam dan menepis seluruh stereotipe kedua belah pihak, barangkali kita akan menemukan Turki yang menarik.
Letak negara Turki sangat strategis karena berbatasan dengan tiga benua. Negeri yang merupakan bagian dari Jalur Sutra ini dikelilingi oleh tiga benua besar, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa. Turki terletak di antara Yunani, Bulgaria, Gerogia, Armenia, Azerbaijan, Iran, Irak, dan Suriah. Tak heran bila budaya Turki menjadi percampuran yang unik antara Timur dan Barat.
Cikal-bakal budaya Turki sudah ada sejak sebelum Masehi dan kebudayaan itu terus berkembang hingga abad XIV Masehi. Selain itu, budaya Turki juga dipengaruhi ragam religi. Mayoritas masyarakat Turki adalah pemeluk Islam, tapi banyak juga orang Kristen dan Yahudi.beribu-ribu tahun yang lalu, suku bangsa Huns , nenek moyang bangsa Turki, berkelana mencari tempat tinggal yang lebih baik. Berbekal buah-buah kering sebagai makanan dan susu dalam kantung kulit kambing untuk minuman, mereka menempuh padang gurun di bawah mentari yang bersinar terik.Setelah berhari-hari berkelana, dahaga pun menerpa. Mereka meraih kantung kulit kambing tempat persediaan susu. Namun,Tak setetes pun susu keluar. Dengan jengkel salah seorang dari mereka merobek kantung kulit tersebut. Betapa terkejutnya ketika susu yang ia bawa telah menjadi krim kental.
“Yogurtmak!” seru pria tersebut. Yogurtmak berarti mengocok. Ia menduga, guncangan yang terjadi selama perjalanan serta panasnya temperatur telah mengubah susu ini menjadi krim. Kelak kemudian hari, dunia mengakui bahwa Turki adalah bangsa yang menemukan yoghurt.Hingga saat ini, yoghurt menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Turki. Setiap keluarga pasti menyediakan yoghurt sebagai salah satu sajian terpopuler untuk makanan sehari-hari. Kita mengenal yoghurt sebagai hidangan penutup bersama buah. Sebaliknya, orang Turki menyantap yoghurt dengan daging dan sayuran. Produk susu ini juga tak pernah ketinggalan untuk sarapan.
Masyarakat Turki kaya akan ragam makanan. Sebut saja kismis, zaitun, terong, bawang putih, tomat, dan daun anggur yang merupakan teman makan paling populer. Dalam bahasa Turki, daun anggur disebut dolma. Biasanya, daging dan nasi serta rempah-rempah dibungkus dengan dolma dan dimasak bersamaan. Makanan pokok mereka adalah nasi dan roti. Setelah Cina dan Perancis, dapur Ottoman sering disebut gagrak kuliner ketiga di dunia.
Salah satu kebiasaan dalam ‘prosesi’ makan mereka adalah kehadiran kopi Turki. Kopi biasanya dihidangkan usai sarapan. Tapi pada praktiknya dalam sehari mereka bisa minum bercangkir-cangkir kopi. Setiap bertamu, sudah pasti kita akan dijamu dengan kopi. Kopi hitam pekat tersebut disuguhkan dalam cangkir kecil bersama segelas mungil air putih. Sebelum minum kopi, kita dianjurkan membilas kerongkongan dengan air putih dulu. Tujuannya, agar kita dapat merasakan cita rasa kopi Turki yang sejati tanpa gangguan rasa lain yang tersisa di mulut. Mirip espresso. Bedanya, kopi Turki meninggalkan ampas di cangkir.
Ritual minum kopi belum berhenti. Tutuplah cangkir dengan piring tatakan usai minum. Goyangkan beberapa kali, lalu balik sehingga cangkir berada dalam keadaan terbalik di atas piring tatakan. Dari pola ampas kopi yang tersisa di cangkir, orang Turki biasa meramal nasib. Setelah itu, peminum kopi harus membuat suatu harapan atau permohonan. Kita bisa tahu apakah harapan itu akan terkabul atau tidak dengan melihat pola ampas kopi yang tertuang di piring tatakan.
Turki bukan hanya Islam. Negeri ini juga kaya dengan berbagai peninggalan Kekaisaran Romawi pada masa sebelum Masehi hinggap peninggalan-peninggalan Kristen yang tersebar di berbagai tempat. Memasuki kota Istanbul, kita langsung diberi sajian peninggalan tembok benteng kota yang tersisa dari masa kejayaan Bizantium di abad IV hingga XIV Masehi.
Di tengah lalu lintas kota Istanbul yang padat seperti halnya Jakarta, kita bisa menyaksikan kekhasan sekaligus kemegahan mesjid-mesjid di kota peninggalan Kesultanan Ottoman. Kubah utama yang biasanya diikuti dengan beberapa kubah lebih kecil di bawahnya menjadi ciri khas masjid-masjid di kota industri utama Turki itu yang jumlahnya mencapai 444 buah. Sepertinya, wisata mesjid menjadi satu keharusan di Istanbul, terutama mesjid-mesjid berarsitektur istimewa seperti Mesjid Suleymaniye, Mesjid Sultanahmet, Mesjid Yeni, dan Mesjid Ortakoy.
Mesjid Sultanahmet sering disebut Mesjid Biru karena interiornya yang dipenuhi ornamen keramik berwarna biru. Mesjid ini berseberangan dengan Santa Sophia—gereja peninggalan Bizantium yang diubah menjadi Mesjid Ayasofia pada zaman Kesultanan Ottoman. Di dinding dan langit-langit gereja yang sekarang dijadian museum ini terlihat jelas mozaik Bunda Maria dan Yesus Kristus berdampingan dengan aksara Arab bertuliskan Allah dan Nabi Muhammad. Banyak gereja-gereja di Istanbul dikonversi menjadi mesjid di zaman Ottoman ini. Bagi wisatawan, tentu saja rumah-rumah ibadah ‘hybride’ ini sangat menarik.
Sebagai bekas ibu kota Bizantium yang kemudian direbut dan dibangun kembali oleh Kesultanan Ottoman sekitar abad XIV, Istanbul juga kaya dengan kompleks istana. Salah satunya, Istana Topkapi. Kompleks istana ini masih terpelihara baik. Suasana oriental terasa kental di seluruh kompleks. Satu bagian tempat ibu suri sultan dan harem-haremnya dulu tinggal, menjadi obyek andalan istana ini.
Tak jauh dari Mesjid Sultanahmet, terdapat Basilic Cistern. Dulu, reservoir bawah tanah ini berfungsi sebagai sarana penyediaan air bersih bagi penduduk kota di zaman Bizantium. Sebanyak 336 pilar-pilar penyangga gereja masih utuh dan terpelihara baik.
Masyarakat Turki senang menari dan menyanyi. Hampir setiap hari mereka menyediakan waktu untuk menyanyi dan menari. Mulai dari pesta rakyat, perkawinan, khitanan, hingga kumpul-kumpul keluarga. Mereka spontan menggerakkan bahu dan tangan mengikuti irama musik. Tari perut yang dulu menjadi hiburan sultan di istana dan akrobatik yang berasal dari mars militer, kini sudah menjadi menu untuk turis.Whirling Dance. Disebut whirling dance karena para penari berputar tanpa henti di sekeliling seorang imam. Tarian ini sebenarnya adalah simbol matahari yang menyinari semesta dan para penarinya adalah planet-planet yang berputar sambil mengitari matahari. Konon, setelah berputar selama sepuluh hari para penari akan bertemu dengan Sang Pencipta.
Turki juga terkenal dengan seni keramik dan gelas tiup. Gelas silinder yang dibakar dengan api bersuhu tinggi dibentuk seorang perajin melalui hembusan nafasnya. Ketrampilan ini biasanya diajarkan turun-temurun. Tak pelak, banyak masyarakat Turki yang sudah mampu membentuk gelas sejak usia belia. Seni gelas tiup memang sudah sangat tua dan mengalami banyak perkembangan. Berawal dari Dinasti Seljuk, seni gelas tiup terus diperkaya dengan berbagai budaya yang diperoleh dari daerah yang berhasil ditaklukkan dinasti tersebut.
Untungnya, obyek-obyek wisata di Istanbul letaknya berdekatan dan cukup mudah dijangkau dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan umum. Istanbul sedang giat menggali jaringan kereta bawah tanah dan terowongan di bawah air. Taksi dan tram relatif murah, bis kota pun cukup efisien dan tepat waktu. Sebagai kota tujuan utama turis di Turki dan ambisi yang sangat kuat untuk bergabung dengan Uni Eropa, sedikit banyak mengubah wajah Istanbul menjadi kota yang modern dan ramah. Sayangnya, kemakmuran ini belum merata di seluruh kota.
Istanbul penuh kontras. Di tram, Anda bisa duduk berhadapan dengan perempuan belia berkerudung dan di sebelahnya remaja putri mengenakan rok mini bertindik di alisnya sibuk dengan iPod-nya. Di bangku lain, sepasang muda-mudi sedang asyik bercengkerama. Di hadapan mereka, seorang ulama terlihat kusyuk berzikir dengan tasbih di tangannya.
Di jalan-jalan utama, butik-butik bermerek perancang terkemuka ala Paris dan Milan memenuhi kota. Tak jauh dari jalan utama tersebut, kedai-kedai kopi dan teh sederhana, serta warung kebab dan lahmacun (pizza khas Turki) riuh-rendah dipenuhi penjaja roti dan asongan. Di perempatan jalan lain, mobil mewah keluaran terbaru tak sabar mengklakson gerobak penjual buah dan sayur-mayur. Pengemis dan tunawisma masih banyak terlihat mencoba mengais rezeki di sudut-sudut jalan.
Penduduk Turki terkesan punya rasa nasionalisme yang tinggi. Meski sekarang terkalahkan secara politik dan ekonomi, mereka tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Mereka selalu menyebut kegemilangan masa lalu sebagai inspirasi untuk menghadapi masa kini dan masa depan. Mereka bangga dengan Kesultanan Ottoman yang pernah berhasil menguasai hampir sepertiga daratan Eropa sampai mencapai sekitar 100 mil mendekati pintu gerbang kota Wina di Austria. Patung Ataturk—tokoh panutan dan Bapak Bangsa Turki—ada di mana-mana dan bendera Turki berkibar hampir di setiap gedung.
Bila Lelah seharian berkeliling kota, ritual hamam telah menanti. Tradisi pemandian lengkap dengan pijat ini sudah ada sejak lama dan dipercaya sebagai asal-muasal sauna di Eropa. Dulu, tempat pemandian umum ini berfungsi sebagai sarana sanitasi dan sosialisasi karena tak setiap rumah mempunyai fasilitas air hangat dan air bersih. Berbeda dengan sauna di Eropa, pada umumnya pria dan wanita berada di ruang terpisah di hamam Turki. Secarik kain tipis—biasa disebut pesternal—wajib dipakai. Tak ada pemandangan ‘polos’ di hamam ini.
Turki identik pula dengan permadani. Permadani Turki merupakan pengaruh budaya Persia yang masuk Turki bagian timur, lalu berkembang dengan perpaduan budaya setempat. Hasilnya, permadani Turki menjadi sangat beragam, baik dalam jenis maupun motif. Karpet antik dengan motif tertentu sangat diminati dan selangit harganya. Tapi hati-hati, sudah banyak produk andalan Turki ini diproduksi di Cina. Tak mudah bagi mata awam untuk mengenali karpet imitasi ini.
Bagaimanapun,kita patut belajar dari Istanbul Turki dalam mengembangkan wisata kotanya,wisata budaya dan sejarah, secara garis besar langkah strategis yang dilalui oleh penggiat wisatanya,antara lain:
*Memberi dorongan kelangsungan peninggalan sejarah, kultur, alam, dan arsitektur tempo dulu.
*menampilkan identitas kota secara unik untuk dikunjungi dan dilihat.
*Pengembangan wisata kota berdasarkan keterampilan penduduk lokal dalam menginterpretasikan peninggalan sejarah yang ada.
*Membangun rasa bangga masyarakat kota akan warisan sejarah mereka dan meningkatkan interaksi dengan pengunjung.
*Membantu memelihara gaya hidup dan nilai nilai lokal.
*Menampilkan produk wisata bernilai tambah dan meningkatkan kedalaman dan level pelayanan terhadap wisatawan.
*Menampilkan suatu produk wisata dengan pendekatan kearah pengembangan secara berkelanjutan dengan memberdayakan penduduk kota sebagai basis pembangunan wisata.
*Pembangunan kepariwisataan berskala besar melibatkan sektor swasta bermitra dengan sektor publik. Sebagai gambaran, sektor publik terlibat dalam persiapan masterplan kota, mendapatkan tanah, memasarkan, membangun, mengawasi dan memelihara infrastruktur. Sedangkan sektor swasta melakukan studi kelayakan finansial, mengoperasikan obyek yang dianggap profit. Keuntungan finansial dari pariwisata menjadi investasi dan asset dari sektor publik.
Bagaimanapun kota Istanbul Turki secara menakjubkan telah mampu menghidangkan ramuan wisata kota dengan menampilkan kota dengan karakter kultur, kebanggan sejarah masa lalu, alam yang terjaga dan lestari, pertautan arsitektur perkotaan dengan gaya kuno dan modern, dengan ornamen perpaduan Eropa-Turki Mediteriana yang terpelihara baik, meskipun telah melewati perobahan kultur dari generasi kuno kegenerasi modern.
Kota Istanbul Turki telah memilih cara pengungkapan jati dirinya melalui ungkapan produk arsitektur perkotaan, kultur, sejarah, kerajinan tangan, bahasa, arkaelog yang semua dikemas dalam paket wisata yang melambungkan kepariwisataan Turki sebagai penyumbang terbesar devisa negaranya.
Selama di Turki telah tercipta puisi penyambung sepi hati.Puisi pusi itu antara lain sebagai berikut.

(1) Ketepi jalan istiqlal.

Di Istanbul,
Aku datang ketepi jalan istiqlal.
Membeli segemggam biji sukun bakar.
Kukupas kulitnya helai demi helai.
Seperti menghitung tasbih,
Sementara hujan salju bergulir.
bersama bulir airmataku.
Mengenangmu,
Dan aku mengenangmu,oh istriku.
Ditengah malam turki yang beku.
Kurasakan kelembutan biji sukun,
Seperti kelembutan qalbumu,
Yang pernah kudamba.
Kristal cinta yang mengental jadi cermin.
Arahan ketika melangkah,
Merengkuh dua hati dalam detak nadi,
Dicelah gerai rambut yang bermain ditelingamu,
Pernah kubisikkan pesona.
Aku milikmu,
Dunia akhirat.
Kuingin memelukmu lagi seperti kemarin,
Seperti ketika aku merasa,
Kau milikku,dan aku adalah akumu.
llahi rabbi
Kukunyah biji sukun,betapa getirnya.
Tapi Engkau tahu,
Hatiku lebih getir.
Disepanjang perjalanan malam aku gelisah.
Mencoba membunuh mimpi dan khayal dengan sia sia.
Siapakah yang tahu deritaku ini?
Pun jika langit runtuh,
Siapa percaya kepedihan ini?

(2) Ditengah Badai Salju.

Di Bursa .
Dalam geliat petang.
Sebongkah bola salju.
Seperti mutiara jatuh.
Pecah berhamburan.
Seperti cintaku.
Badai salju yang dingin.
Daun pintu gemeretak bergetar.
Patah dalam dingin.
Seperti hatiku.
Burung burung camar salju.
Hidup tanpa sarang.
Mati tanpa kuburan.
Seperti cintamu.

(3) Turkey.

Ketika bayi
Matamu bening
Segemerlap rona selat bosphorus
Ketika belia
Dadamu seladang salju.
Tempat camar salju menukikkan berahi
Ketika dewasa
Wujudmu kedalaman laut hitam.
Dimana laut pecahkan gelombang.
Ketika renta nanti
Wajahmu malam tanpa gemintang
Di mana angin melabuhkan senyap

(4) Konstantinopel

Pun masih nampak tegar
Tapi musim telah banyak merubahnya
Dalam bungkus modernitas
Dalam diamnya batu batu batin
Yang melanjutkan usia
Menghirup sisa nafas
Dari seuntai nafas yang menggantung
Pada roh roh purba.
Pun riak gelombang badai musim
Tak mampu menghapus jejak peradaban
Entah sampai tidak jejak kita
Mencari biang sejarah
Di IstanaTopkapi palace.

(5) Penari Perut.

Hai belly dancer,
Ombak kecil.
Yang beriak runtun diperutmu.
Segetar gulungan gelombang dilengan,
Segemuruh hati yang gairah.
Kaki getar gemerincing.
Didalam tapaknya sendiri.
Bergetar cemari jari.
Menggapai penghujung pantai.
Aku mabuk laut.
Terombang ambing diatas kemudi.
Bagaimana mungkin seimbangkan diri.
Laut begitu bergelombang.

(6) Pemimpi.

Di kawasan bursa,
Aku bergelantungan,
Diantara penumpang kereta gantung.
Menyusur bentang pebukitan salju.
Dan engkau disana,gadisku.
Gadis dalam mimpi Alexandria.
Ketika untuknya.
Sang penakluk menyerbu constantipel.
Dipekat malam yang beku.
Dan akupun sertamerta.
Berburu melawan kodrat.
Untuk mencumbumu,
Sekalipun dalam illusi.

(dari berbagai sumber)

MELAKA MALAYSIA KOTA BANDAR NAN MENAWAN. Tulisan : Dr.Ir.Drs.H.Syahriar Tato.SH.SAB,SSn.MS.MH.MM.

Posted May 21, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

MELAKA MALAYSIA KOTA BANDAR NAN MENAWAN.
Tulisan : Dr.Ir.Drs.H.Syahriar Tato.SH.SAB,SSn.MS.MH.MM.

Sebagai kota Bandar tua yang bersejarah,Melaka punya daya tarik khusus untuk mengunjunginya.Selain warga Malaysia dari berbagai penjuru, wisatawan terbesar ke Melaka adalah dari negeri Singa ,Singapura. Perjalanan bermobil dapat ditempuh dalam rata-rata tiga jam dari Singapura ke Melaka. Banyak juga bus umum yang melayani penumpang trayek Singapura-Melaka pulang pergi. Sedang dari ibukota Malaysia Kuala Lumpur, Melaka dapat ditempuh dengan mobil dalam waktu satu setengah jam.
Bandara Internasional Melaka di Batu Berendam kini semakin ramai menjadi pintu masuk wisatawan. Penerbangan Riau Air dan Wings Air dari Indonesia sudah mempunyai penerbangan terjadwal ke Melaka, khususnya karena peningkatan wisata medis dari Indonesia ke Melaka. Dari Bengkalis, Dumai, dan Pekanbaru juga ada ferry setiap hari menuju Bandar Melaka.
Dari catatan sejarah, Melaka dibangun oleh Parameswara pada akhir abad ke-14. Bandar Melaka ini menarik para pedagang dari India dan Arab, sehingga sertamerta makin berkembang sebagai pusat perdagangan. Asal nama Melaka pun punya dua versi. Versi pertama adalah pohon buah melaka yang banyak dijumpai di tepian sungai di Melaka. Versi kedua adalah dari kata “malakat” yang berarti pasar dalam bahasa Arabnya. Sejarahpun mencatat, Laksamana Cheng Ho pun pernah berlabuh di Melaka. Hingga kini masih ada klenteng yang dipersembahkan kepada Cheng Ho. Seiring dengan itu, Pedagang dari Cina pun semakin meramaikan Melaka di abad ke-15. Sejak itu kedudukan Melaka didunia Internasional makin meningkat.
Pada awal abad ke-16, Bangsa Portugis pun datang ke Melaka, yang niat Semula untuk berniaga. Namun cara-cara mereka berniaga tidak cocok dengan para pedagang India dan Arab. Pertikaian pun terjadi. Portugis kembali dengan balatentara lebih besar, dan menduduki Melaka pada 1511. Pendudukan Portugis ini mengawali era Eropa bagi Melaka. Portugis membangun benteng pertahanan, gedung-gedung pemerintahan, dan gereja-gereja, yang jejaknya banyak ditemui di kota Melaka saat ini.
Melaka semakin kehilangan pamornya pada awal abad ke-17 setelah Sultan Johor melakukan pakta dengan VOC Belanda. Pada tahun 1641, Belanda menyerang Melaka dan mengusir Portugis dari sana. Belanda bercokol selama 150 tahun, dan meninggalkan Melaka setelah gempuran pasukan bersama Inggris dan Prancis.
Sejarah berliku Melaka itu meninggalkan berbagai pusaka yang menjadi tujuan wisata sejarah yang sangat penting bagi Melaka. Menurut statistik, setiap tahun Melaka dikunjungi 7 juta wisatawan, dari dalam maupun luar negeri.
Pusat atraksi wisata di Melaka adalah kawasan bersejarah di pusat kota yang populer dengan sebutan Red Square. Di sekeliling alun-alun kecil ini berdiri berbagai bangunan peninggalan sejarah yang dindingnya berwarna merah, antara lain: gereja kathedral, stadthuys (balaikota), kantor pos, dan lain-lain. Di tengah alun-alun itu berdiri sebuah tugu peringatan untuk menghormati Ratu Inggris yang dilengkapi dengan air mancur. Becak-becak hias menyemarakkan kawasan Lapangan Merah yang penuh pengunjung. Dengan becak ini sebagian wisatawan berkeliling Melaka. Becaknya dihias sangat meriah dengan bunga-bunga plastik dan elemen hias lainnya. Lengkap dengan musik dan pengeras suara yang cukup memekakkan telinga.
Kawasan bagi pejalan kaki yang paling populer adalah Jonker Walk – mencakup Jonker Street dan Heeren Street , yang terletak hanya di seberang Sungai Melaka dari Lapangan Merah. Di ujung Jonker Walk ini sekarang ada San Shu Gong, toko berbagai oleh-oleh, bumbu, dan lain-lain. Es cendol durian-nya juga sangat diminati. Oleh pengunjung. Sebelum kehadiran San Shu Gong, toko serupa yang populer adalah Tan Kim Hock di Jalan Bendahara. Kebanyakan wisatawan membeli bumbu ayam pongteh, bakkutteh, dan sebagainya untuk dibawa pulang sebagai oleh oleh.Di sepanjang Jonker Walk, banyak cafe, rumah makan, serta toko-toko souvenir yang menarik. Pada hari-hari libur da akhir pekan, kawasan ini tumpah-ruah pengunjung hingga tengah malam. Beberapa cafe juga menyediakan live band untuk menarik pengunjung.
Di belakang Lapangan Merah ada sebuah bukit, dan di puncaknya ada bekas gereja Portugis yang dihancurkan Belanda dan diubah menjadi benteng pertahanan. Untuk mencapai tempat itu, kita masuk dari sebuah gerbang benteng yang dikenal dengan sebutan A Famosa. Pada awalnya ini adalah benteng Portugis juga, yang kemudian diubah menjadi benteng Belanda. Lambang VOC masih tampak terukir di batu gerbang A Famosa ini.
Obyek wisata lainnya adalah gereja-gereja tua, baik peninggalan Portugis (Katholik) maupun Belanda (Protestan). Gereja Santo Petrus yang sudah berusia 300 tahun, misalnya, menjadi pusat Perayaan Paskah yang penting di kawasan ini. Di Melaka juga masih banyak kelompok Kristang , keturunan Portugis-India beragama Katholik. Kaum mestizo ini berkulit gelap, dengan nama-nama Portugis, seperti; Rodriguez, Fernandez, dan lain-lain.
Melaka kini tidak lagi sekadar kawasan bersejarah. Kota ini telah memiliki jalur monorel sepanjang 1,6 kilometer untuk kemudahan para wisatawan. Kereta ini menghubungkan berbagai tujuan dan obyek wisata di Melaka.
Atraksi modern bagi wisatawan berpusat di Padang Pahlawan. Di sini ada mahkota Parade Shopping Centre yang sangat ramai. The Body Shop, World of Cartoons, Nokia, MPH Bookstores, Royal Selangor, Sony Center, dan gerai waralaba internasional lainnya dapat dijumpai di sini. Begitu juga waralaba kuliner seperti: Starbucks, KFC,McDonald’s, Pizza Hut, dan lain-lain.
Di dekat Padang Pahlawan juga ada ferris wheel (jentera putar). Yang besar disebut Eye on Malaysia, sedangkan yang lebih kecil disebut Eye on Melaka. Di dekatnya ada sebuah atraksi pariwisata yang lain, The Pirates of Malacca. Ada pula Malay and Islamic World Tour di Jalan Kota. Bila membawa anak-anak, sedikit di luar kota ada Melaka Zoo (kebun binatang) yang berlokasi di Ayer Keroh.Di Ayer Keroh juga ada Taman Mini Malaysia dan Taman Mini ASEAN, serta kawasan hutan lindung. Agak jauh lagi, di Pantai Padang Kemunting, sekitar 28 km dari pusat kota Melaka, ada tempat penangkaran bagi penyu yang juga sangat menarik untuk dikunjungi anak-anak.
Sungai Melaka yang berliku pun sejak beberapa tahun silam telah ditata. Sisi-sisinya diturap. Di sepanjang sisi sungai dibangun boardwalk, jalan dari papan kayu, agar orang dapat berjalan-jalan atau jogging menikmati pemandangan sungai. Dapat juga ikut river cruise , naik perahu dan menyusuri sungai selama 45 menit. Ada juga Melaka Duck Tour, yaitu kendaraan semi-amfibi yang dapat berjalan di sungai maupun di jalan raya.
Di salah satu “semenanjung” tepian sungai ini ada kawasan perkampungan sekitar 100 rumah yang dilestarikan sebagai living museum. Warga Kampung Morten ini diwajibkan melestarikan rumah mereka dan mendapat tunjangan sepantasnya agar selama berabad-abad kemudian orang masih dapat melihat cara hidup asli masyarakat Melayu di Melaka.
Wisata kuliner di Melaka juga sangat memuaskan. Kalau nasi ayam Hainan sangat populer di Singapura, di Melaka ada versi yang lebih unik. Sebetulnya, ini adalah masakan yang sama, tetapi dengan cara penyajian yang berbeda. Nasi ayam Hainan adalah paket nasi gurih dan potongan ayam kukus. Di Melaka, disebut nasi ayam bebola (chicken rice-ball). Ayam kukusnya sama ,cuma kadang-kadang juga tersedia versi panggang.Tetapi, nasi gurihnya dihaluskan dan kemudian dibentuk menjadi bola. Di ujung Jonker Walk ada sebuah kopitiam (warung kopi) bernama Chop Chung Wah yang sejak buka pada pukul 8.30 pagi selalu ramai diantre orang. Nasi ayam Chop Chung Wah biasanya sudah habis pada sekitar pukul 13 siang. Ini adalah kedai pertama yang menghidangkan sajian khas ini. Jika kita malas antre, ada pilihan lain yaitu Famosa Chicken Rice-Ball (Jalan Hang Jebat dan Jalan Hang Kasturi). Makanan murah-meriah yang juga populer di Melaka adalah sate celup. Sekarang yang terkenal adalah Capitol di Lorong Bukit Cina. Pilihan satenya, isinya adalah ayam, cumi, bakso, cabe isi bakso, tahu, tahu bakso, babat, dan banyak lagi ragam lainnya. Sate dicelupkan ke kuah kacang beramai-ramai. “Pemandangan” inilah yang agaknya dianggap kurang menyenangkan bagi sebagian orang. Tetapi, orang Malaysia sangat menyukai sajian sate celup ini.
Melaka juga memiliki sangat banyak kopitiam dengan sajian sederhana, seperti roti bakar dilapis selai kaya, telur setengah matang, dan nasi lemak. Biasanya, nasi lemak yang dijual berukuran sangat kecil , seperti umumnya nasi kucing di Jawa dengan lauk minimalis.
Disisi lain, Bandar Melaka dikenal sebagai pusat budaya Peranakan yang juga dikenal dengan istilah Babah-Nyonya, yaitu keturunan Tionghoa yang menikah dengan perempuan setempat dan beranak-pinak. Keturunan mereka dibesarkan dalam persilangan budaya yang unik.Pada awalnya, pendatang dari Negeri Cina ke Semenanjung Malaysia ini adalah kaum pekerja tambang, kuli pelabuhan, dan para tauke alias pedagang. Mereka menikah dengan perempuan perempuan keturunan Jawa, Melayu, bahkan Aceh. Salah satu kekhasan dari budaya yang unik dari hasil persilangan ini adalah budaya kuliner baru yang disebut sebagai kuliner Peranakan.
Melaka adalah tujuan wisata kuliner yang penting untuk mencicipi masakan Peranakan , yaitu masakan Melayu dengan pendekatan kuliner Tionghoa. Restoran Peranakan di Jalan Tun Tan Cheng Lock. Tempatnya lebih besar dan merupakan rumah tua yang dirawat baik, citarasa masakannya pun prima.Restoran Peranakan ini menyajikan: ayam keluak, ayam pongteh, udang lemak nenas, tahu peranakan, sambal bendih. Ayam keluak adalah opor dengan bumbu pekat, dimasak dengan keluak . Ayam pongteh mirip semur kental dengan aroma ngohiong. Udang lemak nenas mirip lempah bersantan, dimasak dengan nenas. Tahu peranakan adalah nama lain untuk tahu telur gaya Peranakan Jawa. Dan sambal bendih adalah okra (lady’s fingers) kukus dengan sambal blacan.
Di Melaka ada beberapa rumah lama maupun Museum Babah Nyonya Peranakan. Bahkan, di Jonker Walk, ada beberapa ruko lama yang diubah menjadi hotel butik. Bila ingin mewah, ada juga sebuah puri (mansion) milik orang Tionghoa kaya yang dipugar menjadi The Majestic Malacca Hotel.Di Jalan Tokong juga ada klenteng Cheng Hoon Teng yang didedikasikan kepada Kapitan Cina Li Wei King. Rumah-rumah mewah dari orang-orang Tionghoa kaya masa lalu juga masih dapat terlihat di sekitar Jonker dan Heeren Street. Di sekitar Jonker Walk banyak dijumpai pedagang barang antik dengan kualitas yang cukup baik. Berbagai perabotan, hiasan, dan pernak-pernik,khususnya dari budaya Peranakan .
Sungai Melaka, atau yang dikenal pula dengan nama Melaka River, merupakan salah satu obyek wisata yang cukup terkenal.Suasana meriahnya Melaka River di malam hari merupakan andalan utama wisata kota Melaka. Di abad ke 16, Melaka River adalah salah satu pusat perdagangan yang cukup ramai. Pedagang dari belahan dunia Barat dan Timur bercampur baur jadi sat.Saat sekarang, Melaka River sudah bukan lagi pusat perdagangan.Melainkan sudah beralih fungsi menjadi destinasi yang hampir selalu dipenuhi baik wisatawan lokal maupun asing.Keindahan bangunan-bangunan tua khas Melaka yang menghiasi hampir setiap jengkal tepian sungainya.Gereja-gereja tua, masjid, gudang kuno, kuil, serta tidak ketinggalan jembatan di atas Melaka River yang juga sangat memukau.
Tampak sekilas, air sungai Melaka tidaklah jernih-jernih amat.Agak kekuningan.Pada masa dulu, sungai yang bermuara di Bandar Hilir dan membuka ke Selat Melaka ini sangat kotor.Meski begitu, sungai ini mempunyai peran penting selama zaman kejayaan Kesultanan Melayu dan semasa pendudukan Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang.Tetapi pemerintahan Melaka tidak mau terbebani dengan kekotorannya. Pada tahun 2001, sungai ini dibersihkan dan disulap sebagai objek wisata sungai dengan perwajahan baru yang dikenal dengan Melaka River Cruise.Pengunjung atau wisatawan dapat menikmati pesona pemandangan di kiri kanan sungai dari dalam boat. Lebih kurang 20 boat bersandar di dermaga Sungai Melaka tak jauh dari Lapangan belanda atau Spice garden di Hang jebat Bridge siap mengantarkan pelancong menyusuri sungai sepanjang lebih kurang 9 kilometer mulai dari jam 9.00 pagi hingga jam 12.00 malam. Perahu-perahu (boat) yang nyaman mempunyai kapasitas mencapai 40 orang mengawali perjalanan dari dermaga.Sebenarnya perubahan kawasan tepian yang terjadi di Melaka River, belum lama ini terjadi. Sekitar 20 tahun yang lalu,Melaka River tidak lebih dari sungai yang ditempati banyak perahu-perahu kecil yang digunakan untuk memancing.Dengan air sungai yang sangat kotor. Namun planolog menyentuh Melaka River dan menjadikannya sebuah lokasi yang kerap disebut sebagai Venesianya Malaysia. Bukan cuma bangunan-bangunan kunonya yang menarik, tapi juga dibangun beberapa air mancur, petilasan yang nyaman, kincir angin raksasa, serta tentunya taman yang menghiasi tepian sungainya.Untuk air sungainya pun sudah jauh berubah.Bila dulu warnanya coklat dan terlihat kotor karena lumpur dan sampah, sekarang sudah mulai terlihat bersih. Tentunya Anda tidak bisa mengharapkan air sungai yang jernih bagaikan lautTetap air sungai, namun jauh dari sampah dan semua hal yang mengganggu pemandangan mata, dengan warna yang hijau cerah.Terutama saat malam hari, semuanya menjadi jauh lebih sempurna.Pantulan merah, hijau, biru, dan kuning yang dihasilkan dari lampu-lampu bangunan serta beberapa lampu yang sengaja dipasang untuk dekorasi memainkan sebuah simfoni yang sungguh menawan.
Untuk menikmati cantiknya Melaka River, kita bisa menggunakan Melaka Cruise.Melaka Cruise hampir selalu penuh ditumpangi oleh wisatawan. Ada dua tipe cruise yang ada untuk menikmati indahnya Melaka. Satu adalah cruise yang memiliki pemandu didalamnya, sedangkan yang lain menggunakan pemandu berupa rekaman kaset.
Sebanyak 26 kapal yang terbuat dari fiber disiapkan untuk menampung membludaknya pengunjung.Kapal-kapal ini dinamai dengan nama tokoh-tokoh kondang dari Melaka seperti Hang Tuan, Hang Jebat, dan Tun Perak.Untuk mengentalkan suasana historik khas Melaka,kita akan dihibur dengan lagu-lagu tradisional setempat. Satu lagu yang paling sering didendangkan adalah Dendang Sayang.
Perjalanan yang akan di tempuh sejauh 9 km atau kurang lebih sepanjang 45 menit.Kapal berangkat dari Quayside Heritage Centre menuju Taman Rempah, Pangkalan Rama. Rute yang sama juga berlaku sebaliknya. Sebenarnya, kapal ini tersedia dari pagi mulai dari pukul 09.30 hingga 00.00. Perjalanan siang lebih pas bila kita ingin mengabadikan setiap detil bangunan yang akan di lewati.
Bukan sekedar bangunan tua, tapi juga aneka grafiti yang menghiasi dinding bangunan yang akan dilewati oleh kapal kapal.
Terdapat juga Kawasan Kampung Morten yang merupakan kampung tradisional orang Melayu. Kampung ini berlokasi di pinggir sungai Melaka, dibangun tahun 1920an oleh J.F Morten untuk lokalisasi penduduk asli Melayu, dan sekarang kampung ini menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika ke Melaka.Terdapat trotoar “River Walk” untuk menyusuri sungai Melaka sambil menikmati keindahan rumah kampung. Kemudian ada Jembatan kampung Morten, yang arsiteknya sangat indah bila dilihat dari boat.Kampung Morten, merupakan salah satu kampong melayu yang dianggap berhasil melestarikan budayanya selama berabad-abad.Disini terdapat banyak bangunan khas ber arsitektur Melayu tradisional. Menurut narasi dari rekaman yang dibacakan sepanjang perjalanan, rumah-rumah dengan bahan kayu disini dibangun tanpa menggunakan pasak atau paku. Sebuah pemandangan kampong yang agaknya sangat kontras dengan bangunan kota modern yang banyak terdapat di Malaysia.Setelah kampong Morten, di bagian kanan sungai terdapat penghijauan hutan bakau yang disiapkan untuk mengantisipasi pengikisan sungai. Selain hutan bakau,kita menyaksikan The Pirate park (taman Tambak), Jembatan station Bus lama, Jembatan Hang Tuah, jembatan kampong jawa, Jembatan Chan Koun Chen, Jembatan Pasar, Jembatan Tan Kim Seng dan Kincir Air Melaka.Di bagian kiri sungai dibawah jembatan Tan Kim Seng juga terdapat cafe harpers dimana tampak sejumlah turis tengah menikmati makanan dan minuman sambil memandang sungai.Lebih jauh menyusuri sungai juga ditemui sejumlah ruko lama. Kebanyakan ruko lama ini memiliki gudang di bagian belakangnya untuk menyimpan barang yang akan dimuat atau diturunkan dari kapal ketika Melaka masih mempergunakan pelabuhan untuk pusat perdagangannya tempo dulu.
Dekat sungai Melaka ada Kawasan F’amosa fort, yang merupakan reruntuhan benteng Portugis. Di belakang benteng ini, ada tangga ke atas untuk menuju reruntuhan St.Paul’s Church dan patung St.Francis Xavier. Di bukit ini juga ada St. John’s fort, merupakan benteng jaman Belanda yang sudah dipugar. Turun dari bukit, objek wisata lainnya menuju area parkir antara lain St. Peter’s Church, Museum Kesultanan Melaka, dan beberapa museum lainnya. Bila ingin mengunjungi museum, sebaiknya masukan di itinerary sebelum jam 5 sore, karena jam operasional museum biasanya dari pukul 8 AM hingga 5 PM. Salah satu museum yang sangat menarik adalah Maritime Museum yang berbentuk kapal besar.Maritime Musium adalah replika sebuah kapal Portugis yang dijadikan sebagai mesium dan mencantumkan kata “Acheh” dalam penggalan kisah-kisah yang dipajang di dinding kapal.Replica kapal besar bernama Flor de La Mar ini adalah kapal Portugis. Dikapal ini Alfonso de Albuquerque berhasil ditangkap oleh bangsa Melaka. Sungai Malaka kini menjadi salah satu lokasi wisata. Sungai yang sebelumnya kumuh dan berisi sampah yang mengapung, disulap menjadi lokasi wisata yang disebut “Melaka River Cruise”.
Di jalanan ada ratusan turis berseliweran. Ada yang berwajah bule, china dan Melayu. Mereka datang dengan gaya khas masing-masing. Bule asing kebanyakan mengenakan celana pendek dengan tas dipunggung khas backpacker, China mengenakan celana pendek di atas lutut, dan yang Melayu kebanyakan mengenakan jilbab dan baju kurung. Meski dikenal pernah menjadi salah satu kerajaan Islam tertua di Semenanjung Melayu, Tak ada polisi syariah yang memburu para bule untuk memaksa mereka memakai kerudung, ataupun melakapkan sebutan “kaphee” pada para pelancong yang punya keyakinan berbeda.
Diujung jalan, di samping sebuah surau sejumlah polisi wisata berdiri dengan wajah ramah dan memamer senyum kepada wisatawan yang melintas di depan mereka.Uniknya, polisi-polisi wisata itu memakai memakai sepada dan kuda sebagai tunggangannya. Mereka siap membantu turis asing pejalan kaki untuk sekedar menunjuk arah jalan atau memandu peta bagi sang turis.
Di seberang sungai,ada Jalan Hang Jebat atau sering disebut Jonker Street. Inilah jalannya para turis.Di sepanjang jalan berdiri toko-toko yang menjajakan minuman seperti bir atau wine untuk memanjakan para turis asing. Suasana persis jalan Malioboro di Yogyakarta, atau jalan Jaksa di Jakarta.
Sejak Melaka ditetapkan oleh badan PBB UNESCO sebagai salah satu World Heritage, warga setempat menyebutnya Tapak Warisan Dunia–pada 2008 lalu, Melaka menjadi salah satu daerah tujuan wisata dunia.Bukan karena keindahan alamnya, tapi karena sejarah yang terawat.
Dalam catatan sejarah yang digantung di dinding-dinding sejumlah museum di Malaka, disebutkan negeri ini didirikan oleh Raja Parameswara, pangeran dari Kerajaan Sriwijaya sekitar tahun 1400. Parameswara kemudian menjadi pemeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah. Malaka kemudian mencatatkan dirinya sebagai kerajaan Islam kedua setelah Samudra Pasai.Muhammad Iskandar Syah, putra Parameswara naik tahta setelah ayahnya. Di tangannya, Malaka kian ramai sebagai jalur perdagangan dan pelayaran. Ia berhasil menguasai jalur perdagangan di kawasan Selat Malaka dengan taktik perkawinan politik. Muhammad Iskandar Syah menikahi putri raja Kerajaan Samudra Pasai di Aceh dengan tujuan menundukkan Kerajaan Samudra Pasai secara politis. Setelah mendapatkan kekuasaan politik Kerajaan Samudra Pasai, ia baru menguasai wilayah perdagangan di sekitarnya. Perkawinan itu sekaligus memulai hubungan Aceh-Malaka.
Era Kerajaan Melaka kemudian berganti dengan masuknya Portugis pada 1511, dan berkuasa hingga 1641. Pada masa inilah, Kerajaan Aceh bolak-bolak menyerang Portugis. Usai era Portugis, Belanda menguasai Malaka lebih 100 tahun, dari tahun 1641 hingga 1795. Orang Malaysia mencatat: ini periode kejatuhan Malaka. Penyebabnya, seperti ditulis di dinding dinding museum kapal Portugis.Sejarah juga mencatat Penaklukan Belanda ke atas melaka yang bertujuan memastikan monopoli mereka atas perdagangan di Kepulauan Melayu bebas dari gangguan kuasa lain terutamanya Portugis. Belanda berhasrat menjadikan Pelabuhan Betawi sebagai pusat koloni Belanda di Timur dan Pusat Perdagangan Rempah di Asia Tenggara dan sekaligus meminggirkan peranan Melaka. Belanda telah mengenakan cukai yang tinggi ke atas kapal yang singgah di Pelabuhan Melaka dan mengarahkan mereka menggunakan Selat Sunda ke Pelabuhan di Betawi. Dasar Belanda ini telah menyebabkan perdagang Arab, China, Gujarat dan India berdagang ke pelabuhan lain misalnya Acheh, Pattani dan Johor.
Musium yang takkala menariknya adalah Museum Cheng Ho. Cheng Ho adalah laksamana asal China pernah yang pernah melakukan ekspedisi Asia-Afrika pada kurun waktu tahun 1405-1433 dengan melintasi 33 negara pada jaman Dinasti Ming.Dalam relief yang dipajang di dinding museum, Cheng Ho disebut pernah singgah di Kerajaan Pasai setelah ia melintasi Malaka. Bukti kedatangan Cheng Ho ke Aceh disebut-sebut Lonceng Cakra Donya yang kini tinggal replikanya saja di Museum Aceh.
Ziarah ke makam Hang Jebat, adalah makam salah satu Laksamana Melaka tempo dulu, dimakam ini dipasang batu nisan yang disebut Batu Nisan Acheh. Batu nisan ini serupa dengan yang digunakan Sultan, kerabat Diraja, dan pembesar Melayu yang dibawa dari Aceh. Berbentuk lonjong dan memanjang ke atas, batu nisan yang disebut nisan Aceh itu kini hanya bisa dijumpai di makam-makam kuno di Aceh.
Hang Jebat adalah sahabat paling dekat Hang Tuah, Laksamana Malaka yang terkenal itu. Pada sebuah prasasti di makam itu disebutkan, Hang Jebat tewas di tangan Hang Tuang karena ia membela Hang Tuah. Ceritanya, Raja memerintahkan agar Hang Tuah dibunuh setelah difitnah. Hang Jebat yang tak dapat menerima sahabatnya difitnah, ia membela Hang Tuah.Tapi, bagi Hang Tuah, sikap Hang Jebat yang membelanya adalah tindakan durhaka kepada Raja. Hang Jebat tewas ditikam Hang Tuah, sahabat yang dibelanya.
Legenda yang lain adalah perigi Hang Tuah di kampung Duyung, kampung kelahiran Hang Tuah, tak jauh dari Masjid Lama Duyung, sekitar 4 km dari kota Melaka.Tak ada yang istimewa di sekitar kampong ini. Tetapi banyak pengunjung dari luar Melaka yang bertujuan datang melihat perigi Hang Tuah. Bagi kita di Indonesia, yang disebut perigi itu hanyalah berupa sebuah sumur tua terbuat dari batu. Hanya karena dikaitkan dengan nama besar tokoh hero Melayu bernama Hang Tuah, perigi itu menjadi kesohor. Menurut situs resmi Melaka, perigi itu dibuat sendiri oleh Hang Tuah untuk memenuhi kebutuhannya dan lingkungannya terhadap air pada saat ia beranjak remaja.Awalnya, perigi itu hanya berukuran kecil saja, namun lama kelamaan luas permukaannya menjadi besar dan semakin dalam. Sebagian masyarakat setempat mempunyai kepercayaan bahwa perigi itu mengandung mistik. Mereka percaya seolah-olah dengan ukurannya yang semakin besar dengan sendirinya adalah karena keramatnya Hang Tuah. Memang menurut warga di sana, air di dalam perigi itu tak pernah kering, bahkan di musim kemarau sekalipun.Tapi bisa saja karena sumber mata airnya yang besar.Akibatnya air perigi tidak pernah kering dan selalu tampak jernih.Karena itu pula ada yang mempercayai, air dari perigi ini dapat menyembuhkan penyakit dan membuat kulit wajah menjadi halus serta awet muda.Secara ilmiah memang belum ada yang melakukan penelitian tentang hal ini. Mistik lain dari perigi Hang Tuah, ada yang mengatakan perigi ini menjadi tempat tinggal roh Hang Tuah setelah meninggal dunia.Roh itu berbentuk seekor buaya putih.Roh berupa buaya ini tidak bisa dilihat oleh sembarangan orang.Cuma orang-orang yang suci dan berhati bersihlah yang memperoleh kesempatan menyaksikan jelmaan roh Hang Tuah ini.
Malaka, yang menjadi kota warisan dunia yang harus dilindungi, akan menjadi kota bebas dari asap rokok.Ini adalah kota pertama di Malaysia yang ditetapkan sebagai kota yang tidak boleh merokok.
Demikian dikatakan Menteri Kesehatan Malaysia, Liow Tiong Lai.
Menurut Liow Tiong Lai, gerakan ini adalah bagian dari upaya untuk membebaskan negara itu dari asap rokok. Kebijakan itu juga untuk melindungi kota tersebut. Gagasan ini bermaksud untuk menciptakan udara yang segar dan lingkungan yang bersih bagi para turis dan warga Malaysia yang ingin menikmati kota sejarah tersebut.
Wilayah yang dilarang merokok itu melingkupi area seluas 4,2 kilometer persegi termasuk empat daerah lain di bagian selatan negara bagian Melaka.Mereka yang melanggar akan didenda minimal 300 ringgit atau 100 dolar Amerika Serikat atau maksimal 5.000 ringgit.

NOVEL MENANTI MUSIM BERGANTI KARYA SYAHRIAR TATO

Posted May 20, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

NOVEL MENANTI MUSIM BERGANTI
KARYA SYAHRIAR TATO

1.Penggantang Asa

Pada sebuah perkampungan kumuh di pinggiran kota Makassar di suatu malam hari. Udara dingin mulai terasa di kulit. Suasana telah sunyi, jalan-jalan dan gang sudah sepi.
Para penduduk desa sebagian sudah lebih memilih tidur karena lelah bekerja sehari penuh. Kini sudah berbaring di rumah mereka masing-masing yang rata-rata berdinding gamacca atau bambu.
“Lebih baik istirahat dari pada melek a’bagadang. Esok subuh mereka sudah harus bekerja kembali,” kata sebagian diantaranya.
Sebagian yang lain lagi, ada juga yang lebih memilih mendengar siaran radio atau nonton televisi di rumah Kepala Kelurahan. Seharian mereka sudah habis-habisan bekerja, malam adalah saat istirahat yang tepat.
Ada yang bekerja sebagai pagoyang-penarik becak, buruh bangunan, payabo-pemulung barang bekas berupa plastik, kaleng atau karton dan lainnya. Begitulah bagi kalangan mereka, hidup adalah mengais rupiah demi rupiah untuk hari ini. Esok lain lagi. Esok adalah masalah harapan.
Harapan itulah yang sering digapai dengan bermacam cara. Ada yang dengan minum Ballo-tuak dari sari buah tala’ atau dari bahan ase- sari ketan. Ada yang memasang kupon putih sejenis judi undian totalisator-alias lotto. Ada pula yang berjudi main kartu.
Nah, bagi sekelompok anak muda pengangguran, lebih asyik bermain judi khas Makassar accampalle. Jika sudah berjudi, suasana dingin itu bagai tidak terasa.
Suara merekalah yang cukup gaduh terdengar dari sebuah pos ronda. Jelas sekali diantara selang-seling makian ada juga ungkapan-ungkapan khas para penjudi. Untuk menghangatkan suasana.
“Ukiriki…”
“Ballang…”
“Innake… Ukiri…”
“Inakke Ballang Bela.J”
Tiba-tiba hening sesat. Lalu terjadi saling debat yang sengit. Salah seorang diantara mereka telah melakukan kecurangan. Yang lain tak mau menerima.
Gafar yang bertubuh kekar ala petinju kelas nyamuk, tiba-tiba muncul dari salah satu arah sambil berteriak.
“Pammaru-hentikan! Siapa duluan main curang! Ayo mengaku sebelum…”
la tidak melanjutkan kata-katanya. Hanya mengacungkan tinjunya, sebagai ancaman pada anak-anak muda itu
Seorang diantara penjudi yang bertubuh kecil bernama I Bora menjawab dengan terbata-bata
” Siapa lagi, kalau bukan I Coa’!”
“Apa?…. jangan ko macam-macam Bora’!” sanggah I Coa yang juling.
“Pastinya I Majja’, huhh!!..pura-pura lagi diam” kata I Kadere’ tak kalah sengit.
“Apa?..beraninya kau menuduh aku?… Mau apa kalian…mau coba-coba mancakkul?” I Majja’ langsung membuat gerakan khas silat Baruga, dengan kuda-kuda yang cukup kokoh.
Tiba-tiba daun telinganya dijewer dari belakang oleh isterinya, I Fatima. I Majja’ mengira yang menjewer adalah salah seorang diantara teman judinya, membuat dia naik pitam dan melakukan gerak mengegos. Cukup tangkas gerakannya.
“Kurang ajar! Lepaskan sebelum kubanting kau dengan gerakkan silatku ini, satu, dua, dua setengah…”
“Tiga!” I Fatima dengan cepat memotong.
“Ha!?” I Majja’ sontak karena ia sangat mengenali pemilik suara itu.
“Apa? kamu mau banting aku ya? Ayo!” kata I Fatima garang.
” Aduh, Ampun, ampun Tima’… aduh, sakit. Lepasmi!” keluhnya bagai anak kecil.
Serentak teman-teman seperjudiannya tertawa geli, tapi tiba-tiba diam karena langsung dibentak oleh Fatima.
“Apa tertawa, kalian juga mau? Kalianlah yang membuat suamiku sudah seminggu tidak pulang ke rumah! Tahu-tahunya di sini, A’botoro’ campalle-main judi.”
Lalu Fatima kembali melabrak suaminya
“Enak saja kau di sini…. Anak-anak tidak terurus,” ujar perempuan beranak empat itu.
Nyali I Majja’ langsung ciut dan sambil memegang telinganya yang terasa pedis ia mencoba berdalih,
” Tima’ dengar dulu penjelasanku, kodong.”
Suara I Majja’ cukup memelas. Tapi amarah I Fatima tidak juga surut, Sambil merapihkan kebayanya ia kembali nyerocos.
“Diam! mana hasil penjualan cincin dan gelangku? Kau bilang untuk dijadikan modal usaha, tapi mana!..Mana…?!” Amarahnya meledak, diiringi tangis meraung seperti anak-anak.
Kalau sudah demikian jadinya I Majja’ dipastikan takluk. Ia hanya mengeluh perlahan
“Timaaaaa…..jangan dibeberkan di sini kodong-kasihani aku, maluka!”
Dalam keadaan begitu, I Kadere’ bukannya membantu, malah tambah menyulut kemarahan I Fatima.
“Sudah amblas terkuras campalle’, Tima’,” imbuh I Kadere’.
I Coa’ pun tak kalah usil, “Tima’…sudah seminggu I Majja’ Accampalle di sini!
“Katanya dia dapat warisan,” sambung si juling.
Gaffar juga ikut-ikutan, “Ee..ee.. sekarang malah dia sudah berhutang lagi kepada saya… dua ratus ribu… iyakan Majja’?” kata Gaffar sambil mendorong badan I Majja’.
Pusing kepala I Majja’, “Setang ngaseng annel… Setan kalian, sahabat macam apa kalian ini! Malah nambah-nambahi masalah, kian memojokkan aku….”
I Fatima terus menjewer telinga I Majja’, jewerannya membuat sang suami kian meringis kesakitan. Sang istri tak bergeming dengan keluhan suaminya. Malah sang istri yang bertubuh cukup subur itu kian berangas
“Betulkah,… betulkah itu Majja’?”
Dengan ketakutan I Majja’ menjawab dengan terbata-bata, “Betul. Betul Tima’. Tapi sabar dulu nanti saya gantikan.” I Majja’ tentu saja berbohong.
I Fatima tak bergeming sedikitpun karena sudah tahu akal bulus suaminya itu. Entah sudah berapa kali ia dibohongi oleh I Majja’.
“Tidak! Aku tidak mau dibujuk lagi. Ayo kembalikan uang itu! Kalau tidak, malam ini juga, kembalikan aku ke rumah orang tuaku,” ancam si Subur.
Sok serius seakan marah, I Majja’ juga pura-pura berkata, “Apa Tima’?…. Ja.di kau betul ingin cerai? Tojeng-tojengko?”
“Iyo… malam ini juga!.. Ayo kita ke pak penghulu…” sanggah I Tima tak mau kalah.
I Majja’ berpikir sejenak lalu ia coba melucu, “Malam ini juga? Eh, jangan dulu Tima’. Aku tidak akan berjudi lagi. Jangan tinggalkan aku Tima’.” Kali ini I Majja’ berpura-pura menangis tersedu-sedu.
“Kenapa kalian diam… ayo ikut nangis,” perintah I Majja’ pada teman-temannya, mereka pun ikut menangis terisak-isak sehingga suasana berubah menjadi lucu.
Bukannya senang atau terharu, malah I Fatima kian galak, “Kenapa kalian menangis seperti itu? Mengejek aku lagi ya?”
Tapi teguran I Fatima tidak dihiraukan, bahkan tangis mereka semakin keras hingga menarik perhatian Tata’ Gassing. la adalah salah seorang tokoh masyarakat setempat cukup disegani. Meskipun badannya kecil tapi wibawanya besar. la pun kaya, dan mempekerjakan banyak orang.
Tapi sikapnya tak jelas, kadang baik, kadang culas. Tergantung suasana. Tapi ia pemberani. Oleh sebab itu kedatangannya langsung sangat berkesan.
“Apa-apaan ini?” Tata’ Gassing menegur mereka.
I Fatima langsung memanfaatkan kesempatan baik itu, “Anu, Tata’ Ami….aku…” kata Fatima terbata-bata.
Tata Gassing langsung paham apa yang sesungguhnya terjadi. Kejadian yang sudah lazim di perkampungan kumuh di daerah pinggiran itu.
“Aku sudah mengerti, Gaffar. Ayo kemarikan semua uang itu!” perintahnya dengan aksen yang sangat berwibawa.
Gaffar coba berkelit, “Tapi Tata’…. eee… ami,… ami, Ta…”
Sang tokoh yang disegani itu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menjulurkan tangannya.
“Anu namanganu apa?….Tidak bisa. Serahkan semua uang itu…”
Tata Gassing lalu bertanya Kepada Fatima, “Tima’ berapa uangmu yang telah dihabiskan oleh I Majja?”
“Uang Cincin… gelang… rante,… semuanya satu juta tiga ratus ribu rupiah, Tata'” lapor I Fatima.
Setelah Gaffar menyerahkan uang ke tangan Tata’ Gassing, lelaki separuh baya itu langsung menghitung uang yang terkumpul. Setelah cukup, kemudian sejumlah itu diserahkan kepada Tima’.
“Tima, ambil kembali uangmu. Kalau I Majja’ mencoba berbuat lagi, temui aku.”
Kepada yang lainnya Tata Gassing mengancam, “Mulai malam ini saya tidak mau dengar keributan di sini, terutama karena main judi. Kalian dengar apa yang saya katakan?”
Hampir serentak para pejudi itu berkata dengan tubuh gemetaran, “Iyye’, Tata’.”
Mereka sadar, kalau Tata’ Gassing sudah berkata begitu, maka ia akan membuktikan ancamannya, jika ada yang sampai berani melanggar. Pelanggar seperti itu akan dibuat jera, dibawa ke kandang kerbau lalu dihajar hingga babak belur. Mereka kadang hams pulang dengan pakaian bercampur kotoran kerbau. Kalau sudah begitu, akan banyak anak-anak yang mengejek si pesakitan.
“Gaffar, mulai hari ini dan selanjutnya, kau kuberi tanggung jawab untuk mengambil tindakan terhadap mereka. Kalau-kalau masih ada yang lalai. Mengerti kau?” perintah Tata Gassing.
Pemuda bertubuh kekar itu mengangguk, sambil memandang awas pada teman sebayanya.
“Baik, malam sudah larut, pulanglah. Besok kalian kan harus kerja!” pungkas Tata’Gassing.
Semuanya bubar. Tata’ Gassing menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Anak-anak kuttu-pemalas!” kata Tata’ Gassing dalam hati. ***

2. Cahaya Tersirat

Siang itu, di ruang pertemuan “Sanggar Kegiatan Remaja Rumbia” cukup ramai. Sanggar yang dibangun dengan konsep ruang serbaguna ala baruga ini, sebagian dindingnya dari bahan bambu yang disebut gamacca atau gedek.
Pada bagian ruang depan, dindingnya dibiarkan separuh terbuka. Hanya bagian belakangnya yang terdindingi papan. Cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa dan menjadi penerang ruangan. Bangunan ini jadi hemat energi.
Berada di ruang Baruga ini, udara terasa cukup sejuk. Logis karena angin bisa sebebasnya mengalir keluar-masuk. Hanya bau busuk dari sampah yang bertebaran menggunung, mengganggu penciuman. Inilah masalah aktual yang dihadapi warga.
Di salah satu sebuah dinding sanggar itu, terpampang sebuah gambar di papan. Gambar dibuat di atas kertas kalkir, gambar tata letak desa Rumbia. Malik seorang Mahasiswa Fakultas Teknik yang sedang Kuliah Kerja Nyata di tempat itu merancang semua itu. Saat itu ia nampak sedang berdiri, memaparkan hasil pengamatan dan rancangannya.
“Saudara-saudara sekalian, inilah gambar sederhana tata letak desa kita ini. Setelah sekian lama saya amati dalam program KKN di sini, maka saya berkesimpulan bahwa, wajar kalau setiap musim hujan, kampung dengan mudah terkena banjir,…. terutama di bagian utara. Di sini air sering tersumbat, lalu menggenang, karena tidak adanya saluran air di sekitar ini,” jelasnya sambil menunjuk denah desa.
“Ada tanggapan?”
Seseorang mengacungkan tangan.
“Ya, Rasyid, silahkan.”
Rasyid, pemuda berbakat yang putus sekolah STM karena ketiadaan biaya itu berdiri dan menyampaikan tanggapannya dengan cukup cerdas.
“Kak Malik, selaku mahasiswa Teknik Arsitek, saya pikir sudah tepat merumuskan hasil penelitian itu. Karena banjir warga kampung ini sudah cukup hidup tersiksa. Sampah-sampah bertebaran, kuman-kuman penyakit membawa wabah adalah ancaman, itu kami juga tahu. Sudah banyak jatuh korban, harta dan jiwa, itu juga kita tahu. Nah, Sisa sekarang, bagaimana jalan keluarnya?”
“Ya, betul!” serempak hadirin.
“Cocoki!”
Dalam Riuh rendah warga kampung itu, Maryam, salah seorang remaja penggerak kegiatan remaja putri di kampung itu, menyambut dengan bersemangat.
“Nah, sekarang ini masih musim kemarau, kesempatan untuk memperbaiki tempat-tempat yang dianggap rawan, masih cukup. Jadi kapan kita laksanakan rancangan itu?” sambung gadis berambut sepinggang yang berparas cukup manis ini.
Sahabat Maryam yang bernama Haniah ikut membenarkan bahkan menyarankan beberapa hal, “Iya, apa yang disampaikan Maryam itu benar, makanya kita harus bertindak cepat. Apa lagi pemuka masyarakat, dan terutama organisasi remaja kita di kampung ini telah mendukung ide cemerlang dari Kak Malik. Apa lagi ?… Bagaimana?” kata calon guru SD ini dengan bersemangat.
Seluruh tokoh remaja dan ibu-ibu PKK yang hadir mendukung, “Betul. Betul itu. Kita sudah siap bekerja.”
Demikian pula dengan Rasyid, “Ya, kami tak ingin pengalaman pahit tahun lalu terulang lagi ketika desa ini dilanda banjir. Penduduk terpaksa mengungsi ke kampung seberang. Banyak harta warga yang rusak, beberapa warga, orang tua kita dan anak-anak meninggal karena penyakit.”
Tiba-tiba Nurdin menyela, “Tenang… tenang saudara-saudara sekalian. Tunggu dulu, tunggu jangan terlalu bersemangat dulu,” katanya dingin. Di wajahnya jelas tergambar perasaan tidak senang.
Hania yang sudah tidak sabar langsung bartanya, “Appanapi, Apanya lagi?”
“Kita harus mendengar terlebih dulu penjelasan tentang dimana saluran pembuangan air itu akan lewat? Apakah tidak justru merugikan warga? Apakah warga setuju tanahnya diambil?” kilah Nurdin cukup berapi-api.
Malik diam sejenak, menatap denah desa. Kemudian menunjuk salah satu letak di gambar denah itu.
“Disini, Di sini harus dibuat saluran pembuangan air untuk menghindari banjir di musim hujan, tepat di bagian utara kampung ini,” jelas Malik.
Warga yang hadir mulai menjadi riuh, apalagi yang mengetahui bahwa ia harus mengorbankan sebagian tanahnya untuk saluran. Ada yang ikhlas, ada juga yang merasa dirugikan.
Tapi diantara warga, belum ada yang terang-terangan menerima atau menolak. Sebab bagi mereka, setiap jengkal dari tanah miliknya, adalah petak kecil kekayaan terakhir yang harus mereka pertahankan. Jika tidak, mereka punya apa lagi.

3.Segelas Kopi Pahit

Di teras rumah panggung milik Tata’ Gassing, terlihat beberapa orang berkumpul. Ada Gaffar, Nurdin dan Tata’ Gassing serta beberapa remaja desa lainnya. Mereka saling bertetangga. Bahkan orang-orang itu, adalah para pekerja pada usaha Tata’ Gassing.
Di hadapan mereka sudah terhidang kopi dan kue-kue tradisional. Warna-warni dan aromanya cukup menggiurkan. Ada kue Putu Cangkiri’, kue lapisi’, Roko-roko’ Cangkuning, juga ada Putu labu’.
Tidak biasanya sepagi itu telah berlangsung pembicaraan yang cukup seru di atas balai-balai depan rumah Tata’ Gassing. Wajah mereka menampakkan ketidakpuasan akan hasil pembicaraan di sanggar Kegiatan Remaja desa Rumbia kemarin.
Tata’ Gassing yang menerima laporan Nurdin dan Gaffar berpikir keras, apa sikap yang akan diambilnya. Kemarin ia tidak hadir pada rapat itu karena memandang remeh inisiatif para mahasiswa KKN itu. Baginya para mahasiswa itu hanya pintar omong, tapi tidak pandai melaksanakan omongannya.
Tapi ketika mengetahui bahwa sebagian tanah di halaman pekarangannya akan terkena saluran pembuangan air, ia bereaksi juga.
“Jadi di sini?” Apa betul ucapanmu itu, Gaffar?” tanggap Tata Gassing.
Gaffar kian menyulut amarah Tata’ Gas¬sing, “Betul Tata’. Pak Lurah, Malik si maha¬siswa KKN dari kota itu, bersama beberapa pemuka masyarakat lainnya, telah mendukung rencana itu.” Gaffar berhenti sejenak dan menyeruput kopi kental di hadapannya. “Kalau itu terlaksana, Tata’, maka siapa yang paling rugi? Pasti kita, dimanami nanti Tata’ akan menimbun dan menyimpan barang-barang hasil pulungan kita, besi, plastik, karton dan lainnya yang kita kumpulkan selalu banyak.”
Tak mau kalah I Nurdin pun menambahkan, “Betul, Tata’. Sebagian besar tanah kita di kampung ini apakah yang punya pekarangan atau tidak harus merelakan miliknya yang akan dijadikan saluran pembuangan air. Lagi pula kalau itu terjadi, Tata’ akan kehilangan tanah, kami akan kehilangan pekerjaan. Enak saja kita yang dirugikannya. Bayangkan, dari sini hingga jauhnya sampai ke sana.” la merentangkan tangannya hingga nyaris mengenai wajah Tata’ Gassing.
Tata’ Gassing mengelak dan langsung menampar kepala Nurdin.
“Eh, bajiki. Gassingka anggappako teyai dowe’,” peringatan Tata Gassing pada Nurdin yang dinilainya berani bertingkah kurang ajar. Jangan sampai bukannya uang yang dia terima tapi malah tamparan Tata Gassing.
I Nurdin pun segera minta maaf.
“Pammopporangnga, Tata’,” mohonnya ketakutan tapi tangannya tetap menyambar kue lapisf.
Para pemuda yang hadir dalam pertemuan itu pun menyalahkan Nurdin yang dianggapnya keterlaluan.
Dari sela dinding papan yang tembus pandang ke bale-bale di depan rumahnya, kelihatan mata si Maryam mengintip pembicaraan antara Tata’ Gassing dengan Nurdin dan kawan-kawan. Gadis itu kurang senang
dengan orang-orang bersikap pengecut seperti mereka. Maunya hanya kritis berbicara di luar pertemuan. la ingin sekali ikut menjelaskan masalah itu, tapi ia tak ingin menyinggung wibawa ayahnya.
“Keterlaluan memang Malik itu, memangnya kita semua ini dianggap apa? Manusia kumuh yang tidak berotak? Bisa gampang dibodoh-bodohi oleh mahasiswa? Kalau betul si Malik itu nekad, biar aku yang akan pegang leher bajunya nanti,” Kata I Coa yang dengan tangkas menyambar Roko-roko’ cangkuning.
Tata’ Gassing langsung mencegah: “Eh bangsat! Teyako piti-pitiiii,. Kalian jangan bertindak sendiri sebelum ada perintah dari aku. Aku yang putuskan, tindakan apa yang perlu dilakukan untuk menghambat keputusan mereka selanjutnya!” kata Tata’ Gassing berwibawa. “Biar aku pikir dulu, mengerti?”
“Aku cuma mau pegang-pegang krah bajunya, Tata’,” kilah I Coa’ tertawa kecut. Roko-roko’ cangkuning yang masih dikunyahnya langsung terhambur keluar. Teman-temannya menertawai tingkah I Coa’.
Hati Maryam menjadi agak cemas setelah mengikuti pembicaraan itu beberapa saat. Ia sedang mempertimbangkan, apa tindakan yang perlu dilakukannya. Karena kesal tanpa sadar ia menghentakkan kakinya ke lantai papan. Alhasil, gebrakan kakinya menimbulkan bunyi yang cukup keras di lantai papan itu. Orang-orang yang asyik ngobrol berpaling ke arah datangnya bunyi.
“Eh, apa itu?” bentak Tata’ Gassing.
“Kucing jatuh, Tata’,” jawab Maryam sekenanya.
“Usir kucing kurang ajar itu, Maryam. Mengganggu saja,” lanjut Tata’ Gassing.
Menyadari keadaan gawat itu, Maryam buru-buru meninggalkan tempat ia mengintip dengan langkah bersijingkat, menghindari bunyi yang mencolok.
Tak lama setelah kegaduhan itu, Gaffar melanjutkan lagi pembicaraan yang terpotong tadi.
“Ini tidak boleh didiamkan begitu lama, Tata’. Saatnya sekarang kita cegah dan gagalkan rencana Malik dan pengikutnya!” kata Gaffar sambil menyeka seputar bibirnya yang penuh sisa kopi.
“Maka kaulah Gaffar yang kutugaskan mengawasi gerak-gerik Si Malik itu bersama anak-anak lainnya! Segala sesuatu yang merugikan kita, secepatnya kau sampaikan kepadaku. Mengerti kau?” perintah Tata’ Gassing.
Gaffar dan Nurdin segera menimpali, “Iyye’, Tata’.”
Mereka nampak mau mengambil hati Tata’ Gassing, sekaligus berharap dapat diberi uang jalan sebagaimana biasa. Makanya keduanya lalu bersunggut meniru kucing malu, sambil saling pandang dan memegang saku masing-masing.
Tata’ Gassing, sudah paham benar bahasa tubuh kedua pemuda yang sering menjadi kaki tangannya dalam menjalankan rente. Biasanya mereka inilah yang melaksanakan tagihan uang pinjaman beserta bunganya pada para warga yang meminjam pada sang rentenir. Karenanya ia segera merogoh kandu-kandu semacam kantong yang terbuat dari kain perca yang sudah terlihat kumuh. Kepada keduanya Ia lemparkan sejumlah uang yang segera disambut dengan tangkas oleh Gaffar dan Nurdin sambil tertawa senang.
“Aku pergi dulu. Kalau ada yang cari, katakan aku lagi ke kota untuk mengambil uang pembayaran penjualan besi tua, plastik dan karton kita. Tapi kalau ada perkembangan lain, segera laporkan padaku. Paham?” tanya Tata’ Gassing sambil menatap tajam keduanya dengan penuh selidik.
Tiba-tiba muncul Maryam dari atas rumah dan menuruni tangga dengan langkah yang cukup lincah menuju arah ke arah Tata’ sambil membawa bekal untuk ayahnya yang akan berangkat ke kebun.
“Dompetnya kelupaan, Tetta’,”.
Sambil mengusap usah rambut di kepalanya Tata’Gassing menimpali, “Ooo iya… Maryam, betul-betul ayahmu ini sudah tua, sudah gampang lupa. Ya, sejak almarhum ibumu tiada,” kata sang ayah sambil tertawa ringan.
“Makanya, kawin lagi, Tata’,” usul Nurdin.
“Eeh, Bawanu… Jaga mulut kamu!” katanya sambil mengancam akan menampar.
“Maaf, Tata’,” kata Nurdin sambil berlari menghindar menjauh. Lalu pergi.
Gaffar yang tadinya mau tertawa malah menelan maksud itu. Apalagi melihat wajah kusam Tata’Gassing.
“Anak kurang ajara’, lampakol” Hardik Gaffar pura-pura mengusir Nurdin. Setelah Nurdin pergi Tata’ Gassing pun pamit. la mewanti-wanti pada Maryam anaknya.
“Jangan kemana-mana hari ini …di rumah ya? Kau Gaffar, kordinirki penagihanga” kata
Tata’ Gassing yang segera berangkat dengan bergegas dan membelok ke arah satu ujung gang menuju ke kota.
Baru saja Maryam berjalan menuju ke tangga rumah, tiba-tiba disusul dan dicegat oleh Gaffar. Mereka tinggal berdua setelah remaja lainnya pun pergi.
Gaffar memanfaatkan kesempatan untuk mendekati wanita idamannya
“Maryam Aku mau bicara sebentar, sebentar saja,” bujuknya.
Maryam yang dari tadi hatinya gerah melihat tingkah Gaffar langsung menjawab dengan ketus, “Mau apa kau Gaffar? Katakan di sini saja. Sekarang. Ada Masalah apa?”
Pemuda yang sudah lama menaruh hati pada Maryam, tiba-tiba dengan nekad berkata, “Ini, soal kelanjutan hubungan kita, Maryam. Kau masih ingat dengan janjiku dulu sewaktu kita masih di SMA dulu, kan? Ya, bahwa aku…aku…” ia kehilangan keberanian meneruskan kalimatnya.
“Mau melamarku, setelah musim panen tahun depan, begitu?” potong Maryam.
Gaffar tertawa senang karena tambatan hatinya itu masih ingat peristiwa dulu.
“Jeli juga ingatanmu, Maryam!” timpalnya malu-malu.
“Janji itu, pasti akan kubuktikan, Andi’! Tata’ pasti tidak menolak pinangan keluargaku! Dan kau…kau…”
Menggelikan juga melihat tingkah Gaffar, malu-malu mau seperti itu.
Tapi Maryam yang risih tiba-tiba berkata dengan perasaan dingin, “Jangan dibicarakan hal itu sekarang. Terus terang Gaffar… aku tidak senang dengan sikapmu selama ini yang selalu bawa-bawa laporan pada Tettaku. Kau selalu… mengkambinghitamkan seseorang… untuk mencapai tujuanmu.”
Terkejut juga Gaffar mendengar kata-kata Maryam yang tiba-tiba tajam dan sangat menyakitkan kedengarannya.
“Kenapa kau tiba-tiba jadi berubah. Aku tahu inilah akibat pergaulanmu dengan orang kota itu! Iya kan? Selama ini aku diamkan saja. Karena aku paham akibatnya kalau sampai Tata’ tahu. Tapi kalau dia berani lebih dekat denganmu, dia pasti rasakan akibatnya,” ancam Gaffar.
“Jangan sembarang menuduh begitu, kalau terjadi hal-hal yang mengarah ke tindak kekerasan atas diri kak Malik dan Mahasiswa KKN lainnya, maka tiada lain adalah kau dan orang sejenismu di kampung ini yang bertanggung jawab! Saya akan laporkan pada polisi.”
Gaffar jadi gelagapan.
“Maryam!” tanggapnya putus asa.
Secepat kilat, Maryam meninggalkan Gaffar. Pemuda itu coba menyusul dari belakang tapi secepat itu juga Maryam menutup pintu rumah. Itu membuat Gaffar kecewa teramat dalam bahkan menaruh dendam.
Sebelum pergi, ia menyambar sekali lagi gelas kopinya. Terasa pahit sekali. ***
4.Demdam Membara
Di perkampungan Rumbia minggu pagi hari itu, hadir dalam suasana berbeda. Jika biasanya sepagi itu sebagian besar warga masih tertidur atau bermalas-malasan, maka kini sudah bangun dan bergotong-royong. Setelah usai warga terlihat berkumpul di tanah lapangan yang tepat di tengah perkampungan mereka.
Di antara warga nampak Malik, juga Kepala Kelurahan dan ibu-ibu dari PKK di kampung itu. Mereka kelihatan memberi petunjuk kepada remaja putra, putri dan ibu-ibu lainnya di halaman kantor kelurahan itu. Rata-rata mereka berpakaian ringkas demi memudahkan bekerja.
Setelah beberapa jam bekerja, di beberapa lokasi, tugas mereka pun usai. Kemudian mereka berkumpul kembali di halaman kantor lurah.
Pak Lurah dan Ibu Aminah istrinya sangat bersemangat memberi arahan.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu. Kini, kita telah pahami bersama bahwa timbulnya suasana yang tidak sehat, itu disebabkan karena terjadinya lingkungan yang juga tidak sehat pula. Nah, sekarang kita sudah sepakat untuk mulai mengatasinya. Berkat petunjuk Dik Malik dan kerja keras kita semua, kini telah tersedia penampungan air kotor yang cukup besar untuk menghindari genangan di hala¬man rumah kita yang selama ini menimbulkan bahaya banjir di musim hujan. Untuk itu, pada kesempatan ini bagi Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, jika ada yang masih mau bertanya kepada adik kita Malik, calon Insinyur arsitek kita yang ber-KKN di sini dan sekaligus membina adik-adik remaja desa dalam berbagai keterampilan, silahkan.”
Pak Usman, salah seorang warga mengacungkan tangannya dan memberi tanggapannya dengan lucu.
“Eh, sekarang sudahmi, kita perbaiki, kita bikin penampungan airnya, tapi bagaimana memeliharanya? Tidak ada waktu saya, belal”
Malik menyambut pertanyaan itu dengan senyum.
“Bagaimanapun rencana yang diprogramkan dan dilaksanakan di sini. Tanpa bantuan bapak-bapak dan ibu tidak mungkin sukses. Untuk itu dengan penuh kerendahan hati kami ucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Soal pemeliharaan selanjutnya, itu akan menjadi tanggungjawab bersama warga kampung ini. Sebab bagaimana pun, kampung ini milik ibu dan bapak sekalian,” jawab Malik.
Dari kejauhan nampak Gaffar dan teman-temannya berkumpul. Mereka memandang pada kerumunan itu dengan penuh kejengkelan, apa lagi setelah ekor matanya sempat bertemu pandang dengan Maryam yang juga hadir di kegiatan tersebut.
Begitu Maryam melihat gerak-gerik Gaffar dan teman-temannya yang mencurigakan, sekilas gadis itu agak gugup juga. Tapi ia segera mengendalikan dirinya. Ketikaberadu pandang dengan Haniah yang berada di dekatnya, keduanya seperti sudah saling mengerti.
Di bawah pohon rindang beralas tikar tak terlalu jauh dari tempat Maryam dan Haniah itu, Gaffar, Nurdin Coa’ dan Bora’, sedang berpesta miras. Di depan mereka ada tempat tempurung buah Maja yang berisi tuak sari buah tala. Juga ada hidangan makanan khas Makassar seperti gantala darah kerbau yang dibekukan kemudian dimasak, juga ada ikan bakar, raca-raca’ taipa mangga yang diiris-iris kecil dan Iain-lain.
Di antara mereka kelihatan Gaffar yang sudah sangat teler. Itu yang membuat kawan-kawannya sedikit bertanya-tanya apa gerangan sesungguhnya yang terjadi.
“Aku heran melihat si Gaffar. Tiba-tiba saja kembali mengajak kita jadi peminum berat…. Ada apa ini?” Tanya I Coa’ dengan lidah cadelnya.
Nurdin langsung menimpali dengan menduga-duga, “Anu, sudah pasti terjadi sesuatu atas diri Bos kita ini….” bisiknya pada Bora.
Ocehan teman-temannya sama sekali tidak dihiraukan si Gaffar, bahkan ia terus meneguk tuaknya.
Itu yang memancing I Bora berkomentar.
“Seingat saya kak Gaffar sudah lama berhenti minum sejak dilarang oleh si Maryam putri tunggainya xata> Gassing. Nah pasti ada sang kekasih hatinya itu,” sambil berbisik.
I Coa’ langsung mengiyakan.
“Iyyo bela. Kisah cintanya sejak di SMA dulu… asyiiiiiiik!…hahahaha.. hahahaha, seperti disinetron telenovela, hahahaha.. nanahaha. Jangan-jangan sudah dilacci diambil orang,” kata si cadel diantara tawanya yang sulit terkendali.
Akhirnya gerah juga hati si Gaffar. !… jangan disebut-sebut lagi nama Maryam sini ” katanya emosi.
“Nah kian jelas sudah! Pasti gara-gara si kata Nurdin yang sudah terbakar emosi, bangkit langsung memegang krah baju si Nurdin sambil mengancam.
“Sekali lagi kukatakan jangan diulangi lagi nama itu di depanku.” perintahnya, dan siap mengayunkan tinjunya.
Serentak teman-teman Gaffar menghalangi perbuatannya yang sudah sangat emosional akibat ejekan si Nurdin.
I Bora yang juga sudah diamuk mabuk ikut-ikutan menanggapi.
“Hei, anggu’rangi ko Sadar kau Gaffar. Ada apa ini… katakan apa yang terjadi atas dirimu,” Cegah I Bora tak kalah emosi. Ada Gantala yang masih terkunyah di mulutnya.
Gaffar malah berubah diam.
I Bora pun menyambung
“Kalau kak Gaffar tetap juga diam… lebih baik kita akhiri persaudaraan kita.”
Semua mau beranjak pergi ketika tiba-tiba ditahan oleh Gaffar.
Gaffar pun sudah berusaha mengendalikan diri. “Maafkan aku…aku… aku betul-betul marah! Hatiku lagi panas,” kilah Gaffar.
“Iya, marah! Tapi jangan marah-marah sama kita,” kata Nurdin tak senang.
“Aku marah akibat tingkah si Maryam yang tiba-tiba berubah… semenjak dia bergaul dengan si Malik anak dari kota itu yang bercokol saat ini di desa kita,” ungkapnya sambil kembali menenggak Ballo’ dengan rakus.
I Bora pun langsung menghabiskan ballo’nya sampai sepuas-puasnya. Lalu ia berteriak-teriak seolah manentang. Malik yang melihat kejadian itu langsung mencegah warga yang sudah mau bereaksi.
“Tenang, saudara-saudara, tenang. Insya Allah bisa segera diatasi! sebaiknya kita lanjutkan pertemuan kita ini.”
Terdengar suara riuh bercampur tepukan, wajah Gaffar yang begitu jengkel memerah dan segera meninggalkan tampat itu. Dendamnya kian membara.
Maryam dan Haniah terkejut melihat kepergiaan Gaffar dan kawan-kawannya itu, hatinya jadi cemas, menduga-duga akan terjadi suatu yang tidak diharapkan. Tapi Malik yang ikut membaca reaksi kedua wanita muda itu, memberi siyarat pada mereka agar tetap tenang.
Insinyur Farid pun langsung mengalihkan perhatian hadirin dengan memberi penjelasan lanjutannya.
“Kesimpulannya bahwa, kampung bagian utara ini sudah tidak memenuhi syarat lagi untuk suatu lingkungan permukiman yang memenuhi syarat kesehatan. Dan sangat tepat kalau di lokasi ini ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Rumah Susun, sesuai program pemerintah kita saat ini.”
“Nah telah kita temukan jalan keluar yang kita dihadapi di desa kita ini menuju per¬mukiman yang sehat dalam lingkungan yang bersih. Sekarang saya mau bertanya, apakah anda setuju tinggal dalam permukiman sehat dan nyaman?…Apa kalian setuju?”
Semua warga yang hadir menyatakan setuju.
“Tapi bagaimana harganya, apa mahal?”
“Bisaji dicicil?”
“Soal itu bisa kita bahas nanti” kata insinyur Farid.
Malik dan pak Lurah pun gembira.
“Kalau begitu, mari kita sambut kehadiran Rumah Susun di kampung kita. Insya Allah”
Warga pun bubar dengan perasaan lega.***

5Tantangan Menghadang

Hari memang sudah di puncak siang, panas terasa membakar. Hati Tata’ Gassing sebenarnya sedang gembira karena baru saja terima uang di kota atas hasil penjualan barang pulungan yang jumlahnya cukup banyak. Meski panas siang itu Tata’ Gassing masih juga menyanyikan lagunya Rhoma Irama. Kadang ia bersiul-siul.
Tetapi laporan yang tiba-tiba dibisikkan Gaffar pada Tata’ Gassing, terasa membakar telinganya. Wajah Tata’ Gassing langsung berubah jadi memerah karena panas emosinya. Ia sebagai salah seorang tokoh masyarakat kampung Rumbia, merasa kian tidak dihargai, disepelekan dan itu baginya sangat-sangat menyakitkan. Apalagi beberapa warga yang menjadi kaki tangannya selama ini ikut-ikutan melapor.
“Jadi anak muda itu sudah mempengaruhi penduduk, hingga warga di bagian utara ini rela menyerahkan sebagian pekarangannya? apa kalian setuju?” Teriak Tata’ Gassing yang merasa dipermalukan Malik.
Para pemulung yang jadi anak buahnya spontan ikut berteriak.
“Tidak setuju.. Tata’! Tidak!”
“Bagus, jadi jangan macam-macam dia… kalau dia berani menginjakkan kakinya di sini, maka yang pertama ia hadapi adalah aku! Kalian pasti sudah tahu siapa aku bukaaannn, aku Tata’ Gassing!”
Para pemulung itu serentak berteriak lagi menimpali Tata’ Gassing.
“Bura’nena bura’neya, pallakina kampung Rumbia Lelakinya laki-laki, jantan dari kampung Rumbia!”
Mereka betul-betul khawatir kalau sampai Tata’ Gassing tidak lancar berusaha lagi, mereka mau kerja apa, mau makan apa? Sebagai pemulung inilah satu-satunya gantungan pengharapan mereka, mereka tidak punya ketrampilan dan pengetahuan yang lain selain memulung.
Tata’ Gassing juga gembira, mendengar sanjungan para pemulung itu. “Nah, kalian kembalilah bekerja masing-masing. Kumpulkan sebanyak-banyaknya. Untuk kita semua.”
“Iyye’, Tata.”
Para pemulung bubar menuju ke arah berlainan, Tata’ Gassing memanggil Gaffar.
“Amati terus rencana mereka. Ingat! sampaikan dengan sebenarnya apa saja tindakan mereka selanjutnya. Kalau sudah tiba waktunya, kita akan segera bergerak untuk menghadang rencana mereka itu, paham kau?” kata Tata Gassing serius sambil menatap wajah Gaffar yang menunduk.
“Iyye’, Tata’,” Gaffar mengiyakan.
“Bagaimana tagihannya anak-anak?”
“Sudah terkumpul. Yang tidak bisa bayar kontan, kita ambil ayam, itik atau apa saja yang mereka punya,” kata Gaffar bangga.
“Bagus kerjamu, kalau benar begitu,” Puji Tata’ Gassing.
Gaffar segera berlalu dari rumah Tata’ Gassing. Hati dan dendamnya yang panas, kini mendapat dukungan yang kuat. la tak ingin kehilangan gadis pujaan hatinya. Baginya hidup tanpa Maryam, tiada artinya lagi. Hampa.
Mengingat-ingat itu, membuat hati Gaffar semakin meradang dengan dendamnya itu. Apapun caranya ia hams menghadang kelanjutan hubungan Maryam dengan Malik. Apa pun bentuk hubungan itu.
Baru saja beberapa langkah Gaffar beranjak ketika tiba-tiba datang I Coa’ dan Nurdin dengan tergopoh-gopoh.
“Celaka, Daeng, celaka! Si Malik dan Maryam terlihat berdua-duaan di bawah pohon rindang dekat sanggar kegiatan remaja,” kata Coa mengadukan kesaksiannya dengan nafas terengah-engah.
“Berani-beraninya dia, kurang ajar,” timpal Gaffar kesal.
“Betul, Daeng. Tingkah mahasiswa itu semakin menjadi-jadi. Dia sudah menghina anak muda di kampung ini, dengan menginjak-injak adat istiadat kita,” sambung Nurdin dengan maksud membakar hati Gaffar.
Nurdin memang selalu mengambil hati Gaffar, karena ia mengaku-aku adalah calon iparnya. Tanpa dukungan Gaffar, memang sangat sulit ia mendapatkan Haniah adik Gaffar yang menjadi impian dan dambaan hatinya.
“Ayo kita ke sana,” ajak Gaffar.
“Hajar saja, Daeng. Pukul dulu baru tanya,” hasut I Coa’
Ketiganya pun pergi dengan langkah bergegas.***

6.Menggantang Kenangan

Di bawah pohon rindang dekat sanggar kegiatan remaja Rumbia sore itu, sesekali berhembus angin semilir. Langit terlihat berwarna lembayung dengan sinar matahari yang kian melemah. Suasana jadi sangat romantis.
Menjelang senja itu, terlihat Malik dan Maryam duduk berdua di taman dekat pohon yang rindang. Rambut Maryam yang hitam tergerai kadang-kadang dipermainkan angin, hingga menutup sebagian wajahnya yang putih, bersih dan cantik.
“Kak Malik, tanpa terasa tinggal beberapa hari ini lagi masa KKN-nya di desa ini,” kata Maryam perlahan. Dalam nada suaranya terkandung perasan sedih yang mendalam.
“Ya, waktu begitu cepat berlalu, dik Maryam, sedang pengabdianku kepada penduduk, pada kampung ini, belum keseluruhannya dapat terlaksana,” kata Malik dengan perasaan hati yang masygul dan keluh.
Maryam tak lepas menatapi mata Malik.
“Tapi tahap demi tahap rencana sudah terwujud dan telah dirasakan manfaatnya, yakinlah cita-cita Kak Malik dan kawan-kawan yang luhur akan terwujud jadi kenyataan. Setelah Kak Malik nanti pergi, insya Allah kami akan meneruskannya.”
Malik menghela nafas berat sambil menerawang jauh. Cukup banyak persoalan masih membalut pikirannya. Apa yang sudah dilakukannya dalam masa KKN, belumlah nampak benar hasilnya bagi perkampungan Rumbia.
Penanggulangan banjir di kampung Rum¬bia itu, barulah tahap awal penataan dari konsep lingkungan yang menyeluruh. Malik masih mengharapkan di kampung itu dapat dibangun rumah susun, dan proposalnya sudah diajukannya melalui insinyur Farid. Kalau itu bisa terwujud, barulah ia lega, karena sudah melakukan perbaikan dengan memadai.
Lingkungan yang kumuh, cara-cara hidup yang tidak sehat, adalah gulita persoalan yang harus dia lepaskan. Untuk itu memang butuh waktu, dan waktu inilah yang kian mendekati akhirnya.
Sementara Malik dalam lantun lamunannya, diantara rimbunan dedaunan pohon, terlihat, Nurdin, I Coa’ dan I Bora mengintip dan berusaha ikut mendengar percakapan antara Maryam dan Malik.
Gaffar mengambil posisi agak jauh dan tidak dapat kelihatan dari posisi Maryam. Ia berusaha menahan amarah yang terus membakar hatinya. Kepalanya terasa berat dan matanya terasa pedas.
Malik dan Maryam tenang-tenang saja, tidak menyadari ancaman yang sedang mengintai mereka.
“Kampung ini punya arti kenangan tersendiri dalam perjalanan hidupku yang begitu panjang dan melelahkan. Aku jadi ingat kampung halamanku sendiri. Dulu, saban tahun kampung pun dilanda banjir yang selalu memakan korban. Tidak saja harta yang musnah, tapi juga korban jiwa. Ibuku dan ayahku telah ikut menjadi korban buruknya lingkungan hidup itu. Beliau terserang penyakit muntaber yang berjangkit,” keluh Malik melankolis.
Maryam ikut menitikkan air mata. Ada rasa haru yang mendalam di lubuk hatinya. la pun kehilangan ibunya pada musim banjir yang lalu. Wabah muntaber yang ganas telah merenggut jiwanya beserta beberapa warga lainnya.
Melihat Maryam menangis, macam-macam penafsiran yang timbul dalam pikiran ketiga sahabat si Gaffar. Mereka diam-diam memberi isyarat pada Gaffar apa yang tengah terjadi dengan dua remaja itu.
Gaffar yang menangkap isyarat itu segera membenahi nyalinya, bertimbang-timbang apa yang harus dilakukannya.
“Kampung ini pada akhirnya akan kembali terasa sepi, setelah esok lusa Kak Malik sudah menjauh dari kami. Semoga Kak Malik tidak melupakan kami,” kata Maryam lirih, seolah mau menyembunyikan gundah hatinya.
“Insya Allah, kami tidak akan pernah lupa. Suara-suara penduduknya yang ramah takkan pernah menjauh dari suara hatiku. Setelah kami kembali ke kampus, tentu kesibukan sudah menanti. Tapi aku akan berusaha menghubungi kalian melalui Pak Lurah untuk memantau kemajuan rencana kita,” kata Malik, mencoba menghibur hati Maryam yang nelangsa.
“Ketahuilah kami masih selalu mengharapkan bimbingan Kak Malik,” harap Maryam.
“Ya, aku tahu itu. Hanya ada satu yang masih sangat mengganjal perasaanku,” keluh Malik
“Apa itu, Kak?” desak Maryam ingin memperoleh jawaban. Wajah Maryam terlihat sangat dekat dengan wajah Malik.
Kejadian itu, membuat jantung Nurdin dan kawan-kawannya langsung berdetak keras tak menentu, menantikan kelanjutan yang sebagaimana selalu dalam bayangannya. Mereka yakin akan menangkap sepasang remaja itu akan berbuat tidak senonoh.
Malik menunduk, dan keduanya nampak semakin dekat.
“Yang kusesali, aku belum berhasil meyakinkan Tata’ Gassing ayahmu,” keluh Malik.
“Justru itulah yang selama ini kukhawatirkan, sikap Tettaku akhir-akhir ini. Mengapa jadi begitu berubah. Semakin tidak mau menerima kemajuan. Yang kubingungkan juga adalah, mengapa sampai saat ini Tetta melarangku ikut terlibat dalam kegiatan ini. Ada apa dibalik semua ini?” ujar Maryam bingung.
“Kayaknya, kita masih harus bersabar… sampai suatu saat kita bisa meyakinkan I Tata’, hingga mau menerima kenyataan ini,” bujuk Malik.
Ketika senja kian mejelang keduanya beranjak, meninggalkan tempat itu. Keduanya berjalan berdampingan menyusuri jalan-jalan setapak yang mulai sepi. Setelah tiba dekat simpang menuju pemondokan Malik, mereka segera berpisah.
Maryam langsung bergegas untuk bersiap sholat magrib. Bayangannya menghilang di ujung gang.
Malik berjalan seorang diri melewati padang-padang rumput, ketika tiba-tiba Gaffar dan kawan-kawannya tepat muncul di depannya dengan wajah emosional.
Gaffar langsung menghardik
“Bajingan, berhenti kau!”
“Eh!..Gaffar.. ada apa ya?” sambut Malik tenang.
Kawan seiring Gaffar yang berwajah sangar I Bora langsung bertanya, “Dari mana kau membawa-bawa Maryam? Kau tahu ini siri’-malu!”
Malik yang mulai menangkap arah pembicaraan para penghadangnya, mencoba menenangkan para penghadangnya.
“Oh itu… aku dan Maryam tidak kemana-mana. Hanya sekedar berbincang di bawah pohon dekat Sanggar lalu ku antar pulang, Dik Gaffar!” aku Malik tenang.
“Bohong!..kalian pasti telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh, melanggar adat dan memalukan keluarga kami,” sergah Gaffar.
Malik berusaha tetap tenang tak terpancing emosi Gaffar dan kawan-kawan”Jangan menuduhku yang tidak masuk akal, Dik Gaffar,” pinta Malik.
“Kami sudah mengintip kalian sejaktadi, apa maksudmu berdua-duaan di tampat sepi dimana tidak ada orang yang mengawasi,” Tuduh I Coa’.
“Betul, pasti ada udang di balik batu. Pasti ada maksud tertentu,” sambung Nurdin.
“Disebabkan kehadiranmulah sehingga Maryam kini sudah tidak perhatian lagi padaku. Kau sudah mencoba merampasnya dariku!” kata Gaffar.
“Dik Maryam kuanggap sebagai adikku sendiri. Tidak lebih dari itu. Kalian boleh tanya padanya. Aku tidak pernah bicara lain kecuali menyangkut kegiatan remaja kita di sini, di samping pembangunan kampung ini,” elak Malik bersungguh-sungguh.
“Akhh… jangan percaya Gaffar, hajar saja dia. Kita sudah dibuat malu, napakasirikkiT hasut Nurdin.
Gaffar yang sudah sejak lama memendam dendam dan amarah, langsung saja tersulut hasutan itu. la langsung melayangkan serangannya yang mendadak ke arah Malik. Terjadilah duel yang cukup seru, meski Malik hanya berusaha mengelak terus menghindar pukulan.
Beberapa teman Gaffar yang ingin membuat jasa ikut-ikutan menyerang untunk mengambil keuntungan secara pengecut. Tapi Malik bukanlah tipe pemuda ayam sayur yang gampang ditaklukkan. la adalah pewaris perguruan silat Merpati putih yang dipimpin ayahnya. Oleh sebab itu serangan secara kerubutan itu tidaklah terlalu merepotkannya.
Malah akhirnya makin berhasil menaklukkan semuanya termasuk Gaffar. Dengan nafas mengatur nafas yang sedikit terengah Malik malah mendekati Gaffar yang sudah jatuh terlentang sesak nafas, akibat kecapekan menyerang secara emosi dan membabi buta.
Melihat Gaffar tidak berdaya, I Coa’, Nurdin dan I Bora bukannya menolong, malah mengambil langkah seribu, lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu. Malah I Coa’ sampai mengencingi celananya akibat jera melawan Malik.
” Maaf, sebagai laki-laki Gaffar, kumohon berpikir dulu sebelum melakukan kekerasan. Pertimbangkan dengan bijak sebelum menindas seseorang dengan tuduhan yang begitu rendah, ukur kekuatan sebelum menyerang orang, Nah, dik Gaffar, Jangan diulangi lagi tindakan dan lagi sifat burukmu itu!” nasehat Malik tanpa kesombongan.
Gaffar yang melihat kawan-kawannya sudah lari lintang pukang. Nyalinya pun ciut dan segera meninggalkan Malik yang masih memandanginya dalam keadaan perasaan kasihan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Kasihan dia, aku paham mengapa dia sampai senekad ini.”***

7.Di Ujung Penyesalan

Di rumah panggung khas Makassar itu. Lampu stroomking masih menyala, meski sudah kekurangan angin. Cahayanya terlihat berwarna kuning tak tegas lagi. Suasana terasa murung dan perih sebagaimana keperihan hati penghuninya.
Pada ruang tengah rumah itu, Haniah terlihat sedang merawat kakaknya Gaffar dengan beberapa lecet di lengan dan benjolan di dahinya. Dengan penuh kasih Haniah menekankan kain basah untuk mengkompres dahi kakaknya
“Aku jadi malu terhadap Kak Malik. Aku malu akibat perbuatan kakak kandungku, yang selama ini kuhormati, kucintai, dan kuanggap sebagai pengganti kedua orang tua kita yang telah tiada. Malah melakukan perbuatan tercela. Menyerang orang yang tidak bersalah.”
Gaffar tidak langsung menyerah. Bahkan hatinya yang masih panas meletupkan sisa amarahnya.
“Nia, mulai saat ini kau jangan turut campur dalam urusan ini, mengerti?” ancam sang kakak.
“Salahkah aku bila kuingatkan Kak Gaffar, demi menjaga nama baik ibunda dan ayahanda almarhum, beliau salah seorang tokoh panutan masyarakat selama hidupnya yang selalu mengabdikan diri bagi masyarakat. Sebagai seorang Imam, ayah sangat dihormati.”
Gaffar bukannya sadar malah kian naik pitam, “Haniah, jangan kau bawa-bawa nama ayahanda almarhum dalam persoalan ini.”
“Kak Gaffar, buka matamu, hatimu. Jernihkan pikiranmu. Pandang kembali pesantren sana, tampat ayah kita dulu mendidik putra-putri terbaik kampung ini, termasuk kau dan aku. Apa sebenarnya yang terjadi atas dirimu selama ini? Mengapa kebajikan dan kebijakan ayah begitu cepat sirna? Apakah semua itu sudah luntur karena perasaan cemburu buta yang menghantui hatimu?” sergah Haniah dengan sengit.
“Niah, salahkah aku bertindak bila mencintai Maryam, dan mempertahankannya ketika seseorang akan merenggutnya dari sisiku?” Kilah Gaffar.
Haniah menggeleng kecewa, sedih dan marah atas sikap kakaknya.
“Apakah dugaan Kak Gaffar itu sudah pasti. Bahwa Maryam sudah berpaling dari masa lalumu? Padahal aku yakinkan bahwa Mar¬yam selama ini hanya dianggap sebagai adik sendiri oleh Kak Malik. Tak lebih dari itu. Aku tahu itu, karena aku selalu bersama mereka.” Jelas Haniah dalam isak tangisnya yang mengharukan.
Diam-diam, perasaan Gaffar tergugah juga. Hatinya yang panas, emosinya yang terbakar, pelan-pelan mulai mendingin.
“Apa betul ucapanmu itu, Nia?” lidik Gaffar sambil menatap dalam mata adiknya yang mulai sembab oleh tangisan. Amarah Haniah pun luruh.
“Kapan aku berani bohong pada Kak Gaffar? Perlu kakak ketahui bahwa Kak Malik itu senasib dengan kita juga telah kehilangan kedua orang tuanya. Karena lingkungan yang buruk, lingkungan yang tidak sehat. Orang-tuanya pun direnggut wabah muntaber yang ganas.”
Gaffar, menatap adiknya dengan rasa penuh penyesalan. Ada titik air mata yang bersembunyi di sudut matanya. la tiba diujung penyesalan dengan perasaan malu.***

8.Saat Musim Berganti

Pagi itu, di ruang pertemuan Sanggar Kegiatan Remaja Rumbia kembali lagi cukup ramai. Di baruga ini sudah sebagian besar warga berkumpul. Cahaya matahari pun sudah mulai masuk dan menjadi penerang ruangan.
Di ruangan itu nampak Pak Lurah, Insinyur Farid, Malik, ibu PKK dan sejumlah remaja lainnya memandang ke suatu tempat arah utara kampung sebagaimana tertera di rancangan gambar yang memperlihatkan penataan kampung Rumbia.
Insinyur Farid menjelaskan dengan cermat pada hadirin.
“Jika rumah susun yang merupakan prog¬ram pemerintah, setuju dibangun di sekitar sana sebagaimana proposal kita, maka itu sudah tepat adanya, karena wilayah perkampungan kita itu sudah termasuk perkampungan kumuh. Tapi berkat upaya kita, maka di sekitar halaman penduduk sudah kita siapkan area untuk lokasi saluran pembuangan air kotor. Hanya sudah sampai…. sejauh mana, Malik?
Malik yang dipersilahkan tiba-tiba langsung berdiri dan memberi penjelasan.
“Kira-kira sudah hampir sampai ke ujung utara sana,” jelas Malik bersemangat.
Telunjuk Malik di ujung lengannya yang membentang, tiba-tiba sudah terarah ke muka Tata’ Gassing yang kebetulan sudah tepat tiba di sampingnya sejak tadi. Hampir saja ujung telunjuk mencolok mata sang tetua kampung itu.
Tata’ Gassing Langsung naik pitam.
“Apa ! Yang kau tunjuk… aku?!” Hardiknya dengan emosi. Matanya merah menyala memancarkan amarah.
“Maaf, bukan begitu maksud saya, Tata’… Saya hanya bermaksud menjelaskan rencana pembangunan saluran pembuangan air kotor di kampung ini dan rencana lokasi rumah susun itu Tata’,” jelas Malik penuh penyesalan.
Tata’ Gassing bukannya paham, malah marahnya tak mereda.
“Huuh!… rumah susun, rumah susun apa! Siapa tahu kalian hanya sedang menyusun-nyusun siasat saja untuk merayu anak gadis orang-orang di kampung ini. Kalian diam-diam mungkin sedang merencanakan siasat busuk untuk menguasai tanah kampung ini, untuk kemudian kalian jual pada investor. Jangan pikir kami ini bodoh!”
Insinyur Farid yang bingung melihat perkembangan kejadian yang tiba-tiba itu langsung bertanya.
“Maksud Tata’ Gassing bagaimana….?” Tanyanya ingin tahu.
Tata’ Gassing yang merasa menguasai forum, kian bersemangat lagi.
“Ini ulah Si Malik yang sok jagoan bicara, jagoan berkata-kata. Ternyata benar dugaan si Nurdin dan Si Gaffar, bahwa ada udang di balik batu, ada keinginannya yang tersembunyi. Perhatikan saja, dia kini coba merayu anak saya si Maryam untuk memuluskan wujud rencananya itu. Dia tugasi anak saya untuk meluluhkan hati saya agar merelakan tanah yang kumiliki. Ini sungguh siasat gila.”
Malik langsung kaget mendengar rangkaian tuduhan keji seperti itu. Suatu hal yang tidak pernah diduganya sama sekali. la jadi kecewa, tapi ia tak mau menyerah begitu saja. la tidak ingin rencananya gagal karena salah pengertian.
“Sekali lagi, maaf. Tidak ada niat kami bertindak memalukan dengan cara-cara siasat busuk demikian Tata’. Sejak awal sudah kunyatakan pada semua orang, Maryam kuanggap adalah adikku, kuanggap sebagai keluargaku sendiri. Tidak lebih dari itu.”
Malik memandang ke segenap arah dalam ruangan itu dengan pasrah.
“Sungguh, Haniah adik dari saudara Gaffar pun sangat tahu. Aku sudah menceriterakan panjang lebar kepadanya, bagimana aku senasib dengan keduanya, sama-sama kehilangan kedua orang tua. Bahkan aku kehilangan adik yang sebaya Maryam. Nah, salahkan aku? kalau itu juga salah, maka dengan tulus aku mohon maaf,” Kata Malik dengan perasaan sedih.
Hadirin dalam ruang, tercekam dalam perasaan simpati yang dalam pada Malik, jelas dalam tatapan mata mereka, tak satu pun yang menyangsikan penjelasannya. Mereka tahu ketulusan hati mahasiswa KKN yang sudah beberapa lama di kampung itu.
Tata’ Gassing yang merasa terpojok, mulai gelisah. Lalu mencari alasan.
“Diam! Malik! Juga kau,” sambil menunjuk Insinyur Farid, “kuberi kesempatan sekali ini saja. Segera kalian berbenah untuk cepat meninggalkan kampung ini, lebih cepat akan lebih baik. Jangan sampai terjadi sesuatu yang merugikan kalian. Maryam…Nia… pulang!” hardik Tata’ Gassing.

Maryam dan Haniah tersentak kaget. Tak menyangka kejadian yang tiba-tiba itu bisa menjadi kenyataan yang menyakitkan. Bahkan Maryam yang sangat terpukul dirundung kesedihan tiba-tiba, terpuruk limbung.
“Tata’, jangan… Jangan tuduh Kak Malik dengan kawan-kawannya yang bukan-bukan. Sungguh, mereka itu bekerja ikhlas untuk membantu mengatasi perkampungan kita, Tata’, jangan…” Maryam jatuh pingsan.
Kejadian itu langsung membuat Tata’ Gassing panik dan bersama beberapa warga, langsung mengerubungi Maryam yang tergeletak di lantai. Malik dan Farid berpandangan bingung. Tidak mampu berkata-kata. Tak tahu mengambil keputusan apa yang sebaiknya.
Tata’ Gassing yang sangat takut kehilangan anak semata wayangnya itu langsung kian panik dan minta tolong pada siapa saja.
“Tolong aku…..tolong anakku,” pintanya dalam raung kesedihan.
Malik dan Farid segera berinisiatif mendekati kerumunan.
“Pakai saja mobilku, kita bawa Maryam segera ke Puskesmas,” kata Insinyur Farid.
Ibu-ibu PKK dan remaja putri langsung bergotong royong mengangkat tubuh Maryam dan bersama Insinyur Farid segera mengangkutnya ke Puskesmas.
Ya, Allah…..Ya Tuhanku, tolonglah selamatkan anakku, Tolong ya Allah,” sungutnya dalam doa.
Semua orang masih terdiam, larut dalam kesedihan. Mereka memahami perasaan Tata’ Gassing yang sangat ketakutan kehilangan putrinya itu. Apalagi setelah orang tua itu langsung berlutut mohon ampunan Tuhannya.
“Ya, Allah, mengapa aku melakukan kebodohan seperti ini?”
Pak Lurah yang melihat orang tua itu sedih, dia langsung mendekatinya.
“Tata’, makanya jangan selalu berburuk sangka pada orang lain. Simak dulu masalahnya, lihat dulu, timbang salah benarnya baru bicara. Nak Malik dan kawan-kawan sungguh ingin membantu kampung kita agar bebas dari banjir, yang selalu membuat kita sengsara, membuat kita kehilangan harta dan jiwa orang yang kita cintai,” nasihat pak Kades.
“Aku sungguh telah berdosa pada anakku,” sambung tat’ Gassing, “juga berdosa kepada kalian semua, penduduk di sini. Kuingat tahun lalu itu… beberapa wanita yang harus menjanda, dan anak-anak kampung menjadi yatim piatu akibat banjir yang melanda kampung ini dan wabah yang menular dengan kejam. Kusadari semua itu akibat kekerasanku untuk bertahan di sini, mempertahankan daerah kumuh, untuk melindungi usahaku. Ya Tuhan, aku telah mencemarkan nama baik kampung ini, selama ini. Nak Malik maafkan aku,” sesal Tata’ Gassing dengan sesungguk tangisnya.
Malik yang terharu melihat lelaki tua itu akhirnya berkata, “Lupakan semuanya, Tata’, bagiku tiada dendam dan amarah yang bisa membuat diri kita semakin baik, semakin bijak” Kata Malik tulus.
” Ya, hapuslah semua kekeliruan masa lalu itu dengan tatapan masa depan yang cerah yang lebih pasti,” sambung Pak Kades
Tata’ Gassing mengangguk lemah.
“Kini aku sudah paham semuanya. Kemarin aku hanya dihasut oleh anak-anak muda yang tidak bertanggungjawab. Aku sudah keliru,” aku Tata’ Gassing jujur.
“Urungkan dulu keberangkatanmu, Nak Malik. Aku mohon! Aku ingin Nak Malik bisa menyaksikan segenap penduduk dibias mentari pagi, berkeringat mengerjakan saluran air itu di kampung ini. Aku bangga punya anak negeri seperti kau! Pandanglah segenap penduduk kampung ini, Malik. Bukankah mereka telah siap melaksanakan segala petunjukmu, menuju sebuah permukiman yang layak huni yang telah lama dinantikan oleh penduduk. Mereka menantikan musim berganti.”
Segenap warga mengiyakan sambil menyeru nama Malik.
“MALIK!… MALIK!…. MALIK!…”…..
Malik memandang segenap wajah mereka dengan mata berkaca-kaca dan terharu, serentak memeluk Tata’ Gassing kemudian melepas sesaat.
“Terima kasih, Tata’.” Ya Allah, bagaimana… bagaimana mungkin kuterima kenyataan seindah ini!” kata Malik dengan hati penuh haru, mengembalikan segala keajaiban kepada kehendak Yang Maha Esa.

SELESAI.

PERAN PUBLIC RELATION DALAM MANAJEMEN MODERN Syahriar Tato

Posted May 20, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

PERAN PUBLIC RELATION DALAM MANAJEMEN MODERN
Syahriar Tato
1.Pendahuluan.
Hubungan Masyarakat atau singkatannya,”Humas”, seringkali disederhanakan sebagai sebuah terjemahan dari istilah Public Relations (PR). Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.
Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya. Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks. PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang komunikasi yang ditempatkan di United States Information Agency.
Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang pada tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukses. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.
Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan dengan keberadaan manusia. Unsur-unsur memberi informasi kepada masyarakat, membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat.
Tujuan, teknik, alat dan standar etika PR berubah-ubah sesuai dengan berlalunya waktu. Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan kekuatan, intimidasi atau persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal yang bersifat magis, totem (benda-benda keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan kekuatan supranatural .
Opini publik mulai berperan. Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi. Pada saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini publik merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan.
Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika. Ketika ada gerakan yang direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya, masing-masing periode perkembangan memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi publik, menciptakan opini publik demi perkembangan organisasinya.
Hasil survey terkini menunjukkan bahwa 85% dari 1500 perusahaan besar di amerika serikat memiliki departemen(bidang) yang menangani persoalan public relations. Hasil survey yang lain dari International Association of Business Communicators (IABC) menemukan bahwa hampir separuh dari pekerja public relations bekerja pada suatu perusahaan dan sekitar 10% bekerja pada organisasi non profit. The Public Relations Society of America (PRSA) melaporkan bahwa 45% dari pekerja public relations bekerja pada bidang bisnis dan industri, sedangakan 25% bekerja pada firma public relations, dan sekitar 30% bekerja pada bidang agensi nonprofit, asosiasi, institusi pendidikan, dan bidang pemrintahan.
2.Pengertian Public relation.
Beberapa pengertian public relation bila dilihat perannya sebagai line staff sebuah organisasi:
1.Hubungan dengan masyarakat luas baik melalui publisitas khususnya fungsi-fungsi organisasi dan sebagainya terkait dengan usaha menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan untuk dirinya sendiri (Webster’s New World Dictionary)
2.Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanan dan prosedur seorang individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik (Public Relations News)
3.Filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksaannya yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha memperoleh saling pengertian dan itikad baik (Moore, 2004: 6).
Public Relations yang diterjemahkan menjadi hubungan masyarakat (humas) mempunyai dua pengertian. Pertama, humas dalam artian sebagai teknik komunikasi atau technique of communication dan kedua, humas sebagai metode komunikasi atau method of communication (Abdurrahman, 1993: 10). Konsep Public Relations sebenarnya berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan muncul perubahan yang berdampak (lihat Jefkins, 2004: 2).
Public Relations menyangkut suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua organisasi (non profit – komersial, publik- privat, pemerintah – swasta). Artinya Public Relations jauh lebih luas ketimbang pemasaran dan periklanan atau propaganda, dan telah lebih awal.
Dewasa ini, Public Relations harus berhadapan dengan fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu buruk, baik, atau tanpa pengaruh yang jelas. Karena itu, staf Public Relations dituntut mampu menjadikan orang-orang lain memahami suatu pesan, demi menjaga reputasi atau citra lembaga yang diwakilinya. Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/ organisasi.
Menurut IPRA (International Public Relations Association) Humas adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik (public) untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini public diantara mereka.
Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.
Seorang humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya.
Posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sasaran humas adalah publik internal dan eksternal, dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi diantara keduanya.
Pekerjaan seorang humas adalah tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang humas dalam mempromosikan pengertian dan pengetahuan akan seluruh fakta-fakta tentang runtutan situasi atau sebuah situasi dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan simpati akan kejadian tersebut,
Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian, prasangka buruk, sikap melawan, dan apatis. Seorang petugas humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan.
Bagian penting dari pekerjaan petugas Humas dalam suatu organisasi adalah
•Membuat kesan (image)
•Pengetahuan dan pengertian
•Menciptakan ketertarikan
•Penerimaan
•Simpati
Humas adalah sebuah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh kemauan baik dan pengertian dari pelanggan, pegawai, dan publik yang lebih luas. Dalam pekerjaannya, seorang humas membuat analisis ke dalam dan perbaikan diri, serta membuat pernyataan-pernyataan keluar.
Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian, prasangka buruk, sikap melawan, dan apatis. Seorang humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan.
Secara garis besar ada dua bentuk dasar public relation, yakni: departemen public relations dan perusahaan/firma dibidang konseling public relations.
3.Fungsi dan Peran departemen public relations
Hari ini, fungsi public relation semakin luas. Seperti yang terjadi di tahun 1990an fungsi public relation sangat tepat dalam hal melakukan perubahan dalam lingkungan perusahaan, dan menghadapi berbagai tekanan dalam perusahaan. Artinya, fungsi public relations tidak saja dalam hal publikasi dengan metode komunikasi satu arah, tetapi berfungsi dalam proses negosiasi dan proses kompromi dengan kepentingan public.
Para pekerja public relations professional, sangat berperan untuk melakukan penilaian terhadap manajeman dalam menentukan kebijakan dan berkomunikasi dengan berbagai macam kelompok. Namun, semua itu sangat tergantung pada pola dan struktur kebijakan perusahaan serta kapabilitas dari pekerja public relations itu sendiri.
Pola manajemen modern hari ini menganggap bahwa public relations merupakan alat dalam menyelesaikan masalah (problem-solving). Selain itu pihak manajemen memiliki beberapa harapan pada public relations, yakni dalam hal:
1.Menaganalisa informasi. Para pekerja public relations diharapkan dapat menganalisa informasi dan menjadi broker informasi (pembuat/penyusun informasi) bagi perusahaan, dapat berkomunikasi baik bagi pihak luar ataupun internal perusahaan berdasarkan pandangan public dan para karyawan.
2.Menangani isu yang berhubungan dengan manajemen. Para pekerja public relations harus mengamati kecenderungan masyarakat dan tanggapan public sebelum mereka menyelesaikan kontroversi secara keseluruhan yang terjadi di masyarakat.
3.Memberikan pelatihan. Pekerja public relations mesti memberikan bimbingan kepada manajemen tentang bagaimana mengkomunikasikan posisi organisasi kepada public secara efektif.
4.Ahli dalam bidang manajemen. Pekerja public relations diharpkan menguasai berbagai teknik manajemen dan strategi perencanaan.
Pimpinan public relations atau bisa disebut departemen biasanya memiliki tiga nama; manajer, director, dan vice-presiden (wakil presiden) di bidang komunikasi perusahaan yang biasanya bertanggung jawab langsung untuk kegiatan tambahan dalam periklanan dan komunikasi pemasaran (marketing communication).
Departemen public relation biasanya dibagi dalam beberapa seksi (bidang). Pembagian bidang ini bisa ditemukan pada perusahaan-perusahaan besar, yakni media relations (PR yang menangani media), investor relations (PR yang menangani investor), consumer affairs (PR yang menangani pelanggan), governmental relations (PR yang berhubungan dengan pemerintah), community relations (PR yang berhubungan dengan masyarakat), marketing communications (komunikasi pemasaran), dan employee communications (komunikasi pada karyawan).
Sebagai contoh, salah satu perusahan terbesar, general Motors, memiliki lebih dari 3 bidang public relation dan berbagai macam tugas berdasarkan geografis dan divisi operasi.
Teori manajemen yang bersifat tradisional membagi organisasi kedalam dua fungsi, yakni fungsi pimpinan (line) dan fungsi bawahan (staff). Para pimpinan (line) seperti veice president (wakil presiden) perusahaan –menangani persoalan pencapaian tujuan organisasi. Berdasarkan teori ini, public relations menjalankan funsi bawahan (staff). Pekerja public relations merupakan orang-orang yang ahli dalam hal komunikasi. Sedangkan, pimpinan manajer, termasuk president (pimpinan) organisasi/perusahaan memberikan kepercayaan pada pekerja public relations untuk menggunakan kemampuan mereka dalam hal menyiapkan dan memproses data, membuat rekomendasi, dan menjalankan program komunikasi untuk mengimplementasikan kebijakan perusahaan.
Itu artinya, meskipun pekerja public relation berada dalam fungsi bawahan (staff) dan hanya bisa menjalankan fungsinya atas seizing pimpinan manajemen tetapi ada beberapa tingkatan pengaruh yang dapat dijalankannya, yakni:
-Akses pada pihak manajemen. Kekuatan dan pengaruh departemen public relations biasaya berasal dari adanya akses untuk dapat berhubungan langsung dengan pihak manajemen, yang digunakan untuk memberikan masukan dan rekomendasi untuk menetapkan suatu kebijakan. Itulah sebabnya, public relations ditempatkan dalam chart (tingkatan) yang tinggi dalam sebuah organisasi dan dapat dipanggil langsung oleh pimpinan manajemen untuk membuat laporan dan rekomendasi beberapa isu yang dapat berpengaruh pada perusahaan.
-Tingkatan pengaruh. Para Ahli manajemen menegaskan bahwa ada beberapa macam tingkatan pengaruh dan kewenangan. Pada level terrendah, fungsi staff hanya menjalankan fungsi advisory (member saran/masukan). Namun, ini tidak lagi berlaku untuk bidang public relations. Johnson & Johnson justru menempatkan public relations pada status yang sangat tinggi. Dalam peristiwa The Tylenol crisis, dimana ada 7 orang meninggal akibat mengkonsumsi kapsul yang mengandung sianida (cyanide), perusahaan langsung bereaksi dan segera menarik produk tersebut berdasarkan saran dari pekerja public relations. Dalam kasus ini, pekerja public relation menggunakan compulsory-advisory – suatu konsep yang mengemukakan bahwa kebijakan perusahaan yang dibuat oleh pimpinan manajemen setidaknya harusnya mendengarkan nasehat yang tepat dari ahli sebelum menentukan strategi.
Tingkatan advisory yang lain adalah concurring authority – dalam hal ini, divisi operasi diharapkan membuat brosur publikasi tetapi setidaknya harus mendapatkan izin dari department public relation untuk mengcopy dan mebuat layout-nya. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran bahan publikasi yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. Namun, kewenangan seperti ini bisa juga membatasi kebebasan kerja public relations, karena dibeberapa perusahaan memiliki kebijakan bahwa semua karyawan artikel majalah dan siaran pers eksternal harus ditinjau ulang oleh staff khusus sebelum dipublikasikan. Para staff juga biasanya diberikan kewenangan informal dalam memberikan masukan langsung kepada pihak manajemen. Rekomendasi staff diterapkan oleh pimpinan manajemen yang efektif dalam membuat keputusan/kebijakan sedangakan para manajer hanya harus menajalankan keputusan tersebut.
Dalam organisasi modern , public relations menempati fungsi manajemen seperti halnya fungsi staff. Kekuatan dan pengaruh public relations tergantung pada dua factor. Pertama, bahwa kerja public relations akan berjalan efeketif ketika mendapat akses secara langsung pada pimpinann manajemen dan dilibatkan dalam menentukan kebijakan. Dalam hal ini, departemen public relation dapat menajalankan peran cumpulsory-advisory. Kedua, pimpinan departemen public relations mesti mendapat posisi yang setara dengan pimpinan departemen lainnya.
Tetapi, tidak semua perusahaan menerapkan dua proses ini dalam organisasinya. Di beberapa perusahaan, pimpinan departemen public relations dapat memberikan laporan secara langsung kepada wakil peimpinan (vice presiden) tentang pemasaran dan periklanan. Dalam hal ini, departemen public relations focus pada publikasi produk. Sedangkan perusahaan besar lainnya memiliki vice presiden yang khusus menangani bidang komunikasi perusahaan yang mengawasi bidang public relations, periklanan, dan pemasaran.
4.Fungsi dan peran Firma public relations .
. Firma ini memberikan pelayanan kepada berbagai macam klien. Baik firma besar ataupun kecil, masing-masing memiliki tujuan: untuk memberikan bimbingan untuk mewujudkan harapan banyak klien, memberikan pelayanan teknis untuk beberapa program tertentu.
Firma dalam peran dan fungsinya dapat memberikan kemudahan sebagai berikut:
1.Pelayanan yang diberikan oleh Firma Public Relations
Berbagai macam pelayangan yang dapat diberikan oleh firma public relation, yakni:
oPelatihan pidato/berbicara yang baik bagi para pimpinan
oPenelitian dan eveluasi
oMenyediakan berbagai macam perangkat komunikasi
oBimbingan pada kondisi krisis komunikasi
oAnalisis media
oPromosi produk
oManajemen event
oPublic affair
oPelayanan di bidang komunikasi karyawan
oBimbingan untuk posisi perusahaan (menjelaskan tentang program yang tepat dijalankan oleh perusahaan untuk bersaing di pasar industry)
oBimbingan tentang relasi financial.
Firma public relation, baik yang besar aupun kecil dapat dikelompokkan berdasarkan wilayah metropolitan yang ditempatinya. Pada level internasional, firma dan afiliasi mereka banyak ditemukan di berbagai ibu kota di dunia. Burson-Marsteller, kantor pusatnya berada di New York, memiliki 51 kantor yang tersebar di 27 negara, yakni terdapat di beberapa ibu kota besar, meliputi; Toronto, Montreal. San Juan, Brussels, The Hague, Frankfort. Geneva, London, Malmo, Milan, Paris, Hong Kong, Kuala Lumpur, Singa¬pore, Tokyo. Melbourne, Sydney, Sao Paulo, and even Moscow.
Hill & Knowlton, yang juga berpusat di New York, juga terdapat di daerah-daerah ibu kota tersebut dan bahkan memiliki satu kantor di Beijing. Memiliki 62 kantor di 22 negara, serta memiliki jaringan afiliasi firma sebanyak 125 kantor di 60 negara. Shandwick yang berpusat di London memiliki 70 kantor di 18 negara.
Shandwick – yang dipublikasikan selama tiga tahun dibeli oleh 38 pengusaha public relations internasional dan berbagai firma lainnya antara tahun 1986-1989 – diberitakan mendapatkan pemasukan sebesar $200 juta sepanjang tahun 1990 dan mengalahkan pemasukan Hill & Knowlton yang berjumlah $190 juta.
Hill & Knowlton dikenal sebagai firma terbesar di bidang public relations hingga tahun 1989, yang telah menggantikan posisi Burson-Marsteller yang telah dikenal sebagai firma terbesar pada tahun 1986. Hill & Knowlton sama halnya dengan Shandwick, meraih posisi sebagai firma terbesar setelah menyingkirkan firma lainnya.
Pada awalnya, proses merger antara periklanan dengan firma public relations hanya dipercaya sebagai sebuah proses evolusi secara alami dari adanya proses penyatuan berbagai disiplin ilmu komunikasi kedalam “jaringan komunikasi secara total/total communication networks”. Mereka yakin bahwa tak ada agensi tunggal yang betul-betul menyediakan personil dan sumber daya untuk menangani fungsi marketing yang sangat kompleks bahkan berskala global secara efisisen dalam melayani klien. Dalam tingkatan prakteknya, penyatuan antara periklanan dan public relations dalam rangka bekerja keras untuk meningkatkan jumlah klien potensial yang bisa mendatangkan keuntungan dan memperluas wilayah kerja secara geografis.
Meskipun alasan tersebut logis, namun kompleksitas dunia pasar telah membuat “total communication networks” menjadi kurang efektif digunakan. Dalam banyak kasus, perusahaan-perusahaan menggunakan konsep “one-stop shopping” dari megafirm (firma besar) dan bahkan lebih suka menggunakan pekerja independen, firma khusus. Sebagai contoh, dari 40 perusahaan besar, sekurang-kuranya satu dari empat perusahaan tersebut dimiliki oleh perusahaan periklanan. Akibatnya, agensi periklanan dan firma public relations yang dimiliki oleh perusahaan yang sama sering kali tidak berkolaborasi, bahkan seringkali tidak memiliki daftar klien sendiri.
Struktur firma public relation kecil mungkin hanya terdiri dari pemilik (president) dan seorang asisten (wakil presiden), yang dibantu oleh seorang sekretaris. Firma besar memiliki struktur hirarki yang mungkin terdiri dari:
1.President
2.Executive vice president (Pimpinan wakil presiden)
3.Vice president (wakil presiden)
4.Account supervisor (pengawas keuangan)
5.Account executive (pimpinan di bidang keuangan)
6.Assitant account executive (asisiten keuangan)
7.Secretarial/clerical staff
Bekerja dalam firma public relations dapat menjadi sumber frustasi (masalah) dan rewards (penghargaan). Para pekerja firma public relations seringkali mendapatkan kondisi frustasi seperti berikut ini:
1.Kurangnya privasi. Kebanyakan firma PR hanya memiliki ruangan kerja yang sempit, terbuka dibagian atasnya, dan tanpa memakai pintu.
2.Rutinitas kerja yang tetap/tidak berubah-ubah.
3.Banyak permintaan yang mesti dikerjakan tepat waktu.
4.Hubungan dengan klien. Hanya sedikit klien yang memahami dengan baik tentang apa yang bisa dan tidak bisa dikerjakan oleh public relations. Orang-orang yang bekerja dalam firma public relations mesti membimbing klien secara terus menenrus tentang public relations.
5.Kerja sepanjang hari. Kebanyakan pekerja akuntan dalam firma PR mesti menggunakan jam malamnya atau mesti bekerja sepanjang waktu untuk memenuhi deadline.
Diluar dari kondisi frustasi ini, banyak orang yang mengalami kemajuan melalui bekerja pada firma public relations. Mereka dapat menikmati tantangan yang datang secara terus menerus dengan menggunakan ide-ide kreativ – mereka mendapatkan penghargaan secara moril (psikis) ketika ide mereka menjadi slogan pada event khusus yang dipublikasikan secara internasional.
Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan menggunakan jasa firma public relations. Firma public relations berupaya memberika servis dan memiliki banyak kemampuan, seperti dalam hal:
1.Objektifitas. Firma PR dapat menganalisa kebutuhan atau masalah-masalah klien dari sudut pandang atau wawasan yang lebih baru/segar.
2.Memiliki banyak kemampuan dan keahlian. Sebuah Firma memiliki bayak pakar/ahli dalam berbagai bidang.
3.Memiliki banyak sumber daya. Firma memiliki banyak relasi dengan media da bekerja secara regular dengan berbagai penyalur (supplier) barang dan jasa. Firma juga memiliki bahan penelitian yang meliputi bank data informasi, dan berbagai macam pengalaman di berbagai bidang.
4.Memiliki banyak kantor di berbagai Negara.
5.Ahli dalam bidang problem-solving.
6.Kredibilitas. Sebuah firma public relation yang sukses memiliki reputasi yang kuat dalam hal profesionalisme dan etos kerja.
Referensi
1.Howard Bonham, Red Cross
2.Drs. Soleh Soemirat, M.S & Drs. Elvinaro Ardianto, M.Si. 2007. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung : Rosdakarya, hal 14
3.(en) Philip Henslowe, Public Relations- A Practical Guide To The Basics. Crest Publishing House 2003. ISBN 81-242-0302-4.
4. (en) Philip Henslowe, Public Relations- A Practical Guide To The Basics. Crest Publishing House 2003. ISBN 81-242-0302-4.
5.a b c d Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. PT. RajaGrafindo. Jakarta. 2005. Hal.13,14,18,232″
6.a b c d e Situs Migas Online: Community Development Dalam Paradigma Pembangunan Berkelanjutan

KAWASAN HIBURAN MALAM DAN UPAYA PENINGKATAN EKONOMI RAKYAT SEKTOR INFORMAL DR.SYAHRIAR TATO

Posted May 18, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN ILMIAH POPULER, TULISAN POPULAIR

KAWASAN HIBURAN MALAM DAN UPAYA PENINGKATAN
EKONOMI RAKYAT SEKTOR INFORMAL
DR.SYAHRIAR TATO.
A.Latar Belakang
Perubahan dan Modernisasi yang dijadikan sebagai tonggak awal kemajuan zaman telah memberikan pengaruh dan dampak pada berbagai aspek kehidupan dan kemanusiaan yang luar biasa pada abad ini. Modernisasi juga membawa dampak perubahan yang fundamental dalam berbagai bidang dan nilai kehidupan, yang tentunya akan memberi konsekuensi dan pengaruh bagi manusia sebagai komponen dalam kehidupan.
Berkembangnya kota, maka kegiatan yang umumnya terjadi di perkotaan meliputi kegiatan perdagangan dan jasa sebagai basis utama dan salah satu fungsi dari perkotaan, yaitu sebagai pusat perdagangan, penyediaan fasilitas sosial dan pelayanan jasa. Sebagai pusat pelayanan jasa, baik jasa perorangan seperti pengacara, dan dokter sedangkan pelayanan jasa public adalah perbankan, perhotelan, dan tempat hiburan.
Tempat hiburan merupakan salah satu pelayanan jasa yang ada di dalam perkotaan, yang mempunyai fungsi sebagai sarana hiburan bagi masyarakat kota. Di kota saat ini muncul tempat hiburan malam sebagai alternatif bagi masyarakat untuk bersantai dan melepas rasa jenuh setelah seharian bekerja,dan untuk menghilangkan kepenatan.
Ibukota Negara, Jakarta mempunyai tingkat aktivitas yang luar biasa dalam kehidupan malam hari. Kebanyakan hotel Di Jakarta mempunyai bar mereka sendiri atau Night Club, Karoeke, Cafe, dan Live Music. Jakarta termasuk salah satu tempat yang sangat padat di dunia yang memiliki tempat discotik dan cafe.
Bali sebagai salah daerah tujuan wisata memanjakan para wisatawan dengan berbagai hiburan.Hiburan malam salah satunya,yang kerap menjadi daya tarik istimewa bagi para wisatawan dalam mengisi liburan di bali dengan sekedar mendengarkan music untuk melepaskan kepenatan sambil menikmati makan malam bersama keluarga.
Kota Makassar sebagai kota metropolis yang mempunyai beragam fasilitas yang dapat menunjang kehidupan masyarakat seperti penyediaan sarana dan prasarana, pusat perbelanjaan, perkantoran, transportasi serta tersedianya fasilitas hiburan bagi masyarakat untuk sekedar bersantai. Hiburan bagi masyarakat di kota-kota besar seperti Makassar sangat beraneka ragam seperti munculnya Tempat Hiburan Malam dibeberapa lokasi.
Di Makassar, dekat dengan kawasan pelabuhan dan pusat kota,ada kawasan tempat hiburan malam,yang dikenal dengan kawasan hiburan malam, yaitu kawasan Jalan Nusantara. Tidak ada data pasti kapan tepatnya bisnis Hiburan malam berkembang di kawasan ini. Yang jelas, sampai saat ini ratusan PSK telah beroperasi di kawasan ini yang jumlahnya mencapai puluhan tempat hiburan malam. Tempat hiburan itu berjejer di sepanjang Jalan Nusantara yang panjangnya mencapai satu kilometer. Riuhnya bisnis hiburan di kawasan ini terletak di sekitar pelabuhan penumpang Soekarno Hatta dan pelabuhan bongkar muat barang yang menjadi tempat bersantai para awak kapal untuk melepas penat dan mencari hiburan. Kawasan Jalan Nusantara, juga tidak jauh dari Pantai Losari dan Pusat Jajanan Laguna. Kedua tempat ini, adalah salah satu pusat keramaian di Kota Makassar dan di sepanjang jalan terdapat berbagai jenis tempat hiburan malam misalnya saja, cafetaria, tempat karaoke keluarga, diskotik.
Tempat Hiburan Malam di kota Makassar berkembang demikian pesat, ada banyak tempat hiburan bagi para warga di kota Makassar, mereka yang ingin menghabiskan malam dengan alunan musik romantis maupun dentuman musik yang cukup menghentak tinggal memilih tempat sesuai dengan keinginan mereka sebagai sarana hiburan untuk melepas lelah dan kejenuhan.
Sejalan dengan berkembangnya kota Makassar, selain munculnya tempat hiburan malam, maka muncul pula kegiatan masyarakat di sektor informal di sekitar tempat pelayanan jasa seperti tempat hiburan. Angka-angka yang cukup mencolok dalam lonjakan jumlah penduduk dikota besar membuat orang berpikir tentang sebab dan akibatnya. Sebab terjadinya lonjakan jumlah penduduk kota adalah karena pengaruh migrasi, yaitu orang yang datang dari desa atau daerah ke kota besar, atau yang lebih dikenal dengan istilah urbanisasi, selain karena pertambahan penduduk alami kota itu sendiri yang relatif kecil angkanya. Arus migrasi desa-kota yang cukup besar tidak semuanya terserap disektor industri modern dikota, karena keterbatasan sektor industri modern dan tidak semua migran memiliki skill atau kemampuan untuk masuk ke sektor industri modern tersebut. Hal ini mengakibatkan para migran yang tidak dapat masuk ke sektor industri modern lebih memilih sektor informal yang relatif mudah untuk dimasuki.
Agar tetap dapat bertahan hidup ( survive ), para migran yang tinggal dikota melakukan aktifitas-aktifitas informal (baik yang sah dan tidak) sebagai sumber mata pencaharian mereka. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan karena tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan tetapi rendah dan tidak tetap.Beberapa jenis “pekerjaan” yang termasuk di dalam sektor informal, salah satunya adalah pedagang kaki lima, seperti warung nasi, penjual rokok, penjual Koran dan majalah, penjual makanan kecil dan minuman. Mereka dapat dijumpai di pinggir-pinggir jalan di pusat-pusat kota yang ramai pengunjung. Mereka menyediakan barang-barang kebutuhan bagi golongan ekonomi menengah ke bawah dengan harga yang dijangkau oleh golongan tersebut. Tetapi, tidak jarang mereka yang berasal dari golongan ekonomi atas juga ikut menyerbu sektor informal.
Dengan demikian, sektor informal memiliki peranan penting dalam memberikan sumbangan bagi pembangunan perkotaan, karena sektor informal mampu menyerap tenaga kerja (terutama masyarakat kelas bawah) yang cukup signifikan sehingga mengurangi problem pengangguran diperkotaan dan meningkatkan penghasilan kaum miskin diperkotaan. Selain itu, sektor informal memberikan kontribusi bagi pendapatan pemerintahan kota.
Pertumbuhan sektor informal yang cukup pesat tanpa ada penanganan yang baik dapat mengakibatkan ke tidak teraturan dalam penataan ruang kota. Sebagaimana diketahui, banyak pedagang kaki lima yang menjalankan aktifitasnya ditempat-tempat yang seharusnya menjadi Public Space. Public Space merupakan tempat umum dimana masyarakat bisa bersantai, berkomunikasi, dan menikmati pemandangan kota. Tempat umum tersebut bisa berupa taman, trotoar, halte bus, dan juga tempat hiburan malam seperti yang ada di makassar khususnya di jalan nusantara dengan adanya THM tersebut membuat bermunculnya kegiatan di sektor informal seperti pedagang kaki lima di area tersebut.
Pedestrian yang digunakan untuk berjualan dapat mengganggu para pejalan kaki, seringkali kehadiran pedagang kaki lima tersebut mengganggu arus lalu lintas karena para konsumen pengguna jasa memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan. Ketidakteraturan tersebut mengakibatkan Public Space kelihatan kumuh sehingga tidak nyaman lagi untuk bersantai ataupun berkomunikasi.
B.Tentang Tempat Hiburan Malam
1.Definisi Hiburan Malam
Kata Hiburan memiliki persamaan arti dengan kata entertainment dalam Bahasa inggris yang berarti sejenis tourist acctraction dimana para pengunjung yang datang merupakan subyek yang pasif sebagai audince/hadirin yang datang menikmati, menyaksikan ataupun mengagumi kejadian-kejadian yang berlangsung untuk mendapatkan kepuasan rohaniah sesuai dengan motif-motif yang mendorong kunjungan tersebut( R.S Damardjati )
Hiburan merupakan suatu barang atau perbuatan menghibur hati untuk melupakan kesedihan.Hiburan dalam Islam adalah sesuatu yang dapat memberi ketenangan dan kegembiraan kepada seseorang. Dalam ajaran Islam dilakukan dengan syarat tidak ada pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, dan tidak melupakan ajaran-ajaran Allah s.w.t
Kata malam memiliki arti disini yaitu lebih cenderung menunjukkan waktu yaitu malam hari. Jadi Hiburan malam adalah sejenis tourist acctraction dimana para pengunjung yang datang merupakan subyek yang pasif sebagai audince/hadirin yang datang menikmati, menyaksikan ataupun mengagumi kejadian-kejadian yang berlangsung untuk mendapatkan kepuasan rohaniah sesuai dengan keinginan pengunjung yang dilakukan pada waktu malam hari.
2.Jenis-jenis Hiburan Malam
a.Diskotik
Diskotik adalah sutau tempat dimana para pengunjung dapat melakukan disco didalam suatu ruangan yang diiringi lagu-lagu disco yang menghentak dari berbagai negara. Tempat disco tersebut biasanya disebut dance floor (lantai disco).
b.Karaoke
Karaoke adalah suatu tempat hiburan yang disediakan untuk para pengunjung yang suka bernyanyi atau untuk melatih hoby mereka yaitu menyanyi.
c.Pub dan bar
Pub dan bar adalah suatu tempat dimana para pengunjung dihibur lewat lagu-lagu yang diiringi suatu kelompok band sambil menikmati minuman-minuman yang tersedia dan biasanya ruangan dari pub dan bar ini lebih terang bila dibandingkan dengan tempat-tempat hiburan lainnya.
d.Panti Pijat
Panti pijat adalah suatu tempat dimana para pengunjung dapat menikmati fasilitas pijat untuk menghilangkan rasa lelah.
C.Kegiatan Masyarakat Kota
1.Kegiatan Masyarakat
Menurut Poerwadarminta, Kegiatan adalah aktivitas. Kegiatan juga berarti suatu pekerjaan yang dilakukan seseorang dalam menyelesaikan urusannya. Menurut Kartini Kuncoro, kegiatan adalah istilah umum yang dikaitkan dengan keadaan yang selalu bergerak, eksplorasi dan berbagai respon lainnya terhadap rangsangan sekitar.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masyarakat merupakan salah satu satuan dalam sistem sosial atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya berarti society sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa arab yaitu syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti bergaul yang istilah ilmiahnya berarti berinteraksi.
2.Kota dan perkotaan.
Kota dan perkotaan selalu mempunyai arahan yang berbeda. Dalam kamus tata ruang, kota merupakan suatu permukiman yang berpenduduk besar dan dengan luas areal yang terbatas, dimana pada umumnya bersifat non agraris. Kota juga merupakan tempat sekelompok orang dalam jumlah tertentu dan bertempat tinggal bersama dalam suatu wilayah geografis tertentu dengan pola hubungan yang rasional, ekonomis dan individualistis.
Sementara perkotaan memiliki arti yang lebih luas, dimana terdapat daerah permukiman yang meliputi kota induk dan daerah pengaruh di luar batas administrasinya yang berupa daerah pinggiran sekitarnya.
Kota adalah kegiatan ekonomi, pemerintah, politik, dan sosial sehingga membuat perkembangan disegala bidang seperti pembangunan fisik kota, yaitu bangunan-bangunan yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu dan juga pembangunan manusianya yang tinggal di kota maupun yang beraktivitas dengan keahlian maupun kemakmuran.
Menurut Adisasmita, kota adalah suatu simpul jasa distribusi atau sebagai Growth centre). suatu kota tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dan masalah yang ada di kota tersebut. maupun di daerah hinterlannya. (daerah belakangnya) dalam suatu interaksi yang berimbang.
Berkembangnya suatu Kota lebih banyak dipengaruhi oleh fungsi yang diemban oleh kota itu sendiri, sebagai simpul jasa dan distribusi sehingga harus didukung dengan kegiatan dan aktivitas perkotaan berupa:
a.Pusat kegiatan perkantoran dan pelayanan jasa.
b.Pusat kegiatan perdagangan dan transportasi.
c Pusat Kegiatan pelayanan sosial ekonomi.
d.Penunjang pemukiman
Menurut Budiharjo, bahwa peranan kota-kota dalam pembangunan wiayah dan nasional harus di barengi dengan usaha pengembangan antara lain :
a. Mengembangkan sistem kota yang dapat mengoptimalkan tingkat pelayanan dan tingkat ekonomi.
b.Mengembangkan Urban Governance yang dapat mewujudkan fungsi dan tingkat pelayanan kota menurut sistem kota yang optimal.
c.Meningkatkan hubungan desa-kota termasuk daerah mega urban yang dapat mendorong dan menyerahkan pembangunan antara desa-kota.
d.Meningkatkan produktivitas daerah pekotaan dalam rangka mempercepat tercapainya fungsi kota yang diinginkan dalam system kota.
Kota adalah suatu pemukiman yang bangunannya rapat, dan penduduknya bernafkah bukan petani. Tedapat juga pengertian bahwa suatu kota dicirikan oleh adanya prasarana perkotaan, seperti bangunan yang besar bagi pemerintahan, rmah sakit, sekolah, pasar, dan sebagainya, taman serta alun-alun yang luas dan jalanan yang telah teraspal. suatu hal yang khas bagi suatu kota menurut Johara T.J adalah kota itu umumnya mandiri atau serba lengkap, yang berarti penduduk kota bukan hanya bertempat tinggal saja di dalam kota itu dan berekreasi pun di lakukan dalam kota itu.Keadaan ini sangat berlainan dengan kadaan di dalam kampung diwilayah pedesaan, dimana penduduk umumnya harus pegi keluar kampong untuk mencari nafkah. dengan demikian kota menyediakan segala fasilitas bagi kehidupan baik sosial maupun ekonomi sehingga baik bertempat tinggal maupun bekerja dan berkreasi dapat di lakukan oleh penduduk di dalam kota.
Menurut ahli sejarah tumbuhnya lingkungan fisik tempat berlangsungnya kehidupan dari sekelompok manusia atau lebih adalah merupakan awalanya perkembangan suatu lingkungan hidup yang dinamakan kota.
Fungsi kota itu sendiri mengandung fungsi Primer dan fungsi Sekunder yang keduanya menentukan perwujudan penyelenggaraan fungsi kota. fungsi Primer merupakan fungsi kota dalam hubungannya dengan kedudukan kota sebagai pemusatan pelayanan bagi jasa di luar penyelenggaraan fungsi primer. fungsi ini dapat bersifat pertahanan keamanan yang selanjutnya disebut sebagai fungsi sekunder yang bersifat khusus. penyelenggaraan fungsi-fungsi diatas memerlukan ruang di dalam kota yang perlu penataan.
Ukuran kota yang optimal ditentukan oleh berbagai faktor ekonomi, sosial dan geografis yang berbeda-beda antara masing-masing Negara. tidak ada batas tertentu mengenai ukuran atau besarnya suatu kota sepanjang ia dapat berkembang keluar dan keatas (Horizontal dan vertikal)
Pada dasarnya pusat kota mempunyai potensi pendorong dan penarik kekuatan sosial ekonomi yang dapat menciptakan perubahan pesat pada suatu kota. lokasi pusat kota sering cenderung ditentukan oleh transportasi, antara lain harus mudah dicapai oleh pejalan kaki dan pemakai kendaraan. secara fisik pusat kota di dominasi oleh bangunan dengan intensitas tinggi, hal-hal yang alamiah terbatas. Karakteristik yang lain yang juga terlihat adalah adanya kecenderungan aktifitas sejenis seperti komersial, administrasi, perdagangan eceran, jasa, rekreasi dan aktifitas sosial budaya
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
-Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
-Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
D. Kegiatan Sektor Informal
1.Munculnya Kegiatan Sektor Informal
Pembahasan tentang “sektor informal” telah menghasilkan sejumlah besar dokumentasi dari berbagai pelosok dunia. Ulasan tentang kegiata-kegiatan sektor informal selama ini umumnya terfokus secara eksklusif pada konteks kontemporernya yang diantaranya membahas tentang tingkat penghasilan pengusaha, jumlah tenaga kerja, latar belakang sosial ekonomi para pekerja dan sebagainya. Ulasan-ulasan tersebut ternyata belum mampu memberikan gambaran yang utuh tentang fenomena informalitas. Oleh karena itu perlu kiranya dalam hal ini diungkapkan munculnya gejala sektor informal dalam konteks sejarah karena melalui sejarah ini dapat menyingkap akar-akar kegiatan sektor informal serta keterkaitannya dengan perkembanganperkembangan makro dalam sistem sosial ekonomi yang lebih luas. Konsep sektor informal mulai diperkenalkan pada awal dasawarsa 1970-an ke dunia internasional. Tetapi masalah gejala munculnya sektor informal ini harus ditelusuri secara terpisah dari perkembangan konsepnya.
Kegiatan-kegiatan seperti yang dikemukakan pada ekonomi informal saat ini sudah sejak tahun 1724 dikota Batavia (Jakarta). Dikatakannya bahwa saat itu di sepanjang jalan kota terdapat penjaja-penjaja yang berkeliling membawa segala macam barang yang diperdagangkan. Mereka menjual bermacam-macam sayuran, porselin, kain, barang kerajinan, teh, roti, air minum, bunga, pakaian bekas, kaos kaki dan lain-lain. Praktek penjualan semacam itu sebelumnya dilarang oleh VOC dan baru diperbolehkan pada tahun 1739. Pada abad itu sistem penjajahan telah de fakto menduduki posisi tertentu dalam sistem perekonomian kota yang nantinya akan diisi oleh kegiatan-kegiatan informal. Kebiasaan ibu-ibu rumah tangga di Batavia membeli kebutuhan rutin mereka di halaman rumahnya telah membuka sistem penjajaan ke rumah-rumah sebagai kebutuhan tetap bagi jalannya ekonomi kota.
Dengan bekal mobilitas yang tinggi ini para pedagang informal perlahan-lahan akan menguasai segmen pasar ini. Dalam sebuah kajian lain ada yang menyimpulkan bahwa cikal bakal ekonomi informal perkotaan mulai muncul pada abad ke-19, kemudian mengambil bentuk modernnya pada dasawarsa 1920 atau 1930-an, sedangkan mencapai proporsi dominanya mulai dasawarsa 1950-an (Candrakirana).
2.Konsep Sektor Informal
Konsep sektor informal muncul dalam konsep keterlibatan pakar-pakar internasional dalam perencanan pembangunan di Dunia Ketiga. Gejala ini muncul setelah kelahiran Negara-negara maju setelah berakhirnya Perang Dunia II. Pada waktu itu muncullah gagasangagasan di tingkat internasional maupun nasional untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi pada Negara-negara dimaksud.
Melalui lembaga-lembaga internasional didirikanlah lembagalembaga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Negara-negaraberkembang seperti The World Bank, International Monetary Found (IMF) dan juga International Labour Organization (ILO). Lembaga-lembaga tersebut melakukan berbagai studi mengusulkan kebijakan dan turut campur tangan dalam pengambilan keputusan menyangkut berbagai bidang yang dianggap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu Negara berkembang. ILO meluncurkan program untuk World Employment Programme (WEP) yang diterbitkan pada tahun 1972, menggulirkan konsep informal pertama kali yang diperkenalkan di dunia internasional (Chandrakirana ). Jean Breman mengatakan istilah sektor informal pertama kali dikemukakan oleh Hart pada tahun 1971 dengan menggambarkan sektor informal sebagai bagian angkatan kerja yang tidak terorganisir. Manning dan Effendi mengemukakan bahwa Keith Hart seorang antropolog Inggris adalah orang pertama kali melontarkan gagasan sektor informal dalam penelitiannya di suatu kota di Ghana pada tahun 1973
Sektor Informal adalah aktivitas ekonomi yang berada di luar sistem ekonomi yang legal, tak dilindungi hukum, rawan terhadap kemungkinan
eksploitasi oleh orang yang terlibat kriminal, preman, atau siapa
saja yang bisa memanipulasi hukum.
Pengertian sektor informal menurut Hart memiliki ciri-ciri mudah keluar masuk pekerjaan, mengusahakan bahan baku lokal tanpa berdasarkan hukum formal, unit usaha merupakan keluarga, jangkauan operasionalnya sempit, kegiatannya bersifat padat karya dengan menggunakan teknologi yang masih sederhana (tradisional), pekerja yang terlibat di dalamnya memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah serta keahlian yang kurang memadai, kondisi pasar sangat bersaing karena menyangkut hubungan antara penjual dan pembeli yang bersifat personal dan keadaanya tidak teratur .
Prakarsa dari Hart ini kemudian diteruskan oleh ILO (International Labour Organization) dalam berbagai studinya di negara-negara sedang berkembang. Untuk memberikan gambaran pengertian sektor informal di Indonesia, Hidayat mengemukakan ciri-cirinya sebagai berikut. Kegiatan usaha tidak terorganisasi secara baik, karena unit usaha yang timbul tidak menggunakan fasilitas atau kelembagaan yang tersedia di sektor formal. Pada umumnya, unit usaha tidak mempunyai izin usaha. Pola kegiatan usaha tidak teratur, baik dalam arti lokasi maupun jam kerja. Pada umumnya, kebijaksanaan pemerintah untuk membantu golongan ekonomi lemah tidak sampai ke sektor ini. Unit usaha mudah keluar masuk dari satu sub sektor ke lain sub sektor. Teknologi yang dipergunakan bersifat tradisional. Modal dan perputaran usaha relatif kecil, sehingga skala operasi juga relatif kecil; tidak diperlukan pendidikan formal karena pendidikan yang diperlukan diperoleh dari pengalaman sambil bekerja.
Pada umumnya, usaha termasuk golongan yang mengerjakan sendiri usahanya dan kalau mengerjakan buruh berasal dari keluarga. Sumber dana modal usaha pada umumnya berasal dari tabungan sendiri atau dari lembaga keuangan yang tidak resmi. Hasil produksi atau jasa terutama dikonsumsi kota atau desa yang berpenghasilan rendah, tetapi kadang-kadang juga berpenghasilan menengah. Berdasarkan konsep yang telah ada sebelumnya dan disesuaikan dengan kondisi saat ini dan pertimbangan-pertimbangan kemajuan pembangunan yang telah dicapai maka yang digolongkan ke dalam sektor informal:
-Pola kegiatannya tidak teratur, baik dalam arti waktu, pemodalan, maupun penerimaannya.
-Modal, peralatan dan perlengkapan maupun omzetnya biasanya kecil dan diusahakan atas dasar hitungan harian
-Tidak mempunyai keterkaitan (linkage) dengan usaha lain yang besar
-Lokasi usaha ada yang menetap dan ada yang berpindah-pindah.
-Tidak membutuhkan tingkat pendidikan tinggi.
-Merupakan usaha kegiatan perorangan ataupun unit usaha kecil yang memperkerjakan tenaga kerja yang sedikit (kurang dari 10) dari lingkungan hubungan keluarga, kenalan, atau berasal dari daerah yang sama.
Sektor informal merupakan Aktifitas ekonomi yang mengambil tempat diluar norma formal dari transaksi ekonomi yang dibentuk oleh negara dalam dunia bisnis. Sektor informal tidak berarti ilegal. Namun, secara umum istilah sektor informal mengacu pada usaha kecil atau mikro yang dikelola secara individual atau keluarga. Sektor informal menukarkan barang-barang dan jasa yang legal tetapi tidak dilengkapi dengan izin usaha yang memadai
Usaha-usaha sektor informal yang dimaksud diantaranya pedagang kaki lima, pedagang keliling, tukang warung, sebagian tukang cukur, tukang becak, sebagian tukang sepatu, tukang loak serta usaha usaha rumah tangga seperti : pembuat tempe, pembuat kue, pembuat es mambo, barang-barang anyaman dan lain-lain.
Berdasarkan berbagai pendapat, dapat disampaikan bahwa konsep sektor informal lebih difokuskan pada aspek-aspek ekonomi, aspek sosial dan budaya. Aspek ekonomi diantaranya meliputi penggunaan modal yang rendah, pendapatan rendah, skala usaha relatif kecil. Aspek sosial diantaranya meliputi tingkat pendidikan formal rendah berasal dari kalangan ekonomi lemah, umumnya berasal dari migran. Sedangkan dari aspek budaya diantaranya kecenderungan untuk beroperasi diluar sistem regulasi, penggunaan teknologi sederhana, tidak terikat oleh curahan waktu kerja. Dengan demikian cara pandang di atas tentang sektor informal lebih menitik beratkan kepada suatu proses memperoleh penghasilan yang dinamis dan bersifat kompleks. Di samping aspekaspek di atas, kehadiran sektor informal dapat dilihat dari dua segi yaitu segi positif dan segi negatif. Segi positif diantaranya mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, kemampuan menyerap angkatan kerja yang sekaligus sebagai katub pengaman terhadap pengangguran dan kerawanan sosial, menyediakan kebutuhan bahan pokok untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sedangkan dari segi negatifnya adalah mengganggu lalulintas, mengganggu keindahan kota dan mengganggu kebersihan.
Wirosardjono mengemukakan ciri-ciri sektor informal sebagai berikut:
a.Pola kegiatannya tidak teratu, baik dalam waktu, permodalan, maupun penerimaan.
b.Tidak tersentuh oleh peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga kegiatannya sering dikatakan liar.
c.Modal, peralatan, dan perlengkapan maupun omzetnya biasanya kecil dan diusahakan atas dasar hitungan harian.
d.Tidak mempunyai tempat tetap.
e.Umunya dilakukan oleh dan melayani golongan masyarakat yang berpendapatan rendah.
f.Tidak membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus sehingga dapat menyerap bermacam-macam tingkatan tenaga kerja.
g.Umunya satuan usaha mempekerjakan tenaga yang sedikit dan dari lingkungan hubungan keluarga, kenalan, atau berasal dari daerah yang sama.
h.Tidak mengenal sistem perbankan, pembukuan,perkereditan, dan sebagainya.
Todaro dan Abdullah menyebutkan ciri-ciri sektor informal sebagai berikut :
a.Sebagian besar memiliki produksi yang berskala kecil, aktivitas-aktivitas jasa dimiliki oleh perorangan atau keluarga dan dengan menggunakan teknologi yang sederhana.
b.Umumnya para pekerja bekerja sendiri dan sedikit yang memiliki pendidikan formal yang tinggi.
c.Produktivitas pekerja dan penghasilannya cenderung lebih rendah daripada sektor informal.
d.Para pekerja sektor informal tidak dapat menikmati perlindungan seperti yang didapat dari sektor informal dalam bentuk jaminan kelangsungan kerja, kondisi kerja yang layak, dan jaminan pensiun.
e.Kebanyakan pekerja yang memasuki sektor informal adalah pendatang baru dari desa yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sektor formal.
f.Motivasi mereka biasanya untuk mendapatkan penghasilan yang bertujuan hanya untuk dapat hidup (survive), bukannya untuk mendapatkan keuntungan dan hanya mengandalkan pada sumber daya yang ada pada mereka untuk menciptakan pekerjaan.
g.Mereka berupaya agar sebanyak mungkin anggota keluarga mereka ikut berperan serta dalam kegiatan yang mendatangkan penghasilan dan meskipun begitu mereka bekerja dengan waktu yang panjang.
h.Kebanyakan diantara mereka menempati gubuk-gubuk yang mereka buat sendiri di kawasan kumuh (slum area) dan permukiman liar (scheller) yang umumnya jarang tersentuh pelayanan jasa seperti listrik, air, transportasi, serta jasa-jasa kesehatan dan pendidikan.
Sethuraman mengatakan, sektor informal biasanya digunakan untuk menunjukkan sejumlah kegiatan ekonomi yang berskala kecil. Akan tetapi, sektor informal tidak bisa disebutkan sebagai perusahaan berskala kecil. Sektor informal terutama dianggap sebagai manifestasi dari suatu pertumbuhan kesempatan kerja di negara yang sedang berkembang. Mereka memasuki kegiatan berskala kecil dikota, terutama bertujuan untuk mencari kesempatan kerja dan pendapatan daripada memperoleh keuntungan karena mereka yang terlibat dalam sektor ini pada umumnya miskin, berpendidikan sangat rendah , tidak terampil dan kebanyakan para migran. Jelaslah bahwa mereka bukan kapitalis yang mencari investasi yang menguntungkan dan juga bukan pengusaha seperti yang dikenal pada umumnya.
Lebih lanjut Seuthraman menyatakan bahwa sektor informal di kota terutama harus dipandang sebagi unit-unit berskala kecil yang terlibat dalam produksi dan distribusi barang-barang yang masih dalam suatu proses evolusi daripada dianggap sebagai sekelompok perusahaan yang berskala kecil dengan masukan-masukan (inputs) modal dan pengelolaan (manajerial) yang besar. Skala operasi adalah karakteristik terpenting yang muncul dari konsep sektor informal. Meskipun skala operasi dapat diukur dengan berbagai macam-macam cara antara lain meliputi besarnya modal, omzet, dan lain-lain, tetapi karena ciri-ciri ini biasanya berhubungan erat satu dengan yang lain, maka alat ukur yang paling tepat untuk mengukur skala operasi adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut
Melihat skala kota sebagai suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari unit-unit produksi dan distribusi, maka unit-unit yang memiliki 10 orang kebawah diklasifikasikan kedalam sektor informal. Pemilihan kriteria ini didasarkan pada keyakinan bhawa perusahaan yang memiliki lbih dari 10 pekerja tidak mungkin didirikan dengan motif utama memanfaatkan kesempatan kerja.
Dari pengertian yang diberikan Soetjipto Wirosardjono, Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Todaro, Abdullah, dan Seuthraman dapat disimpulkan bahwa sektor informal yang dimaksud memiliki ciri-ciri sebagai berikut ;
a.Modal maupun omzetnya biasanya kecil dan usaha itu dilakukan atas dasar hitungan harian.
b.Peralatan dan perlengkapan yang digunakan biasanya sederhana.
c.Tidak mempunyai tempat tetap dan mudah dipindahkan oleh pihak yang berwenang, biasanya menempati di lokasi tertentu disepanjang jalan kaki lima (trotoar).
d.Umumnya kegiatan dilakukan oleh dan melayani keterampilan khusus sehingga dapat menyerap bermacam-macam tingkatan kerja.
e.Relatif tidak membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus sehingga dapat menyerap bermacam-macam tingkatan tenaga.
f.Umumnya tiap satuan usaha mempekerjakan tenaga yang sedikit dan dari lingkungan hubungan keluarga, teman dekat, orang yang dipercaya, atau berasal dari daerah yang sama.
g.Pengelolanya dibantu oleh sejumlah kecil orang (menurut Suthraman kurang dari 10 orang).
h.Lebih dimaksudkan untuk mencari lapangan pekerjaan daripada untuk mencari keuntungan. Ciri-ciri baku dari sektor informal menurut Sethuraman, yaitu :
1.Seluruh aktivitas berstandar pada sumber daya sekitarnya.
2.Ukuran usaha umumnya kecil dan aktivitas merupakan usaha keluarga.
3.Untuk menopang aktivitas digunakan teknologi yang tepat guna dan memiliki sifat yang padat karya.
4.Tenaga kerja yang bekerja dalam aktivitas sektor ini telah terdidik atau terlatih dalam pola-pola yang tidak resmi.
5.Seluruh aktivitas mereka dalam sektor ini berada di luar jalur yang diatur pemerintah.
6.Aktivitas mereka bergerak dalam pasar sangat bersaing
3.Terbentuknya Sektor Informal
Angka-angka yang cukup mencolok dalam lonjakan jumlah penduduk dikota besar membuat orang berpikir tentang sebab dan akibatnya. Sebab terjadinya lonjakan jumlah penduduk kota adalah berduyun-duyunnya orang yang datang dari desa atau daerah ke kota besar, atau yang lebih dikenal dengan istilah urbanisasi, selain karena pertambahan penduduk alami kota itu sendiri yang relatif kecil angkanya. Sedangkan akibat penduduk kota yang melonjak adalah terdapat kelompok-kelompok masyarakat di kota dengan berbagai macam ragam, ada lapisan masyarakat atas, menengah, dan bawah. Lapisan masyarakat menengah keatas pada umumnya mampu memasuki sektor formal karena memiliki keterampilan, tingkat pendidikan yang cukup dan akses yang dimilikinya.
Lapisan masyarakat menengah ke bawah dengan keterampilan, pendidikan, dan akses yang terbatas peluang untuk memasuki sektor informal sangat terbatas. Akhirnya mereka menggeluti sektor informalyang tidak mensyaratkan kriteria yang berlebih. Dengan modal yang terbatas, ditambah dengan keterampilan dan keuletan, mereka mampu bertahan hidup di perkotaan.
Jenis usaha yang digelar oleh pedagang sektor informal berbagai macam, antara lain warung makan semi permanen di kaki lima, menjajakan makanan dengan menggunakan gerobak; warung kelontong dalam gerobak; menjual minuman dan makanan di tempat keramaian.
4.Dorongan Memasuki Sektor Informal di Perkotaan
Dorongan seseorang untuk memasuki sektor informal di perkotaan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, budaya dan psikologi. Namun, diantara dorongan faktor-faktor di atas, Hugo dan Mazumdar, misalnya lebih melihat faktor ekonomi sebagai faktor dominan yang melatar belakangi seseorang memasuki sektor informal di perkotaan. Dorongan faktor ekonomi ini antara lain dapat meliputi tiga hal berikut.
a.karena adanya ketimpangan pembangunan antara desa dan kota (urban bias development). Dengan perkataan lain, berbagai sumber-sumber ekonomi dan sasaran penunjang perekonomian lebih terkonsentrasi di kota dibandingkan dengan di desa.
b.karena adanya kemiskinan di pedesaan. Kemiskinan ini terjadi antara lain karena rendahnya penguasaan terhadap lahan pertanian. Sensus pertanian 1993 menyebutkan bahwa hampir 60% penduduk desa tidak memiliki lahan, sementara itu 80% dari penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Kalaupun mereka memiliki lahan, luas pemilikan lahan rata-rata hanya 0,30 ha1′. Keadaan ini menyebabkan sebagian besar dari petani gurem lebih memilih bekerja sebagai buruh tani atau bekerja di sektor informal perkotaan.
c.karena kurangnya penyediaan kesempatan kerja. Di Pedesaan initerjadi antara lain karena kurangnya sektornon pertanian di pedesaan. Keadaan ini pada gilirannya menyebabkan peningkatan yang terjadi pada angkatan kerja (kurang lebih 2% /tahun) tidak tertampung pada sektor tersebut. Demikian pula, dengan berkembangnya pendidikan. Di pedesaan, angkatan muda di pedesaan pun kini mempunyai kecenderungan mengalami perubahan dalam hal persepsi, sikap dan motivasi terhadap pertanian. Akibatnya mereka “enggan” bekerja disektor pertanian dan ingin bekerja di sektor non-pertanián.
Disamping faktor-faktor ekonomi tersebut di atas, beberapa faktor ekonomi lainnya dapat meliputi hal-hal berikut ini. Pertama adalah karena sektor informal relatif tidak memerlukan modal dan ketrampiian yang tinggi. Kedua, kegiatan usaha sektor informal relatif mudah untuk dilakukan oleh setiap orang. Artinya bahwa faktor input yang digunakan daiam kegiatan usaha ini reaitif tidak terlalu kompleks. Dan ketiga, pengelolaan usaha dalam sektor informal relatif mudah.
Akibat dari berbagai faktor ekonomi di atas, maka saat ini sektor informal diperkotaan tumbuh dan berkembang dengan pesat. Keadaan ini tentu saja memerlukan perhatian bersama agar kehadiran sektor ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
E.Sektor Informal dan Penyerapan Angkatan Kerja
Timbulnya sektor informal di kota tidak terlepas dari latar belakang sejarah perekonomian tradisional yaitu perekonomian pedesaan yang sebagian besar didasarkan pada struktur pertanian dengan pola bercocok tanam sederhana. Karena rendahnya upah tenaga kerja di sektor pertanian dan semakin langkanya lahan-lahan pertanian di pedesaan, maka banyak tenaga kerja yang memilih alternatif lain untuk urbanisasi dan bekerja di sektor non pertanian. Berdasarkan hasil suatu penelitian Cahyono disimpulkan bahwa dari proporsi tenaga kerja yang mencari nafkah di berbagai sektor dalam pembangunan ekonomi, ternyata dari tahun ke tahun penyediaan kesempatan kerja sektor pertanian semakin menurun, sedangkan pada sektor non pertanian menunjukkan kenaikan. Dalam hubungan ini ternyata sebagian besar angkatan kerja terserap pada sektor informal.
Angkatan kerja yang merupakan bagian dari tenaga kerja dimana tenaga kerja itu sendiri mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja, yang sedang mencari pekerjaan dan yang melakukan kegiatan lain seperti bersekolah dan mengurus rumah tangga ( Simanjuntak). Dengan demikian tidak semua penduduk dapat dikatagorikan sebagai tenaga kerja, sebab diantara penduduk tersebut ada yang kurang mampu memproduksi barang atau jasa misalnya anak-anak di bawah usia kerja, orang yang lanjut usia atau jompo).
Secara praktis pengertian tenaga kerja biasanya hanya dilihat dari segi umur dengan melihat batas umur, maka secara praktis pula dapat ditentukan golongan tenaga kerja dan golongan bukan tenaga kerja. Di tiap-tiap Negara batas umur tenaga kerja ini tidak sama. Di Indonesia dipilih batas umur minimum 10 tahun tanpa batas umur maksimum. Dengan memperhatikan hal tersebut di atas maka keseluruhan penduduk apabila dilihat dari sudut ketenagakerjaan secara garis besar dapat dibagi dua yaitu : penduduk usia kerja (working age population) dan penduduk di luar usia kerja (non working age population). Yang menjadi pertanyaan adalah apakah semua tenaga kerja berpartisipasi aktif dalam pekerjaan. Secara ekonomis tidak semua tenaga kerja terlibat dalam pekerjaan atau kegiatan produktif. Hanya sebagian dari mereka yang sesungguhnya terlibat, sedangkan sebagian lainnya tidak terlibat. Mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan yang produktif disebut bukan angkatan kerja (non in the labour force). Sedangkan mereka yang terlibat dalam pekerjaan atau usaha produktif disebut angkatan kerja (labour force).
Angkatan kerja terdiri dari golongan yang bekerja dan golongan yang sedang mencari kerja atau menganggur. Golongan yang bekerja yaitu orang-orang yang sudah aktif dalam kegiatannya dalam proses produksi guna menghasilkan barang atau jasa. Sedangkan golongan yang sedang mencari kerja atau orang yang menawarkan jasa tenaga atau pikiran untuk proses produksi guna menghasilkan barang atau jasa. Jumlah orang yang dapat terserap dalam suatu pekerjaan tergantung dari besarnya permintaan (demand) dalam masyarakat. Sedangkan besar kecilnya permintaan tenaga kerja dipengaruhi antara lain oleh aktivitas ekonomi maupun tingkat upah. Permintaan tenaga kerja ini dapat dating dari sektor formal maupun sektor informal.
Sektor informal yang umumnya dipandang sebagai pekerjaan yang inferior, ternyata mempunyai banyak bidang usaha. Satu diantaranya adalah bidang usaha perdagangan dan salah satu pelaku di bidang perdagangan ini adalah pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima dalam usahanya mempunyai beberapa karakteristik pasar diantaranya yaitu: pasar tidak terorganisir dengan baik, umumnya tidak memiliki izin usaha, lokasi pasar tidak permanen dan waktu yang digunakan untuk usaha tidak teratur. Beberapa karakteristik ini dapat mempengaruhi permintaan maupun penawaran angkatan kerja untuk memasuki kerja (terserap) oleh sektor informal. Oleh karenanya kaitan antara sektor informal dan penyerapan angkatan kerja dapat dikemukakan sebagai berikut :
a)Persyaratan Masuk. Angkatan kerja mudah terserap pada sektor informal, alasan ini karena sektor informal memberikan kebebasan masuk maupun keluar kerja kepada angktan kerja tanpa adanya persyaratan-persyaratan seperti yang diberlakukan pada sektor formal. Akibatnya bagi angkatan kerja yang berminat/tertarik untuk memasuki kerja di sektor informal langsung dapat terserap sesuai dengan jenis yang diminati.
b)Waktu kerja. Dari segi waktu kerja sektor ini memberikan kebebasan waktu kepada angkatan kerja. Dengan adanya kebebasan waktu kerja ini angkatan kerja akan lebih fleksibel untuk menjalankan usahanya sehingga bagi siapapun yang memasuki sektor ini dapat memilih waktu yang diinginkan.
c)Umur. Secara relatif bekerja pada sektor informal tidak batas umur yang mengikat seperti yang diberlakukan pada sektor formal. Secara relatif bekerja di sektor informal tidak ada istilah usia produktif atau non produktif. Siapapun yang berminat memasuki sektor ini dalam usia berapapun dapat membuka dan menjalankan usahanya. Dari gambaran ini bagi angkatan kerja yang sudah tidak dipekerjakan di sektor formal (dipensiunkan misalnya) dan masih berminat untuk bekerja maka dapat terserap pada sektor informal.
d)Jenjang pendidikan. Seperti disebutkan dimuka bahwa sektor informal umumnya dipandang sebagai pekerjaan yang inferior, maka bagi angkatan kerja yang mempunyai pendidikan formal terbatas (rendah) apalagi hanya buta huruf, tentunya akan sulit memasuki kerja di sektor formal. Oleh karena itu sektor informal menawarkan kesempatan kerja kepada angkatan kerja yang berminat memasukinya. Denga tertampungnya angkatan kerja memasuki sektor ini, mereka dapat dikatakan telah terserap pada sektor informal. Menggarisbawahi keunggulan-keungulan sektor informal seperti yang disebutkan di atas, maka keberadaan sektor informal jangan hanya dipandang sebagai hal yang negatifsaja tetapi termasuk segi positifnya juga. Dari segi positifnya sektor informal mempunyai dampak sebagai berikut :
-Mempunyai daya kemampuan untuk menyerap angkatan kerja. Hal ini mengingat keterbatasan sektor formal dalam menyerap angkatan kerja.
-Mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Sektor informal yang selama ini bagi sebagian orang dianggapnya lebih sering sebagai beban yang mencemari keindahan dan ketertiban kota, bahkan kadangkala mereka dijadikan buronan pihak Satpol PP (ketertiban umum). Walaupun terdapat dampak negatif, tetapi tidaklah berarti sektor ini “harus dimusuhi” tetapi justru perlu dilindungi, dibangun, dikembangkan/dibina sehingga dampak negatif bisa dihilangkan. Sektor informal seharusnya dijadikan kelompok sasaran (target Groups) karena sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa bantuan pemerintah. Sektor ini telah memberi andil dan ikut berperan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai proses pembangunan ekonomi dan perubahan sosial. Dalam rangka mengemban misi pemerataan pembangunan di era otonomi daerah, maka sudah selayaknya bilamana kebijakan-kebijakan ekonomi dalam rangka pemerataan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha pertumbuhannya dirangsang dari “bawah” khususnya yang bergerak di sektor industri kecil di pedesaan dan sektor informal di perkotaan. Sektor informal di perkotaan telah terbukti dapat terus langgeng, bahkan meningkat walaupun kadangkala di kejar-kejar oleh aparat ketertiban. Berarti sektor informal tidak dapat dihapuskan. Sebaliknya sektor informal perlu dibina dan diarahkan karena ternyata di sisi lain sektor informal juga membayar restribusi yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, yang selanjutnya dana tersebut dapat diputar kembali untuk pembiayaan pembangunan.
F.Legalitas Sektor Informal
Bentuk sektor informal dapat dipilahkan antara sektor informal yang bersifat legal yang biasanya menempati lokasi yang ditentukan oleh pemerintah daerah setempat dan dibuka secara kontinu. Biasanya modal yang digunakan relatif lebih besar dibandingkan dengan sektor informal ilegal. Sedangkan sektor informal yang dilakukan secara ilegal menempati usaha yang tidak ditentukan oleh pemerintah daerah setempat sebagai lokasi sektor informal.
Kondisi jalan raya lebar yang sempit, biasanya pedagang kaki lima hanya diperbolehkan menggelar sarana usahanya di atas kaki lima. Di daerah lalu lintas yang padat dan diatas sekolah biasanya tidak diizinkan pedagang kaki lima menggelar usahanya. Hanya dalam kasus-kasus tertentu sektor informal diperbolehkan melakukan aktivitas diatas selokan yang tertutup. Misalnya karena suatu kawasan terdapat penertiban dan penggusuran sektor informal yang lokasinya akan dibangun suatu aktivitas tertentu, karena keterbatasan lahan, sektor informal yang digusur diperbolehkan melakukan aktivitas.
Ada juga pedagang sektor informal ilegal yang lokasinya dapat berpindah-pindah mengikuti kerumunan konsumen yang berada. Apabila ada event dan kerumunan orang di alun-alun atau lapangan, mereka akan menggelar sarana usahanya di tempat itu. Apabila pedagang ilegal ini kehadirannya tidak mengganggu ketertiban umum adakalanya mereka dibiarkan melakukan usahanya. Akan tetapi apabila pemerintah daerah suatu saat melakukan razia, sarana usaha, dan barang dagangan diangkut ke mobil petugas.
Pelaku kegiatan sektor informal ilegal seringkali merasa was-was apabila sewaktu-waktu kegiatannya digusur. Bahkan perasaan serupa dialami oleh pedagang sektor informal legal. Persoalan ilegal dan legal berkaitan dengan lokasi yang diizinkan oleh pemerintah kota setempat. Apabila kebutuhan masyarakat akan kehadiran sektor informal ilegal dibutuhkan dan tidak mengganggu lingkungan, dapat terjadi lokasi yang semula memiliki status ilegal bagi pedagang sektor informal, akan diberi status legal melalui peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota setempat. Status legalisasi ini memiliki manfaat bagi pemerintah maupun bagi pedagang kaki lima. Beberapa manfaat diantaranya :
a.Secara psikologis pedagang kaki lima lebih terlindungi
b.Terdapat pembinaan lingkungan yang bersih dan estetis bagi pedagang kaki lima sehingga kehadiran pedagang kaki lima akan ikut memlihara keindahan kota.
Legalisasi lokasi yang semula ilegal menjadi legal merupakan salah satu bentuk formalisasi sektor informal. Ada juga formalisasi pedagang kaki lima dengan cara memeberi kesempatan pedagang kaki lima atau pedagang kecil yang baru untuk menempati sebuah tempat di dalam pusat perbelanjaan modern.
G.Sarana Usaha sektor informal
Sarana usaha sektor informal dapat dipilah menjadi sarana usaha yang bersifat permanen, semipermanen, dan tidak permanen. Saran usaha yang bersifat permanen biasanya menggunakan bangunan yang dindingnya terbuat dari batu bata, batako, tembok, atau kayu/papan yang dibangun secara kuat diatas suatu lahan. Sarana usahanya dibangun untuk jangka waktu yang lama. Sarana usaha yang bersifat semipermanen pemasangan bahan-bahan bangunannya dapat dibongkar pasang. Biasanya, sarana usahanya menggunakan tenda yang mudah dibongkar pasang atau gerobak yang mudah dipindahkan.
Sarana usaha yang bersifat tidak permanen menggunakan tikar, tanpa pelindung di atasnya. Sarana usaha yang bersifat tidak permanen ini mudah dipindahkan sehingga dapat mengikuti kerumunan orang-orang yang potensial membeli barang dagangannya. Sarana usaha yang dinamis ini dapat memberikan penghasilan yang lebih tinggi bagi pelaku sektor informal dengan sarana usaha permanen dan semipermanen.
Sektor informal dengan sarana usaha permanen dan semipermanen sebenarnya bukan sarana usaha yang dibenarkan, karena;
a.Telah ada peraturan yang menentukan bahwa sektor informal seharusnya memiliki sarana usaha tidk permanen.
b.Kegiatan sektor informal dilakukan di ruang publik diatas lahan pemerintah kota sehingga sewaktu-waktu usaha tersebut harus dapat dipindahkan.
c.Kehadiran sarana usaha sektor informal, khususnya pedagang kaki lima dianggap mengganggu keindahan kota.
Dikarenakan kelonggaran pemerintah kota, biasanya sektor informal dengan sarana usaha semipermanen diizinkan, dengan catatan setelah kegiatan usai, sarana usaha itu harus dibongkar.
H.Kekuatan dan Kelemahan Sektor Informal
•Beberapa kekuatan yang dimiliki sektor informal sebagai berikut:
1. Daya Tahan
Selama krisis ekonomi, terbukti sektor informal tidak hanya dapat bertahan, bahkan berkembang pesat. Hal ini disebabkan faktor permintaan (pasar output) dan faktor penawaran. Dari sisi permintaan, akibat krisis ekonomi pendapatan riil rata-rata masyarakat turun drastic dan terjadi pergeseran permintaan masyarakat, dari barang-barang sektor formal atau impor (yang harganya relatif mahal) ke barang-barang sederhana buatan sektor informal (yang harganya relatif murah). Misalnya, sebelum krisis terjadi, banyak pegawai-pegawai kantoran, mulai dari kelasmenengah hingga tinggi makan siang di restoran-restoran mahal di luar kantor. Di masa krisis, banyak dari mereka merubah kebiasaan dari makan siang di tempat yang mahal ke rumah-rumah makan sederhana atau warung-warung murah di sekitar kantor mereka.
Dari sisi penawaran, akibat banyak orang di-PHK-kan di sektor formal selama
masa krisis, ditambah lagi dengan sulitnya angkatan kerja baru mendapat pekerjaan di sektor formal, maka suplai tenaga kerja dan pengusaha ke sektor informal meningkat. Selain itu, relatif kuatnya daya tahan sektor informal selama krisis, juga dijelaskan oleh tingginya motivasi pengusaha di sektor tersebut mempertahankan kelangsungan usahanya. Sebab, bagi banyak pelaku, usaha di sektor informal merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka. Karena itu, berbeda dengan rekan mereka di sektor formal, pengusaha-pengusaha di sektor informal sangat adaptif menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usaha mereka.
2.Padat Karya.
Dibanding sektor formal, khususnya usaha skala besar, sektor informal yang
pada umumnya adalah usaha skala kecil bersifat padat karya. Sementara itu persediaan tenaga kerja di Indonesia sangat banyak, sehingga upahnya relatif lebih murah jika dibandingkan di negara-negara lain dengan jumlah penduduk yang kurang dari Indonesia. Dengan asumsi faktor-faktor lain mendukung (seperti
kualitas produk yang dibuat baik dan tingkat efisiensi usaha serta produktivitas
pekerja tinggi), maka upah murah merupakan salah satu keunggulan komparatif
yang dimiliki usaha kecil di Indonesia.
3.Keahlian Khusus (Tradisional).
Bila dilihat dari jenis-jenis produk yang dibuat di industri kecil (IK) dan industri rumah tangga (IRT) di Indonesia, dapat dikatakan bahwa produk-produk yang mereka buat umumnya sederhana dan tidak terlalu membutuhkan pendidikan formal, tetapi membutuhkan keahlian khusus (traditional skills). Di sinilah keunggulan lain sektor informal, yang selama ini terbukti bisa membuat mereka bertahan walaupun persaingan dari sektor formal, termasuk impor sangat tinggi. Keahlian khusus tersebut biasanya dimiliki pekerja atau pengusaha secara turun temurun, dari generasi ke generasi.2
4.Permodalan
Kebanyakan pengusaha di sektor informal menggantungkan diri pada uang (tabungan) sendiri, atau dana pinjaman dari sumber-sumber informal (di luar sektor perbankan/keuangan) untuk kebutuhan modal kerja dan investasi mereka. Walaupun banyak juga pengusaha-pengusaha kecil yang memakai fasilitas-fasilitas kredit khusus dari pemerintah. Selain itu, investasi di sektor informal rata-rata jauh lebih rendah daripada investasi yang dibutuhkan sektor formal. Tentu, besarnya investasi bervariasi menurut jenis kegiatan dan skala usaha.
•Kelemahan Sektor Informal
Selain faktor-faktor kekuatan tersebut di atas, masa depan perkembangan sektor informal di Indonesia juga sangat ditentukan kemampuan sektor tersebut, dibantu maupun dengan kekuatan sendiri, menanggulangi berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari. Dengan kata lain, mampu tidaknya sektor informal bersaing dengan sektor formal atau barang-barang impor, juga tergantung pada seberapa serius dan sifat serta bentuk dari kelemahan-kelemahan yang dimiliki sektor informal. Kelemahan sektor informal tercermin pada kendala-kendala yang dihadapi sektor tersebut, yang sering sekali menjadi hambatan-hambatan serius bagi pertumbuhan dan perkembangannya.
Kendala-kendala yang banyak dialami pengusaha-pengusaha di sektor informal terutama adalah keterbatasan modal, khususnya modal kerja. Kendala lain adalah kesulitan pemasaran dan penyediaan bahan-bahan baku, keterbatasan sumber daya manusia, pengetahuan minim mengenai bisnis, dan kurang penguasaan teknologi.
Sebagian besar industri kecil, terlebih industri rumah tangga di Indonesia adalah sektor informal. Masalah paling besar yang dialami mereka adalah keterbatasan modal dan pemasaran. Masalah lainnya adalah pengadaan bahan baku (misalnya tempat beli terlalu jauh, harga mahal, dan tidak selalu tersedia), kurang keahlian dalam jenis-jenis teknik produksi tertentu (misalnya tenaga ahli/perancang sulit dicari atau mahal), dan kurang keahlian dalam pengelolaan. Yang juga jadi persoalan adalah mereka menghadapi persaingan yang tajam dan kemampuan mereka berkomunikasi sangat rendah, termasuk akses mereka ke fasilitas-fasilitas untuk berkomunikasi sangat terbatas.
Dalam hal persaingan, industri kecil dan industri rumah tangga menghadapi mendapat persaingan sangat ketat, baik dari industri menengah dan besar (IMB) maupun dari barang-barang impor. Persaingan itu tidak saja dalam hal kualitas dan harga, tetapi juga dalam pelayanan-pelayanan setelah penjualan dan penampilan produk. Dengan berbagai keterbatasan yang ada, mulai dari keterbatasan dana, skills, hingga kesulitan mendapatkan bahan baku dengan kualitas baik, membuat banyak industri kecil dan indurstri rumah tangga di Indonesia kesulitan meningkatkan kualitas produk mereka agar mampu bersaing di pasar domestik dan ekspor. Apalagi ketika mereka harus menangani masalah-masalah tersebut sendirian
I.Pedagang Kaki Lima
Memakai konsep informalitas perkotaan dalam mencermati fenomena PKL di perkotaan mengubah perspektif terhadap keberadaan mereka di perkotaan. Mereka bukanlah kelompok yang gagal masuk dalam sistem ekonomi perkotaan. Mereka bukanlah komponen ekonomi perkotaan yang menjadi beban bagi perkembangan perkotaan. PKL adalah salah satu moda dalam transformasi perkotaan yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi perkotaan.
Ketersediaan lapangan pekerjaan sektor formal bukanlah satu-satunya indikator ketersediaan lapangan kerja. Keberadaan sektor informal pun adalah wujud tersedianya lapangan kerja. Cukup banyak studi di negara-negara Dunia Ketiga yang menunjukkan bahwa tidak semua pelaku sektor informal berminat pindah ke sektor formal. Bagi mereka mengembangkan kewirausahaannya adalah lebih menarik ketimbang menjadi pekerja di sektor formal.
Masalah yang muncul berkenaan dengan PKL ini adalah banyak disebabkan oleh kurangnya ruang untuk mewadahi kegiatan PKL di perkotaan. Konsep perencanaan ruang perkotaan yang tidak didasari oleh pemahaman informalitas perkotaan sebagai bagian yang menyatu dengan sistem perkotaan akan cenderung mengabaikan tuntutan ruang untuk sektor informal termasuk PKL.
Dominasi Sekolah Chicago dalam praktek perencanaan kota di negara-negara Dunia Ketiga termasuk di Indonesia menyebabkan banyaknya produk tata ruang perkotaan yang tidak mewadahi sektor informal. Kegiatan-kegiatan perkotaan didominasi oleh sektor formal yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Alokasi ruang untuk sektor informal termasuk PKL adalah ruang marjinal. sektor informal terpinggirkan dalam rencana tata ruang kota yang tidak didasari pemahaman informalitas perkotaan
I. THM di jalan Nusantara Makassar, Jalan Nusantara terletak di Kecamatan Wajo Kota Makassar, yang merupakan pusat Hiburan Malam di kota makassar dan mempunyai panjang 1 km. lokasi jalan nusantara mencakup beberapa kelurahan diantaranya yaitu, Kelurahan Pattunuang, Kelurahan Ende, Kelurahan Melayu baru, Kelurahan Mampu. Pusat hiburan malam ini terletak di dekat Pelabuhan Makassar, lokasi hiburan ini sangat strategis karena merupakan sambungan dari jalan tol reformasi, dan keberadaan hiburan malam di lokasi ini dijadikan sebagai tempat melepas penat para awak kapal yang habis berlayar dan masyarakat kota makassar yang membutuhkan hiburan setelah seharian bekerja.
Tempat hiburan itu berjejer di sepanjang Jalan Nusantara yang panjangnya mencapai satu kilometer. Riuhnya bisnis hiburan di kawasan ini terletak di sekitar pelabuhan penumpang Soekarno Hatta dan pelabuhan bongkar muat barang yang menjadi tempat bersantai para awak kapal untuk melepas penat dan mencari hiburan. Kawasan Jalan Nusantara, juga tidak jauh dari Pantai Losari dan Pusat Jajanan Laguna. Kedua tempat ini, adalah salah satu pusat keramaian di Kota Makassar dan di sepanjang jalan terdapat berbagai jenis tempat hiburan malam misalnya saja, cafetaria, tempat karaoke keluarga, diskotik.Di sekitar hiburan malam terdapat juga kegiatan masyarakat yang bergerak di sektor informal khusunya pedagang kaki lima yang semakin berkembang di sekitar kawan tersebut yang berjualan dari pagi hingga malam hari, mereka berdagang di sepanjang jalan itu karena untuk mencari nafkah dan lokasinya strategis karena berada di sekitar pusat hiburan malam yang banyak dikunjungi oleh masyarakat ataupun sekedar melintas di kawasan itu. Berikut adalah gambaran pedagang yang berada di kawasan jalan nusantara yang tempat berjualannya di dekat tempat hiburan dan disepanjang trotoar jalan nusantara.
J.Tempat Hiburan Malam dan Sektor Informal (Pedagang kali Lima).
Keterkaitan hubungan antara keberadaan Tempat Hiburan malam dan pedagang kaki lima menunjukkan adanya keterkaitan yang saling menguntungkan. Dengan demikian pengaruh antara Tempat Hiburan Malam terhadap kegiatan masyarakat di sektor informal dalam hal ini pedagang kaki lima mempunyai hubungan yang sangat kuat. Hal ini disebabkan seiring dengan bertumbuhnya Hiburan Malam di Jl.Nusantara dari tahun ke tahun maka muncullah aktivitas masyarakat di sektor informal khususnya pedagang kaki lima yang melakukan kegiatan berdagang di sekitar tempat hiburan malam tersebut.
Selain itu lokasi yang terletak di dekat pelabuhan makassar juga memunculkan tempat hiburan malam yang digunakan para awak kapal untuk melepas penat setelah bekerja, pedagang kaki lima yang beroperasi di sepanjang jalan tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk makan ataupun memenuhi kebutuhan lainnya. Para pedagang juga merasa beruntung karena setiap pengunjung yang datang di hiburan malam biasanya mampir untuk membeli kebutuhan yang tidak ada di dalam tempat hiburan.
Sebagai pusat hiburan malam di Kota Makassar Jl.Nusantara terlihat menjadi tidak teratur dan terkesan semrawut. Pedagang kaki lima yang melakukan aktivitasnya disepanjang jalan dan memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan, hal ini menyebabkan lokasi hiburan malam yang ada menjadi terlihat semakin tidak teratur, lahan makin terbatas dan kondisi jalan nusantara yang menghubungkan jalan tol reformasi langsung ke pusat kota juga menjadi semakin semrawut dan tidak terawat.
Disisi lain munculnya sektor informal juga memberi kesempatan kerja kepada masyarakat yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi untuk mencari nafkah dan sektor informal juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah bila dimanfaatkan dengan baik, maka dalam hal ini pemerintah memperhatikan para pedagang dengan memberikan pemberdayaan agar bisa memaksimalkan pendapatn daerah dan memberikan tempat yang layak bagi mereka untuk berjualan.
K.Pengaruh Tempat Hiburan Malam terhadap Kegiatan sektor Informal .
Tempat Hiburan Malam berpengaruh sangat kuat terhadap munculnya kegiatan masyarakat di sektor informal khususnya pedagang kaki lima, yang bisa menyerap tenaga kerja dan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat yang berpendidikan rendah dan mengurangi pengangguran.
Dalam islam kita sebagai umat manusia dianjurkan untuk berusaha dan bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup apapun pekerjaannya yang penting dilakukan dengan ikhlas dan pekerjaan yang dilakukan halal. Berkembangnya sektor informal juga mengurangi pengangguran.
Dalam pandangan Abdul Hadi, kerja manusia adalah sumber nilai yang rill. Jika seseorang tidak bekerja maka dia tidak akan berguna dan tidak memiliki nilai, adalah sebuah ungkapan yang telah diproklamirkan Islam sejak lebih dari satu milenium yang lalu sebelum para ahli ekonomi klasik mene¬mukan fakta-fakta yang ada.Kerja adalah satu-satunya kriteria, disamping Iman, dimana manusia bisa dinilai untuk mendapatkan pahala, penghargaan dan ganjaran.

DAFTAR BACAAN.
Adisasmita, Rahardjo, 1994. Teori Lokasi dan Pengembangan Wilayah: EPHAS: Makassar
Budihardjo Eko, 1997. Percikan Masalah Arsitektur Perumahan Perkotaan: Gadjah Mada University Press.
Effendi, Tadjuddin Noer. 1998. Kesempatan Kerja Sektor Informal di daerah Perkotaan, Indonesia (Analisis Pertumbuhan dan Peranannya, dalam Majalah Geografi Indonesia. Th. 1, No. 2, September 1988
Gilbert, Alan dan Gugler, Josef: Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia Ketiga, P.T Tiara Wacana Yogya.
Jayadinata, Johara T. 1986. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan, Wilayah. ITB: Bandung
Manning, Chris dan Effendi, Tadjuddin Noer. 1996. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal Di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Manning, Chris dan Effendi, Tadjuddin Noer. 1991. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal Di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Manning, Chris., Effendi, Tadjuddin Noer dan Tukiran. 2001. Struktur Pekerjaan,
Sektor Informal dan Kemiskinan di Kota. Cetakan kelima. Yogyakarta: PPK
UGM.
O’Hara, Philiph Antony,2001. Encyclopedia of Political Economy, London: Roudledge
Paulus Hariyono, Sosiologi Kota Untuk Arsitek.Bumi Aksara, 2007
Sjaifudin, Hetifah, Dedi Haryadi dan Maspiyati. 1995. Strategi dan Agenda Pengembangan Usaha Kecil. Bandung: AKATIGA.
Syamsul Balda, http://eramuslim.com/syariah/tsaqofah-islam/syamsul-balda-wakil-ketua-umum-syabakah-al-qur-an-mengajak-berbisnis-1.htm
Tarigan, Robinson. 2005. Perencanaan Pengembangan Wilayah. PT.Bumi AksaraI : Jakarta
Tambunan, Mangara dan Edy Priyono. 1999. “Urban-Rural Non-Farm Informal Sector :Role, Linkages and Issue of Formalization.” makalah Seminar Strategy for Employment-Led Recovery and Reconstruction”, 23-25 November, Jakarta: ILO/Depnaker/Bappenas.
Kurniawan Teguh. 2009. Isu dan Masalah dalam Upaya Menggali Potensi Pajak/Retribusi Daerah dari Sektor Informal. Makalah Seminar satu hari Menggali potensi pajak dari PKL. Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI
http: //staff.blog.ui.edu/teguh1
teguh1@ui.ac.id
http:www.gdrc.org/informal/
http://www.damandiri.or.id/file/frnsiskakorompisbab3.pdf.
http://jakartabutuhrevolusibudaya.com
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/26/04483073/ruang.kota.untuk.pkl
http://suryanto.blog.unair.ac.id/2008/12/19/modal-sosial-pedagang-kaki-lima/
http://fpbn3.blogspot.com/2008/09/sektor-informal-katup-pengaman-dan-sang.html

KAWASAN HIBURAN MALAM DAN UPAYA PENINGKATAN EKONOMI RAKYAT SEKTOR INFORMAL DR.SYAHRIAR TATO

Posted May 18, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN ILMIAH POPULER, TULISAN POPULAIR

KAWASAN HIBURAN MALAM DAN UPAYA PENINGKATAN
EKONOMI RAKYAT SEKTOR INFORMAL
DR.SYAHRIAR TATO.
A.Latar Belakang
Perubahan dan Modernisasi yang dijadikan sebagai tonggak awal kemajuan zaman telah memberikan pengaruh dan dampak pada berbagai aspek kehidupan dan kemanusiaan yang luar biasa pada abad ini. Modernisasi juga membawa dampak perubahan yang fundamental dalam berbagai bidang dan nilai kehidupan, yang tentunya akan memberi konsekuensi dan pengaruh bagi manusia sebagai komponen dalam kehidupan.
Berkembangnya kota, maka kegiatan yang umumnya terjadi di perkotaan meliputi kegiatan perdagangan dan jasa sebagai basis utama dan salah satu fungsi dari perkotaan, yaitu sebagai pusat perdagangan, penyediaan fasilitas sosial dan pelayanan jasa. Sebagai pusat pelayanan jasa, baik jasa perorangan seperti pengacara, dan dokter sedangkan pelayanan jasa public adalah perbankan, perhotelan, dan tempat hiburan.
Tempat hiburan merupakan salah satu pelayanan jasa yang ada di dalam perkotaan, yang mempunyai fungsi sebagai sarana hiburan bagi masyarakat kota. Di kota saat ini muncul tempat hiburan malam sebagai alternatif bagi masyarakat untuk bersantai dan melepas rasa jenuh setelah seharian bekerja,dan untuk menghilangkan kepenatan.
Ibukota Negara, Jakarta mempunyai tingkat aktivitas yang luar biasa dalam kehidupan malam hari. Kebanyakan hotel Di Jakarta mempunyai bar mereka sendiri atau Night Club, Karoeke, Cafe, dan Live Music. Jakarta termasuk salah satu tempat yang sangat padat di dunia yang memiliki tempat discotik dan cafe.
Bali sebagai salah daerah tujuan wisata memanjakan para wisatawan dengan berbagai hiburan.Hiburan malam salah satunya,yang kerap menjadi daya tarik istimewa bagi para wisatawan dalam mengisi liburan di bali dengan sekedar mendengarkan music untuk melepaskan kepenatan sambil menikmati makan malam bersama keluarga.
Kota Makassar sebagai kota metropolis yang mempunyai beragam fasilitas yang dapat menunjang kehidupan masyarakat seperti penyediaan sarana dan prasarana, pusat perbelanjaan, perkantoran, transportasi serta tersedianya fasilitas hiburan bagi masyarakat untuk sekedar bersantai. Hiburan bagi masyarakat di kota-kota besar seperti Makassar sangat beraneka ragam seperti munculnya Tempat Hiburan Malam dibeberapa lokasi.
Di Makassar, dekat dengan kawasan pelabuhan dan pusat kota,ada kawasan tempat hiburan malam,yang dikenal dengan kawasan hiburan malam, yaitu kawasan Jalan Nusantara. Tidak ada data pasti kapan tepatnya bisnis Hiburan malam berkembang di kawasan ini. Yang jelas, sampai saat ini ratusan PSK telah beroperasi di kawasan ini yang jumlahnya mencapai puluhan tempat hiburan malam. Tempat hiburan itu berjejer di sepanjang Jalan Nusantara yang panjangnya mencapai satu kilometer. Riuhnya bisnis hiburan di kawasan ini terletak di sekitar pelabuhan penumpang Soekarno Hatta dan pelabuhan bongkar muat barang yang menjadi tempat bersantai para awak kapal untuk melepas penat dan mencari hiburan. Kawasan Jalan Nusantara, juga tidak jauh dari Pantai Losari dan Pusat Jajanan Laguna. Kedua tempat ini, adalah salah satu pusat keramaian di Kota Makassar dan di sepanjang jalan terdapat berbagai jenis tempat hiburan malam misalnya saja, cafetaria, tempat karaoke keluarga, diskotik.
Tempat Hiburan Malam di kota Makassar berkembang demikian pesat, ada banyak tempat hiburan bagi para warga di kota Makassar, mereka yang ingin menghabiskan malam dengan alunan musik romantis maupun dentuman musik yang cukup menghentak tinggal memilih tempat sesuai dengan keinginan mereka sebagai sarana hiburan untuk melepas lelah dan kejenuhan.
Sejalan dengan berkembangnya kota Makassar, selain munculnya tempat hiburan malam, maka muncul pula kegiatan masyarakat di sektor informal di sekitar tempat pelayanan jasa seperti tempat hiburan. Angka-angka yang cukup mencolok dalam lonjakan jumlah penduduk dikota besar membuat orang berpikir tentang sebab dan akibatnya. Sebab terjadinya lonjakan jumlah penduduk kota adalah karena pengaruh migrasi, yaitu orang yang datang dari desa atau daerah ke kota besar, atau yang lebih dikenal dengan istilah urbanisasi, selain karena pertambahan penduduk alami kota itu sendiri yang relatif kecil angkanya. Arus migrasi desa-kota yang cukup besar tidak semuanya terserap disektor industri modern dikota, karena keterbatasan sektor industri modern dan tidak semua migran memiliki skill atau kemampuan untuk masuk ke sektor industri modern tersebut. Hal ini mengakibatkan para migran yang tidak dapat masuk ke sektor industri modern lebih memilih sektor informal yang relatif mudah untuk dimasuki.
Agar tetap dapat bertahan hidup ( survive ), para migran yang tinggal dikota melakukan aktifitas-aktifitas informal (baik yang sah dan tidak) sebagai sumber mata pencaharian mereka. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan karena tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan tetapi rendah dan tidak tetap.Beberapa jenis “pekerjaan” yang termasuk di dalam sektor informal, salah satunya adalah pedagang kaki lima, seperti warung nasi, penjual rokok, penjual Koran dan majalah, penjual makanan kecil dan minuman. Mereka dapat dijumpai di pinggir-pinggir jalan di pusat-pusat kota yang ramai pengunjung. Mereka menyediakan barang-barang kebutuhan bagi golongan ekonomi menengah ke bawah dengan harga yang dijangkau oleh golongan tersebut. Tetapi, tidak jarang mereka yang berasal dari golongan ekonomi atas juga ikut menyerbu sektor informal.
Dengan demikian, sektor informal memiliki peranan penting dalam memberikan sumbangan bagi pembangunan perkotaan, karena sektor informal mampu menyerap tenaga kerja (terutama masyarakat kelas bawah) yang cukup signifikan sehingga mengurangi problem pengangguran diperkotaan dan meningkatkan penghasilan kaum miskin diperkotaan. Selain itu, sektor informal memberikan kontribusi bagi pendapatan pemerintahan kota.
Pertumbuhan sektor informal yang cukup pesat tanpa ada penanganan yang baik dapat mengakibatkan ke tidak teraturan dalam penataan ruang kota. Sebagaimana diketahui, banyak pedagang kaki lima yang menjalankan aktifitasnya ditempat-tempat yang seharusnya menjadi Public Space. Public Space merupakan tempat umum dimana masyarakat bisa bersantai, berkomunikasi, dan menikmati pemandangan kota. Tempat umum tersebut bisa berupa taman, trotoar, halte bus, dan juga tempat hiburan malam seperti yang ada di makassar khususnya di jalan nusantara dengan adanya THM tersebut membuat bermunculnya kegiatan di sektor informal seperti pedagang kaki lima di area tersebut.
Pedestrian yang digunakan untuk berjualan dapat mengganggu para pejalan kaki, seringkali kehadiran pedagang kaki lima tersebut mengganggu arus lalu lintas karena para konsumen pengguna jasa memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan. Ketidakteraturan tersebut mengakibatkan Public Space kelihatan kumuh sehingga tidak nyaman lagi untuk bersantai ataupun berkomunikasi.
B.Tentang Tempat Hiburan Malam
1.Definisi Hiburan Malam
Kata Hiburan memiliki persamaan arti dengan kata entertainment dalam Bahasa inggris yang berarti sejenis tourist acctraction dimana para pengunjung yang datang merupakan subyek yang pasif sebagai audince/hadirin yang datang menikmati, menyaksikan ataupun mengagumi kejadian-kejadian yang berlangsung untuk mendapatkan kepuasan rohaniah sesuai dengan motif-motif yang mendorong kunjungan tersebut( R.S Damardjati )
Hiburan merupakan suatu barang atau perbuatan menghibur hati untuk melupakan kesedihan.Hiburan dalam Islam adalah sesuatu yang dapat memberi ketenangan dan kegembiraan kepada seseorang. Dalam ajaran Islam dilakukan dengan syarat tidak ada pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, dan tidak melupakan ajaran-ajaran Allah s.w.t
Kata malam memiliki arti disini yaitu lebih cenderung menunjukkan waktu yaitu malam hari. Jadi Hiburan malam adalah sejenis tourist acctraction dimana para pengunjung yang datang merupakan subyek yang pasif sebagai audince/hadirin yang datang menikmati, menyaksikan ataupun mengagumi kejadian-kejadian yang berlangsung untuk mendapatkan kepuasan rohaniah sesuai dengan keinginan pengunjung yang dilakukan pada waktu malam hari.
2.Jenis-jenis Hiburan Malam
a.Diskotik
Diskotik adalah sutau tempat dimana para pengunjung dapat melakukan disco didalam suatu ruangan yang diiringi lagu-lagu disco yang menghentak dari berbagai negara. Tempat disco tersebut biasanya disebut dance floor (lantai disco).
b.Karaoke
Karaoke adalah suatu tempat hiburan yang disediakan untuk para pengunjung yang suka bernyanyi atau untuk melatih hoby mereka yaitu menyanyi.
c.Pub dan bar
Pub dan bar adalah suatu tempat dimana para pengunjung dihibur lewat lagu-lagu yang diiringi suatu kelompok band sambil menikmati minuman-minuman yang tersedia dan biasanya ruangan dari pub dan bar ini lebih terang bila dibandingkan dengan tempat-tempat hiburan lainnya.
d.Panti Pijat
Panti pijat adalah suatu tempat dimana para pengunjung dapat menikmati fasilitas pijat untuk menghilangkan rasa lelah.
C.Kegiatan Masyarakat Kota
1.Kegiatan Masyarakat
Menurut Poerwadarminta, Kegiatan adalah aktivitas. Kegiatan juga berarti suatu pekerjaan yang dilakukan seseorang dalam menyelesaikan urusannya. Menurut Kartini Kuncoro, kegiatan adalah istilah umum yang dikaitkan dengan keadaan yang selalu bergerak, eksplorasi dan berbagai respon lainnya terhadap rangsangan sekitar.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masyarakat merupakan salah satu satuan dalam sistem sosial atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya berarti society sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa arab yaitu syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti bergaul yang istilah ilmiahnya berarti berinteraksi.
2.Kota dan perkotaan.
Kota dan perkotaan selalu mempunyai arahan yang berbeda. Dalam kamus tata ruang, kota merupakan suatu permukiman yang berpenduduk besar dan dengan luas areal yang terbatas, dimana pada umumnya bersifat non agraris. Kota juga merupakan tempat sekelompok orang dalam jumlah tertentu dan bertempat tinggal bersama dalam suatu wilayah geografis tertentu dengan pola hubungan yang rasional, ekonomis dan individualistis.
Sementara perkotaan memiliki arti yang lebih luas, dimana terdapat daerah permukiman yang meliputi kota induk dan daerah pengaruh di luar batas administrasinya yang berupa daerah pinggiran sekitarnya.
Kota adalah kegiatan ekonomi, pemerintah, politik, dan sosial sehingga membuat perkembangan disegala bidang seperti pembangunan fisik kota, yaitu bangunan-bangunan yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu dan juga pembangunan manusianya yang tinggal di kota maupun yang beraktivitas dengan keahlian maupun kemakmuran.
Menurut Adisasmita, kota adalah suatu simpul jasa distribusi atau sebagai Growth centre). suatu kota tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dan masalah yang ada di kota tersebut. maupun di daerah hinterlannya. (daerah belakangnya) dalam suatu interaksi yang berimbang.
Berkembangnya suatu Kota lebih banyak dipengaruhi oleh fungsi yang diemban oleh kota itu sendiri, sebagai simpul jasa dan distribusi sehingga harus didukung dengan kegiatan dan aktivitas perkotaan berupa:
a.Pusat kegiatan perkantoran dan pelayanan jasa.
b.Pusat kegiatan perdagangan dan transportasi.
c Pusat Kegiatan pelayanan sosial ekonomi.
d.Penunjang pemukiman
Menurut Budiharjo, bahwa peranan kota-kota dalam pembangunan wiayah dan nasional harus di barengi dengan usaha pengembangan antara lain :
a. Mengembangkan sistem kota yang dapat mengoptimalkan tingkat pelayanan dan tingkat ekonomi.
b.Mengembangkan Urban Governance yang dapat mewujudkan fungsi dan tingkat pelayanan kota menurut sistem kota yang optimal.
c.Meningkatkan hubungan desa-kota termasuk daerah mega urban yang dapat mendorong dan menyerahkan pembangunan antara desa-kota.
d.Meningkatkan produktivitas daerah pekotaan dalam rangka mempercepat tercapainya fungsi kota yang diinginkan dalam system kota.
Kota adalah suatu pemukiman yang bangunannya rapat, dan penduduknya bernafkah bukan petani. Tedapat juga pengertian bahwa suatu kota dicirikan oleh adanya prasarana perkotaan, seperti bangunan yang besar bagi pemerintahan, rmah sakit, sekolah, pasar, dan sebagainya, taman serta alun-alun yang luas dan jalanan yang telah teraspal. suatu hal yang khas bagi suatu kota menurut Johara T.J adalah kota itu umumnya mandiri atau serba lengkap, yang berarti penduduk kota bukan hanya bertempat tinggal saja di dalam kota itu dan berekreasi pun di lakukan dalam kota itu.Keadaan ini sangat berlainan dengan kadaan di dalam kampung diwilayah pedesaan, dimana penduduk umumnya harus pegi keluar kampong untuk mencari nafkah. dengan demikian kota menyediakan segala fasilitas bagi kehidupan baik sosial maupun ekonomi sehingga baik bertempat tinggal maupun bekerja dan berkreasi dapat di lakukan oleh penduduk di dalam kota.
Menurut ahli sejarah tumbuhnya lingkungan fisik tempat berlangsungnya kehidupan dari sekelompok manusia atau lebih adalah merupakan awalanya perkembangan suatu lingkungan hidup yang dinamakan kota.
Fungsi kota itu sendiri mengandung fungsi Primer dan fungsi Sekunder yang keduanya menentukan perwujudan penyelenggaraan fungsi kota. fungsi Primer merupakan fungsi kota dalam hubungannya dengan kedudukan kota sebagai pemusatan pelayanan bagi jasa di luar penyelenggaraan fungsi primer. fungsi ini dapat bersifat pertahanan keamanan yang selanjutnya disebut sebagai fungsi sekunder yang bersifat khusus. penyelenggaraan fungsi-fungsi diatas memerlukan ruang di dalam kota yang perlu penataan.
Ukuran kota yang optimal ditentukan oleh berbagai faktor ekonomi, sosial dan geografis yang berbeda-beda antara masing-masing Negara. tidak ada batas tertentu mengenai ukuran atau besarnya suatu kota sepanjang ia dapat berkembang keluar dan keatas (Horizontal dan vertikal)
Pada dasarnya pusat kota mempunyai potensi pendorong dan penarik kekuatan sosial ekonomi yang dapat menciptakan perubahan pesat pada suatu kota. lokasi pusat kota sering cenderung ditentukan oleh transportasi, antara lain harus mudah dicapai oleh pejalan kaki dan pemakai kendaraan. secara fisik pusat kota di dominasi oleh bangunan dengan intensitas tinggi, hal-hal yang alamiah terbatas. Karakteristik yang lain yang juga terlihat adalah adanya kecenderungan aktifitas sejenis seperti komersial, administrasi, perdagangan eceran, jasa, rekreasi dan aktifitas sosial budaya
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
-Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
-Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
D. Kegiatan Sektor Informal
1.Munculnya Kegiatan Sektor Informal
Pembahasan tentang “sektor informal” telah menghasilkan sejumlah besar dokumentasi dari berbagai pelosok dunia. Ulasan tentang kegiata-kegiatan sektor informal selama ini umumnya terfokus secara eksklusif pada konteks kontemporernya yang diantaranya membahas tentang tingkat penghasilan pengusaha, jumlah tenaga kerja, latar belakang sosial ekonomi para pekerja dan sebagainya. Ulasan-ulasan tersebut ternyata belum mampu memberikan gambaran yang utuh tentang fenomena informalitas. Oleh karena itu perlu kiranya dalam hal ini diungkapkan munculnya gejala sektor informal dalam konteks sejarah karena melalui sejarah ini dapat menyingkap akar-akar kegiatan sektor informal serta keterkaitannya dengan perkembanganperkembangan makro dalam sistem sosial ekonomi yang lebih luas. Konsep sektor informal mulai diperkenalkan pada awal dasawarsa 1970-an ke dunia internasional. Tetapi masalah gejala munculnya sektor informal ini harus ditelusuri secara terpisah dari perkembangan konsepnya.
Kegiatan-kegiatan seperti yang dikemukakan pada ekonomi informal saat ini sudah sejak tahun 1724 dikota Batavia (Jakarta). Dikatakannya bahwa saat itu di sepanjang jalan kota terdapat penjaja-penjaja yang berkeliling membawa segala macam barang yang diperdagangkan. Mereka menjual bermacam-macam sayuran, porselin, kain, barang kerajinan, teh, roti, air minum, bunga, pakaian bekas, kaos kaki dan lain-lain. Praktek penjualan semacam itu sebelumnya dilarang oleh VOC dan baru diperbolehkan pada tahun 1739. Pada abad itu sistem penjajahan telah de fakto menduduki posisi tertentu dalam sistem perekonomian kota yang nantinya akan diisi oleh kegiatan-kegiatan informal. Kebiasaan ibu-ibu rumah tangga di Batavia membeli kebutuhan rutin mereka di halaman rumahnya telah membuka sistem penjajaan ke rumah-rumah sebagai kebutuhan tetap bagi jalannya ekonomi kota.
Dengan bekal mobilitas yang tinggi ini para pedagang informal perlahan-lahan akan menguasai segmen pasar ini. Dalam sebuah kajian lain ada yang menyimpulkan bahwa cikal bakal ekonomi informal perkotaan mulai muncul pada abad ke-19, kemudian mengambil bentuk modernnya pada dasawarsa 1920 atau 1930-an, sedangkan mencapai proporsi dominanya mulai dasawarsa 1950-an (Candrakirana).
2.Konsep Sektor Informal
Konsep sektor informal muncul dalam konsep keterlibatan pakar-pakar internasional dalam perencanan pembangunan di Dunia Ketiga. Gejala ini muncul setelah kelahiran Negara-negara maju setelah berakhirnya Perang Dunia II. Pada waktu itu muncullah gagasangagasan di tingkat internasional maupun nasional untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi pada Negara-negara dimaksud.
Melalui lembaga-lembaga internasional didirikanlah lembagalembaga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Negara-negaraberkembang seperti The World Bank, International Monetary Found (IMF) dan juga International Labour Organization (ILO). Lembaga-lembaga tersebut melakukan berbagai studi mengusulkan kebijakan dan turut campur tangan dalam pengambilan keputusan menyangkut berbagai bidang yang dianggap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu Negara berkembang. ILO meluncurkan program untuk World Employment Programme (WEP) yang diterbitkan pada tahun 1972, menggulirkan konsep informal pertama kali yang diperkenalkan di dunia internasional (Chandrakirana ). Jean Breman mengatakan istilah sektor informal pertama kali dikemukakan oleh Hart pada tahun 1971 dengan menggambarkan sektor informal sebagai bagian angkatan kerja yang tidak terorganisir. Manning dan Effendi mengemukakan bahwa Keith Hart seorang antropolog Inggris adalah orang pertama kali melontarkan gagasan sektor informal dalam penelitiannya di suatu kota di Ghana pada tahun 1973
Sektor Informal adalah aktivitas ekonomi yang berada di luar sistem ekonomi yang legal, tak dilindungi hukum, rawan terhadap kemungkinan
eksploitasi oleh orang yang terlibat kriminal, preman, atau siapa
saja yang bisa memanipulasi hukum.
Pengertian sektor informal menurut Hart memiliki ciri-ciri mudah keluar masuk pekerjaan, mengusahakan bahan baku lokal tanpa berdasarkan hukum formal, unit usaha merupakan keluarga, jangkauan operasionalnya sempit, kegiatannya bersifat padat karya dengan menggunakan teknologi yang masih sederhana (tradisional), pekerja yang terlibat di dalamnya memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah serta keahlian yang kurang memadai, kondisi pasar sangat bersaing karena menyangkut hubungan antara penjual dan pembeli yang bersifat personal dan keadaanya tidak teratur .
Prakarsa dari Hart ini kemudian diteruskan oleh ILO (International Labour Organization) dalam berbagai studinya di negara-negara sedang berkembang. Untuk memberikan gambaran pengertian sektor informal di Indonesia, Hidayat mengemukakan ciri-cirinya sebagai berikut. Kegiatan usaha tidak terorganisasi secara baik, karena unit usaha yang timbul tidak menggunakan fasilitas atau kelembagaan yang tersedia di sektor formal. Pada umumnya, unit usaha tidak mempunyai izin usaha. Pola kegiatan usaha tidak teratur, baik dalam arti lokasi maupun jam kerja. Pada umumnya, kebijaksanaan pemerintah untuk membantu golongan ekonomi lemah tidak sampai ke sektor ini. Unit usaha mudah keluar masuk dari satu sub sektor ke lain sub sektor. Teknologi yang dipergunakan bersifat tradisional. Modal dan perputaran usaha relatif kecil, sehingga skala operasi juga relatif kecil; tidak diperlukan pendidikan formal karena pendidikan yang diperlukan diperoleh dari pengalaman sambil bekerja.
Pada umumnya, usaha termasuk golongan yang mengerjakan sendiri usahanya dan kalau mengerjakan buruh berasal dari keluarga. Sumber dana modal usaha pada umumnya berasal dari tabungan sendiri atau dari lembaga keuangan yang tidak resmi. Hasil produksi atau jasa terutama dikonsumsi kota atau desa yang berpenghasilan rendah, tetapi kadang-kadang juga berpenghasilan menengah. Berdasarkan konsep yang telah ada sebelumnya dan disesuaikan dengan kondisi saat ini dan pertimbangan-pertimbangan kemajuan pembangunan yang telah dicapai maka yang digolongkan ke dalam sektor informal:
-Pola kegiatannya tidak teratur, baik dalam arti waktu, pemodalan, maupun penerimaannya.
-Modal, peralatan dan perlengkapan maupun omzetnya biasanya kecil dan diusahakan atas dasar hitungan harian
-Tidak mempunyai keterkaitan (linkage) dengan usaha lain yang besar
-Lokasi usaha ada yang menetap dan ada yang berpindah-pindah.
-Tidak membutuhkan tingkat pendidikan tinggi.
-Merupakan usaha kegiatan perorangan ataupun unit usaha kecil yang memperkerjakan tenaga kerja yang sedikit (kurang dari 10) dari lingkungan hubungan keluarga, kenalan, atau berasal dari daerah yang sama.
Sektor informal merupakan Aktifitas ekonomi yang mengambil tempat diluar norma formal dari transaksi ekonomi yang dibentuk oleh negara dalam dunia bisnis. Sektor informal tidak berarti ilegal. Namun, secara umum istilah sektor informal mengacu pada usaha kecil atau mikro yang dikelola secara individual atau keluarga. Sektor informal menukarkan barang-barang dan jasa yang legal tetapi tidak dilengkapi dengan izin usaha yang memadai
Usaha-usaha sektor informal yang dimaksud diantaranya pedagang kaki lima, pedagang keliling, tukang warung, sebagian tukang cukur, tukang becak, sebagian tukang sepatu, tukang loak serta usaha usaha rumah tangga seperti : pembuat tempe, pembuat kue, pembuat es mambo, barang-barang anyaman dan lain-lain.
Berdasarkan berbagai pendapat, dapat disampaikan bahwa konsep sektor informal lebih difokuskan pada aspek-aspek ekonomi, aspek sosial dan budaya. Aspek ekonomi diantaranya meliputi penggunaan modal yang rendah, pendapatan rendah, skala usaha relatif kecil. Aspek sosial diantaranya meliputi tingkat pendidikan formal rendah berasal dari kalangan ekonomi lemah, umumnya berasal dari migran. Sedangkan dari aspek budaya diantaranya kecenderungan untuk beroperasi diluar sistem regulasi, penggunaan teknologi sederhana, tidak terikat oleh curahan waktu kerja. Dengan demikian cara pandang di atas tentang sektor informal lebih menitik beratkan kepada suatu proses memperoleh penghasilan yang dinamis dan bersifat kompleks. Di samping aspekaspek di atas, kehadiran sektor informal dapat dilihat dari dua segi yaitu segi positif dan segi negatif. Segi positif diantaranya mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, kemampuan menyerap angkatan kerja yang sekaligus sebagai katub pengaman terhadap pengangguran dan kerawanan sosial, menyediakan kebutuhan bahan pokok untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sedangkan dari segi negatifnya adalah mengganggu lalulintas, mengganggu keindahan kota dan mengganggu kebersihan.
Wirosardjono mengemukakan ciri-ciri sektor informal sebagai berikut:
a.Pola kegiatannya tidak teratu, baik dalam waktu, permodalan, maupun penerimaan.
b.Tidak tersentuh oleh peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga kegiatannya sering dikatakan liar.
c.Modal, peralatan, dan perlengkapan maupun omzetnya biasanya kecil dan diusahakan atas dasar hitungan harian.
d.Tidak mempunyai tempat tetap.
e.Umunya dilakukan oleh dan melayani golongan masyarakat yang berpendapatan rendah.
f.Tidak membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus sehingga dapat menyerap bermacam-macam tingkatan tenaga kerja.
g.Umunya satuan usaha mempekerjakan tenaga yang sedikit dan dari lingkungan hubungan keluarga, kenalan, atau berasal dari daerah yang sama.
h.Tidak mengenal sistem perbankan, pembukuan,perkereditan, dan sebagainya.
Todaro dan Abdullah menyebutkan ciri-ciri sektor informal sebagai berikut :
a.Sebagian besar memiliki produksi yang berskala kecil, aktivitas-aktivitas jasa dimiliki oleh perorangan atau keluarga dan dengan menggunakan teknologi yang sederhana.
b.Umumnya para pekerja bekerja sendiri dan sedikit yang memiliki pendidikan formal yang tinggi.
c.Produktivitas pekerja dan penghasilannya cenderung lebih rendah daripada sektor informal.
d.Para pekerja sektor informal tidak dapat menikmati perlindungan seperti yang didapat dari sektor informal dalam bentuk jaminan kelangsungan kerja, kondisi kerja yang layak, dan jaminan pensiun.
e.Kebanyakan pekerja yang memasuki sektor informal adalah pendatang baru dari desa yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sektor formal.
f.Motivasi mereka biasanya untuk mendapatkan penghasilan yang bertujuan hanya untuk dapat hidup (survive), bukannya untuk mendapatkan keuntungan dan hanya mengandalkan pada sumber daya yang ada pada mereka untuk menciptakan pekerjaan.
g.Mereka berupaya agar sebanyak mungkin anggota keluarga mereka ikut berperan serta dalam kegiatan yang mendatangkan penghasilan dan meskipun begitu mereka bekerja dengan waktu yang panjang.
h.Kebanyakan diantara mereka menempati gubuk-gubuk yang mereka buat sendiri di kawasan kumuh (slum area) dan permukiman liar (scheller) yang umumnya jarang tersentuh pelayanan jasa seperti listrik, air, transportasi, serta jasa-jasa kesehatan dan pendidikan.
Sethuraman mengatakan, sektor informal biasanya digunakan untuk menunjukkan sejumlah kegiatan ekonomi yang berskala kecil. Akan tetapi, sektor informal tidak bisa disebutkan sebagai perusahaan berskala kecil. Sektor informal terutama dianggap sebagai manifestasi dari suatu pertumbuhan kesempatan kerja di negara yang sedang berkembang. Mereka memasuki kegiatan berskala kecil dikota, terutama bertujuan untuk mencari kesempatan kerja dan pendapatan daripada memperoleh keuntungan karena mereka yang terlibat dalam sektor ini pada umumnya miskin, berpendidikan sangat rendah , tidak terampil dan kebanyakan para migran. Jelaslah bahwa mereka bukan kapitalis yang mencari investasi yang menguntungkan dan juga bukan pengusaha seperti yang dikenal pada umumnya.
Lebih lanjut Seuthraman menyatakan bahwa sektor informal di kota terutama harus dipandang sebagi unit-unit berskala kecil yang terlibat dalam produksi dan distribusi barang-barang yang masih dalam suatu proses evolusi daripada dianggap sebagai sekelompok perusahaan yang berskala kecil dengan masukan-masukan (inputs) modal dan pengelolaan (manajerial) yang besar. Skala operasi adalah karakteristik terpenting yang muncul dari konsep sektor informal. Meskipun skala operasi dapat diukur dengan berbagai macam-macam cara antara lain meliputi besarnya modal, omzet, dan lain-lain, tetapi karena ciri-ciri ini biasanya berhubungan erat satu dengan yang lain, maka alat ukur yang paling tepat untuk mengukur skala operasi adalah jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut
Melihat skala kota sebagai suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari unit-unit produksi dan distribusi, maka unit-unit yang memiliki 10 orang kebawah diklasifikasikan kedalam sektor informal. Pemilihan kriteria ini didasarkan pada keyakinan bhawa perusahaan yang memiliki lbih dari 10 pekerja tidak mungkin didirikan dengan motif utama memanfaatkan kesempatan kerja.
Dari pengertian yang diberikan Soetjipto Wirosardjono, Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Todaro, Abdullah, dan Seuthraman dapat disimpulkan bahwa sektor informal yang dimaksud memiliki ciri-ciri sebagai berikut ;
a.Modal maupun omzetnya biasanya kecil dan usaha itu dilakukan atas dasar hitungan harian.
b.Peralatan dan perlengkapan yang digunakan biasanya sederhana.
c.Tidak mempunyai tempat tetap dan mudah dipindahkan oleh pihak yang berwenang, biasanya menempati di lokasi tertentu disepanjang jalan kaki lima (trotoar).
d.Umumnya kegiatan dilakukan oleh dan melayani keterampilan khusus sehingga dapat menyerap bermacam-macam tingkatan kerja.
e.Relatif tidak membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus sehingga dapat menyerap bermacam-macam tingkatan tenaga.
f.Umumnya tiap satuan usaha mempekerjakan tenaga yang sedikit dan dari lingkungan hubungan keluarga, teman dekat, orang yang dipercaya, atau berasal dari daerah yang sama.
g.Pengelolanya dibantu oleh sejumlah kecil orang (menurut Suthraman kurang dari 10 orang).
h.Lebih dimaksudkan untuk mencari lapangan pekerjaan daripada untuk mencari keuntungan. Ciri-ciri baku dari sektor informal menurut Sethuraman, yaitu :
1.Seluruh aktivitas berstandar pada sumber daya sekitarnya.
2.Ukuran usaha umumnya kecil dan aktivitas merupakan usaha keluarga.
3.Untuk menopang aktivitas digunakan teknologi yang tepat guna dan memiliki sifat yang padat karya.
4.Tenaga kerja yang bekerja dalam aktivitas sektor ini telah terdidik atau terlatih dalam pola-pola yang tidak resmi.
5.Seluruh aktivitas mereka dalam sektor ini berada di luar jalur yang diatur pemerintah.
6.Aktivitas mereka bergerak dalam pasar sangat bersaing
3.Terbentuknya Sektor Informal
Angka-angka yang cukup mencolok dalam lonjakan jumlah penduduk dikota besar membuat orang berpikir tentang sebab dan akibatnya. Sebab terjadinya lonjakan jumlah penduduk kota adalah berduyun-duyunnya orang yang datang dari desa atau daerah ke kota besar, atau yang lebih dikenal dengan istilah urbanisasi, selain karena pertambahan penduduk alami kota itu sendiri yang relatif kecil angkanya. Sedangkan akibat penduduk kota yang melonjak adalah terdapat kelompok-kelompok masyarakat di kota dengan berbagai macam ragam, ada lapisan masyarakat atas, menengah, dan bawah. Lapisan masyarakat menengah keatas pada umumnya mampu memasuki sektor formal karena memiliki keterampilan, tingkat pendidikan yang cukup dan akses yang dimilikinya.
Lapisan masyarakat menengah ke bawah dengan keterampilan, pendidikan, dan akses yang terbatas peluang untuk memasuki sektor informal sangat terbatas. Akhirnya mereka menggeluti sektor informalyang tidak mensyaratkan kriteria yang berlebih. Dengan modal yang terbatas, ditambah dengan keterampilan dan keuletan, mereka mampu bertahan hidup di perkotaan.
Jenis usaha yang digelar oleh pedagang sektor informal berbagai macam, antara lain warung makan semi permanen di kaki lima, menjajakan makanan dengan menggunakan gerobak; warung kelontong dalam gerobak; menjual minuman dan makanan di tempat keramaian.
4.Dorongan Memasuki Sektor Informal di Perkotaan
Dorongan seseorang untuk memasuki sektor informal di perkotaan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, budaya dan psikologi. Namun, diantara dorongan faktor-faktor di atas, Hugo dan Mazumdar, misalnya lebih melihat faktor ekonomi sebagai faktor dominan yang melatar belakangi seseorang memasuki sektor informal di perkotaan. Dorongan faktor ekonomi ini antara lain dapat meliputi tiga hal berikut.
a.karena adanya ketimpangan pembangunan antara desa dan kota (urban bias development). Dengan perkataan lain, berbagai sumber-sumber ekonomi dan sasaran penunjang perekonomian lebih terkonsentrasi di kota dibandingkan dengan di desa.
b.karena adanya kemiskinan di pedesaan. Kemiskinan ini terjadi antara lain karena rendahnya penguasaan terhadap lahan pertanian. Sensus pertanian 1993 menyebutkan bahwa hampir 60% penduduk desa tidak memiliki lahan, sementara itu 80% dari penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Kalaupun mereka memiliki lahan, luas pemilikan lahan rata-rata hanya 0,30 ha1′. Keadaan ini menyebabkan sebagian besar dari petani gurem lebih memilih bekerja sebagai buruh tani atau bekerja di sektor informal perkotaan.
c.karena kurangnya penyediaan kesempatan kerja. Di Pedesaan initerjadi antara lain karena kurangnya sektornon pertanian di pedesaan. Keadaan ini pada gilirannya menyebabkan peningkatan yang terjadi pada angkatan kerja (kurang lebih 2% /tahun) tidak tertampung pada sektor tersebut. Demikian pula, dengan berkembangnya pendidikan. Di pedesaan, angkatan muda di pedesaan pun kini mempunyai kecenderungan mengalami perubahan dalam hal persepsi, sikap dan motivasi terhadap pertanian. Akibatnya mereka “enggan” bekerja disektor pertanian dan ingin bekerja di sektor non-pertanián.
Disamping faktor-faktor ekonomi tersebut di atas, beberapa faktor ekonomi lainnya dapat meliputi hal-hal berikut ini. Pertama adalah karena sektor informal relatif tidak memerlukan modal dan ketrampiian yang tinggi. Kedua, kegiatan usaha sektor informal relatif mudah untuk dilakukan oleh setiap orang. Artinya bahwa faktor input yang digunakan daiam kegiatan usaha ini reaitif tidak terlalu kompleks. Dan ketiga, pengelolaan usaha dalam sektor informal relatif mudah.
Akibat dari berbagai faktor ekonomi di atas, maka saat ini sektor informal diperkotaan tumbuh dan berkembang dengan pesat. Keadaan ini tentu saja memerlukan perhatian bersama agar kehadiran sektor ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
E.Sektor Informal dan Penyerapan Angkatan Kerja
Timbulnya sektor informal di kota tidak terlepas dari latar belakang sejarah perekonomian tradisional yaitu perekonomian pedesaan yang sebagian besar didasarkan pada struktur pertanian dengan pola bercocok tanam sederhana. Karena rendahnya upah tenaga kerja di sektor pertanian dan semakin langkanya lahan-lahan pertanian di pedesaan, maka banyak tenaga kerja yang memilih alternatif lain untuk urbanisasi dan bekerja di sektor non pertanian. Berdasarkan hasil suatu penelitian Cahyono disimpulkan bahwa dari proporsi tenaga kerja yang mencari nafkah di berbagai sektor dalam pembangunan ekonomi, ternyata dari tahun ke tahun penyediaan kesempatan kerja sektor pertanian semakin menurun, sedangkan pada sektor non pertanian menunjukkan kenaikan. Dalam hubungan ini ternyata sebagian besar angkatan kerja terserap pada sektor informal.
Angkatan kerja yang merupakan bagian dari tenaga kerja dimana tenaga kerja itu sendiri mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja, yang sedang mencari pekerjaan dan yang melakukan kegiatan lain seperti bersekolah dan mengurus rumah tangga ( Simanjuntak). Dengan demikian tidak semua penduduk dapat dikatagorikan sebagai tenaga kerja, sebab diantara penduduk tersebut ada yang kurang mampu memproduksi barang atau jasa misalnya anak-anak di bawah usia kerja, orang yang lanjut usia atau jompo).
Secara praktis pengertian tenaga kerja biasanya hanya dilihat dari segi umur dengan melihat batas umur, maka secara praktis pula dapat ditentukan golongan tenaga kerja dan golongan bukan tenaga kerja. Di tiap-tiap Negara batas umur tenaga kerja ini tidak sama. Di Indonesia dipilih batas umur minimum 10 tahun tanpa batas umur maksimum. Dengan memperhatikan hal tersebut di atas maka keseluruhan penduduk apabila dilihat dari sudut ketenagakerjaan secara garis besar dapat dibagi dua yaitu : penduduk usia kerja (working age population) dan penduduk di luar usia kerja (non working age population). Yang menjadi pertanyaan adalah apakah semua tenaga kerja berpartisipasi aktif dalam pekerjaan. Secara ekonomis tidak semua tenaga kerja terlibat dalam pekerjaan atau kegiatan produktif. Hanya sebagian dari mereka yang sesungguhnya terlibat, sedangkan sebagian lainnya tidak terlibat. Mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan yang produktif disebut bukan angkatan kerja (non in the labour force). Sedangkan mereka yang terlibat dalam pekerjaan atau usaha produktif disebut angkatan kerja (labour force).
Angkatan kerja terdiri dari golongan yang bekerja dan golongan yang sedang mencari kerja atau menganggur. Golongan yang bekerja yaitu orang-orang yang sudah aktif dalam kegiatannya dalam proses produksi guna menghasilkan barang atau jasa. Sedangkan golongan yang sedang mencari kerja atau orang yang menawarkan jasa tenaga atau pikiran untuk proses produksi guna menghasilkan barang atau jasa. Jumlah orang yang dapat terserap dalam suatu pekerjaan tergantung dari besarnya permintaan (demand) dalam masyarakat. Sedangkan besar kecilnya permintaan tenaga kerja dipengaruhi antara lain oleh aktivitas ekonomi maupun tingkat upah. Permintaan tenaga kerja ini dapat dating dari sektor formal maupun sektor informal.
Sektor informal yang umumnya dipandang sebagai pekerjaan yang inferior, ternyata mempunyai banyak bidang usaha. Satu diantaranya adalah bidang usaha perdagangan dan salah satu pelaku di bidang perdagangan ini adalah pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima dalam usahanya mempunyai beberapa karakteristik pasar diantaranya yaitu: pasar tidak terorganisir dengan baik, umumnya tidak memiliki izin usaha, lokasi pasar tidak permanen dan waktu yang digunakan untuk usaha tidak teratur. Beberapa karakteristik ini dapat mempengaruhi permintaan maupun penawaran angkatan kerja untuk memasuki kerja (terserap) oleh sektor informal. Oleh karenanya kaitan antara sektor informal dan penyerapan angkatan kerja dapat dikemukakan sebagai berikut :
a)Persyaratan Masuk. Angkatan kerja mudah terserap pada sektor informal, alasan ini karena sektor informal memberikan kebebasan masuk maupun keluar kerja kepada angktan kerja tanpa adanya persyaratan-persyaratan seperti yang diberlakukan pada sektor formal. Akibatnya bagi angkatan kerja yang berminat/tertarik untuk memasuki kerja di sektor informal langsung dapat terserap sesuai dengan jenis yang diminati.
b)Waktu kerja. Dari segi waktu kerja sektor ini memberikan kebebasan waktu kepada angkatan kerja. Dengan adanya kebebasan waktu kerja ini angkatan kerja akan lebih fleksibel untuk menjalankan usahanya sehingga bagi siapapun yang memasuki sektor ini dapat memilih waktu yang diinginkan.
c)Umur. Secara relatif bekerja pada sektor informal tidak batas umur yang mengikat seperti yang diberlakukan pada sektor formal. Secara relatif bekerja di sektor informal tidak ada istilah usia produktif atau non produktif. Siapapun yang berminat memasuki sektor ini dalam usia berapapun dapat membuka dan menjalankan usahanya. Dari gambaran ini bagi angkatan kerja yang sudah tidak dipekerjakan di sektor formal (dipensiunkan misalnya) dan masih berminat untuk bekerja maka dapat terserap pada sektor informal.
d)Jenjang pendidikan. Seperti disebutkan dimuka bahwa sektor informal umumnya dipandang sebagai pekerjaan yang inferior, maka bagi angkatan kerja yang mempunyai pendidikan formal terbatas (rendah) apalagi hanya buta huruf, tentunya akan sulit memasuki kerja di sektor formal. Oleh karena itu sektor informal menawarkan kesempatan kerja kepada angkatan kerja yang berminat memasukinya. Denga tertampungnya angkatan kerja memasuki sektor ini, mereka dapat dikatakan telah terserap pada sektor informal. Menggarisbawahi keunggulan-keungulan sektor informal seperti yang disebutkan di atas, maka keberadaan sektor informal jangan hanya dipandang sebagai hal yang negatifsaja tetapi termasuk segi positifnya juga. Dari segi positifnya sektor informal mempunyai dampak sebagai berikut :
-Mempunyai daya kemampuan untuk menyerap angkatan kerja. Hal ini mengingat keterbatasan sektor formal dalam menyerap angkatan kerja.
-Mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Sektor informal yang selama ini bagi sebagian orang dianggapnya lebih sering sebagai beban yang mencemari keindahan dan ketertiban kota, bahkan kadangkala mereka dijadikan buronan pihak Satpol PP (ketertiban umum). Walaupun terdapat dampak negatif, tetapi tidaklah berarti sektor ini “harus dimusuhi” tetapi justru perlu dilindungi, dibangun, dikembangkan/dibina sehingga dampak negatif bisa dihilangkan. Sektor informal seharusnya dijadikan kelompok sasaran (target Groups) karena sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa bantuan pemerintah. Sektor ini telah memberi andil dan ikut berperan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai proses pembangunan ekonomi dan perubahan sosial. Dalam rangka mengemban misi pemerataan pembangunan di era otonomi daerah, maka sudah selayaknya bilamana kebijakan-kebijakan ekonomi dalam rangka pemerataan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha pertumbuhannya dirangsang dari “bawah” khususnya yang bergerak di sektor industri kecil di pedesaan dan sektor informal di perkotaan. Sektor informal di perkotaan telah terbukti dapat terus langgeng, bahkan meningkat walaupun kadangkala di kejar-kejar oleh aparat ketertiban. Berarti sektor informal tidak dapat dihapuskan. Sebaliknya sektor informal perlu dibina dan diarahkan karena ternyata di sisi lain sektor informal juga membayar restribusi yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, yang selanjutnya dana tersebut dapat diputar kembali untuk pembiayaan pembangunan.
F.Legalitas Sektor Informal
Bentuk sektor informal dapat dipilahkan antara sektor informal yang bersifat legal yang biasanya menempati lokasi yang ditentukan oleh pemerintah daerah setempat dan dibuka secara kontinu. Biasanya modal yang digunakan relatif lebih besar dibandingkan dengan sektor informal ilegal. Sedangkan sektor informal yang dilakukan secara ilegal menempati usaha yang tidak ditentukan oleh pemerintah daerah setempat sebagai lokasi sektor informal.
Kondisi jalan raya lebar yang sempit, biasanya pedagang kaki lima hanya diperbolehkan menggelar sarana usahanya di atas kaki lima. Di daerah lalu lintas yang padat dan diatas sekolah biasanya tidak diizinkan pedagang kaki lima menggelar usahanya. Hanya dalam kasus-kasus tertentu sektor informal diperbolehkan melakukan aktivitas diatas selokan yang tertutup. Misalnya karena suatu kawasan terdapat penertiban dan penggusuran sektor informal yang lokasinya akan dibangun suatu aktivitas tertentu, karena keterbatasan lahan, sektor informal yang digusur diperbolehkan melakukan aktivitas.
Ada juga pedagang sektor informal ilegal yang lokasinya dapat berpindah-pindah mengikuti kerumunan konsumen yang berada. Apabila ada event dan kerumunan orang di alun-alun atau lapangan, mereka akan menggelar sarana usahanya di tempat itu. Apabila pedagang ilegal ini kehadirannya tidak mengganggu ketertiban umum adakalanya mereka dibiarkan melakukan usahanya. Akan tetapi apabila pemerintah daerah suatu saat melakukan razia, sarana usaha, dan barang dagangan diangkut ke mobil petugas.
Pelaku kegiatan sektor informal ilegal seringkali merasa was-was apabila sewaktu-waktu kegiatannya digusur. Bahkan perasaan serupa dialami oleh pedagang sektor informal legal. Persoalan ilegal dan legal berkaitan dengan lokasi yang diizinkan oleh pemerintah kota setempat. Apabila kebutuhan masyarakat akan kehadiran sektor informal ilegal dibutuhkan dan tidak mengganggu lingkungan, dapat terjadi lokasi yang semula memiliki status ilegal bagi pedagang sektor informal, akan diberi status legal melalui peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota setempat. Status legalisasi ini memiliki manfaat bagi pemerintah maupun bagi pedagang kaki lima. Beberapa manfaat diantaranya :
a.Secara psikologis pedagang kaki lima lebih terlindungi
b.Terdapat pembinaan lingkungan yang bersih dan estetis bagi pedagang kaki lima sehingga kehadiran pedagang kaki lima akan ikut memlihara keindahan kota.
Legalisasi lokasi yang semula ilegal menjadi legal merupakan salah satu bentuk formalisasi sektor informal. Ada juga formalisasi pedagang kaki lima dengan cara memeberi kesempatan pedagang kaki lima atau pedagang kecil yang baru untuk menempati sebuah tempat di dalam pusat perbelanjaan modern.
G.Sarana Usaha sektor informal
Sarana usaha sektor informal dapat dipilah menjadi sarana usaha yang bersifat permanen, semipermanen, dan tidak permanen. Saran usaha yang bersifat permanen biasanya menggunakan bangunan yang dindingnya terbuat dari batu bata, batako, tembok, atau kayu/papan yang dibangun secara kuat diatas suatu lahan. Sarana usahanya dibangun untuk jangka waktu yang lama. Sarana usaha yang bersifat semipermanen pemasangan bahan-bahan bangunannya dapat dibongkar pasang. Biasanya, sarana usahanya menggunakan tenda yang mudah dibongkar pasang atau gerobak yang mudah dipindahkan.
Sarana usaha yang bersifat tidak permanen menggunakan tikar, tanpa pelindung di atasnya. Sarana usaha yang bersifat tidak permanen ini mudah dipindahkan sehingga dapat mengikuti kerumunan orang-orang yang potensial membeli barang dagangannya. Sarana usaha yang dinamis ini dapat memberikan penghasilan yang lebih tinggi bagi pelaku sektor informal dengan sarana usaha permanen dan semipermanen.
Sektor informal dengan sarana usaha permanen dan semipermanen sebenarnya bukan sarana usaha yang dibenarkan, karena;
a.Telah ada peraturan yang menentukan bahwa sektor informal seharusnya memiliki sarana usaha tidk permanen.
b.Kegiatan sektor informal dilakukan di ruang publik diatas lahan pemerintah kota sehingga sewaktu-waktu usaha tersebut harus dapat dipindahkan.
c.Kehadiran sarana usaha sektor informal, khususnya pedagang kaki lima dianggap mengganggu keindahan kota.
Dikarenakan kelonggaran pemerintah kota, biasanya sektor informal dengan sarana usaha semipermanen diizinkan, dengan catatan setelah kegiatan usai, sarana usaha itu harus dibongkar.
H.Kekuatan dan Kelemahan Sektor Informal
•Beberapa kekuatan yang dimiliki sektor informal sebagai berikut:
1. Daya Tahan
Selama krisis ekonomi, terbukti sektor informal tidak hanya dapat bertahan, bahkan berkembang pesat. Hal ini disebabkan faktor permintaan (pasar output) dan faktor penawaran. Dari sisi permintaan, akibat krisis ekonomi pendapatan riil rata-rata masyarakat turun drastic dan terjadi pergeseran permintaan masyarakat, dari barang-barang sektor formal atau impor (yang harganya relatif mahal) ke barang-barang sederhana buatan sektor informal (yang harganya relatif murah). Misalnya, sebelum krisis terjadi, banyak pegawai-pegawai kantoran, mulai dari kelasmenengah hingga tinggi makan siang di restoran-restoran mahal di luar kantor. Di masa krisis, banyak dari mereka merubah kebiasaan dari makan siang di tempat yang mahal ke rumah-rumah makan sederhana atau warung-warung murah di sekitar kantor mereka.
Dari sisi penawaran, akibat banyak orang di-PHK-kan di sektor formal selama
masa krisis, ditambah lagi dengan sulitnya angkatan kerja baru mendapat pekerjaan di sektor formal, maka suplai tenaga kerja dan pengusaha ke sektor informal meningkat. Selain itu, relatif kuatnya daya tahan sektor informal selama krisis, juga dijelaskan oleh tingginya motivasi pengusaha di sektor tersebut mempertahankan kelangsungan usahanya. Sebab, bagi banyak pelaku, usaha di sektor informal merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka. Karena itu, berbeda dengan rekan mereka di sektor formal, pengusaha-pengusaha di sektor informal sangat adaptif menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usaha mereka.
2.Padat Karya.
Dibanding sektor formal, khususnya usaha skala besar, sektor informal yang
pada umumnya adalah usaha skala kecil bersifat padat karya. Sementara itu persediaan tenaga kerja di Indonesia sangat banyak, sehingga upahnya relatif lebih murah jika dibandingkan di negara-negara lain dengan jumlah penduduk yang kurang dari Indonesia. Dengan asumsi faktor-faktor lain mendukung (seperti
kualitas produk yang dibuat baik dan tingkat efisiensi usaha serta produktivitas
pekerja tinggi), maka upah murah merupakan salah satu keunggulan komparatif
yang dimiliki usaha kecil di Indonesia.
3.Keahlian Khusus (Tradisional).
Bila dilihat dari jenis-jenis produk yang dibuat di industri kecil (IK) dan industri rumah tangga (IRT) di Indonesia, dapat dikatakan bahwa produk-produk yang mereka buat umumnya sederhana dan tidak terlalu membutuhkan pendidikan formal, tetapi membutuhkan keahlian khusus (traditional skills). Di sinilah keunggulan lain sektor informal, yang selama ini terbukti bisa membuat mereka bertahan walaupun persaingan dari sektor formal, termasuk impor sangat tinggi. Keahlian khusus tersebut biasanya dimiliki pekerja atau pengusaha secara turun temurun, dari generasi ke generasi.2
4.Permodalan
Kebanyakan pengusaha di sektor informal menggantungkan diri pada uang (tabungan) sendiri, atau dana pinjaman dari sumber-sumber informal (di luar sektor perbankan/keuangan) untuk kebutuhan modal kerja dan investasi mereka. Walaupun banyak juga pengusaha-pengusaha kecil yang memakai fasilitas-fasilitas kredit khusus dari pemerintah. Selain itu, investasi di sektor informal rata-rata jauh lebih rendah daripada investasi yang dibutuhkan sektor formal. Tentu, besarnya investasi bervariasi menurut jenis kegiatan dan skala usaha.
•Kelemahan Sektor Informal
Selain faktor-faktor kekuatan tersebut di atas, masa depan perkembangan sektor informal di Indonesia juga sangat ditentukan kemampuan sektor tersebut, dibantu maupun dengan kekuatan sendiri, menanggulangi berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari. Dengan kata lain, mampu tidaknya sektor informal bersaing dengan sektor formal atau barang-barang impor, juga tergantung pada seberapa serius dan sifat serta bentuk dari kelemahan-kelemahan yang dimiliki sektor informal. Kelemahan sektor informal tercermin pada kendala-kendala yang dihadapi sektor tersebut, yang sering sekali menjadi hambatan-hambatan serius bagi pertumbuhan dan perkembangannya.
Kendala-kendala yang banyak dialami pengusaha-pengusaha di sektor informal terutama adalah keterbatasan modal, khususnya modal kerja. Kendala lain adalah kesulitan pemasaran dan penyediaan bahan-bahan baku, keterbatasan sumber daya manusia, pengetahuan minim mengenai bisnis, dan kurang penguasaan teknologi.
Sebagian besar industri kecil, terlebih industri rumah tangga di Indonesia adalah sektor informal. Masalah paling besar yang dialami mereka adalah keterbatasan modal dan pemasaran. Masalah lainnya adalah pengadaan bahan baku (misalnya tempat beli terlalu jauh, harga mahal, dan tidak selalu tersedia), kurang keahlian dalam jenis-jenis teknik produksi tertentu (misalnya tenaga ahli/perancang sulit dicari atau mahal), dan kurang keahlian dalam pengelolaan. Yang juga jadi persoalan adalah mereka menghadapi persaingan yang tajam dan kemampuan mereka berkomunikasi sangat rendah, termasuk akses mereka ke fasilitas-fasilitas untuk berkomunikasi sangat terbatas.
Dalam hal persaingan, industri kecil dan industri rumah tangga menghadapi mendapat persaingan sangat ketat, baik dari industri menengah dan besar (IMB) maupun dari barang-barang impor. Persaingan itu tidak saja dalam hal kualitas dan harga, tetapi juga dalam pelayanan-pelayanan setelah penjualan dan penampilan produk. Dengan berbagai keterbatasan yang ada, mulai dari keterbatasan dana, skills, hingga kesulitan mendapatkan bahan baku dengan kualitas baik, membuat banyak industri kecil dan indurstri rumah tangga di Indonesia kesulitan meningkatkan kualitas produk mereka agar mampu bersaing di pasar domestik dan ekspor. Apalagi ketika mereka harus menangani masalah-masalah tersebut sendirian
I.Pedagang Kaki Lima
Memakai konsep informalitas perkotaan dalam mencermati fenomena PKL di perkotaan mengubah perspektif terhadap keberadaan mereka di perkotaan. Mereka bukanlah kelompok yang gagal masuk dalam sistem ekonomi perkotaan. Mereka bukanlah komponen ekonomi perkotaan yang menjadi beban bagi perkembangan perkotaan. PKL adalah salah satu moda dalam transformasi perkotaan yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi perkotaan.
Ketersediaan lapangan pekerjaan sektor formal bukanlah satu-satunya indikator ketersediaan lapangan kerja. Keberadaan sektor informal pun adalah wujud tersedianya lapangan kerja. Cukup banyak studi di negara-negara Dunia Ketiga yang menunjukkan bahwa tidak semua pelaku sektor informal berminat pindah ke sektor formal. Bagi mereka mengembangkan kewirausahaannya adalah lebih menarik ketimbang menjadi pekerja di sektor formal.
Masalah yang muncul berkenaan dengan PKL ini adalah banyak disebabkan oleh kurangnya ruang untuk mewadahi kegiatan PKL di perkotaan. Konsep perencanaan ruang perkotaan yang tidak didasari oleh pemahaman informalitas perkotaan sebagai bagian yang menyatu dengan sistem perkotaan akan cenderung mengabaikan tuntutan ruang untuk sektor informal termasuk PKL.
Dominasi Sekolah Chicago dalam praktek perencanaan kota di negara-negara Dunia Ketiga termasuk di Indonesia menyebabkan banyaknya produk tata ruang perkotaan yang tidak mewadahi sektor informal. Kegiatan-kegiatan perkotaan didominasi oleh sektor formal yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Alokasi ruang untuk sektor informal termasuk PKL adalah ruang marjinal. sektor informal terpinggirkan dalam rencana tata ruang kota yang tidak didasari pemahaman informalitas perkotaan
I. THM di jalan Nusantara Makassar, Jalan Nusantara terletak di Kecamatan Wajo Kota Makassar, yang merupakan pusat Hiburan Malam di kota makassar dan mempunyai panjang 1 km. lokasi jalan nusantara mencakup beberapa kelurahan diantaranya yaitu, Kelurahan Pattunuang, Kelurahan Ende, Kelurahan Melayu baru, Kelurahan Mampu. Pusat hiburan malam ini terletak di dekat Pelabuhan Makassar, lokasi hiburan ini sangat strategis karena merupakan sambungan dari jalan tol reformasi, dan keberadaan hiburan malam di lokasi ini dijadikan sebagai tempat melepas penat para awak kapal yang habis berlayar dan masyarakat kota makassar yang membutuhkan hiburan setelah seharian bekerja.
Tempat hiburan itu berjejer di sepanjang Jalan Nusantara yang panjangnya mencapai satu kilometer. Riuhnya bisnis hiburan di kawasan ini terletak di sekitar pelabuhan penumpang Soekarno Hatta dan pelabuhan bongkar muat barang yang menjadi tempat bersantai para awak kapal untuk melepas penat dan mencari hiburan. Kawasan Jalan Nusantara, juga tidak jauh dari Pantai Losari dan Pusat Jajanan Laguna. Kedua tempat ini, adalah salah satu pusat keramaian di Kota Makassar dan di sepanjang jalan terdapat berbagai jenis tempat hiburan malam misalnya saja, cafetaria, tempat karaoke keluarga, diskotik.Di sekitar hiburan malam terdapat juga kegiatan masyarakat yang bergerak di sektor informal khusunya pedagang kaki lima yang semakin berkembang di sekitar kawan tersebut yang berjualan dari pagi hingga malam hari, mereka berdagang di sepanjang jalan itu karena untuk mencari nafkah dan lokasinya strategis karena berada di sekitar pusat hiburan malam yang banyak dikunjungi oleh masyarakat ataupun sekedar melintas di kawasan itu. Berikut adalah gambaran pedagang yang berada di kawasan jalan nusantara yang tempat berjualannya di dekat tempat hiburan dan disepanjang trotoar jalan nusantara.
J.Tempat Hiburan Malam dan Sektor Informal (Pedagang kali Lima).
Keterkaitan hubungan antara keberadaan Tempat Hiburan malam dan pedagang kaki lima menunjukkan adanya keterkaitan yang saling menguntungkan. Dengan demikian pengaruh antara Tempat Hiburan Malam terhadap kegiatan masyarakat di sektor informal dalam hal ini pedagang kaki lima mempunyai hubungan yang sangat kuat. Hal ini disebabkan seiring dengan bertumbuhnya Hiburan Malam di Jl.Nusantara dari tahun ke tahun maka muncullah aktivitas masyarakat di sektor informal khususnya pedagang kaki lima yang melakukan kegiatan berdagang di sekitar tempat hiburan malam tersebut.
Selain itu lokasi yang terletak di dekat pelabuhan makassar juga memunculkan tempat hiburan malam yang digunakan para awak kapal untuk melepas penat setelah bekerja, pedagang kaki lima yang beroperasi di sepanjang jalan tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk makan ataupun memenuhi kebutuhan lainnya. Para pedagang juga merasa beruntung karena setiap pengunjung yang datang di hiburan malam biasanya mampir untuk membeli kebutuhan yang tidak ada di dalam tempat hiburan.
Sebagai pusat hiburan malam di Kota Makassar Jl.Nusantara terlihat menjadi tidak teratur dan terkesan semrawut. Pedagang kaki lima yang melakukan aktivitasnya disepanjang jalan dan memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan, hal ini menyebabkan lokasi hiburan malam yang ada menjadi terlihat semakin tidak teratur, lahan makin terbatas dan kondisi jalan nusantara yang menghubungkan jalan tol reformasi langsung ke pusat kota juga menjadi semakin semrawut dan tidak terawat.
Disisi lain munculnya sektor informal juga memberi kesempatan kerja kepada masyarakat yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi untuk mencari nafkah dan sektor informal juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah bila dimanfaatkan dengan baik, maka dalam hal ini pemerintah memperhatikan para pedagang dengan memberikan pemberdayaan agar bisa memaksimalkan pendapatn daerah dan memberikan tempat yang layak bagi mereka untuk berjualan.
K.Pengaruh Tempat Hiburan Malam terhadap Kegiatan sektor Informal .
Tempat Hiburan Malam berpengaruh sangat kuat terhadap munculnya kegiatan masyarakat di sektor informal khususnya pedagang kaki lima, yang bisa menyerap tenaga kerja dan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat yang berpendidikan rendah dan mengurangi pengangguran.
Dalam islam kita sebagai umat manusia dianjurkan untuk berusaha dan bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup apapun pekerjaannya yang penting dilakukan dengan ikhlas dan pekerjaan yang dilakukan halal. Berkembangnya sektor informal juga mengurangi pengangguran.
Dalam pandangan Abdul Hadi, kerja manusia adalah sumber nilai yang rill. Jika seseorang tidak bekerja maka dia tidak akan berguna dan tidak memiliki nilai, adalah sebuah ungkapan yang telah diproklamirkan Islam sejak lebih dari satu milenium yang lalu sebelum para ahli ekonomi klasik mene¬mukan fakta-fakta yang ada.Kerja adalah satu-satunya kriteria, disamping Iman, dimana manusia bisa dinilai untuk mendapatkan pahala, penghargaan dan ganjaran.

DAFTAR BACAAN.
Adisasmita, Rahardjo, 1994. Teori Lokasi dan Pengembangan Wilayah: EPHAS: Makassar
Budihardjo Eko, 1997. Percikan Masalah Arsitektur Perumahan Perkotaan: Gadjah Mada University Press.
Effendi, Tadjuddin Noer. 1998. Kesempatan Kerja Sektor Informal di daerah Perkotaan, Indonesia (Analisis Pertumbuhan dan Peranannya, dalam Majalah Geografi Indonesia. Th. 1, No. 2, September 1988
Gilbert, Alan dan Gugler, Josef: Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia Ketiga, P.T Tiara Wacana Yogya.
Jayadinata, Johara T. 1986. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan, Wilayah. ITB: Bandung
Manning, Chris dan Effendi, Tadjuddin Noer. 1996. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal Di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Manning, Chris dan Effendi, Tadjuddin Noer. 1991. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal Di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Manning, Chris., Effendi, Tadjuddin Noer dan Tukiran. 2001. Struktur Pekerjaan,
Sektor Informal dan Kemiskinan di Kota. Cetakan kelima. Yogyakarta: PPK
UGM.
O’Hara, Philiph Antony,2001. Encyclopedia of Political Economy, London: Roudledge
Paulus Hariyono, Sosiologi Kota Untuk Arsitek.Bumi Aksara, 2007
Sjaifudin, Hetifah, Dedi Haryadi dan Maspiyati. 1995. Strategi dan Agenda Pengembangan Usaha Kecil. Bandung: AKATIGA.
Syamsul Balda, http://eramuslim.com/syariah/tsaqofah-islam/syamsul-balda-wakil-ketua-umum-syabakah-al-qur-an-mengajak-berbisnis-1.htm
Tarigan, Robinson. 2005. Perencanaan Pengembangan Wilayah. PT.Bumi AksaraI : Jakarta
Tambunan, Mangara dan Edy Priyono. 1999. “Urban-Rural Non-Farm Informal Sector :Role, Linkages and Issue of Formalization.” makalah Seminar Strategy for Employment-Led Recovery and Reconstruction”, 23-25 November, Jakarta: ILO/Depnaker/Bappenas.
Kurniawan Teguh. 2009. Isu dan Masalah dalam Upaya Menggali Potensi Pajak/Retribusi Daerah dari Sektor Informal. Makalah Seminar satu hari Menggali potensi pajak dari PKL. Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI
http: //staff.blog.ui.edu/teguh1
teguh1@ui.ac.id
http:www.gdrc.org/informal/
http://www.damandiri.or.id/file/frnsiskakorompisbab3.pdf.
http://jakartabutuhrevolusibudaya.com
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/26/04483073/ruang.kota.untuk.pkl
http://suryanto.blog.unair.ac.id/2008/12/19/modal-sosial-pedagang-kaki-lima/
http://fpbn3.blogspot.com/2008/09/sektor-informal-katup-pengaman-dan-sang.html

SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE 6

Posted May 24, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

VI. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 6

( Episode BERLAYAR KE TANAH LELUHUR DI ALEQ LUWUQ )

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TENRIJELLOQ, LA TENRIGILING,EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Hari hari berlalu tanpa terasa, tiga malam setelah ditimpa penyakit keras berbaring tanpa berbalik suami-istri tak bergerak kaki, tak bergerak tangan tanpa menghiraukan malam atau pun siang.Maka pada tengah malam yang tenang WeTenrijelloq suami-istri sudah dalam keadaan sekarat.Pada waktu dinihari WeTenrijelloq suami-istri meninggal. Bagaikan dahan kayu beserpihan bunyi ratapan, bersahutan bunyi pukulan dada.

CUT TO.

03. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Suasana berkabung di Istana Sawammegga sampai juga ke Istana Tompoq Tikkaq. Bagaikan dahan kayu beserpihan bunyi ratapan, bersahutan bunyi pukulan dada.

WE DATU SENGNGENG :

Saya mendengar ratapan, Paduka We Adiluwuq . Ara ke timur di sekitar Sawammegga daku dengar ratapan mengatakan ,Sungguh kehilangan daku tuanku, raja mandul tak mempunyai turunan pengganti lalu pergi ke akhirat.”

WE ADILUWUQ :

Kalau raja mandul perampas itu meninggal, Adikku, biarlah kita ke Sawammegga.”

Keesokan harinya We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng bangun,
suami-istri berpisah sarung, membasuh muka pada mangkuk putih, berkaca di muka cermin,membuka cerana emas lalu menyirih menenangkan hatinya . la bangkit lalu ke depan.suami-istri duduk berdampingan di atas peterana emas.

CUT TO.

04. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TENRIJELLOQ, LA TENRIGILING,EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sudah datang semua bangsawan pendamping,pembesar negeri yang menjadi hakim, di istana sao loci tempat tinggal raja mandul perampas itu mengatur kelengkapan mayatnya,menyiapkan jejeran tempat air mandinya La Tenrigiling suami-istri

LA BIRAJA :

Lebih baik kita beritahukan Sri Paduka bersaudara di Tompoq Tikkaq,walaupun mereka tak mau menjamah mayat ibunda yang tidak melahirkannya. Bagiku lebih baik kita beritahukan anak yatim dua bersaudara itu.”

CUT TO.

05. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, I LA JIRIU, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Semua bangsawan pendamping sepakat.Maka para hakim di Sawammegga berangkat pergi bergegas ke Tompoq Tikkaq.Menginjak tangga emas berukir,memegang susuran kemilau,naik melangkahi ambang pintu emas,menginjak lantai papan pinang kemilau,langsung masuk melewati dinding tengah, melangkahi sekat ruangan istana,didapatinya We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng duduk berdampingan di atas peterana emas.

TO PANANRANG :

Kur jiwamu, paduka para hakim dan bangsawan pendamping semoga datanglah semangat kahyanganmu. Masuklah duduk,
bangsawan pendamping.”

Lalu pembesar negeri yang menjadi hakim duduk sujud menyembah sambil duduk di hadapan peterana emas tempat bersanding We Datu Sengngeng suami-istri, menyampaikan kabar meninggalnya raja mandul suami-istri.

BATARA LATTUQ :

Dik, pergilah mengantar keberangkatan mayatnya ibunda yang tidak melahirkanmu.”

WE DATU SENGNGENG :

Mari kita pergi ke Sawammegga, Kakanda.”

We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng sepakatlah.

WE ADILUWUQ :

Paduka Inangda, perintahkan untuk menurunkan usungan emas
kendaraanku bersaudara.

Memerintahlah We Temmamalaq untuk menurunkan usungan emas kendaraan anak raja yang diasuhnya dua bersaudara.
Lalu dililiti kain sutera indah,dilekati kain cindai,dihiasi gelang kalaru emas,diuluri kain penyambut dengan emas berpilin,
digantungi bokor emas dari Singkiq Wero.

BATARA LATTUQ :

Paduka KakandaTo Pananrang, perintahkar untuk menurunkan
usungan kencana kerajaan .

I LA JIRAU :

La Barang Cina dan Riuq Siduppa, saya perintahkan untuk menurunkan usungan kencana .

Oddang Sibali dan La Pangoriseng memerintah untuk menurunkan usungan kencana kendaraan I La Tiuleng bersepupu sekali. Usungan sudah siap, payung emas dikembangkan pula. Para juak yang bergelang emas berdiri,pengiring pilihan sudah turun pula.

I La Tiuleng berdiri bergandengan tangan bersepupu sekali. We Datu Sengngeng bersaudara berdiri pula pergi ke depan berjalan diiringi inang pengasuh,dielu-elukan orang pilihan pergi,diangkut dengan usungan kencana,dinaungi dengan payung emas.Hanya satu usungan kencana mereka berdua bersaudara mengendarai.
Para pembawa kipas diusung pula,diangkatlah ketur peludahan
tempat menampung sepah sirih Opunna Luwuq. Di barisan depan boneka ditempatkan,di belakang pamakai topeng kayu ditempatkan.

CUT TO.

06. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, I LA JIRIU, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Berangkatlah pergi usungan kencana yang ditumpangi We Datu Sengngeng bersaudara,Batara Lattuq bersepupu sekali.
WE ADILUWUQ :

Bagaimana pendapatmu, Paduka Adinda We Datu Sengngeng
kalau kita tak meratap nanti maka orang akan berkata,Memang
demikianlah kehendak anak yatim itu. Kalau kita meratap
orang akan mengatakan,Pura-pura saja anak yatim itu meratap.

WE DATU SENGNGENG :

Daku tak menyembunyikan perasaan, Kakanda We Adiluwuq,
aku akan meratapi bibi kita perampas itu, kukeluarkan ratapan
sindiranku yang sesungguhnya.

WE ADILUWUQ :

Bagaimanakah bunyi ratapmu, Adinda We Datu Sengngeng?”

WE DATU SENGNGENG :

Begini ratapanku nanti, Paduka Kakanda, Mati sungguh matilah daku, karena bibiku perampas itu,pada waktu belum daku tahu sesuatu yang melahirkanku meninggal dia mengambil hartaku, memindahkan kerajaanku.Tinggal lantai dua bilah bambu tiga batang gelegar yang disimpan untukku bertiga dengan inang pengasuh.Jendela kemilau pun mereka jolok pula.’Demikian itulah ratapanku,Paduka Kakanda. Bagaimana pula ratapanmu,Paduka Kakanda?

WE ADILUWUQ :

Beginilah nanti ratapanku, Adikku,pada bibi perampas itu. Mati daku, mati karena bibi perampasku, meninggal yang Melahirkanku lalu mereka mengambil hartaku,mereka merampas kemuliaanku.”

I LA JIRIU :

Memang beginikah kebiasaan istri-istri di Aleq Linoq, Adinda Batara Lattuq Opunna Luwuq?Walaupun orang sudah berada di tanah. Masihkah saja ia berkata-kata seperti dayang-dayang.”

BATARA LATTUQ :

Paduka, janganlah engkau mengulang perkataan itu tidak
diterima baik ucapan seperti itu oleh mereka yang mengepalai duduk beradat.”

WE ADILUWUQ :

Mari kita kembali, We Datu Sengngeng.Nanti di istana kita usulkan perceraian. Rupanya kita merendahkan derajat
mereka itu karena kita berbicara di tengah jalan.

WE DATU SENGNGENG :

Kembalilah, pengangkut usungan.Tak enak perasaanku
Mendengarkan ucapan orang besar yang turun ke Aleq Linoq mencari jodoh itu karena percakapanku di tengah jalan
rupanya tak berkenan bagi dia.”

Para pengusung tak mau lagi berjalan.

BATARA LATTUQ :

Rupanya raja itu marah,hanya mulutnya kelihatan bergerak tidak terdengar suaranya berkata-kata, tak enak perasaan permata bilik yang tiada bandingan kecantikannya terhadap ucapanmu , Paduka Kakanda.”

Bersamaan raja itu turun dari usungan,tidak mau dinaungi payung bersepupu sekali.I La Tiuleng bersepupu sekali menengadahkan kedua tangan

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, permata bilik yang tiada bandingannya bersaudara. Semoga datanglah semangat kahyanganmu.Kasihanilah daku, Paduka Adinda,tenangkan hatimu,ambil pelayan seratus orang, agar kita sampai dengan selamat .

I LA JIRIU :

Kasihanilah daku, hiasan istana yang ramai,tenangkanlah
hatimu, ambil dayang-dayang ribuan orang.”

Maka hatinya We Adiluwuq bersaudara tenang kembali.Lalu Batara Lattuq dan I La Jiriu kembali naik ke usungan emas dinaungi payung emas.

I LA JIRIU :

Opunna Luwuq, apakah memang demikian orang di Aleq Lino, walaupun tiada salah ucapan kita wanita itu cepat sekali tersinggung?”

BATARA LATTUQ :

Memang demikian orang di Aleq Linoq,begitulah kaum wanita, Paduka Adinda.Walaupun hanya sepatah kata ucapan kita yang didengar oleh yang mengepalai adat dan tak berkenan di hatinya maka mereka cepat sekali marah.Memang laki-laki itu mempertuankan diri pada istrinya.Seia sekata hanya dapat dicapai dengan istri yang mengendalikan rumah tangga,apabila kita menurut kemauan istri kita.Dan tentu kita menginginkan, Kakanda,
wanita tidak menampakkan kemarahannya.”

Berangkatlah usungan emas yang ditumpangi We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng I La Jiriu dan Batara Lattuq menuju ke Sawammegga.

CUT TO.

07. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TENRIJELLOQ, LA TENRIGILING,BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Belum hancur daun sirih itu maka mereka sampai di Sawammegga.Titian pagar yang indah dibukakan supaya dapat dilewati para pengangkat usungan. Diturunkanlah usungan emas yang ditumpangi We Adiluvvuq bersaudara, Batara Lattuq bersepupu sekali. Lalu We Datu Sengngeng berdiri bersamaan dengan We Adiluwuq menginjak tangga emas berukir disingkapkan tudung emas, diangkatkan ujung sarungnya,
melangkahi ambang pintu,menginjak lantai papan pinang emas.

We Adiluwuq bersaudara sampai di rumah. Kemudian I La Tiuleng berdiri pula bergandengan tangan bersepupu sekali menginjak tangga emas berukir, memegang susuran kemilau,melangkahi ambang pintu emas, menginjak lantai papan pinang.I La Tiuleng dan I La Jiriu sampai di rumah lalu masuk We Adiluwuq bersaudara I La Jiriu bersepupu sekali duduk di atas permadani emas. Diangkatlah peti jenazah emas raja mandul perampas itu suami-istri.We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng disuguhi sirih lalu menyirih,demikian pula I La Jiriu dan Batara Lattuq. We Datu Sengngeng segera berpaling mengusap-usap peti jenazah emas We Tenrijelloq.

WE DATU SENGNGENG :

Inangda, dengarkan ucapanku,dengarkan ratapanku.Matilah daku, mati oleh bibi perampasku,daku yatim selagi tak mengetahui sesuatu meninggal kedua orang tuaku, lalu diambilnya semua harta bendaku, dipindahkan kerajaanku, lantai bilahan bambu pun digulungnya,bahkan dinding anyaman rotan juga dikaitnya, dihabiskannya semua segala isi istana.”

We Datu Sengngeng berpaling membuka cerana emas lalu menyirih menenangkan hatinya. Rasa hati Batara Lattuq geli mendengarkan ucapan istrinya.

BATARA LATTUQ :

Sedih sekali kudengar ratapan itu, Paduka Adinda. Indah sekali kudengar.Kasihani daku, Adik We Sengngeng, kauulangi ratapanmu kauulangi ratapan tangismu ambil dayang-dayang ratusan orang.”

We Datu Sengngeng tidak menyahut,tidak dijawabnya sepatah kata pun suami senasibnya.

WE ADILUWUQ :

Mengapa gerangan, Paduka Adinda,engkau menampik ucapan Opunna Luwuq,ulanglah kembali ratapanmu.”

WE DATU SENGNGENG :

Mati daku, mati karena bibi perampasku daku yatim selagi belum mengetahui sesuatu, diambil semua harta bendaku,dipindahkan kerajaanku,ditanggalkan semua hiasan jariku,lantai bilahan bambu sekalipun digulung, bahkan dinding anyaman rotan dikait pula.”

Batara Lattuq tertawa lebar,istri I La Jiriu terbahak-bahak pula,
We Adiluwuq sangat geli mendengarkan ucapan saudaranva.
Batara Lattuq tertawa mendengarkan ratapan tangis permata bilik yang tiada bandingan kecantikannya.We Datu Sengngeng berpaling sambil tersenyum.Kini giliran We Adiluwuq berpaling
mengusap-usap peti jenazah yang ditempati mayat We Tenrijelloq.

WE ADILUWUQ :

Mati daku, mati karena bibi perampasku.Orang tuaku Meninggal maka dirampas harta bendaku, direbut kemuliaanku, tinggal dua batang lantai bilahan bambu, tiga batang gelegar disimpan untukku, bertiga dengan inang pengasuh,yang memelihara dan mengasuhku.”

08. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TENRIJELLOQ, LA TENRIGILING,BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Maka tibalah anak raja pendamping para bangsawan kapit, pembesar negeri yang menjadi hakim duduk merapat pada istana sao loci yang ditempati raja mandul perampas itu,mengurus peti jenazahnya memperhatikan kelengkapan kain kafannya.Maka setelah dimandikan mayat kedatuan We Tenrijelloq suami-istri peti jenazah yang ditempati La Tenrigiling suami-istri diangkat
dibawa turun dibungkus kain putih peti jenazah dibawa keluar ke padang. Ribuan orang dayang-dayang yang mengibaskan kipas emas tak membiarkan dihinggapi lalat sampai di tempat penguburannya.Maka dikuburkan mayat We Tenrijelloq suami-istri. Barulah semua rakyat banyak kembali.

WE DATU SENGNGENG :

Kalian semua yang berhimpun di siri anak raja pendamping, bangsawan kapit,pembesar negeri yang menjadi hakim, dengarkanlah ucapanku.Kalau sudah sampai malam yang dipantangkan oleh nenek moyang setelah meninggal We Tenrijelloq suami-istri,engkaulah sekalian anak raja pendamping mengatur pengembalian seperti sediakala di istanaku,harta benda rampasan We Tenrijelloq suami-istri.”.

CUT TO

09. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Siang berganti malam, hari berganti hari , bulan berganti bulan, Tak Terasa Tiga Bulan sudah masa perkabungan di Sawammegga . setelah meninggal We Tenrijelloq suami-istri, maka seluruh hartanya yang telah dirampas dikembalikan, dinaikkan ke istana We Adiluwuq bersaudara.Selama tujuh hari orang banyak mengangkut baru selesai dikembalikan aneka ragam harta benda We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng.

WE DATU SENGNGENG :

Kur jiwamu, Paduka kakanda We Adiluwuq , Semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Paduka Kakanda, bagaimana rendapatmu tentang kegelisahan Kakanda Batara Lattuq Opunna Luwuq rupanya tamu-tamu kita itu sudah tiada tenang hatinya ,
pembesar sudah rindu kepada orang tua kahyangannya.Tapi hatiku selalu gusar karena aku ingin memperbaharui kuburan Paduka ayahanda kita suami-istri, baru daku meninggalkan negeri kita Kakanda.”

WE ADILUWUQ :

Kur jiwamu, Paduka Adinda We Datu Sengngeng,semoga
Datanglah semangat kahyanganmu, Perintahkanlah.To Tenrigiling dan To Tenriulle, perintahkanlah Untuk memanggil rakyat banyak di Sawammegga,di Singkiq Wero dan di Tompoq Tikkaq, supaya keluar esok hari memperbaharui kuburan tempat makamnya Sri Paduka ayahanda Turung Belae suami-istri. Perintahkan pula, Tenrisaungeng, memanggang kerbau ribuan ekor. Kita jamu raja penyabung yang negerinya di seberang laut, kita adakan perhelatan besar bagi jasad dewa mayatnya Sri Paduka Turung Belae suami-istri.”

CUT TO

10. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Segera saja perintah We Datu Sengngeng dilaksanakan. Bagaikan ombak berhempasan perintah To Tenrigiling dan To Tenriulle, memanggang kerbau ribuan ekor lalu dipanggil rakyat banyak supaya keluar membaharui kuburan emas tempat peristirahatan akhir yang kemilau.Mereka baharui pula semua yang di sampingnya diberi tiang kayu lakkaq bersisipkan kayu garu lewa di walasuji bambu emas dibuatkan atap emas yang akan menaunginya. Rakyat kembali semua ,gelanggang telah siap ditutup dengan papan emas. Maka undangan penyabung yang negerinya di seberang laut berhimpun. Berkumpullah para penjudi di arena, penyabungan yang ramai tak tertakar emas murni yang diperjudikan, tak diukur lagi para gembala yang dipertaruhkan di arena emas terus menerus,hanya malam yang mengantarainya, barulah berhenti menyabung orang banyak itu.

CUT TO

11. INTERIOR/EXTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Upacara keramaian berlangsung meriah.Selama tujuh hari berlangsung pesta penyabungan para pembesar kerajaan yang diundang untuk menghadiri dan meramaikan upacara .Kemudian upacara keramaian ditutup dan para undangan itu dijamu dengan ribuan dayang-dayang. Sekian pula peti rotan
yang berisi emas murni. Para undangan pembesar kerajaan berpamitan,To Pananrang dan To Sinilele memperkenankannya.
Maka Setelah kalah To Tenrigiling,To Tenriangkeq dan To Tenriulle.
Para penjudi itu kembali ke negerinya masing-masing.Tujuh hari setelah diperbaharui kuburan raja yang emas, tempat peristirahatan akhir yang permai,Batara Lattuq menjadi gelisah, rindu pada orang tua kahyangannya. Tak mau lagi duduk tenang di atas permadani emasnya. Pelayaran ke negerinya sudah terpikir dalam hatinya.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda We Adiluwuq, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Kasihanilah daku We Adiluwuq, persiapkan adikmu We Datu Sengngeng pergi mengikutiku ke Aleq Luwuq,sebab sudah lama sekali aku tinggalkan negeri indah tempat daku dibesarkan, kujadikan yatim orang yang melahirkanku.”

Bagaikan buah buni yang berguguran bercucuran air mata We Adiluwuq mendengarkan kata kata Batara Lattuq .

WE ADILUWUQ :
Kur jiwamu, Paduka Batara Lattuq,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Sri Paduka ayahanda pemah mengatakan, Ada pun yang jauh tambatan jodohnya ialah yang mengambil dua bahagian harta benda yang kutinggalkan. Mudah-mudahan kita panjang umur, engkau melahirkan anak sebagai pengganti, kembali ke sini dan kita kembarkan payung,kita membagi dua cukai negeri. Ada baiknya, We Datu Sengngeng, kita duakan kehormatan yang ditinggalkan Sri Paduka ayahanda kita.Kita membagi dua harta milik kita bersama baru engkau berlayar ke Aleq Luwuq.

BATARA LATTUQ :

To Tenrigiling, perintahkanlah memanggil rakyat banyak, bangsawan pendamping, bangsawan tinggi kapit, pembesar negeri yang menjadi hakim supaya datang kemari berkumpul di istana.

CUT TO

12. INTERIOR/EXTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG,TO TENRIGILING, WE TEMMAMALAQ, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan bergegas, tanpa menunggu waktu lagi,To Tenrigiling pun memerintahkan memanggil rakyat banyak di Tompoq Tikkaq, di Sawammegga dan di Singkiq Wero. Belum lagi hancur daun sirih itu sudah berkumpul anak raja pendamping, bangsawan tinggi kapit, pembesar negeri yang menjadi hakim. Maka kerajaan dibagi dua.We Adiluwuq mendapatkan Sawammegga dan sekitamya,We Datu Sengngeng mendapatkan Singkiq Wero dan sekitamya. Tompoq Tikkaq berada di tengah-tengah. Kedua bersaudara bersepakatlah.

WE DATU SENGNGENG :

Paduka Kakanda We Adiluwuq. Akan kubawa inangda We Temmamalaq menyertaiku

WE ADILUWUQ :

Paduka Adinda We Datu Sengngeng .Dua tiga orang inang pengasuh yang ada di istana yang menyabung nyawa ketika harta kita dirampas pilihlah pengasuh segahara kita untuk kaubawa.”

WE DATU SENGNGENG :

Terimakasih Kakanda We Adiluwuq. Akan kubawa pula kakanda We Tenrilekkeq,We Tenriulle dan Tenrisaungeng.Kubawa juga We Unga Waru, WeTemmalate,We Tenriukkeq, We Maddilangiq dan We Maddewata.We Mappameneq saja yang tinggal Sebagai ganti diriku memelihara kebesaranku. Kubawa semua inang pengasuh, anak raja pendamping ,bangsawan kapit, pembesar negeri yang mengatur hukum.”

Sepakatlah keduanya turunan raja itu bersaudara atas pembagian kerajaan peninggalan kedua orange tua mereka raja di Tompoq Tikkaq.

WE ADILUWUQ :

Paduka Inangda We Temmamalaq, perintahkanlah menurunkan
harta benda yang akan dibawa We Datu Sengngeng.Yang engkau
ambil ialah harta milikku berdua.Jangan hendaknya harta orang
Wareq. Seandainya belum lagi penuh wangkang emas manurung
barulah kauambil harta kekavaan yang banyak dari Coppoq Meru.

CUT TO

13. INTERIOR/EXTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG,TO TENRIGILING, WE TEMMAMALAQ, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Tak menunggu waktu lama lagi, Bagaikan ombak berhempasan perintah We Temmamalaq untuk menurunkan harta kekavaan vang banyak segera dilakukan .Bersamaan berdiri semua orang yang berambut panjang sambil menjunjung semua.Orang banyak itu tak saling memberi jalan masing-masing membawa barang pergi ke muara. Memanjang iringan arta yang aneka ragam. Barang kekayaan yang banyak mengalir keluar ke tempat dimana berhimpunnya perahu .Rakyat banyak pun berteriak ketika melihat harta yang aneka ragam itu barang kekayaan yang bermacam-macam yang akan dibawa We Datu Sengngeng.

WE ADILUWUQ :

Perintahkan, La Jawa Paseq dan To Anjalika, supaya dipisahkan harta pusaka anak raja pendamping yang ribuan jumlahnya.Sekian pula anak orang kaya yang dibawa mengikuti We DatuSengngeng, sebab hatiku berkata,Apakah aku nanti yang meninggal tak disaksikan oleh saudaraku, atau ia yang meninggal aku tak meliha lagi Paduka adikku?

CUT TO

14. INTERIOR/EXTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG,TO TENRIGILING, WE TEMMAMALAQ,LA JAWA PASEQ, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan bergegas La Jawa Paseq sudah keluar ke muara mengumpulkan orang banyak yang akan dibawa berlayar oleh We Datu Sengngeng.

WE ADILUWUQ :

Berikan juga ribuan anak raja, sekian pula bangsawan mulia, tiga ratus bangsawan, ambillah pula harta benda yang bagi dua bea cukainya.Semoga kita beruntung mendapatkan. Keturunan kita membagi dua bea cukai negeri.kita kembarkan payung addatuang

CUT TO

15. INTERIOR/EXTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, I LA JIRIU,WE ADILUWUQ,WE DATU SENGNGENG,TO TENRIGILING, WE TEMMAMALAQ,LA JAWA PASEQ,TO PANANRANG,TO SINILELE, EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Selama lima belas malam orang banyak mempersiapkan, malam saja yang mengantarainya barulah orang berhenti ke muara.To Pananrang dan To Sinilele berangkat keluar ke tempat berhimpunnya perahu, berdiri di pinggir tanjung, pelabuhan indah yang tak pernah sunyi ,memerintah sambil menunjukkan jarinya bersaudara supaya diangkut harta benda yang aneka ragam,kekayaan yang bermacam-macam.Sedialah semua perahu yang akan mengarungi pelayaran laut yang jauh.Sudah terhias wangkang emas,perahu besar pendamping,pengiring perahu mulia yang ribuan jumlahnya. Mengapunglah Pelapangkuru dan Binanongnge,orang banyak pun sudah naik ke atas.Tujuh ribu perahu yang terapung tujuh ratus perahu besar dua ribu pelapangkuru.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka Istriku We Datu Sengngeng, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Kasihanilah daku, Adinda We Sengngeng, ambil saja tujuh Negeri ratusan sumber bea cukai yang akan menemanimu dalam suka dan duka pemberianku dari ayahandaku ketika aku dilahirkan di Aleq Luwuq, daku diberi oleh Sri Paduka Batara Guru.Sudilah, Adinda, keluar besok ke muara.
We Datu Sengngeng langsung turun dari peterana dan merebahkan dirinya Kepangkuan suaminya, We Datu Sengngeng menangis.

WE DATU SENGNGENG :

Kakandaku Paduka We Adiluwuq benar-benar akan terbelah
bambu kita bersaudara,benar-benar kita akan saling berjauhan.

We Adiluwuq berpaling mengusap-usap pinggang adiknva. Kawan hidup kesayangan La Tenrio ji menangis.

WE ADILUWUQ :

Paduka Adinda We Datu Sengngeng, engkau akan berlayar ke Aleq Luwuq meminjam tempat kediaman.Jika engkau nanti tiba di muara jangan menunggu pemberian baru engkau mau naik. Jangan engkau tinggal merajuk di tangga. Jangan menerima pemberian, baru engkau mau naik. Engkau tak membawa kedudukan padahal kemuliaan kaudatangi di negeri suamimu pembesar itu.

Batara Lattuq segera bangkit dari peterana lalu duduk di dekat istrinya, memeluk pinggang kawan hidup kesayangannya merayu-rayu bulan purnama yang dilayarinya, melingkarkan lengannya pada leher istrinya We Datu Sengngeng.

BATARA LATTUQ :

Kakanda Paduka We Adiluwuq , perasaanku tersentak-sentak
karena engkau tak mengizinkan adikmu menerima pemberian
di Aleq Luwu dan hadiah di Wareq.Kalau aku selamat dan
keinginanku terkabul,We Datu Sengngeng dengan selamat tiba di
Aleq Luwuq, keluarga dekatku akan berkumpul dari banyak penjuru menyebutkan pemberiannya dan menyatakan hadiahnya.

WE ADILUWUQ :

Baiknya Adinda Batara Lattuq. Paduka Inangda We Temmamalaq,
perlntahkanlah memanggil para hamba tukang masak agar menyediakan nasi untuk bekal yang akan dibawa We Datu Sengngeng. Perintahkan juga supaya memanggil rakyat banyak di
Singkiq Wero untuk bersiap berlayar ke Aleq Luwuq.

CUT TO.

16. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, I LA JIRIU, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Pagi menjelang Di Tompoq Tikkaq. Ketika fajar menyingsing , Batara Lattuq suami-istri bangun membasuh muka pada mangkuk putih, berkaca di depan cermin, membuka cerana emas lalu menyirih menenangkan hatinya. Batara Lattuq berdiri bergandengan tangan suami-istri menuju ke depan, langsung duduk di samping saudaranya We Adiluwuq .

WE ADILUWUQ :

Kur jiwamu, Paduka Batara Lattuq suami-istri ,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Sekiranya We Datu Sengngeng akan terkabul keinginannya selamat sampai di Aleq Luwuq, engkau melahirkan anak di negeri tempat kamu terdampar, apabila laki-laki yang kaulahirkan namakan ia La Tenritappuq Mase-Masena Ncajiangnge ngngi. Kalau perempuan kaulahirkan namakan ia We Tenriabeng. Perintahkanlah ia kembali ke Tompoq Tikkaq pengganti dirimu untuk kupandang. Kalau aku melahirkan anak sebagai calon pengganti sepeninggalmu Semoga berkenan To Palanroe memberikanku jalan untuk dilalui daku melahirkan calon pengganti.Kalau laki-laki kuberi ia nama La Tenriwerruq Samo Tinrona Ncajiangngengngi. Kalau perempuan kuberi ia nama We Tenrirawe Samo Tuaqna Ncajiangnge ngngi, orang tuanya di langit. Perintahkanlah anakmu berlayar ke Tompoq Tikkaq, seia sekata bersepupu sekali.Jangan sampai We Datu Sengngeng, kau lupakan janji kita ketika kita membuang diri ke tempat yang jauh di hutan belantara yang lebat.

Serentak menangis semua inang pengasuh segaharanya, pengasuh sebayanya mendengarkan ucapan anak raja peliharaannya yang mengharukan itu.

WE DATU SENGNGENG :

Atas Pammase Dewata, Semoga panjang umur kita, Paduka
Kakanda We Adiluwuq ,Semoga To Palanroe memperkenankan harapan kita, kita sama-sama melahirkan calon pengganti di tempat daku terdampar dan bertemu jodohku.Daku kembali lagi kemari, Paduka kakanda We Adiluwuq. Lalu kita melaksanakan nazar kita, Kita pancangkan ribuan patok emas,kita tambatkan ratusan ekor kerbau cemara, kita laksanakan nazar kita,karena kita diberi kebaikan oleh dewa.”

CUT TO.
17. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, I LA JIRIU, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Siang meninggalkan pagi. Mataharipun telah naik memancarkan cahayanya, para pengiring sudah menunggu di pekarangan, bangsawan pengikutnya, para bangsawan tinggi kapit sudah turun pula.Sudah datang semua bangsawan pendamping pembesar negeri yang menjadi hakim para turunan raja kapit dan anak orang kaya penghulu negeri. Rakyat pun tak saling memberi tempat berdiri di pekarangan.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda To Pananrang dan paduka Kakanda To Sinilele , Semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Segeralah Kakanda To Pananrang dan To Sinilele, perintahkanlah menurunkan usungan emas tumpanganku,usungan emas tumpangan Paduka adikmu We Datu Sengngeng.

Dengan bergegas To Pananrang memerintah menurunkan peralatan upacara kedatuan Opunna Luwuq suami-istri.Kini telah diturunkan usungan emas tumpangan Batara Lattuq dan We Datu Sengngeng dililiti kain sutra halus membayang dari Sappe Ileq,dinaungi kain sutra halus membayang dari Singkiq Wero,dihiasi bokor emas dari Wideq Langiq,direntangi kain sambutan emas berpilin dari Limpo Bonga.Maka turun pulalah usungan emas tumpangan We Adiluwuq suami-istri dililiti kain cindai,dinaungi kain kembang matahari,dihiasi bokor emas,dihiasi gelang emas,direntangi kain sambutan emas berpilin.

Di pekarangan telah menunggu usungan gading tumpangan anak raja pendamping,bangsawan tinggi kapit, pembesar negeri yang mengatur hukum.Kini payung emas manurung telah terkembang.Upacara dewa kahyangan Batara Lattuq sudah siap dan lengkap semua.To Pananrang berdiri langsung naik ke istana lalu duduk di hadapan peterana emas yang diduduki Batara Lattuq suami-istri.

TO PANANRANG :

Kur jiwamu, Paduka Adinda Batara Lattuq, Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu. Adinda Batara Lattuq Opunna Luwuq,
upacara dewa kahyanganmu sudah lengkap semua Usungan
emas tumpanganmu sudah menunggu,payung emas manurung telah dikembangkan.

BATARA LATTUQ :

Baiklah kakanda To Pananrang . Adindaku We Datu Sengngeng,
lihatlah Sinar matahari sudah ke barat, bayang-bayang sudah ketimur. Kasihanilah aku agar engkau meringankan badanmu kita
berangkat pergi keluar ke muara. Engkau ambil tujuh negeri ratusan sumber bea cukainya yang akan menemanimu dalam suka dan duka. Hadiahku dari ibundaku Yang Muncul di Busa Empong dengan usungan emas diiringi oleh busa air.Itu Hadiah yang diberikan kepadaku ketika aku pertama kali telentang di atas permadani emas karena daku tidak mau menyusu.

CUT TO.

18. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, I LA JIRIU, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng menuju ke depan lalu duduk di atas peterana emas, berdampingan duduk bersaudara.

WE ADILUWUQ :

Adindaku Paduka We Datu sengngeng. sungguh kita akhiri
kesenangan kita bersaudara. Bila engkau mati di negeri rantaumu,
maka daku tak melihatmu.Atau daku yang akan padam pelita
kehidupanku, maka engkau pun tidak melihatku.

WE DATU SENGNGENG :

Kakanda Paduka We Ailuwuq, benar-benar kita terbelah bamboo
bersaudara.Tinggallah engkau di Tompoq Tikkaq, daku tinggal di Aleq Luwuq.Semoga To Palanroe mengasihi hingga kita tetap
Hidup daku selamat sampai di Ale Luwuq, di negeri tempatku
terdampar daku punya anak dan engkau pula punya calon
pengganti, kita kawinkan keturunan kita.”

Bagaikan arus meluncur bercucuran air matanya We Datu Sengngeng, sambil berkata di dalam hatinya.

WE DATU SENGNGENG :

Semoga daku diperlakukan oleh suamiku Batara Lattuq Sebagai istri terhormat.Sebab masih di Tompoq Tikkaq saja daku sudah sebagai istri. Jika daku nanti di Aleq Luwuq maka sepilah siang
dan malamku.Daku tak mau pergi ke Luwuq.Nanti daku sampai di negerimu hanya malam yang sepi saja kutemui.

BATARA LATTUQ :

Kur semangatmu, Paduka Adinda Istriku,datanglah semangat
kahyanganmu.Sungguh tak ada di sini duamu yang mengepalai
duduk beradat di istana agung manurung tak seorang pun istriku
yang lain. Engkau permaisuri tunggal, Andinda We Datu Sengngeng, kakandamu Tidak ada duamu yang menerima
sesembahan di Ale Luwuq .Sebab tak ada duaku, Adik,bagi kedua
ayah bundaku.Aku adalah anak tunggal Sri Paduka yang muncul di busa Empong.Tetapi kalau engkau tiada percaya ,tanyalah kepada kakanda La Pangoriseng bersaudara apakah ada orang lain yang kujadikan kepala duduk beradat.Tidak ada pula duaku dari Sri Paduka ibundaku We Nyiliq Timoq .

WE ADILUWUQ :

Paduka Adinda We Datu Sengngeng,engkau meluncur bagai jarumTak bersampul. Janganlah dikau tamak terhadap harta, jangan dikau menunggu pemberian yang banyak. Nanti orang akan berkata Bagaimana ia tiada tamak pada Harta tak mengingini pemberian yang banyak ,dia raja miskin yang meluncur bagaikan jarum tak bersampul. Nanti orang akan berkata, Adinda We Datu Sengngeng, Raja orang Tompoq Tikkaq mengikut ke Aleq Luwuq tiada membawa tanah sebungkah, beras Segenggam lebih-lebih lagi akan adanya harta kekayaannya.Hanya kemiskinan saja yang ia bawakan kita. Bila terurai simpul ikatan perkawinannya engkaulah To Pananrang dan To Sinilele,kuharap mengasihaninya untuk mengiringi wangkang emas tumpangan We Datu Sengngeng pulang kembali ke Tompoq Tikkaq.”

BATARA LATTUQ :

Kur semangat Paduka adinda We Datu Sengngeng ,Semoga Datanglah semangat kahyangannya. Andai jatuh sehelai bulunya
niscaya kutanam kembali,andai putus rambut kesayangannya akan kusambung kembali.Semoga Patotoqe mengasihi aku ingin
membawa mati Paduka adinda istriku.hanya pada sebilah tongkat
kami meniti ke akhirat satu peti mayat daku berdua.”

I LA JIRIU :

Kur jiwamu, Paduka Adinda We Datu Sengngeng,semoga Datanglah semangat kahyanganmu Berangkatlah, Adinda We
Datu Sengngeng ke depan,ambil dayang-dayang ribuan orang dari Coppoq Meru, sekian pula bakul yang berisi gelang emas.

Tak membuang waktu yang lama, Maka We Adiluwuq berdiri bergandengan tangan bersaudara pergi ke depan dan langsung turun disambut oleh usungan kencana, dinaungi payung manurung. Penyeru semangat kahyangan Batara Lattuq tak saling mendengar lagi.

CUT TO.

19. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, I LA JIRIU, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Gemuruh nian upacara kahyangan aneka ragam dari Opunna Luwuq.Mereka tiba di tempat berhimpunnya perahu lalu usungan itu diletakkan. I La Tiuleng berdiri mengangkat istrinya meniti pada cadik emas, melangkahi barateng gading masuk duduk di ruang duduk wangkang kemilau.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka Kakanda We Adiluwuq suami istri ,semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Paduka Kakanda berdua ,
tinggallah engkau di negerimu,Selamat tinggal di istanamu suami-istri semoga kita tetap hidup dan tetap saling mengingat dalam suka dan duka.

WE ADILUWUQ :

Kur jiwamu,Paduka Batara Lattuq,Semoga Datanglah semangat Kahyanganmu.Berlayarlah, Paduka Adinda berdua suami istri semoga tidak kandas wangkang emas tumpanganmu hingga
sampai di Aleq Luwuq.

WE DATU SENGNGENG :

Paduka Kakanda We Adiluwuq , tinggallah engkau suami-istri,selamat tinggal pula engkau semua anak raja pendamping.”

WE ADILUWUQ :

Paduka Adinda We Datu Sengngeng , berlayarlah engkau Semoga tidak kandas wangkang emas tumpanganmu hingga sampai di Aleq Luwuq,mengharap kasih di tempat kamu terdampar.

La Pangoriseng bersaudara berdiri di tepi wangkang dinaungi payung emas.

LA PANGORISENG :

Angkatlah jangkar emas, turunkan kemudi kencana.”

Tak Menunggu waktu yang lama, Maka jangkar emas diangkatlah, kemudi kencana diturunkan pula. Serentak orang Selayar bergerak mengayunkan dayung orang Waniaga saling berpaling mengkayuh. Bagaikan orang bersemburan air laut itu ditimpa kayuh emas.Belum lagi hancur daun sirih itu para nelayan di Tompoq Tikkaq sudah tertinggal.

To Pananrang dan To Sinilele memerintah untuk mendirikan tiang Layar dikembangkan layar sutra aneka ragam.Bertepatan naiknya air pasang angin kencang bertiup sudah terpasang pula hiasan perahu yang sepadan.
Bagaikan burung beterbangan wangkang itu diangkat oleh layar dan dibawa gelombang didorong oleh angin kencang. Berlayarlah semua perahu mulia pendamping ribuan perahu besar pelapangkuru dan binanong. Bagaikan kampung yang bergerak perahu itu, bak hutan bergerak wangkang emas yang mengiringinya. Maka We Adiluwuq duduk di tempat berhimpun perahu ,membiarkan air matanya bercucuran memandangi wangkang emas tumpangan saudaranya. Setelah tiada tampak dari pandangan barulah diberangkatkan usungan emas tumpangannya We Adiluwuq suami-istri kembali ke Tompoq Tikkaq.

CUT TO.

20. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG-SIANG/MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG,LA TENRIPEPPANG,TO ADDAREMMENG,TO PARANRENGI, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Malam berganti malam.Telah lima belas malam terus berlayar Batara Lattuq. Kayuh tiada dilepas,juru batu yang tak lengah dan juru mudi yang hati-hati tidur bergiliran.Tujuh pedoman mulia ditempatkan pada tiang meninjau medan dan memperhatikan batu karang.Keesokan harinya ia sampai di Maloku melabuhkan wangkang emas tumpangannya .La Pangoriseng memerintahkan menurunkan layar, merebahkan tiang dan mengumpulkan orang banyak.Sudah siap rupanya orang Maloku berdiri berbaris rakyat banyak di tempat berhimpun perahu.La Tenripeppang dan To Addaremmeng berangkat meniti cadik emas dan melangkahi barateng gading. To Addaremmeng sujud menyembah sambil duduk di hadapan Opunna Luwuq.disuguhi sirih lalu menyirih.

Lima belas malam lamanya Batara Lattuq berlayar sejak ia meninggalkan Maloku,kayuh tak pernah dilepas,juru batu yang tak pernah lalai,juru mudi yang berhati-hati bergantian pergi tidur.Tujuh pedoman mulia bersandar pada tiang melihat medan, memperhatikan batu karang di laut yang luas.Keesokan harinya mereka sampai melabuhkan wangkang emas tumpangannya
Opunna Luwuq di Taranati. Agaknya To Paranrengi sudah menunggu di muara.Orang banyak berdiri berbaris bergegas menginjak tangga perahu kencana,meniti cadik emas, melangkahi barateng gading.To Sinilele bersaudara memerintahkan untuk berlabuh, menggulung layar, menurunkan jangkar emas dan mengerahkan orang banyak.Orang Taranati itu sujud menyembah lalu duduk di hadapan Batara Lattuq disuguhi sirih untuk menyirih.

CUT TO.

21. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG-SIANG/MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, TO WIDEQ APUNG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Lima belas hari lamanya Batara Lattuq berlayar terus bagaikan burung gerak layarnya tiada dilepas kayuh,nakhoda yang tiada lengah,juru mudi yang berhati-hati bergantian pergi tidur.Tujuh pedoman bersandar pada tiang melihat medan dan juga memperhatikan batu karang di laut lepas.Pada waktu dinihari muara sungai telah di depan,tempat berlabuh di Sunra Timur.
Keesokan harinya berlabuhlah wangkang emas tumpangan Batara Lattuq di Sunra Timur.Agaknya To Wideq Apung sudah menunggu,orang banyak berdiri berjejer.Bergegas To Wideq Apung menginjak tangga perahu emas,meniti cadik kemilau, melangkahi barateng gading.Sujud menyembah sambil duduk dihadapan Batara Lattuq ,disuguhi sirih Untuk menyirih.

CUT TO.

22. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG-SIANG/MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG,DATU GIMA, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Tak kurang waktunya dari Tiga malam saja Opunna Luwuq berlayar setelah meninggalkan Sunra Timur bak burung beterbangan rombongan wangkang mereka.Tak pernah para pengayuh beristirahat,para juru batu yang tiada lengah juru mudi yang selalu berhati-hati bergantian pergi tidur memperhatikan medan dan mengamati karang di lautan lepas .Keesokan harinya Opunna Wareq tiba melabuhkan wangkang emas tumpangannya menuju ke Gima di negerinya La Tenritattaq, Datu Gima.Agaknya orang Gima telah menunggu berdiri berjejer di tempat berhimpun perahu.Raja Gima keluarlah diiringi hamba bergelang emas pinggangnya gemerlap dilekati keris emas,diramaikan bangsawan tinggi,dinaungi payung emas.
Datu Gima tertawa saja memandang kemanakannya di tengah perahu.Raja suami-istri itu duduk bertindih paha bersandar pada bantal emas dikelilingi oleh bangsawan tinggi yang dimuliakan, diapit oleh para pengipas, dipangkukan cerana emas tempat sirihnya,tak membiarkan berada di lampit ketur peludahan buangan sepah sirihnya.Bergegas Datu Gima menginjak tangga perahu emas, meniti cadik emas, melangkahi tepi perahu.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka pamanda Datu Gima,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Silakan kemari, Paduka masuklah duduk di atas permadani emas. Lalu Datu Gima duduk di samping kemanakannya Batara Lattuq

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka Istriku We Datu Sengngeng ,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Adik We Sengngeng, berilah
sirih Paduka sepupu sekali sederajatnya Paduka ibunda Yang
Muncul di Busa empong.

We Datu Sengngeng cepat berpaling menyuguhi cerana emas tempat sirihnya.

WE DATU SENGNGENG :

Kur jiwamu, Paduka Pamanda Datu Gima,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu .Menyirihlah, Sri Paduka Datu Gima.

Bergegas Datu Gima menyambut sirih pada menantu kemanakannya.

DATU GIMA

Kur semangatmu, Batara Lattuq suami-istri, datanglah semangat kahyanganmu.Selamat datang di negerimu kujemput dikau dengan tarian bissu kuantar melewati pancangan bambu berhias emas memasuki Ale Gima kupatahkan bambu emas kemilau masuk ke Dalam negerimu, kuundangkan opu penyabung dan pembunuh ayam duduk bersama menakar emas di bawah pohon
asam, kukembalikan dikau pada tempatmu semula.”

BATARA LATTUQ :

Tidak hamba tampik perhatianmu Paduka tuanku,jangan karena
itu lalu engkau berkecil hati, tuanku, karena hamba tak singgah di
negerimu, sebab bergegas kepergian hamba sudah lama sekali
tuanku, kutinggalkan negeri indah tempat hamba dibesarkan.
Sudah tiga kali berulang datang utusan sepupu sekali, tuanku.
Demikian kata sang bayu,Sri Paduka ayah bundamu ditimpa
penyakit keras,karena tak melihat daku.Karena itulah, tuanku, maka bergegas keberangkatan hamba.Siapatah lagi, tuanku,yang
menjadi sandaran hati Hamba kalau bukan tuanku?”

DATU GIMA :

Kur semangatmu, Paduka Ananda Batara Lattuq ,kemarilah Semangat kahyanganmu suami-istri.Selamat sampai di negerimu memuaskan hati ayah bundamu.Semoga tak sampai meninggal
Manurungnge suami-istri. Kalau engkau, Anak Tiuleng, sampai
dengan selamat di Aleq Luwuq. katakanlah kepada Sri Paduka
ayahandamu, Aku ditahan oleh sepupu sekalimu Datu Gima,
tetapi aku tak singgah.’

BATARA LATTUQ :

PadukaTuanku, semoga hamba selamat tiba, pasti hamba
menyampaikannya kepada sepupu sekalimu.Janganlah berkecil
hati karena hamba tak singgah. Semoga panjanglah umur kita,
tetap saling tolong-menolong dalam suka dan duka.”

DATU GIMA :

Paduka anakda We Datu Sengngeng, ambillah tujuh negeri
di sebelah barat Lautan tempat aku menumpuk harta,tempat
menyimpan emas perakku. Jadikan ia persinggahan sekali-sekali.
Ambil juga peti rotan ratusan buah yang berisi tenunan Melayu
Sekian pula peti gading yang dipenuhi emas murni, ribuan dayang-
dayang orang pilihan yang hasil tangannya indah tidak mengenal
sarung yang sobek, baju yang lusuh,lengannya semua berlilitkan
gelang emas.Engkau ambil mereka, Ananda We Datu Sengngeng, sebagai pengganti pinang sekerat penukar daun sirih selembar,
karena kutahan dikau namun tak mau singgah.

Batara Lattuq suami-istri sujud menyembah Datu Gima.

BATARA LATTUQ :

Kur semangatmu, Sri Paduka Datu Gima,datanglah semangat
kahyanganmu.Janganlah, tuanku,merasa berkecil hati karena hamba tak singgah menginjak negeri.Siapatah lagi jadi sandaran hatiku kalau bukan tuanku? Hamba bermohon diri Untuk berlayar, tuanku sebab tergesa-gesa keberangkatan kami.”

DATU GIMA :

Pegang teguhlah semangat kahyanganmu semoga engkau tiba
dengan selamat di Ale Luwuq berjumpa dengan Paduka ayah bundamu suami-istri,semoga kau melahirkan anak perempuan atau laki-laki,aku akan berlayar ke Aleq Luwuq.”

CUT TO.

23. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG-SIANG/MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG,LA TENRIULLE, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Lima belas malam setelah berlayar yang bermahkota emas di Ale Luwuq,para pengayuh tiada beristirahat,para juru batu yang tak pernah lengah,juru mudi yang berhati-hati bergantian pergi tidur.Tujuh pedoman mulia bersandar pada tiang meninjau medan dan mengamati batu karang di lautan. Ketika dinihari mereka telah menghadapi Jawa Timur.Agaknya La Tenriulle sudah menunggu di pinggir tanjung pelabuhan yang tak pernah sunyi.Orang banyak sebentar singgah mengambil air tawar,kemudian berlayar lagi .Sejenak La Tenriulle terperangah karena orang besar itu tidak singgah.Raja Jawa berdiri cepat memerintahkan menurunkan perahu dan mengapungkan wangkang lalu mereka naik bersama rombongan membawa harta benda dan dayang-dayang sebagai persembahan.Semua negeri yang pernah disinggahi perahu
menyusul semua membawa persembahan banyak ke Aleq Luwuq.

CUT TO.

24. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG-SIANG/MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )
Empat puluh lima malam Opunna Luwuq berlayar terus sejak meninggalkan Jawa Timur.Pada tengah malam yang tenang ia pun telah menghadapi muara yang luas tempat orang banyak mandi di Aleq Luwuq.Terkaget-kaget semua orang banyak menyaksikan negeri indah tempat mereka dibesarkan.Bagaikan suara burung nuri yang berlaga hamba yang bergelang emas, bagai burung nuri yang berkelahi suara orang banyak saat melihat muara besar tempat berlabuh di Aleq Luwuq.Tak ubahnya gemuruh halilintar suara teriakan anak-anak raja ketika melihat negeri indah tempat mereka dibesarkan.Meriam pun disulut sebagai maklumat berlabuhnya wangkang orang besar. Diperintahkanlah oleh To Pananrang dan To Sinilele melengkapi upacara adat Paduka adiknya sebagai penyambut semangat tunas Manurungnge di Luwuq.Bunyi genderang yang ramai bersahut-sahutan sebagai pertanda suara irama gembira para bissu menari berputar-putar, bunyi letusan meriam tak dibiarkan berhenti.

CUT TO.

25. INTERIOR/EXTERIOR –KERAJAAN ALEQ LUWUQ -SIANG/MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG, BATARA GURU )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Manurungnge Batara Guru sedang terjaga dari tidurnya mendengar bunyi letusan meriam bersamaan dengan pukulan gendang irama gembira, sambung-menyambung suara teriakan orang banyak.

BATARA GURU :

Sudah datang rupanya anak kita We Datu Tompoq,perahu anak kita sudah berlabuh di muara.Bagaikan saja suara burung nuri yang mabuk kudengar teriakan orang banyak.Tak hentinya-hentinya pula kudengar bunyi letusan meriam.Tampaknya keinginan anak kita sudah terkabul.

Bagaikan orang yang mencicipi madu perasaan di dalam hati We Nyiliq Timoq. We Datu Tompoq ri busa Empong.

BATARA GURU :

Hai We Saung Nriuq, perintahkan menyulut obor dan menyalakan Pelita dihalaman istana.

Tak menunggu lama lagi,Belum selesai ucapan Manurungnge, pelita pun telah menyala.Ibunda La Pangoriseng memerintahkan pula menyalakan pelita di mangan orang besar itu.

CUT TO.

26. INTERIOR/EXTERIOR –KERAJAAN ALEQ LUWUQ -SIANG/MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG, BATARA GURU,WELLONG TALAGA,APUNG RI TOJA,EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Bangun bersamaan semua,segenap isi istana emas manurung. Manurungnge suami-istri bangkit duduk membasuh muka pada mangkuk putih,berkaca di depan cermin,membuka cerana emas lalu menyirih menenangkan hatinya.la berdiri dan pindah duduk di balairung berdampingan suami-istri dikelilingi oleh dayang-dayang orang Senrijawa.

WE NYILIQ TIMOQ :

Hai Welong Talaga dan Apung ri Toja, perintahkan mengantarkan kain sutra alas kakinya Puang Matoa supaya semua berkumpul di gelanggang, mempersiapkan perlengkapan upacara bissunya supaya ia berada di gelanggang memercikkan air suci, mengupacarai kampak, menebang kayu arawaq, menghiasi bambu,mengatur menrawe, tempat yang akan dilewati pengantin. Supaya segera mengadakan kenduri besar pada tempat I La Tiuleng diberi buah bokor dan tangkai rantai kalung berakarkan gelang berkait, berdaunkan kain sutra, berselendang kain yang indah.Kuinginkan ia tiba pada upacara gelanggang emas berbaris,di hadapan istana kencana manurung semuanya ditutup papan kemilau, dan berjejeran dayang-dayang dibalut kain sutra tipis membayang dari Toddang Toja,dinaungi kain wajang mpatara dari Saung Nriuq,ditempa dengan emas berpilin, diuluri kain berujung gading dari Mata Soloq,dibentangkan kalung berukir orang Uluwongeng.Tujuh ratus pancang bambu berhias tempat yang dilewati anak yang kulahirkan. Perintahkan pula, Apung ri Toja,melengkapi hiasan peterana emas tempat duduknya pengantin,dibalut kain cindai dari Toddang Toja,dihiasi bunga matahari dari Ruallette dengan gelang berukir orang Mata Soloq, diulurkan kain penyambut dengan gelang emas dari Wawo Unruq, ditudungi dengan kain ampe warani dari Boting Langiq, digantungi bokor kencana dari Uluwongeng dibentangkan kalung berukir orang Singkiq Wero upacara kahyangan anak yang kulahirkan.

( Closing dengan Illustrasi lagu Theme Song I La Galigo}

CUT TO.

BERSAMBUNG KE EPISODE VII.

SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE 5

Posted May 24, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

V. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 5

( Episode MENCARI CINTA KE TOMPOQ TIKKAQ )

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02.EXTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, LA PANANRANG,TO SINILELE, LA TENRILOLLONG,LA TEMMALLURENG,EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Kembali pagi datang menjelang .Baru saja matahari mulai merekah maka Batara Lattuq Opunna Wareq menurunkan jangkar dan melipat layar, serta mengerahkan orang yang banyak. mereka semua berlomba mendapatkan air tawar lalu mandi. Diremaskan Opunna Luwuq air langirnya. Lalu Batara Lattuq berdirI membuka sarung sutera pakaiannya, baru diremaskan daun jeruknya dan dioleskan pembersih badan kahyangannya. Segera Batara Lattuq berdiri melepaskan pakaian bahagian bawah, lalu diganti sarung basahan untuk mandi berlangir, Setelah mandi Batara Lattuq memerintahkan Untuk turun ke darat.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda La Pananrang dan To Sinilele
Semoga Datang lah semangat kahyanganmu. Berangkatlah, La Pananrang dan To Sinilele, ke istana meminjam ruangan, agar kita diterima menumpang di istana I We Marupeq, di istana We Mattinio yang tinggal dalam ruangan.”

Dengan bergegas tanpa membuang waktu lagi, La Tenrilollong dan La Temmallureng segera duduk di ruangan perahu mengenakan pakaian lengkapnya, sarung sutera kuning bersulam dihiasi buluh emas. Tiga kati di bagian atas, dengan destar sutera merah berhiaskan sulaman emas murni, gelang gading dan keris emas.

CUT TO.

03.EXTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, LA PANANRANG,TO SINILELE, LA TENRILOLLONG,LA TEMMALLURENG,EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Maka La Temmallureng berangkat naik ke darat. Lebih seratus orang beriringan dinaungi dengan payung emas, berjalan diiringi pengikut bergelang gading, melewati kampung di Sawammegga, melalui Singkiq Wero hingga tiba di tengah negeri mulia Tompoq Tikkaq. Serentak berpaling memandang takjub semua orang banyak di Sawammegga, di Singkiq Wero dan di Tompoq Tikkaq. Bagaikan tempat piring berjejer barisan wajah-wajah di sela-sela jendela emas kilau-kemilau, di istana tempat tinggalnya raja mandul perampas itu. Semua pengasuh segeharanya We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng pelayan istana sebayanya orang yatim itu saling berbisik,

DAYANG 1 :

Mudah-mudahan To Palanroe merahmati, sehingga datanglah kemari seorang raja besar hendak memungut anak yatim dan berjodoh dengan orang kecewa, meminang raja adikku, adik yang kuiringi. Supaya kita kembali semua ke tempat semula di istana agung manurung yang ditinggalkan Paduka Turung Belae suami-istri, agar kembali lagi ke tempat semula raja adik kita bersaudara.

DAYANG 2 :

Jangan demikian ucapanmu perempuan, nanti didengar Paduka raja kita lalu kita diasahkan keris emas, maka kita semua akan mati.”

CUT TO.

04.INTERIOR – ISTANA SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA TENRIGILING,I LA BIRAJA,WE TENRIJELLOQ ,EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Utusan Batara Lattuq berlalu melewati Istana Sawamegga.Yang empunya negeri di Sawammegga berpaling membuka jendela lalu menjenguk mengikuti pandangan mata orang asing itu, bergegas menuju istana anak yatim, langsung masuk ke dalam pagar.

LA TENRIGILING :

Orang dari mana gerangan asalnya yang tak mengetahui bahwa sudah mati pemilik negeri di Tompoq Tikkaq, telah meninggal suami-istri. Maka akulah yang mempersatukan kerajaannya dan
yang didatangi persembahan orang banyak, pajak muara dan sewa sungai. Akulah sekarang yang didatangi tamu, para penguasa jauh yang di seberang lautan, di sinilah mereka datang, di istana tempat tinggalku lalu kujadikan mereka tamu.”

I LA BIRAJA :

Kabarnya orang besar yang ada di luar Paduka La Tenrigiling. Yang melabuhkan perahu di muara, konon ia adalah putera datu manurung di Luwuq, yang menetas di bambu betung anak tunggal sibiran tulangnya Yang Muncul di Busa Empong. Memang si anak yatimlah yang mendorong perahunya lalu berlayar meninggalkan
Aleq Luwuq, ia ingin mencurahkan harapan di Tompoq Tikkaq.
La Tenrigiling dan We Tenrijelloq termenung mendengarkan ucapan I La Biraja.

CUT TO.

05.EXTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : TO SINILELE ,EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Akhirnya payung emas dilipat yang menaungi To Sinilele, ia lalu melangkahi sela gelegar langsung masuk dan berdiri tegak di sebelah selatan tangga sambil menguping, tetapi tak ada suara yang didengarnya. Barulah ia memegang susuran emas naik menelusuri bendul melangkahi sela-sela gelegar bergegas masuk ke Dalam berdiri tepat pada tiang tengah rumah,
sambil menoleh ke kiri dan ke kanan namun tak ada orang yang dilihatnya. Semut pun tak juga ada. Cecak bocciliq tak ada satu pun yang Nampak pada balok kemilau melintang di tengah Campulokkoq pun tak ada juga,bahkan angin dari sela lantai pun enggan berhembus.Tak satu pun senjata kerajaan yang tampak, hanya pecahan tembikar yang kelihatan, lalu ia masuk ke bahagian selatan.

CUT TO.

06.EXTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA PANANRANG,TO SINILELE, LA TENRILOLLONG,LA TEMMALLURENG,EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

To Sinilele terheran-heran melihat istana agung bagaikan bukit,meskipun tak ada orang yang kelihatan.Kembali lagi To Sinilele berpegang pada susuran lalu turun.Baru tiga anak tangga yang dilewati tiba-tiba seekor cecak berbunyi di ujung balok melintang.La Temmallureng menengadah sambil mencari, lalu berbunyi lagi cecak di balok melintang kemilau.La Temmallureng lalu mondar-mandir dari selatan ke timur.Menengadah sambil melihat-lihat di sela gelegar pada lambung istana terlihat olehnya dua gelegar dan tiga bilah lantai dan tiga pula orang yang menempatinya. Maka sejenak La Temmallureng berdiri terpaku,terkejut perasaan hatinya,pusing oleh keindahan dan mabuk oleh kecantikan,hampir hilang kesadarannya selama sepenanak nasi.

CUT TO.

07.INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA PANANRANG,TO SINILELE, LA TENRILOLLONG, WE TEMMEMALAQ LA TEMMALLURENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

To Sinilele duduk termenung tak dapat menenangkan perasaannya. Lama sesudah itu barulah tenang hatinya dan kembali lagi ke istana, melangkahi ambang pintu emas, menginjak lantai melangkahi sela gelegar, bergegas masuk ke Dalam ke lambung istana, langsung sujud menyembah lalu duduk di hadapan We Temmamalaq. Setelah melepas lelah To Sinilele duduk, lalu inang pengasuh berpaling sambil berkata.

WE TEMMAMALAQ :

Kur jiwamu, Paduka Tuanku Semoga Datang lah semangat kahyanganmu. Memang bodoh orang yang bertanya, membawa
kedunguan kalau tak diberitahu. Dimana gerangan kampung halaman tempat tinggalmu hai orang asing?

TO SINILELE :

Kur jiwamu, Paduka Inangda Semoga Datang lah semangat kahyanganmu. Kami ini orang Luwuq yang di atas wangkang, orang Wareq yang mengendarai perahu. Batara Lattuq Opunna Luwuq yang menyuruh saya meminjam ruangan di istanamu, minum air tawar yang dingin.Semoga ada belas kasihmu Paduka, pada anak kita Opunna Luwuq, orang yang berlayar dan berlabuh
di Tompoq Tikkaq.”

WE TEMMAMALAQ :

Seandainya masih hidup Turung Belae suami-istri, maka ialah yang duduk di ruangan ini menerima tamu yang datang dan pembesar negeri ,menerima tamu asing dari seberang lautan.Tetapi semenjak negeri di Tompoq Tikkaq ditimpah musibah ,penguasa negeri Turung Belae suami-istri dilanda susah dan dikena bencana. Maka istana negeri kini berpindah pada raja mandul perampas, ialah tempat didatangi para pembesar negeri yang datang dari seberang lautan, tempat disinggahi tamu yang datang.”

LA TEMMALLURENG :

Tetapi istana emas yang didiami manurung di Tompoq Tikkaq tujuan kami mendorong perahu lalu berlayar. Ruangan istana emas yang ditinggalkan Paduka Turung Belae suami-istri yang menjadi tumpuan cita-cita Batara LattuqOpunna Luwuq, Istana lengkap yang ditempati anak yatim itu yang menyebabkan kami menegakkan tiang layar kemilau, kami layari tempat yang jauh yang menjadi harapan Opunna Luwuq, Ibunda, sudilah engkau menumpangkannya.”

WE TEMMAMALAQ :

Kur jiwanya hai pembesar, kusembah segala kemuliaannya, ia yang menghendaki ruangan orang yang dikena hukuman To Palanroe, dan mau tinggal menumpang.Tetapi tanpa diberitahu, Paduka, telah menyaksikannya ke mana harta bendamu akan kau
simpan, Ananda, padahal kendati sebilah bambu pun tak ada, gelegar hanya tiga batang disertai dua bilahan bambu, anyaman rotan dinding istana tidak ada juga. Sudah rapuh pula tali penggantung para-para tempat penyimpanan.”

TO SINILELE :

Kur jiwamu, Inangda, datanglah semangat kahyanganmu. Janganlah demikian ucapanmu, semuanya aku telah saksikan. Biarlah kami yang akan memberinya lantai. Kualasi ia dengan lampit, kututupi ia dengan permadani serta kain nan indah, kuperbaiki tali penggantung para-para tempat penyimpanan, kusisip anyaman rotan sekat dinding istana. Semoga engkau,
Inangda, menaruh kasih menerima adikku menumpang.

CUT TO.

08.INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA PANANRANG,TO SINILELE, LA TENRILOLLONG, WE TEMMEMALAQ, LA TEMMALLURENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Dengan bergegas Pergilah To Pananrang dan To Sinilele menyampaikan pesan dari Batara Lattuq kepada inang pengasuh,

TO PANANRANG :

Kami mengantarkan harta benda, ada seribu dayang-dayang. Sekian pula bakul yang berisi gelang emas,sekian pula peti rotan yang berisi tenunan Melayu, pembuka pintu memasuki rumah sebagai tanda perkenalan, pengganti pinang sekarat, penukar sirih
selembar. Semoga kauizinkan naik ke istana sibiran tulangmu ,minum air tawar yang dingin ,mudah-mudahan ada belas kasihmu menerima Opunna Luwuq Sebagai penyambung istana besar dan penutup atap yang tinggi. Beliau menaruh harapan pada anak yatim yang sulung. Mudah-mudahan ada belas kasihmu mengambilnya sebagai lembaran kain sutra, engkau naikkan di ujung lampit emas Opunna Luwuq.'”

WE TEMMAMALAQ :

Kur jiwanya Opunna Luwuq , semoga datang semangat kahyangannya.Tidak kutampik perkataannya, tidak mungkin jadi berjodoh We Adiluwuq kalau belum terlaksana perjodohan We Datu Sengngeng. Sebabnya maka demikian ucapanku, Paduka Adinda karena Paduka Turung Belae’. memesankan kepada
anaknya, katanya, Engkau We Adiluwuq akan aku tinggalkan dua beradik, tidak daku izinkan engkau mendahului jodoh Paduka adikmu.Sebabnya aku larang engkau kawin lebih dahulu, nanti engkau tinggalkan adikmu maka semakin kesepian We Datu
Sengngeng.Tetapi walaupun demikian ucapanku dapat saja
berjodoh anak raja belaianku tapi harus sama derajatnya dengan orang Ruallette yang turun menjelma, atau orang Toddang Toja yang muncul ke bumi, sesamanya berdarah putih.Itulah sebabnya maka agak terlambat perjodohannya bersaudara karena Paduka manurung suami-istri mengatakan, Hanya akan berjodoh sibiran tulangku jika sesamanya berdarah putih, keturunan Ruallette turun menjelma di dunia.

LA PANGORISENG :

Itulah sebabnya kami berlabuh di Tompoq Tikkaq, karena berkata Paduka tuanku Manurungnge Batara Guru di Aleq Luwuq suami-istri, Di Tompoq Tikkaq tempat sederajat denganmu, sesama orang Senrijawa yang turun menjelma, sesama orang Toddang Toja yang muncul ke bumi.

CUT TO.

09. EXTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ,LA PANANRANG,TO SINILELE, LA TENRILOLLONG, WE TEMMEMALAQ, LA TEMMALLURENG, LA TAU PANCEQ, LA TAU BULENG, LA OROQ KELLING, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Genderang besar dibunyikan, seruling bambu ditiup pula diikuti gong dan diramaikan musik Melayu. La Tau Panceq mulai memetik rebab emasnya, La Tau Buleng membunyikan mong-mong kencananya, La Oroq Kelling membunyikan serulingnya. Bedil pun disulut, maklumat bahwa orang Ruallette turun menjelma di Tompoq Tikkaq. Batara Lattuq berangkat didahului oleh tarian alosu emas dan sabungan arumpigi emas, untuk memasuki Sawammegga melalui negeri Tompoq Tikkaq langsung masuk ke Singkiq Wero.

Bagaikan pohon radda akan patah suara jendela yang dibuka
penduduk di Sawammegga, di Tompoq Tikkaq dan di Singkiq Wero. Bulu roma penduduk kampung berdiri melihat Batara Lattuq berlalu bagaikan orang Boting Langiq yang turun menjelma. We Tenrijelloq pun gemetar badannya waktu melihat bagaikan air bah yang membanjir, bagaikan topan yang menghempas para orang perahu itu.

CUT TO.

10 .EXTERIOR/INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ,LA PANANRANG,TO SINILELE, LA TENRILOLLONG, WE TEMMEMALAQ, LA TEMMALLURENG, LA TAU PANCEQ, LA TAU BULENG, LA OROQ KELLING,WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Rombongan Batara Lattuq tiba di dalam pagar. Diletakkanlah usungan emas kendaraan Opunna Luwuq. la bangkit menginjak tangga emas berukir, memegang susuran kemilau, menginjak lantai papan pinang, terus masuk ke lambung istana. Kemudian Batara Lattuq duduk di hadapan We Adiluwuq. I La Tiuleng termenung menyaksikan We Adiluwuq, tidak ada yang menyamainya, tidak ada yang menandingi kecantikannya bersaudara.

BATARA LATTUQ :

Hai para remaja Aleq Luwuq pengawal dekat, suguhilah sirih tuanmu yang empunya rumah.

Bergegas para pelayan, orang Dalam melipat sirih dan mengiris pinang. Batara Lattuq sendiri yang menyuguhi sirih pada talam emas.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu paduka Inangda, semoga datang semangat Kahyanganmu. Menyirihlah, Inangda, beri pula sirih anakmu
yang membelakang itu.

We Adiluwuq berpaling menampakkan muka memandang lalu menyirih. Sementara We Datu Sengngeng enggan menampakkan muka.

WE TEMMAMALAQ :

Mengapakah engkau ananda We Sengngeng, tidak balik menyirih. Nanti tamu itu berkata, Congkak benar anak yatim ini.'”

Maka We Datu Sengngeng berbalik mengambil sirih segulung dari samping pada talam emas. Sirih itu diremasnya tanpa disirih.

WE TEMMAMALAQ :

Mengapakah engkau Ananda tidak menyirih.Nanti orang mengatakan, Pantaslah ia yatim piatu.

BATARA LATTUQ :

Inangda, janganlah demikian ucapanmu. Sudah berapa bulankah Inangda We Datu Sengngeng padam pelita jiwanya Paduka yang empunya istana di Tompoq Tikkaq?

WE TEMMAMALAQ :

Tujuh malam peti jenazah emas di istana. Hanya tiga malam saja turunnya peti jenazah emas harta bendanya dirampas,jendela emas yang indah dibongkar, semua lantainya di dalam digulung pula. Hanya tinggal dua bilah lantai dan tiga batang Gelegar, tiga orang pula yang menempatinya.Tujuh bulan saja lamanyaTunrung Belae dikubur maka anaknya pergi membuang diri di tempat yang
jauh.Tiga puluh malam lamanya anak-anak itu membuang diri baru mereka kembali lagi ke istana.Tujuh malam lamanya setelah mereka kembali membuang diri datang berita adanya perahu
berlabuh di muara.

BATARA LATTUQ :

Inangda, janganlah engkau ulang lagi ucapanmu,sebab pilu sekali rasa hatiku di Dalam mendengar Ketentuan To Palanroe yang kedua kalinya.Tak adakah perintang duta yang menghalangi lamaran anakmu?

WE TEMMAMALAQ:

Setahu saya tidak ada kami simpan perintang duta dan penolak lamarannya sesama raja.Semoga berakhir sekarang kejahatan raja mandul perampas itu. Tiada hari yang sepi dari kedatangan utusan sesamamu raja, sebelum meninggal orang tuanya tetapi tak ada yang sepadan dengannya.

BATARA LATTUQ :

Inangda, ambillah bissu pelayan ratusan.Sekian pula bakul Cina yang berisi kain patola, engkau bawa anakmu ke dalam.Jangan duduk di ruangan depan menjadi tumpuan mata memandang orang banyak.

WE TEMMAMALAQ ;

Paduka Ananda We Datu Sengngeng dan ananda We Adiluwuq
ringankanlah dirimu masuk ke Dalam bilik.

Maka We Adiluwuq bergegas bangkit masuk ke dalam mengiringi adiknya We Datu Sengngeng

BATARA LATTUQ :

Berdirilah, para dayang mengantar Paduka adikmu.

CUT TO.

10 .EXTERIOR/INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ,LA PANGORISENG ,WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Belum selesai ucapan Opunna Luwuq para dayang bangkit mengikuti We Adiluwuq bersaudara.Bergemuruh suara lantai dilewati oleh orang yang bergelang sekati,para dayang yang rambutnya panjang tergerai melewati dinding tengah.Bagaikan arus mengalir linangan air mata pengasuh itu ketika ia melihat tak saling memberi jalan para bissu dayang,padahal bukan dayang kepunyaan anak raja asuhannya.We Adiluwuq bersaudara langsung duduk di atas permadani hamparan emas.

Bergegas La Pangoriseng bangkit terus ke depan.We Adiluwuq duduk membasahi pangkuannya dengan air mata yang bercucuran. Setelah La Pangoriseng tiba di ruangan depan ia lalu duduk di hadapan Batara Lattuq.

LA PANGORISENG :

Kur jiwamu paduka adikku, semoga datang semangat Kahyanganmu.Telah jadi engkau kawin besok, Adikku.”

Wajah I La Tiuleng bagaikan orang yang ayam sabungannya menang mendengar ucapan saudaranya.Akhirnya Niatannya Untuk mengawini we datu Sengngeng akan terwujud juga.

CUT TO.

11. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ,LA PANGORISENG ,WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG PUANG MATOA, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Prosesi perkawinan dua anak raja titisan dewa itupun dimulai. Kedua mempelai diperintahkan berdiri pada beringin emas lalu Batara Lattuq dan We Datu Sengngeng dijahit dalam sarung lambang perjodohannya dan diikat nasibnya bersama .Puang Matoa di Luwuq berdiri di muka pelaminan .

PUANG MATOA DI LUWUQ :

Belilah kalian seorang petani yang belum pernah memegang gagang luku, belum pernah mengayunkan cambuk emas, belum pernah menyelempang tali luku, tetapi tak pernah lapar orang banyak.

LA PANGORISENG :

Saya yang membeli petanimu, Puang Matoa di Luwuq, dengan dayang-dayang ratusan orang. Sekian pula bakul Cina yang berisi tenunan Melayu.”

PUANG MATOA DI WAREQ :

Belilah kalian seorang penenun,yang belum pernah mengangkat arek sutera, belum pernah memangku gulungan kain tenun,belum pernah menayang belera emas,belum pernah memutar jentera kencana,dan tak lusuh sarung baju bissu pelayan sebayanya, namun isi lumbung besar tempat menimbun harta bendanya
tak pernah berkurang.”

WE ADILUWUQ :

Sayalah yang membeli tukang tenunmu, Puang Matoa di Wareq, dengan kain sarung ratusan lembar.Sekian pula bakul Cina yang berisi tenunan Melayu.”

PUANG MATOA DI LUWUQ :

Putuskanlah jahitannya, Puang Matoa di Wareq.”

Puang Matoa di Luwuq dan Puang Matoa di Wareq segera duduk.
Batara Lattuq tersenyum saja .

BATARA LATTUQ :

Baliklah kemari We Datu Sengngeng, hadapkan wajahmu memandangku. Isi wangkang emas tumpanganku milikmu
semua, Paduka Adinda.”

Tak kunjung We Datu Sengngeng menampakkan muka.Menunduk terus sambil meneteskan air matanya bercucuran.We Adiluwuq sendiri yang mengusapkan air mata Paduka adiknya yang bercucuran.

WE ADILUWUQ :

Mengapakah nian, Paduka Adinda, engkau tiada mau Berpaling menampakkan muka kepada orang besar itu. Jangan merajuk demikian itu, Paduka Adinda, jangan mempermalukan kami, Adikku. tak ada lagi yang mesti kita ucapkan, karena demikianlah kehendak To Palanroe. Nanti orang lain akan berkata,Bagaimana dia tidak rakus pada pemberian, karena ia raja yang miskin tak berpunya.'”

LA PANGORISENG :

Kur semangatmu, Paduka Adinda,janganlah demikian ucapanmu.”

Opunna Luwuq Batara Lattuq duduk saja memandang istrinya.

BATARA LATTUQ :

Agaknya aku telah ditakdirkan oleh dewa raja yang beruntung mendapatkan ratu yang tiada banding kecantikannya.Maka ialah menjadi jodohku sesamaku berdarah putih dan disembah.

CUT TO.

12. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ,LA PANGORISENG ,WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG PUANG MATOA, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Diangkatlah piring mangkuk tempat makannya Batara Lattuq. dinaungi kain sutera tipis membayang, ditindih dengan gelang berpilin.Tangan Opunna Luwuq dibasuhkan.

BATARA LATTUQ :

Berbaliklah kemari, engkau makan, Adinda We Datu Sengngng,
ambil ribuan di Luwuq, ratusan di Wareq.

We Datu Sengngeng tak kunjung berkata ,tiada menjawab sepatah pun ucapan Batara Lattuq.

BATARA LATTUQ :

Kasihanilah aku, adik We Sengngeng, engkau berbalik makan, Adikku.

We Datu Sengngeng tak kunjung berkata ,tiada menjawab sepatah kata pun suami sejodohnya.

WE ADILUWUQ :

Mengapakah, We Sengngeng, engkau tidak mau makan? Nanti orang mengatakan bahwa pantaslah ia begitu, karena ia raja yang miskin, ia hanya mengharapkan harta pemberian.”

Maka We Datu Sengngeng berbalik. Batara Lattuq sendiri membasuhkan jari tangan istrinya.We Datu Sengngeng hanya menggenggam nasi tanpa memasukkannya ke dalam perut.Tiada juga si yatim itu menampakkan mukanya. Air mata yang bercucuran para pengasuh dan We Adiluwuq bersaudara tak tertahankan lagi.

Hanya tiga kali Batara Lattuq menyuap maka ia berhenti. Dibasuhkan kembali jari tangannya lalu berkumur membersihkan mulut.Tiada diletakkan tempat minuman yang dihadapi La Pangoriseng bersaudara. Batara Lattuq tertawa saja memandang istrinya.Maka Batara Lattuq bangkit naik duduk di atas pelaminan emas merangkul istrinya.We Datu Sengngeng enggan disentuh
dengan jari suami segaharanya.

BATARA LATTUQ :

Paduka Adinda We Datu Sengngeng, berbaliklah menghadapkan wajahmu kepadaku, supaya kupandang wajahmu, ambil saja
dayang-dayang ribuan orang.

LA PANGORISENG :

Adik We Sengngeng, berpalinglah menampakkan wajah pada kakakmu, ambil saja dayang-dayang ratusan orang daripadaku. Sekian pula lipatan kain sutera, ambillah pula gading berbilah pada pergelanganku

BATARA LATTUQ :

Adik We Sengngeng, berpalinglah menampakkan muka kepadaku, ambillah tujuh negeri yang indah masing-masing ratusan sumber pajaknya Sebagai pemasukan di kala suka dan duka. Ambillah pula tujuh ratus anak orang kaya. Ambillah pula anak raja lima
ratus orang.

Namun tak sekali pun We Datu Sengngeng berpaling kepada Suaminya.

WE ADILUWUQ :

Berpalinglah kemari, Paduka Adinda, menampakkan muka dan memandang suami segaharamu .Engkau tidak ditakdirkan merajuk karena PadukaTunrung Belae’ suami-istri telah meninggal.Kita akan kehilangan siriq, Adik,terimalah ini sebagai kehendak
To Palanroe. Nanti semua orang mengatakan,Bagaimana dia tidak rakus pada pemberian, karena ia adalah raja miskin tak berpunya.

Maka We Datu Sengngeng berbalik menampakkan wajahnya lalu memandang suami segaharanya.Bergegas Batara Lattuq menindih paha bulan purnama yang disayanginya.We Datu Sengngeng segera menghindar,kesal dan membelakangi duduk,enggan disentuh tangannya.

BATARA LATTUQ :

Adakah pernah, duhai hiasan balairung yang ramai, bulan pengisi bilik, tak kuturuti kehendakmu. Engkau mutiara bilik yang tiada duanya,tak ada yang lain duduk mengepalai balairung selain engkau. Hanya engkaulah, Paduka Adinda,permaisuriku di
istana agung manurung.

CUT TO.

13. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Hari berganti hari, bulan berganti bulan.Tak terasa Maka tiga bulan setelah We Datu Sengngeng duduk bersanding di atas pelaminan emas,sekian pula lamanya suami-istri tak nampak di beranda,tak kenal siang atau malam.Sang raja makan di dalam kelambu emas saja.Mandi berlangir pada papan emas yang satu.

CUT TO.

14. INTERIOR – KERAJAAN ALEQ LUWUQ – MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Malam selalu membawa sepi dan rindu. Di suatu malam yang tenang Manurungnge suami-istri diliputi rasa rindu pada anak yang dikasihinya. Berdebar-debar rasa hatinya di Dalam Paduka We Nyiliq Timoq Yang Muncul di Busa Empong karena terkenang anaknya Batara Lattuq.

WE NYILIQ TIMOQ :

Sudah menjelang setahun kepergian anakku, barulah seperti sekarang ini terasa rinduku, betapa sedih hatiku mengenang tunas penggantiku. Alangkah baiknya, datu manurung, engkau perintahkan ke timur ke Tompoq Tikkaq Bajeng Tangkiling yang biasa mengarungi samudera, mengarungi laut dan menyampaikan berita.

CUT TO.

15. INTERIOR – KERAJAAN ALEQ LUWUQ – MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, BAJENG TANGKILING )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

BATARA GURU :

Berangkatlah, Bajeng Tangkiling, pergi ke timur ke TompoqTikkaq. Sampaikan kepada I La Tiuleng Batara Lattuq. Katakan padanya, Selama engkau tinggalkan negerimu, hanya air mata yang merundung Manurungnge suami-istri, kerjanya hanya menggigit
ujung ikat pinggangnya saja. Bawalah kemari istrimu ke Luwuq mengepalai peradatan memelihara kemuliaanmu, Kupasangi emas berpilin pergelanganmu, kuhadiahkan juga benang sutera jari tanganmu, engkau bawakan kirimanku kepada anakku, air mata pada bokor putih sedap malam dalam buli-buli.

CUT TO.

16. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – MALAM.

(tokoh cerita : BAJENG TANGKILING, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Belum selesai ucapan Manurungnge Batara Guru, maka angin bertiup dengan kencang mengarungi samudera dan menyeberangi laut.Pada waktu dinihari yang cerah Bajeng Tangkiling suruhan Manurungnge sampai di Tompoq Tikkaq segera berhembus, menggoyangkan daun-daun kayu.Berembus masuk ke dalam bilik tempat tidur Batara Lattuq,menyingkap kelambu emas yang mengitari We Datu Sengngeng, bergoyangan rumbai-rumbai pucuk enau emas,membuat bergetar segala hiasan dan bersentuhan pula giring-giring yang permai.Bersinggungan bokor emas dengan hiasan dinding bilik kencana tempat peraduan Batara Lattuq Opunna Luwuq.

BAJENG TANGKILING ANGIN :

Semoga tak terkutuk daku, orang Ruallette,datang kemari turun menjelma membangunkan engkau di bilikmu.

Angin itu sedang mendapati nyenyak sekali tidurnya Batara Lattuq suami-istri.Tiba-tiba terdengar oleh I La Tiuleng ucapan angin itu. Batara Lattuq berpaling menggeser diri melepas pelukannya mengganti lengannya dengan bantal emas,sebagai bantal tidur istrinya.Bergegas Batara Lattuq bangun duduk menyelimuti istrinya dengan puluhan sarung,kemudian membuka cerana emas lalu menyirih.

BATARA LATTUQ :

Menyirihlah, yang tak kulihat wajahmu,yang membangunkanku pada dinihari yang cerah ini.

BAJENG TANGKILING ANGIN :
Saya ini adalah kakakmu Si Angin dari Luwuq. Paduka Manurungnge suami-istri menyuruhku Kemari diikatnya lenganku dengan emas berpilin dililitnya pula jari tanganku benang halus.Semenjak engkau merantau meninggalkan Negerimu air mata saja yang menyertai Manurungnge suami-istri, ikat pinggangnya saja yang terus digigitnya. Adinda, hendaknya engkau membawa istrimu ke Luwuq memimpin peradatan dan mengatur perintah memelihara akan kemuliaanmu.

CUT TO.

17. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : I LA BIRAJA, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Pagi menjelang di istana Tompoq Tikkaq, burung burung bertebangan menyambut matahari yang memberikan kecerahan pagi itu. I La Biraja utusan sri Paduka penguasa di Sawammegga menghadap We Adiluwuq .

I LA BIRAJA :

Kur jiwamu, Paduka We Adiluwuq dan Paduka We Datu Sengngeng, semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Kutadahkan kedua belah tanganku, semoga tak terkutuk daku menjawab tuanku, perkataan ini bukan kata-kataku melainkan perkataan sesamamu raja. Adapun yang diperintahkan kepadaku oleh raja mandul suami- istri. Bukan engkau yang seharusnya didatangi pajak muara dan bea sungai. Sri Paduka di Sawammegga yang patut memungut pajak pada para pedagang, yang harus menerima persembahan bea sungai.
Memerah wajah We Adiluwuq Bagaikan bara menyala air muka We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng bersaudara mendengar ucapan I La Biraja.

WE ADILUWUQ :

We Tenrijelloq dan La Tenrigiling tidak malu berkata demikian.
Tidak kembar payung di Tompoq Tikkaq, I La Biraja.Tidak pula dua payung kerajaan di Sawammegga.Tempat minumnya We Tenrijelloq menjadi pengapit, suara gendangnya La Tenrigiling menjadi sumbang. Rupanya We Tenrijelloq telah jadi raja, I La Biraja, padahal tak Pernah kuingat ia menerima persembahan dan bea sungai sebelum meninggal Paduka tuanku. Turung Belae suami-istri. Mereka merampas hartaku, memindahkan kerajaanku, barulah mereka menarik pajak pada para pedagang.

I LA BIRAJA :

Kalau begitu Hamba memohon diri, Sri Paduka.”

We Adiluwuq tiada berkata, We Datu Sengngeng pun tiada menjawab. Batara Lattuq bersepupu sekali rnemperkenankannya.

CUT TO.

18. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : I LA BIRAJA,WE TENRIJELLOQ,LA TENRIGILING)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tidak membuang waktu , Maka I La Biraja bangkit, bergegas ke Sawammegga,menginjak tangga emas berukir, melangkahi ambang pintu,menginjak lantai papan pinang kemilau, langsung duduk di hadapan We Tenrijelloq suami-istri.Sujud menyembah lalu duduk.

LA TENRIGILING :

Bagaimana gerangan ucapannya anak yatim dua bersaudara?”

I LA BIRAJA :

Adapun yang diucapkan We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng, katanya, Benar-benar We Tenrijelloq tidak punya rasa malu cara berbicaranya suami-istri, memang tak pernah ia menerima pajak muara dan bea sungai sebelum Sri Paduka tuanku meninggal.

Marah sekali We Tenrijelloq suami-istri mendengar ucapan We Adiluwuq. La Tenrigiling meludah sembari berkata,

LA TENRIGILING :

Andaikata aku tahu demikian ucapan anak yatim itu pada saat meninggalnya orang tuanya sudah kutikamnya dengan keris emas.Tetapi sekarang sudah ada Opunna Luwuq bersepupu sekali tegak menghadang bagaikan dataran tinggi yang melintang sepanjang negeri, membuat lancang berbicara mulutnya We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng bersaudara.

CUT TO.

19. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, UNGA WE MAJANG )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Tiada lagi senang perasaan We Adiluwuq bersaudara mendengar ucapan We Tenrijelloq. Berpaling sambil berkata We Adiluwuq kepada adiknya We Datu Sengngeng.

WE ADILUWUQ :

Janganlah engkau, We Datu Sengngeng, memalingkan muka memandang pada suami segaharamu, kalau belum sampai ajalnya raja mandul perampas itu suami-istri.”

Ucapan saudaranya diiakan oleh We Datu Sengngeng.Tanpa sengaja Batara Lattuq mendengar ucapan We Adiluwuq. I La Tiuleng tertawa saja mendengar ucapan Paduka kakaknya. Sambil tersenyum I La Tiuleng berkata,

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, mutiara bilik bersaudara, semoga datanglah semangat kahyanganmu. Apa gerangan yang tak menyenangkan perasaan hatimu? Siapa lagi yang akan dituruti rayu-rayunya selain engkau adindaku bersaudara?”

WE DATU SENGNGENG :

Kur jiwamu, Paduka Suamiku Batara Lattuq , semoga datanglah semangat kahyanganmu. Aku tak menyembunyikan perasaanku, Paduka. Hatiku hanya akan senang kalau We Tenrijelloq suami-istri sudah mati.

BATARA LATTUQ :

Tidak usah hal itu yang menyusahkan hatimu adinda We Datu
Sengngeng mutiara bilik yang jarang samanya bersaudara.

WE DATU SENGNGENG :

Paduka suamiku Batara Lattuq. Aku tak mau melihat raja mandul perampas itu menguasai yang bukan haknya.Barulah akan senang perasaan hatiku kalau engkau membunuh WeTenrijelloq suami-istri.

BATARA LATTUQ :

Adinda We Datu Sengngeng, Perintahkanlah orang memungut sepah Sirih yang telah dikunyah We Tenrijelloq suami-istri .

Berpaling berkata We Datu Sengngeng kepada kakaknya We Adiluwuq.

WE DATU SENGNGENG :

Bagaimana pikiranmu yang jernih bagai mata air itu Paduka Kakanda We Adiluwuq? siapakah gerangan yang tak dicurigai bila memungut sepah sirih yang telah dikunyah raja mandul perampas itu ?

WE ADILUWUQ :

Pada pikiranku, Barangkali We Unga Waru yang baik Adikku We Datu Sengngeng Untuk kita suruh pergi mengambil sepah sirih yang telah dikunyah bibi kita We Tenrijelloq suami-istri. Sebab hanya dia yang arif bijaksana menyembunyikan gerak sehingga tidak akan dicurigai.

WE DATU SENGNGENG :

Berangkatlah, Wahai Unga We Majang, panggilkan daku We Unga Waru, dan katakana Engkau dipanggil Paduka adik kita.

CUT TO.

20. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : UNGA WE MAJANG, UNGA WE WARU )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Ttdak menunggu waktu lagi, Belum selesai ucapan We Adiluwuq bersaudara maka Unga We Majang berangkat ke istana We Unga Waru,menginjak tangga emas berukir,melangkahi ambang pintu lalu masuk,didapatinya We Unga Waru selesai makan.

WE UNGA WARU :

Silakan duduk, Unga We Majang. Apa gerangan yang menyebabkan engkau kemari ?

UNGA WE MAYANG :

Unga We Waru , Engkau dipanggil Paduka adik kita We Datu
Sengngeng bersaudara menghadap ke istana.

CUT TO.

21. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, UNGA WE MAJANG,UNGA WE WARU )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Dengan bergegas tanpa menungngu waktu lagi, Maka We Unga Waru berangkat tanpa mengganti sarung sehari-harinya,dan baju di dada peresap keringatnya,berjalan We Unga Waru bergegas menuju ke istana,menginjak tangga emas berukir,melangkahi ambang pintu kencana, menginjak lantai papan pinang kemilau, melewati dinding tengah, melangkahi sekat istana. Langsung duduk sambil menyembah bersimpuh di hadapan peterana emas
persandingan We Datu Sengngeng bersaudara, disorongkan sirih lalu menyirihlah We Unga Waru.

WE DATU SENGNGENG

Kur jiwamu, paduka kakanda We Unga Waru ,semoga datanglah semangat kahyanganmu. Duduklah dan ambillah sirih, Menyirihlah Kakanda We Unga Waru.

Bergegas We Unga Waru menyambut sirih dari adiknya .We Datu Sengngeng berkata hampir bersamaan berdua dengan We Adiluwuq,

WE DATU SENGNGENG :

Kasihanilah daku, Paduka Kakanda, kaupungutkan daku sepah sirih yang dikunyah bibiku We Tenrijelloq suami-istri.

CUT TO.

22. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE UNGA WARU ,WE TENRIJELLOQ,LA TENRIGILING)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Tanpa menunggu waktu lagi, Belum selesai ucapan We Adiluwuq bersaudara maka We Unga Waru berangkat bergegas menuju istana sao loci tempat tinggal We Tenrijelloq menginjak tangga emas berukir, memegang susuran kemilau, menginjak lantai papan pinang emas,bergegas masuk ke Dalam, didapatinya We Tenrijelloq duduk berdampingan suami-istri.

WE TENRIJELLOQ :

Silakan duduk, We Unga Waru.

We Unga Waru sujud menyembah lalu duduk di hadapan We Tenrijelloq yang Membuka cerana emas sambil berkata

WE TENRIJELLOQ :

Ambillah Sirih, Menyirihlah engkau We Unga Waru.

WE UNGA WARU :

Inilah Paduka We Tenrijelloq, sarung indah hasil tenunanku sendiri.

Gembira sekali We Tenrijelloq mengamati warna sarung We Unga Waru.We Tenrijelloq berpaling membuka cerana emas lalu suami-istri menyirih.Tujuh kali ia mengunyah sirihnya lalu dibuangnya. We Unga Waru berpaling mengambil sepah sirih yang dikunyah We Tenrijelloq suami-istri,lalu dibungkusnya dengan daun sirih dan diselipkannya pada ikatan sarungnya.

WE UNGA WARU :

Aku memohon pamit dahulu ,kalau Paduka berkenaan.

We Tenrijelloq suami-istri memperkenankannya.Maka bergegaslah We Unga Waru keluar dan turun menginjakkan kaki pada tangga emas berukir, memegang susuran kemilau, menginjak lantai papan pinang emas, bergegas Keluar meninggalkan Istana.

CUT TO.

23. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, UNGA WE MAJANG,UNGA WE WARU )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

We Unga Waru berangkat pergi bergegas menuju Tompoq Tikkaq menginjak tangga emas berukir,memegang susuran kemilau,menginjak lantai papan pinang terus masuk kedalam Istana.

WE ADILUWUQ :

Kemarilah, kakak We Waru, duduklah dan menyirihlah.

Maka We Unga Waru naiklah duduk ,mengambil sirih dan menyirih.Lalu Berkatalah We Adiluwuq hamper bersamaan dengan We Datu Sengngeng.

WE ADILUWUQ :

Kusiasati engkau, Kakak We Waru, kuajukan pula pertanyaan
kepadamu, adakah engkau pulang membawa harapan?”

We Unga Waru tersenyum saja sambil membuka mulutnya,

WE UNGA WARU :

Inilah, Adinda We Adiluwuq , sepah sirih yang dikunyah oleh
We Tenrijelloq suami-istri.

Gembira sekali We Adiluwuq bersaudara melihat sepah sirih bekas kunyahan We Tenrijelloq suami-istri,dan diberikannya kepada Batara Lattuq bersepupu sekali lalu disimpan di dalam kampuh emas dan dimasukkanlah sepah itu ke dalam puannya .

CUT TO.

24. INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

BATARA LATTUQ :

Bagaimanakah menurut pikiranmu Paduka Kakanda To Sinilele, Bagaimana menurut perhitungan kakanda letak matahari?

LA TEMMALURENG :

Adinda Paduka Batara Lattuq, Sinar matahari tidak di barat,
bayang-bayang pun tidak pula di Timur.

BATARA LATTUQ :

Kalau begitu halnya, sudah tiba waktunya kita berangkat.Marilah kita pergi ke sungai naik perahu, Kakanda, didayungi oleh orang banyak.To Pananrang, perintahkanlah menurunkan usungan emas
tumpanganku bersepupu sekali.

CUT TO.

25. EXTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Dalam sekejab saja tanpa membuang waktu , Maka La Temmallureng memerintahkan untuk menurunkan usungan emas,tumpangan Batara Lattuq bersepupu sekali,Kini usungan sudah siaplah, payung emas pun telah dikembangkan,orang banyak pun telah menunggu di pekarangan,serta juak yang bergelang gading emas.Batara Lattuq berpaling sembari mengusap-usap pinggang istrinya.membalik-balik gelang kalaru emas yang melingkari lengannya.melepas-lepas cincin emas pengikat jari tangannya, mengelus-elus kuku buatan hiasan jarinya, melengkung-lengkungkan sanggulnya, melentik-lentikkan ujung jarinya menelusuri dada bajunya, melingkarkan lengan pada lehernya.

BATARA LATTUQ :

Paduka Istriku We Datu Sengngeng. Kasihanilah daku mutiara bilik yang jarang duanya,engkau berikan sepah sirih yang engkau kunyah, berikan pula cincin emas yang ada pada jari manismu, engkau ambil saja pelayan Luwuq ratusan orang.

We Datu Sengngeng membuka cerana emas dan menyirih, lalu diberikan kepada suami segaharanya sambil membuka pula cincin emas di jari manisnya.

CUT TO.

26. EXTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA TENRIOJI,WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

La Tenroaji berpaling mengusap-usap pinggang istrinya, mengurut-urut rambutnya yang panjang tergerai,menimang-nimang jari tangannya memijit-mijit pinggang istrinya merayu-rayu bulan purnama yang disayanginya.

LA TENRIOJI

Kasihanilah daku, permata bilik yang jarang tandingannya,
engkau berikan sepah sirih yang engkau kunyah.Berikan pula
kepadaku cincin emas di jari manismu,engkau ambil dayang-dayang ratusan orang dari Coppoq Meru.

We Adiluwuq membuka cerana emas lalu menyirih,ia berikan sepah sirih yang ia kunyah,kepada suami segaharanya dan membuka cincin emas pada jari manisnya,lalu diberikannya kepada I La Jiriu.

To Pananrang mendekat sambil menyembah dan berkata

TO PANANRANG

Paduka Batara Lattuq.Sudah siap usungan, sudah terkembang
pula payung emasmu.”

CUT TO.

27. EXTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Maka I La Tiuleng berdiri bergandengan tangan bersepupu sekali menuju ke depan,diiringi oleh para hamba pembesar kerajaan yang empunya negeri yang indah.Maka mereka bersepupu sekali berangkat diangkut dengan usungan kencana dinaungi payung emas. Diusunglah pula para pemegang kipas diangkatlah ketur peludahan tempat menampung sepah sirih pembesar itu.Di barisan depan boneka ditempatkan,di belakang topeng kayu telah ditempatkan.

CUT TO.

28. EXTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Genderang besar telah dipukul,seruling telah berbunyi diiringi oleh gong, diramaikan dengan tari Melayu .Alangkah riuh kedengaran adat kerajaan pembesar itu. Bersahutan suara kur semangat kahyangan para pembesar. Sudah berangkatlah usungan emas yang ditumpangi Batara Lattuq dan I La Jiriu pergi keluar ke sungai. I La Tiuleng sudah sampai memenuhi pinggir sungai pelabuhan yang tak pernah sunyi di Tompoq Tikkaq. Diletakkanlah usungan emas kendaraan Batara Lattuq bersepupu sekali.

Lalu Batara Lattuq dan 1 La Jiriu berdiri menginjak tangga perahu emas meniti cadik emas, melangkahi barateng gading, duduk bersepupu sekali pada ruangan perahu.Semua orang banyak naik pula, anak perahu dan hamba bergelang emas lengkap pula.La Temmallureng berdiri di haluan perahu sambil berkata,

LA TEMMALURENG :

Segeralah kita berlayar. Mendayunglah orang Selayar, berkayuh pula orang Waniaga.”

Wangkang itu bagaikan burung yang terbang diangkut oleh layar dan dibawa oleh gelombang, diiringi oleh angin dan berbunyi ditiup bayu. Belum lagi hancur daun sirih itu maka mereka sampai pada pusaran air. Batara Lattuq dan I La Jiriu membuka cerana emas lalu menyirih. Mereka menenggelamkan kempu berisi sepah sirih yang dikunyah We Tenrijelloq suami-istri.

Batara Lattuq dan I La Jiriu kembali lagi. Tingginya sinar surya tinggal sepenggal di barat,matahari terbenam di pinggir langit. Maka wangkang I La Tiuleng tiba berlabuh di muara di Tompoq Tikkaq. Opunna Luwuq dan I La Jiriu berdiri, meniti cadik emas, melangkahi tepi perahu, ditadah dengan usungan kencana, dinaungi payung emas bersepupu sekali masuk ke Tompoq Tikkaq.Bergegas titian pagar indah dipegangkan untuk dilewati para pengusung. Diletakkanlah usungan emas kendaraan pembesar itu.

Lalu Batara Lattuq berdiri bergandengan tangan bersepupu sekali
menginjak tangga emas berukir,melangkahi ambang pintu, menginjak lantai papan pinang, melewati dinding tengah, melangkahi sekat ruangan,didapati istrinya duduk di atas peterana dikelilingi orang pilihan. Bagaikan orang yang minum madu perasaan di dalam hati I La Tiuleng dan I La Jiriu memandang istrinya duduk bagaikan orang Boting Langiq yang turun menjelma. I La Tiuleng dan I La Jiriu langsung masuk duduk mendampingi istri mereka mencumbu bulan purnama kecintaannya mengusap-usap mutiara bilik yang disayanginya, melingkarkan lengan pada leher istrinya.

CUT TO.

29. INTERIOR – KERAJAAN SAWAMMEGGA – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TENRIJELLOQ,LA TENRIGILING,EXTRACT)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Hanya tiga malam setelah datangnya Batara Lattuq bersepupu sekali.We Tenrijelloq suami-istri ditimpa penyakit keras.We Tenrijelloq suami-istri sudah sakit perutnya tinggal berbaring tanpa bergerak bagaikan mayat.Semua anak raja pendamping,pemuka negeri yang mengatur hukum sudah ada.

LA TENRIGILING :

Ada baiknya kalau kita beritahukan Sri Paduka di Tompoq Tikkaq bersaudara.

CUT TO.

30. INTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG, BATARA LATTUQ,DATU SENGNGENG, TO SINILELE, LA TEMMALLURENG.TO PANANRANG,LA PANGORISENG, EXTRACT )

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo )

Anak raja pendamping itu sepakatlah. Maka bangkit bergegas menuju Tompoq Tikkaq memasuki pekarangan istana,menginjak tangga emas berukir,memegang susuran kemilau,menginjak lantai papan pinang terus masuk,didapatinya We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng duduk berdampingan suami-istri.

LA PANGORISENG :

Kur jiwamu, paduka para hakim, semoga datanglah semangat kahyanganmu.Masuklah duduk, kalian para hakim.

para hakim itu duduk di hadapan peterana emas tempat bersanding We Adiluwuq suami-istri.

BANGSAWAN PENDAMPING :

Kur jiwamu, Paduka We Adiluwuq Suami istri, semoga datanglah semangat kahyanganmu.Bibimu suami-istri ditimpa penyakit keras.Mereka berbaring tanpa berbalik,tak bergerak kaki, tak
bergerak tangan,sungguh keras bagaikan sudah mati.

WE ADILUWUQ :

Kur jiwamu, paduka para hakim ,semoga datanglah semangat kahyanganmu.Walaupun mereka meninggal tidak akan
menyusahkan hatiku.”

CUT TO.

BERSAMBUNG KE EPISODE VI.

SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE IV

Posted May 24, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

IV. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 4

( Episode BATARA LATTUQ DAN ANAK YATIM )

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02.EXTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG .)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu ).

Angin menderu diatas Istana Tompoq Tika yang sepanjang musim dilanda kemarau. Suatu hari Ketika fajar menyingsing kokok ayam masih bersahut-sahutan, We Temmamalaq bangun dari tidurnya lalu ke depan istana , dilihatnya di bawah tangga istana, We Adiluwuq bersaudara bergegas masuk ke dalam pekarangan istana .Dengan tergesa-gesa We Temmamalaq berdiri menaburkan beras segenggam. Pengasuh itu menangis melihat anak yatim bersaudara telah bersimpuh ditangga istana.

WE TEMMAMALAQ :

Kur jiwamu, Paduka Ananda bersaudara, datanglah semangat kahyanganmu, naiklah kemari di istana, anak dua beradik, We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng putri kerajaan Tompoq Tika.

CUT TO.

03.EXTERIOR- KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu ).

Dengan gemulai seperti juga anak titisan dewata, We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng menaiki tangga, berpegang pada susuran kemilau dan melangkahi ambang emas,menginjak lantai yang berkilauan, anak yatim bersaudara itu melangkahi sela gelegar. Alangkah gembiranya inang pengasuh itu dan langsung saja memeluk kedua putri raja asuhannya itu.

WE TEMMAMALAQ :

Anak-anakku yang cantik jelita , naiklah kemari pada lambung istana pada lorong rumah raja ini. Paduka Ananda, aku bersyukur,karena kita bertemu kembali di istana, Nak, kau lihat sendiri , sudah kulepaskan tanda berkabungku sebab engkau masih hidup dua bersaudara dan aku pun masih hidup kau dapati disini .”

Lalu kedua putri raja itu, We Adiluwuq bersaudara duduk pada lambung istana lalu kedua anak yatim itu memijit perutnya sembari berkata.

WE ADILUWUQ :

Aku sangat lapar Inangda We Temmamalaq .masihkah ada yang bisa dimakan didalam dapur istana ?

WE TEMMAMALAQ :

Kalau begitu biarlah Untuk ananda berdua akan kubuatkan engkau bubur, Paduka Ananda.

WE ADILUWUQ :

Inangda We Temmamalaq, siapakah yang memberikan engkau beras makanan?”

WE TEMMAMALAQ :

Aku cari upah menumbuk padi siang malam sepeninggalmu ananda We Adiluwuq

CUT TO.

04.INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu ).

Dengan bergegas We Temmamalaq Sang Inang Pengasuh itu lalu berdiri membuatkan anak yatim itu bubur pada pecahan kuali.Kini sudah masaklah nasinya dan matang pula lauknya.

WE ADILUWUQ :

Siapa pula Inangda We Temmamalaq yang memberi engkau ikan besar yang kau masak itu ?”

WE TEMMAMALAQ :

Nak, dengan kerja keras aku mencari upah mengambil air
sepeninggalmu.”

We Temmamalaq inang Pengasuh itu bangkit mengambilkan piring yang pecah dan menyendokkan bubur untuk anak raja asuhannya itu.

WE ADILUWUQ :

Inangda We Temmamalaq, Ambillah bara api, Inangda,aku ingin
mengangkatkan jasad dewa arwah Turung Belae suami-istri.Nanti
sesudah diangkatkan jasad dewa arwahnya,barulah daku, Inangda, makan bersama bersaudara.”

Bangkitlah Inang Pengasuh mengambil bara api pada pecahan pedupaan.Masih ada tersisa secuil dupa kemenyan dibungkus dengan cabikan kain cindai.Segera We Adiluwuq bangkit lalu duduk pada pangkal tiang turus rumah.Dibakarnya dupa itu untuk tolak bala Untuk kedua arwah orang tuanya.

WE ADILUWUQ :

Makanlah engkau yang tinggal pada tiang lurus rumah, mudah-mudahan terbukti kata bissu, semoga benarlah mimpi nyata yang dirasuk dewa langit lalu bissu menari sambil mengatakan, I La Jiriu tak akan terbuka jodohnya kalau bukan We Adiluwuq yang ia peristrikan. Batara Lattuq tak akan bertemu jodohnya kalau bukan We Datu Sengngeng yang ia persuntingnya .”

Kemudian We Datu Sengngeng bangkit berdiri dan juga ikut membakar dupa tolak bala.

WE DATU SENGNGENG :

Makanlah engkau yang tinggal pada tiang lurus rumah, semoga di sini akan berlabuh para pedagang pelayar, membawa wangkang lalu berlabuh di muara, supaya dialah yang berjodoh dan berkesampaian cintanya.

CUT TO.

05.INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu dan suara tokek ).

Bunyi cecak pun bersahut-sahutan mengiakan pada balok melintang nan kemilau.Kini anak yatim itu bersaudara mulai makan. Sesudah makan mereka pergi mandi pada pecahan tempayan emas. Sesudah mandi mereka mengeringkan badan pada sepotong bangku.

WE ADILUWUQ :

Wahai Inangda We Temmamalaq , di mana gerangan engkau simpan Gelang emas yang melingkari lenganku dan sarung indah pakaianku bersaudara?”

WE TEMMAMALAQ ;

Telah Kubungkus dengan kain bertambal, kututupi dengan
pecahan tempayan , kugantung di bawah dapur. Karena Pernah We Tenrijelloq menanyakannya, katanya, Inangda, apakah gerangan ini yang digantung di bawah dapur? Kujawab ia dengan mengatakan,Tahi bayi hambamu tuanku, Saat mulanya Barang barang itu terlentangnya pada permadani emas.'”

CUT TO.

06.INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu ).

Dengan Bergegas We Temmamalaqpun bangkit menelusuri bendul lalu melangkahi sela gelegar, tunduk mengambil pakaian tua yang digantung lalu kemudian dibawakannya anak raja asuhannya. We Adiluwuq sendiri yang membuka pengikatnya, lalu mengeluarkan gelang emas pakaiannya,juga sarung sutera penghias dirinya. Maka We Adiluwuq menyaksikan kembali, gelang emas yang pernah melingkari lengannya, enam puluh lima biji sebelah, disekat oleh gelang lolaq bepermata, dihiasi cincin berukir yang berat melingkari jari tangannya, dan kuku tiruan emas, serta anting-anting puluhan tahil.Lalu ia pun memasang pakaiannya, sarung sutera merah bersulam, yang bermotif ular sawah, dijelujur dengan ular merah, bersandar pada orang pendek, disulam emas tujuh kati bahagian bawahnya, lima kati di bahagian atasnya. Dipadu dengan baju sutera merah bersulam, bermotif mayang kemilau bertaburan,bunga bintang yang berhamburan, yang dihinggapi burung garuda, dan berpinggir emas tiga kati.

CUT TO.

07.INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu ).

Sementara Waktu itu pula, We Datu Sengngeng mengenakan gelang emas yang melingkari lengannya.enam puluh lima biji sebelah,disekat dengan gelang lolaq bepermata,cincin berukir yang berat,kuku tiruan emas, anting-anting puluhan tahil.Ia pun mengenakan sarung mengkilap bersulam,dengan motif gambar ular sawah,dipadu dengan motif ular merah,tersandar pada orang pendek, dan dihinggapi burung garuda tujuh kati di bahagian bawahnya, lima kati di bahagian atasnya, berkalungkan bunga matahari dan dibubuhi dengan emas sekati.

CUT TO.

08.INTERIOR – KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE TEMMAMALAQ, WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu ).

WE TEMMAMALAQ :

Anakku We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng,Ambillah sirih dari
cerana emas, menyirihlah kalian dengan daun sirih biar selembar
saja, pinang kecil walau cuma sekerat.

WE ADILUWUQ :

Inangda We Temmamalaq, siapa lagi yang memberikanmu selembar sirih dan pinang kecil?

WE TEMMAMALAQ :

Aku mencari upah dengan memintal benang sepeninggalmu,
Paduka Ananda We Adiluwuq. We Adiluwuq mengambil sirih, ia pun mengerat pinang itu dengan jari berhias kuku tiruan. Anak yatim bersaudara sama-sama menyirih. Alangkah senang perasaan anak-anak raja kakak beradik itu. Lalu We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng berbaring.

WE ADILUWUQ :

Inangda We Temmamalaq, entah mengapa perasaanku tiada tenang, ujung jari kakiku sakit ,kejang-kejang kedua betisku, hampir putus nyawaku, kacau-balau di dalam perasaanku, mataku tiada hendak tertidur saat berbaring, Inangda.”

WE TEMMAMALAQ :

Makanya tenanglah engkau, Paduka Ananda,supaya enak
perasaanmu bersaudara.”

Dengan bergegas We Temmamalaq Inang Pengasuh itu segera memangku betis anak raja yang diasuhnya,mengusap-usap badannya bersaudara.Maka nyenyak sekali tidurnya anak yatim kakak beradik berdua.Mata We Temmamalaq tak dapat lagi terpejam menjaga anak raja yang diasuhnya membasahinya dengan air mata siang dan malam.

CUT TO.

09.INTERIOR – ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo dan sound effect ayam berkokok ).

Ayam berkokok bersahut-sahutan, Ketika fajar menyingsing di Aleq linoq, La Togeq Langiq Batara Guru dan istrinya We Nyiliq Timoq bangun membasuh muka pada mangkuk putih, berkaca pada cermin, membuka cerana emas lalu menyirih, duduk berdampingan suami-istri di atas peterana manurung.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka istriku We Nyiliq Timoq Datanglah semangat kahyanganmu. Sebaiknya La Tenrioddang dan To Appamadeng, Adinda We Nyiliq Timoq perintahkan untuk memanggang kerbau ribuan banyaknya. Perintahkan pula agar memanggii Puang Matoa sang pemilik negeri indah yang kerasukan lalu menari bissu di daerah sekeliling Luwuq dan sekitar Wareq,supaya mereka membawa perlengkapan bissunya di gelanggang mengupacarai kampak menebang kayu arawaq, engkau perintahkan mereka keluar ke muara menghiasi bambu, menabur menrawe, dan memercikkan air suci.

CUT TO.

10.INTERIOR/EXTERIOR – ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ – PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, TENRIODDANG, LA MAREMPOBA, EXTRACT .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Belum selesai ucapan Manurungnge maka bangkit ToTenrioddang bersamaan berangkat La Marempoba memerintahkan menangkap kerbau ribuan , mendatangkan Puang Matoa yang menjaga negeri nan indah. Belum lagi hancur daun sirih itu maka datang Puang Matoa dinaungi payung emas di gelanggang. Upacara bissu kini sudah bergemuruh, menderu suara anak mengaji yang banyak, tak saling memberi jalan untuk dilewati, anak buahnya mencabik pucuk enau, membuat hiasan, memercikkan air suci, menebang kayu arawaq, menghias bambu dan memasang menrawe, memancangkan tonggak di pinggir sungai. Ribuan banyaknya tambatan kerbau cemara bertanduk emas, semuanya diikat dengan emas berpilin dari Leteng Nriuq. Kini rampunglah semua lalu To Tenrioddang dan To Appamadeng berangkat naik ke istana. Sujud menyembah lalu duduk di hadapan Manurungnge suami-istri.

TO TENRIODDANG :

Kur jiwamu, Paduka Batara Guru Dan Paduka We Nyiliq Timoq, datanglah semangat kahyanganmu. Hamba sudah rampungkan semua peralatan upacara kahyangannya puang manurung, yang kerasukan lalu menari bisu dan berbicara dengan orang Ruallette.

CUT TO.

11.EXTERIOR–ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ–SIANG HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, TENRIODDANG, LA MAREMPOBA, EXTRACT .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo, sound effect Guntur dan petir ).

Angin Bertiup dengan lembutnya ,Pada saat tengah hari yang cerah di Aleq Linoq, bayang-bayang sudah tidak di timur, sinar matahari pun tidak di barat, tiba-tiba Aleq Linoq menjadi gelap,jari tangan dibalik pun tidak nampak.Tujuh kali halilintar bersahut-sahutan, sabung-menyabung kilat dan petir, sambung-bersambung suara guntur, bergoyangan pohon-pohon, menurunkan penyadap, menjinakkan kerbau bersama gembala, menyesatkan orang di hutan. Bagaikan hendak terbongkar istana, seperti hendak melayang puncak rumah, bagaikan hendak runtuh Peretiwi, tiba-tiba tegak pelangi di tengah laut, menyala-nyala api dewa yang beriringan dengan topan dan badai serta awan mendung dan kabut tebal. Bergetaran badan orang Luwuq, terkejut-kejut orang Wareq. Setelah jelas sampai di bumi perahu besar manurung, barulah Batara Guru membuka cerana emas lalu menyirih. Berpaling ia membuka jendela emas lalu menjenguk, menyembah naik ke Boting Langiq, menadahkan kedua belah tangan ke Peretiwi, menghentikan topan dan memadamkan kilat.

BATARA GURU :

Maafkanlah kami, Paduka Datu Patotoqe ,hentikanlah topan, padamkan dahulu kilat dan petir.

Tiba Tiba saja, Bagaikan topan sengaja dipadamkan,bak kilat dan petir dihentikan, awan bagai disisihkan,sementara kilat yang menyala-nyala telah padam, matahari bersinar terang. Maka muncul wangkang besar yang manurung, memenuhi pelabuhan yang tak pernah sunyi.

BATARA GURU :

Wahai La Tenrioddang dan To Appamadeng, perintahkan Untuk
memanggil orang Luwuq dan orang Wareq, supaya keluar menjemput di sungai wangkang besar, manurung dari boting Langiq Sekejab mata saja, Belum selesai ucapan Manurungnge La Tenrioddang dan To Appamadeng memerintah agar segera memanggil orang Luwuq dan orang Wareq Supaya keluar ke sungai menyambut wangkang emas manurung dari Boting Langiq.

CUT TO.

12.EXTERIOR–ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, TENRIODDANG, LA MAREMPOBA, EXTRACT .)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Hari berlalu dengan cepatnya. Ketika fajar menyingsing keesokan harinya berkumpullah orang Luwuq dan orang Wareq, juga para anak raja pendamping dan anak bangsawan kapit, pembesar negeri yang menjadi hakim, anak orang kaya para penghulu yang menumpangi usungan gading,tumpangan anak raja pendamping pada berdatangan di hadapan istana lengkap manurung di Ale Luwuq.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka to Tenrioddang,datanglah semangat kahyanganmu, perintahkan untuk mempersiapkan upacara kerajaanku .Perintahkan juga untuk menurunkan usunga emas tumpanganku, usungan kilat tumpangannya ibunda La Rumpang Langiq. Perintahkan pula untuk menurunkan usungan kencana emas Batara Lattuq dan payung emas yang akan Menaunginya.

Bergegas La Tenrioddang pergi ke depan menunjukkan telunjuk jari tangannya agar diturunkan kelengkapan upacara kahyangan Manurungnge. Usungan emas tumpangan We Nyiliq Timoq juga telah turun beserta usungan kencana tumpangan Batara Lattuq. Maka rampunglah semua upacara kahyangan Manurungnge. Batara Guru segera berdiri ditudungi dengan payung emas,We Mata Timoq pun diangkut dengan usungan emas,dinaungi dengan payung kemilau manurung. Para pembawa kipas telah diusung, demikian pula cerana tempat meludah penampung sepah sirihnya
Manurungnge suami-istri dan Batara Lattuq. Para penari dodoq telah maju ke depan, berlarian pula para pemakai topeng. diiringi gong dan dendang Melayu.La Tau Buleng memetik rebab emasnya, La Tau Panceq membunyikan talloq-talloqnya, La Kabenniseng meniupkan ratusan seruling bambu.

CUT TO.

13.EXTERIOR–ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Seperti pawai pasukan Dewa. Berangkatlah usungan emas yang ditumpangi Batara Guru suami-istri dan Batara Lattuq, didahului oleh barisan tarian alosu emas, beserta sabungan arumpigi dan emas sekati, lalu menyeruduk di bawah menrawe emas, hingga tiba di sungai. Usungan emas yang ditumpangi Manurungnge” suami-istri dan anaknya tiba memenuhi tanjung tempat berlabuh perahu.

BATARA GURU :

La Tenrioddang, perintahkanlah agar segera memercikkan air
suci, bunyikan genderang yang ramai,juga pasanglah menrawe, dan pancangkan bambu emas tempat berlalunya wangkang tanah manurung.

CUT TO.

14 .EXTERIOR–ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Selesailah sudah dipercikkan air suci, dan ratusan kerbau cemara telah dibakar. Belum hancur daun sirih itu maka selesai upacara perahu itu. Bagaikan kabut yang menjulang asap api dengan bayang-bayang yang bergumpalan. Belum hancur daun sirih itu rampung semua perintah La Tenrioddang. Makanan kini telah terhidang, wajan besar telah diangkat,guci-guci yang aneka ragam berjejeran pelayan yang meladeni sudah siap pula.

Maka bangkit orang Dalam yang tak pernah melewati sekat tengah, mencabik daun mengalas baki ,menghidangkan nasi dan meletakkan lauk-pauk. Rampung pula semua makanan awam orang banyak, lengkap pula makanan Manurungnge suami-istri ditempatkan pada talam emas,tempat aneka ragam bahan makanannya. Dihidangkan pula piring mangkuk tempat makanan pembesar negeri yang indah. Kini telah terhidang semua talam emas, baki-baki emas telah berjejer, cukup semua makanan awam orang banyak.

Kini dibasuhkan jari tangan Manurungnge Batara Guru bersama istri dan anak.Turut pula dibasuhkan tangan para pembesar negeri indah. Lalu para bangsawan itu saling mempersilakan dan orang banyak pun turut makan. Bagaikan kilat cahaya mangkuk emas tempat minum para anak raja pendamping. Bagaikan punai melayang terbang seliweran mangkuk Jawa. Para juak makan dan minum pada piring yang indah-indah.

Tujuh kali menyuap Manurungnge Batara Guru suami-istri lalu berhenti demikian pula Batara Lattuq bersaudara. Dikembalikan piring tempat makanan Manurungnge, serta talam emas yang ditempati aneka ragam bahan makanannya. Demikian pula semua piring tempat makanan pembesar kerajaan yang memerintah negeri indah. Para anak raja semua berhenti makan, Piring-piring lalu diletakkan, dikembalikan pula ke tempatnya mangkuk jawa tempat minum orang banyak. Kini dibersihkanlah tangan

CUT TO.

15 .EXTERIOR/INTERIOR–ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Pesta besar-besar Selama tujuh hari sesudah datangnya wangkang emas manurung, sekian pula lamanya gemuruh bunyi genderang di muara. Kini tiba hari yang ditentukan oleh To Palanroe. Keesokan paginya ketika fajar menyingsing Manurungnge Batara Guru suami-istri bangun, membasuh muka pada mangkuk putih, berkaca di muka cermin,disuguhi sirih lalu menyirih suami-istri. Matahari mulai naik, surya ada di tengah langit.

BATARA GURU :

Bangkitlah, I La Tiuleng, ringankan dirimu, Paduka Ananda, untuk memakai pakaian orang Boting Langiq.

Belum selesai ucapan Manurungnge Batara Guru suami-istri maka Batara Lattuq bangkit mengenakan pakaian orang Boting Langiq, sarung bersulam bulan bersinar dipadukan destar pelangi dan bintang berkilau,dan ikat pinggang sutera biru muda, diselipi keris emas, yang diturunkan bersama Manurungnge, serta gading dipilah dari Coppoq Meru. Maka bangkit pula semua pembesar kerajaan penguasa negeri indah dan para raja pengikut Batara Lattuq,mengenakan pakaiannya yang serasi. Kini semua sudah lengkap upacara kahyangan Manurungnge. la pun segera berdiri lalu turun, dijemput dengan usungan kemilau.

Tak lama kemudian berangkatlah usungan kemilau yang ditumpangi Manurungnge Batara Guru bersama istri dan anak, dibarengi gemuruh upacara kahyangannya. Segala macam bunyi-bunyian telah berbunyi, mereka sampai di sungai,diletakkan usungan kemilau yang ditumpangi Manurungnge Batara Guru tiga beranak.

BATARA GURU :

Engkaulah, Batara Lattuq, yang menumpangi wangkangTanete Manurung .Engkau, La Pangoriseng,yang menumpangi Banynyaq Lompae. Engkau, La Temmallureng, yang menumpangi Mariogae. Engkau, La Temmalolo, yang menumpangi La Siang Langiq. Engkau, La Tenriangkeq,yang menumpangi Belo Banawa.
Engkau, I La Lumpongeng,yang menumpangi Anging Laloe.
Masing-masing seribu orang hamba bergelang gading disertai seratus orang pendayungnya,dan tiga ratus dayang- dayang pelayannya. Sedangkan wangkang anete Manurung,seribu orang pendayungnya, sekian pula dayang-dayang pelayannya. Ribuan pelayan lelaki Luwuq, sekian pula pelayan perempuan orang Senrijawa, pembawa kipas orang Ruallette. Sementara engkau bersaudara, La Pangoriseng, satu perahu semua dengan adikmu.

CUT TO.

16 .EXTERIOR–ISTANA KERAJAAN ALEQ LINOQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Maka Bergegas Batara Lattuq bersaudara berangkat menginjak tangga perahu emas, meniti cadik emas dan melangkahi baraieng gading, langsung duduk pada wangkang kemilau,dinaungi dengan payung emas.Semua saudara Batara Lattuq naik,anak perahu para pembesar,penguasa negeri yang indah sudah lengkap.
Maka orang Luwuq dan orang Wareq pun naik semua.

BATARA LATTUQ :

Kembalilah engkau Paduka Ayahanda Batara Guru dan Ibunda We Nyiliq Timoq, Anakda berangkat dulu Sri Paduka suami-istri.”

BATARA GURU :

Berlayarlah, Anakku Batara Lattuq ,setelah engkau jauh meninggalkan negerimu, Nak,barulah aku dan ibumu kembali ke Luwuq.

CUT TO.

17 .EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Tak menunggu waktu, Segera La Temmallureng memerintahkan untuk menegakkan tiang emas, mengembangkan layar bersulam bulan dan naga.Terkembanglah layar wangkang Tanete Manurung itu.Bagaikan pelangi dipandang mata,kembaran layar sutera dari tiang perahu yang ditegakkan.Tak ubahnya memandang bulan di tengah langit kilauan layar sutera yang dikembangkan itu, wangkang emas yang menuju keTompoq Tkaq, menerangi laut dan menyinari pinggir pantai, cahaya hiasan perahu manurung itu.

LA TEMMALLURENG :

Hai orang Selayar, mendayunglah, mengayuh juga orang orang Waniaga.”

Serentak orang Selayar itu bergerak mengayunkan dayungnya, dan orang Waniaga itu berbalik bertelekankan kayuhnya.Bagaikan orang bersamburan di lautan itu,ditimpa kayuh emas orang banyak. Bagai burung beterbangan perahu itu dibawa oleh layar serta didorong angin,dibawa oleh ombak dan ditahan oleh badai. Alangkah semarak wangkang Tanete itu dipandang mata didorong oleh Arus di atas air pergi menuju ke Tompoq Tikkaq.

CUT TO.

18 .EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG, LA TENRIULLE, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Berbilang waktu sudah Pelayaran batara Lattuq keTompoq Tikkaq bersama para pengawal.Tujuh hari telah terlewati Batara Lattuq berlayar meninggalkan Aleq luwuq ,para pengayuh tak pernah beristirahat,para nakhoda yang sangat cermat serta para juru batu yang sangat hati-hati.bergantian pergi tidur.Tujuh kelasi bersandar pada tiang memperhatikan jalannya pelayaran dan mengamati batu karang . Kini telah nampak Pujananti dan Anrobiring.Tampaknya La Tenriulle beserta rombongan telah menunggu di muara.

LA TENRIULLE :

Kur jiwamu, Paduka Batara Lattuq, Semoga Datanglahsemangat kahyanganmu. Singgahlah kemari, Wahai Paduka Batara Lattuq OpunnaLuwuq, di negerimu engkau masukkan ke Dalam perut hasil tanahmu di Pujananti.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka La Tenriule ,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Baik sekali ucapanmu Tenriulle. hanya langit saja Diatas perkataanmu.Tetapi sangat tergesa-gesa keberangkatanku dan cepat-cepat pelayaran wangkangku.

CUT TO.

19 .EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG, LA TENRIULLE, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Meskipun bergegas namun Batara Lattuq tetap menerima Undangan La Tenriulle. Akhirnya mereka hanya menjamu Batara Lattuq di muarasungai. Tidak sampai sepemakanan sirih waktu berlalu , selesai sudah perjamuanitu. Setelah Selesai makan Batara Lattuq berlayar kembali. Sembilan hari Sembilan malam Batara Lattuq sudah berlayar, maka Batara lattuq Opunna Luwuq telah melampaui Pujananti.

CUT TO.

20 .EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG, LA TENRIUKKE, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Waktu demi waktu berlalu, Ketika fajar menyingsing keesokan paginya maka Mata Soloq telah di depan mata.Tampaknya La Tenriukkeq telah menunggu di sungai menyambut perahu emas yang ditumpangi Batara Lattuq OpunnaLuwuq. La Tenriukkeq bangkit meniti cadik emas, melangkahi barateng gading danlangsung sujud menyembah, lalu duduk di hadapan batara lattuq Opunna Luwuq.

LA TENRIUKKEQ :

Kur jiwamu, Paduka Batara Lattuq ,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Kasihanilah aku, Opunna Luwuq, engkau singgah di negerimu di Mata Soloq, minum air tawar yang dingin, engkau masukkan ke dalam perut hasil tanahmu.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka La Tenriukkeq, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Baik sekali ucapanmuTenriukkeq, hanya langitlah di
atas perkataanmu, tetapi daku tak singgah sekarang, sebab sangat bergegas kepergianku mencapai secepat-cepatnya Tompoq Tikkaq Tujuan pelayaranku.”

CUT TO.

21.EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG, RAJA GIMA ,LA TENRIPEPPANG, TO PANANRANG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Waktu berlalu dengan cepatnya. Rombongan Batara Lattuq masih tetap berlayar dengan Tujuan pasti, yaitu Tommpoq Tikkaq. Tiga bulan sesudah meninggalkan Aleq Luwuq pada dini hari yang cerah Batara Lattuq tiba diGima. Keesokan harinya mereka merapatkan perahu emas tumpangannya. Kebetulan sekali La Tenritattaq Raja Gima keluar ke muara mandi beramai-ramai dengan parapengikutnya, mengelilingi sungai beserta para hamba yang bergelang emas, Raja Gima La Tenritattaq berpaling sambil memandang memperhatikan perahu emas tumpangan Batara Lattuq. Perhiasan perahu emas itu menerangi laut dan menyinari sungai.

LATENRITATTAQ :

Kur jiwamu, Paduka Batara Lattuq, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Naiklah kalian semua ke darat paduka Batara Lattuq, Orang besar yang melabuhkan perahunya di muara.

Dengan bergegas segera naik semua hamba yangbergelang emas. La Tenritattaq berdiri di ujung tanjung menyambut rombongan Batara Lattuq.

LA TENRITATTAQ :

Kur jiwamu, Paduka pengiring Batara Lattuq, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Memang bodoh yang bertanya, membawa kedunguan Kalau tak diberitahu. Di mana gerangan negeri tempat tinggalmu, hai orang besar yang empunya perahu emas ini? Dimana letak negeri indah tempat yang menumpangi
wangkangkencana yang dinaungi payung emas ?

TO PANANRANG :

Kur jiwamu, Paduka La Tenritattaq, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Saya hambamu La Pangoriseng dari Takkebiro, La
Temmallureng dari Tanete. Perahu emas ini adalah Tumpangan adikku Batara Lattuq, putera sepupu sekalimu Yang Muncul di Busa empong, putra mahkota kesayangan Datu Manurungnge di Luwuq, berlayar mencari jodoh yang sederajatnya di Tompoq Tikkaq.

LA TENRITATTAQ :

Rupanya pemilik negeri di Ale Gima yang sedang berlabuh di negerinya, sungguh bodoh kami yang gegabah tak memperhatikannya. Kurjiwamu, Batara Lattuq, datanglah semangat kahyanganmu. Naiklah kemari di darat, Anakku, kembali ke negeri asalmu kusambut engkau dengan tari bissu ,menelusuri
pancangan bambu berhias, memasuki kampong halamanmu, kupatahkan engkau bambu emas, kuadakan untukmu kenduri besar kuundangkan opu penyabung sesamamu raja yang memerintah, duduk bersama sambil bertaruh di arena.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka La Tenritattaq ,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Baik sekali ucapanmu, Paduka, hanya langit saja di atas perkataanmu, tetapi sangat bergegas kepergianku. Biarlah daku berlayar mencapai cita-citaku.

Maka Batara Lattuq melabuhkan wangkang emas yang ditumpanginya. Datu Gima tergesa-gesa menginjak tangga perahu kencana, meniticadik emas, melangkahi barateng gading.

BATARA LATTUQ :

Silakan duduk Paduka La Tenritattaq ,duduklah di atas hamparan Permadani emas.

Raja Gima lalu duduk di samping kemanakannya, disuguhi ratusan ikat daun sirih dan puluhan tangkai pinang.

LA TENRITATTAQ :

Kasihanilah daku paduka La Rumpang Langiq, Engkau naik ke darat Anakku, di negerimu sendiri, minum air tawar yang dingin,
engkau masukkan dalam kerongkongan hasil tanahmu di Gima.
Biarlah saya yang menanggung mahar orang Selliq pemberianmu, hadiah berupa sarung sutera merah.

BATARA LATTUQ :

Baik sekali ucapanmu, Paduka La Tenritattaq hanya langit saja di atas perkataanmu, namun kupohonkan maaf tak singgah dinegerimu. Biarlah aku berlayar menggapai cita-citaku.

La Tenritattaq Raja Gima berpaling sambil berkata kepada La Tenripeppang.

LA TENRITATTAQ :

Pergilah, La Tenripeppang menjemput inang pengasuh untuk kemanakanku sebanyak tiga ratus orang, sebanyak itu pula penghulu negeri pendampingnya, ratusan pengasuh anak orang kaya, Ambil pula hamba biasa yang banyak, serta ribuan bakul yang berisi tenunan Melayu.

CUT TO.

22.EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG, RAJA GIMA ,LA TENRIPEPPANG, TO PANANRANG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Maka dengan bergegas LaTenripeppang segera pergi menjemput pengasuh, inang pengasuh segaharanya Batara Lattuq. Belum hancurdaun sirih itu, orang banyak berkumpul di sungai datang berjejal di pelabuhan perahu.

LA TENRITATTAQ :

Paduka Ananda Batara Lattuq, Ambillah inang pengasuh segaharamu tigaratus orang, sekian pula penghulu negeri
pendampingmu, ratusan inang pengasuh orang kaya dari Ale Gima, ribuan bakul berisi hiasan emas. Ambillah engkau, hai Anak Raja, masing-masing sepuluh orang penjaga ayam, serta sepuluh peti yang berisi tenunan Melayu.”

BATARA LATTUQ :

Ananda mohon diri pada pamanda La Tenritattaq Raja Gima.

LA TENRITATTAQ :

Pegang teguhlah semangat kahyanganmu, Paduka Ananda Batara Lattuq,Semoga tak kandas perahu emas tumpanganmu,
Dan terkabul hendaknya cita-citamu.

CUT TO.

23.EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG, TO PANANRANG, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Hanya empat puluh malam Batara Lattuq berlayar, terlampauilah Maloku. Para pengayuh tak pernah beristirahat, bergantian pergi tidur nakhoda yang tak pernah keliru ,juru mudi yang selalu waspada. Pada dini hari yang cerah mereka menghadapi Tompoq Tikkaq.

CUT TO.

24. INTERIOR –ISTANA KERAJAAN TOMPOQ TIKKAQ –PAGI .

(tokoh cerita : WE ADILUWUQ, WE DATU SENGNGENG , EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Keesokan harinya bangunlah anak yatim bersaudara membasuh muka pada mangkuk putih, berkaca di muka cermin, membuka cerana sambil menyirih menenangkan hatinya. We Adiluwuq dan We Datu Sengngeng membuka cerana lalu masing-masing mengambil sirih selembar. Kemudian mereka mengenakan sarung sutera pakaiannya dan mengenakan gelang emas yang melilit pada lengannya. We Adiluwuq memakai sarung sutera merah yang bersulam, dijelujur dengan ular sawah besar ,dan gambar ular panjang serta mayang kemilau yang bertaburan dibarengi bunga bintang bertebaran, bersandar pada orang bule, dan dihinggapi burung garuda.Tujuh kati dibagian bawahnya, lima kati di bagian atasnya, berselendang emas yang dipinggirnya terdapat emas tiga kati, dan gelang emas enam puluh lima buah sebelah-menyebelah.Cincin bepermata yang dituang ,kuku tiruan emas, anting-anting puluhan tahil.

We Datu Sengngeng pun mengenakan pakaiannya, sarung kemilau yang bersulam, disulami dengan motif ular sawah besar dengan gambar ular panjang serta mayang kemilau yang berhamburan,’ditaburi bungamatahari, bersandar pada orang pendek, dihiasi burung nuri berlaga, berkalungkan sutera merah, digantungi buluh emas orang Abang Lette.Terdapat tujuh kati dibahagian bawahnya, lima kati di bahagian atasnya pakaian lengkap We DatuSengngeng. Bagaikan orang Senrijawa
yang turun ke dunia, orang Toddang Toja yang muncul kebumi,
serasi benar pakaian dan kelengkapannya bersaudara. Lalu mereka duduk di selatan tangga.

WE ADILUWUQ :

Kur jiwamu, Paduka adinda We Datu Sengngeng, semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Palingkan wajahmu kearah
muara, lihatlah adikku We Datu Sengngeng, orang apakah gerangan yang menumpangi perahu emas itu?”

WE DATU SENGNGENG :

Kur jiwamu, Paduka Kakanda We Adiluwuq, semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Sedari tadi, Paduka daku perhatikan perahuitu. Bagaikan matahari bersinar, bak surya yang sedang merekah dipandang mata, menerangi laut dan menyinari sungai, menyinari seluruh pantai, cahaya tiang emas dan layar sutera, beserta kajangan indah tenda kemilau hiasan perahu itu, barateng gading dan Cadik emas, dayung kencana serta kalung berukir, mayang Kelapa menghiasi pengikat punggung wangkang. Berjumbai jumbai melaju ke depan, rajutan beribu hiasan layar. Dari mana Gerangan kampung halamannya mereka yang membawa layarnya berlabuh di muara?”

WE ADILUWUQ :

Dinda We Datu Sengngeng , diamlah engkau, perhatikan saja layar sutera aneka ragam itu. Kalau orang Maloku yang singgah, atau orang Buton yang berlabuh perahunya, mereka membawa burung nuri yang pandai bercakap, dan fasih berbahasa Bugis serta lancer berbahasa Jawa.Tetapi kalau orang Waniaga yang singgah dinegeri kita, mereka membawa aneka ragam permadani Melayu. Kalau Jawa Saburo yang berlabuh di Tompoq Tikkaq, mereka membawa gilingan, minyak kesturi, kemenyan Dan dupa mereka diperdagangkan. Tetapi kalau Jawa Cina yang berlabuh di negeri kita, mereka membawa tenunan Melayu serta menjual sutera gajah. Dan jika Jawa Peringgi yang melabuhkan perahu emas tumpangannya, maka menjual guci Kelling serta membawa mangkuk bertelinga. Kalau Jawa Patani berlabuh perahu tumpangannya di Sawammegga, maka mereka mengangkut senjata api serta menjual mesiu.”

WE ADILUWUQ :

Dulu adikku We Datu Sengngeng, bila yang datang berlabuh
adalah perahu emas tumpangan orang yang jauh tempat
tinggalnya, kita tinggal memilih menurut kesukaan kita aneka ragam harta benda pedagang.Tetapi bukankah tidak lagi disinggahi Jawa kaya negeri Tompoq Tikkaq, tidak lagi
menerima persembahan harta orang Selayar istana lengkap tempat tinggal kita? Dulu, sebelum padam jiwa orang tua kita suami-istri semuanya menyerahkan persembahan, pajak sungai dan cukai muara.Seandainya kita tunjukkan tempat tinggal orang dari seberang itu, kita berikan juru bahasa yang sebahasa maka mereka berjualan.Tetapi kalau mereka datang mengamati inang pengasuh untuk menyambut dan mengasuhnya, kita hormati ia dengan sutera gajah, kain yang indah.Tetapi kita, Paduka Adinda, yang dalam kesusahan dan kesulitan ini karena orang tua kita suami-istri meninggal,kerajaan tempat tinggal kita yang tak bertara
telah kehilangan nama baiknya.

CUT TO.

25. INTERIOR –ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –PAGI .

(tokoh cerita:BATARA GURU,WE NYILIQ TIMOQ, TENRITALUNRUQ, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Bulan berganti bulan, hari berganti hari. Tak terasaTujuh bulan sudah Batara Lattuq meninggalkan Ale Luwuq, sekian lamanya pula WeNyiliq Timoq tanpa menghiraukan lagi malam atau siang. Sekian pula lamanya tak memakan bahan makanan kesukaannya. Maka naiklah Tenritalunruq menasehatinya.

TENRITALUNRUQ :

Kur jiwamu, Paduka We Nyiliq Timoq, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Bangunlah, Adik To Tompoq. Bukan karena kesusahan anakmu berlayar, hanya jodoh yang dilayari anakmu hingga ia meninggalkan negeri indah tempatnya dibesarkan.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka istriku WeNyiliq Timoq, semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Di Luwuqkah engkau kehendaki ia mencari jodohnya anak kita, Adinda, sehingga kelak bangsawan
campuran yang dinaungi payung emas di Luwuq?”

Barulah kemudian We Nyiliq Timoq bangun berdiri membasuh muka pada mangkuk putih, berkaca di depan cermin, membuka cerana ema slalu menyirih menenangkan hatinya.

CUT TO.

26.EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG,TO PANANRANG,NELAYAN, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Pagi yang cerah Di Sawammegga. Ketika mentari mulai terbit, maka Opunna Luwuq tiba merapatkan perahu emas yang ditumpanginya diSawammegga, didapatinya orang sedang mencari ikan di laut, bagaikan tempurung semua lututnya, masing-masing mengenakan puluhan tanda berduka, hanya tinggal kulitnya yang mengikat sampai tak terburai ruas tulangnya.

TO PANANRANG :

Kur jiwamu, Para nelayan Sawammegga semoga Dilindungi nasibmu oleh Pattotoqe. Memang bodoh orang yangbertanya, membawa kedunguan kalau takdiberitahu. Apa gerangan nama
negeri indah yang dihadapi perahu kencana tumpanganku? Tidak kedengaran kokok ayamnya biarpun anak-anak tak seorang juga yang bermain.”

PENCARI IKAN :

Kur jiwamu, Paduka tuanku, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Kutadahkan telapak tanganku, Paduka, bak kulit bawang tenggorokanku, semoga tak terkutuk daku menjawabmu. Sudah tujuh tahun, Paduka, negeri ini Ditimpa musibah meskipun diluku bagaimana pun tidak Akan menjadi panenan Sangiang Serri. Walaupun ia Pindahkan ke negeri asing, Paduka, ujung pematang sawahnya, asalkan mereka orang Tompoq Tikkaq,
Maka gagal segala yang memberi kehidupan.”

CUT TO.

27 .EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG,TO PANANRANG,LA PANGORISENG,LA SINILELE, NELAYAN, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Tak Membuang waktu sekejabpun, Maka Batara Lattuq merapatkan perahu emas yang ditumpanginya pada belat itu. Didapatinya ribuan nelayan lututnya menyerupai tempurung semua, bertumpuk tanda berduka pada lengannya.Tinggal kulitnya yang menahan maka tak terburai tulangnya.Terkejut sekali para nelayan itu.Tanpa mengikat lagi belatnya mereka naik pada sampan masing-masing kembali di atas perahu mereka.

LA PANGORISENG :

Memang bodoh orang yang bertanya, membawa kedunguan kalau tak diberitahu. Apakah gerangan nama negeri indah yang dihadapi oleh perahu emas tumpanganku?”

NELAYAN :

Semoga tak terkutuk hamba menjawabmu tuanku.Tompoq Tikkaq di sebelah barat, Sawammegga di sebelah timur, Singkiq Wero di tengah.

LA SINILELE :

Kalau boleh aku bertanya? Siapa pula nama yang dinaungi payung emas di Tompoq Tikkaq dan di Sawammegga?”

NELAYAN :

Sudah meninggal dunia raja negeri Tompoq Tikkaq, sudah pindah ke akhirat yang dinaungi payung emas di Sawammegga.Tetapi kalau, Paduka ingin meminjam ruangan di istana pergilah ke Singkiq Wero, di istana negerinya raja yang mandul perampas itu.”

TO SINILELE :

Aku ini ingin pergi meminjam ruangan di istana We Adiluwuq dan We Opu Sengngeng.”

NELAYAN

Baru hamba pulang dari istana, biarpun lantainya tak ada juga, anyaman rotan dinding istana itu sudah tak ada lagi.

LA PANGORISENG :

Apakah tidak ada anaknya raja tompoq Tikkaq Turung Belae?”

NELAYAN :

Hanya dua orang anaknya, lalu dirampas harta bendanya, dan dipindahkan kerajaannya. Hanya dua bilah lantai yang sisa untuknya, tiga batang gelegar dan tiga orang pula yang menempatinya. Jendela emasnya telahdibuka, anyaman rotan
dinding istana itu pun telah diturunkan. Maka mereka bersaudara pergi membuang diri di tempat yang jauh. Hamba tidak tahu apakah sudah kembali ke istananya.

Perasaan Batara Lattuq bagaikan diiris-iris mendengar ucapan nelayan itu.

BATARA LATTUQ :

Bagaimanakah pendapatmu, To Sinilele dan To Pananrang, bukankah hanya untuk anak yatim itu kita turunkan perahu dan kita merantau dan berlayar, padahal ia tak ada lagi kita temui.”

LA PANGORISENG :

Saya kira, Adinda, cukup baik tanda-tanda dari kokok ayam
ketika kita bersiap berlayar meninggalkan Ale Luwuq. Sembilan hari dan sembilan malam aku berbaring di permadani memintakan engkau jalan untuk dilalui, maka datanglah burung bertengger pada tiang agung berbunyi gembira dan suaranya membubung ke
langit. Tujuh malam kita dalam pelayaran saat kita sampai di Maloku, kita minum air tawar lalu melanjutkan pelayaran, meninggalkan Maloku, tiba-tiba muncul buaya mengulurkan tangan kanannya di depan perahu emas tumpangan kita. Menurut aku, Adinda, itu pertanda baik bagi kita.”

BATARA LATTUQ :

To Sinilele, berikanlah beras makanan kepada nelayan itu, masing-masing sepuluh karung. Sebab cerita baik itu pasti berpindah, Paduka, berita itu akan tersebar.”

CUT TO.

28 .EXTERIOR-PERAHU WANGKANG –PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ ,LA TENRIODDANG, LA TEMMALLURENG,TO PANANRANG,LA PANGORISENG,LA SINILELE, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Kembali pagi datang menjelang.Baru saja matahari mulai merekah maka Batara Lattuq Opunna Luwuq sampai menyangkutkan cadik pada pohon padada, terbayang-bayang di pohon tuwung, menurunkan jangkar dan melipatlayar, serta mengerahkan orang yang banyak. mereka semua berlomba mendapatkan air tawar lalu mandi. Diremaskan Opunna Luwuq air langirnya. Lalu Batara Lattuq berdirI membuka sarung sutera pakaiannya, baru diremaskan daun jeruknya dan dioleskan pembersih badan kahyangannya. Segera Batara Lattuq berdiri melepaskan pakaian bahagian bawah, lalu diganti sarung basahan untuk mandi berlangir,agar dapat menghilangkan dan membersihkan bau badan serta melulurkan keringat dan dakinya.

Setelah Batara Lattuq mandi dipasangkan kembali sarung sutera pakaiannya lalu dilepaskan sarung bawah pakaian mandinya,
kemudian duduk pada ruang tengah perahu, disapukan air mandi
yang masih melekat pada pinggangnya, dikelilingi oleh pedupaan emas, diliputi oleh asap dupa,diperebutkan oleh kipas emas,
diperlagakan oleh kipas emas orang Abang Lette. Para pelayan istana datang pula turun hendak mandi. Kebetulan sekali perahu sedang berlabuh

CUT TO.

29 .EXTERIOR-ISTANA SAO LOCI –PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA TENRIGILING, WE TENRIJELLOQ, I LA BIRAJA,GULING RIPARE, NELAYAN, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Bergegas para pelayan itu kembali lagi ke Sawammegga tergesa-gesa menuju istana sao loci We Tenrijelloq.

LATENRIGILING :

Ada apa gerangan kalian pulang tanpa mandi, hai pelayan?

PELAYAN :

Hamba datang hendak mandi, Paduka, kebetulan sekali Kami melihat wangkang berlabuh menegakkan bulu roma Dan menggetarkan badan.

LATENRIGILING :

Berangkatlah, I La Biraja, Guling Ripare, amatilah orang Yang ada dalam perahu itu.

CUT TO.

30 .EXTERIOR-ISTANA SAO LOCI –PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA TENRIGILING, WE TENRIJELLOQ, I LA BIRAJA,GULING RIPARE, NELAYAN, EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Dengan Bergegas Maka I La Biraja, Guling Ripare berangkat bersama, turun dan berjalan lalu mengayunkan tangan cepat. Belumhancur daun sirih itu ia tiba di muara menyaksikan orang perahu itu. I La Birajatak berkata-kata apa-apa, langsung kembali ke Sawammegga menaiki tangga emas berukir memegang susuran emas, menginjak lantai papan pinang emas. Segera ia menyembah lalu duduk di hadapan La Tenrigiling.

LA BIRAJA :

Wangkang yang ada di luar, Paduka Tuanku, menegakkan bulu
roma dan menggetarkan badan.

Bergegas La Tenrigiling turun menuju ke sungai. LaTenrigiling berdiri di tepi tanjung .

LA TENRIGILING :

Kur jiwamu, Paduka tuanku ,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Memang bodoh orang yang bertanya, membawa kedunguan kalau tak diberitahu. Dimana gerangan negeri tempat tinggalmu ? pembesar yang berperahu emas?”

LA TEMMALLURENG :

Kur jiwamu, Paduka tuanku ,Semoga Datanglah semangat kahyanganmu Adikku Opunna Luwuq yang melabuhkan perahu. Dia akan menuju ke Tompoq Tikkaq meminjam ruangan. Semoga pemilik istana mengizinkannya.

LA TENRIGILING :

Siapa yang akan engkau datangi? Kalau cuma sekadar mau meminjam ruangan pergilah ke Sawammegga ke istana sao loci kediamanku.

LA PANGORISENG :

Aku dan adikku Batara Lattuq akan menuju ke Tompoq Tikkaq.”

LA TENRIGILING :

Lalu siapa yang akan kaudatangi? Bukankah anak yatim itu sudah tidak ada, mereka pergi membuang diri di tempat yang jauh. Dan seandainya jodoh yang kaulayari, masih ada kemanakanku, We Tenripau namanya, Daeng Palennaq gelarnya, anak kemanakan
yang aku cintai.

LA PANGORISENG :

Bukan We Tenripau yang dipikirkan Batara Lattuq Opunna Luwuq, bukan pula Daeng Palennaq yang diinginkan adikku. Bukan itu yang menyebabkan ia pergi berlayar. Biar saja sampai matahari terbenam rembang senja, menunggu jodohnya anak kemanakanmu, WeTenrijelloq, sebab bukan dia yang dipikirkan oleh raja Batara Lattuq adikku.”

CUT TO

31 .EXTERIOR-ISTANA SAO LOCI –PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA TENRIGILING, WE TENRIJELLOQ, WE MADDETTIA, UNGA WE MAYANG , EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Tak menunggu waktu lagi,La Tenrigiling kembali lagike istananya, menginjak tangga emas berukir, memegang susuran kemilau, menginjak lantai papan pinang terus masuk, didapatinya We Tenrijelloq sangat bersedih La Tenrigiling masuk duduk di samping istrinya.

WE TENRIJELLOQ :

Unga We Majang, pergilah memanggilkan aku We Maddettia.

Dengan bergegas Pelayan itu bangkit lalu pergi, berjalan bergegas sambil mengayunkan tangan dengan cepat. Belum lagi hancur daun sirih itu, ia sampai di istana tempat tinggal We Maddettia, menginjak tangga emas berukir, melangkahi ambang pintu, menginjak lantai papan pinang kemilau langsung masuk.

WE MADDETTIA :

Marilah kemari, Unga We Majang ,duduk di atas permadani. Apa gerangan yang diperintahkan kepadamu oleh pemilik istana sao loci emas itu?”

UNGA WE MAJANG :

Engkau dipanggil Sri Paduka pemilik istana sao loci pergi ke istana.”

CUT TO

32 .EXTERIOR-ISTANA SAO LOCI –PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA TENRIGILING, WE TENRIJELLOQ, WE MADDETTIA, UNGA WE MAYANG , EXTRACT.)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Dengan bergegas We Maddettia berangkat berjalan mengayung tangan dengan cepat. Belum lagi hancur daun sirih itu, maka ia sampai memasuki pagar istana, menginjak tangga berukir, memegang susuran kemilau, naik ke atas menginjak lantai papan pinang emas, langsung masuk melewati dinding tengah melangkahi sekat istana.

WE TENRIJELLOQ :

Kemarilah, We Maddettia, duduklah engkau di atas permadani emas.”

We Maddettia segera duduk di hadapan WeTenrijelloq. disuguhi
sirih lalu menyirih.

WE TENRIJELLOQ :

Menyirihlah, Puang Matoa, lalu lihatlah di Dalam tenunanmu, apa gerangan maksud Opunna Wareq membawa perahu dan berlayar menuju ke Tompoq Tikkaq?”

We Maddettia berpaling lalu melihat di dalam tenung dan menyebutkan ramalannya.

WE MADDETTIA :

Ampun paduka Tuanku We Tenrijelloq.Rupanya anak yatim akan bertemu jodohnya.”

We Tenrijelloq sangat kaget mendengar ramalan Puang Matoa, tapi tak Nampak diraut mukanya. We Tenrijelloq hanya termenung mendengarkan ucapan We Maddettia itu.

( closing illustrasi music etnis )

CUT TO.

BERSAMBUNG KE EPISODE V.

SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE III

Posted May 24, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

III. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 3

( EPISODE 3 . TO TOMPOQ RI BUSA EMPONG)

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II, dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ -PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, BUAYA PENJAGA SUNGAI )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Waktu berlalu dengan cepatnya. Bumi Aleq Linoq masih saja sepi dan menyimpan banyak misteri alam. To Manurung la Togeq Langiq Batara Guru masih saja sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama berada di bumi Aleq Linoq , Batara Guru keluar masuk hutan untuk mencari makanan. Pada suatu hari yang cerah, tiba-tiba Batara Guru sangat kehausan. Ia pun mencari sungai untuk mengobati rasa dahaganya. La Togeq Langiq Batara Guru sangat senang ketika menemukan sungai yang airnya sangat jernih. Ia pun minum sepuas-sepuasnya. Tetapi betapa kagetnya Batara Guru ketika ia hendak meninggalkan sungai, tiba-tiba seekor buaya penjaga sungai yang berpakaian warna kuning menyapanya.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Wahai Togeq Langiq Batara Guru penguasa bumi Aleq Linoq !
Aku tahu isi hatimu yang lagi kesepian. Kalau Batara Guru
tidak keberatan maka aku bersedia mengantar Batara Guru berkunjung ke Istana Sao Selliq Kerajaan Peretiwi di Uriq Liuq Disana Batara Guru bisa bertemu dengan sepupu Batara Guru
yang cantik-cantik di sana.”

BATARA GURU :

Rupanya engkau mengetahui isi hatiku wahai Sang Penjaga
sungai, tetapi aku tidak mungkin meninggalkan bumi. Selama aku masih sendiri di bumi Aleq Linoq ini, bumi tidak boleh kosong oleh seorang pemimpin Karena aku masih seorang diri di bumi jadi aku tidak bisa mendelegasikan tugasku untuk sementara kepada orang lain.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Paduka Togeq Langiq Batara Guru! Inilah kesempatan emas untuk melihat-lihat calon permaisurimu di Kerajaan Peretiwi. Engkau harus melihatnya dulu sebelum Menikahinya. Bukan kah Tidak boleh lelaki menikahi perempuan yang belum dilihatnya terlebih dahulu. Apakah Batara Guru tidak kecewa manakala Sinauq Toja dan Guru Riselleq mengirim putrinya yang buruk rupa sehingga Batara Guru tidak jatuh cinta? Ingat Paduka Batara Guru! Wajah dewa-dewa di Kerajaan Peretiwi tidak secantik dengan dewa-dewi di Kerajaan Langit,”

BATARA GURU :

Datu penjaga sungai. Aku ingin sekali pergi ke Kerajaan Peretiwi bersamamu ,tapi aku tidak boleh melalaikan tugasku sebagai penguasa bumi.”

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Tidak usahlah ragu Paduka Yang Mulia Batara Guru ! Aku akan
membawa Engkau ke Dunia Bawah Uriq Liuq dalam waktu
sekejap mata saja . Lalu dalam sekejap mata pula aku akan naik
ke Dunia Tengah untuk menjaga bumi. Dan bila nanti sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan terjadI di bumi Aleq Linoq ,maka aku akan menjemput Engkau Dalam sekejap mata pula. Percayalah padaku Paduka Batara Guru.”

CUT TO.

03.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, BUAYA PENJAGA SUNGAI )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

La Togeq Langiq Mulai Percaya pada Buaya Penjaga Sungai itu.Batara Guru kagum dengan kesungguhan Sang Penjaga sungai. Ia pun terdiam sejenak. Maka naiklah Batara Guru ke punggung Sang Penjaga sungai. Dalam sekejap mata, tibalah Batara Guru ke Kerajaan Peretiwi. Batara Guru turun dari punggung Sang Penjaga sungai, lalu Sang Penjaga sungai bergegas naik ke bumi Aleq Linoq.

CUT TO.

04.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Dengan takjub La Togeq Langiq Batara Guru berjalan-jalan menyaksikan keindahan Kerajaan Peretiwi. Ia menemui anak-anak raja Peretiwi yang sedang berkumpul untuk menyabung ayam. Batara Guru pun menyaksikan para penyabung ayam silih berganti tampil di gelanggang bercorak keemasan.

CUT TO.

FLASHBACK

05.EXTERIOR- DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara angin menderu ).

Batara Guru tiba-tiba rindu dengan Kerajaan Boting Langiq . La Togeq Langiq mengenang kembali masa-masa bahagianya bermain-main dan menyabung ayam bersama adik-adiknya dan bangsawan tinggi kerajaan Boting Langiq.

CUT TO.

DISSOLVE.

06.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Dalam waktu Sepemakanan sirih, Batara Guru telah semakin mendekat pada gelanggang sabung ayam. Tetapi ia heran melihat wujud para Dewa Dewi Kerajaan Peretiwi.

BATARA GURU

Sungguh Benar kata Sang Penjaga sungai itu. ternyata dewa-dewa disini berperawakan kecil dan kulitnya hitam ,bahkan rambutnya pun keriting-keriting kecil .

CUT TO.

07.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,LINRUNG TALAGA, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Di Istana kerajaan Uriq Liuq saat itu sangat sunyi. Ketika La togeq Langiq Batara guru tiba didepan Istana, Seorang anak Sinauq Toja dan Guru Riselleq bernama Linrung Talaga membuka jendela istana. Ia pun melihat seorang pemuda yang sangat gagah perkasa. Ia cepat melapor kepada kedua orang tuanya. Sinauq Toja dan Guru Riselleq yang juga sebelumnya langsung mendapat informasi dari para dewa penjaga Istana Uriq Liu .

SINAUQ TOJA :

Anakda Paduka Linrung Talaga. Panggillah sepupumu Batara Guru sang penguasa bumi naik ke istana ”

Kurang dari sepemakanan sirih waktu berlalu, langsung saja Linrung Talaga bergegas turun menemui sepupunya La Togeq Langiq Batara Guru yang terkesima takjub di depan Istana Sao Selliq itu.

LINRUNG TALAGA :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Guru ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Ayahanda Guru Riselleq dan Ibunda Sinauq Toja mengharapkan Kakanda Batara Guru naik ke Istana Sao Selliq yang megah,”

Mendengar Undangan Sepupunya Linrung Talaga, La Togeq Langiq Batara Guru langsung menyusuri anak tangga berukir Istana Sao Selliq sambil bergandengan tangan dengan Linrung Talaga. Lalu mereka melewati pintu yang berkilau keemasan serta lantai papan yang gemerlap mengkilap.

CUT TO.

08.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,LINRUNG TALAGA, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Dalam Sekejab saja La Togeq Langiq Batara Guru tiba di balairung Istana Sao Selliq dimana bibi dan pamannya sudah menanti.Batara Guru langsung bersujud dan menyembah kepada bibi dan pamannya yang juga calon mertuanya. Sinauq Toja dan Guru Riselleq pun langsung memeluk calon menantunya yang gagah perkasa itu . Sinauq Toja membuka cerana yang terbuat dari emas kemudian menyodorkan sirih yang telah ditumbuk halus.

SINAUQ TOJA :

Kur jiwamu, Paduka anakda La Togeq Langiq Batara Guru semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Anakda Batara Guru, Ambillah sirih dari cerana Emas,Menyirihlah, Nak . Selamat datang di Uriq Liuq.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka Pamanda Guru Riselleq dan bibinda Sinauq Toja, semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Terima kasih, Paduka bibi dan paman atas penerimaannya.

GURU RISELLEQ :

Apakah gerangan maksud kedatangan kemanakanku Batara Guru penguasa bumi Aleq Linoq turun ke Kerajaan Peretiwi?”

SINAUQ TOJA :

Apakah Anakda Batara Guru sudah hendak bersanding di pelaminan bersama dengan sepupumu We Nyiliq Timoq yang cantik jelita?

BATARA GURU :

Jikalau Bibinda Sinauq Toja dan Pamanda Guru Riselleq merestui, maka nantilah Setelah anakda telah berada dibumi Aleq Linoq, baru dikirimkan calon permaisuriku.Nantilah juga Setelah anakda membicarakannya dengan Ayahanda Datu Patotoqe kapan kiranya waktu yang tepat Anakda bisa beroleh pendamping hidup di bumi Aleq Linoq.

Sebagai Laki laki sejati yang lagi mekar mekarnya , Sambil terus bercengkerama di Istana Sao Selliq, mata Batara Guru selalu awas memperhatikan para dewa-dewi yang lalu-lalang. Batara Guru berharap bisa melihat salah seorang putri Sinauq Toja dan Guru Riselleq yang kelak menjadi permaisurinya.

GURU RISELLEQ :

Sudi apalah kiranya Anakda sabar dan tabah menjalani kehidupan di bumi. Sekiranya Anakda sudah tenang hidup dibumi maka minta restulah segera kepada Datu Patotoqe agar kami segera mengirim putri kami We Nyiliq Timoq yang Cantik jelita untuk menjadi permaisurimu.

CUT TO.

09.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, BUAYA PENJAGA SUNGAI )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Lalu dengan diantar oleh Sang Penjaga sungai, Batara Guru tiba kembali di bumi Aleq Linoq dalam sekejap mata. Sebelum berpisah, Batara Guru sempat berkeluh kesah pada Sang Penjaga sungai.

BATARA GURU :

Mungkin Engkau benar Wahai Datu Penjaga Sungai, memang benar bahwa putri penguasa Dunia Bawah Uriq Liuq buruk rupa.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Tak Usah Paduka Batara Guru Berkecil Hati.Tetapi Paduka Yang Mulia harus berjiwa besar. Siapa pun nanti yang dikirim ke bumi maka itulah yang akan menjadi permaisuri Paduka. semuanya itu atas kehendak Sang Patotoqe juga,”

La Togeq Langiq Batara Guru nampak khawatir dan sedih. Ia memang tidak bisa membohongi kata hatinya bahwa ia bukan lagi sosok dewa.Tetapi ia adalah seorang manusia. Ia adalah sosok lelaki yang sangat mendambakan pendamping hidup yang cantik dan menawan hati sesuai dengan kata hatinya sendiri.

BATARA GURU :

Terima kasih Paduka Datu Penjaga Sungai atas segala bantuan dan sarannya, Selamat tinggal wahai Sang Penjaga sungai.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Sama-sama Paduka Tuanku Batara Guru. Semoga Paduka Batara Guru aman dan tenteram menetap di bumi .

CUT TO.

10.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Seperti Janji Penguasa Kerajaan Uriq Liuq Guru Riselleq Dan Sinauq Toja , maka putri mereka We Nyilliq Timoq hadir di Bumi Aleq Linoq, puteri sulung penguasa Dunia Bawah Kerajaan Peretiwi , datang dan tercipta lewat buih gelombang Laut Timor.

CUT TO.

11.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Pada saat bersamaan La Togeq Langiq Batara Guru menjemput pusakanya di pantai, tampaklah oleh Batara Guru di sebelah Timur di atas lautan seorang puteri yang cantik jelita , bersemayam di atas panca persada di tengah-tengah gelombang yang berbuih, payung kebesaran menaunginya, membara laksana api. Sang puteri nan jelita berbusana adat Dunia Bawah Uriq Liuq.

CUT TO.

12.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Dengan Bergegas La Togeq Langiq Batara Guru memerintahkan para pengiringnya berenang mendapatkan Sang Puteri. Akan tetapi mereka ditolak, karena dianggap tidak cukup wajar dan tidak sederajat Dalam pandangan putri jelita itu. Sementara itu kenaikan Sang Puteri We Nyili Timo’ terapung dan terkatung-katung di atas ombak di depan La Togeq Langiq Batara Guru.

Langsung saja Seorang inang pengasuh mendesak Batara Guru agar ia sendiri berenang menghampirinya, akan tetapi setelah Batara Guru melakukannya, kenaikan We Nyili Timo’ bagaikan diterbangkan oleh angin kencang dan badai. Dengan terperanjat dan bingung Batara Guru kembali ke pantai. Ia memandang sekeliling, dilihatnya mempelainya di sebelah Timur, Batara guru berenang lagi menghampirinya, sampai tiga kali We Nyili Timo selalu menghilang.

CUT TO.

13.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Dalam sekejab La Togeq Langiq Batara Guru kembali ke pantai, ia berganti pakaian, yang dipakainya kini adalah pusakanya dari Sang Pencipta. Diambilnya sekapur sirih dari dalam cerananya, lalu diucapkannya satu mantra. Seketika laut menjadi kering, lalu pergilah ia mendapatkan We Nyili Timoq tempatnya bersemayam. Akan tetapi Sang Puteri menguraikan rambutnya yang panjang, lalu mengucapkan sebuah mantra. Maka seolah-olah kenaikannya ada yang menariknya pergi lalu tenggelam dan tak terlihat lagi, akan tetapi dengan sekejap, lautan pun bagaikan menyala dan We Nyili Timo’ seolah-olah seorang putri dewata yang memancarkan sinar ketika naik ke Bumi .

CUT TO.

14.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Sementara itu Orang-orang Ware’ gemetar melihat api Langit sedang mengamuk di tengah lautan. La Togeq Langiq Batara Guru kembali lagi dan menanti, dicampakkannya ikat kepalanya yang berasal dari Boting Langiq ke dalam laut sambil mengucapkan mantra hingga tiga kali hingga api itupun padam. Dengan suatu mantra We Nyili Timo’ menjadikan air kembali naik. Batara Guru berenang kepadanya lalu duduk di sampingnya. Kembali We Nyiliq Timoq tak kelihatan lagi, akan tetapi oleh mantra Batara Guru ia turun lagi seluruhnya dalam busana putih, rambutnya pun putih.

CUT TO.

15.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

pertemuan dua anak Dewa , antara Batara Guru dan dan We Nyiliq Timoq yang diikuti oleh peristiwa alam yang dahsyat ,lautan kelihatan menyala dengan gelombang yang tinggi. Orang-orang Wareq, tempat We Nyilliq Timoq muncul dari Dunia Bawah Uriq Liuq sampai gemetar melihat api langit sedang mengamuk di tengah lautan.
Peristiwa pertemuan antara La Togeq Langiq batara Guru dan We Nyiliq Timoq melalui proses perang tanding , kedua mereka saling melempar mantra, saling mengadu dan mengukur kekuatan Gaib masing-masing.

CUT TO.

16.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Sang Manurung Batara Guru pun bungkam keheranan, akan tetapi diucapkannya lagi suatu mantra, sehingga wajah Sang Puteri berubah, kini bersinar penuh kecantikan dan duduk disampingnya.

Dengan suatu mantra We Nyili Timo merubah dirinya menjadi seorang anak kecil. Batara Guru membuka ikat rambutnya “ bocing sitonra” dan mengucapkan suatu mantra, We Nyili Timo menjadi cantik kembali.

Setelah sembilan hari sembilan malam lamanya mereka berdua terkatung-katung di laut, selama itu pula mereka saling mengadu dan mengukur kekuatan rahasia masing-masing yaitu kesaktian dari Boting Langiq dan kesaktian Dunia Bawah Uriq Liuq.

CUT TO.

17.INTERIOR DI DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ,BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara angin menderu ).

pada tengah hari Sang Pencipta Datu Patotoqe membuka jendela Langit, matanya tertuju pada keduanya di laut dan apa yang di buat oleh mereka berdua. Dikatakannya kepada Datu Palingeq , agar ia menurunkan sompa to Selli’ yaitu mas kawin tertinggi untuk kemanakannya We Nyiliq Timoq, agar kejadian yang di bawah itu tidak berkepanjangan dan berlarut-larut.

CUT TO.

18.INTERIOR – DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : SIMPURUILE, RAJA LANGIQ, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Simpuruile’ didampingi oleh raja Langit yang bertanduk emas membawa sompa to Selli kepada Guru ri Selleq di Dunia Bawah Uriq Liuq. Dalam sekejap mata kedua utusan itu tiba di sana. Setelah mereka di persilahkan memakan sirih, dipersembahkannyalah kepada yang dipertuan di Dunia Bawah dan permaisurinya mas kawin Batara Guru untuk puteri mereka We Nyiliq Timoq .

CUT TO.

19.INTERIOR – DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : SIMPURUILE, RAJA LANGIQ, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Sinauq Toja memerintahkan agar penerimaan mas kawin itu dilakukan dengan upacara antara lain dengan mengundang matoa bissu. Istana dan tempat yang dilalui harus dihiasi. Penyambutan mas kawin berlaku dengan prosesi tari dan bunyi-bunyian bissu, para pengantarnya dijamu dengan sangat khidmat. Setelah itu para pengantar bermohon diri dan dalam sekejap mata mereka tiba kembali di Boting Langiq.

CUT TO.

20.INTERIOR – DI DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, RAJA LANGIQ, SIMPUIRELE, BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara angin menderu ).

Mereka melaporkan kepada Sang Pencipta dan permaisurinya tentang penyelesaian tugas mereka. Sang Pencipta melihat dari jendela Langit, mengucapkan suatu mantra, maka kenaikan We Nyili Timo’ bagaikan dihela ke tepi pantai. Batara Guru yang amat bersukacita, memegang lengan We Nyiliq Timoq , menariknya jatuh kerangkulannya.

CUT TO.

21.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Batara Guru lalu mengundang We Nyiliq Timoq calon permaisurinya ke istana Aleq Linoq .

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Adinda Paduka We Nyiliq Timoq ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Selamat datang Ke bumi Aleq Linoq ini. Adinda We Nyiliq Timoq, Percayalah dinda,jangankan di Aleq linoq ini, di Boting Langiqpun tidak ada yang menyaingi ketampanan kakanda.

dua orang dayang yang bersama We Nyili Timo’ dari dunia Bawah terpesona melihat ketampanan La Togeq Langiq Batara Guru. Mereka menyatakan sanggup mengabdi menjadi selir Batara Guru,mereka lalu membujuk Sang Puteri untuk memenuhi keinginan Sang Manurung.

CUT TO.

22.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

We Nyiliq Timoq,Putri sulung Guru ri selleq penguasa Dunia Bawah Uriq Liuq ini muncul dari celah gelombang, dari ujung busa laut Timor sehingga digelari To Tompoqe Ri Busa Empong yang artinya orang yang dimunculkan dari buih-buih lautan.

CUT TO.

23.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Waktu berlalu dengan cepatnya. Setelah sekian lama perkawinan antara La Togeq Langiq batara guru dengan We Nyiliq Timoq, begitupun akhirnya We Nyiliq Timoq hamil dan mulai mengidam. Sejumlah besar benda-benda ajaib yang diinginkannya yang sangat sulit diperoleh. Batara Guru menyuruh burung La Manrusereng dan berbagai jenis burung lain untuk mencari segala yang diminta oleh We Nyiliq Timoq. Maka Dalam sekejab mata saja berterbanganlah burung-burung itu ke segala arah, dalam waktu singkat kembalilah mereka dengan membawakan segala yang diingini oleh Sang Puteri We Nyiliq Timoq.Batara guru mengajaknya bersiram dengan lengkap, setelah itu barulah disajikan segala santapan yang diidamkannya.

CUT TO.

24.INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Walaupun sudah terpenuhi segala keinginannya, Akan tetapi ngidam We Nyiliq Timoq makin aneh, We Nyili Timoq masih menginginkan lagi hal hal yang aneh lainnya.

WE NYILIQ TIMOQ ;

Kakanda Togeq Langiq Batara Guru ,kalau Engkau benar benar
mencintai Adinda dan mencintai anakmu kelak yang akan lahir
Adinda menginginkan air pasang sampai ke kaki istana, karena Adinda ingin melihat kapal-kapal berlabuh di situ, melihat nelayan
mengangkat naik jaringnya dan melihat mereka menangkap ikan-ikan ajaib yang ada di samudera yang terdalam.

CUT TO.

25.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,SINAUQ TOJA )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Dengan bergegas La Togeq Langiq Batara Guru memakai pakaian kebesarannya dengan segala tanda-tanda kemanurungannya, lalu Ia duduk di atas singgasana, menyembah ke Boting Langiq dan Dunia Bawah Uriq Liuq dan menghimbau Sinauq Toja untuk menaikkan air pasang sampai ke kaki istana sesuai dengan permintaan We Nyiliq Timoq.

CUT TO.

26.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA BAWAH URIQ LIUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,SINAUQ TOJA )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Sang Maha Dewi Sinauq Toja mendengarnya, kemudian Guru Riselleq pun memerintahkan memanggil Dewa Dewa Dunia Bawah berkumpul. La Balaunnyiq pun datang dengan raja-raja bawahannya. Pada tengah hari mulailah badai dan taufan mengamuk, suasana di Bumi Aleq Linoq gelap gulita, pelangi yang tujuh warna nampak dekat dengan tiang agung istana, air yang selalu diidam-idamkan oleh We Nyiliq Timoq telah sampai ke Dunia Tengah Aleq Linoq.

CUT TO.

27.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Tak Lama kemudian, Cuaca menjadi cerah lagi, We Nyiliq Timoq menjadi puas melihat ikan dari hasil jaring juga telah ada. Batara Guru dan We Nyiliq Timoq bersiram sekali lagi dalam peraduan istana, setelah itu We Nyiliq Timoq memakan makanan yang dibawakan oleh para burung.

CUT TO.

28.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Hari hari berlalu demikian cepatnya. Kehamilan We Nyiliq Timoq genap sudah tujuh bulan, datanglah para dukun bersalin untuk melakukan kewajibannya. Puang matoa datang berkunjung lengkap dengan segala sesuatu yang diperlukan. Hari-hari menjelang Sang Permaisuri bersalin ternyata hari-hari yang sangat sulit. La Togeq Langiq Batara Guru memerintahkan raja-raja bawahan Luwu dan Ware’ datang menghadap dengan membawa kelengkapan perang mereka. Ketika mereka dengan anak buahnya berkumpul, diperintahkanlah mereka untuk saling menyerang, juga orang-orang kate, bulai dan lain-lain. Mereka bertarung dan saling membunuh.

CUT TO.

29.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Batara Guru pun membaca mantera sambil memanggil puteranya yang belum lahir dengan namanya agar keluar dari Rahim We Nyiliq Timoq ibunya.

BATARA GURU :

Wahai anakku junjungan orang banyak di Kerajaan Aleq Linoq,Keluarlah Engkau dari Rahim Ibundamu,Sesungguhnya Engkau adalah titisan Dewa dari Boting Langiq dan titisan Dewa dari Uriq Liuq.Kau akan menjadi raja Luwuq dan Wareq, karena Aku akan naik kembali ke Boting Langiq segera Setelah engkau di lahirkan,kerajaan Aleq Linoq akan kuwariskan kepadamu.

CUT TO.

29.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara orang melahirkan,suara badai dan angin kencang serta bumi yang bergoncang, )..

Maka lahirlah Batara Lattuq, kelahirannya disertai mengamuknya unsur-unsur alam sulapa eppa yaitu tanah, air, angin dan api ,sehingga Bumi menjadi gelap gulita. Batara Guru bersukacita dengan puji-pujian yang diucapkan oleh para dukun bersalin tentang sang bayi. Sambil memberikan hadiah-hadiah diajaknya bayi itu memekik. Hadiah itu terdiri dari benda-benda pusaka yang dibawanya dari Boting Langiq, yakni sebuah keris beserta kain pengikatnya. Sang bayi pun semakin memekik. Lalu Batara Guru memberikannya lagi hadiah-hadiah yang lain berupa cincin yang berasal dari Datu Patotoqe dan Datu Palingeq serta sebuah penutup kepala yang terbuat dari emas.Pada akhirnya Batara Guru sang ayah berhasil menghentikannya memekik.

CUT TO.

30.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,WE SAUNG RIWU, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara orang melahirkan,suara badai dan angin kencang serta bumi yang bergoncang, )..

We Saung riwu memasukkan tali pusarnya ke dalam sebuah guci kemudian menutupnya dengan sehelai kain yang sangat berharga,dibuatkannya tempat meletakkan guci itu di samping tiang agung istana. Tujuh hari setelah kelahiran Batara Lattuq, pada pagi harinya tali pusarnya dibawa turun dari istana dalam suatu usungan, di atasnya dikembangkan sebuah payung, seorang bissu dalam usungan itu memangkunya dalam sebuah peti kecil, para bissu laki-laki memanggil “ Kur Sumanga” dengan riangnya. Pawai Para Bissu itu berkeliling Istana sebanyak tiga kali.

CUT TO.

31.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara rombongan pawai dan mengucapkan puji pujian ).

Manakala Batara Lattuq telah berusia tiga bulan, We Nyiliq Timoq berkehendak menempatkannya di atas ayunan yang tinggi. Batara Guru memanggil ketiga puang matoa datang, raja-raja bawahan Luwu dan Ware’ dan Kau-Kau juga dipanggilnya, demikian pula kesatria-kesatria dan orang-orang besar dari negeri-negeri seberang lautan. Para puang memegang pimpinan dalam mempersiapkan peralatan. Ayunan dilumuri dengan darah binatang yang telah disembelih. Keesokan harinya, pagi-pagi mereka masuk ke dalam istana sambil menyajikan litani disamping ayunan yang dibawa ke bagian depan istana, diiringi oleh bissu-bissu yang sedang melakukan seremoni. Tiba di tempat sang bayi dibaringkan dalam istana, ayunan dilumuri sekali lagi dengan darah dan diberi tirai.

PARA PUANG MATOA ( diucapkan berulang ulang)

Kur semangatmu putra titisan dewata, para bissu akan Menjaga
anak raja yang diasuhnya membasahinya dengan air mata siang
dan malam.

CUT TO.

32.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Waktupun berlalu dengan cepatnya.Tujuh tahun sesudah diadakan upacara pijak tanah Batara Lattuq dengan kenduri yang sangat besar,diundanglah sekolong langit dan sepetala bumi,selama itu pula gelanggang sabungan ayam tetap ramai.Tiada hari tanpa pembesar dari penguasa negeri indah,bertempat tinggal di seberang lautan,yang sejak muda telah terbiasa mengasah taji, lalu Batara Lattuq tumbuh menjadi besar di dalam gelanggang, Para anak raja berdatangan main judi di Ale Luwuq. Selama itu pula Batara Lattuq bersaudara tak membiarkan sunyi gelanggang itu. Menyabung Ayam dengan ramai dari hari ke hari saja yang dikerjakannya.

CUT TO.

33.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert ).

Pada suatu hari Manurungnge suami-istri menuju ke depan balairung mengepalai duduk beradat. Manurungnge mencari anaknya Batara Lattuq.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka adinda We Nyiliq Timoq,semoga Datanglah semangat kahyanganmu .Kemanakah Gerangan anakmu Adinda We Nyiliq Timoq,tiada nampak olehku Batara Lattuq di ruang balairung ?

WE NYILIQ TIMOQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Guru,semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Sudah tiga bulan anakmu Batara Lattuq
gelisah karena Perempuan,Tiada tenang karena gadis-gadis.
Setiap matahari terbit ia pergi ke gelanggang ditimbuni sirih kiriman gadis-gadis.Tujuh kali ia datang di ke kampong dalam sehari.Setelah berada di luar kampong baru ia diramaikan dengan adat kebesarannya.

BATARA GURU :

Wahai Adinda We Nyiliq Timoq,tidakkah sudah kukatakan padamu .Perhatikanlah makanan para hamba karena tujuh kali mereka makan dalam sehari, tiga kali makan Dalam semalam. Jagalah baik-baik pakaian hamba bergelang sebaya Anakmu Batara Lattuq, karena merekalah pengiring kemana anakmu pergi.

CUT TO.

34.EXTERIOR/INTERIOR- ISTANA KERAJAAN DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara orang menyabung ayam ).

Bergegas La Togeq Langiq Batara Guru dan We Nyiliq Timoq segera berdiri menuju ke depan, langsung ke ruang tamu disaksikan oleh kerabat kerajaan. We Nyiliq Timoq membuka jendela kemudian menjenguk keluar maka tampaklah anaknya Batara Lattuq duduk dikerumuni dayang-dayang yang bergelang emas, diramaikan oleh inang pengasuh, Batara Lattuq melepas ayam dan mengangkat sabungan andalannya,sedikit pun tak canggung berada di tengah orang banyak.Bagaikan anak orang Boting Langiq turun menjelma dan bertingkah sepantas dewa, tak canggung berada di tengah orang banyak melepas ayam dan mengangkat sabungan,di bawah naungan payung emas.

WE NYILIQ TIMOQ :

Lihatlah tingkah anakmu wahai Datu manurung Kakanda Batara
Guru, kiranya sudah saatnya anak kita duduk bersanding pada
pelaminan emas kemilau. Sebaiknya kita carikan isi usungan
kencana sesamanya raja yang memerintah, yang sederajat,
berdarah putih, sesamanya keturunan berdarah langit turun
menjelma, atau turunan Toddang Toja yang muncul ke dunia.

BATARA GURU :

Hanya tiga negeri indah tempat manurung berharap. yaitu
Luwuq,Tompoq Tikkaq dan Wewang Nriuq. Hanya yang menjadi
halangan karena kabamya Tompoq Tikkaq pernah ditimpah
musibah, Sangiang Serri tidak dipanen,padi menjadi ilalang jewawut menjadi rumput, semua bahan makanan demikian
pula halnya.Segala yang berisi tak dapat dipanen.Kendati mereka
memindahkan ke negeri asing ujung pematang sawahnya, tetapi apabila mereka orang Tompoq Tikkaq, maka hampalah segala bahan makanannya.”

BATARA GURU :

Kalau demikian adanya. Sengngeng Mallino adindaku We Nyiliq
Timoq. biarlah daku naik ke Boting Langiq menghadap Penguasa
Boting Langiq Datu Patotoqe suami-istri. memohonkan isi
Usungan yang sederajat dengan anak kita.Atas kehendaknya Sri
Paduka Di Boting Langiq,barulah La Rumpang Langiq Batara
Lattuq mendapatkan jodohnya.”

CUT TO.

35.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Ketika waktu tengah hari yang cerah di Aleq Linoq , bayang-bayang tidak di timur,sinar matahari sudah tidak di barat,Batara Guru bangkit mengenakan pakaian yang dipakai turun ke dunia, lalu duduk pada peterana emas, membuka cerana lalu menyirih,menghening cipta dan membaca mantera, menyembah ke atas ke Ruallette,menadahkan kedua tangan ke Peretiwi.

BATARA GURU :

Berbunyi Tujuh kalilah halilintar bersahut-sahutan, bersahut-sahutanlah kilat dan guntur, sabung-menyabung guntur, berbalas-balasanlah petir, Berpijar-pijar api dewaYang dirangkai dengan topan dan awan mendung

maka seketika datanglah gelap gulita, tiada terlihat tapak tangan meskipun dibalik. Istana bagai hendak melayang, bumi bagai hendak runtuh, bergoyangan pepohonan kayu yang menjadi pemagar kampung memabukkan penyadap, menjinakkan kerbau bersama gembala menyesatkan orang di hutan. Kini pelangi yang tujuh warna tegak berdiri di tengah-tengah ruangan istana.

CUT TO.

36.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Maka Bagai kilat Batara Guru naik ke Boting Langiq diantar oleh guntur, diangkat oleh petir halilintar, dituntun oleh api dewa,diikuti oleh awan,awan mendung dan topan,diramaikan oleh badai.

CUT TO.

37.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, DATU PALINGEQ, PATOTOQE )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Batara Guru kini telah sampai di Senrijawa menuju ke istana guntur menggelegar, dibukakan pekarangan kemilau, menaiki anak tangga kilat langsung naik,dipegangkan susuran kilat, melangkahi lantai papan kemilau. Datu Palingeq menyambut kedatangan Batara Guru di Istana Boting Langit.

DATU PALINGEQ

Kur jiwamu, Paduka anakda Batara Guru ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Masuklah duduk anakda Batara Guru, di atas permadani kemilau.

PATOTOQE :

Kur jiwamu, Paduka anakda Batara Guru ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu. anakda Batara Guru menyembahlah tiga kali, baru engkau duduk, sebab Walaupun engkau kulahirkan, engkau adalah manusia sedang aku adalah dewa. Engkau telah kutempatkan menjadi manusia di dunia untuk meneruskan kemuliaan atas namaku di bumi.

Bergegas Batara Guru segera menyembah tiga kali, kemudian masuk duduk di atas permadani kahyangan, lalu disorongkan cerana kilat tempat sirihnya Mutia Unruq.

DATU PALINGEQ

Ambillah sirih dan Menyirihlah anakda Batara Guru Sang kekasih We Nyiliq Timoq

PATOTOQE :

Apakah gerangan hajatmu anakda Batara Guru, hingga engkau naik ke Boting Langiq, membuat hambar negeri di Senrijawa karena telah mengasapinya dengan bau manusia? Bukankah semua warisanmu telah kusediakan di Aleq Linoq ?

Batara Guru menyembah kepada Mutia Unru dan To Palanroe.

BATARA GURU :

Sebabnya aku naik ke Boting Langiq karena hambamu yang engkau jadikan bibit di dunia telah besar Tuanku, sudah saatnya duduk bersanding di atas pelaminan emas, maka daku berkata, Biarlah daku menemui orang tuaku di Boting Langiq memintakan jodohnya yang sederajat yang sama-sama keturunan langit, yang sama-sama berdarah putih. Sebab tak ada padanannya, Paduka, di Ale Luwuq dan di Watang Mpareq, sedang aku tak mau diganti oleh bangsawan campuran.

PATOTOQE :

Andaikata bulan yang lalu engkau naik ke Boting Langiq, sebelum kujatuhi musibah negeri di Tompoq Tikkaq.Tetapi kini La Urung Mpessi telah mati, We Pada Uleng telah meninggal pula, padahal dia mempunyai dua orang anak perempuan. Segala harta bendanya telah dilucuti, kerajaannya dipindahkan, seluruh kemuliaannya telah dibuang.

DATU PALINGEQ :

Maka mereka membuang dirinya di tempat yang jauh. Sebabnya aku mencabut nyawanya,kujatuhi musibah negeri itu, We Pada Uleng dan La Urung Mpessi, pernah mengadakan hajatan, mereka mengundang sekolong langit dan sepetala bumi, tetapi tak ada tamu yang datang sehingga dingin nasinya, lalu dibuangnya ke tanah, dibawanya Sangiang Serri ke sungai, dan membuangnya pada air mengalir. Maka kuperintahkan Paddengngeng, Peresola, orang Sunra , orang Alebboreng Pulakalie, turun ke bumi memberi
bencana negeri Tompoq Tikkaq.Tersebutlah segala bahan makanan dan biji-bijian gagal kendati mereka pindahkan ke negeri asing ujung pematang sawahnya, jika mereka orang Tompoq
Tikkaq, maka segala biji-bijian tidak akan menjadi.

Batara guru termenung mendengarkan perkataan dari kedua orangtuanya.

PATOTOQE :

Anakda Batara Guru, janganlah hendaknya engkau menyusahkan hatimu, karena belum ada jodoh yang sama sederajat dengan keturunanmu. Sudah kupulangkan We Adiluwuq bersaudara
di kampungnya kembali bersemayam di istananya. Tiga puluh malam lamanya membuang diri di tempat yang jauh lalu keduanya kembali lagi di kampungnya.

DATU PALINGEQ

Anakda Batara Guru, turunlah dahulu, nanti kuperintahkan untuk menurunkan anakmu perahu emas yang akan ditumpanginya berlayar mencari jodoh sederajatnya di Tompoq Tikkaq. Janganlah hal ini menyusahkan hatimu di Aleq Linoq. Semuanya di Boting Langiq dipersiapkan mahar orang Selli, pemberian yang banyak serta hadiah yang tak kembali dari Batara Lattuq, perlengkapan upacara perkawinannya, harta benda yang dibawa berlayar, pergi mencari jodoh sederajatnya. Kelak akan kujelmakan di bumi, kuturunkan ke Aleq Luwuq, yang disertai kelengkapan yang sempurna perahu besar yang manurung dimunculkan di atas air beserta anak perahunya. Sembilan hari nanti lamanya anakda Batara Guru, setelah engkau kembali dari Boting Langiq akan muncul di atas air, engkau lihat perahu besar yang diturunkan, Mariogae, La Siang Langiq, Rakka-Rakkae, Banynyaq Lompae, I La Patibo, Anging Laloe, I La Tiwajo, Angin Tengngae dan Banynyaq Lompoe, ada seribu perahu pengiringnya. Sekian pula banyaknya perahu besar pendampingny perahu besar yang manurung. Ratusan tumpangan orang banyak, tak terhitung lagi perahu mulia pengiringnya, perahu emas yang manurung. Nanti engkau beri korban di sana, engkau perciki dengan air suci emas, engkau jemput dengan tarian, kau patahkan untuknya bambu emas, kau sambut ia dengan kur semangat. Lima malam setelah diupacarakan, barulah mereka berlayar ke Tompoq Tikkaq. Semoga tak terhalang kepergiannya, tak kandas perahu emas tumpangannya hingga menemui isi usungan sederajatnya.”

CUT TO.

38.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, DATU PALINGEQ, PATOTOQE )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Segera pula Batara Guru minta pamit ke Kerajaan Aleq Linoq.To Palanroe suami-istri mempersilakan.Batara Guru turun diangkat oleh petir berbalasan, didahului oleh badai,diramaikan oleh api dewa,bertelekan pada pelangi, melangkahi mega yang berarak.

CUT TO.

39.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Ketika tengah hari di Aleq Linoq. Batara Guru telah sampai di istananya, langsung duduk di atas peterana emas manurung, dikipas dengan kipas emas dari Senrijawa,dikitari kipas emas dari Ruallette’.Setelah duduk melepas lelah We Nyiliq lalu menyapa.

WE NYILIQ TIMOQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Guru,semoga Datanglah semangat kahyanganmu Bagaimana gerangan ucapannya Baginda Datu Patotoqe suami-istri?”

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka Adinda We Nyiliq Timoq , semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Sri Baginda suami-istri
berkata, Adinda,Seandainya bulan lalu engkau naik ke Boting Langiq, sebelum ditimpakan musibah negeri Tompoq Tikkaq, engkau mintakan jodoh yang sederajat untuk Batara Lattuq, sesamanya orang Ruallette diturunkan ke bumi,sesamanya orang
ToddangToja dimunculkan ke dunia.Tetapi We Pada Uleng telah mati, La Urung Mpessi pun sudah meninggal. Ada dua anaknya perempuan, tetapi sudah dirampas harta bendanya, dipindahkan kerajaannya, lalu mereka membuang diri ke tempat yang jauh. Patotoqe juga menjanjikan Janganlah hatimu gusar, karena belum ada isi usungan yang sederajat dengan anakmu.Turun saja dahulu ke Aleq Linoq, akan kupulangkan We Adiluwuq bersaudara
ke karnpungnya, tinggal menetap di istananya, lalu akan datang berlabuh perahu emas yang ditumpangi anakmu ke Tompoq Tikkaq. Akan kuturunkan nanti, perahu emas yang akan dipakai berlayar mencari jodoh sederajatnya di Tomp’oq Tikkaq, yang sama-sama keturunan dari langit, yang diturunkan menjelma di Ale Lino, sesamanya berdarah putih. Lengkap dengan anak perahunya diturunkan ke Aleq Linoq.Moga-moga tak terhalang kepergiannya. tak akan kandas perahunya menemui isi usungan sederajatnya.

( closing Illustrasi theme song I La Galigo).

CUT TO.

BERSAMBUNG EPISODE IV.

SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE II

Posted May 24, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

II. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 2

( Episode TO MANURUNG )

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II, dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Pagi menjelang di Kerajaan Boting Langiq. Sinarnya memercik bagai air kahyangan ke Balairung Istana.Datu Patotoqe dan Datu Palingeq. Sang Penguasa Kerajaan Boting Langiq pun duduk di kursi kebesaran masing-masing. Datu Patotoqe dan istrinya lalu mempersilakan Sinauq Toja, Guru Riselleq, dan Senneq Batara untuk duduk di kursi kebesaran yang sudah disiapkan khusus untuk penguasa kerajaan di Peretiwi tersebut. Setelah para Dewata duduk di tempatnya masing-masing, Datu Patotoqe pun membuka acara musyawarah para Dewa.

PATOTOQE:
Kur jiwamu, Paduka Sinauq Toja,Paduka Guru Riselleq,
Paduka Senneq Batara, semoga datanglah semangat
Kahyanganmu, Selamat datang di Istana Sao Kutta
Pareppaqe! Semoga kalian merasa aman dan nyaman
berada di istana tertinggi Kerajaan Boting Langiq ini.

GURU RISELLEQ :

Kur jiwamu, Paduka Datu Patotoqe dan Paduka Datu
Palingeq, semoga datanglah semangat kahyanganmu
Semoga Kerajaan Boting Langiq tetap berada dalam puncak
kesakralan dan kesuciannya .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert suara Angin menderu dan Guntur menggelegar )

Sontak Menggelegar Suara hadirin bergema diseantero Boting langiq dan peretiwi menyambut pernyataan penguasa Kerajaan Peretiwi tersebut. Bukan hanya para dewa, tetapi suara guntur yang menggelegar, kilat dan petir sambung menyambung ikut menimpali pernyataan Guru Riselleq.

PATOTOQE:

Aku sengaja mengundang kalian menuju istana Boting
Langiq ini untuk membicarakan keadaan bumi Aleq Linoq
yang kosong melompong Karena Kerajaan Boting Langiq
dan Kerajaan Peretiwi akan berkurang kesakralan dan
kesuciannya bila tidak ada makhluk yang bernama Manusia
yang menjadi penguasa di Kerajaan Bumi.

Para Dewata terpukau dalam diam mendengar pernyataan Datu Patotoqe, sang Penguasa di Kerajaan Boting Langiq itu. Sinauq Toja dan Guru Riselleq hanya manggut-manggut mendengar pernyataan kakaknya tersebut.

PATOTOQE:

Dan yang terpenting kita para Dewata di kerajaan Boting
Langiq dan Dewa dewa di Kerajaan Peretiwi di Uriq Liuq
bukanlah sosok dewata yang Agung kalau tidak ada
penghuni bumi Aleq Linoq yang selalu menyembah kita.

Ketika para penguasa Kerajaan Pertiwi dan rombongan para dewa dari Uriq Liuq tidak menanggapi pernyataan Sang Patotoqe, maka berdirilah seluruh bangsawan tinggi Kerajaan Boting Langiq. Lalu mereka serentak menjawab serempak yang membuat Kerajaan Boting Langiq seolah runtuh.

PARA DEWA BOTING LANGIQ :

Kalau memang itu sudah menjadi kehendak Datu Patotoqe
untuk menurunkan tunas di bumi, maka tentulah semua
para dewa akan mendukungnya.Itu berarti Kehendak Datu
Patotoqe adalah kehendak kami juga.

GURU RISELLEQ :

Paduka Datu Patotoqe, Kami dari Kerajaan Peretiwi
mendukung ide Patotoqe Untuk menempatkan turunan di
bumi dengan menjelma sebagai Manusia,Tetapi kami
menyumbang ide yaitu sebaiknya masing-masing kerajaan
yang berada di dunia atas , maupun dunia bawah juga
menempatkan keturunannya di bumi.”

SINAUQ TOJA:

Betul Paduka Yang mulia Penguasa Kerajaan Boting
Langiq, Mengapa hanya putra Kakanda Datu Patotoqe saja
yang akan diturunkan kebumi, mengapa keturunan kami di
Kerajaan Peretiwi tidak juga diperhitungkan?

Sejenak Sang Patotoqe terdiam. Lalu berbisik kepada Datu Palingeq, Untuk merundingkan usul dari Guru Riselleq dan Sinauq Toja.

PATOTOQE:

Sama sekali bukan maksudku hanyalah turunanku semata
yang akan memonopoli kehidupan di bumi. Ingat kejadian
awal penciptaan dunia tengah ,bahwa dunia tengah
adalah perpaduan antara dunia atas dan dunia bawah.
Jadi sejak awal aku sudah memikirkan dan memutuskan
bahwa yang akan berkuasa di muka bumi adalah turunan
Kerajaan Langit dan Kerajaan Peretiwi.Jadi sesungguhnya
maksud musyawarah kita sekarang adalah siapa-siapa
gerangan turunan kita yang akan mengisi bumi Aleq Linoq .

Tentu saja Sinauq Toja dan Guru Riselleq sangat senang mendengar penjelasan Datu Patotoqe, mereka langsung tersenyum gembira kearah para dewata dan Datu Patotoqe. Lalu kemudian Sinauq Toja berbisik kepada suaminya Guru Riselleq.

SINAUQ TOJA

Kakanda Paduka Guru Riselleq. Aku yakin Datu Patotoqe
Akan mengirim putra sulungnya La Togeq Langiq Batara
Guru menjadi manusia dan penguasa di muka bumi Aleq
Linoq. nanti kita menjodohkan We Nyiliq Timoq dengan La
Togeq Langiq.”

PATOTOQE:

Tetapi Paduka Guru Riselleg dan Pakuka Sinauq Toja, kalian
harus tahu bahwa manusia pertama yang boleh mendiami
bumi berasal dari Kerajaan Boting Langiq, setelah Manusia
tersebut mengatur dan memperbaiki bumi barulah dinaikkan
pendampingnya dari Kerajaan Peretiwi, kemudian semua
penguasa di Kerajaan Boting Langiq dan Kerajaan Peretiwi
masing-masing barulah boleh mengirim turunannya di bumi
Aleq Linoq.

CUT TO.

03.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,RUMA MAKKOMPONG,RUKKELLENG MPOBA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Di tengah-tengah alotnya silang pendapat Dalam musyawarah para Dewa itu, tiba-tiba Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba memberikan pendapat. Seluruh peserta musyawarah memperhatikan dengan seksama kedua penjaga ayam sabung sekaligus kurir Sang Patotoqe yang sudah pernah mengunjungi bumi tersebut, Walaupun tanpa ijin Datu Patotoqe.

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Tuanku Paduka Datu Patotoqe dan Paduka
Guru Riselleq,Menurut pengamatan kami berdua, putra
sulung Patotoqe dan Datu Palingeq, La Togeq Langiq
yang bergelar Batara Guru yang paling cocok menjadi
manusia di bumi,

RUMA MAKKOMPONG :

Betul Tuanku, Sewaktu kami berdua berada di muka
bumi dengan tidak sengaja kami menyaksikan wajah La
Togeq Langiq Batara Guru tersenyum bergelantungan
dilangit. Saat itu semua tata surya tunduk kepadanya,
bumi pun nampak tersenyum dan merindukan wajah
LaTogeq langiq.

Mendengar Pendapat Ruma Makkompong Dan Rukkeleng Mpoba Dewa Penjaga Ayam Itu, Betapa senang hati Sang Patotoqe dan Datu Palingeq mendengar cerita Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba. Sang Patotoqe pun cepat berujar kepada isterinya sebagai tanda persetujuan akan pendapat kedua kurirnya tersebut,

PATOTOQE:

Kalau demikian gerangan halnya, Biarlah kita turunkan
La Togeq Langiq menjadi penguasa di bumi duhai
Adinda Datu Palingeq.”

Gegap Gempita Gemuruh suara Para Dewata sepertinya Balairung istana akan Runtuh menyambut perkataan Datu Patotoqe.Seluruh hadirin kembali memberikan persetujuan dengan keputusan yang diambil oleh Sang Patotoqe. Tak ada dewa yang menolak, dewa utusan dari Kerajaan Balangsariuq yang semula mendukung kandidat lain akhirnya mendukung La Togeq langiq Batara Guru .

PATOTOQE:

Nanti setlah Setelah kami turunkan La Togeq Langiq Batara
Guru ke bumi Aleq Linoq, maka Paduka Sinauq Toja dan
Paduka Guru Riselleq mengirim salah seorang putrinya
untuk menjadi permaisuri La Togeq Langiq

SINAUQ TOJA:

Ampun Kakanda Datu Patotoqe! Siapakah gerangan putri
kami yang cocok menjadi pendamping LaTogeq Langiq
di bumi?”.

PATOTOQE:

Terserah kalian berdua Memilih putrimu mana yang cocok
Tapi kalian bisa memusyawarahkan Kembali di Kerajaan
Peretiwi. Siapa pun yang kalian kirim ke muka bumi, maka
pastilah ia akan cocokdan serasi dengan LaTogeq Langiq.
karena apabila putri tersebut berada di bumi dan menjelma
Manusia maka wajahnya bisa berubah menjadi wajah
perempuan yang sangat dicintai oleh La Togeq Langiq
batara Guru.

GURU RISELLEQ :

Ampun Kakanda Pattoqe ! Kalau begitu jadinya nanti, kami
tidak akan mengenali wajah putri kami nantinya berkunjung
ke Bumi Aleq Linoq ?

PATOTOQE:

Paduka Guru Riselleq Tidak usah khawatir. Bila kelak putrimu
Yang sudah menjelma jadi manusia di bumi, mengunjungi
kalian di Kerajaan Peretiwi maka wajahnya tetap kembali
seperti semula,

SINAUQ TOJA:

Ampun Kakanda Paduka Patotoqe ! Kapankah waktunya kami
mengirim putri kami menemani La Togeq langiq di bumi?”

PATOTOQE:

Biarkanlah dulu La Togeq Langiq Batara Guru mengurus bumi.
Bila ia sudah mampu mengurus bumi dengan baik barulah ia
disebut manusia yang mampu mengurus pasangan hidupnya .
Lagi pula LaTogeq Langiq nantinya adalah manusia pertama
Yang hidup di bumi, makanya ia harus diuji dulu .Ia tidak boleh
langsung bersenang-senang di bumi. Ia harus berusaha dan
bekerja keras di bumi Aleq Linoq terlebih dahulu.

DATU PALINGEQ :

Paduka Berdua.Bukanlah namanya manusia yang hidup di
Bumi jika tidak diuji terlebih dahulu. Jadi biarkanlah dulu
LaTogeq Langiq menata bumi dengan baik baru dikirimkan
pendamping hidupnya.

CUT TO.

04.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ. SENNEQ BATARA, RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect angin menderu ).

PATOTOQE:

Temmaga wae Datu Palingeq anri tauloq rijajiatta,
tabareq-bareq tuneq riKawaq.
Selayaknyalah wahai adinda Paduka Datu Palingeq kita
turunkan ananda kita,kita akan jadikan tunas di Bumi

DATU PALINGEQ :

Puangku Paduka Datu Patotoqe,Penguasa kerajaan Boting
Langiq, Aku khawatir anak kita kelak akan mengalami
cobaan bila tinggal di muka bumi. Bukankah tinggal di muka
bumi berarti ia bukan lagi sebagai seorang dewa tetapi iya
akan menjelma jadi manusia?Jika La Togeq Langiq Batara
Guru akan kita turunkan ke bumi Aleq Linoq, maka kita akan
berpisah dengan anak kita, karena dewa dan Manusia
berlainan alam, Meskipun dewa bisa saja turun ke bumi,
Manusia bisa naik ke Kerajaan Langit atas kehendak
penguasa langit Patotoqe, tetapi para dewa tidak akan
tahan bersama dengan Manusia. Dewa tidak bisa mencium
bau manusia.Dewa hanya bisa bersama manusia hanya
untuk sebentar saja.

CUT TO.

05.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Cakrawala di Boting Langiq semakin Gelap Gulita,Angin berderu diselingi suara Guntur yang menggelegar dan kilat yang meronai cakrawala.Tibalah saatnya Batara Guru dikirim ke bumi. Meski sejak awal sudah menentukan bahwa .Batara Guru yang akan dijadikan manusia pertama di bumi Aleq Linoq, namun Datu Patotoqe nampak bersedih karena sebentar lagi akan berpisah dengan putra kesayangannya.

PATOTOQE:

Kur jiwamu, Paduka Ananda La Togeq Langiq, Semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Silahkan Anakda
Paduka La Togeq Langiq Batara Guru Melakukan prosesi
yang disyaratkan bagi para Dewata. Sucikanlah dirimu
terlebih dahulu sebelum kau menyentuh bumi Aleq Linoq .

( Narasi dan Illustrasi music,insert suara Angin menderu, hujan dan petir sambung menyambung )

La Togeq Langiq Batara Guru pun bersemedi Melakukan prosesi menyucikan diri seperti yang disyaratkan bagi para Dewa. Sambil membersihkan dan menyucikan seluruh tubuhnya dengan kuyuran hujan, Batara Guru sangat bersedih karena akan berpisah dengan seluruh keluarga yang sangat dicintainya. Batara Guru juga akan berpisah dengan segala kemewahan kemewahan Kerajaan Boting Langiq. Tapi Batara Guru mencoba menguatkan hatinya, bagaimana pun ia merasa mendapat kehormatan dari Sang Patotoqe untuk menjadi penguasa dan Manusia pertama di bumi Aleq Linoq .

Selesai mandi, dua adik Batara Guru yaitu Talaga Unruq dan Dettia Tanah, mengelap dan mengeringkan tubuh Batara Guru, kedua adiknya tersebut terus menangis karena akan ditinggalkan oleh kakaknya tercinta La Togeq langiq Batara Guru.Batara Guru terus mengusap kepala kedua adiknya tersebut.

( Narasi dan Illustrasi music ,insert suara Angin menderu disertai isak tangis para dewa )

CUT TO.

06.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

La Togeq Langiq Batara Guru lalu memakai pakaian kebesaran dengan dibantu oleh Welong Mpabareq dan adik-adiknya. Semua yang ada di sekeliling Batara Guru menangis tersedu-sedu. Batara Guru pun mencoba menghibur mereka,

BATARA GURU :

Ayahanda Datu Pattoqe telah menentukan nasibku
Kehendak Ayahanda Datu Patotoqe untuk mengisi bumi
haruslah dipatuhi karena memang begitulah kehendak
penciptaan langit dan bumi.”

CUT TO.

07.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Selang Sepemakanan sirih waktu berlalu. Batara Guru keluar dari kamarnya untuk menghadap Datu Patotoqe. Adik-adik Batara Guru berada di sampingnya sambil memegang pergelangan tangan Batara Guru. Ia juga diapit oleh para pembesar dan bangsawan tinggi dari tujuh lapis kerajaan di Boting Langiq. Langkah Batara Guru ditingkahi oleh suara kasih sayang yang begitu menyayat hati dari Kerajaan Leteng Nriuq. Batara Guru pun berjalan dipandu oleh para inang pengasuh dari Kerajaan Wawo Unruq dalam suasana penuh kesedihan. Saking bersedihnya para pendamping Batara Guru, terpaksa ada pengawal istana yang bertugas mengeringkan lantai guruh yang dilewati oleh rombongan Batara Guru, lantai guruh tersebut sudah dibasahi oleh airmata para rombongan pendamping Batara Guru yang terus menangis tersedu-sedu.

CUT TO.

08.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Balairung Istana Sao Kutta Pareppage Di Kerajaan Boting Langiq benderang oleh Cahaya Kilat yang silih menyambar. Batara Guru dan rombongan pun tiba di hadapan Datu Patotoqe dan Datu Palingeq di istana Sao Kutta Pareppaqe disaksikan oleh para dewa Boting langiq serta semua rombongan dari Kerajaan Peretiwi.

PATOTOQE:

Kur jiwamu, Paduka Ananda La Togeq Langiq, Semoga
datanglah semangat kahyanganmu. Anakda Batara Guru,
Meski aku adalah penguasa tunggal di Kerajaan Langit tapi
aku tidak boleh semena- mena melanggar ketentuan yang
kubuat dan sudah diputuskan dengan bulat. Sekiranya aku
melanggar, atau aku berkhianat maka aku akan hangus
disambar petir yang menyala-nyala. Jiwa ragaku pun akan
hilang. Dan kalau itu terjadi maka tidak ada lagi kehidupan
di langit dan bumi, itulah yang disebut kiamat.”

Para Dewa Boting Langiq dan Para Dewa Peretiwi terdiam mendengar penuturan Datu Patotoqe. Datu Palingeq tertunduk sedih sambil meneteskan airmata. Adik-adik Datu Patotoqe dan para bangsawan tinggi Kerajaan Boting Langiq pun tak kalah sedihnya, berkali-kali mereka mengganti sapu tangan mereka yang sudah basah oleh airmata. Suara musik yang bernada kesedihan dari Leteng Nriuq terus mendayu-dayu menyayat hati.

PATOTOQE:

Begitulah yang sudah menjadi ketentuan Anakda
Batara Guru menjelma manusia,sedangkan aku
adalah dewata.Seluruh keturunan Batara Guru
nantinya harus menyembah kepada dewata.Dan
yang paling penting diingat oleh Anakda Batara Guru
dan seluruh keturunannya adalah kalian sebagai Manusia.
harus memperlakukan bumi dengan penuh kasih sayang.
Bila ketentuan ini dilanggar maka bumi tempat kalian
hidup akan marah.lalu bumi akan menghukum Manusia
dengan bencana bencana yang timbul di bumi.

BATARA GURU :

Aku siap menjalankan seluruh titah Paduka Ayahanda
Datu Patotoqe.

Hujan lebat disertai petir menggelegar disentero Boting Langiq. Lalu peristiwa demi peristiwa sangatlah mengharukan, semua yang ada di Kerajaan Langit menangis tersedu-sedu, bahkan Datu Patotoqe dan Datu Palingeq pun ikut meneteskan airmata. Karena tibalah saat penurunan Batara Guru ke bumi.

CUT TO.

09.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Seorang Dewa Boting Langiq bernama La Patigana segera mengangkat bambu betung yang akan dijadikan tumpangan La Togeq Langiq Batara Guru menuju bumi Aleq Linoq. Bambu betung terdiri dari dua ruas. Satu ruas tempat Batara Guru dan satu ruas lagi untuk menyimpan barang-barang yang dibawa oleh Batara Guru dari Boting Langiq . Barang-barang itu berupa beras warna-warni, daun sirih, batang tebu, dan benda-benda lainnya sebagai bahan material dasar untuk membangun bumi.

La Togeq Langiq Batara Guru pun segera berbaring dalam ruas bambu betung dengan pakaian kebesarannya. Melihat semua yang ada terus meneteskan airmata termasuk ayahandanya, Batara Guru pun nampak sedih dan meneteskan airmata.

CUT TO.

10.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Gegar Menggelegar suara langit dan Bumi bergoncang. Lalu Sangka Batara pun berteriak memberitahu semua dewa-dewa penjaga pintu dan pagar langit. Maka I La Sualang dan I La Becociq segera mencabut palang guntur penutup pintu batara dari petir. Langit pun langsung terbelah dua. Dibuka pula tujuh lapis langit. To Letteq Ileq segera menurunkan gelap gulita. Tiba-tiba alam menjadi gelap gulita. Balansariuq mengirimkan guntur. Ruma Makkompong menurunkan angin ribut. Rukkelleng Mpoba dan Sangiang Mpajung membangkitkan badai. Maka bumi bergoncang maha dahsyat, getarannya hampir meruntuhkan pintu langit andaikan tidak dipegang kuat-kuat oleh I La Sualang dan I La Becociq. Lalu diturunkanlah ayunan kemilau sebagai jalan turunnya bambu betung yang membawa La Togeq Langiq Batara Guru. Bambu betung diusung oleh guntur bersama dengan angin kencang yang berderu.

CUT TO.

11.EXTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

semua dewa-dewa penghuni Kerajaan Boting Langiq dan Kerajaan Peretiwi mengantar La Togeq Langiq Batara Guru hingga ke kaki langit. Bumi pun tiba-tiba dilanda hujan lebat oleh airmata kesedihan dari para dewa-dewa dan sanak saudara Batara Guru.

Di kaki langit terjadi sedikit kacau dan ribut , karena Ruma Makkompong yang juga sangat rindu tinggal di bumi hampir saja melanggar ketentuan dewata. Para dewa memang tidak diizinkan melewati kaki langit. Untungnya Rukkelleng Mpoba menahan saudaranya tersebut yang sudah tergila-gila dengan bumi Aleq Linoq itu.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq )

CUT TO.

12.EXTERIOR – DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

La Togeq Langiq Batara Guru yang berada dalam ayunan tali kemilau menuju bumi mencoba menyingkap baju biru langitnya. Ia menengadah ke langit untuk melihat orang-orang yang dicintainya namun ia tidak bisa melihat keadaan langit karena hujan yang menjelma dari airmata para dewa dan keluarganya tak henti-hentinya turun membasahi bumi. Maka saat itulah Batara Guru semakin sedih. Ia benar-benar meninggalkan Kerajaan Boting Langiq dan seluruh keluarga yang sangat dicintainya. Meninggalkan segala kemegahan untuk hidup sebatangkara di muka bumi Aleq Linoq.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq )

CUT TO.

13.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Sepemakanan sirih waktu berlalu. Batara Guru kembali menyingkap baju biru langitnya dan melihat ke bawah maka mulailah nampak hamparan luas Bumi Aleq Linoq yang kosong melompong.

BATARA GURU:

Rupanya aku sudah hampir tiba di bumi Aleq Linoq?

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq )

CUT TO.

14. EXTERIOR- DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Sepemakanan Sirih Waktu Berlalu. La Togeq Langiq Batara Guru Bermaksud mengisi Kehidupan di Bumi Aleq Linoq yang Masih Kosong Melompong Itu.Pertama-tama Batara Guru menghamburkan beras berwarna warni ke permukaan bumi. Maka seketika beras-beras tersebut menjelma menjadi daratan, lalu membentuk gunung-gunung dan perbukitan. Lalu dalam waktu sekejap pula muncullah lautan dan sungai.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq )

Namun La Togeq Langiq Batara Guru belumlah puas melihat pemandangan semua itu karena pegunungan dan daratan nampak gundul tanpa ada pepohonan, maka Batara Guru kembali melempar daun sirih serta batang tebu. Tiba-tiba daratan dan pegunungan menjelma menjadi hutan belantara yang nampak menghijau dari atas. Batara Guru puas melihat keadaan bumi yang menghampar hijau.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq )

Kemudian La Togeq Langiq Batara Guru Lalu melempar dari Timpo-Timpo dari Kerajaan Wawo Unruq. Timpo-timpo tersebut lalu menjelma menjadi binatang melata seperti ular, biawak, serta binatang melata lainnya.
Batara Guru menghamburkan lagi bertih kilat dari Kerajaan Limpoq Bonga serta beras warna-warni dari Kerajaan Leteng Nriuq. Maka tiba-tiba bermunculanlah aneka ragam margasatwa yang berbunyi nyaring meramaikan bumi Aleq Linoq. Nampaklah hutan-hutan belantara yang luas dipenuhi oleh aneka ragam burung yang sangat indah dan berkicau merdu dan riang.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq )

CUT TO.

15.EXTERIOR- DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Menjelang La Togeq Langiq Batara Guru tiba di bumi, tiba-tiba bumi berguncang dengan sangat hebat dan dahsyat. Guncangannya terasa hingga ke Kerajaan Boting Langiq dan Kerajaan Peretiwi. Seluruh margasatwa yang baru saja tercipta di muka bumi berhamburan ketakutan dan keheranan. Mereka melihat sesuatu yang aneh datang dari langit. Bersamaan itu pula, guntur terus menggelegar sepertinya hendak mengutuk bumi yang masih perawan dan masih kosong melompong itu.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq)

Kilat dan petir yang sambung menyambung seolah tak sabar ingin membakar hutan belantara yang baru saja tercipta. Lalu terdengarlah dentuman yang maha dahsyat di pusat bumi, disaat ayunan petir Batara Guru mendarat di bumi Aleq Linoq.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq)

CUT TO.

16.EXTERIOR- DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,BATARA GURU, RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Setelah Ruas bambu betung tempat La Togeq Langiq Batara Guru berbaring diturunkan ke bumi Aleq Linoq, maka dinaikkanlah kembali ayunan petir menuju Kerajaan Boting Langiq. Batara Guru langsung terpaku memandangi hamparan bumi yang baru pertama kali dilihatnya. Ia menoleh ke seluruh arah penjuru mata angin, tak ada orang lain, hanyalah dirinya seorang yang bengong terkesima. Batara Guru benar-benar merasakan kesepian yang amat sangat, kesepian sebagai seorang manusia.

(Insert gambar reaksi para Dewa di Boting Langiq )

( Flash Back dan Narasi – Illustrasi musik tradisi).

Padahal Ketika masih berada di Boting Langiq ia selalu dikelilingi oleh para bangsawan tinggi dan inang pengasuh serta dayang-dayang. Kemana pun perginya, ia akan disambut oleh ribuan dayang-dayang yang menaburkan bertih yang berkilauan serta beras warna warni.

CUT TO.

17.EXTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Sementara itu rombongan para dewa yang mengantar La Togeq Langiq Batara Guru sampai di kaki langit bergegas naik kembali ke Boting Langiq. Senneq Batara, Sinauq Toja dan Guru Riselleq beserta rombongan dari Kerajaan Peretiwi pun masih ikut kembali ke Boting Langiq. Rombongan dari Kerajaan Peretiwi merasa tidak etis kalau langsung meninggalkan Boting langiq sebelum minta pamit kepada seluruh dewa dan bangsawan tinggi di istana Sao Kutta Pareppaqe Di Kerajaan Boting Langiq .

Iring-iringan Para pengantar La Togeq Langiq Batara Guru tiba kembali di Istana Sao Kutta Pareppaqe. Ayunan petir yang sebelumnya mengantar La Togeq Langiq Batara Guru yang turun ke bumi pun sudah kembali dalam keadaan kosong. Maka menangislah semua adik-adik Batara Guru serta penghuni langit lainnya.

TALAGA UNRU :

Ampun, Kakanda La Togeq Langiq Batara Guru sudah
Berbeda dunia dengan kita.

Talaga Unruq dan Welong Mpabareq yang sangat menyayangi La Togeq Langiq Batara Guru pun menangis tersedu-sedu.

WELONG MPABAREQ :

Mengapa Paduka Yang mulia penentu Nasib Patotoqe
Tidak Menurunkan kami ke bumi Aleq Linoq saja supaya
bisa menemani Putra kesayangan Paduka Datu Patotoqe

RUMA MAKKOMPONG/RUKKELLENG MPOBA :

Kalau Paduka Datu Pattotoqe menghendaki, kami berdua
siap turun ke bumi untuk membantu dan melayani
kehidupan Batara Guru.

Namun Penguasa kerajaan Boting Langiq, Datu Patotoqe hanya terdiam. Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya untuk menjawab permintaan Talaga Unruq dan Welong Mpabareq serta Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba. Datu patotoqe sebenarnya juga sangat bersedih dengan keadaan putranya seorang diri di bumi Aleq Linoq itu, tetapi itulah ujian yang harus dihadapi La Togeq Langiq Batara Guru

Semua dewa dan bangsawan tinggi terus menangisi kepergian La Togeq Langiq Batara Guru. Datu Palingeq sejak berada kembali di Istana Sao Kutta Pareppaqe kerjanya hanya duduk termenung mencucurkan airmata mengenang putra kesayangannya. Meski seorang dewa, Datu Palingeq benar-benar menjiwai perannya sebagai ibu yang sangat menyayangi putranya Batara Guru.

CUT TO.

18.INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE-PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.SENNEQ BATARA,RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA,TALAGA UNRUQ, DETTIA TANA, WELONG MPABAREQ, LA PATIGANA, I LA SUALANG, I LA BECOCIQ,TO LETTE ILEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Rombongan Dewa dari Uriq Liuq,Senneq Batara, Sinauq Toja, Guru Riselleq beserta rombongan pun mohon pamit pada Datu Patotoqe dan Datu Palingeq. Mereka bergegas turun ke Kerajaan Peretiwi. Selama dalam perjalanan, Sinauq Toja terus berpikir untuk segera mengirim putrinya We Nyiliq Timoq untuk menjadi permaisuri Batara Guru. Selain kasihan melihat ponakannya hidup sebatangkara di muka bumi Aleq Linoq yang masih kosong melompong itu, Sinauq Toja juga merasa Kerajaan Peretiwi akan turun derajatnya bila tidak ada keturunannya yang segera menjadi penguasa di bumi Aleq Linoq .

CUT TO.

19 .INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE- MALAM HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Tokek ).

Setelah rombongan Kerajaan Peretiwi kembali ke Dunia Bawah, maka terasa sunyilah Istana Sao Kutta Pareppaqe. Bahkan Datu Palingeq dan Batara Unruq seakan-akan kehilangan gairah hidup. Kepergian La Togeq Langiq Batara Guru membuat Istana Sao Kutta Pareppaqe seolah berkabung.

CUT TO.

20 EXTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE- MALAM HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara angin menderu ).

Tujuh hari tujuh malam waktu berlalu, Sejak La Togeq Langiq Batara Guru berada di bumi. Kerinduan Datu Palingeq pun tiadalah tertahankan. Lalu diam-diam ia pergi ke kaki langit untuk melihat-lihat putranya. Meski Datu Palingeq tidak melapor pada suaminya, tetapi sebagai dewa penguasa tunggal di Boting langiq, Datu Patotoqe tahu akan kepergian isterinya.

CUT TO.

21.EXTERIOR- DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ-SIANG/MALAM

(tokoh cerita : BATARA GURU )

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Selama tujuh hari tujuh malam berada di bumi, La Togeq Langiq Batara Guru masih nampak bersedih. Ia belum beraktifitas sama sekali. Ia masih bermalas-malasan dalam ruas bambu betung. Ia juga belum pernah makan dan minum.

Lalu kemudian pada hari kedelapan dini hari, La Togeq Langiq Batara Guru terbangun. Ia menendang kain biru bertahtakan bulan keemasan. Maka terbelahlah pesawat bambu betung tempatnya berbaring. Ketika fajar menyingsing dan matahari mulai bersinar, bangkitlah La Togeq Langiq Batara Guru dari peraduannya. Ia pun berjalan menelusuri hutan-hutan dan lembah-lembah. Semua margasatwa yang melihat kedatangan Batara Guru memberi penghormatan pada Batara Guru. Ia pun berusaha mencari dan mengambil sendiri makanan yang tersedia di hutan dengan susah payah.

( Closing dan Illustrasi theme song I La Galigo )

CUT TO.

BERSAMBUNG EPISODE III

SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE I

Posted May 24, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

I. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 1

( Episode SANGIANG SERRI DAN TO MANURUNG )

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02.EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE – PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Atas kehendak Sang Patotoqe, bersamaan terciptanya Kerajaan Langit, tercipta jugalah Kerajaan Peretiwi yang berada di dunia bawah. Sang Patotoqe lalu mengirim saudara kembar perempuannya bernama Sinauq Toja menjadi penguasa di Kerajaan Peretiwi. Sinauq Toja bersama dengan suaminya Guru Riselleq, yang juga saudara kembar Datu Palingeq, mereka menjadi penguasa dwi-tunggal di Kerajaan Peretiwi.di istana Buriq Liuq.
Di antara Kerajaan Langit dan Kerajaan Peretiwi yang dihuni oleh para dewa, terciptalah juga Kerajaan Bumi. Namun untuk jangka waktu yang sangat lama, Kerajaan Bumi dibiarkan kosong tanpa penghuni.

CUT TO.

03 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita :PATOTOGE, DATU PALINGEQ, DAYANG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Fajar menyingsing di Boting Langiq tempat kediaman pasangan dewata Datu Patotoq dan Datu Palingeq. Begitu bangun dari tidur, mereka menyuruh untuk memanggil anak bungsu perempuan mereka yang bernama We Oddang Riuq supaya datang menghadap.

PATOTOQE :

Dayang , Panggilkan anakku We Oddang Riuq segera
Datang menghadap kami ayah bundanya.

CUT TO.

04 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : WE ODDANG RIUQ , DAYANG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Berbilang waktu berlalu, namun anak mereka itu tidak mau keluar dari biliknya. Karena setiap kali We Oddang Riuq keluar dari biliknya, semua penghuni Boting Langiq, terutama para anak dewata seakan akan menjadi gila melihat kecantikannya, sehingga semuanya berkeinginan untuk memperisterikannya tanpa mempedulikan perbedaan derajat yang terbentang diantara mereka. Hal itu dianggap Pamali dan dapat mangakibatkan bencana di Boting Langiq.

CUT TO.

05 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kenyataan ini membawa kekhawatiran di kalangan para Dewa di Boting Langiq, hingga pada akhirnya Patotoqe dan isterinya Datu Palingeq berkeputusan anaknya We Oddang Riuq haruslah dikawinkan segera dengan calon suami yang sederajat dengan We Oddang Riuq, yang dia akan pilih sendiri.

PATOTOQE :

Kur jiwamu, Paduka Istriku Datu Palingeq,Semoga
datanglah semangat kahyanganmu, sepertinya, mau tidak
mau anak kita We Oddang Riuq harus segera kita akan
kawinkan. Tetapi siapa anak dewata yang sederajat yang
pantas Untuk menjadi suaminya?

CUT TO.

06 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, ODDANG MPATARA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Untuk memungkinkan pemilihan calon suami We Oddang Riuq maka diadakanlah pesta sabungan ayam besar, dengan ketentuan semua anak dewata sebagai penyabung. Gagasan itu adalah ide seorang dewata yang bernama Oddang Mpatara dan bergelar To Palanroe ri Ale Kawa , yang berarti “Si Pandai Besi di lnduk Bumi”. Oddang Mpatara adalah kakak Patotoqe dan Datu Palingeq yang bersemayam di puncak Gunung Latimojong, gunung suci di tanah Luwuq.

ODDANG MPATARA :

Kur jiwamu, Paduka Patotoqe dan Datu Palingeq,Semoga
datanglah semangat kahyanganmu, Untuk menentukan
calon suami dari We Oddang Riuq, Kita akan mengadakan
pesta sabungan ayam secara besar-besaran dan
mengundang semua anak dewata yang sederajat
dengannya Sebagai penyabung.

CUT TO.

07 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Namun Ketika We Oddang Riuq keluar ke gelanggang sabungan ayam, Arena seakan bertabur cahaya , karena dari wujud tubuh We Oddang riuq terpancar cahaya begitu gemerlap karena cahaya kecantikannya, sehingga tertembus olehnya tujuh lapis kelambunya dan tujuh lapis pakaiannya, dan kelihatan seolah-olah wujud tubuhnya telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang membalutnya. Akibatnya, para anak dewata penyabung pingsan semua; dan mereka barulah tersadar kembali sesudah mereka dipercikkan dengan air suci yang dinamakan “air tawar yang dingin dari Latimojong” dengan menggunakan rambut panjang We Oddang Riuq sendiri sebagai pemercik.

CUT TO.

08 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kejadian di arena sabung ayam itu menjadi kenyataan pahit yang harus diterima oleh pasangan dewata Patotoqe dan isterinya Datu Palingeq. Mereka menarik kesimpulan bahwa anak mereka We Oddang Riuq harus pergi tinggal jauh dari langit. Telah bulat hati mereka mengambil keputusan untuk mengulurkannya ke Dunia tengah “ Aleq Linoq “

PATOTOQE :

Kur jiwamu, Paduka istriku Datu Palingeq,Semoga
Datanglah semangat kahyanganmu , Ikhlaskan Anakmu
We Oddang Riuq Untuk di ulurkan Ke Aleq linoq, ini sudah
suratan takdir yang telah digariskan dewata padanya, Untuk
menjadi titisan dewata di Aleq linoq.

09 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Prosesi mengulurkan We Oddang Riuq ke Aleq Linoq sesuai tata cara yang berlaku Untuk para dewata pun telah direncanakan . Supaya proses itu dapat dilakukan dengan baik, terlebih dahulu We Oddang Riuq harus tidak disadarkan terlebih dahulu, dan untuk itu dia diperciki dengan “air kebingungan” yang dinamakan “uwae maling”. Prosesi ini dilakukan sendiri oleh Datu Patotoqe dengan memakai ujung kerisnya. Lalu kemudian, We Oddang Riuq dibaringkan ke dalam usungan tempat dia akan diulur ke dunia bawah “ Aleq Linoq”.

DATU PALINGEQ :

Kur jiwamu, Paduka Anakku We Oddang riuq, semoga
Datanglah semangat kahyanganmu, turunlah Engkau ke
Aleq Linoq,Turunlah bersama cinta kami para Dewata di
Boting langiq, hanya bentukmu anakku We Oddang Riuq
Akan Berubah, bukan nasibmu. Nasibmu ialah dicintai oleh
Semua orang, dan akan terus dicintai oleh semua orang.

CUT TO.

10 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, AJI PALEWO, SIMPURU SIANG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kabar tentang akan diulurkannya We Oddang Riuq Ke Dunia Tengah “ Aleq Linoq” membuat Kerajaan Boting Langiq menjadi Geger. Semua anak dewata mengamuk termasuk di antaranya saudara kembar We Oddang Riuq yang bernama Aji Palewo dan anaknya Simpuru Siang. Mereka bertekad mau menyusul ke Bumi kalau We Oddang Riuq jadi diulurkan ke Aleq Linoq. Patotoqe khawatir Jangan-jangan Boting Langiq menjadi kosong kalau hal itu sampai terjadi, rencana penguluran akhirnya ditiadakan. Namun We Oddang Riuq sudah terlanjur dipingsankan, tidak mungkin lagi dia disadarkan kembali. Terpaksa We Oddang riuq diperlakukan dan diupacarakan seperti orang mati selama 40 hari dan 40 malam.

CUT TO.

11 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Pada hari keempat puluh, pada waktu Datu Patotoqe sedang berdo’a “napalari-na ajimemenna”, timbullah ide baru dalam pikirannya. Sebaiknya, We Oddang Riuq diciptakan kembali dengan mewujud Dalam bentuk lain oleh Papunnaie. Yang dimaksudkan dengan nama Papunnaie yaitu “Yang Mempunyai Kita”, ialah Dewata Seuwae, atau Tuhan yang Tunggal. Bentuk baru yang dimaksudkan bagi We Oddang Riuq ialah padi atau Sangiang Serri.

CUT TO.

12 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ,TO PALANROE, TO PAQBAREQBAREQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Datu Patotoqe dan isterinya berunding dengan To Palanroe serta dengan dewata lain yang bernama To Paqbareq-bareq-ede “Si Pembuat”, kakak mereka yang juga bersemayam di Gunung Latimojong di tempat yang bernama Leteng Riuq.

TO PAQBAREQ BAREQ :

Kur jiwamu, Paduka Adikku Patotoqe dan paduka adikku
Datu Palingeq , semoga Datanglah segala semangat
kahyanganmu. Janganlah adinda berdua khawatir akan
nasib anakda We Oddang Riuq, karena hiasan kuku We
Oddang Riuq akan menjadi ikan besar yang beraneka
macam, sedangkan rambutnya yang terjalin panjang akan
menjadi pohon kelapa yang akan menghasilkan buah
kelapa yang enak, serta tuak yang sedap diminum Sebagai
lauk pauk pengiring nasi.

CUT TO.

13 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ,TO PALANROE BILLAQ TAKKAJOE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Agar Supaya We Oddang Riuq dapat berubah bentuk menjadi Sangiang Serri, Maka dilakukan prosesi yang berlaku atas perkenaan para Dewata. We Oddang Riuq harus dulu dicincang halus seperti tepung. Yang diminta melakukan pekerjaan itu adalah dewata , adik Datu Patotoq yang bernama Billaq Takkajo Wero Sianre yang berarti “Kilat yang Beradu, Petir yang Sabung-menyabung”. Dewata itu adalah penguasa negeri Marapettang, yaitu sebuah negeri yang merupakan pintu gerbang masuk ke dunia orang mati di lautan sebelah barat. Namun Billaq Takkajo enggan melakukan pekerjaan itu, karena katanya nasib yang sudah ditentukan bagi seseorang tidak boleh diubah.

BILLA TAKKAJOE :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Patotoqe dan paduka
Kakanda Datu Palingeq, semoga Datanglah semangat
kahyanganmu, nasib yang sudah ditentukan bagi
seseorang tidak boleh diubah. maaf adinda tak mampuh
melaksanakan perintah Paduka.

PATOTOQE :

Kur Jiwamu, Paduka Adinda Billaq Takkajoe, hanya bentuk
wujud We Oddang Riuq akan diubah, bukan nasibnya.
Nasibnya ialah dicintai oleh semua orang dan sesudah dia
menjadi padi,We Oddang Riuq akan terus dicintai oleh
semua orang.

CUT TO.

14 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, TO PALANROE BILLAQ TAKKAJOE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Tetapi Billaq Takkajoe tetap saja masih ragu-ragu, Ia masih saja khawatir kalau-kalau orang tidak menyukai We Oddang Riuq sesudah dia menjadi Sangiang Serri nanti. Untuk meyakinkannya, To Palanroe bertitah kepada Billaq Takkajoe .

TO PALANROE:

Jadilah atas kehendak Dewata , salah satu perhiasan
kuku We Oddang Riuq menjadi ikan, sehelai rambutnya
menjadi kelapa,dan sepotong baju suteranya yang
bersungkitan menjadi sorghum atau gandung yang kuning
putih dan merah, sekoi atau jawawut yang berkaitan, jelai
yang berbulir, segala macam sayur-sayuran dan ribuan
burung.

DATU PALINGEQ :

Lalu semuanya dimasak dan dihidangkan kepada penghuni
langit yang sangat senang dengan makanan itu.

Dalam sekejab saja semua terhidang didepan para dewata, para Dewata lalu melahapnya tampa tersisa sebulirpun.

PARA DEWA :

Sungguh enak rasanya makanan Sangiang Serri ini?

TO PALANROE :

Ini baru lauk-pauknya. Tapi yang akan disebut padi jauh
Lebih Enak dari lauk-pauk itu.

CUT TO.

15 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, TO PALANROE BILLAQ TAKKAJOE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Sekarang Billaq Takkajo siap sedia untuk mencincang We Oddang Riuq. Untuk Pekerjaan itu diperlukan prosesi supaya rohnya dapat dipindahkan ke dunia orang mati yang disebut Amalingeng atau “tempat kebingungan” oleh dewata penguasanya yang bernama La Wero Ileq atau “Kilauan Kilat”, sesudah diseberangkan melalui “api bernyala”.

Sebelum pekerjaan itu dimulai, para pendeta Bissu mengadakan upacara yang disebut “Lawolo”, dengan menyanyikan lagu suci . Lalu We Oddang Riuq dicincang di atas batu yang disebut “batu kilat” yang berasal dari Gunung Latimojong, dan hasil cincangannya dimasukkan ke dalam sebuah guci yang dijaga selama 70 hari dan 70 malam.

CUT TO.

16 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, PUANG MATOA, TO PALANROE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Setelah 70 hari dan 70 malam terlewati ,tibalah saatnya guci itu akan dibuka. Waktu guci itu mau dibuka, tutupnya baru mau terbuka sesudah Puang Matoa atau pendeta agung dari Leteng Riuq menyanyikan sebua lagu suci yang disebut memmang, dan sesudah To Palanroe membaca mantranya. Akhirnya, guci itu terbuka, ternyata We Oddang Riuq sudah berubah bentuk menjadi sebatang padi.

CUT TO.

17 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, PUANG MATOA,TO PALANROE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Prosesi penguluran padi ke sebelah barat Dunia Tengah , pada suatu tempat yang dinamakan “pusar tanah kemenyan”. Dalam prosesi itu, timbul banyak kesulitan. Pertama-tama usungan Sangiang Serri tidak mau bergerak sebelum dua Puang Matoa menyanyikan memmangnya . Sesudah dia tiba di Dunia tengah “Aleq Linoq”, padi tidak mau tegak meskipun dua Puang Matoa lain memercikkannya dengan air suci passiliq dan meskipun para Bissu melakukan saboq yaitu tarian keliling yang diiringi nyanyian. Malah para penari Bissu itu tertimpa kebisuan. Baru sesudah Datu Patotoq dan Datu Palingeq sendiri turun ke Bumi dan membaca mantra mereka, padi mau juga tegak meskipun belum mau menghijau.

CUT TO.

18 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, PUANG MATOA,TO PALANROE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Sesudah To Palanroe mengucapkan lagi memmang dan memercikkan para pengikut Sangiang Serri dengan air suci, mereka itu menjelma menjadi macam-macam binatang perusak padi seperti burung pipit, walang sangit, ulat, belalang dan babi, sedangkan ibu susuan We Oddang Riuq menjelma menjadi si kucing yang tiga macam warna bulunya atau meong mpalo karellae, yaitu penjaga dan pembela padi.

Sementara itu ribuan sepupunya yang berderajat lebih rendah daripada We Oddang Riuq , yang tadinya mau memperisterikannya, menjelma menjadi badai yang biasa merusakkan padi, sedangkan tujuh sepupunya yang sederajat dengan dia menjelma menjadi tujuh perbintangan yang mendatangkan hujan yang baik bagi padi.

Kemudian ikan-ikan besar segala macam yang berasal dari hiasan kuku We Oddang Riuq di serahkan kepada Billaq Takkajo yang menjadi penjaganya di “sungai yang gelap gulita” di Marapettang, dan baru akan dapat ditangkap oleh manusia yang betul-betul rajin menyembah dewata.

CUT TO.

19 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, LETTE PATALOQ,WE REMMANG GUTTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Sesudah tujuh bulan di Bumi, padi telah berkembang biak. Pada suatu hari Sangiang Serri menjelma kembali berbentuk We Oddang Riuq dan dia naik kembali ke Ujung Langit diikuti oleh ibu susuannya. Di situ, dia memberitahukan Datu Patotoq dan Datu Palingeq bahwa yang makan padi di Bumi hanya binatang-binatang dan burung-burung, sedangkan belum ada manusia yang tahu makan padi; mereka makan sagu terus. Maka pasangan dewata mengambil keputusan, cucu To Palanroe yang bernama Lette’ Pataloq, anak Tellettuq Sompa, akan dikawinkan dengan We Remmang Guttuq dan mereka akan diulur ke Bumi uniuk memberikan pengajaran tentang padi kepada manusia.

CUT TO.

20 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, LETTE PATALOQ,WE REMMANG GUTTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Pada pesta perkawinan Letteq Pataloq dengan We Remmang Guttuq itu, diadakan jamuan besar, dan untuk itu dibakar ribuan kerbau serta ikan yang terbang sendiri dari Marapettang ke Langit, dan dimasak pula lauk-pauk serta nasi, yang baru untuk pertama kali dirasakan rasanya oleh seisi Langit. Baru para dewata dan anak dewata dapat meyakinkan diri tentang kesedapan nasi itu. Sesudah upacara perkawinan selesai dan sesudah memmang diucapkan lagi oleh Pendeta Agung Puncak Langit, pasangan Letteq Pataloq dan We Remmang Guttuq diulurkan ke pusat Bumi, di mana mereka akan mengajarkan manusia caranya menuai dan menumbuk padi, memasak nasi, dan menjalankan upacara yang wajib bagi pertanian padi.

CUT TO.

21 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, LETTE PATALOQ,WE REMMANG GUTTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Meskipun demikian, Sangiang Serri belum puas sepenuhnya, karena di Bumi belum ada saudara sederajat dengan dia yang dapat menemaninya. Katanya, Letteq Pataloq dan isterinya hanya kemenakan, yang tidak dapat mendampinginya. Oleh sebab itu, Datu Patotoq memberitahu bahwa dia akan menurunkan anak sulungnya sendiri, yaitu La Togeq Langiq Batara Guru, yang akan menjadi raja di Luwuq, dan bahwa Batara Guru itu akan disusul oleh banyak lagi to manurung dan to tompoq yang akan mendirikan kerajaan-kerajaan lain. Sesudah dia mendengar perkataan itu, Sangiang Serri kembali ke tempat kediamannya di Bumi di mana dia makin berkembang biak.

CUT TO.

22 .EXTERIOR-INTERIOR. KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, BATARA GURU EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Ayam berkokok bersahut-sahutan pertanda fajar telah mulai menyingsing di ufuk timur. Ketika Sang Patotoqe terbangun dari tidurnya, sinar matahari sudah menembus ruang-ruang istana Sao Kutta Pareppaqe di Boting Langiq.Sang Patotoqe pun segera bangun dari tempat peraduannya . Ia meregangkan otot-ototnya sambil menikmati sinar matahari serta kesegaran udara langit di pagi hari.

Sang Patotoqe menuju jendela istana ketika mendengar suara ribut-ribut di pekarangan istana.Lalu Sang Patotoqe pun menyaksikan latihan perang antara sesama pasukan dewa. Sang Patotoqe sangat gembira melihat putra sulungnya La Togeq Langiq “Batara Guru” yang Setiap pagi rajin mengikuti latihan perang.

PATOTOQE

Kur jiwamu, Paduka Ananda Batara Guru , Semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Padahal sebagai putra
Titisan penguasa Kerajaan Langit Datu Patotoqe, tanpa
Melakukan latihan perang pun Engkau Togeq Langiq akan
selalu menang.Aku kian yakin Engkau sangat cocok untuk
menjadi To Manurung penguasa di dunia Tengah Aleq
Linoq. Karena kehidupan di bumi adalah kerja keras,
Resopa temmangingi namalomo naletei pammase
Dewata Seuwae.

CUT TO.

23 .INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, BATARA GURU,LA TAU PANCEK, LA TAU BULENG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Bangga rasa hati penguasa kerajaan Boting Langiq melihat keperkasaan putra sulungnya itu. Patotoqe terus tersenyum menyaksikan putranya Batara Guru berperang melawan La Tau Pancek dan La Tau Buleng. Kedua panglima perang tersebut bergantian menyerang La Togeq Langiq, tapi La Togeq Langiq sangat tangkas mengalahkan keduanya.

PATOTOQE

Ketangkasan dan Keterampilan seperti itu memang sangat
dibutuhkan di Aleq linoq kelak. Untuk keahlian dan
keterampilan, Manusia di bumi memang Semua butuh
latihan dan ketekunan.

CUT TO.

24 .INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Dengan gembira Patotoqe melangkah menuju jendela yang lain Untuk menyaksikan gelanggang sabung ayam.betapa terkejut Patotoqe ketika melihat gelanggang sabung ayam dalam keadaan kosong. Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba, dua bersaudara yang bertugas sebagai penjaga ayam, juga tidak ada di tempat Patotoqe sangat murka melihat kenyataan ini.

PATOTOQE :

Kemana perginya penjaga penjaga ayam itu ? tidak
Biasanya gelanggang sabung ayam itu sepi seperti ini?

CUT TO.

25 .EXTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Semua penghuni Kerajaan Langit menjadi panik mendengar kemurkaan Patotoqe yang menggelegar mengguncang langit, Para dewata tidak tahu menahu kepergian Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba. Karena tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya, Patotoqe kembali murka karena ia mendengar suara bergemuruh dari aleq Linoq .Berarti ada makhluk yang mengunjungi Dunia Tengah tanpa seizinnya.

PATOTOQE :

Tak boleh ada satu Dewa pun yang boleh meninggalkan
Boting Langiq tanpa seizinku.Bila kedua penjaga ayam itu
muncul tanpa membawa kabar yang menyenangkan maka
keduanya akan kukutuk menjadi oro.

CUT TO.

26 .EXTERIOR- DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ .

(tokoh cerita : RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA )

Sementara itu Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba yang sedang berjalan-jalan ke bumi terkejut mendengar ultimatum Sang Patotoqe dari atas langit yang menggelegar bersama guntur. Bumi tempat pijakan keduanya pun tergoncang hebat.

RUKKELLENG MPOBA :

Celaka kita Ruma Makkompong,Kita akan kena murka
Patotoqe. Aku sangat takut dikutuk jadi Oro.

RUMA MAKKOMPONG :

Cepat Rukkelleng Mpoba, kita bergegas naik ke Kerajaan
Langiq

Dengan gemetaran Ruma Makkompong menarik tangan Rukkelleng Mpoba. Keduanya pun bergegas menuju Boting Langiq.

CUT TO.

27. INTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Di Balairung Kerajaan Boting Langiq telah berkumpul para Dewata. Patotoqe masih nampak marah ketika kedua penjaga ayam tersebut tiba di Istana Sao Kutta Pareppaqe.

PATOTOQE ( Murka )

Kalian sudah melalaikan tugas. Coba bayangkan apa yang
terjadi bila ayam-ayam tersebut berkeliaran menuju Dunia
Tengah Aleq linoq?
bila ayam tersebut berkeliaran sampai ke bumi sebelum
waktunya kita mengirimkannya ke bumi, maka ayam-ayam
tersebut akan berubah menjadi monster dan musuh yang
sangat menakutkan bagi manusia kelak.

Kedua penjaga ayam tersebut semakin gemetaran, mereka hanya terdiam karena takut kena kutuk Patotoqe.

PATOTOQE

Sekali lagi saya ingatkan pada kalian para Dewa yang ada
di kerajaan Boting Langiq ini.Tak boleh ada makhluk lain
yang menyentuh bumi sebelum ada manusia yang tinggal
di bumi. Aku sudah memutuskan bahwa manusia menjadi
makhluk pertama yang akan menghuni Aleq Linoq. Makhluk
yang datang kemudian akan menjadi abdinya.

Seketika Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba saling bertatapan mendengar murka Patotoqe. Mereka merasa telah lancang berkunjung ke bumi tanpa seizin Patotoqe. Pun keduanya sudah melalaikan tugas mereka menjaga ayam sabung Patotoqe.

PATOTOQE

Darimana saja kalian tanpa ijin dariku ?

Ruma Makkompong menyentuh lengan Rukkelleng Mpoba. Rukkelleng Mpoba tahu maksud saudaranya tersebut, ia pun langsung menjawab dengan terbata bata.

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Paduka Tuanku! Kami tidak sengaja berjalan-jalan
ke bumi. Sekali lagi ampunkan hamba berdua yang telah
lancing menginjak bumi tanpa seijin Paduka Tuanku Datu
Patotoqe

PATOTOQE

Hah, apa ? Ke bumi?.Kalian benar-benar ceroboh. Hampir
Saja kalian mengacaukan bumi. Engkau Ruma
Makkompong, bukankah tugasmu juga menurunkan angina
ribut ke bumi. Dan Engkau Rukkelleng Mpoba, tugasmu
adalah membangkitkan badai. Bagaimana nasib bumi
sekiranya kalian berdua iseng-iseng membangkit
kan badai dan angin ribut di bumi?

Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba menunduk lesu. Keduanya diam membisu. Tak satupun kata yang bisa mereka ucapkan mendengar kemarahan Datu Patotoqe.

PATOTOQE:

Baiklah! Bagaimana keadaan bumi yang setahu saya masih
Dalam keadaan kosong itu ?”

RUMA MAKKOMPONG :

Ampunkan hamba berdua Tuanku! Kami sudah
menyaksikan keadaan bumi yang sangat sunyi, suara
suara yang ada di sana hanya suara yang berasal dari
Boting langiq.

CUT TO.

28. INTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ,RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Diatas Singgasananya di kerajaan Boting Langiq, Patotoqe Sang Penentu Nasib yang maha kuasa di Boting langiq mendengarkan penggembala ayamnya yang baru balik melanglang ke Aleq linoq, dan ketika balik ke kayangan mengusulkan agar bumi Aleq Linoq diisi kehidupan.

RUKKELLENG MPOBA

Temmaga Puangmuloq seua rijajiammu,
ta bareq-bareq ri a ta w ‘areng,
ajaq naonro lobbang linoe
makka tajangeng ri a ta wareng.
Teddewata iq, Puang,
rekkua masuaq riawa langiq,
lerimeneqna Peretiwie
Mattampa puang le ri Batara.

Dengan ketakutan Bersimpuh Rukkelleng Mpoba Dihadapan Patotoqe,Sang penentu nasib.

RUKKELLENG MPOBA

Alangkah baik Tuanku menurunkan seorang
keturunan dewa. Untuk menjelma dimuka Bumi,
Agar dunia tak lagi kosong melompong’
Dan terang benderang paras dunia,
Engkau bukanlah Dewata selama tak satu
Manusiapun Di kolong langit
di permukaan Peratiwi
Menegaskan Sri Paduka
sebagai Batara.

CUT TO.

29. INTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ,RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Dua Dewa Penjaga Ayam Sabungan Datu Patotoqe , yaitu Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba merasa sangat bangga.Karena Keduanya ditunjuk oleh Sang Patotoqe sebagai kurir khusus turun ke Kerajaan Peretiwi. Keduanya membawa undangan khusus dari Sang Patotoqe yang ditujukan kepada saudara Sang Patotoqe, Sinauq Toja dan suaminya Guru Riselleq, yang menjadi penguasa di Kerajaan Peretiwi.

CUT TO.

30. EXTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

karena dasarnya dewa yang bandel ,Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba yang sudah tergila-gila dengan suasana di bumi singgah sejenak di kaki langit untuk menyaksikan hamparan bumi yang masih kosong melompong. Keduanya masih sempat bercanda di kaki langit.

RUKKELLENG MPOBA :

Sungguh asyik kanda Ruma Makkompong ! Andaikan
Kita Adalah putera Patotoqe maka kitalah yang akan
Menjadi Penguasa di Kerajaan Bumi Aleq Linoq kelak,

RUMA MAKKOMPONG :

Akhh, Sudahlah ! Tidak usahlah bersedih Rukkelleng,
Nanti Kalau dikemudian hari yang ditunjuk Sebagai to
manurung salah seorang putra Datu Patotoqe, dan
sudah berkuasa di muka bumi maka kita bisa mencuri-
curi waktu pergi menyabung ayam di Kerajaan Bumi
Aleq Linoq ini ,

RUKKELLENG MPOBA :

Akh, Dasar dewa bandel kamu Makkompong! Apakah
Tidak takut bila Patotoqe mengutuk kita menjadi oro,
lalu kita dilempar ke bumi.

RUMA MAKKOMPONG :

Oh, kalau cuma Jadi oro tiadalah mengapa Rukkelleng,
yang penting kita bisa hidup bersenang senang
di bumi,”

RUKKELLENG MPOBA :

Akh, Dasar dewa nakal.Gila benar kamu Makkompong,
mana mungkin kita bisa bersenang-senang kalau
hanya jadi oro yang akan menjadi hamba sahaya bagi
penguasa bumi?

RUMA MAKKOMPONG :

Tapi bagiku, Meskipun menjadi oro tiadalah mengapa
karena sebagai penghuni langit kita bisa berubah-ubah
wujud. Bukankah demikian Rukkelleng ?

RUKKELLENG MPOBA :

Hush! Jangan berpikiran macam-macam, sosok dewa
tidak boleh berperilaku menyalahi aturan yang telah
digariskan oleh Sang Patotoqe.”

RUMA MAKKOMPONG :

Iya yah? Andaikan kita diciptakan menjadi sosok
Manusia saja.Tentu kita puas bermain main di bumi
Aleq Linoq ini

RUKKELLENG MPOBA :

Sudahlah Makkompong! Janganlah menyesali nasib,
Bersyukurlah kita bisa tinggal di Boting Langiq.

Dua dewa nakal itu, Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba terus menikmati hamparan bumi sambil membayangkan diri mereka menjadi penguasa di bumi. Mereka pun tertawa terbahak-bahak tanpa menghiraukan suasana sekelilingnya. Tiba-tiba angin bertiup kencang hebat bagai ditiup dewa penjaga angin dari Kerajaan Langit. Pun guntur sahut menyahut ditingkahi lidah api kilat dan petir yang sambung menyambung.

RUMA MAKKOMPONG :

Cepat cepat kita tinggalkan Aleq Linoq ini, Ayo rukkelleng !
Ayo Cepat menuju Kerajaan Peretiwi! Patotoqe sedang
marah, ia mengetahui kita sedang singgah bermain main
Aleq Linoq ini ,

Ruma Makkompong cepat menarik tangan Rukkelleng Mpoba yang hampir saja terjilat oleh lidah api petir. Mereka betul betul jera terhadap murka Datu Patotoqe.

CUT TO.

31. EXTERIOR- KERAJAAN PERETIWI DI ISTANA
TODDANG TOJA DI URIQ LIUQ .

(tokoh cerita : RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Dalam sekilas cahaya saja dua dewa dari Boting Langiq , Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba tiba di Kerajaan Peretiwi di dasar laut. Keduanya tidak langsung menemui Sinauq Toja dan Guru Riselleq. Keduanya beristirahat sejenak melepas lelah sambil menikmati indahnya Istana Toddang Toja dan Buriq Liu yang dihuni oleh Sinauq Toja dan Guru Riselleq beserta anak-anaknya.

CUT TO.

32. EXTERIOR- KERAJAAN PERETIWI DI ISTANA
TODDANG TOJA DI URIQ LIUQ .

(tokoh cerita : GURU RISELLEQ, SINAUQ TOJA,RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Setelah beristirahat sejenak, Dua Dewa Boting Langiq, Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba segera menghadap Sinauq Toja dan Guru Riselleq. Sepasang suami isteri penguasa Kerajaan Peretiwi tersebut menyambut dengan hangat utusan dari Kerajaan Langit.

GURU RISELLEQ :

Kur jiwamu, Paduka berdua Dewa Kerajaan Boting
Langiq,semoga datanglah semangat kahyanganmu
.Apakah maksud kedatangan sang penghuni langit ke
Kerajaan Peretiwi di dasar laut ini?

Langsung saja Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba menyembah mengikuti adat Kerajaan Peretiwi. Lalu Rukkelleng Mpoba menyampaikan undangan dari Patotoqe dan Datu Palingeq dari Kerajaan Boting Langiq.

RUKKELLENG MPOBA :

Kur jiwamu, Paduka Guru Riselleq dan Paduka Sinauq
Toja. semoga datanglah semangat kahyanganmu.
Ampun Tuanku Guru Riselleq dan Sinauq Toja !
Paduka Patotoqe dan Datu Palingeq Sang penguasa
di Boting Langiq mengundang kalian berdua menuju
Kerajaan Boting Langiq pada saat bulan purnama
nanti.

SINAUQ TOJA :

Apakah gerangan kehendak Kakanda Datu Patotoqe
Dan Datu Palingeq sehingga mengundang kami
menuju Boting Langiq?”

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Paduka berdua penguasa Kerajaan Uriq Liuq!
Datu Patotoqe dan Datu Palingeq bermaksud akan
menurunkan salah seorang putranya Untuk mengurus
bumi yang masih kosong melompong,

Sinauq Toja dan Guru Riselleq terdiam sejenak. Mereka Nampak bingung atas kehendak Patotoqe menurunkan putranya Ke Aleq Linoq. Tapi mereka hanya mengangguk-angguk.

SINAUQ TOJA :

Aleq linoq begitu luas dan masih kosong melompong.
Tidak boleh hanya diurus oleh dewa dari Kerajaan Boting
langiq saja tetapi harus bekerjasama dengan dewa dari
dunia bawah. Harus ada keseimbangan kehidupan di
dunia tengah yang ada antara dunia bawah dan dunia
atas. Bolehlah dewa Kerajaan Boting Langiq berpendapat
bahwa merekalah yang menurunkan hujan, Mengatur
matahari dan tata surya lainnya, tapi kalau kami dari
dunia bawah keberatan menumbuhkan tumbuh-
tumbuhan dan menampung air dari cucuran langit?

GURU RISELLEQ :

Kami berdua belum paham, Apakah gerangan alasan
Kakanda Datu Patotoqe sehingga tergesa-gesa ingin
menurunkan tunasnya di muka bumi?

RUMA MAKKOMPONG :

Ampun Paduka Tuanku berdua, penguasa kerajaan Uriq
Liuq, Sang Patotoqe dan Datu Palingeq menganggap
bahwa mereka bukanlah dewata apabila tak seorang
pun yang menyembah kepadanya.

Sinauq Toja dan Guru Riselleq sangat terkejut dan wajahnya terlihat bermuka masam dengan jawaban Ruma Makkompong, maka Rukkelleng Mpoba pun melengkapi jawaban dari Ruma Makkompong

RUKKELLENG MPOBA :

Benar PadukaTuanku! Datu Patotoqe dan Datu
Palingeq menganggap bahwa mereka bukanlah
dewata bila tak seorang pun yang menyembah kepada
langit dan menadahkan tangan ke Peretiwi.”

GURU RISELLEQ :

Baguslah kalau begitu, Penghuni Kerajaan Bumi di Aleq
Linoq harus menyeimbangkan antara dunia atas dan
dunia bawah.

SINAUQ TOJA :

Kami akan datang Ke Kerajaan Boting Langiq Untuk
memenuhi undangan Patotoqe dan Datu Palingeq.

CUT TO.
33. EXTERIOR- KERAJAAN PERETIWI DI ISTANA
TODDANG TOJA DI URIQ LIUQ .

(tokoh cerita : GURU RISELLEQ, SINAUQ TOJA, RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG, SENNEQ BATARA, TAU BALA UNNYIQ)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kedua Dewa Kerajaan Boting Langiq itupun pamitan kepada penguasa Kerajaan Uriq Liuq. Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba pun meneruskan perjalanan mereka menuju Kerajaan Senrijawa. Kedua utusan Sang Patotoqe tersebut bertemu dengan Senneq Batara dan Tau Bala Unynyiq. Senneq Batara dan Tau Bala Unynyik pun menyambut kedatangan kedua penghuni Kerajaan Langit tersebut dengan ramah.

SENNEQ BATARA :

Kur jiwamu, Paduka Ruma Makkompong dan Paduka
Rukkelleng Mpoba. semoga datanglah semangat
kahyanganmu.Selamat datang di Kerajaan Senrijawa
duhai yang mulia penghuni Kerajaan Boting Langiq.

RUKKELLENG MPOBA :

Kur jiwamu, Paduka Ruma Senneq Batara dan
Paduka Tau Bala Unynyik. Semoga datanglah
Semangat Kahyanganmu. Kami membawa undangan
dari Sang penguasa Kerajaan Boting Langiq. Paduka
berdua diundang hadir untuk bermusyawarah di
Boting Langiq,

SENNEQ BATARA :

Apakah gerangan Maksud musyawarah yang akan
diadakan sang penguasa tunggal Kerajaan Boting
Langit tersebut?”

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun paduka Tuanku! Datu Patotoqe tidak tahan
melihat keadaan bumi yang masih kosong
melompong . Sang penguasa langit ingin segera
menurunkan tunasnya di bumi,biar ada yang
menyembah kepada Sang Patotoqe di Boting Langiq,
pun ada yang menadahkan tangan kepada para
dewa di Peretiwi.

TO BALA UNYNYIQ :

Baiklah paduka berdua.Kerajaan Senrijawa sangat
terhormat atas undangan Patotoqe. Kami akan
memenuhi undangan Patotoqe,”

( Closing dan Illustrasi music Theme song I La Galigo).

CUT TO.

BERSAMBUNG EPISODE II.

sINETRON TANDA CINTA

Posted May 22, 2015 by syahriartato
Categories: TULISAN POPULAIR

Sinetron“TANDA CINTA ”
[ Gita Cinta di Kampus hijau ]
naskah scenario : Syahriar Tato

01. EXT. KAMPUS –SIANG

Camera menyorot plang di pintu gerbang bertuliskan nama kampus.

OS. MAHASISWA:
(membaca Qurat surat An Nur ayat 30)
Qul lilmu’miniina ya ghudhdhu min abshariihim ……

Camera menyorot ruang kelas yang terbuka dan didalamnya terhadap seorang Mahasiswa membaca quran. Dosen pembina dan para mahasiswa senior lain mendengarkan. ANCI tampak duduk bersila dengan ekspresi serius.

ANCI :
Wa yahfazhuu furuujahum dzalalika azkaa lahum innallaaha khabiirum bi maa yashna’uun.

KYAI HAQAM:
Ayat ini sudah sangat jelas mengenai adab kita dalam berhubungan dengan lawan jenis. Bahwa kita mesti menundukkan pandangan terhadap lawan jenis. Di hadis , Rosulullah juga memberi peringatan keras agar kita tidak sekali-kali berduaan dengan seorang perempuan kecuali dia bersama muhrimnya. ….

Anci mendengarkan dengan serius. Sukri menoleh ke arah Anci.

Cut to:

02. INT. KAMAR RUANG STUDIO GAMBAR –SIANG

Anci mengerjakan tugas mata kuliah bersama Sukri.

SUKRI:
Yang dibilang kyai Haqam tadi mesti kamu dengarkan benar benar ci….

ANCI:
memang kenapa ?

SUKRI:
Yaaa…karena banyak mahasiswa yang gagal gara-gara masalah perempuan.

Anci diam.

SUKRI:
Nanti kalau kamu sudah ngaji Imrithi, kamu akan ngerti salah saatu tanda kalimat fi’il adalah ta’tanits yang disukun.

ANCI:
Maksudnya ?
SUKRI:
Itu artinya perempuan membuat mati fi’il. Fi’il artinya perbuatan atau pekerjaan. Sehingga tafsir bebasnya, perempuan selalu membuat mati kreativitas.

ANCI:
(tidak percaya)
Begitu ?

SUKRI:
Iya !!!

Anci diam, ekspresinya tampak tidak setuju dengan pendapat Sukri.Ketika mereka keluar ruangan Darul yang memalang pintu keluar sengaja tak melihat,dan bahkan Darul sengaja menyenggol bahu Anci. Anci tersenyum. Darul menunjukkan ekspresi tidak bersahabat.

Cut to:

03. INT. HALAMAN KAMPUS HIJAU –PAGI

Anci berada dalam kerumunan anak-anak baru yang siap diplonco

SENIOR:
(teriak)
Baris dalam dua deret !

Semua tampak celingak-celinguk, bingung tapi tetap berusaha berbaris. Sehingga terbentuk barisan dua deret. Deret pertama terdiri para perempuan, deret kedua terdiri dari para laki-laki.

SENIOR:
Bodoh ! Saya nggak bilang mesti dipisah-pisah perempuan dan laki-laki. Harus nyampur !!! Ngerti ???!!!

SEREMPAK:
Ngertiiii kak.

SENIOR:
Cepat lakukan !!!

Semua langsung berpindah sehingga dua deret terdiri dari campuran laki-laki dan perempuan.

SENIOR:
Barisan lebih rapat lagi !!!

Barisan pertama dan barisan kedua saling merapat sehingga pundaknya hampir bersentuhan.

SENIOR:
Oke sekarang kalian saling berhadapan.
Lakukan !

Beberapa tampak bingung. Ada yang berhadapan antara depan dan belakang.

SENIOR:
Bodoh !! Bodoh !!
Saya bilang berhadapan antara barisan pertama dan kedua.
Mulai !!!

Barisan pertama dan barisan kedua berhadapan . Ada yang berhadapan sesama laki-laki, ada yang berhadapan sesama perempuan, ada yang berhadapan laki-laki dan perempuan. Anci berhadapan dengan Saleha.

SENIOR:
Oke. Sekarang kenalkan diri kalian satu per satu dengan suara lantang. Ingat ! Suara lantang ! Mulai dari barisan ini !

Senior menunjuk pada barisan Anci. Anci berada di urutan ke 5.

PARA YUNIOR:
(satu per satu)
Iwan !!
Rahmah !!!
Siti !!!!
Imran !!!
Acil !!!

Acil mengucapkan dengan sangat lantang. Ekspresinya tampak lucu.
CU Saleha yang tampak menahan geli melihat ekspresi Acil. Acil menatap Saleha
POV Acil: gerakan Saleha seakan dalam gerakan slowmotion.

OS. PARA YUNIOR:
Intan !!
Pakki !!!
Warda !!!
Nana !!!!

Cut to:

04. EXT. DEPAN KELAS SALEHA –SIANG
.
Satu demi satu yunior keluar dari kelas.

Saleha berjalan ke halaman. Kemudian jongkok dan tampak mencari-cari sesuatu. Agni berdiri dekat Saleha.

AGNI:
Cari apaan ?

SALEHA:
Ngg…cincinku jatuh.

AGNI:
(berteriak)
Wei !!! Ada yang cincinnya hilang.
Ayo bantuin cari !!!!

Semua menoleh sebentar ke arah Agni. Tapi tidak ada yang bantuin
INSERT: Anci mendengar teriakan Agni.

AGNI:
Sori nggak bisa bantu leha. Tuh (menunjuk ke arah mobil di depan gerbang) udah dijemput.

SALEHA:
Nggak papa Ni.

Saleha sendirian mencari-cari cincinnya. Ancu mengawasi dari jauh. Kampus sudah mulai sepi. Anci berdiri dekat Saleha.

ANCI:
Saya boleh bantu ?

Saleha menengadah. Kemudian mengangguk. Anci ikut berjongkok dan mulai mencari di sela-sela rumput. Terlihat jam Saleha menunjukkan angka 12.35.

Cut to:

Jam tangan Saleha menunjukkan 13.55. Saleha duduk, Anci masih mencari. Hujan gerimis. Kemudian menjadi hujan lebat. Anci masih terus mencari hingga basah kuyup. Saleha tampak gelisah, ia tidak tega melihat Anci masih terus mencari. Anci sama sekali tidak terganggu dengan hujan. Ia terus mencari. Hujan membuat cincin yang tersembunyi itu jadi lebih berkilat. Anci melihat kilatan cincin itu dan akhirnya menemukan cincin itu. Anci berdiri tegak sambil memegang cincin itu. Anci tersenyum lebar.
Cut to:

05. INT. KAMAR KOST ANCI(KAWASAN WISATA) –SORE

Anci masuk dalam keadaan basah kuyup. Air menetes-netes dari badannya ke lantai.

SUKRI:
Wee. kamu kenapa bisa basah kuyup begini ?

Darul melongokkan kepalanya ke kamar.

DARUL:
(membentak)
Hei !!! Kalau basah, jangan langsung masuk ! Lantai becek tahu !

ANCI:
Ng maaf-maaf.

Anci langsung mencari kain pel. Tapi karena tidak ada ia mengambil handuknya sendiri dan mengelap lantai yang basah.

DARUL:
Anak baru ndak tau sopan santun.

Darul melangkah pergi. Anci mengambil napas lega. Pelan-pelan Anci berani melangkah menuju kardus tempat dia menyimpan pakaian.
Di sebelah kardus tampak tas plastik yang tertutup rapat.

ANCI:
Ini apa ?

SUKRI:
(melihat ke arah tas plastik)
Oo… itu dari Darul tadi.

ANCI:
(curiga)
Dari darul ?

Dengan perasaan curiga dia membuka tas plastik itu.
CU isi tas plastik: potongan sandal jepit yang digunting kecil-kecil.

Anci mengambil satu potongan dan mengamatinya.

ANCI:
Apa ini ???
(tersadar)
Sialan ! Ini sandalku !!!

Anci langsung lari ke arah tempat sandal diletakkan. Dia mencari-cari sandalnya tapi tidak ketemu. Anci memukul-mukul lantai dengan geram.

Cut to:

06. INT. KELAS SALEHA — SIANG

Bel istirahat. Acil duduk berjarak sekitar dua bangku di belakang Saleha namun agak di samping kiri. Satu per satu mahasiswa keluar kelas.

Acil memperlambat gerakan memasukan buku ke tas supaya punya kesempatan untuk sesekali melirik ke arah Saleha. Saleha duduk diam tak bergerak. Pandangan tertuju pada buku bacaan. Beberapa mahasiswa yang tersisa akhirnya keluar juga. Sehingga Acil dan Saleha benar-benar berdua.

Suasana senyap. Tiba-tiba semua teman sekelas memperlihatkan wajahnya di sekitar pintu dan jendela.

SEREMPAK:
Berduaan nih ye !!!

Wajah Saleha benar-benar memerah. Dengan kesal ia berdiri dan melangkah ke luar.

Fade out
Fade in:

07. INT. LABORATORIUM –SIANG

Jam istirahat. Anci dan Pai duduk di depan laboratorium. Sedangkan anak-anak ngerumpi di dalam lab. Posisinya memungkinkan mereka melihat Anci dan Pai dari dalam.
Agni bergaya memandangi Anci

AGNI:
Cakep juga sih. Tapi yang nggak tahan: Jorok ! Lihat, baru berapa hari masuk sekolah, bajunya udah kuning gitu. Rambutnya…..kayak udah dua minggu nggak disisir !

Semua tertawa.

SARA:
Pasti banyak kutunya. Nah kan, liat, dia garuk-garuk kepala terus.

DINI:
Sayang ya…. Tapi biar begitu, Dewi minat lho.

DEWI:
Ih amit-amit.

DINI:
Jangan buru-buru bilang amit-amit Wi. Siapa tahu dia itu pangeran yang lagi menyamar. Tampangnya aja tampang borju gitu.

DEWI:
Kalau memang pangeran, kamu aja yang pacarin dia.

DINI:
Nggak mungkin lah. Kan Anci si Pangeran itu udah ada yang punya …

SEREMPAK:
Siapa ?

Saleha sedang duduk sendirian, tidak ikut ngerumpi.
Dini menunjuk dengan ekor matanya ke arah Saleha. Semua mata memandang ke arah Saleha sambil manggut-manggut. Saleha pura-pura tidak mendengar apa-apa

AGNI:
(memanggil)
Anci !!!!

Anci:
(menengok ke arah Agni)
Ya ?

AGNI:
Di cari sama Saleha !.

Anci memandang ke arah Saleha. Saleha menunduk lebih dalam.

Cut to:

08. INT. KAMAR SAFITRI (KAWASAN EKOWISATA) –MALAM

Saleha duduk bersama Safitri.

SAFITRI:
Anci itu siapa ?

SALEHA:
Wah, mbak Fitri nggak nyimak nih.
Anci itu temanku sekelas. kakak tau sendiri kan. Sebagian anak di kelas ku itu temanku satu sma. Anci ini bukan. Ndak tau dia dari sma mana. Nah anak-anak pada usil jodoh-jodohin aku sama Anci. Sebentar lagi aku mau dilamar H,Ahmadi. Kalau sampai keluarga Ahmadi salah paham kan bisa bahaya.

SAFITRI:
Kamu suka ndak sama dia ?

SALEHA:
Sama Anci ?

SAFITRI:
Iya lah. Kita ngomongin dia kan ?

SALEHA:
(menggeleng, tapi ragu-ragu)
Ndak.

SAFITRI:
Beneran ?

SALEHA:
Bener.

SAFITRI:
Lalu apa masalahnya ?

SALEHA:
Ah kak Fitri ndak ngerti juga.
Saleha ndak mau semua orang akhirnya salah paham kalau Saleha jadian sama Acil. Yang lebih ndak enak lagi kalau Acil sampai besar kepala.

Safitri manggut-manggut.

SAFITRI:
Terus rencana kamu gimana ?

SALEHA:
Ihh. Kok malah balik nanya ke Saleha. Saleha kan minta saran.gimana caranya.

SAFITRI:
Ya kamu harus bilang terus-terang sama dia. Bilang saja kalau kamu ndak punya perasaan apa-apa sama dia

SALEHA:
kak Fitri kan tahu Saleha ndak bisa ngomong terus terang kayak gitu. kak Fitri aja deh yang ngomong. Please…

Safitri berpikir sambil menempelkan jari telunjuknya di pipi.

SAFITRI:
Aku juga ndak bisa. Tapi aku tahu orang yang bisa ngelakukan tugas ini.

SALEHA:
Siapa ?

SAFITRI:
Puji !

Cut to:

09. INT. RUANG TAMU TEMPAT KOS SALEHA(KAWASAN EKOWISATA) –SIANG

CU dua tangan perempuan berjabat tangan.

PUJI:
Puji !

SALEHA:
Saleha.
(
PUJI:
(menunjuk mata Saleha)
Abis nangis ya ?

SALEHA:
Ah tidak kak.

PUJI:
Nangisin cowok ya ?

Saleha menggeleng.

PUJI:
Cowok ndak usah dipikirin. Dia ndak pernah mikirin kita .

Saleha menengok ke arah Safitri. Safitri memberi isyarat supaya Saleha membiasakan diri dengan perilaku Puji yang ceplas-ceplos.
Cut to:

10. EXT. DEPAN TEMPAT KOS SAFITRI(KAWASAN EW) –SORE

Puji, Safitri dan Saleha naik bentor. Puji yang mengendarai sepeda motor, Saleha di posisi tengah.

Cut to:

11. INT . TOKO SWALAYAN –SIANG

Saleha, Safitri dan Puji masuk ke swalayan bertiga.

SAFITRI:
Kalian terserah mau cari apa. Aku mau cari buku tulis dulu.

Safitri berjalan masuk.
Safitri berpapasan dengan Acil yang mengenakan kopiah lusuh dan sarung di pundak tanpa mengenakan alas kaki.

SAFITRI:
(bergumam)
Kampungan .

Acil tersenyum ke arah Safitri. Safitri menunjukkan wajah cuek karena merasa tidak mengenal Acil.

Cut to:

12. INT. SWALAYAN, KASIR –SIANG

Safitri mengantri di kasir untuk membayar. Saleha dan Puji datang dan ikut mengantri di belakang Safitri.

SAFITRI:
Tadi ada cowok kampungan.

PUJI:
Emang kenapa ?

SAFITRI:
Senyum-senyum sok kenal gitu.

Tak lama kemudian, terlihat Acil berjalan seperti sedang ditarik. Ternyata memang ia sedang di tarik uki (5 tahun)

SAFITRI:
Nah itu orangnya !

SALEHA:
Itu Acil mbak !

SAFITRI:
Hah ?

Tiba-tiba Uki mengambil mainan dari rak dan memasukkan ke keranjang belanjaan. Acil memasukkan lagi ke rak. Tanpa di sangka-sangka Uki menjatuhkan diri dan menangis keras-keras. Semua orang melihat ke arah Acil. Puji bingung.
Acil menyodorkan permen lolypop, tapi Uki menangis makin keras. Tiba-tiba Acil menemukan akal. Ia jongkok dan berposisi merangkak.

ACIL:
Kita main kuda-kudaan yuk. (menirukan suara kuda) grhhhh.

Pelan-pelan tangis Uki mereda. Sambil mengusap ingusnya, Uki naik ke punggung Acil. Acil merangkak hingga ke kasir. Acil berada di kasir yang berseberangan dengan kasir Safitri-Puji-Saleha. Ketika menengadah, tampak tiga wajah itu melihat Acil dengan pandangan takjub.

Cut to:

13. INT. KAMAR KOST ACIL (KAWASAN EW) –MALAM

Acil dan Sukri ngobrol sambil bersandar di tempat tidur masing.

SUKRI:
Kamu makin sering ngelamun cil …

ACIL:
Ah ndak.

SUKRI:
Ndak perlu bohong. Jelas-jelas kamu keliatan ngelamun . Mikirin perempuan ya ?

Acil hanya menoleh ke arah Sukri

SUKRI:
Jangan terlalu diikuti perasaan seperti itu. Bahaya gang. Kreativitas kamu bisa mati.

Cut to:

14. INT. KAMAR KOS SAFITRI (KAWASAN EW) –MALAM

Saleha masuk ke kamar Safitri .

SAFITRI:
Ada apa lagi leha ?

SALEHA:
kakak yakin si Puji itu bisa bantu nyelesaikan masalah ini ?

SAFITRI:
Yakin. Emangnya kenapa ?

SALEHA:
Yaaa….agak-agak ndak percaya sih. Orangnya….. .

SAFITRI:
Orangnya kenapa ?

SALEHA:
Puji itu asal njerocos aja. Kalau dia salah ngomong terus masalah jadi makin ribet gimana ?

SAFITRI:
Aku makin ndak ngerti . Kamu itu sebenarnya pingin tahu perasaaan Acil atau justru berharap cil suka sama kamu ?

SALEHA:
Ih… kak Fitri kok gitu gang. Wajar dong saleha khawatir. Abisnya si Puji itu kalo bicara ndak mikirin perasaan orang.

SAFITRI:
Justru itu ! Di antara teman-teman kakak yang lain, dia cewek yang paling tegas dan blak-blakan. Jujur meski harus sakit hati atau menyakiti. Tapi sifatnya baik gang.

Saleha diam. Mulai percaya pada nasehat Safitri.

SAFITRI:
Selain itu, dia juga sering hadapi berbagai macam cowok. Dari model preman sampai yang paling munafik. Dari yang paling bajingan sampai yang paling alim seIndonesia raya. Serahkan saja pada Puji. Oke ?

Saleha tidak bereaksi apa-apa tapi tampak ia mulai menerima penjelasan Safitri.

Cut to:

15. INT. RUANG KELAS KAMPUS HIJAU –SIANG

Pai duduk sendirian di dalam kelas. Agni mendatangi.

AGNI:
Hai, dare’ ! Temanmu si ponda’ itu kemana ?
Ada yang cari !

Terlihat Puji di pintu.

PAI:
(menggumam)
Weee, siapa ini kayak artis mandarin….?

AGNI:
Eh di tanya malah bicara sendirian.

PAI:
Iya iya. Aku carikan. Dasar nenek sihir

AGNI:
(hendak menjitak)
Huuu !
Cut to:

16. EXT. JALAN MENUJU MUSHOLA (KAWASAN EW) –SIANG

Pai berjalan berdua bersama Puji. Beberapa anak laki-laki tampak menunjukkan ekspresi mengagumi kecantikan Puji. Melihat itu, Pair langsung menegapkan dadanya merasa bangga berjalan dengan seorang perempuan cantik.
Cut to:

17. EXT. MUSHOLAH(KAWASAN EW) –SIANG

Acil sedang membaca buku pelajaran di mushola. Pai masuk.

PAI:
Biasanya kamu tidur Ji. Tumben belajar.

ACIL:
Hmmm…

PAI:
ada yang nyari tuh.

Pai menunjuk ke luar. Acil melihat sosok Puji di luar.

ACIL:
Siapa itu ?

PAI:
Cantik ya ?

ACIL:
Dia siapa kah cari aku ?

PAI:
Dia anak angkatan 2010. Dia bilang mau ketemu kamu.

ACIL:
Ada urusan apa ?

Pai angkat bahu tanda tak tahu.

Cut to:

18. EXT. DEPAN MUSHOLA(KAWASAN EKO) –SIANG

Acil keluar dan berdiri di hadapan Puji.

ACIL:
Ada apa ya , kenapa cari saya ?

PUJI:
(tegas)
Ikut aku ke kantor !

Acil siap melangkah tapi begitu melihat Acil ragu-ragu, Puji langsung melotot. Akhirnya Acil pun mengikuti langkah puji. Pai mengikuti Acil.

PUJI:
(kepada Pai)
kenapa kamu ikut-ikut ?!

PAI:
Ngg….

PUJI:
Aku cuma perlu sama Acil !

Pai langsung terdiam Puji dan Acil melangkah meninggalkan Pai.

PAI:
(ngomel)
Cantik-cantik kok galak.

Cut to:

19. INT. WORKSHOP KAMPUS –SIANG

Puji masuk ke workshop. Acil mengikuti.

ACIL:
Katanya ke kantor, ini apa ….

PUJI:
Ndak usah banyak tanya !

Puji masuk ke dalam.

Cut to:

20. INT. WORKSHOP –SIANG

Puji masuk. Tampak Safitri duduk sendirian. Puji celingak-celinguk mencari Saleha.

PUJI:
Saleha mana ?

SAFITRI:
Ada perubahan rencana.

PUJI
Perubahan rencana ?

SAFITRI:
Iya. Mendadak keluarga hajiAhmadi datang berkunjung. Yaaa…. Saleha jadinya sibuk harus melayani mereka.

PUJI:
Terus ?

SAFITRI:
Rencana tetap seperti semula. Kamu sendiri saja yang bicara sama Acil.

PUJI:
Wah ndak bisa. Skenarionya kan kita mesti bertiga yang ketemu Acil.

SAFITRI:
Kenapa ? Takut ?

PUJI:
Wah, ini bukan soal takut coy ! Pantang buat Puji untuk takut.

SAFITRI:
Ya sudah. Hajar saja.

PUJI
Apanya yang mesti aku hajar ? Aku mesti bilang apa ?

SAFITRI:
Bilang saja terus terang kalau Saleha itu sebentar lagi dilamar orang. Jadi… jangan punya perasaan apa-apa sama dia.

Puji berpikir.

PUJI:
Gitu saja ?

SAFITRI:
Iya. Bilang itu saja.

Puji pun melangkah masuk ke ruang depan lagi.

Cut to:

21. INT. WORKSHOP — SIANG

Puji masuk lagi dan duduk di hadapan Acil. Puji menatap Acil lekat-lekat. Dipandangi seperti itu, Acil menundukkan pandangannya.

PUJI:
(gaya interogasi)
Aku dengar kamu naksir Saleha ya ?

ACIL:
Nggg….

PUJI:
Jangan ngg ngg aja. Jawab !

ACIL:
Kenapa kamu nanya itu ?

PUJI:
(jutek)
Eh, malah balik nanya. Jawab dulu pertanyaanku.

ACIL:
Ngg… maaf . Perasaan saya biar saya sendiri yang tahu.

PUJI:
(tambah jutek)
Eh kamu melawan ya ?!!

ACIL:
(tenang)
Wee. namanya kamu saja saya belum tahu kenapa dibilang saya melawan. Saya ini ndak ngerti. Apa hubungannya kamu tanya-tanya soal perasaan saya. kamu ini kakaknya Saleha ya ?

Puji jadi salah tingkah.

PUJI:
Jangan nanya-nanya ! Dengar ya, mulai sekarang jangan pernah dekatin Saleha lagi. Saleha itu mau dilamar. Mau kawin.

Acil terdiam.

PUJI:
Kalau masih coba-coba dekatin Saleha, kamu akan berurusan dengan aku !

Acil tidak menjawab. Puji melangkah keluar dengan emosi. Acil tampak terpukul dengan pemberitahuan bahwa Saleha akan kawin.

Cut to:

22. INT. KELAS –SIANG

Acil menatap ke bangku Saleha yang kosong.

INSERT: Peristiwa peloncoan di hari pertama sekolah. Acil begitu terkesan dengan senyum Saleha (scene 3)

Acil terngiang-ngiang kata-kata Puji.

OS. PUJI:
Dengar ya, mulai sekarang jangan pernah dekatin Saleha lagi. Saleha itu mau dilamar. Mau kawin. Kalau masih coba-coba dekatin Saleha, kamu akan berurusan dengan aku !

Cut to:

23. INT. KAMAR KOST(KAWASAN EW) –TENGAH MALAM

Sosok bertopeng sarung masuk ke kamar dengan mengendap-endap. Sosok misterius tersebut mendekati salah satu lemari dan membuka laci. Tampak uang seratus ribuan di laci tersbut. Sosok misterius itu mengambil uang tersebut
CU tangan Sosok Misterius itu yang mengenakan cincin perak dengan batu akik berwarna hijau.

Cut to:

24. INT. KAMAR KOST (KAWASAN EW) –PAGI

Acil tidur dengan posisi miring memeluk guling. Jam menunjukkan angka 7.14. Sukri mendekati Acil sambil geleng-geleng kepala.

SUKRI:
Acil !

Acil sama sekali tidak bereaksi.

SUKRI:
(lebih keras)
Acil !!!!

Acil menggeliat sedikit dan membuka sebelah matanya.

SUKRI:
sudah jam berapa sekarang ?! Ndak ngampus ?!

ACIL:
Ndak. Hari ini aku cuti.

Acil kembali tidur.

SUKRI:
Cuti ? memangnya orang kantoran. Dasar bocah ngantuk.

Sukri pergi meninggalkan Acil. Acil membalikan badannya dan membuka matanya lebar-lebar. Acil tidur telentang memandangi langit-langit dengan pikiran menerawang.

Cut to

25. EXT. JALANAN DALAM KAWASAN EKOWISATA –SIANG

Gank Motor. 7 sepeda motor RX King konvoi di jalanan sehingga menutupi jalan bagi kendaraan lain. Gank RX King dipimpin oleh Lastiar.

Cut to:

26. EXT. DEPAN KAMPUS HIJAU –SIANG

Puji sedang berada di depan pintu gerbang. Lastiar dan kawan-kawannya datang dengan suara berisik. Puji hanya melihat kedatangan Lastiar dengan ekor matanya. Ia tetap asyik dengan es krim yang dimakannya.
Lastiar turun dari sepeda motor dan menghampiri Puji.

LASTIAR:
Berkali-kali tadi aku nelpon hape kamu. Mati ya ?

PUJI:
(cuek)
Aku matikan. Ada apa ?

LASTIAR:
Tadi mama telpon. Dia minta dianterin ke Tante Wie. Aku bilang udah janjian ama Puji mau nganterin ke Stadion.

PUJI:
Anterin mama aja.

LASTIAR:
Jangan gitu dong. Ini anak-anak sudah ngumpul mau ke stadion semua.

PUJI:
Jadi kamu nolak mama kamu pake alasan mau nganterin aku ?!! Padahal itu kepinginan kamu sendiri mau ke stadion ?!

LASTIAR:
Nggg….

PUJI:
Udah. Anterin mama kamu aja sana.

LASTIAR:
Puji, jangan gituu dong. Ayo ikut ke stadion.

PUJI:
Ndak mau !!

Sebuah angkot sedang berhenti. Puji langsung berjalan cepat dan masuk ke angkot. Angkot pergi. Lastiar hanya bisa memandangi kepergian Puji dengan kesal.

Cut to:

27. EXT. HALAMAN KAMPUS HIJAU –SIANG

Acil, Sukri dan Nadir sedang ngobrol sambil duduk di atas motor.

SUKRI:
(setengah berbisik)
Aku dengar hilangnya besar juga cil.

ACIL:
Berapa ?

SUKRI:
500 ribu lebih.

ACIL:
Ha ?

NADIR:
Padahal selama ini di sini aman-aman saja .

Pak Haqam menghampiri.

PAK HAQAM:
Acil ada ?

ACIL:
Saya pak.

PAK HAQAM:
Sekarang juga ke ruang senat fakultas.

ACIL:
Ngg… baik pak. Saya ganti baju dulu.

PAK HAQAM:
Ndak perlu. Kamu sudah ditunggu senat fakultas.

ACIL:
Baik pak.

Jantung Acil berdebar keras. Dia memandang Sukri dan Nadir. Mereka angkat bahu.

Cut to:

28. INT. RUANG SENAT FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI –SIANG

Acil masuk ruang senat fakultas. 5 dosen (termasuk Pak Haqam) duduk sejajar di depan meja dengan satu kursi kosong.

ACIL:
Asalammualaikum

PARA DOSEN
(serempak)
Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

PAK HAQAM:
Acil duduk.

Acil gentar juga menghampiri kursi kosong di hadapan para dosen. Acil duduk POV Acil: 5 dosen memandanginya seperti sedang menyidang seorang pesakitan.

PAK HAQAM:
Begini Acil. Sebelum masuk pembicaraan inti, kami harap kamu bisa menguasai emosi. Bisa ?

AIL:
Ngg…insyaAllah.

PAK HAQAM:
Bagus. Begini. Kami mendapat laporan dari seorang mahasiswa bahwa…..(Acil makin deg-degan) dia kehilangan uang. Jumlahnya cukup besar. Persisnya lima ratus lima puluh tujuh ribu…

ACIL:
Apa hubungannya dengan saya ?

PAK HAQAM:
Nah, itulah kenapa kami mengundang kamu. Silakan pak Munir menjelaskan.

PAK MUNIR:
Sebelumnya maaf kalau nanti pertanyaan saya menyinggung. Tapi ini harus ditanyakan. Apakah …Acil merasa mengambil uang itu ?

ACIL:
Masya Allah ! Atas pertimbangan apa saya dituduh mencuri ?!

PAK HAQAM:
Bukan menuduh. Pak Munir hanya bertanya.

ACIL:
(emosional)
Saya juga bertanya pak !!

PAK KARIM:
Sebentar-sebentar. Jangan terbawa emosi dulu

Acil menarik napas dalam-dalam

PAK KARIM:
Begini. Setelah ada laporan kehilangan dari mahasiswa, kami melakukan penyelidikan-penyelidikan. Uang itu diketahui hilang jam 4 sore. Berdasarkan laporan juga, seharian kemarin, dari pagi hingga sore, satu-satunya orang yang ada di kamar dan tidak keluar adalah kamu. Jadi, yang perlu kami mintai keterangan pertama kali adalah Acil.

PAK HAQAM:
Bagaimana ?

ACIL:
Saya tidak mencuri.

PAK SALEH:
(menggebrak meja)
Bertele-tele, ngaku saja !

Wajah Acil langsung memerah. Pak Saleh menatap dirinya dengan tajam. Keringat dingin keluar dari dahi Acil.

PAK RAHIM:
(menunjuk ke arah Acil)
Iya. ngaku aja sekarang daripada ketangkap nanti. kami keluarkan kamu nanti !

ACIL:
Sumpah pak. Billahi Wallahi

PAK SALEH:
Semua orang juga bisa kalo cuma ngomong Billahi Wallahi !!

PAK RAHIM:
Ngaku saja ! Kemarin kamu satu-satunya orang yang ada di pondokan kost. Kamu simpan dimana uang itu sekarang ?!!

PAK HAQAM:
Bagaimana ? Kamu mau ngaku atau tidak.

Acil mengumpulkan segenap kekuatannya.

ACIL:
Percuma saja ya membela diri. Kalau bapak-bapak sudah yakin saya yang mencuri, silakan sekarang juga keluarkan saya dari kampus ini !

Para dosen memandang Acil. Seakan tidak percaya Acil seberani itu.

Cut to:

29. EXT. PEKARANGAN KAMPUS HIJAU –SIANG

Acil keluar dari ruangan pengurus dengan ekspresi penuh amarah. Acil keluar dan menghampiri bangku panjang. Acil melampiaskan kemarahan dengan memukul bangku itu dengan kepalan tangannya.

beberapa mahasiswa melongok melihat ke arah Acil. Acil tidak peduli. Tangannya berdarah. Kemudian dia duduk kelelahan dengan napas terengah-engah.

Fade out
Fade in

30. INT. KELAS SALEHA –PAGI

Bu Ami masuk kelas. Seisi kelas tampak tegang.

BU AMI:
Selamat pagi !

SEREMPAK:
Selamat pagi bu !!!

BU AMI:
Keluarkan kertas.
Kita midtest sekarang !

SEREMPAK:
Ahhhhh…..

BU AMI:
Tidak pake mengeluh. Cepat keluarkan kertas.

Semuanya mengeluarkan kertas dan mulai menuliskan nama masing-masing. Bu Ami mondar-mandir dari depan ke belakang.

BU AMI:
Pertanyaan pertama, apa yang kamu ketahui tentang ekowisata ?

Semua sibuk menulis jawaban. Pandangan Bu Ami tertuju pada papan Absen. Tertulis nama Acil yang alpa selama 5 kali pertemuan.

BU AMI:
Siapa nama yang tidak masuk lima kali itu ?

Semua menuliskan jawabannya di kertas. Bu Ami mengetuk-ngetuk ke bangku.

BU AMI:
Ini bukan pertanyaan ulangan. Ibu nanya, itu yang nggak masuk siapa ?

SEREMPAK:
Ooooo…

SALEHA:
Acil bu !

Semua langsung menatap ke arah Saleha. Saleha malu menyadari dia secara spontan semangat menyebut nama Acil.

BU AMI:
Kenapa dia tidak masuk selama itu ?

Semua memandang ke arah Saleha seakan berharap dia yang akan menjawab.

SALEHA:
Belum ada kabar.

BU AMI:
Tidak masuk selama itu dan belum ada kabar ?!!

Saleha menggeleng.

BU AMI:
Kamu ini bagaimana ? Cepat cari tau ! Kalau dia sakit parah gimana ?

SALEHA:
Iya bu.

Cut to:

31. EXT. DEPAN KELAS SALEHA –SIANG

SFX: bel sekolah berbunyi.
Kelas langsung bubar. Secara bergerombolan para siswa keluar dari kelas. Sofi keluar lebih dulu sambil menarik tangan Pairan.

SALEHA:
Sekarang kamu harus tunjukkan tempat kos Acil.

PAI:
Sudah aku bilang. Aku ndak tahu.
Aku cuma tahunya dia kos di daerah Pallangga.

SALEHA:
Berarti kamu harus antarkan aku mencari tempat kos Acil.

AGNI:
wee kamu sekarang malah mesra sama si onda’ ini ?

Saleha tidak peduli. Pai meringis.

Cut to:

32. INT. KORIDOR KAMPUS HIJAU –SIANG

Saleha dan Pai berjalan dengan langkah cepat. Beberapa siswa laki-laki tampak bersuit-suit kepada Pai. Pai tersenyum dengan bangga.

Saleha dan Pai berpapasan dengan seorang laki-laki (50 th) berpakaian gamis dan kopiah. gamis dan kopiah tampak sangat kusam. Bapak ini tampak bingung mau melangkah ke mana.

BAPAK:
(kepada Saleha)
Maaf dik.

SALEHA:
Iya pak. Ada yang bisa dibantu ?

BAPAK:
Kantor fakultas dimana ya ?

SALEHA:
Oo… bapak ke arah sana
(menunjuk)
Ada di sebelah kiri paling ujung.

BAPAK:
Terima kasih.

SALEHA:
Sama-sama. Tapi maaf, bapak ingin bertemu siapa ?

BAPAK:
Ada panggilan dari kampus. Saya orang tuanya Acil.

Saleha dan Pai tampak kaget.

PAI:
Kami teman sekelas Acil pak. Ngomong-ngomong kenapa Acil ndak masuk begitu lama pak ?

BAPAK:
(tersenyum)
Saya juga belum tahu. Saya ketemu pak dekan dulu. Nanti kita ngobrol-ngobrol.

PAI:
O baik – baik pak. Silakan.

Saleha hanya memandangi kepergian Bapak.

Cut to:

33. EXT. HALAMAN RUMAH KOST(KAWASAN EW) –SIANG

Acil masuk pekarangan rumah kost. Sukri langsung menyambutnya dengan buru-buru.

SUKRI:
Kamu kemana saja ? Bolos sekolah malah sering keluyuran.

ACIL:
Cuma nongkrong di warung sop dg ngunjung.

SUKRI:
Bapakmu sudah nunggu dari tadi tuh. Cepat ko

ACIL:
Hah ? Serius ?

SUKRI:
Lah kok malah nggak percaya. Bapak mu ada di kamar.

Acil langsung berlari menuju kamar.

Cut to:

34. INT. KAMAR KOST –SORE

Acil masuk. Tampak bapaknya lagi ngobrol dengan posisi dikeliling anak-anak lain. Posisi Bapak membelakangi pintu sehingga tidak tahu Acil sudah masuk. Bapaknya masih cerita.

BAPAK:
Ya itulah Acil. Keras kepala.
Waktu dia ndak diijinkan sekolah di sini, dia minggat. Hampir seharian saya cari-cari dia. Eh ternyata dia sembunyi di kandang sapi. Dia berjam-jam nahan bau sapi demi keinginannya terwujud.

Acil pun masuk. Bapak menoleh.

ACIL:
Assalammualaikum…

BAPAK:
Waalaikum salam.

Acil langsung mencium tangan bapaknya.

ACIL:
Bapak cerita apa aja ?

NADIR:
Wah, macam-macam . Pokoknya riwayat hidupmu kita sudah tahu semua.

Semuanya tertawa. Seperti di komando, mereka berdiri semua.

NADIR:
Kami permisi dulu pak. Ada tugas di kampus..

Bapak tersenyum. Semua pergi keluar. Setelah semua keluar, bapak menatap Acil lekat-lekat.

BAPAK:
Kamu keliatan kurus. Kenapa ? Ndak kerasan ya disini ?

ACIL:
Ah ndak pak. Kerasan. Kurusan ya mungkin karena agak kurang tidur pak.

BAPAK:
O wajar itu. mahasiswa memang harus kurang tidur.

Bapak menepuk-nepuk pundak Acil.

BAPAK:
Ayo temani bapak makan di warung. Bapak sudah lapar nih.

ACIL:
Ayo ayo pak.

Cut to:

35. INT. WARUNG DAENG NGUNJUNG(KAWASAN EW) –SORE

Bapak dan Acil makan ikan bakar dan sop saudara.

ACIL:
Apa kabarnya ijah pak ?

BAPAK:
Adikmu itu lumayan pintar. ijah dapat rangking terus. Bapak bersyukur semester ini dia dapat beasiswa. Ndak besar. Tapi tetap saja itu rejeki yang harus disyukuri.

Acil menyelesaikan makannya dan terdiam.

BAPAK:
Ada apa ?

ACIL:
Sebenarnya….Acil ingin pulang Pak.

BAPAK:
Kenapa ? Kamu punya masalah di kampusmu ?

ICAL:
Bukan pak. Bukan. Ical mikir-mikir …. sebaiknya memang bantu bapak aja di sawah. Acil sering kepikiran bapak ngerjakan sawah sendirian…

Bapak buru-buru menyelesaikan makannya dan minum air putih.

BAPAK:
Jangan pikirkan bapak. Semua orang di kampung kita juga garap sawah sendirian. Ingat kan Pak Subur. Umurnya sudah tujuh puluh tahun tapi tetap garap sawah sendirian karena ndak punya anak.

Acil mendengarkan dengan seksama.

BAPAK:
Dan, ingat ya Cil. Bapak ndak pernah keberatan membiayai kalian. Itu sudah kewajiban bapak. Kewajiban seorang bapak untuk menafkahi anak-anaknya. Yang penting kalian jangan seperti bapak. Kalian harus jadi orang.

ACIL:
InsyaAllah pak

BAPAK:
Kita ini orang miskin . Jangan lihat teman-temanmu yang anak orang kaya. Mereka itu biar segoblok apapun sekolahnya, tetap punya modal untuk buka usaha suatu waktu. Tapi kita ? Punya modal apa kita ? Tenaga ? Tenaga ndak pernah dihargai dengan layak. Beda dengan ini (menunjuk kepala) isi kepala. Jadi, kamu mesti belajar yang benar.

Acil tercenung. Ia menarik napas panjang.

BAPAK:
Benar kamu ndak ada masalah Cil ?

ACIL:
Nggg….

BAPAK:
Kalau ndak ada masalah, kenapa kamu bolos sampai lebih dari sebulan?

ACIL:
(kaget)
Bapak sudah tahu ?

BAPAK:
Tadi bapak ke sekolah, dipanggil dekanmu. Bapak ingin dengar langsung dari kamu. Ada apa sebenarnya ?

ACIL:
Ndak ada apa-apa pak. Saya ingin… ingin …ya bantu bapak di sawah.

Bapak menarik napas dalam-dalam.

BAPAK:
Sudah. Jangan pikirkan itu. Tapi benar kamu ndak ada masalah lain ?

ACIL:
Benar pak. .

BAPAK:
Jadi… kamu ndak ada masalah apa-apa dengan Saleha ?

ACIL:
(kaget)
Hah ? Siapa yang cerita ???

BAPAK:
Ndak usah panik. Orang tua seperti bapak ini bisa melihat dengan mata . Tadi bapak sempat ketemu Saleha waktu di kampus.

ACIL:
Dia bilang apa saja pak ?

BAPAK:
Ndak ngomong banyak. Tapi kelihatan Saleha khawatir sekali kamu ndak masuk sekolah begitu lama. Ndak sulit buat bapak untuk tahu bahwa Saleha itu lagi jatuh cinta. Benar ?

Acil terdiam merasa rahasianya terbongkar.

BAPAK:
Bapak ingin kamu tahu sesuatu tentang cinta. Bukan karena bapak punya banyak pengalaman, tapi karena bapak pernah bikin kesalahan. Bapak ndak ingin kamu mengulang kesalahan yang sama. Ada satu hal yang harus kamu sadari.

ACIL:
Apa itu pak ?

BAPAK:
Cinta itu cuma alat bagi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Kalau kamu bisa menggunakannya dan mengendalikannya kamu akan bahagia…. (bersambung ke scene berikutnya)

Cut to:

36. INT. RUANG DOSEN KAMPUS HIJAU –SIANG

Acil melangkah ke arah ruang pak Karim.

OS. BAPAK
(sambungan dari scene sebelumnya)
Kalau kamu diperbudak alat itu, kamu akan menyesal suatu waktu. Kalau kamu gunakan cinta untuk mengisi ruhmu, dan kamu arahkan pada kebaikan dan hal-hal positif, akan menjadi tenaga supersonik yang membuat melesat bagai pesawat.

Acil mengetuk pintu.

ACIL:
Asalammualaikum

PAK KARIM:
Waalaikum salam.

Karim keluar sambil membawa kardus yang dibungkus rapi dengan kertas coklat.

PAK KARIM:
Ini titipan dari ayahmu.

ACIL:
Terima kasih pak.

Acil langsung melangkah pergi.

Cut to:

37. INT. KAMAR KOST(KAWASAN EW) –SIANG

Acil membuka kardus tersebut. Ternyata isinya adalah jaked, sepatu, baju koko, kopiah. Semuanya baru. Acil mengangkat baju jaked hijau seakan ingin mengamati dengan seksama. Benar-benar terlihat baru.
Terlihat sebuah kertas. Acil meletakkan baju dan mengambil kertas itu.

CU surat:
Semuanya hanya alat.
Hanya pemuda tegar yang bisa mencapai puncak gunung tertinggi
Pemuda lembek hanya bisa jadi bebek wek wek wek….bukan ayam jantan.

Acil meneteskan airmata. Dan, tanpa di sangka-sangka, Acil tidak bisa menguasai emosinya. Ia menangis sesenggukan.

ACIL:
(bergumam)
Terima kasih pak…..

Fade out
Fade in

38. EXT. DEPAN STUDIO GAMBAR –PAGI

Beberapa mahasiswa bergerombol di depan kelas sebelum masuk.

WATI:
Jangan-jangan sakitnya Ical parah .
Sekarang sudah kuliah ke 9 dia belum juga masuk.

AGNI:
Tumben kamu perhatian.
Mulai naksir juga ya ?

WATI:
Ih.

ALE:
Aku punya teori ,

AGNI:
Apaan ?

ALE:
Acil selama ini ngumpulkan data tentang kita. Si agni itu gimana, Si Pai itu gimana. Setelah semua data terkumpul, tugasnya selesai. Dan dia kembali ke planetnya.

SEREMPAK:
Huuuuu !

AGNI:
Nggak lucu !

IWAN:
Wow !!!!

Semua kaget.

AGNI:
kenapa wan ?

IWAN:
(menunjuk ke arah pintu gerbang)
Lihat !

POV mahasiswa: Acil melangkah dengan penuh percaya diri. Penampilannya terlihat sangat beda karena mengenakan seragam dan sepatu baru dan rambutnya klimis oleh jelly.

Acil mendekat dan semuanya menatap Acil dengan heran.

AGNI
Kamu ternyata ganteng juga cil.

Acil hanya tersenyum.

Cut to:

39. INT. RUANG STUDIO GAMBAR –MALAM

Acil masuk kelas dan langsung menuju mejanya. Acil duduk, semua mengerubungnya.

AGNI:
Jadi selama ini kamu kemana aja cil ?

Acil tidak menjawab. Ia malah celingak-celinguk seperti mencari seseorang.

Acil:
Saleha kemana ?

Semua langsung menatap Acil dengan heran.

AGNI:
Wah wah…. 12 hari nggak masuk, orang pertama yang dicari adalah kekasih tambatan hati. Kamu nggak kasihan pada Pai yang setia menanti ?

Dikatain seperti itu, Pai hanya tersenyum pahit.

ALE:
Aku rasa kamu ama Saleha ada persekongkolan.

ACIL:
Persekongkolan ?

ALE:
Iya. Sebulanan ndak masuk, Saleha kelimpungan cari-cari kamu. Eh begitu kamu masuk, sekarang giliran saleha yang ndak masuk.

Acil tersenyum pahit sekaligus merenung tentang Saleha yang tidak masuk.

Cut to:

40. EXT. GERBANG KAMPUS HIJAU –SIANG

Puji berjalan keluar hendak melewati gerbang. Di pintu gerbang dia melihat Lastiar sedang menunggu di atas RX King. Puji segera balik lagi dan bersembunyi di balik tembok. Puji mencari akal sambil melihat ke sekeliling sekolah.

Tampak Acil sedang berjalan bersama Pai. Puji punya ide. Puji menghampiri Acil dan langsung menarik tangannya. Acil tampak terbengong-bengong.

ACIL:
Eh mau kemana ?

PUJI:
Jangan banyak tanya. Ikut aja.

Puji menarik tangan Acil dan melewati Lastiar. Lastiar menatap Acil dengan sangat penasaran.

LASTIAR:
(sinis)
Siapa itu ?

PUJI:
Apa peduli kamu ?!

LASTIAR:
aku ini pacar kamu Puji. Aku berhak tanya itu !

PUJI:
Ooo gitu. Jadi kalo aku jalan ama cowok, kamu peduli. Kalau aku sakit, biar mau mati sekali pun, kamu nggak peduli. Iya ?!!

LASTIAR:
Ya ndak gitu lah

PUJI:
sudah ndak banyak komentar deh. Terserah kamu mau apa. Aku ndak mau kamu jemput. Aku mau pulang sama dia. Namanya Acil !

Puji menepuk-nepuk pundak Acil seakan-akan dia begitu membanggakan Acil. Puji tetap memegang erat tangan Acil dan menariknya pergi.

LASTIAR:
Puji !!!

Lastiar berlari dan menghadang Puji dan Acil.

LASTIAR:
(kepada Acil)
Aku nggak kenal kamu. Aku nggak mau ada urusan sama kamu. Tapi… aku peringatkan .. jangan ikut campur urusan kami. Lepasin ! Lepas !!!!

Acil berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Puji.

PUJI:
Kenapa bentak-bentak ?!! Kalau marah, jangan sama dia. Sama aku !

Puji mendorong-dorong pundak Lastiar. Lastiar mundur selangkah-demi-selangkah.

PUJI:
Kalau memang jagoan, pukul aku ! Pukul !!!!!

Lastiar mulai gentar. Dia naik ke RX King dan menstarter. Sebelum melaju, dia menunjuk ke arah Acil seakan berkata “urusan kita belum selesai”. Lastiar pergi dengan sepeda motornya.

Cut to:

41. INT. ANGKOT –SORE

Puji dan Acil duduk berhadapan di angkot. Acil tampak diam.

PUJI:
Sori aku udah ngelibatin kamu dalam urusan ini.

Acil tidak memberikan reaksi. Wajahnya tenang, sama sekali tidak terbersit kemarahan dalam ekspresinya.

PUJI:
Mau kan kamu maafin aku ?

Acil mengangguk.

PUJI:
Ngomong dong, biar aku nggak ngerasa bersalah.

ACIL:
Ndak perlu merasa bersalah. Aku ndak marah sama kamu. Aku rasa kamu perlu minta maaf sama pacar kamu.

PUJI:
Lastiar ? Ndak usah pikirin dia. Biarkan saja. Tapi benar kamu ndak marah sama aku ?

ACIL:
Benar.

SFX: suara iring-iringan sepeda motor RX King.
Puji dan Acil melihat ke luar. Tampak iring-iringan RX King Lastiar dan teman-temannya berusaha memepet angkot.

LASTIAR:
(kepada sopir angkot)
Berhenti !!!

Lastiar memotong angkot dan menghentikan sepeda motornya tepat di hadapan angkot sehingga angkot terpaksa berhenti Lastiar turun dan menghampiri angkot.

LASTIAR:
(kepada Acil)
Kamu turun !!

PUJI:
Jangan !!

Puji memegangi Acil supaya tidak turun. Lastiar tambah ngamuk. Dia memerintahkan dua temannya. Dua temannya masuk ke dalam angkot dan menarik Acil dengan paksa.

PUJI:
Hei apa-apaan kalian ?!! Hei !

Mereka tidak mau dengar teriakan Puji. Mereka menarik Acil keluar. Puji hendak keluar, tapi dua orang menjaga pintu angkot supaya Puji tidak keluar.

PUJI:
Hei !!! jangan main keroyok !! Hei !

Acil berdiri di dekat angkot. Lastiar menghampiri dan berdiri dalam jarak yang amat dekat dengan Acil:
INSERT: Puji berusaha mendorong laki-laki yang menjaga di pintu angkot, tapi usahanya sepertinya sia-sia karena kalah kuat.

LASTRO:
Kamu anak kampus ?

ACIL:
(sopan)
Iya .

LASTIAR:
Ada maksud apa kamu dekat-dekat dengan Puji ?

ACIL:
Saya teman biasa

LASTIAR:
(geram)
teman biasa teman biasa….

Lastiar mengepalkan tangannya siap meninju Acil.

OS. PUJI:
Lasti. Jangan pukul jangan pukul

ACIL:
Sebentar ….

Lastiar sudah sangat emosional. Tinjunya melayang dan mengenai pipi kiri Acil Kepala Acil terdorong ke sebelah kanan, tapi Acil tetap berdiri tegak meski ada sedikit darah di mulutnya.

ACIL:
Jangan emosi . Saya ini anak lepasan pesantren.

LASTIAR:
Emang kenapa kalau kamu anak lepasan pesantren ?! Kamu akan panggil semua teman-temanmu untuk ngeroyok aku ? Iya ?!!

ACIL:
Bukan begitu mas. Saya ini anak lepasan pesantren yang mesti jaga nama baik pesantren kami. Saya ndak mungkin bikin masalah dengan mu. Apalagi sampai ngerebut pacar orang. Itu ndak mungkin. kak Puji itu kakak tingkat saya. Saya hormat dengan dia.

Lastiar menatap Acil dengan tajam seakan-akan sedang merenungkan kata-kata Acil. Kemudian dia melihat ke arah Puji yang tampak sangat khawatir.

LASTIAR:
Inget ! Aku masih sabar nih. Sekali lagi kamu bikin gara-gara…. aku nggak main-main lagi.

Lastiar kemudian memberi isyarat pada teman-temannya untuk bergerak. Mereka bergerak dan naik RX King masing-masing. Puji buru-buru turun dan menghampiri Acil. Puji mengeluarkan sapu tangan dan menghapus darah di mulut Acil.

PUJI:
Sakit ?

ACIL:
Sedikit.

PUJI:
Sori ya…

Puji dan Acil saling pandang. Puji tampak sangat menyesal dengan keadaan Acil.

Cut to:

42. INT/EXT. DALAM ANGKOT/DEPAN KAMPUS HIJAU –SORE

Angkot berhenti di depan Kampus. Acil dan Puji bicara beberapa saat.

PUJI:
Aku antar ya.

ACIL:
Ndak usah. Makasih. Nanti malah jadi masalah kalau aku ketahuan diantar kamu.

PUJI:
Jangan marah ya atas kejadian tadi..

Acil mengangguk dan turun. Acil berjalan tanpa melihat ke arah Puji sama sekali.

INSERT: Puspa bercakap-cakap dalam angkot.

Cut to:

43. INT. KAMPUS HIJAU –SIANG

Acil dan para mahasiswa baru selesai mengkaji kitab. Acil menguap berkali-kali.

SUKRI:
Kamu kelihatan ngantuk sekali.

ACIL
Iya nih. Ndak tau kenapa jadi ngantuk begini.

Dahlan dan dua temannya datang.

DAHLAN:
Aku tantang kamu main panco.

ACIL:
Tapi….

DAHLAN:
Ndak ada tapi !

Acil menatap Sukri. Skri tampak takut. Sehingga ekspresinya sama sekali tidak memberi saran apa-apa.

Tampak sebuah meja sudah disiapkan. Dahlan mengepalkan tangannya di atas meja, menunggu Acil. Acil berjalan pelan-pelan menerima tantangan Dahlan.

keduanya siap melakukan panco. Dua tangan sudah saling terkait.

WASIT:
Hitungan ketiga dimulai.

Dahlan menatap Acil dengan tajam.

WASIT:
Satu….dua…..tiga !

Dahlan langsung mengebrak hingga tangan Acil hampir menyentuh meja. Acil bisa mengangkat lagi tangannya meski Dahlan tetap terlihat lebih unggul.
Slowmotion: saling tarik tampak seru, tapi pikiran Acil menerawang. Seakan-akan ia sedang berpikir untuk mengalah.

OS. BAPAK.
Hanya pemuda tegar yang bisa mencapai puncak gunung tertinggi
Pemuda lembek hanya bisa jadi bebek wek wek wek….

Acil seakan menemukan tenaga baru. Dengan sangat meyakinkan dia mulai menekan Dahlan. Dahlan terlihat sangat kerepotan. Acil berhasil menjatuhkan tangan.

WASIT:
Acil menang !!!

Acil tampak tidak terlalu peduli. Acil langsung berbalik dan melangkah menuju kamarnya. Semua memandangi kepergian Acil. Dahlan tampak sangat kesal.

Cut to:

44. INT. KAMAR PUJI(KAWASAN EW) –MALAM

Puji mondar-mandir di kamar dengan gelisah. Sesekali duduk kemudian mondar-mandir lagi. Kemudian seperti terpikir sesuatu, Puji langsung duduk di kursi belajarnya. Ia mengeluarkan buku tulis dan mulai menulis. Sesekali menengadah seakan mencari ilham untuk menulis sesuatu. Tapi gagal. Ia menyobek kertas tersebut dan membuangnya ke keranjang sampah.

PUJI:
Jelek !

Puji mulai menulis lagi. Mencari ilham lagi. Tapi tak lama kemudian sudah langsung menyobek dan membuangnya ke keranjang sampah.

PUJI:
Ahhhh… sebel sebel ! sebel !!!!

Akhirnya Puji bangkit dan membawa kunci kontak sepeda motor.

Cut to:

45. INT. RUANG TAMU RUMAH PUJI –MALAM

Puji buru-buru mau pergi. Minah berusaha menyusul.

MINAH:
mau kemana ki ?

PUJI:
Mau ke rumah teman. Penting.

MINAH:
Kan mama ta hari ini pulang dari Jakarta.

PUJI:
Ah biar saja.
Nanti kalo telpon. Bilang aku ndak ada. Dan suruh naik taksi saja.

MINAH:
iyee.

Puji pergi.
Cut to:

46. INT. KAMAR KOS SAFITRI(KAWASAN EW) –MALAM

Pintu terbuka. Puji langsung masuk ke kamar Safitri.

PUJI:
Aku harus ketemu Saleha.

SAFITRI:
We we. Malam-malam datang langsung pingin ketemu Saleha.

PUJI:
Harus. Supaya masalah ini tuntas. Ini menyangkut Acil.

Safitri menarik napas panjang.

SAFITRI:
memang kamu ndak dengar kabar ?

PUJI:
Kabar apa ?

SAFITRI:
Saleha sudah pulang kampung.

PUJI:
Oo… bukannya masih dua bulan lagi ?

SAFITRI:
Ada perkembangan baru. Bapak haji Ahmadi sakit keras. Beliau minta pernikahannya dipercepat. Karena itu saleha ndak bisa keluar rumah lagi. Dipingit. Dua minggu lagi dia dinikahkan.

Puji menarik napas panjang.

SAFITRI:
Kamu bilang ada hubungannya dengan Acil. Ada masalah apa sebenarnya ?

PUJI:
Kalau aku ceritakan kamu pasti ketawa.

SAFITRI:
Kenapa?.

PUJI:
Ketawa juga nggak papa. Kamu tau kan aku memang nggak pernah bisa memendam perasaan. Aku selalu terbuka pada siapa aja.

SAFITRI:
Ndak masalah. Aku bisa nerima karakter kamu itu.

PUJI:
Tapi kali ini aku kacau fit. Benar-benar kacau. Aku ndak tahu harus bagaimana.

Puji menarik napas. Seperti agak berat untuk menceritakan hal yang sebenarnya.

PUJI:
Menurut kamu, sebenarnya aku suka ndak ya sama Acil.

SAFITRI:
mana aku tau ?!

PUJI:
Seharian ini aku mikirin dia. Gara-gara kejadian kemarin, aku jadi terus-terusan mikirin dia. Aku ngerasa kasihan ama dia. Gara-gara aku jadinya dipukul Lastiar. Tapi ini bukan perasaan kasihan. Aku kagum Fit. Kayaknya dia tuh…. apa ya…..nggak butuh cari perhatian. Dia nggak butuh dikagumi cewek. Dia …ngg…. melakukan sesuatu apa adanya.

Puji diam dan merenung.

SAFITRI:
kesimpulannya apa ?

PUJI:
Ndak tau. Aku bingung.

Cut to::

47. EXT. PEKARANGAN KAMPUS HIJAU –SORE

Acil bermain dengan dua anak anak dosen.

Acil:
Ok sekarang giliran kakak yang jaga. Kalian sembunyi.

Acil pun berpaling dan menutup matanya.

ACIL:
Sere rua tallu appa lima annang tujuh sanganntuju…lebbami?.

Anak kecil itu berlarian cari tempat bersembunyi
Acil membalikan badan dan membuka matanya. Tapi kini di hadapannya berdiri Pai.

PAI:
We we kenapa ko ini?

ACIL:
Nggg…. lagi bermain dengan anak anak pak dosen,mereka sumpek menunggu bapaknya lagi kasih kuliah hehe.

PAI:
Jadi kerjamu main lojo lojo. Aku pikir mahasiswa itu kerjanya belajar terus.

PUJIONO:
Jangan ko patoatoai kamu. Menghormati para dosen, berarti juga ikut membuat anak anaknya senang hehe. Biar ilmunya manfaat.

PAI:
Ooo… gitu

Anak anak dosen itu muncul dan menarik-narik tangan Acil.

ACIL:
nanti dilanjutkan lagi ya mainnya. kakak ada tamu ya.

Kedua anak anak itu mengangguk dan pergi.

ACIL:
ada perlu apa kamu kemari Pai ?

PAI:
Ada yang minta aku jadi kurir.

ACIL:
Kurir ?

PAI:
Iya. Untuk ngantarkan surat ini. Surat dari Puji.

Pai mengeluarkan surat dan memberikan pada Acil.

PUJI
Puspa ? Surat apa ?

PAI:
Wah ndak tau. Baca saja sendiri.

Acil siap merobek amplot surat itu.

PAI:
eit, jangan sekarang bukanya. Aku dipesan supaya kamu bacanya dalam keadaan tenang dan sendirian.

ACIL:
memang kenapa ?

PAI:
Ndak tau. Cuma itu pesannya.

Acil mengerutkan dahi tanda penasaran .

Cut to:

48. INT. KAMAR KOST ACIL (KAWASAN EW) –MALAM

Kamar tampak sunyi. Semua sudah tidur. Acil duduk sendirian membaca surat dari Puji dengan penerangan dari lampu senter.

VO. PUJI:
Acil, aku bingung mesti bilang apa. Tapi akhirnya aku putuskan untuk bicara terus terang ke kamu.
Aku punya perasaan suka sama kamu .
Aku ndak tau darimana munculnya perasaan ini. Mungkin wajah kamu cute. Mungkin aku sangat kagum dengan ketenangan kamu. Jarang orang bisa menghadapi masalah setenang kamu. Mungkin juga karena aku sekarang lagi marahan sama pacarku.
Aku pikir ini gejala sesaat. Ternyata sampai beberapa hari aku ndak bisa melupakan kamu.
Cil, aku ingin masalah ini tuntas.
Jawab dengan cepat supaya aku ndak tersiksa lama-lama.

Sebuah foto jatuh dari amplop. Acil memungut foto tersebut.
CU Foto: Puji berpose tersenyum manis.

Cut to:

49. INT. RUANG TENGAH RUMAH PUJI(KAWASAN EW) –MALAM

Puji duduk sendiri melamun. Pikirannya menerawang kemana-mana. Puja (26)–kakaknya — masuk sambil membawa berkas-berkas ulangan para siswanya.
Ekspresi Puja tampak kasihan melihat adiknya.

PUJA:
Dia belum balas ?

PUJI:
(sedih)
Belum.

PUJA:
Udah berapa hari ?

PUJI:
Lima hari.

PUJA
Itu namanya kamu digantung. Dibikin penasaran. Tinggalin aja laki-laki yang suka menggantung seperti itu.

PUJI:
Acil bukan tipe laki-laki penggantung kak. Aku yakin.

PUJA:
Kamu kok bisa seyakin itu sih. Apa sih kelebihan dia ?

PUJI:
Ngg…. aku cuma yakin dia bukan tipe laki-laki brengsek kayak Lastiar

PUJI:
Ahh…. puji puji.

Puja melangkah ke kamarnya. Puji tetap duduk sendirian melamun.

Cut to:

50. INT. KAMAR PUJA –MALAM

Puja serius memeriksa ulangan para siswanya. Jam weker menunjukkan angka 23.45. Puja menguap.
SFX: bunyi gelas diletakan di atas meja dengan agak keras.

Puja memandang ke arah pintu. Puja berdiri dan membuka pintu.
POV Puja: Puji masih duduk sendirian melamun dengan ditemani segelas kopi.

Puja geleng-geleng kepala.
Cut to:

51. INT. KAMAR KOST ACIL (KAWASAN EW) –MALAM

Sosok misterius bertopeng sarung mengendap-endap di kamar Acil. Ia mendekati lemari pakaian Acil. Dengan sangat hati-hati dia membuka lemari tersebut. Tampak tangan kanan mengenakan cincin batu akik berwarna hijau.

Sosok misterius itu segera pasang aksi sigap ketika Acil mengubah posisi tidurnya dan kini menghadap ke arah sosok misterius itu. Sosok bertopeng kembali melongok isi lemari Acil. Ia melihat surat dan mengambilnya. Tampak surat dari Puji itu berserta foto Puji sedang tersenyum. Sosok misterius itu menyadari sesuatu. Dengan takut-takut ia menoleh ke belakang. Tampak Acil sedang duduk di pinggir ranjang mengawasi dirinya. Sosok misterius itu kaget.

ACIL:
Maling !!!!

Semua bangun. Sosok misterius itu langsung melarikan diri. Acil dan teman-teman sekamar mengejar.

Cut to:

52. EXT. PEKARANGAN KOST9KAWASAN EW) –MALAM

Acil dan teman-temannya keluar. Beberapa teman kost yang lain ikut keluar sambil membawa lampu senter. Tampak sesosok hitam berlari ke arah kebun jagung.

Teman teman kost:
Maling !! Maling.

Semua mengejar ke arah kebon jagung.

Cut to:

53. EXT. KEBON JAGUNG(KAWASAN EW) –MALAM

Semua berpencar mencari pencuri. Lampu sorot bertebaran ke mana-mana.

ACIL:
Dia lari kemana ya ?

SUKRI:
Jangan-jangan dia punya ilmu menghilang.

ACIL:
Wah, takhyul.

Acil bertemu dengan kelompok teman kost lain.

ACIL:
Gimana ?

TEMAN KOST:
Ndak ada Ji.

ACIL:
Ya sudah. Nanti kita laporkan ke pengurus saja. Yuk pulang.

TEMAN KOST:
Ayuk ayuk.

mereka melangkah menuju tempat kost.

Cut to:

54. EXT. PEKARANGAN TEMPAT KOST(KAWASAN EW) .MALAM

Penghuni kost masuk lagi ke pekarangan . Pengurus kost menunggu di depan. Semua penghuni menunduk hormat. Bapak kost menatap Acil.

PAK KOST
Acil !

ACIL:
Ya pak.

Para penghuni kost meninggalkan Acil bicara berdua dengan Pak kost.

PAK KOST:
Apa yang hilang ?

ACIL:
Ngg…. saya belum tahu pak. Yang jelas…. di lemari saya ndak ada uang sama sekali pak.

Pak kost manggut-manggut.

PAK KOST:
Agar kamu tahu cil. Sebelum ada kejadian ini pun, kami yakin kamu bukan pelaku pencurian itu.

ACIL:
Iya pak.

PAK KOST:
Maafkan para pengurus kalau bersikap kasar pada kamu. Itu sekadar teknik untuk menguji kejujuran kamu.

ACIL:
Iya pak. Saya percaya.

Pak kost tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Acil.

Cut to:

55. EXT. DEPAN MUSHOLA (KAWASAN EW) –SIANG

Puji ragu-ragu mendekati Mushola. Ia melihat kiri-kanan seakan berharap tidak ada orang yang melihatnya. Kemudian Puji hendak melongok ke dalam. Pada saat bersamaan, Aniek baru keluar dari Mushola

ANIEK:
kak Puji, kok cuma diluar aja. Masuk dong.

PUJO
(tegas)
Ndak.

ANIEK:
sudah dhuhur belum?

PUJI:
Udah.

ANIEK:
Kalo gitu cari orang ya ? Siapa ?

Puji menggeleng. Puji siap meninggal mushola. Acil sedang berjalan bersama Ale dan Pai menuju Mushola. Melihat Acil, Puji langsung menampilkan ekspresi yang berbinar.

PUJI:
Hari ini kamu sudah punya jawaban buat aku ?

Acil salah tingkah. Pai dan Ale tampak tidak mengerti.

ACIL:
Ngg…..

PUJI:
Kamu nolak aku ?

ACIL:
Bukan nolak. Aku merasa persahabatan kita jauh lebih penting dari itu.

PUJI:
Basi ! Itu namanya nolak !! Kenapa ? Karena aku ndak sesuai dengan kriteria yang kau inginkan ?

ACIL:
Ngg… bukan begitu Puji….

Acil melirik kiri-kanan, Ale dan Pai melihat Acil dengan pandangan takjub. Acil memberi isyarat agar keduanya pergi. Ale dan Pai pergi tapi bersembunyi di balik tembok dan mengintip mereka.

PUJI:
Kalo bukan itu, apa alasannya kamu nolak aku ?!!

ACIL:
aku minta maaf ….. Seharusnya kita bicarakan masalah ini bukan dengan cara begini kan. Seharusnya…..

PUJI:
Kamu ndak mengerti perasaanku Cil. Ndak ngerti !

Puji berbalik dan pergi meninggalkan Acil. Acil tampak gelisah. Tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Ia mondar-mandir dan pandangannya bertatapan dengan Pai dan Ale yang sedang mengintip dari balik tembok.

Cut to:

56. EXT. KORIDOR KAMPUS HIJAU –SIANG

Puji berjalan dengan ekspresi kesal. Pelan-pelan ekspresinya berubah menjadi ekspresi seperti mau menangis. Akhirnya, setetes air mata keluar dari matanya.

Cut to:

57. EXT. PINGGIR JALAN KAWASAN EKOWISATA –SORE

Lastiar nongkrong dengan teman-temannya. Beberapa RX King parkir tidak beraturan di sebelah warung. Beberapa orang tampak main kartu

Tak lama kemudian, datang sesosok orang yang hanya kelihatan dari arah belakang.

LASTIAR:
Wah, long time no see man.

ORANG 1:
Kita selalu beredar di sini-sini saja.

LASTIAR:
Kayaknya bawa berita penting nih.

Orang tersebut mengambil amplop dari sakunya dan menyerahkan pada Lastiar.
CU tangan orang tersebut yang terlihat mengenakan cincin akik berwarna hijau.

Lastiar membuka amplop dan membaca suratnya.
CU Lastiar. Ekspresinya langsung menegang dan terlihat marah.

LASTIAR:
Sialan !!!

Lastiar langsung menyobek-nyobek surat itu dengan penuh kemarahan. Pada saat menyobek, foto Puji terlepas.
SLOWMOTION: foto itu melayang-layang sebentar kemudian terjatuh dengan posisi gambar menghadap ke atas. Dengan marah-marah, Lastiar menginjak foto itu berkali-kali.

Orang tersebut tertawa dan akhirnya terlihat bahwa orang tersebut adalah orang kampus yang selama ini sering bersama Dahlan.

Cut to:

58. EXT. JALANAN DEKAT RUMAH PUJI (KAWASAN EW) .MALAM

Puji turun dari angkot. Jalanan terlihat sangat sepi. Angkot pergi lagi, Puji berjalan sendirian.
SFX: sayup-sayup suara motor RX King dari arah belakang Puji.

Puji menoleh dan melihat ke arah belakang.
POV dari kejauhan tampak motor tanpa lampu sedang melaju pelan-pelan ke arah dirinya.

Puji memperhatikan motor itu dengan seksama. Tiba-tiba motor itu menyalakan lampu dan membuat Puji silau. Dengan kecepatan tinggi sepeda motor itu menyerempet Puji.
SLOWMOTION: sepeda motor menyerempet badan sebelah kiri Puji hingga ia terpelanting ke arah sebelah kanan.
(
Puji berguling-guling di jalanan aspal sambil menahan rasa sakit.

Cut to:

59. INT. KAMAR KOST ACIL (KAWASAN EW) –MALAM

ACIL bangun tiba-tiba dari tidurnya seakan baru saja mengalami mimpi yang sangat buruk. Acil duduk dan mengatur napas. Keringatnya bercucuran. Acil melangkah dan mengambil segelas air putih. Acil meminumnya hingga tandas.

Fade out
Fade in:

60. EXT. JALANAN KAWASAN EW) –SIANG

Acil dibonceng Sukri naik sepeda. Sukri tampak terengah-engah.

ACIL:
Cepetan Sur.

SUKRI:
Ini udah kecepatan maksimal tahu !

Ekspresi Acil tampak ingin cepat-cepat sampai .

Cut to:

61. INT. RUANG TAMU RUMAH PUJI –SIANG

Sukri dan Acil menunggu di ruang tamu. Sukri penuh keringat dan sibuk kipas-kipas padahal di ruang tamu ada AC. Acil tampak gelisah

SFX: suara langkah berat (karena menggunakan tongkat penyangga)

Puji masuk ke ruang tamu. Kaki kirinya dibalut rapat dan menggunakan tongkat penyangga. Sementara wajahnya terlihat beberapa luka gores.

Sukri dan Acil langsung kaget begitu melihat Puji.

ACIL:
Astagfirullah, kamu kenapa Puji ?

PUJI:
Nggak papa kok. Cuma terkilir saja. Ini sudah mau sembuh.

SUKRI:
Terkilir atau ketabrak motor ?

ACIL:
Hus !

PUJI:
(tersenyum)
Ndak. Cuma kepleset di kamar mandi.

Dengan susah payah Puji mendekati sofa dan duduk dengan cara menjatuhkan pantatnya. Acil menarik napas dalam-dalam menyaksikan penderitaan Puji

PUJI:
sudah-sudah. Jangan liatin aku terus. Eh mau minum apa ?

ACIL:
Apa saja.

PUJI:
(memanggil)
Daeng minah !!!

Minah datang tergopoh-gopoh.

MINAH:
Ya karaeng.

PUJI:
Bikin sirop dingin saja ya.

MINAH:
Iya karaeng.
Minah kembali masuk

SFX: suara sepeda motor RX-King dengan suara knalpot yang khas berhenti di depan rumah.

Lastar turun dari RX-King dan melepas helm-nya. Dengan susah payah, Puji bangkit dari kursinya.

PUJI:
Tunggu bentar ya.

Puji melangkah ke teras.

SUKRI:
(berbisik)
Tanda-tandanya akan ada masalah ini.

ACIL:
Sok tau !

SUKRI:
Seperti yang aku bilang, cinta cuma bikin masalah . Seharusnya kamu denger kata-kataku

Cut to:

62. INT. TERAS RUMAH PUJI –SIANG

Dengan tertatih-tatih, Puji mendekati Lastiar yang berdiri tegak.

PUJI:
Aku sudah bilang, kamu nggak diijinin datang ke sini lagi.

LASTIAR:
Mungkin ini terakhir aku ke sini. Tapi itu tergantung kamu

PUJI:
Tergantung aku ?

LASTIAR :
Iya. Tergantung kamu mau maafin aku atau nggak.

PUJI:
Jelas nggak ! Siapa yang bisa maafin cowok yang tega nabrak pacarnya sendiri.

LASTIAR:
Puji, plis. Berpikirlah jernih. Nggak mungkin aku setega itu.

PUJI:
Jangan ngelak Tiar. Aku lihat dengan jelas siapa orang yang nabrak aku !

Flash: Puji menoleh dan melihat sebuah motor melaju dengan kencang ke arah dirinya. Sebuah kilatan di helm, sekilas membuat wajah di balik helm itu terlihat jelas, yaitu Lastiar.

Wajah Lastiar menegang. Lastiar melihat ada Sukri dan Acil di dalam.

LASTIAR :
Jadi kamu lebih milih cowok kampung itu ketimbang aku ?!!!

PUJI:
(menantang)
Iya. Memangnya kenapa ?!!!

Lastiar mendekati Puji. Wajah Lastiar berhadapan dengan wajah Puji dalam jarak yang dekat. Ekspresi Lastiar penuh kemarahan. Tanpa di sangka-sangka, Lastiar meludahi wajah Puji.

LASTIAR :
Dasar perek !

Lastiar langsung menaiki motornya. Puji limbung menahan penghinaan yang begitu hebat. Acil langsung bangkit dan mendekati Puji. Acil agak salah tingkah mengenai apa yang harus dilakukan. Tapi akhirnya dia menatap Lastiar.

LASTIAR:
Apa lihat-lihat ?!!

Acil tidak menjawab. Hanya matanya yang menatap Lastiar lekat-lekat. Puji masuk ke dalam.

LASTIAR:
(mengancam, menunjuk ke arah Acil)
Kita akan ketemu !

Lastiar melaju dengan RX- King-nya. Acil menarik napas panjang.

Cut to:

63. EXT. JALANAN KAWASAN EKOWISATA –SORE

Acil dibonceng Sukri naik sepeda. Sukri bersemangat menggenjot pedal sepeda. Tapi tiba-tiba ekspresinya berubah. Genjotannya langsung melemah.

SUKRI:
Kok jadi pelan ?

Sukri malah menghentikan sepedanya. Sukri memberi isyarat agar Acil melihat ke depan.
POV Acil: Tiga RX King menghalangi jalan di depan. Lastiar dan dua temannya berada di atas RX King. .

Sukri pun segera membalikkan sepedanya hendak melarikan diri. Tapi dari belakang dua RX King menghadang mereka Lastiar dan 2 temannya datang mendekat sehingga Sukri dan Acil terlihat dikepung oleh 5 RX King.
Lastiar turun dari sepeda motornya.

SUKRI:
(ketakutan)
bagimana mi ini ?

Lastiar mendekat dan berdiri di hadapan Acil. Acil tertap bersikap santun.

ACIL:
Ada apa ini ?

LASTIAR:
(sinis)
Ada apa ???
(kepada teman-temannya)
Dia bilang ada apa.

Semua teman-teman Lastiar tertawa.

LASTIAR:
Aku paling benci sama orang yang sok alim tapi sebenarnya munafik. Keluaran pesantren, tapi kelakuan minus !!!

ACIL:
Puji ndak salah apa-apa .

LASTIAR
Jangan sok tahu kamu ya.

ACIL:
Saya ndak sok tahu. Ndak pantas seorang jantan seperti kamu meludahi Perempuan

LASTIAR:
Setan !

Dengan spontan, Lastiar memukul Acil. Kepala Lastiar terdorong sedikit, tapi ia tetap berdiri tegak.

ACIL:
Puji ndak salah. Kamu mestinya minta maaf sama dia.

Lastiar diliputi kemarahan. Lastiar siap meninju Acil lagi.

SFX: bunyi klakson truk.
Ternyata serombongan para mahasiswa yang dipimpin Darul datang (kira-kira ada 8 sepeda masing-masing berisi 2 orang).

Ekspresi Sukri berubah jadi berbinar. Para mahasiswa langsung masuk dalam lingkaran. Darul mendekati Lastiar.

DARUL:
Ada apa ini ? Ada yang mau main keroyok rupanya ?

Lastiar tampak ciut. Darul mendekati Lastiar dan bicara tepat di muka Lastiar.

DARUL:
Kamu mau ngajak berantem satu per satu atau rame-rame ?

Para mahasiswa mengeluarkan kayu pemukul. Lastiar celingak-celinguk melihat reaksi teman-temannya yang tampak mulai ketakutan

ACIL:
Ndak kak Darul, ini Cuma salah paham aja. Lastiar sudah baikan dengan kita kok. Iya kan ?

LASTIAR:
(gugup)
I –i ya.

Lastiar cepat-cepat undur diri dan menaiki sepeda motornya. Acil, Sukro dan Darul dan kawan-kawan memandangi kepergian mereka. Acil menghadap Darul.

ACIL:
(mengulurkan tangan)
Terima kasih kak.

Darul menatap Acil dengan tajam kemudian ia menyalami Acil dengan erat. Sebagai tanda persahabatan yang dalam.

Cut to:

64. INT. KAMAR KOST –MALAM

Sosok misterius kembali mengendap-endap di kamar. Dia menghampiri lemari Sukri. Dia membuka laci. Tampak beberapa lembar uang Rp. 100.000 di laci tersebut.

Terlihat tangan si pencuri mengenakan cincin akik berwarna hijau.

Tiba-tiba lampu menyala dengan terang benderang. Pencuri tertangkap basah. Para penghuni kost muncul semua.
Darul maju ke depan dan membuka kedok sosok misterius tesebut. Sosok itu agak berkelit, dua orang maju dan memegangi orang ini.

Terbukalah kedoknya. Ternyata teman sekamar Darul (yang juga bertemu dengan Lastiar di scene …)

Cut to:

65. INT. RUANG TENGAH RUMAH PUJI –SORE

Puji berjalan susah payah dengan tongkat penyangganya menuju kamar mandi. Puja tampak tidak tega melihat Puji yang berjalan dengan susah payah. Puja membuka pintu kamar mandi dan masuk.

Puja bersiap duduk karena Puji sudah masuk kamar mandi.
SFX: suara Puji terjatuh.

PUJA:
Puji ?!!!

OS. PUJI:
(kesakitan)
Akhhh….

PUJA:
(panik)
Puji !!!!!!

Puja langsung lari dan membuka pintu kamar mandi dengan buru-buru.
Tampak Puji tergeletak sambil mengerang kesakitan

PUJA:
Puji !!!

Puja langsung jongkok dan siap menolong.

PUJA:
Kok bisa jatuh sih.

PUJI:
Kakiku kaak. Kakiku nggak bisa digerakin.

PUJA:
Daeng minah !!!

MINAH:
Ya karaeng.

PUJA:
Suruh Bahar siapin mobil. Sekarang juga nganter Puji ke rumah sakit.

MINAH:
Ya karaeng.

PUJA:
Aduhhh, kamu kenapa sih …..

Cut to:

66. INT. TEMPAT PERIKSA DOKTER –MALAM

Puji berbaring di tempat periksa. Dokter memeriksa Puji dengan saksama. Puji dan Suster berada di samping melihat dokter memeriksa.

Dokter selesai memeriksa dan kembali ke tempatnya. Suster membantu Puji turun dari tempat tidur dan duduk di kursi roda.

DOKTER:
Mata mulai mengabur sejak kapan kapan ?

PUJI:
Nggg… mulai tadi dok. Biasanya saya masih bisa melihat dengan jelas. Tapi tadi benar-benar terasa kabur dan mulai gelap.

Dokter manggut-manggut.

DOKTER:
Silakan tunggu di luar. Saya mau bicara dengan kakak anda.

Puji mengangguk. Puji didorong oleh suster keluar.

PUJA:
Maaf dok…. apakah keadaannya memang gawat ?

DOKTER:
(menarik napas panjang)
Saya belum pasti. Butuh pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Tapi, kita harus siap dengan kemungkinan paling buruk…

PUJA:
Dia akan buta ?

DOKTER:
Kemungkinan besar iya.

PUJA:
Dua-duanya ?

DOKTER:
Harus dilihat seberapa parah pembekuan darah disyaraf matanya. Kalau tidak terlalu parah, mungkin hanya pandangannya mengabur .

PUJA:
Kalau parah……buta dok ?

Dokter mengangguk dengan berat

PUJA:
Ya tuhan……

Puja tidak bisa menahan tangisnya.

PUJA:
Dia masih muda dok…..

Dokter menarik napas dalam-dalam.

Cut to:

67. INT. RUANG TUNGGU RUMAH SAKIT –MALAM

Puji menunggu di atas bangku. Pintu terbuka. Puja keluar dengan ekspresi baru saja menangis. Puja memaksakan diri untuk tersenyum.

PUJI:
Dokter pasti bilang aku akan baik-baik aja kan.

PUJA:
Iya.

Puja langsung menyembunyikan wajahnya dibalik bahu adiknya.

PUJI:
(ceria)
Nah apa aku bilang. Nggak apa-apa, paling ini gejala biasa saja, kak. Istirahat beberapa hari pasti udah sembuh lagi. Iya kan kak ?

PUJA:
i-i ya.

Tanpa setahu Puji, air mata Puja menetes deras.

Cut to:

68. INT. RUANG UKM –SIANG

Safitri duduk menunggu. Pintu terbuka. Acil melongokkan kepalanya seakan-akan takut masuk ke tempat yang salah.

SAFITRI:
Masuk cil.

Acil masuk dan duduk di dekat Safitri.

ACIL:
Mbak Fitri ingin bicara dengan saya ?

SAFITRI:
Iya.

ACIL:
(menengok kiri-kanan) kayaknya rahasia begitu …

Safitri tersenyum.

SAFITRI:
Memang ada sedikit rahasianya. Karena ini soal Saleha.

ACIL:
Saleha ?

SAFITRI:
Iya. Mungkin kamu udah denger kabar dia akan menikah dengan haji Ahmadi. Tapi…apa kamu…ngg….nggak kepikir untuk ketemu dia terakhir kali sebelum dia menikah ?

ACIL:
(garuk-garuk kepala)
Waduh gimana ya…..

SAFITRI:
Sori kalau pertanyaanku terkesan terlalu ikut campur. Tapi….aku kan sahabat Saleha. Dan aku tahu perasaan di antara kalian. Kalau memang begitu, siapa tahu aku bisa bantu juga kalau memang kalian ingin ketemu untuk terakhir kalinya.

ACIL:
kamu udah ketemu Saleha ?

SAFITRI:
(menggeleng)

Acil merenung.

ACIL:
Kalau gitu, biarkan Saleha bahagia.

SAFITRI:
Kalau ternyata dia ndak bahagia ?

ACIL:
Ndak mungkin . Dia pasti bahagia. Ndak ada sedikit pun dipikiran saya dia ndak bahagia.

SAFITRI:
Jadi kamu nggak mau ketemu dia ?

ACIL:
(tersenyum)
Untuk apa ketemu kalau itu justru mengganggu kebahagiaan dia. Saya ikut bahagia kalau dia bahagia.

Acil berdiri

ACIL:
Makasih, kamu sudah perhatian sama saya. InsyaAlloh saya akan sering berdoa buat Saleha. Saya mau ke kampus dulu.

Safitri mengangguk. Acil keluar ruangan. Tak lama, Saleha keluar dari persembunyiannya. Saleha duduk di samping Safitri dan menyandarkan kepalanya di pundak.

SALEHA:
Dia ndak mau ketemu Saleha ya kak…..

Safitri tidak menjawab. Ia mengelus rambut Saleha. Saleha mengeluarkan air mata.

Cut to:

69. EXT. PINGGIR DANAU KAWASAN EKOWISATA –SENJA

Acil duduk sendirian di pinggir danau. Di seberang tampak matahari hampir tenggelam.

Flashes:
Wajah Saleha dan Puji berkelebatan silih berganti. Tapi akhirnya yang dominan muncul adalah Puji.

Acil melemparkan batu ke danau. Dari riak danau itu tergambar wajah Puji.

Cut to:

70. INT. RUANG PAK HAQAM –SIANG

Pak Haqam sedang membaca kitab sendirian. Acil berdiri di pintu.

ACIL:
Assalammualaikum.

PAK HAQAM :
Waalaikum salam wrb.

ACIL
Saya mengganggu pak ?

PAK HAQAM :
tidak… Masuk cil

Acil masuk dan duduk di hadapan Pak Haqam .

PAK HAQAM :
Ada apa ini ?

ACIL:
Saya punya pertanyaan pak. Ngg… saya berharap Pak Haqam ndak keberatan untuk menjawabnya.

PAK HAQAM:
Kalau bisa jawab, saya insyaAlloh akan jawab.

ACIL:
Saya… dan teman-teman… kan masih muda, pak. Mungkin di antara kami ndak bisa mengelak kalau…umpamanya….kami mengagumi seorang perempuan. Lalu jatuh cinta.

Pak Haqam manggut-manggut seakan-akan mengetahui kemana arah pertanyaan Acil.

ACIL:
Apa yang mesti kami lakukan kalau kami belum mampu untuk menikahinya pak ?

Sekali lagi Pak Haqam manggut-manggut.

PAK HAQAM:
Saya setuju. Ada kalanya kita tidak bisa menghindar dari rasa kagum terhadap seorang perempuan. Entah itu karena kecantikannya atau pun tingkah lakunya.Dalam hadis juga sudah jelas bagaimana kriteria memilih istri. Nah, masalahnya….bagaimana kalau kita jatuh cinta sementara kita belum mampu menikahinya. Ya kan ?

ACIL:
Iya pak

PAK HAQAM:
Jatuh cinta bukan sesuatu yang haram. Karena memang ndak bisa terhindarkan. Itu menjadi terlarang ketika jatuh cinta membuat kita banyak melamun, lalai dalam ibadah dan akibat-akibat buruk lainnya. Jatuh cinta harus menjadi energi positif. Perasaan ini harus membuat kita makin banyak bersyukur. Makin mendekatkan diri kita dengan Alloh karena telah diberi anugerah yang indah. Dan, yang penting menyerahkan masalah ini sepenuhnya pada kehendak Alloh. Kalau Alloh berkenan, dia akan menjadi istrimu kelak…

Acil manggut-manggut.

Cut to:

71. EXT. JALANAN KAWASAN EKO WISATA –SIANG

Acil menggenjot sepeda onthel dengan penuh semangat.

Cut to:

72. EXT. PASAR KEMBANG KAWASAN EKOWISATA –SIANG

Acil menghentikan sepedanya di depan penjual tanaman dan bunga. Acil menunjuk pada satu pot berisi bunga mawar.
Tampak Acil melakukan tawar-menawar dengan penjual. Akhirnya terjadi transaksi. Acil menyerahkan selembar uang Rp. 10.000. Acil mengambil pot berisi bunga mawar dan meletakkan di boncengan sepeda. Acil mengikat pot itu dengan rapi.

Cut to:

73. INT. DEPAN RUMAH PUJI –SIANG

Acil menghentikan sepedanya di depan rumah Puji. Acil mengambil pot berisi mawar dan memegang dengan kedua tangannya. Pintu terbuka. Puja berdiri di hadapan Acil.

ACIL:
Maaf kak. Saya boleh ketemu Puji ?

PUJA:
Kamu siapa ?

ACIL:
Saya acil kak.

Puja mengamati Acil dengan pandangan menyelidik. Pandangan Puja berhenti di pot berisi mawar yang dibawa Acil.

PUJA:
Masuk .

ACIL:
Makasih kak.

Acil masuk.

Cut to:

74. INT. RUANG TAMU RUMAH PUJI –SIANG

Acil duduk. Sambil tetap memegangi pot berisi mawar, Acil melihat sekeliling ruang tamu. Puji masuk ruang tamu dengan tongkat sentuh ditangan.

ACIL:
Lho, kok sekarang pake tongkat ?

PUJI:
Emang kenapa ? Lebih enak ketimbang tongkat penyangga kan ?

ACIL:
O gitu.

PUJI:
Nah, sekarang kamu bawa apaan tuh ?

ACIL:
Mawar. Buat kamu.

PUJI:
(tertawa)
Acil acil. Cowok tuh, kalo ngasih bunga ke cewek, biasanya bunga bank . Bukan bunga mawar.

ACIL:
Oh,Gitu ya ?

PUJI:
Iya. Tapi ndak papa. Aku suka kok mawarnya.

ACIL:
Bener ?

PUJI:
Bener.

Acil menyerahkan pot itu kepada Puji. Puji menerimanya dan mencium mawar itu.

PUJI:
Ngomong-ngomong ….kenapa kamu ngasih mawar ke aku?

Acil terdiam. Seakan sedang berusaha mengeluarkan kata-kata yang sudah dihapalnya sejak tadi.

ACIL:
Ngg… aku….

PUJI:
Kamu cinta sama aku cil ?

Acil terdiam. Kemudian dia mengangguk malu-malu.

PUJI:
Bener ?

ACIL:
Bener.

PUJI:
(lirih)
Sayang terlambat…..

ACIL:
Apa ?

PUJI:
Terlambat cil.

ACIL:
Terlambat ?

PUJI:
Mmm….. aku udah mutusin untuk kembali ke Lastiar.

ACIL:
Kembali ke Lastiar ?!!!
(menyadari nada suaranya yang meninggi)
Maaf, Puji. Aku ndak ngerti. Dia sudah….berlaku buruk sama kamu. Nabrak kamu, meludahi kamu. Kamu masih bisa nerima dia ?

Puji tersenyum.

PUJI:
Maaf cil.

ACIL:
Tapi…..

PUJI:
(menyela)
Maaf . Aku ndak bisa membahas ini. Yang jelas, aku udah mutusin itu.

Acil terdiam. Menelan ludah. Memandangi Puji. Puji menunduk.
Cut to:

75. EXT. JALANAN KAWASAN EKOWISATA –SIANG

Acil menggenjot sepedanya dengan penuh kemarahan. Seakan dia ingin melampiaskan kemarahan dengan menggenjot sepeda sepenuh tenaga.

Cut to:

76. INT. KAMAR PUJI –SIANG

Puji duduk di kursi roda melamun memandangi ke luar jendela. Pintu terbuka, Puja masuk. Puji sama sekali tidak menoleh ke arah Puja.

PUJA:
Berbohong nggak akan nyelesain masalah.

PUJI:
Ngomong yang sebenarnya juga nggak akan nyelesain masalah.

PUJA:
Tapi bukan dengan cara melukai hati dia !

PUJI:
Saya juga terluka kak.

PUJA:
Karena itu jujurlah sama dia !!

PUJI:
Tapi aku tambah terluka kalau orang yang aku cintai harus nerima orang cacat seperti aku ,orang yg tidak bisa menikmati keindahan dunia lagi!

PUJA:
Puji !!!

PUJI:
Nggak perlu diperhalus kak. Kenyataannya memang begitu. Aku akan buta total kan ?

PUJA:
(meratap)
Puji sayangku……..

PUJI:
Cukup aku yang menanggung ini kak. Acil ndak perlu ikut menanggung. Ndak perlu….

Puja memeluk Puji dari belakang.

Cut to:

77. EXT. DANAU KAWASAN EKOWISATA –SIANG

Acil membanting sepedanya dekat danau. Kemudian dengan merentangkan kedua tangannya, Acil berteriak sekeras-kerasnya.

ACIL:
Oaaaaaaaaaaa !!!!

Acil kemudian terduduk lemas dengan ekspresi tampak putus asa.

Cut to:

78. INT. KAMAR PUJI –SENJA

Puji duduk di kursi ayun, memandang keluar jendela.

PUJI:
(lirih)
maafin aku cil. Aku sayang kamu…..

Cut to:

79. INT/EXT. KELAS/ PEKARANGAN KAMPUS HIJAU –MALAM

Acil berada di kelas bersama Sukri dan teman-temannya yang lain. Sukri sedang membaca kitab dan semua mendengarkan. Camera zoom out dan bergerak hingga kelihatan plang di gerbang Kampus.

Makassar, 3 Agustus 2011 .

Syahriar Tato De’lacoste.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.