sri lanka antara pendidikan dan wisata

MELONGOK SRI LANKA NEGERI PENDIDIKAN DAN WISATA. SEJARAH.

tulisan Dr Ir Drs H Syahriar Tato SH MS MH MM IAP.

Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka adalah sebuah negara pulau di pesisir tenggara India. Hingga tahun 1972, dunia internasional menyebut negara ini Ceylon.

Sri Lanka telah dilanda konflik etnis selama dua dekade terakhir, antara pemerintah dan kelompok minoritas Tamil yang dipimpin oleh Macan Tamil. Pada tahun 2002, kedua pihak setuju untuk mengadakan gencatan senjata.

Negara Pulau ini dikenal dengan nama-nama Lanka, Lankadeepa (bahasa Sanskerta yang berarti “tanah bersinar”), Simoundou, Taprobane (dari bahasa Sanskerta: Tāmaraparnī), Serendib (dari bahasa Sanskerta: Sinhala-dweepa), dan Selan pada zaman kuno.Di bawah penjajahan Britania, pulau ini disebut Ceylon, yang kadang-kadang masih digunakan hingga kini.

Diperkirakan kelompok etnis yang saat ini merupakan penduduk terbesar negeri ini  mulai berdatangan ke pulau ini sekitar pada abad ke 5 Sebelum Masehi. Mereka berasal dari daratan India bagian selatan dan kemudian menetap di sekitar pesisir pantai sebelah barat. Untuk menunjang kegiatan ini mereka membangun sarana irigasi, berupa saluran-saluran air dan sarana penunjang lainnya, sampai akhirnya bisa menemukan teknik pertanian yang cukup maju. Pada masa itu mereka sudah bisa memperdagangkan hasil pertanian mereka ke daerah-daerah lain, bahkan sampai ke daratan Tiongkok. Perdagangan ini kemudian ditunjang oleh letak geografis pulau ini yang terletak dalam jalur  jalur perdagangan dari barat sampai ke timur.Suku yang merupakan kelompok etnis terbesar kedua di negara ini diperkirakan mulai menetap ke wilayah ini antara awal Masehi hingga abad ke 12. Sekitar abad ke 14 mereka berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang terletak disekitar nya dengan ibu kotanya. Sebagian besar di antara mereka menempati wilayah bagian utara dan disektar pesisir pantai sebelah timur, sedangkan kelompok ketiga yang datang ke wilayah ini merupakan suku bangsa Moor. Mereka sebenarnya datang ke wilayah ini untuk berdagang, namun akhirnya kemudian menetap.

Dengan semakin meningkatnya arti penting daerah ini bagi jalur perdagangan barat – timur, berbagai kelompok etnis terdorong untuk menguasai seluruh wilayah. Karena itu, sampai abad ke 15, pulau ini penuh dengan pertentangan, invasi dan  juga persaingan-persaingan antar dinasti. Bahkan setelah abad pertengahan pun pulau ini diwarnai banyak pertentangan antarbangsa untuk memperebutkan pulau ini. Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke pulau ini adalah bangsa Portugis, yang datang pada tahun 1505, mereka berhasil menancapkan pengaruhnya di wilayah ini. Sekalipun mereka tidak pernah menaklukkan seluruh kawasan, kekuasaannya berlangsung sampai tahun 1658, setelah Belanda berhasil menaklukkannya dalam berbagai pertempuran. Kekuasaan Belanda atas wilayah ini berlangsung dari tahun 1658 sampai tahun 1796 ketika Inggris mulai berkuasa dan mengambil alih seluruh kekuasaan Belanda disana. Sekitar tahun 1900, mulai tumbuh kesadaran nasionalisme di kalangan penduduk asli. Sembilan belas tahun kemudian mereka membentuk sebuah kongres nasional (Ceylon National Congress). Dalam kongres ini mereka mengajukan sebuah rancangan konstitusi yang menyatakan antara lain: pentingnya penduduk asli mendapatkan mayoritas kursi dalam badan legislatif. Pada tahun 1931 Ceylon berhasil membentuk suatu konstitusi baru yang dapat memungkinkannya menjalankan pemerintahan sendiri. Pada tahun 1947 kawasan ini memperoleh kedaulatan penuh dari tangan Inggris dan ditetapkan sebagai salah satu negara persemakmuran. Pada tahun ini juga mereka mengadakan pemilihan umum yang pertama untuk menetapkan siapa yang berhak menjalankan pemerintahan. Dalam pemilihan umum pertama ini, Partai Persatuan Nasional (United National Party) memenangkan suara terbanyak. Pada tanggal 2 Mei 1972, Ceylon berubah menjadi Republik Sri Lanka.

Penduduk Sri Lanka sebagian besar bertempat tinggal di pedesaan. Angka harapan hidup bagi penduduk Sri Lanka yang laki-laki adalah berusia 68 tahun dan yang perempuan 72 tahun. Sekitar 74 persen penduduk Sri Lanka merupakan kelompok etnis Sinhala. Penduduk yang lain terdiri atas kelompok etnis Tamil Sri Lanka (13 persen), Tamil India (6 persen), Moor Sri Lanka (7 persen) dan lainnya. Bahasa pengantar resmi yang dipergunakan oleh penduduk adalah bahasa Inggris.

Sri Lanka merupakan negara republik dan termasuk anggota Negara negara persemakmuran. Negara ini menganut sistem multi partai. Sejak negara ini memperoleh kedaulatan pada tahun 1947, Partai Kemerdekaan Sri Lanka hampir selalu mendominasi pemilihan umum yang diadakan. Partai oposisinya yang paling dominan adalah Partai Nasional Bersatu (United National Party). Kepala pemerintahannya adalah seorang presiden yang dipilih untuk masa jabatan selama enam tahun. Kemudian ia mengangkat seorang perdana menteri dan anggota kabinet. Pengangkatan ini berdasarkan suara terbanyak dari hasil pemilihan umum. Berdasarkan amandemen yang ditetapkan tahun 1982, presiden memiliki kekuasaan untuk mengadakan pemilihan umum kembali minimal empat tahun setelah memangku jabatan. Untuk memudahkan pemerintahan daerah, Sri Lanka terbagi dalam beberapa distrik yang dikepalai oleh seorang gubernur. Kekuasaan tertinggi bagi setiap pemerintahan daerah ini terdiri atas dewan kotapraja, dewan kota, dewan urban dan dewan desa. Kekuasaan legislatif dipegang oleh Majelis Tunggal, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (National State Assembly). Setiap anggota parlemen diangkat untuk masa jabatan enam tahun. Sekalipun begitu, dalam keadaan mendesak, presiden memiliki kekuasaan untuk mengadakan pemilihan umum setelah memangku jabatan selama empat tahun.

Sri Lanka mengandalkan perekonomiannya pada ekspor pertanian. Pada tahun 1987 sektor ini memberikan sumbangan sebesar 24,2 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor pertanian ini menyerap hampir separuh jumlah tenaga kerja yang ada di seluruh negara. Sektor lain yang menyumbang PDB adalah perdagangan, industri, transportasi dan komunikasi, dan konstruksi. Di bidang pertanian, negara ini dikenal sebagai negara pengekspor teh terbesar kedua di dunia. Selain itu, negara ini juga di kenal sebagai negara pengekspor karet, kelapa dan serat. Produksi karetnya mencapai 36 persen produksi karet dunia. Sedangkan untuk kelapa, negara ini menyumbangkan sekitar 71 persen produksi karet dunia. Industri utamanya ialah grafit. Sebagian besar produksi ini di ekspor ke Jepang. Selain itu, saat ini negara ini sedang mengembangkan industri semen, tekstil, keramik dan kulit.

Sekitar 69% populasi berasal dari Suku Sinhala, yang mayoritas beragama Buddha mazhab Theravada. Kelompok besar lainnya adalah Suku Tamil (18%) yang mayoritas beragama Hindu 15%, dan tinggal di sebelah utara dan timur. Suku Tamil dibagi lagi kepada dua kelompok: Tamil Asli dan suku Tamil yang merupakan pendatang baru dari India.Baik bahasa Sinhala maupun Tamil telah merupakan bahasa resmi sejak persetujuan India-Sri Lanka yang ditandatangani tahun 1989. Bahasa Inggris, bahasa pemersatu berdasarkan konstitusi, adalah bahasa ibu bagi sekitar 10% dari seluruh penduduk, dan dituturkan serta dimengerti dengan luas di Sri Lanka. Ketiga-tiga bahasa tersebut digunakan dalam pendidikan dan pemerintahan.Minoritas yang lebih kecil adalah Muslim (8%), yang kebanyakan adalah keturunan Arab dan Melayu, suku Burgher (keturunan campuran Eropa; 1%) serta Wanniyala-Aetto atau Vedda, keturunan kebudayaan awal di Sri Lanka yang jumlahnya semakin surut. Agama-agama terbesar adalah Buddha (70%) dan Hindu (15%). Sekitar 7% dari populasi beragama Kristen (7% Katolik dan 1% Protestan).

Sarana perhubungan utama di wilayah negara ini adalah angkutan darat dan kereta api. Hampir seluruh wilayah antara pulau dapat dicapai dengan transportasi ini. Pelabuhan laut utama terdapat di Kolombo, ibu kota Sri Lanka. Pelabuhan ini mendominasi pelayaran di Sri Lanka. Hampir 90 persen jumlah kunjungan kapal melalui pelabuhan ini. Sri Lanka juga memiliki pelabuhan lain yang terletak di Trincomalee dan Galle. Untuk melayani rute penerbangan internasional, Sri Lanka memiliki pelabuhan udara Katunayake dan Ratmalana, sedangkan penerbangan domestik di layani oleh pelabuhan udara Trincomalee, Galle, Jaffna, Baticaloa dan Ampari. Pelayanan penerbangan negara ini di pegang oleh Air Ceylon.

Sri Lanka merupakan negara yang wilayahnya berupa sebuah pulau besar dengan beberapa pulau kecil di sekitarnya. Lebih dari tiga perempat wilayah negara ini berada pada ketinggian di atas 200 meter di atas permukaan laut dan sebagian besar berupa daerah perbukitan. Secara fisiografi, wilayah negara Sri Lanka terdiri atas empat bagian wilayah, yakni Wilayah Tengah, Wilayah Selatan, Wilayah Timur dan Wilayah Barat. Hampir seluruh Wilayah Tengah merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Ketinggian tanah di wilayah ini paling tinggi 2.524 meter di atas permukaan laut, yakni di sekitar Piduru Talagala. Di daerah ini juga terdapat hulu Sungai Mahaveli Ganga yang juga merupakan sungai paling besar di Sri Lanka. Bagian timur merupakan daerah yang bergelombang dan perbukitan. Bukit-bukit yang menonjol antara lain Westminster Abbey, Monaragalla dan Kataragama. Di bagian utara, khususnya di sekitar daratan Jaffna, daerahnya merupakan batu-batuan kapur dan batu karang yang memanjang di lautan lepas pantai.

Separuh wilayah negara ini masih berupa hutan lebat, padang rumput dan gurun. Namun akibat adanya pembabatan hutan secara liar telah menyebabkan kawasan hutan di negara ini menjadi rusak. Kerusakan ini telah mengakibatkan berkurangnya jumlah vegetasi. Jenis fauna paling menonjol di negara ini adalah gajah. Saat ini populasi gajah ini telah banyak berkurang. Diperkirakan jumlahnya hanya tinggal ratusan ekor di seluruh negara. Jenis-jenis fauna lain terdiri atas rusa, macan tutul, kera, monyet, srigala dan banteng.

Pada umumnya, Sri Lanka memiliki iklim yang tropis. Adanya angin musim dan berbagai bentuk relief di beberapa tempat menyebabkan jumlah curah hujan beragam antara daerah satu dengan daerah lainnya. Setiap tahun, bagian wilayah tengah dan barat mendapat hujan lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya (timur dan utara). Rata-rata curah hujan wilayah bagian barat dan tengah berkisar 2.250 – 5.450 milimeter, sedangkan di bagian timur dan utara sekitar 1.000 – 1.600 milimeter setiap tahunnya. Umumnya suhu udara di negara ini berkisar 26,7 derajat celsius hingga 28 derajat celsius. Suhu udara yang tertinggi terdapat di sekitar Trincomalee, yakni 36 derajat celsius.

Sumber daya alam yang paling utama dari negara ini adalah grafit. Sampai saat ini Sri Lanka merupakan penghasil grafit terbesar di dunia. Grafit negara ini juga terkenal memiliki kualitas yang tinggi. Sumber daya alam lain terdiri atas bijih besi dan batu mulia. Sumber-sumber daya ini banyak ditemui di wilayah bagian tengah. Selain itu, daerah ini juga memiliki sumber daya berupa kaolin, yakni bahan pembuat porselen, bahan pembuat genteng, ubin, barang pecah belah dan batu bata, pasir kuarsa dan batu gamping atau kapur.

Jumlah penduduknya adalah sekitar 21,324,791jiwa ( perkiraan tahun 2009 ). Dan dari sekitar 21 juta jumlah penduduk Srilanka tersebut, 75% adalah Suku Sinhala yang mayoritas beragama Budha. Etnis kedua adalah Tamil, sekitar 18% dan mayoritas beragama Hindu. Konsentrasi etnis tamil meliputi Jaffna dan Trincomalee, Sisanya adalah muslim (7%) yaitu etnis Moor yang keturunan Arab dan muslim keturunan Melayu, etnis Burgher yaitu keturunan Eropa (1%) dan Wanniyala Aetto atau Vedda yaitu keturunan penduduk asli Sri Lanka yang saat ini jumlahnya semakin langka. Agama-agama terbesar adalah Buddha (70%) dan Hindu (15%). Sekitar 7% dari populasi beragama Kristen (6% Katolik dan 1% Protestan).

Bahasa resmi yang digunakan di Sri Lanka adalah bahasa Sinhala dan Tami, kedua bahasa tersebut adalah bahasa nasional yang disetujui oleh Sri Lanka pada tahun 1989. Sedangkan bahasa Inggris sendiri merupakan bahasa persatuan berdasarkan konstitusi Sri Lanka, namun di sekitar 10% wilayah di Sri Lanka, bahasa Inggris merupakan bahasa ibu bagi mereka. Ketiga bahasa tersebut adalah sah digunakan dikehidupan sehari hari masyarakat Sri Lanka baik dalam dunia pendidikan.

Tulang punggung ekonomi Sri Lanka adalah ekspor produk pertanian. Negara ini merupakan negara pengekspor teh terbesar kedua di dunia. Komoditi ekspor lainnya adalah tekstil dan produk garmen, rempah-rempah, hasil laut, karet dan produk olahannya, kelapa dan produk olahannya serta berbagai jenis batu mulia: safir, mirah delima, berlian, zamrud, giok, biduri laut, akik, opal dan sebagainya. Produksi karet Sri Lanka mencapai 36% dari produksi karet dunia dan produksi kelapanya menyumbang 71% dari produksi kelapa dunia. Industri utama Sri Lanka adalah grafit atau timbal hitam yang sebagian besar diekspor ke Jepang. Industri keramik dan porselen juga berkembang pesat. Sebuah brand porselen dengan kualitas yang diakui secara internasional dari Jepang, “Noritake”, memiliki dua buah pabrik di Sri Lanka.

Sri Lanka adalah sebuah Negara persemakmuran yang memiliki bentuk Negara Republik jadi kepala Negara Sri Lanka dipimpin oleh seorang presiden. Negara ini menganut sistem multi partai. Sejak negara ini memperoleh kedaulatan pada tahun 1947, Partai Kemerdekaan Sri Lanka hampir selalu mendominasi pemilihan umum yang diadakan. Partai oposisinya yang paling dominan adalah Partai Nasional Bersatu (United National Party). Kepala pemerintahannya adalah seorang presiden yang dipilih untuk masa jabatan selama enam tahun. Kemudian Presiden mengangkat seorang perdana menteri dan anggota kabinet. Pengangkatan ini berdasarkan suara terbanyak dari hasil pemilihan umum. Berdasarkan amandemen yang ditetapkan tahun 1982, presiden memiliki kekuasaan untuk mengadakan pemilihan umum kembali minimal empat tahun setelah memangku jabatan. Untuk memudahkan pemerintahan daerah, Sri Lanka terbagi dalam beberapa distrik yang dikepalai oleh seorang gubernur. Kekuasaan tertinggi bagi setiap pemerintahan daerah ini terdiri atas dewan kotapraja, dewan kota, dewan urban dan dewan desa. Kekuasaan legislatif dipegang oleh Majelis Tunggal, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (National State Assembly). Setiap anggota parlemen diangkat untuk masa jabatan enam tahun. Sekalipun begitu, dalam keadaan mendesak, presiden memiliki kekuasaan untuk mengadakan pemilihan umum setelah memangku jabatan selama empat tahun. Ketika Aliansi Persatuan Kemerdekaan Rakyat menang dalam pemilihan legislatif 2004, banyak orang berharap bahwa Presiden Chandrika Kumaratunga menunjuk Lakshman Kadirgamar sebagai perdana menteri. Tetapi karena ketidakpopulerannya atau karena ia seorang Tamil Sri Lanka yang beragama Kristen, presiden kemudian menunjuk Rajapaksa. Ia disumpah sebagai Perdana Menteri Sri Lanka yang ke-13 pada 6 April 2004. Jabatan ini berakhir pada 21 November 2005.

Di depan Anura Bandaranaike, Rajapaksa dipilih sebagai calon presiden dari SLFP untuk pemilihan presiden 17 November 2005. Calon yang dihadapi adalah Ranil Wikremasinghe yang juga mantan Perdana Menteri Sri Lanka. Dengan 4,88 juta suara (50,3%) pemilih, ia menyisihkan calon presiden Ranil Wikremasinghe yang memperoleh 4,69 juta suara. Ketua Komisi Pemilu Dayananda Dissanayake menandaskan, Rajapaksa memenangi 180.786 suara lebih besar dari saingannya. Ia memperoleh 50% lebih, sehingga tidak perlu ada pemilu ulang. Pengumuman kemenangan tersebut dilakukan pada saat ulang tahunnya yang ke-60 pada 18 November 2005 dan disumpah pada 19 November 2005.Pada 3 Februari 2007, ia mengajukan tawaran bergabung bersama pemerintah kepada para pemberontak Macan Tamil untuk melanjutkan perundingan damai secara langsung dan mengajak Aliansi Nasional Tamil (TNA) bergabung bersama pemerintah untuk memecahkan konflik berkepanjangan (4 Februari 2007). Ia juga meminta Macan mulai meletakkan senjata.Ideologi Srilanka adalah Sosialis Demokratik. Sosialis demokratik mendukung sosialisme sebagai suatu dasar untuk ekonomi dan demokrasi sebagai suatu prinsip pengaturan. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata produksi adalah milik seluruh populasi dan bahwa kuasa atau tenaga politis berada di tangan rakyat secara demokratis melalui suatu persemakmuran (commonwealth) atau republik yang bersifat koperasi sebagai suatu wujud status negara dari swatantra, pemerintahan sendiri.

Sri Lanka adalah Negara yang demokrasi artinya bebas atau tidak terikat oleh pemerintah. Masyarakat bebas menyalurkan aspirasinya tetapi dengan cara yang tepat. Sesuai Konstitusi Sri Lanka, Pemerintah Sri Lanka menjamin kebebasan berekspresi, termasuk kebebasan pers. Namun pada prakteknya, Pemerintah tidak sepenuhnya membuka kebebasan tersebut dengan alasan keamanan nasional. Sejak tahun 1998, setelah terjadinya serangan Liberation of Tamil Tigers Eelam (LTTE) yang cukup mengganggu stabilitas politik, ekonomi dan sosial,  Pemerintah Sri Lanka menyatakan bahwa negara dalam keadaan darurat dan kemudian menutup seluruh akses bagi media lokal maupun internasional untuk peliputan berita yang berhubungan dengan masalah militer dan polisi. Selain itu juga diberlakukan censorship untuk semua pemberitaan lokal maupun internasional yang berkaitan dengan operasi militer dan keamanan. Pada tahun 2002 ketika disepakati perjanjian gencatan senjata antara Pemerintah dan LTTE, semua kebijakan yang terkait dengan kondisi darurat dibatalkan. Namun pada Desember 2004 ketika terjadi bencana tsunami besar yang juga mengimbas Sri Lanka, Pemerintah kembali memberlakukan kebijakan untuk kondisi darurat walaupun waktu itu tidak memasukkan sistem sensor pers.

Pada beberapa kesempatan, Pemerintah selalu menyatakan bahwa kebijakan censorship tidak ada, tetapi pada prakteknya, pers kesulitan memperoleh akses informasi dan mengalami tekanan/ancaman apabila menyuarakan aspirasinya. Tetapi kemudian pada tanggal 28 September 2006, Kementerian Pertahanan menyampaikan edaran bahwa seluruh liputan pemberitaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Media Centre for National Security (MCNS) untuk diklarifikasi atau dikonfirmasi. Hal ini untuk menjamin stabilitas pertahanan dan keamanan terkait dengan pemberitaan yang akan disebarluaskan. Kementerian Pertahanan juga menyampaikan bahwa metode ini bukan merupakan censorship.

Untuk memfasilitasi hubungan dengan pers, pada Oktober 2003 Pemerintah membentuk Press Complaints Commission of Sri Lanka (PCCSL), yang bertanggung jawab melindungi individu warga negara/organisasi yang dirugikan oleh pers. Individu warga negara maupun organisasi yang merasa dirugikan atau terkena dampak negatif dari pemberitaan pers, dapat mengajukan keberatannya, sehingga kemudian PCCSL dapat melakukan investigasi dan mengoreksinya. PCCSL merupakan bagian dari Sri Lanka Press Institute (SLPI), sebuah organisasi semi pemerintah yang bertujuan meningkatkan profesionalisme jurnalisme, menetapkan standar jurnalisme yang profesional dan memperjuangkan aspirasi reformasi media.

Perang saudara di Sri Lanka sejak 1983 berakhir 2009, dengan kemenangan pasukan pemerintah atas gerilyawan Macan Tamil Eelam. Pada saat kekalahan itu, tokoh-tokoh Macan Tamil seperti Vellupilai Prabhakaran dan Charles Anthony tewas di front timur Killinochi dan Mullaitivu. Perang selama seperempat abad lebih dengan korban jiwa 78.000 tersebut, memang menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda.Konflik sektarian antara etnik mayoritas Sinhala dan etnik minoritas Tamil, akibat etnik minoritas Tamil merasa merasa tersisih oleh penetapan bahasa nasional Sinhala dan agama Buddha sebagai agama resmi Sri Lanka. Dengan penetapan tersebut minoritas Tamil pemeluk Hindu dan berbahasa Tamil merasa terpojok dan tidak diadilkan sebagai bangsa Sri Lanka. Dampaknya adalah konfrontasi politik disertai konflik bersenjata yang berlarut-larut sekitar seperempat abad. Adalah mendiang Vellupilai Prabhakaran yang mengangkat senjata melawan ketidakadilan politik buatan mayoritas Sinhala dukungan pemerintah.

Perang gerilya terjadi di berbagai kantong etnik Tamil di selatan, utara dan timur negara pulau tersebut. Pusat pertahanan Macan Tamil Eelam di utara – Semenanjung Jaffna. Adalah Komisi Soulsbury (dari Inggris) yang menjelang kemerdekaan Sri Lanka menetapkan keputusan penting yang dianggap fair, karena etnik Sinhala dan pemeluk Buddha adalah etnik dan agama mayoritas bangsa Sri Lanka.Namun, penolakan etnik Tamil menyebabkan konflik di Sri Lanka terus berlarut selama 28 tahun lebih itu, menelan korban jiwa serta harta benda yang cukup besar. Posisi Sri Lanka sebagai pusat wisata di selatan India juga terganggu, karena menurunnya jumlah kunjungan turis asing.Dampak perang saudara yang berkepanjangan tersebut tetap membekas di batin kedua pihak, sehingga masih sering terjadi balas dendam dan kerusuhan baru, sewaktu-waktu. Tantangan yang harus dijawab dengan dukungan data adalah benar-tidaknya kekerasan fisik dan pelanggaran HAM pada pertempuran terakhir kedua pihak pada Februari 2009.

Dalam versi netral, Pemerintah Kolombo bisa membela diri, dengan alasan dalam pertempuran tersebut pasti kedua pihak (Pemerintah dan Macan Tamil) harus saling bertahan. Terutama pemerintah agar simbol-simbol nasional, yakni kedaulatan dan Pemerintah Sri Lanka. Jadi, setiap gerakan separatisme harus ditentang baik ideologis maupun fisik.Komisi HAM PBB, pada April 2011, menetapkan penelitian para korban pertempuran terakhir Macan Tamil versus pasukan pemerintah Februari 2009 di Killinochi, pusat pertahanan LTTE di timur laut. Banyak versi tentang jatuhnya korban masyarakat sipil.Menurut pemerintah, Macan Tamil mengerahkan ribuan rakyat sebagai perisai hidup untuk bertahan. Sebaliknya, ada laporan bahwa semuanya terjadi akibat serangan besar-besaran pasukan pemerintah, sehingga ribuan rakyat etnik Tamil tewas.Laporan lainnya menyatakan, pada pertempuran terakhir selama dua bulan, terdapat korban rakyat sipil 2.000 orang, dan terluka 4.000 orang. Malahan, ada laporan yang menyatakan Macan Tamil membawa 330.000 rakyat sipil sebagai perisai menghadapi serbuan pasukan pemerintah.

Kini, dampak perang masih terus berjalan terutama berlangsungnya isu penculikan dan orang hilang. Tentu tudingan segera diarahkan kepada pemerintahan Presiden Mahinda Rajapaksa. Presiden Rajapaksa sudah bertekad menghabisi perlawanan Macan Tamil Eelam sayap gerilya militan yang disinyalir masih tersisa di kantong-kantong pertahanan timur serta utara-Semenanjung Jaffna.

Penduduk Srilanka berjumlah sekitar 18 juta, dengan mayoritas Sinhala 69,4 persen. Minoritas Tamil Sri Lanka dan Tamil India 22,7 persen (masing-masing 11 persen). Sisinya etnik Moor 6,4 persen, Burghers, dan Melayu 1,6 persen. Gesekan-gesekan antarkedua etnik masih sering terjadi, Penculikan dan orang hilang sering terdengar, meskipun Komisi HAM Internasional dan PBB sudah mengintervensi agar hal-hal negatif mereda-berkurang.

Pemberontakan Tamil sejak 1983, diawali bentrokan etnik Tamil-Sinhala di ibu kota Kolombo, berlanjut ke kantong-kantong Tamil di utara dan timur laut. Pemimpin Tamil Eelam, Velupilai Prabahakaran, yang enerjik sepak terjangnya.Menurut penulis War or Peace in Srianka, TDSA Dissanayaka, gerakan separatis berawal dari penetapan konsitusi bahwa bahasa dan agama resmi Srilanka adalah Sinhala dan Buddha. Komisi Soulsbury untuk mengalihkan kekuasaan dari Inggris, ternyata menetapkan UU 1956 yang menyatakan Sinhala adalah bahasa resmi negara. Padahal, pada era kolonial, kaum Tamil banyak menjadi pemuka pemerintahan di berbagai bidang, termasuk menguasai ekonomi dan perdagangan.Pemicu utamanya ketika baru merdeka, anggota Kongres Tamil, GG Ponambalan, mengusulkan kepada Komisi Soulsbury, agar jumlah anggota parlemen yang dibentuk harus berbanding sama 50:50 dan 50 (untuk Sinhala, Tamil dan minoritas lainnya termasuk Kristen Sinhala). Usul ini ditolak Lord Soulsbury dengan mengatakan, mayoritas bangsa adalah Sinhala. Latar belakang sejarah konflik ini demi memahami begitu lamanya penentangan Tamil Eelam.Pertempuran hebat antara LTTE dan Tentara Sri Lanka pada akhir Januari 2009, mereda dengan korban sekitar 52 orang dari sekitar 250.000 warga sipil yang terkepung di Kilinochchi, front pertempuran baru, di timur laut. Ternyata, konflik berlarut hingga awal 2012 masih meresahkan komunitas negara pulau dan pusat wisata terkenal itu. Keresahan baru muncul setelah dua tokoh, yakni Lalith Kumar Weerajai dan Muragananthan lenyap bagi ditelan bumi, sejak 9 Desember 2011. Menyusul hilangnya kedua tokoh, muncul demonstrasi di Kolombo pada 9 Januari 2012. Weerajaj dan Murugannthan, yang disebut sebagai pihak yang berdemonstrasi, mempertanyakan hilangnya para tokoh Tamil Sri Lanka. Mereka yang hilang itu sebelumnya diinterogasi pemerintah. Lalith Kumar dan Murugananthan sebelumnya berada di pusat etnik Tamil di Semenanjung Jaffna di utara.Kedua pihak menolak tudingan bahwa para korban adalah target tembakan mereka, termasuk penolakan bahwa tentara maupun demonstran telah menggunakan bom renteng.Sejak jatuhnya Jaffna tahun 2006 basis pertahanan LTTE, kejayaan militer separatis Sri Lanka memudar. Pada 2002, sudah dimulai gencatan senjata dan upaya perdamaian, yang dimediasi oleh kuartet Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Norwegia. Gencatan senjata 2002- CFA-Ceasefire Agreement, dimediasi Norwegia. Pada saat itu juru damai Kuartet mengerahkan 37-57 anggota delegasi yang tangguh. Sayangnya Macan Tamil marah, karena AS maupun Uni Eropa menuduh bahkan melarang LTTE sebagai kelompok terganas di Asia Selatan. Macan Tamil lalu memulai perang baru tahun 2006 bertema Eelam War IV-Perang Eelam Tahap IV.

Kolombo, yang mengungguli perang pada akhir Januari-awal Februari 2009 di Mullaitivu, menganggap musuhnya Macan Tamil sudah sekarat. Tadinya Provinsi Mullaitivu dan Klilinochchi (sekitar1.000 km2) dikuasai LTTE. Namun, akibat serangan total Sri Lanka, kini wilayah Macan Tamil tinggal 30 km2.Kejayaan tiga dekade Macan Tamil Eelam bergerilya dan bertempur, mulai merosot. Pemimpin LTTE, Velupilai Prabahakaran, yang didewakan, berwibawa dan amat ditakuti, juga kabur. Dugaan, dia menyamar ke Thailand atau Malaysia, ke kantong-kantong etnik Tamil yang selama ini membiayai perang separatis di Sri Lanka. Di Kolombo mendiang Menlu Laskhman Kadirgamar (keturunan Tamil yang terbunuh oleh Macan Tamil tahun 2004) mengisahkan penyebab konflik etnik berlarut. Penulis atas rekomendasi Uskup Agung Sri Lanka, Fernando, bisa memasuki markas Tamil di Trincomale, Batticaloa dan Mullaitivu, pada akhir 1999.

Setelah perjanjian perdamaian di batalkan, dengan segera keadaan menjadi semakin buruk. Hal ini dipicu setelah kembalinya Karuna dari penahanannya di Inggris. Karuna langsung aktif dalam perpolitikan dengan bergabung di Tamil Makkal Viduthalai Puligal (TMVP), salah satu organisasi bangsa Tamil. Karuna berhasil memenangkan suara dan membawanya bergabung dengan parlemen.

Pada Januari 2009, pemerintah menyerang tentara LTTE di distrik Mullaitivu yang banyak terdapat rakyat sipil sehingga mengakibatkan 300.000 orang terjebak dalam lokasi peperangan dimana akses air dan makanan sangat terbatas. Pada tanggal 13 Maret 2009 PBB menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi yang terjadi di sana, dan meminta kepada kedua belah pihak untuk mengizinkan masuknya bantuan kemanuasiaan, tapi pemerintah menolak untuk berhenti sejenak dari peperangan.

Dalam peristiwa ini PBB mengindikasikan sekitar 7.500 orang meninggal dan lebih dari 15.000 orang yang terluka antara pertengahan Januari sampai awal Mei. Pada minggu terakhir peperangan, di awal Juni media melaporkan sekitar 20.000 orang meninggal tetapi kabar ini di bantah oleh pemerintah. Mei 2009, pemerintah mengumumkan kemenangannya dengan menunjukkan foto jasad pemimpin LTTE, Velupillai Prabhakaran. Prabhakaran tewas ketika berusaha melarikan diri dari perang bersama dua orang deputinya. Mereka menggunakan mobil ambulans untuk keluar dari daerah konflik, tetapi tentara pemerintah berhasil meroket mobil tersebut.Dengan kekalahan dari pihak LTTEini, tentara yakin bahwa mereka telah berhasil menghentikan gerakan seperatise yeng terjadi selama 25 tahun ini. Meskipun demikian, banyak juga pihak yang merasa bahwa konflik bersenjata dapat terjadi lagi sewaktu-waktu. Konflik yang terjadi di Srilanka sama seperti konflik yang terjadi di Aceh. Dan walaupun membutuhkan waktu, Indonesia berhasil menyelesaikan konflik tersebut dengan jalur diplomasi, dengan mendapatkan bantuan dari mediatornya

Secara historis, Indonesia dan Sri Lanka memiliki ikatan yang erat. Kerajaan-kerajaan Budha kuno yang ada di Indonesia sebagian berasal dari Sri Lanka. Populasi keturunan Melayu di Sri Lanka mengklaim bahwa nenek moyang mereka berasal dari Indonesia khususnya Jawa. Terdapat berbagai kelompok keturunan Melayu yang berupaya melestarikan seni budaya Melayu, di antaranya Sri Lanka Malay Association (SLMA), Kumpulan Melayu Kotikawatte, Sri Lanka United Malay Organization, Kandy Malay Association, Kumpulan Melayu Battaramulla,  Sri Lanka Malay Confederation, Mabole Malay Association, Sri Lanka Malay Association Rupee Fund, Gampola Malay Association, Persatuan Kampong Melayu Hunupitiya, Hill Country Malay Association Kelompok-kelompok tersebut berbentuk organisasi formal dengan berbagai aktivitas.

Hubungan bilateral Indonesia-Sri Lanka berjalan baik, meskipun masih banyak potensi kerja sama yang belum dieksplorasi. Meskipun hubungan kedua negara cukup erat pada tingkat people to people contact, yang diwujudkan oleh kegiatan-kegiatan KBRI Colombo dan masyarakat Indonesia di Sri Lanka dengan Sri Lanka-Indonesia Friendship Association (SLIFA) dan Sri Lanka-Indonesia Business Council (SLIBC), namun dalam tataran yang lebih tinggi, terdapat kendala yang cukup besar yaitu penempatan Sri Lanka dalam kelompok negara yang rawan secara ipoleksosbudhankam. Hal ini menyebabkan proses pemberian visa Indonesia kepada warga negara Sri Lanka menjadi lebih panjang dan berliku-liku, yang pada gilirannya kurang kondusif bagi kunjungan warga negara Sri Lanka ke Indonesia.

Dengan selesainya konflik internal Sri Lanka maka Sri Lanka menjadi lebih kondusif untuk investasi maupun wisata. Dalam berbagai fora internasional, Indonesia dan Sri Lanka bersama-sama memperjuangkan kepentingan kolektif seperti pemajuan HAM, pemberantasan terorisme dan kejahatan lintas negara, pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) dan sebagainya.

Sejak tahun 1977, program KTNB yang berbentuk pendidikan dan latihan kejuruan yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia bekerjasama dengan JICA (Jepang) kepada pemerintah Sri Lanka telah disambut baik dengan mengikutsertakan para pejabat pemerintah terkait yang memiliki dan memenuhi Kriteria/persyaratan yang diperlukan. Setiap tahunnya antara 8 s/d 12 orang pegawai Sri Lanka telah mengikuti pendidikan dan latihan tsb diatas dalam berbagai bidang. Pelaksanaan KTNB telah berhasil mempererat hubungan bilateral dan kerjasama ekonomi kedua Negara. Sementara itu, untuk tahun 2009, Sri Lanka telah mengirimkan pejabat-pejabatnya untuk mengikuti training program antara lain:

Program “Development Training Course of Artificial Insemination on Dairy Cattle”, Singosari Malang, 16 February – 15 March 2009. International Workshop on Women Empowerment in Information Technology, Jkt, 23-28 Maret 2009.The “International Training Program on Intensive Shrimp Culture for Asian Countries” to be held in Jepara, in May 2009.The “International Training Workshop on Development of Renewable Energy: Micro Hydro Energy End – Use Productivity for Rural Economic Development” to be held in Bandung, West Java – Indonesia  from 2-9 June 2009

International Workshop on Disaster Risk Management for Asia Pacific Countries: Consultative Expert Meeting, Jakarta, Indonesia, 9-11 Juni 2009  dan   Program Training Course on Geoinformatika for Natural Hazard Management and Disaster Risk Reduction di Cibinong, Bogor dan Jogjakarta, 8 Juni sd 27 Juli 2009.

Indonesia dan Sri Lanka telah menanda tangani beberapa Nota Kepahaman (MOU), antara lain dibidang Kerjasama Ekonomi dan Tehnik, Perjanjian Promosi dan Perlindungan Investasi yang ditanda tangani pada saat kunjungan Menteri Luar Negeri Sri Lanka ke Indonesia pada tanggal 9-12 Juni 1996, dibidang Pertanian tahun 2004 tentang P3B, pembentukan Komisi Bersama RI-Sri Lanka, dan kerjasama memerangi terorisme Oktober 2007 di New York.

Prihal pendidikan gratis di Sri lanka telah berjalan dan sukses mendahului Indonesia.Akses pada pendidikan dan pemeliharaan di sekolah telah diidentifikasi sebagai tantangan utama yang dihadapi sistem pendidikan Sri Lanka. Kecuali di beberapa sekolah swasta dan internasional baru, pendidikan di Sri Lanka disediakan gratis oleh negara bagian yang memiliki sekolah-sekolah. Peningkatan jumlah anak-anak dari keluarga ekonomi berkecukupan yang bersekolah di sekolah swasta dan internasional di mana Bahasa Inggris sebagai pengantar. Bahasa lokal digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah yang dimiliki oleh negara bagian dengan akses terbatas terhadap Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran. Anak-anak menghadapi persaingan yang kuat untuk masuk di sekolah populer, anak-anak dalam pengaruh konflik dan daerah pedesaan mengalami tantangan dan hambatan lain.Banyak organisasi PBB dan LSM yang telah melakukan survey dan studi untuk menemukan penyebab banyaknya pada sistem pendidikan di Sri Lanka saat ini. Tantangan-tantangan yang diringkas di bawah ini dikumpulkan menggunakan laporan studi, artikel, jurnal yang berbeda berhubungan dengan situasi sistem pendidikan di Sri Lanka. Kajian ini menyajikan informasi penting dan mengidentifikasi sejumlah alasan penting adanya peningkatan angka putus sekolah pada anak-anak di Sri Lanka. Kebanyakan dari tantangan tersebut adalah sama dengan yang ditemui di beberapa negara di Asia Selatan dan Tenggara namun yang  lebih spesifik dalam konteks negara Sri Lanka.

Bahasa pengantar dalam sekolah pemerintah adalah Sinhala dan Tamil. Walaupun kebanyakan distrik di mana presentase anak-anak yang putus sekolah, tidak bersekolah atau baru mulai bersekolah tidak terlalu signifikan, di salah satu distrik yang terdampak konflik 17% dari anaknya putus sekolah, tidak bersekolah atau tidak pernah mendaftar untuk bersekolah.Kurangnya sistem pendidikan yang ramah anak

Kurangnya pengetahuan di antara para guru tentang cara pengajaran interaktif, paedagogi modern dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak.Para guru lebih memfokuskan kepada si “cepat” belajar sementara mengabaikan si “lambat” belajar.Favoritisme oleh para guru.Guru-guru kurang berempati pada murid-murid yang miskin.Guru lebih memilih bekerja di daerah perkotaan menyebabkan kurangnya tenaga guru di sekolah pedesaan.Kurangnya ketertarikan di antara pejabat pendidikan untuk menempatkan kebijakan wajib belajar yang telah ada sejak tahun 1997.Intervensi politik dalam proses penempatan guru-guru.

Kurangnya tekanan, motivasi dan dukungan dari masyarakat untuk meningkatkan kemauan mendaftar dan masuk sekolah.Anak-anak menjadi sangat rentan di daerah yang terpengaruh perang

Keluarga dengan penghasilan rendah berjuang untuk menyediakan keperluan sekolah misalnya sepatu, seragam, alat tulis dan buku-buku bagi anak-anak mereka

Kurangnya kerjasama dengan sektor swasta dan penyandang dana dalam mengatasi isyu pendidikan,Tidak ada partisipasi masyarakat dalam pengawasan penggunaan dari anggaran pendidikan yang sesuai.Kurangnya kebijakan dan praktek pendidikan inklusi.Penurunan persentase GDP secara perlahan yang dialokasikan untuk pendidikan.Anak-anak terikat pada kegiatan ekonomi rumah tangga untuk membantu keluarga daripada datang ke sekolah, atau harus menjaga saudaranya yang lebih muda.

Kesenjangan dalam mekanisme pengumpulan informasi dari tingkat sekolah, lingkungan, propinsi dan juga tingkat nasional.Kurangnya sistem untuk menghargai guru dan kepala sekolah yang mengenalkan metode inovatif untuk menjaga tingkat kehadiran.Buruknya fasilitas sekolah di pedesaan.Tidak tersedia sekolah multi-grade bagi anak putus sekolah dan kembali bersekolah di hampir seluruh daerah .

Kurangnya kesadaran masyarakat pada konsekuensi dari anak-anak putus sekolah – media tidak berperan aktif dalam kepekaan orangtua, dinas dan masyarakat untuk memastikan semua anak mempunyai hak yang sama mengakses pendidikan berkualitas.Ejekan dan hukuman kekerasan oleh guru walaupun ada larangan untuk melakukan hukuman fisik.Pelayanan konseling tidak tersedia pada sekolah dasar dan menengah.Tidak ada sistem untuk menjaga anak-anak dari para ibu yang bermigrasi walaupun ini menjadi sumber no. 1 dari pendapatan luar negeri di Sri Lanka.Buruknya program kesehatan sekolah dan tidak mencukupinya program pemberian pangan di sekolah.

Daei sejumlah masalah yang dibicarakan di atas, sejumlah LSM Internasional membantu Departemen Pendidikan Tingkat Propinsi untuk menerapkan pendekatan baru sebagai proyek panduan di daerah yang berbeda di Sri Lanka selama beberapa tahun terakhir. Mengambil pertimbangan praktis terbaik, Kementerian Pendidikan saat ini memfokuskan pada pengembangan dan penerapan sistem sekolah ramah anak dalam semua sekolah pemerintah dengan bantuan LSM Internasional. Sejumlah LSM Internasional yang tertarik telah memberikan kontribusinya untuk mengembangkan kerangka kerja umum untuk penerapan sekolah yang berpusat pada anak, berfokus anak, dan ramah anak di Sri Lanka. Kementerian Pendidikan berencana meluncurkan sebuah operasi nasional untuk menerapkan sistem sekolah ramah anak dalam waktu dekat dan meminimalisasi pengaruh yang disebabkan oleh isyu yang disebutkan di atas.

Menurut  berita yang dilansir KOMPAS.com – Bank Dunia memberikan pinjaman 100 juta dollar AS untuk peningkatan kemampuan pendidikan di 5.000 sekolah di Sri Lanka. Juru Bicara Menteri Kabinet dan Media Keheliya Rambukwella mengatakan dana bantuan itu bakal cair pada akhir Oktober tahun ini (2011).

Menurut warta Xinhua pada Kamis (20/10/2011), Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) bakal menuntaskan pendampingan finansial untuk pencairan dana tersebut. “Pendanaan itu akan mempersempit perbedaan mutu pendidikan antara sekolah di kawasan pedesaan dan perkotaan di Sri Lanka,” kata Rambukwella.Sementara, secara detail, Rambukwella mengatakan dana tersebut dipakai untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris maupun teknologi informasi. Program itu sendiri berjangka waktu lima tahun.  “Dengan kemampuan itu, siswa di Sri Lanka dapat bersaing meraih kesempatan kerja,” ujarnya.

Termasuk dalam proyek itu adalah 320 sekolah menengah dan 1200 sekolah dasar di seantero Sri Lanka. “Kami akan mengidentifikasi seluruh masalah  sekolah tersebut,” demikian Keheliya Rambukwella.

Namun program pendidikan itu tidak selalu berjalan mulus. Pekan lalu, Kementerian Pendidikan Tinggi Sri Lanka menutup semua perguruan tinggi negeri dan beberapa lembaga pendidikan tinggi sampai pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan itu diambil setelah pemogokan selama dua bulan oleh para akademisi universitas mencapai tahap kritis.

Sebanyak 15 universitas dan enam lembaga lain ditutup tanpa batas waktu. Protes dan boikot yang melibatkan dosen dan mahasiswa tersebut telah terjadi di seluruh negeri. Aksi mogok oleh Federasi Asosiasi Dosen Universitas (FUTA) telah melumpuhkan universitas. Kegiatan akademik termasuk ujian sekira 20 ribu mahasiswa telah terpengaruh. Menteri Pendidikan Tinggi Sri Lanka Dissanayake mengambil keputusan menutup universitas setelah membahas krisis dengan wakil rektor dan pejabat lainnya.FUTA, asosiasi dosen utama di Sri Lanka, dengan lebih dari 4.000 anggota akademis, menuntut agar pemerintah mengalokasikan enam persen dari produk domestik bruto untuk pendidikan, menjamin independensi universitas dari campur tangan politik, dan meningkatkan gaji dosen sebesar 20 persen. Perhimpunan tersebut telah melakukan protes. Protes ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik dan menyoroti isu-isu di sektor pendidikan Sri Lanka, terutama masalah dosen universitas dan kegagalan ‘Z skor’, yakni kesalahan yang dibuat oleh para pejabat dalam menghitung hasil ujian kelulusan sekolah sehingga memicu kemarahan publik. Dissanayake mengatakan kepada parlemen bahwa semua tindakan yang memungkinkan akan diambil untuk segera membuka kembali perguruan tinggi tersebut. Dia menambahkan, kewajiban bahasa Inggris dan kursus ICT untuk mahasiswa baru tidak bisa dilakukan tahun ini akibat krisis yang disebabkan oleh masalah Z-skor.

“Dicurigai ada agenda politik berada di balik aksi FUTA untuk membuat krisis politik yang mengarah ke perubahan rezim. Pemerintah mengambil segala upaya untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi,” kata Dissanayake dalam sebuah pernyataan pers, seperti dikutip dari University World News, Senin (27/8/2012).

Menurut Dissanayake, hingga saat ini proses negosiasi antara pemerintah dengan FUTA masih terus berlangsung. “Kami memiliki sekira 10 diskusi dan perjanjian, draf memorandum kesepahaman, dan sebagainya. FUTA pun masih belum sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara damai, karena beberapa alasan yang tidak diketahui dan mungkin karena alasan politik,” paparnya.Dia menyatakan lebih lanjut, beberapa pihak mencoba untuk membuat krisis politik di Sri Lanka dan telah menggunakan isu-isu untuk keuntungan mereka serta mengumpulkan mayoritas akademisi “tidak bersalah” pada aksi tersebut. Sebagai hasil dari serangkaian diskusi, pemerintah telah sepakat untuk lima dari enam tuntutan, yakni tentang kenaikan gaji dosen. “Pemerintah telah jelas mengindikasikan kepada FUTA bahwa untuk saat ini hal itu tidak mungkin dilakukan karena dapat menciptakan banyak perbedaan dan anomali dalam struktur gaji nasional, serta dapat menciptakan dampak lainnya,” tutur Dissanayake.

Presiden FUTA Nirmal Ranjith Dewasiri mengatakan, telah terjadi pertemuan dengan Menteri Ekonomi Pembangunan Basil Rajapaksa dan membuahkan hasil. Oleh karena itu, ada kemungkinan pemogokan akan dibatalkan minggu depan. “Kami berharap untuk mengakhiri pemogokan jika pemerintah merespon positif tuntutan kami. Dan kami harus menerima solusi untuk masalah ini dalam bentuk tertulis,”.

Sementara itu, anggota Partai Komunis Sri Lanka Janatha Vimukthi Peramuna menuntut agar pemerintah membuka kembali perguruan tinggi dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh dosen. “Mahasiswa memiliki banyak tugas, proyek, dan penelitian sehingga sangat penting bagi perguruan tinggi untuk menjadi terbuka bagi siswa setiap saat. Sehingga mereka dapat menggunakan perpustakaan dan laboratorium,” ungkap Anggota Federasi Inter University, Sanjeewa Bandara.

Meskipun semua universitas ditutup, fakultas kedokteran tetap dibuka karena dosen mereka tidak ikut mogok. Kementerian mengatakan, akan mengumumkan tanggal dimulainya kembali perkuliahan di universitas dan lembaga pendidikan yang telah ditutup sesegera mungkin.

Sisi lain pendidikan di sri lanka dilaporkan Oleh Reporter ucanews.com, Kolombo, Sri Lanka bahwa Menteri S.B. Dissanayake berbicara dengan Uskup Agung Malcolm Ranjith tentang pendidikan.Menteri pendidikan baru Sri Lanka mengatakan ia mendapat dukungan Gereja untuk rencananya guna mengubah dan memperluas pendidikan tinggi, setelah mengadakan pembicaraan dengan Uskup Agung Kolombo Mgr Malcolm Ranjith baru-baru ini.Menteri Pendidikan Tinggi S.B. Dissanayake mengadakan silahturami dengan Uskup Agung Ranjith pada 23 Juli 2012.

“Uskup Agung berjanji akan turut membantu meningkatkan dan memperluas pendidikan tinggi di negeri ini,” kata Dissanayake ucanews.com.

Dalam pertemuan tersebut, menteri diharapkan mempunyai solusi dan rencana untuk meningkatkan pendidikan tinggi guna memberikan kesempatan lebih besar, meningkatkan kompetisi, dan menjembatani kesenjangan pendidikan dan keterampilan di negara ini.Sistem pendidikan tinggi di Sri Lanka mengalami kekurangan dana dalam beberapa tahun terakhir, yang tampak dalam investasi yang sangat sedikit di berbagai universitas.Akibatnya, mayoritas dari mereka yang memenuhi syarat untuk memperoleh pendidikan gratis di universitas tidak bisa diterima di 17 lembaga pendidikan milik pemerintah.

Menteri dan uskup agung itu sepakat bahwa sesuatu harus dilakukan dengan menambah 22.000 kursi di setiap lembaga pendidikan, agar bisa menampung lebih dari 130.000 mahasiswa yang akan masuk ke universitas setiap tahun.

Pemerintah telah memutuskan untuk mendirikan berbagai perguruan tinggi swasta untuk membantu mengurangi problem mahasiswa lokal yang bersaing dengan mahasiswa luar negeri untuk mendapat pekerjaan.Sebanyak 78 lembaga pendidikan lokal dan asing telah mengajukan permohonan untuk membuka program gelar dan diploma.

Sisi lain yang menarik tentang Sri Lanka adalah sector kepariwisataan.Sri Lanka Disebut sebagai mutiara dari Samudera Hindia di masa lalu, Sri Lanka adalah surga tropis yang indah yang terletak dekat dengan India. Lokasinya dianggap strategis penting dalam menghubungkan barat dan timur dan telah memainkan peran utama dari zaman dahulu. Terlepas dari kepentingan strategis diterima karena lokasi, Sri Lanka memiliki berbagai atraksi mulai dari alam untuk arkeologi dan sejarah yang telah mendorong banyak orang untuk mengunjungi pulau ini. Memiliki sejarah lebih dari dua ribu tahun di Sri Lanka memiliki situs archeologically penting, banyak yang berhubungan erat dengan Buddhisme yang merupakan agama utama diikuti oleh mayoritas Sinhala. Anuradhapura dan Polonnaruwa, dua dari kerajaan tertua di Sri Lanka membanggakan dari kuil tua dan istana abad. Meskipun sebagian besar berada di reruntuhan istana berbagai bentuk struktur yang dibangun untuk penghormatan masih utuh dan disembah sampai saat ini. Para Ruwan Weli Maha Saya struktur kolosal dianggap dibangun pada masa Raja Dutugemunu masih berdiri anggun untuk kepentingan banyak umat Buddha di negara itu.

Sigiriya dianggap sebagai keajaiban dunia delapan adalah benteng yang digunakan oleh Raja Kassapa selama pemerintahannya. Dibangun di atas sebuah batu besar, benteng dikatakan memiliki kemewahan yang tak terbayangkan. Arkeolog saat ini masih belum menemukan teknologi yang ajaib yang digunakan oleh nenek moyang untuk menyediakan air ke benteng besar yang memang sebuah keajaiban mengingat waktu di mana ia dibangun. Terlepas dari situs-situs kuno, Sri Lanka juga memiliki wisata alam . Pantai mempesona cerah dan laut biru yang memukau memberikan kesempatan yang luas untuk relaksasi dan rekreasi. Negombo, Mount Lavinia, Hikkaduwa adalah beberapa pantai yang lebih populer ditemukan di Sri Lanka. Hikkaduwa juga memiliki terumbu karang berwarna dan tajam yang dapat dieksplorasi oleh snorkeling atau menyewa perahu glass bottom.

Taman dan cagar alam banyak menampilkan satwa liar hidup di negara ini. Yala, Wilpaththu, Udawalawe hanya beberapa dari taman utama yang dapat dikunjungi untuk melihat satwa liar Sri Lanka. Singharaja, hutan hujan hanya ditemukan di Sri Lanka adalah rumah bagi sejumlah spesies satwa liar endemik dan juga dianggap sebagai Situs Warisan Dunia. Air terjun yang indah yang menghiasi pegunungan yang fitur lain yang menarik ditemukan di sini.

Sri Lanka adalah sebuah negara pulau di pesisir tenggara India. Negara ini pernah mengalami konflik gejolak politik yang berkepanjangan karena bentrokan antara pemerintah dengan kelompok minoritas Macan Tamil.Meski begitu, Sri Lanka sebenarnya adalah negara yang cantik, dengan pantai yang masih sepi karena belum banyak dikunjungi wisatawan juga pulau-pulau kecil di sekitarnya yang asri. Selain pantai-pantai indah, ada lagi obyek wisata di Sri Lanka yang unik, yaitu Sigiriya.Sigirya merupakan sebuah benteng batu kuno dengan reruntuhan istana di Matale. Reruntuhan dan batu besar ini dikelilingi taman, waduk, dan berbagai struktur lainnya.Sigiriya dibangun pada masa pemerintahan Raja Kassappa I, pada 477 hingga 495 Masehi. Sigiriya merupakan salah satu dari 7 situs Warisan Dunia UNESCO yang ada di Sri Lanka.Dalam bahasa setempat, Sigiriya berarti Batu Singa. Batu ini dibentuk akibat adanya ledakan volkano dan magma di masa lalu. Batu ini berdiri tinggi di atas dataran di sekitarnya dan dapat terlihat dari jauh karena tingginya yang berukuran 370 meter. Batu ini bersandar pada sebuah gundukan curam yang muncul tiba-tiba dari dataran di sekitarnya.Sigiriya berdiri megah menghadap ke hutan di sekitarnya yang menghijau. Di bawahnya terdapat tanaman-tanaman dengan sistem air yang rumit dan indah, mengandung jaringan kompleks dari sistem distribusi air bawah tanah. Di taman ini juga ada sebuah pemandian yang dulunya digunakan oleh raja-raja. beberapa air mancur di taman ini juga masih berfungsi hingga saat ini.

Yang menarik wisatawan dari Sigiriya ini adalah Gua Ajanta, di dalamnya ada lukisan antik milik kerajaan India zaman dulu. Lukisan yang masih tersisa di gua ini berjumlah 22 buah, dari 500 buah lukisan yang diperkirakan pernah berada di dalamnya. Untuk menjaga awetnya lukisan ini, pengunjung tidak diperbolehkan memotret menggunakan lampu kamera.Selain lukisan, gua ini juga dilindungi tembok setinggi tiga meter. Tembok dilapisi glasir cermin halus, sebuah tempat di mana pengunjung dapat menulis kesan mereka tentang batu tempat wisata yang luar biasa megahnya ini. Grafiti di tembok kaca ini sudah ada sejak abad ke-7.

Di kawasan Cinnamon Garden terdapat monument sejarah perjuangan rakyat Sri Lanka.Independence Memorial Hall adalah monumen nasional yang sangat penting untuk bangsa Sri Lanka, sekaligus objek wisata menarik untuk wisatawan. Letaknya di jantung Kota Colombo.Karena namanya Hall alias aula, monumen ini memang berbentuk seperti aula dengan banyak tiang dan atap kokoh, namun sengaja dibuat tanpa dinding. Pengunjung bisa masuk dari arah mana saja.

Dalam catatan sejarahnya, pada 4 Februari 1948, di lokasi ini menjadi tempat diresmikannya parlemen pertama Sri Lanka oleh Pangeran Henry dari Inggris. Hal itu sekaligus menandai, dimulainya pemerintahan Sri Lanka yang berdiri sendiri, bebas dari kekuasaan Inggris.Arsitekturnya bukan sembarangan. Aula kemerdekaan ini meniru Mogul Moduwa, ruang perayaan dari Kerajaan Kandy, kerajaan terakhir di Sri Lanka sebelum dijajah Inggris.Di depan aula ini tegak berdiri patung Sir Stephen Senanayake. Dialah bapak bangsa untuk Sri Lanka, sebagai Perdana Menteri pertama Sri Lanka. Dia menjadi ikon, seperti halnya Soekarno menjadi proklamator Indonesia bersama Mohammad Hatta.Objek wisata ini menarik untuk dikunjungi karena menjadi titik awal lahirnya Sri Lanka. Tempat ini dilengkapi Independence Memorial Museum yang terletak di ruang bawah tanah aula kemerdekaan ini.

Singa, lambang negaranya Sri Lanka  dan relief di langit-langit di dalam aula menjadi pemanis khusus bangunan ini. Relief ini menceritakan sejarah Sri Lanka tapi juga ada relief sebuah gunung yang disebut Adam’s Peak atau Gunung Sri Pada.Gunung itu diyakini sebagai tempat Nabi Adam turun ke bumi. Hal itu ditandai dengan sebuah tapak kaki di puncak Sri Pada.

Srilanka adalah surga tropis dan ajaib pada Samudera Hindia. Negara ini diakui dunia internasional untuk atraksi yang menarik dan keindahan. Srilanka terletak di Samudra Hindia dan juga penuh kasih disebut sebagai Permata Samudera Hindia. Para pengunjung ke negara indah datang dari setiap sudut dan sudut dunia untuk menikmati liburan mereka sebagai obyek wisata alam indah dan beberapa atraksi buatan manusia dengan mudah menarik mereka intens. Srilanka ini berbintik-bintik dengan pantai pasir berkilauan perak, museum terkenal di dunia, tempat bersejarah, galeri seni dan berbagai atraksi menarik lainnya.Turis dari seluruh dunia datang ke sini kebanyakan untuk mengunjungi dan menjelajahi keajaiban monumen bersejarah dan tempat bersejarah. Srilanka adalah luar biasa dan waktu yang sama sangat indah yang tidak pernah gagal untuk memikat para pengunjung.

Srilanka memiliki banyak atraksi yang pasti akan sangat menarik dan beragam cinderamata,seperti batu permata.

Kolombo  adalah ibukota Srilanka dan dikunjungi oleh sebagian besar oleh wisatawan. Kondisi iklim dingin ramah menarik pengunjung. Para megah candi, benteng keajaiban arsitektur, ruang kemerdekaan, benteng menara jam, zaman Belanda Museum, dll samping kita juga dapat berbelanja di toko yang berderet-deret dan menikmati festival penuh warna, budaya warisan  yang kaya, upacara di ibu kota sangat menarik. Kolombo sangat terkenal untuk akomodasi mewah dan beberapa hotel yang luar biasa dengan fasilitas yang besar.

Trincomalee adalah tujuan wisata yang ramah di Sri Lanka, dengan berakhirnya perang sipil yang berlangsung selama beberapa dekade. Pantai indah yang telah tersentuh menunggu wisatawan yang ingin menjelajahi lokasi yang eksotis. Terletak di pantai timur pulau, perairan di sekitar Trincomalee menawarkan beberapa tempat terbaik untuk berselancar di Sri Lanka. Nilaveli dan Upaveli adalah salah satu pantai terbaik di kota pesisir.Kegiatan wisata populer di wilayah ini meliputi; kunjungan ke Velgam Vihara yang merupakan Candi Budha yang sudah ada sejak abad 2, ikan paus dan lumba-lumba , Pottuvil laguna, Kuamana dan Yala National Park , Koneswaram Kovil dan Swami Rock atau apa yang disebut sebagai Leap Lovers.

Dalam hal agama dan kepercayaan,maka agama Islam menjadi agama yang pemeluknya minoritas. Islam di Sri Lanka merupakan agama Islam yang dipraktekkan oleh sekelompok minoritas yang membentuk sekitar 10% dari populasi penduduk Sri Lanka. Angka ini menunjukkan ada sektar 1.711.000 orang Muslim. Komunitas Muslim dibagi menjadi tiga kelompok etnis utama yaitu: Sri Lanka Moors , Muslim India , dan Melayu yang masing-masing dengan sejarah dan tradisi berbeda. Sikap di antara mayoritas orang di Sri Lanka adalah dengan menggunakan istilah “Muslim” sebagai suatu kesatuan kelompok etnis tanpa membedakan daerah asalnya.

Warna hijau pada salah satu bagian bendera Sri Lanka mengartikan negara tersebut terdiri dari Muslim Sri Lanka.Etnis Moor Sri Lanka merupakan etnis muslim terbesar sekitar 92% dari keseluruhan muslim disana, disusul oleh etnis melayu sekitar 5% dan etnis India. Masyarakat dan pemerintah, menyebut semua etnis muslim tersebut dalam satu kesatuan sebagai “etnis Muslim” secara khusus ditujukan kepada muslim Moor Sri Lanka. Yang lebih menarik adalah etnis Shinhala yang beragam Islam pun turut disebut sebagai “Etnis Muslim”.

Tahun 1980 pemerintah Sri Lanka membentuk Departemen Urusan Agama dan Budaya Islam, khusus menangani kepentingan muslim Sri Lanka, juga merupakan sikap tegas pemerintah Sri Lanka terhadap usaha Etnis Tamil yang berupaya menjadikan Muslim Sri Lanka sebagai bagian dari Etnis Tamil. Pemerintah Sri Lanka yang dikuasai oleh Etnis Shinhala menentang usaha tersebut dan tetap menjadikan umat Islam disana sebagai ‘etnis muslim’ dengan identitas-nya sendiri. Selain Muslim Suni (mazhaf Syafi’I dan Hanafi) serta komunitas kecil Shiah, Komunitas Ahmadiyah di Sri Lanka sudah berdiri sejak tahun 1915, namun muslim Sri Lanka menganggap Ahmadiyah bukan bagian dari Islam.

Saat ini ada sekitar 5000 masjid di Sri Lanka yang senantiasa berkoordinasi dengan Departemen urusan agama dan Budaya Islam Sri Lanka. Selain masjid, ada sekitar 749 sekolah Islam dan 205 madrasah di Sri Lanka yang mengajarkan pendidikan Islam, salah satu sekolah Islam ternama di Sri Lanka adalah Zahira College di Kolombo. Zahira College merupakan sekolah Islam pertama di Sri Lanka, dibangun pada tahun 1892 oleh tokoh muslim Sri Lanka I. L. M. Abdul Aziz dan Arasi Marikar Wapchie Marikar dengan bantuan dana dari Ahmed Orabi Pasha. Awalnya sekolah ini merupakan Madrasah bernama Al Madrasathul Zahira dan kini menjadi sekolah Islam terbesar dengan siswanya mencapai 4000 orang dan merupakan salah satu sekolah paling bergengsi di Sri Lanka. Di dalam komplek sekolah ini terdapat masjid tertua di Sri Lanka, yang masih eksis hingga kini. Muslim Sri Lanka juga memilki universitas Islam di Beruwala (Jamiya Naleemiya).

Dengan kedatangan pedagang-pedagang Arab pada kurun abad ke-8, Islam mulai berkembang di Sri Lanka. Golongan pertama yang menganut agama Islam ialah para pedagang Arab dan isteri keturunan mereka yang dikawini setelah memeluk Islam. Pada kurun abad ke-15, pedagang-pedagang Arab telah menguasai banyak perdagangan di Samudera Hindia termasuk di Sri Lanka. Banyak di antara mereka yang bermukim di pulau itu lalu melakukan penyebaran Islam. Tetapi orang Portugis tiba pada abad ke-16, banyak keturunan Muslim mereka (Orang Moor Sri Lanka) ditindas lalu memaksa mereka berhijrah ke pegunungan Tengah dan ke kawasan pantai timur negara itu.Semasa kurun waktu abad ke-18 dan 19, orang Islam Jawa dan Melayu dibawa masuk oleh penjajah Belanda dan Inggris lalu menyumbang kepada pertumbuhan populasi Muslim di Sri Lanka. Keturunan mereka, kini adalah orang Melayu Sri Lanka, menerima pakai beberapa tradisi Islam orang Moor Sri Lanka di samping juga menyumbang amalan budaya Islam mereka yang anut dan disebarkan kepada kumpulan-kumpulan Muslim lain di pulau tersebut.

Kedatangan orang Islam dari India semasa kurun waktu abad ke-19 dan 20 juga menyumbang kepada perkembangan Islam di Sri Lanka. Terutama orang Islam Pakistan dan India telah memperkenalkan Islam ala Syiah dan mazhab Hanafi ke dalam Sri Lanka walaupun kebanyakan orang Islam di pulau itu masih berpegang teguh pada amalan tradisional Islam Sunni.

Islam masuk ke Sri Lanka di mulai di abad ke 8 Masehi dibawa oleh para pedagang pedagang Arab, sejak itu Islam mulai berkembang di Sri Lanka. Sejarawan Islam Ibnu Batutah pernah menyinggahi pelabuhan Kolombo di abad ke 14M dan menulis dalam catatannya tentang Kolombo yang disebutnya sebagai Kalanpu. Di abad ke 15M pedagang arab sudah menguasai jalur perdagangan di kawasan samudera hindia termasuk Sri Lanka. Banyak di antara mereka yang kemudian menetap disana dan turut memperkuat syiar Islam.

Tahun 1505 penjelajah Portugis dibawah pimpinan Lourenço de Almeida mulai masuk ke Sri Lanka Lanka lalu membuat perjanjian dagang dengan raja Kotte Parakramabahu VIII (1484–1508), namun kemudian berubah menjadi penjajahan Portugis atas Sri Lanka, ummat Islam mulai ditindas, termasuk dipaksa untuk pindah ke pedalaman dan pantai timur Sri Lanka. Portugis yang secara tradisi memusuhi muslim Moor (Maroko) tetangganya di Afrika, kemudian menyamaratakan semua muslim yang ditemuinya sebagai musuh dan menyebutnya dengan sebutan Moor atau Moro, terutama kepada muslim arab. Itu sebabnya Portugis juga menyebut semua muslim Arab di Sri Lanka dengan sebutan Moor. Sebutan itu menjadi satu nama yang terwariskan hingga kini di Sri Lanka.

Muslim yang tinggal di kawasan Pettah membangun sebuah masjid yang sangat impresif dengan rancangan unik mirip sebuah bangunan istana gula gula dengan warnanya yang berlapis lapis merah dan putih seperti kue lapis. Masjid ini begitu terkenal di kota Kolombo sampai sampai disebut sebagai Landmark nya kota Kolombo sejak selesai dibangun tahun 1909 hingga kini. Masjid tersebut terkenal dengan nama masjid Pettah atau Saman Kotai, aslinya bernama Masjid Jami Ul-Alfar.

Muslim India pertama kali masuk ke Sri Lanka di masa penjajahan Portugis lalu gelombang berikutnya masuk di masa penjajahan Inggris (saat itu India juga dibawah jajahan Inggris). Yang paling dikenal adalah muslim dari Pakistan dan India selatan yang memperkenalkan mazhab Hanafi dan Syiah. Mereka masuk ke Sri Lanka untuk mencari peluang usaha. Mayoritas muslim India berasal dari Tamil Nadu dan Kerala .

Sedangkan muslim Memon berasal dari Sindh (kini masuk ke dalam wilayah Pakistan). Tahun 1980 jumlah muslim India di Sri Lanka ada sekitar 3000 jiwa, mereka juga muslim suni, mengikuti mazhab Hanafi. Salah satu masjid warisan dari muslim India di Sri Lanka adalah masjid Al Jami ul Azhar Jumma Mosque di kota Kurunegala. Masjid Muslim India ini cukup besar dan indah, kini menjadi masjid Jami’ nya kota Kurunegala, Letaknya tak jauh dari Masjid Jum’ah Melayu Kurunegala.

Salah satu hal yang sangat menarik ketika kita berada di ibukota Sri Lanka,Kolombo,karena Salah satu nama jalan di kota Kolombo Java Lane. Java di nama jalan tersebut memang merujuk kepada kata Jawa.Di abad ke 18, Muslim Melayu dari Indonesia (Jawa) dan Melayu masuk ke Sri Lanka dibawa oleh penguasa Belanda. Kala itu baik Indonesia, Malaysia dan Sri Lanka sama sama dibawah penjajahan Belanda. Muslim melayu yang masuk ke Sri Lanka merupakan tentara resimen melayu bentukan Belanda untuk ditempatkan di Sri Lanka dan para tahanan Politik dari Indonesia yang dibuang ke sana. Muslim dari Indonesia terdiri dari para bangsawan, tokoh masyarakat, ulama beserta keluarganya yang menentang penjajahan Belanda.

Ada sekitar 50 ribu jiwa keturunan mereka kini yang di Sri Lanka, mereka mengadaptasi beberapa tradisi Moor Sri Lanka namun tetap mempertahankan tradisi melayu termasuk penggunaan Bahasa Melayu di lingkungan mereka sendiri hingga kini. Sama seperti di Indonesia dan Malaysia, muslim melayu Sri Lanka merupakan muslim sunni dan berpegang pada mazhab Safi’i.

Tulisan tentang Sri Lanka ini diakhiri dengan berbagai ide dan harapan,semoga Konflik etnis sebagaimana terjadi di Sri Lanka, penyelesaian secara integratif nampaknya akan sulit dipahami oleh masing-masing pihak akan tetapi solusi semacam federalisme, otonomi yang luas, pembagian kekuasaan serta menghindari kekerasan antar-etnis merupakan jalan keluar yang perlu dipikirkan. Memanfaatkan tokoh-tokoh nasional dan internasional yang berpengaruh dan dapat diterima masing-masing pihak merupakan cara penyelesaian yang bisa dipikirkan pula. Penyelesaian pertikaian, mediasi, dan, jika perlu, renegosiasi. Persamaan hak dan demokrasi  serta menciptakan ruang politik bagi negosiasi lanjutan dan akomodasi politik yang juga merupakan cita-cita bangsa Sri Lanka.(dari berbagai sumber)

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: