SINETRON MUTIARA DARI SELATAN

Sinopsis

Mutiara Dari Selatan.

                  Cerita/Naskah             :  Dr. Ir. Drs. Syahriar Tato SH. MS. MH. IAP.

            Skenario                      : Aca Hasanuddin Mt.

Suasana hening di perkampungan kumuh para nelayan mendadak ramai, Seorang orang ibu dengan rambut terurai berlari kepantai sambil menangis histeris. Dari pembicaraan warga diketahui kalau sebuah perahu nelayan tenggelam  ditelan ombak. Nelyan ini nekat melaut meski angin barat datang karena kebutuhan ekonomi yang sangat mendesak. Sebuah perahu yang membawa mayat Daeng Karim tiba. Kerabat meraka   tampak histeris memeluk mayat tersebut.

Farida (20 tahun) putri Daeng Karim datang, ia langsung menangis histeris memeluk mayat ayahnya. Kematian ayahnya adalah bencana, karena  dengan kehilangan seorang ayah, adalah kehilangan tulang punggung keluarga yang berarti  kehilangan masa depan karena  harus berhenti kuliah di Makasar.

Farida menjalani hari-harinya, ditemani kekasihnya yang bernama Syamsul 21 tahun. Dipantai, ia menyaksikan rumput laut yang terbuang sia-sia, muncul ide Farida untuk memamfaatkannya dengan membuat manisan dan minuman dari rumput laut dan ternyata digemari warga. Ketika  Farida  menyaksikan ikan poso-poso, ciko-ciko dan bete-bete yang tak kering akibat hujan dan harus dibuang, akhirnya tibul iRustama untuk membuat bakso ikan.  Bako ikan pun ternyata enak dan digemari. Hingga akhirnya bersama tetangga Farida membuat manisan serta minuman rumput laut dan Bakso ikan, untuk dijual di kantin sekolah serta warung tetangga dan ternyata peminatnya cukup banyak. Dengan melibatkan ibu-ibu sekitar, usaha ini berjalan lancar.

Di televisi tetangga, Farida  menyaksikan sebuah acara yang menjelaskan tentang fungsi  Hutan bakau   diantaranya sebagai Penyaring sampah , sebagai penyubur perairan karena hutan bakau  menghasilkan unsur hara yang bermanfaat bagi fitoplankton, Akar bakau  sebagai tempat bertelur dan berlindung berbagai habitat udang dan ikan, dan masih banyak lagi. Semangat Farida bangkit, namun niatnya itu tidak mendapat restu dari ibunya, karena ibunya lebih setuju menerima lamaran Syamsul yang putra juragan ikan dikampung tersebut. Bagi Bu Mina , dengan menikahkan Farida dengan Syamsul,  maka  utang-utangnya pada juragan Makmur  tidak perlu dibayar, Farida pun bisa membantu biaya hidup serta sekolah Rani. Ternyata Farida menolak dengan alasan,  kalau ia menikah, permasalahannya diri dan keluarganya memang akan selesai, akan tetapi permasalahan masyarakat dikampungnya terus berlanjut. Meski juragan Makmur  mengancam akan menyita rumah untuk melunasi utang keluarganya dan megusirnya dari rumah tersebut, Farida tetap menolak. Ia  bertekad untuk mencari jalan keluar agar para nelayan dikampungnya bisa hidup layak seperti nelayan didaerah lain.

Farida terus membujuk warga sekitar untuk mendukung rencananya menanam pohon bakau  dipantai. Niat Farida ini bukan hanya tidak mendapat dukungan, akan tetapi cibiran dari segenap warga terlebih dari keluarga Juragan Makmur. Namun Farida tidak patah semangat, ia terus berusaha mewujudkan impiannya hinga akhirnya  mahasiswa  Jurusan kelautan  KKN dikampungnya, para mahsiswa  sangat mendukung usaha Farida. Jamal pun menemani Farida ke Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam  untuk mendapatkan penjelasan serta hal lain yang berhubungan dengan  rehabilitasi bakau .

Kedekatan Farida dan  Jamal membuat Syamsul cemburu. Meski Jamal menjelaskan kalau hubungannya dengan Farida hanyalah dukungan pada tekat Farida membangun kampungnya, namun Syamsul tidak percaya. Dengan berbagai cara ia berusaha mencelakai Jamal cs. Syamsul pun  menghadang dan menghajar Syamsul yang ternyata Jamal adalah jago bela diri. Perlakuan Syamsul terhadap Jamal membuat Farida makin simpati kepada Jamal dan sebaliknya kebencian pada Syamsul. Akhirnya dengan  dukungan  mahasiswa yang KKN didesa tersebut diikuti oleh Kepala Desa, Kepala dusun dan tokoh masyarakat. Segala upaya Farida pelan pelan dapat terwujud.

Dalam pertemua warga, mereka pun mulai memikirkan usaha lain misalnya beternak itik. Jurgan Makmur  makin benci pada Farida karena dengan keberhasilan warga khususnya ibu-ibu untuk membantu penghasilan keluarga, dengan demikian usahanya sebagai Juragan (rentenir) tidak jalan. Ia berusaha menteror kepala desa yang dulu didukung dan dibiayanya hingga terpilih jadi kepala desa. Awalnya kepala Desa menuruti kemauan Juragan Makmur, namun isterinya mengingatkan kalau keputusannya itu salah, ia pun balik menudukung usaha Farida dan Mahasiswa. 

Perpisahan Para Masiswa yang telah selesai masa KKN nya dengan Warga berlansung meriah. Warga memberikan bermacam-macam oleh-oleh dari hasil karya mereka. Samsul yang menyaksikan agak jauh dari warga tampak geram. Terlebih ketika Jamal menyalami Farida dimana warga bertepuk tangan.  Syamsul sangat emosi.

Merasa terkucilkan, dan malu karena oleh warga ia digelari Mahdid Musawaroh Sang rentenir di sinetron Islam KTP, serta nasehat isterinya, akhirnya Juragan Makmur menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada kepala Desa, ia pun ikut aktif mendukung kegiatan warga. Setelah beberapa lama, terdengar kabar, mereka telah memiliki alat penggilingan bakso sehingga menjadi lebih halus, dan hasil jualan bakso mereka sudah laku, itik yang telah sehat dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan rencana mereka membuka pemasaran bakso ke Dusun lain, bahkan ke desa sebelah. Merekapun menjadi  anggota BPD dan  memperoleh dukungan dana dari ADD (Alokasi Dana Desa) yang bisa mereka manfaatkan untuk pengembangan usaha  mereka.Para nelayan pun telah menuai hasil ikan tangkapan yang memuaskan. Gubernur datang meninjau kampung nelayan tersebut dan memberi gelar pada  Farida sebagai Mutiara dari Selatan.  Sementara dari warga sepakat agar Farida kembali melanjutkan kuliahnya, dan biayanya diambil dari keuntungan koperasi warga. Gubernur pun tidak mau kalah, atas nama peribadi ia mengangkat Farida sebagai anak asuh, dan  menyatakan kesiapannya membiayai kuliah Farida.  Warga menggotong Farida keliling kampung.

Sekian.

Skenario.

Mutiara Dari Selatan

            Ide Cerita: DR. Ir. Drs. Syahriar Tato SH. MS. MH. IAP.

              Skenario:  Aca Hasanuddin Mt.

 

 

Oxfam Kantor Indonesia Timur,  Mempersembahkan………..

 

Mutiara Dari Selatan

Fade out.

Fade in.

 

  1. 01.  BGT.

Pemain      :

 

Nukilan-nukilan adegan yang dianggap menarik, menjadai latar belakang nama-nama karyawan dan artis utama,   diiringi lagu Theme Song  hingga title selesai.

 

Fade out.

Fade in.

 

  1. 02.  Ext. Kampung Nelayan. Pagi.

Pemain      : Bu Mina, beberapa warga.

 

Dari kejauhan tampak seorang ibu  yang kemudian dikenal sebagai ibu Mina, berlari sambil menangis histeris, rambutnya yang terlepas dibiarkan terus tergerai dihempas angin, ia terus berlari dan terus menangis.

 

BU MINA.

Eeeeh kodongnge. Kubilang memang jangan maki kelaut.

 

Bu Mina terus berlari.  Muncul beberapa  berlarian ke pantai.

 

Cut to.

 

  1. 03.  Ext. Jalan Raya. Pagi.

Pemain      : Rani.

 

Rani yang berlari sambil menangis.

 

Cut to.

 

  1. 04.  Ext. Pantai. Pagi.

Tampak warga menggotong mayat Daeng Karim,  Bu Mina datang lansung menyeruak, dan menangisi mayat suaminya.

 

BU MINA.

Eee kodong, ditinggalkan betulka’ daeeeng. Daeeeeng jangan ki tinggalkan ka kasiaaan. Kasian anak-anak ….(Improvisasi)

 

Bu Mina terus menangis histeris.

 

SESEORANG.

Ada mi yang samoakan sama Farida ?

 

SESEORANG.

Iyye saya sudah telpon mu,  sudah jalan.

 

Cut to.

 

  1. 05.  Int. Mobil. Pagi.

Pemain      : Farida.

 

Farida tampak menangis di dalam mobil yang terus melaju.

 

Cut to.

 

  1. 06.  Int. Rumah Syamsul. pagi.

Kadir lari masuk dan membangunkan  Syamsul.

 

KADIR.

Sul…sul… calon mertua kamu tenggelam.

 

SYAMSUL.

Apa mi seng, ganggu saja.

 

KADIR.

Bapaknya Farida tenggelam.

 

SYAMSUL.

Darimana ko tau.

 

KADIR.

Itu orang-orang pada kesana. Ayo mi, masa kau enak-enakan tidur sementara calon mertuamu meninggal

 

Cut to.

 

  1. 07.  Int. Rumah Syamsul. pagi.

Pemain      : Juragan, anak buah.

 

Tampak Juragan Makmur bersama anak buahnya.

 

JURAGAN MAKMUR.

Biar tommi, tidak ada urusan, biarpun anak saya pacaran sama anaknya, tetap saja dia harus  ganti itu perahu.

 

ANAK BUAH.

Maksud saya, masih hidup saja utangnya sudah banyak, apa lagi dia sudah meninggal, sementara isterinya tidak ada pekerjaan, mau bayar pakai apa.

 

JURAGAN MALMUR.

Terserah mau bayar pakai apa, pokoknya harus  bayar.

 

Cut to.

 

  1. 08.  Int. Mobil. Pagi.

Pemain      : Farida.

 

Farida tampak menangis di dalam mobil yang terus melaju.

 

Cut to.

 

  1. 09.  Ext. Jalan raya. Pagi,

Pemain      :

 

Mobil yang ditumpangi Farida melaju dengan kencang.

 

Cut to.

 

  1. 10.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Bu Mina, Rani,  Figurant 15 org.

 

Bu Mina dan Rani menangis sambil memeluk mayat  Daeng Karim.

 

Cut to.

 

  1. 11.  Ext. Rumah Farida. Siang.  

Pemain      : Farida, Syamsul, Kadir,  figurant 15 org.

 

Tampak warga menyiapkan penguburan. Beberapa diantara mereka membicarakan kenekatan Daeng Karim.

 

WARGA 1.

Nekat mentongngi, musim barat, masih berani ketengah laut.

 

WARGA 2.

Iyya, saya sempat larang tapi Daeng karim bilang, kalau tidak melaut, kita mau makan apa ?

 

WARGA 3.

Tapi saya salut usaha sekolahkan Farida sampai pergurun tinggi padahal penghasilannya tidak seberapa.

 

WARGA 2.

Na gara-gara itu tommi makanya dia melaut, soalnya Farida minta dikirimi uang.

 

            Juragan Makmur dating bersama seorang anak buahnya.

 

WARGA.

Datang mi seng rentenir. Mau mi seng itu menagih.

 

WARGA 1.

Ndak lah, masa orang lagi berduka ditagih juga.

 

WARGA.

Mana dia perduli berduka apa tidak.  Diakan sudah  mati rasa. Yang ada diotaknya, cuman  bagaimana bisa dapat uang.

 

Kepala Desa datang ia menyalami Juragan sambil merunduk.

Sebuah mobil berhenti, Farida  turun dari mobil sambil menangis. Syamsul dan Kadir juga muncul.

 

KADIR.

Farida bos. Makin cantik aja.

 

Syamsul tersenyum, Farida  lansung berlari menyeruak masuk kedalam rumahnya.

 

Cut to.

 

  1. 12.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani,  figurant 15 org.

 

Farida lansung memeluk mayat ayahnya. Ibunya pun memeluk Farida memeluk erat. Mereka berpelukan bertiga dengan adik Rani  (Adik Farida).

 

RANI .

Kakaaaaa, tidak ada mi bapaaaaaaak.

 

Warga yang menyaksikan ikut menangis menyaksikan peristiwa haru tersebut.

 

IBU-IBU 1.

Kasianna, anak-anaknya masih sekolah kasian, bagaimana mi itu.

 

Bu Mina, Farida dan Rani  terus berpelukan sambil menangis.

 

IBU-IBU.

Sabar ki, ikhlas kan mi, semuanya  takdir Tuhan.

 

Nasehat ibu tersebut tidak mampu membendung keharuan  Bu Mina bersama anak-anaknya.  Para pelayat ikut terharu.

 

Dissolve.

 

  1. 13.  Ext. Matahari. Senja.

Pemain      :

 

Matahari tenggelam diufuk barat.

 

Cut to.

 

  1. 14.  Ext. Rumah Farida. Malam.

Pemain      :

 

Establishing Rumah Farida.

 

OS. BU MINA.

Ibu Ndak tau harus bagaimana lagi nak.

 

OS. FARIDA.

Makanya, biar mi saya berhenti kuliah.

 

Cut to.

 

  1. 15.  Int. Kamar Rumah Farida. Malam.

Pemain      : Farida, Bu Mina.

 

Farida dan ibunya ngobrol, mata meraka masih kelihatan bengkak.

 

BU MINA.

Iyya nak, ibu juga ndak tau bagaimana kita bisa hidup sementara ibu sndiri belum  tau bisa dapat uang dari mana.

 

FARIDA.

Tuhan maha tahu bu, Dia maha penolong.

Makanya biarmi saya berhenti kuliah biar bisa cari kerja.

 

BU MINA.

Kamu kerja apa, disini ndak ada yang bisa dikerja.

 

FARIDA.

Apa saja yang penting bisa dapat uang dan   halal.

 

Bu Mina terharu mendengar ketulusan Farida. Ia menarik nafas panjang lalu angkat bicara lagi.

 

BU MINA.

Tapi bapakmu ingin sekali kamu sekolah sampai tamat nak.

 

FARIDA.

Saya juga mau sekali,  tapi  mau gimana lagi bu.

 

Dissolve.

 

  1. 16.  Ext. Kampung Nelayan. Pagi.

Pemain      :

 

Suasana diperkampungan nelayan. Ib-ibu yang membantu suaminya merapikan jaring yang sudah sobek. Sementara yang lainnya asyik mencari kutu, ada juga yang seksar nongkrong.

 

Cut to.

 

  1. 17.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      : Beberapa nelayan.

 

Tampak perahu-perahu nelayan yang tertambak dan terombang ambing dihempas ombak.  Sementara nelayannya hanya duduk-duduk.

 

Cut to.

 

  1. 18.  Ext. Pantai. Sore.

Pemain      : Farida, Syamsul.

 

Mata hari hampir terbenam, Rani datang menyusulnya.

 

RANI.

Kak disuruh pulang sama ibu, sudah magrib mi.

 

Farida menoleh lalu bangkit pulang.

 

Dissolve.

 

  1. 19.  Int. Kamrar Tidur Farida. Malam.

Pemain      : Farida, Rani.

 

Rani tampak sudah tertidur, sementara Farida masih kelihatan gelisah.

 

Dissolve.

 

  1. 20.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida.

 

Farida tampak melamun dijendela. Ia melihat keluar jendela.

 

Dissolve.

 

  1. 21.  Ext. Perkampungan Nelayan. Siang.

Pemain      : Suami isteri.

 

Tampak anak-anak bermain (Permainan tradisiona), Ia juga melihat ibu-ibu mejemput suaminya yang  membawa ikan kecil-kecil.

 

BAPAK.

Sudah melaut sampai ketengah, dapatnya cuma untuk makan.

 

ISTERI.

Alhamdulillah, dari pada tidak ada.

 

Dissolve.

           

  1. 22.  Ext. Pantai. Siang.

Pemain      :  Ibu-ibu 10 org.

 

Farida menyaksikan ibu-ibu serta gadis sebayanya  mencari tiram.

 

PEMBELI.

Dua ribu lima ratus permangkok yah.

 

IBU-IBU.

Ya sudah, ambil mi, yang penting bisa beli beras.

 

Dissolve.

 

  1. 23.  Ext. Kampung Nelayan. Siang.

Pemain      :  Figurant 5 org.

 

Ibu-ibu membuang ikan poso-poso, ciko-ciko dan bete-bete yang tak kering akibat hujan.

 

Dissolve.

 

  1. 24.  Ext. Halaman Tetangga Farida. Siang.

Pemain      : Suami Isteri, Tetangga.

 

Farida melihat tetangganya pamit pada isterinya.

 

IBU-IBU

Mau  kemana  Bapakanya Amir ?

 

TETANGGA.

Itu,  dari pada melaut tidak dapat ikan, jadi mau ki ke Makasar Narik beca.

 

Dissolve.

 

  1. 25.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida, Bu Mina.

 

Farida masih melamun.

 

OS BU MINA.

Farida, makan mako dulu nak.

 

     Farida tersadar dari lamunannya.

 

FARIDA.

Masih kenyangka. Makan maki dulu.

 

BU MINA.

Dari kemarin kau belum makan itu nak, nanti sakit ko.

 

Farida diam.

 

BU MINA.

Makan mako nak. Ayo.

 

Dissolve.

 

  1. 26.  Int. Rumah Farida. Malam.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani, Juragan.

 

Juragan datang menagih Bu Mina, Farida dan Rani tampak mendengarkan.

 

JURAGAN.

Saya minta supaya segera luasi utang-utangmu.

 

BU MINA.

Saya belum punya uang.

 

JURAGAN.

Terus kapan.

 

BU MINA.

Saya ndak bisa janji juragan, soalnya buat makan saja susah.

 

JURAGAN.

Saya ndak mau tau situ mau makan susah atau bagaimana. Terserah mau dapat uang dari mana,  Pokoknya bulan depan  harus dibayar lunas.

 

                  Juragan bangkit lalu pergi. Bu Mina tampak bingung.

 

Dissolve.

 

  1. 27.  Int. Kamar Rumah Farida. Malam.

Pemain      : Farida.

 

Farida gelisah, ia tidak bisa tidur.

 

Cut to.

 

  1. 28.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      : Farida.

 

Farida menelusuri pantai yang makin gersang.

 

Dissolve.

 

  1. 29.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      : Farida.

 

Farida masih menyusuri pantai. Ia melihat beberapa rumput laut yang berserakan terbawa ombak.  Farida berpikir, lalu memungutnya.

 

Dissolve.

 

  1. 30.  Int. Dapur Rumah Farida. Sore

Pemain      : Farida.

 

Farida  membuat minuman dari rumput laut.

 

Dissolve.

 

  1. 31.  Ext. Perkampungan Nelayan. Pagi.

Pemain      : Farida, Ibu-ibu 3 org. Penjual bakso, anak kecil 4 org.

 

Farida membagikan minuman rumput laut buatannya pada  ibu-ibu yang sedang cari kutu.

 

IBU 1.

Apa itu.

 

FARIDA.

Rumput laut.

 

IBU 2.

Kamu yang bikin ?

 

FARIDA

Iyye.

 

Ibu-ibu meminumnya .

 

IBU-IBU.

Enak !.

 

Farida tersenyum. Seorang anak mendekat dan merengek pada ibunya.

 

ANAK-ANAK.

Bu belikanka bakso.

 

IBU.

Tidak ada uang nak.

 

ANAK-ANAK.

Ndak  mau…

 

Anak-anak menangis. Ibu-ibu berteriak.

 

IBU.

Utang dulu sambalu nah.

 

PENJUAL.

Iyye.

 

Anak tersebut lasung lari menghampiri tukang bakso. Pada saat yang bersamaan Farida melihat seoang ibu membuang ikannya karena busuk.

 

VO. FARIDA.

Bakso ikan kan enak.

 

Dissolve.

 

  1. 32.  Int. Dapur Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani, Tetangga.

 

Farida datang dengan membawa beberapa ekor ikan.

 

FARIDA.

Mauka bikin bakso bu.

 

BU MINA.

Memang ikan bisa dibikin bakso ?

 

FARIDA.

Kalau daging sapi bisa, pasti daging ikan juga bisa.

 

Farida menyiapkan peralatan.

 

Dissolve.

 

Farida mencincang ikan hingga halus.

 

Dissolve.

 

Cincangan ikan dicampur dengan bahan lainnya.

 

Dissolve.

 

Bakso buatan Farida sudah jadi.

 

Dissolve.

 

Bakso buatan Farida sudah siap bersamaan dengan  kepulangan Rani dari sekolah.

 

RANI.

Ehh nyamannaaa. Bagi ka naaah.

 

FARIDA.

Ambil mi.

 

Rani lansung mengambil dan memakannya.

 

RANI.

Enak ji, Cuma kok rasa ikan ?

 

FARIDA.

Iyyalah, kan bakso ikan jadi rasa ikan,  masa mau rasa kurma.

 

Farida dan Rani tertawa.

Seorang tetangga datang.

 

TETANGGA.

Enaknya siang-siang makan bakso.

 

FARIDA.

Mari maki’ masih ada tuh.

 

TETANGGA.

Emang si mas udah lewat ?

 

FARIDA.

Ndat tau.

 

TETANGGA.

Terus kamu beli dimana  ?

 

FARIDA.

Tidak beli, saya bikin sendiri. Ikan yang tadi kita kasika’.

 

TETANGGA.

Bisa dibikin  bakso ?

 

FARIDA.

Coba maki dulu.

 

Tetangga pun mencobanya.

 

TETANGGA.

Enak.

 

Cut to.

 

  1. 33.  Ext. Depan sebuah Rumah. Sore.

Pemain      : Ibu-ibu 4 org.

 

Ibu-ibu sedang nongkrong sambil cari kutu menyaksikan anak-anak main karet gelang (boleh juga permainn tradisional lainnya).

 

IBU 1.

He, katanya Farida bikin bakso.

 

IBU 2.

Iyya enak tawwa. Dia juga bikin es rumput laut enak sikali.

 

IBU 3.

Masa ?

 

IBU 2.

Iyya tawwa.

 

Cut to.

 

  1. 34.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani.

 

Rani pulang dari sekolah, ia menghampiri ibunya yang baru saja selesai sholat.

 

RANI .

Bu minta uang, untuk bayar SPP.

 

BU MINA.

Tidak ada nak.

 

RANI .

Terus bagaimana mi.

 

Bu Mina menarik nafas panjang. Farida yang duduk tidak jauh dari mereka berpikir keras.

 

FARIDA.

VO. Saya ndak boleh hanyut dengan keadaan ini. Tapi bagaimana caranya.

 

Farida terus berfikir, ia tersenyum. Ia bangkit dan menghampiri Rani .

 

FARIDA.

Kita  jualan bakso ikan yuk. Siapa tau ada yang mau.

 

RANI.

Sekalian aja sama manisan sama minuman rumput laut kak, saya dengar mereka pada suka. Cuman gimana jualnya. Masa kita yang pergi dorong gerobak hehehehee.

 

Dissolve.

 

  1. 35.  Int. Dapur Rumah Farida. Malam.

Pemain      : Farida,  Rani.

 

Farida dibantu Rani membuat bakso ikan dan manisan serta minuman Rumput laut.

 

Cut to.

 

  1. 36.  Int. Warung Bakso. Pagi.

Pemain      : Rani, Penjual Bakso.

 

Rani yang hendak berangkat kesekolah menitipkan bakso serta manisan dan minuman rumput laut miliknya.

 

Cut to.

 

  1. 37.  Int. Warung Lain/Kantin. Pagi.

Pemain      : Rani, Pemilik Warung.

 

Rani yang hendak berangkat kesekolah menitipkan bakso serta manisan dan minuman rumput laut miliknya.

 

Cut to.

 

  1. 38.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida,  Rani.

 

Rani datang dengan wajah berseri-seri.

 

RANI.

Kaaaaaak, kaaaaak.

 

FARIDA.

Kenapa ka.

 

RANI.

Bakso sama minumannya laku. Nih uangnya.

 

Rani menyerahkan uangnya pada Farida.

 

RANI.

Bu kantin sama Daeng Hasan pesan yang banyak.

 

FARIDA.

Alhamdulillaaaah. Tapi kalau banyak, kita ndak ada modal.

 

Farida berfikir sejenak lalu tersenyum.

 

Cut to.

 

  1. 39.  Ext. Halaman Sebuah Rumah. Siang.

Pemain      : Farida,  Sitti, Wati,  Dg Rauf, figurant 3 org.

 

Farida ngobrol dengan  Sitti dan Wati didekat Daeng Rauf  yang sedang memperbaiki jalanya.

 

FARIDA.

Tidak banyak ji. Kalau kita 10 orang, paling 10 ribu ji satu orang.  Untungnya kita bagi rata.

 

SITTI.

Iyya mau ka’.

 

WATI.

Saya juga.

 

FARIDA.

Ayo mi, saya juga mau  ajak ibu-ibu yang lain biar rame-rame.

 

DAENG RAUF.

Ajakko juga tantemu.

 

FARIDA.

Iyye’.

 

Cut to.

 

  1. 40.  Int. Dapur Rumah Farida. Sore.

Pemain      : Farida,  Rani,  Sitti, Wati, 3 org ibu-ibu

 

Dengan ditemani, Rani, Wati serta  beberapa  orang ibu-ibu, sibuk membuat bakso, manisan serta minuman Rumput laut. (Dialog Improvisasi)

 

Cut to.

 

  1. 41.  Ext. Jalan. Siang.

Pemain      : Penjual bakso, 4 Org Figurant.

 

Penjual bakso ikan menjajakan bakso yang bertuliskan jual bakso ikan.

 

PEMBELI.

Masih ada bakso ikannya daeng.

 

PENJUAL.

Tinggal satu mangkok. (tusuk).

 

PEMBELI.

Minta, yang pedes yah.

 

Cut to.

 

  1. 42.  Int. Warung/Kantin. Siang.

Pemain      : Penjual, 2 anak-anak.

 

Nampak anak-anak dating membeli minuman.

 

ANAK-ANAK.

Es rumput lautnya.

 

PENJUAL.

Habis mi.

 

ANAK-ANAK.

Yaaaaaaa.

 

PENJUAL.

Terlambat ko.

 

Pelajar itu pergi.

 

Cut to.

 

  1. 43.  Ext. Pantai Sore.

Pemain      : Farida, Syamsul.

 

Farida bersama Syamsul menikmati mata hari senja.

 

SYAMSUL.

Saya dengar kamu julan bakso, sama rumput laut  yah.

 

FARIDA.

Iyya. Kenapa ?

 

SYAMSUL.

Ndak ji.

 

FADRIDA.

Saya kira kamu malu punya pacar penjual bakso.

 

SYAMSUL.

Ndak ji, Cuma kenapakah mesti jual bakso.

 

FARIDA.

Ya supaya saya punya uang buat beli beras, buat ongkos sekolah Rani. Udah gitu saya senang karena ibu-ibu yang tadinya hanya mengharapkan penghasilan suaminya,  sekarang bisa dapat uang sendiri.

 

Cut to.

 

  1. 44.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida.

 

Farida asyik  menyaksikan sebuah tolk show yang membicarakan  tentang fungsi  Hutan bakau .

 

REPORTER.

Seberapa pentingnya sih pak  pelestarian pohon bakau ini bagi kelangsungan hidup ekosistem kelautan

 

NARASUMBER. (Pejabat Berwewenang)

Sangat penting, maka sudah selayaknya dan sewajarnya lah apabila pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi selatan ini ini sangat memperhatikan keselamatan Hutan-hutan Bakau yang ada diwilayah ini.

 

  1. 45.  Int. Acara TV. Siang.

Pemain      : Narasumber, Reporter.

 

Narasumber, menjelaskan tentang pungsi hutan bakau pada penanya.

 

NARASUMBER.

Tak terbayangkan apa yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat  bila suatu saat kelak ekosistem Hutan Mangrove   (hutan Bakau) yang ada ini hancur atau bahkan musnah, seberapa besar nilai kerugian yang akan didapat, dan seimbangkah dengan pendapatan dan penghasilan dari kegiatan perekonomian yang hanya akan berdampak sesaat saja? Tanpa memperhatikan dampak negatif jangka panjang bagi provinsi Sulawesi selatan ini. Kerugian Materiil yang sangat besar nilainya jika di rupiahkan dan kerugian sprituil yang tak ternilai harganya …

             

       Cut to.

 

  1. 46.  Ext. Hutan Bakau. Senja.

Pemain      :

 

Tampak hutan bakau  dengan  berbagai jenis pohon bakau.

 

0S. NARASUMBER.

Hutan mangrove (bakau ) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon bakau  yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2000).

 

OS. REPORETR.

Bicara tentang pohon bakau, kita pasti bicara juga tentang wilayah pesisir. Apa definisi wilayah pesisir itu pak.

 

OS. NARASUMBER.

Sementara ini wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah dimana daratan berbatasan dengan laut. Batas wilayah pesisir di daratan ialah daerah-daerah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air dan masih dipengaruhi oleh proses-proses bahari seperti pasang surutnya laut, angin laut dan intrusi air laut, sedangkan batas wilayah pesisir di laut ialah daerah-daerah yang dipengaruhi oleh proses-proses alami di daratan seperti sedimentasi dan mengalirnya air tawar ke laut, serta daerah-daerah laut yang dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia di daratan seperti penggundulan hutan dan pencemaran.

 

                  Cut to.

 

  1. 47.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida.

 

Farida tampak serius menyaksikan.

OS NARASUMBER..

Kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbal balik. Masing-masing elemen dalam ekosistem memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung.

                  Cut to.

 

  1. 48.  Int. Ruang Shooting . Siang.

Pemain      : Narasumber.

 

Narasumber terus menjelaskan pada penanya.

 

NARASUMBER.

Kerusakan salah satu komponen ekosistem dari salah satunya (daratan dan lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem keseluruhan. Hutan bakau  merupakan elemen yang paling banyak berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar.

REPORTER.

Berarti, Bakau  mempunyai peranan ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir.

 

NARASUMBER..

Betul sekali. Makanya kegiatan rehabilitasi menjadi sangat prioritas sebelum dampak negatif dari hilangnya bakau  ini meluas dan tidak dapat diatasi (tsunami, abrasi, intrusi, pencemaran, dan penyebaran penyakit). Kota-kota yang memiliki areal bakau  seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata (ekoturisme).

                  Cut to.

 

  1. 49.  Ext. Hutan Bakau. Senja.

Pemain      :

 

Pohon bakau yang diterjang ombak dengan kecang, serta kegiatan lain yang berhubungan dengan  restorasi bakau.

OS NARASUMBER..

Dalam merehabilitasi bakau  yang diperlukan adalah master plan yang disusun berdasarkan data obyektif kondisi biofisik dan sosial. Untuk keperluan ini, Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan master plan dan studi kelayakannya. Dalam hal rehabilitasi bakau , ketentuan green belt perlu dipenuhi agar ekosistem bakau  yang terbangun dapat memberikan fungsinya secara optimal (mengantisipasi bencana tsunami, peningkatan produktivitas ikan tangkapan serta penyerapan polutan perairan).

                  Cut to.

 

  1. 50.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida.

 

Farida bagai tak berkedip menyaksikan acara tersebut.

 

REPORTER.

Dari penjabaran Bapak tadi, bisa disimpulkan bahwa pungsi dan mamfaat hutan bakau itu banyak sekali ya pak.

 

NARASUMBER..
Iyya. Menurut Davis, Claridge dan NataRani  (1995), hutan bakau  memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut :

Satu, Habitat satwa langka
Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).

                 Cut to.

  1. 51.  Int. Ruang Shooting . Siang.

Pemain      : Narasumber.

 

Narasumber menjelaskan pada penanya.

 

NARASUMBER..

Dua, Pelindung terhadap bencana alam.
Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.

Tiga, Pengendapan lumpur.
Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan bakau, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.

Empat, Penambah unsur hara
Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.

 

                  Cut to.

 

  1. 52.  Ext. Hutan Bakau. Siang.

Pemain      :

 

Hutan bakau yang sangat subur.

 

OS.NARASUMBER..

Lima, Penambat racun
Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif.

Enam, Sumber alam dalam kawasan (In-Situ) dan luar Kawasan (Ex-Situ)
Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber alam ex-situ meliputi produk-produk alamiah di hutan bakau  dan terangkut / berpindah ke tempat lain yang kemudian digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut, menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti menambah luas pantai karena pemindahan pasir dan lumpur.

 

                  Cut to.

 

  1. 53.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida.

 

Farida masih terus menonton acara tersebut.

 

OS NARASUMBER..

Tujuh, Transportasi
Pada beberapa hutan bakau , transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.

Delapan, Sumber plasma nutfah
Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untuk memelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.

 

  1. 54.  Int. Ruang Shooting. Siang.

Pemain      :

 

Hutan bakau di beberapa tempat.

 

OS NARASUMBER..

Sembilan, Rekreasi dan pariwisata
Hutan bakau memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya. Hutan bakau  yang telah dikembangkan menjadi obyek wisata alam antara lain di Sinjai (Sulawesi Selatan), Muara Angke (DKI), Suwung, Denpasar (Bali), Blanakan dan Cikeong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah). Hutan bakau  memberikan obyek wisata yang berbeda dengan obyek wisata alam lainnya. Karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan laut memiliki keunikan dalam beberapa hal. Para wisatawan juga memperoleh pelajaran tentang lingkungan langsung dari alam. Pantai Padang, Sumatera Barat yang memiliki areal bakau  seluas 43,80 ha dalam kawasan hutan, memiliki peluang untuk dijadikan areal wisata bakau.
Kegiatan wisata ini di samping memberikan pendapatan langsung bagi pengelola melalui penjualan tiket masuk dan parkir, juga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitarnya dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, seperti membuka warung makan, menyewakan perahu, dan menjadi pemandu wisata.

 

Cut to.

 

  1. 55.  Ext. Hutan Bakau . Siang.

Pemain      : Narasumber.

 

Narasumber terus menjelaskan.

 

OS. NARASUMBER.

Sepuluh, Sarana pendidikan dan penelitian
Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.

Sebelas, Memelihara proses-proses dan sistem alami
Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.

Dua belas, Penyerapan karbon
Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C02). Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon.

 

                  Cut to.

 

  1. 56.  Ext. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida.

 

Farida merubah posisi duduknya namun matanya tetap kerah layar TV.

 

OS. NARASUMBER.

Tiga belas, Memelihara iklim mikro
Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.

Empat belas, Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam
Keberadaan hutan bakau dapat mencegah teroksidasinya lapisan pirit dan menghalangi berkembangnya kondisi alam.

 

Farida sangat teratarik dengan acara tersebut. Ia kelihatan manggut-manggut

 

Catatan.

Dialog tersebut diatas cukup panjang, bisa diedit sesuai kebutuhan.

Diharapkan Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam   punya stock gambar hutan bakau.

 

Cut to.

 

  1. 57.  Ext. Pantai. Senja.

Pemain      : Farida.

 

Farida menyusuri pantai.  Ia tampak termenung.

 

OS. BU MINA .

Kalau dulu sih waktu ibu masih kecil,  semuanya masih hutang bakau.

 

OS. FARIDA.

Banyak ikan ?

 

OS. BU MINA .

Banyak sekali, kalau cuman untuk dimakan, tidak usah turun kelaut, dipinggir-pinggir mo mancing , dapat banyak ikan dan besar-besar. Beda sama sekarang, Sudah dapatnya sedikit, itu juga  ikan kecil-kecil ji.

 

Cut to.

 

  1. 58.  Int. Dapur Rumah Farida. Malam.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani.

 

Farida dan Ibunya  sedang ngobrol sambil memasak.

 

FARIDA.

Terus kenapa pale itu pohon bakau bisa habis.

 

BU MINA .

Disamping sudah tua mi, juga tidak diurus, banyak juga yang sengaja tebangki karena mau bikin empang.

 

FARIDA.

Kalau begitu pantai harus ditanami lagi supaya banyak ikan kayak dulu.

 

BU MINA .

Siapa yang mau tanam.

 

FARIDA.

Saya.

 

BU MINA .

Kamu ?

 

FARIDA.

Iyya emang kenapa ?

 

BU MINA .

Jangan lalo mako nak.

 

FARIDA.

Kenapa kah.

 

BU MINA .

Itu pekerjaan laki-laki nak.

 

FARIDA.

(Tersenyum) pemikiran macam itu yang membuat kita tidak maju-maju. Ini pekerjaan laki-laki, yang begitu pekerjaan  perempuan. Sebuah pekerjaan boleh dikerjakan oleh  laki atau perempuan, yang penting  siapa yang punya kemaun.

 

BU MINA .

Tapi tidak  mungkin ko bisa tanami sebanyak itu.

 

FARIDA.

Memulai saja belum,  bagaimana ibu bisa bilang tidak mungkin.

Kan almarhum Bapak melarang kita menyerah sebelum berbuat. Saya kan bisa aja warga lain untuk bantu ka’.

 

Bu Mina  diam.

 

Cut to.

 

  1. 59.  Ext. Pantai/ Satu Tempat. Pagi.

Pemain      : Farida, Syamsul.

 

Farida  sedang ngobrol berdua dengan Syamsul.

 

SYAMSUL.

Ah, ada-ada saja. Sussana mo itue.

 

FARIDA.

Tidak ada yang susah kalau kita mau. Kita juga bisa bujuk warga.

 

SYAMSUL.

Nah itu yang susah !   Mereka pasti bilang “jamang Jamang bukku” Pekerjaan sia-sia.

 

FARIDA.

Kok sia-sia.

 

SYAMSUL.

Iyyalah, nanam pohon itu tumbunya berapa lama baru besar. Bisa-bisa kita sudah pikun pohon bakaunya belum besar juga.

 

FARIDA.

Biar mi,  paling tidak kita bisa berharap satu saat ikan-ikan bakal berkembang biak lagi,  hasil nelayan bisa berlimpah lagi.

 

Cut to.

 

  1. 60.  Int. Kantor Desa. Pagi.

Pemain      : Farida, Kepala Desa.

 

Farida  menghadap kepala Desa dan mendapat dukungan.

 

PAK KADES.

Boleh..boleh. Nanti saya coba bicara dengan tokoh-tokoh masyarakat disini. Ide yang bagus.

 

Cut to.

 

  1. 61.  Int. Rumah Juragan Makmur . Malam.

Pemain      : Kepala Desa, Juragan.

 

Pak Kades menemui Juragan Makmur.

 

JURAGAN MAKMUR.

Apanya yang bagus. Kau tau ndak, apa akibatnya.

 

KEPALA DESA.

Banyak, disamping banyak ikan, bisa menahan tsunami, bisa dibikin kayu bakar. Pokoknya banyak sekali.

 

JURAGAN MAKMUR.

Memang banyak, tapi kalau banyak ikan, pengahsilan rakyat meningkat, akibatnya sama usaha saya apa ? Tidak ada mi yang pinjam uang. Tidak ada mi yang jual murah barang-barangnya sama saya.

 

     Kepala desa diam.

 

JURAGAN MAKMUR.

Jangan ko macam-macam.

Ingat ko,  kau tidak jadi kepala desa disini kalau bukan saya yang dukungko. Uangku habis banyak, jadi kamu harus menuruti kemauan saya.

 

KEPALA DESA.

Iyye’. Tapi..

 

JURAGAN MAKMUR.

Jangan mako tapi-tapi. Pokoknya kalau kamu memang  tau diri,  tau balas budi, jangan ko dukung rencana itu.

 

KEPALA DESA.

Iyye’.

 

Juragan Makmur diam,begitu juga dengan Kades.

 

Cut to.

 

  1. 62.  Int. Kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Kepala Desa.

 

Farida kembali menghadap kepala Desa.

 

FARIDA.

Kemarin Pak Kades setuju,  kenapa sekarang  lain lagi

 

PAK KADES.

Karena kemarin saya belum tanya  pendapat warga serta tokoh masyarakat yang lain, dan ternyata mereka tidak setuju, mereka menganggap pekerjaan sia-sia.

Dan setelah saya pikir-pikir,  urusan kayak beginian, urusan pemerintah, bukan urusan kita.

 

FARIDA.

Kalau merurut saya pa, kita jangan selalu hanya mengharapkan pemerintah. Tidak ada salahnya kalau kita sebagai warga masyarakat ikut berpartisispasi  membangun desa serta memperhatikan lingkungan sekitar kita pak.

 

PAK KADES.

Emang ngak ada salahnya, kalau ada yag mau. Tapi kalau ndak  ada yang mau ?

 

FARIDA.

Saya mau pak.

 

PAK KADES.

Ya, kalau  kau sendirian, mana mungkin.

 

FARIDA.

Tidak ada yang tidak mungkin pak.

 

PAK KADES.

Ya sudah, coba mi.

 

Farida tampak sebal dengan perubahan sikap Kades.

 

Cut to.

 

  1. 63.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      : Farida, 4 org Figurant.

 

Farida  menanam pohon bakau. Dua orang warga  memperhatikannya.

 

WARGA 1.

Bikin  apaki Farida ?

 

WARGA 2.

Dia mau tanami pantai pohon bakau.

 

     Warga 1 tertawa.

 

WARGA 1.

Sampai pikun ndak selesai.

 

WARGA 2.

Barangkali  setres ki.

 

WARGA.

Iyya yah.

 

WARGA 1.

Cantik-cantik setres.

 

Cut to.

 

  1. 64.  Ext. Kampung Nelayan. Malam.

Pemain      : Sainuddin, Umar, Seseorang.

 

Beberapa orang membicarakan usaha Farida menanam pohon bakau.

 

SAINUDDIN.

Ndak , kalau orang setres masa dia punya pikiran bikin Bakso ikan, minuman, manisan rumput laut segala macam. Dan Alhamdulillah, remaja dan ibu-ibu banyak yang ikut. Jualan mereka pun laku.

 

UMAR.

Setres bukan berarti tidak bisa berpikir ces. Justeru karena banyak berpikir makanya setres.

 

SAINUDDIN..

Kalau menurut saya sih Farida tidak setres.

 

SESEORANG 3.

Cuma gila ji. Hahahahaaa

 

SAINUDDIN.

Ndak,  IRustama itu bagus, ndak mustahil bisa terwujud.

 

Cut to.

 

  1. 65.  Ext. Perkampungan Nelayan. Malam.

Pemain      : 5 Warga.

 

Beberapa ibu sedang ngobrol.

 

WARGA 1.

Iya bagus sekali, kalau saya sehat kayak dulu, saya ikut bantu ki.

 

WARGA 2.

Iyya tuh, kau Nur dari pada tidak ada kau kerja  lebih baik kau temani Farida.

 

Warga yang bernama Nur tersenyum

 

Cut to.

 

  1. 66.  Ext. Kantor Desa. Pagi.

Pemain      : Jamal, Nelly, Kepala Desa, 10 Fig.

 

Jamal, Nelly, Rustam, Shendy 4 orang mahasiswa  KKN. Dari sebuah perguruan tinggi,  jurusan kelautan datang.  Mereka disambut kepala Desa.

 

KEPALA DESA.

Selamat datang didesa kami.

 

Mereka bersalaman dan memperkenalkan diri masing-masing.

 

KEPALA DESA.

Mariki….

 

Kepala Desa mengajak ke 2 mahasiswa tersebut masuk.

 

Dissolve.

 

  1. 67.  Int. Kantor Desa. Pagi.

Pemain      : Jamal, Nelly, Rustam, Shendy, Kepala Desa, Staf Desa.

 

Kepala desa  memberi penjelasan pada Mahasiswa KKN.

 

KEPALA DESA.

Atas nama warga Desa …….. saya mengucapkan selamat datang pada adik adik semua, mudah-mudahan betah tinggal didesa kami ini.

Perlu saya sampaikan bahwa keadaan masyarakat desa ini masih terkebalakang dibanding desa lain. Warga desa pun pada umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dengan penghasil kurang mencukupi. Mudah-mudahan dengan kehadiran adi-adik mahasiswa disini dapat memberi dorongan  semangat pada warga desa disini agar bisa meningkatkan taraf hidup mereka.

 

 Cut to.

 

  1. 68.  Ext. Kampung Nelayan. Pagi.

Pemain      : Jamal, Kepala Desa, Nelly, Rustam, Shendy, Penjual Bakso, 6 Warga.

 

Mahasiswa KKN prihatin melihat perkembangan kampung nelayan tersebut. Jamal melihat penjual bakso yang bertuliskan bakso ikan.

 

JAMAL.

Bakso ikan ini buatan masyarakat sini atau dari luar desa.

 

KEPALA DESA.

Warga desa sini. Ini dikerjakan secara berkelompok oleh ibu-ibu serta remaja putus sekolah dipelopori oleh Farida.

 

JAMAL.

Farida itu dari LSM.

 

KEPALA DESA.

Bukan, dia warga sini, dulu sempat kuliah di Makasar, karena ayahnya meninggal dia berhenti. 

 

NELLY .

Terus Farida itu sekarang ngapain ?

 

KEPALA DESA.

Ndak ngapa-ngapain, dia  setres.

 

NELLY.

Setres ?

 

KEPALA DESA.

Iyya, sekarang kerjanya nanam bakau  dipantai.

 

JAMAL.

Nanam bakau kok dibilang setres.

 

KEPALA DESA.

Habisnya pantai sepanjang itu mau ditanami pohon bakau, mana mungkin.

 

Cut to.

 

  1. 69.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      : Farida, Jamal. Kepala Desa, Nelly, Rustam, Shendy.

 

Farida terus bersemangat menanam pohon bakau. Tidak lama kemudian Kepala Desa bersama Mahasiswa KKN muncul.

 

KEPALA DESA.

Itu dia.

 

Kepala desa dan para mahasiswa datang, meraka memperhatikan Farida, Farida  menoleh, Jamal beradu pandang dengan Farida (Slow motion) Farida  melanjutkan kembali kegiatannya. Kepala desa dan Jamal pergi. Sesekali Jamal menoleh pada Farida.

 

Cut to.

 

  1. 70.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      : Farida, Nur, Bu Janna.

 

Farida menanam pohon bakau. Datang Nur dan Bu Janna.

 

FARIDA.

Eh, mau kemana ?

 

NUR.

Saya sama Daeng Janna mau bantu tanam bakau.

 

Farida tersenyum Legah.

 

FARIDA.

Alhamdulillaaah, akhirnya ada yang mau bantu.

 

Nur dan Janna pun membantu Farida menanam bakau. Beberapa saat kemudian muncul Sainuddin. Ia lansung membantu. Farida tersenyum.

 

Cut to.

 

  1. 71.  Ext. Teras Rumah Kades. Malam.

Pemain      : Jamal.

 

Jamal melamun mengingat Farida. Ia salut dengan usaha dan tekat Farida.

 

Cut to.

 

  1. 72.  Int. Rumah Farida. Malam.

Pemain      : Farida.

 

Farida sholat, ia berdoa agar niat dan usahanya membangun desanya bisa terwujud.

 

Cut to.

 

  1. 73.  Int. Teras Rumah Kades. Malam.

Pemain      : Jamal, Nelly.

 

Jamal masih tampak melamun, Nelly datang.

 

NELLY .

Yeee melamun. Baru sehari ninggalin pacar sudah kengen.

 

JAMAL.

Ndak , gue mikirin cewek tadi.

 

NELLY .

Ma ! Baru sehari sudah mau selingkuh.

 

JAMAL.

Bukannya mau selingkuh. Yang saya pikirin kenapa pak Kades menganggap gadis tadi setres, pada hal apa yang dia lakuin itu realistis dan  mulia banget.

 

NELLY .

Iyya yah, sebagai kepala desa, mestinya kan dia dukung usaha restorasi itu.

 

Jamal menarik nafas panjang.

 

Cut to.

 

  1. 74.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      : Farida, Jamal.

 

Jamal tampak asyik menanam bakau sendirian. Farida datang, ia kaget melihat kehadiran Jamal disitu  dan telah menanam beberapa pohon. Keduanya berpandangan dan salin tersenyum.

 

Cut to.

 

  1. 75.  Int. Rumah Kades. Malam.

Pemain      :  Jamal, Rustam, Nelly, Shendy.

 

Para mahasiswa ini sedang ngobrol santai.

Mencari jalan keluar yang nantinya berhubungan dengan oxfam

 

Cut to.

 

  1. 76.  Ext./Int. Kantor Oxfam Indonesia Timur. Siang.

Pemain      : Farida, Jamal. Kepala Litbang.

 

Jamalpun menemani Farida ke Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam  untuk mendapatkan penjelasan serta hal lain yang berhubungan dengan  rehabilitasi bakau .

Dialog dirubah

 

KEPALA / STAF LITBANG.

Caranya sangat mudah. Untuk spesies Rhizophora dan Bruguiera, yaitu jenis bakau  yang buahnya berbentuk seperti kacang panjang,

Anda cukup mengambil propagul (buah bakau ), kemudian buka penutup buahnya (bagian atas) dan langsung tancapkanlah ke dalam lumpur, dengan kedalaman kira-kira 1 / 3-nya atau sampai dengan propagul itu kuat menancap di lumpur. Akan lebih baik lagi, apabila Anda mencari potongan ranting / bambu dan mengikatkan propagul itu pada potongan ranting / bambu itu, dengan tali rafia. Untuk jarak tanam, Anda bisa gunakan 1 meter x 1 meter, dengan asumsi bahwa program penanaman Anda ini ditujukan untuk merehabilitasi daerah pesisir yang gundul.

  

      Farida dan Jamal mendengarkan dengan baik.

 

OS. KEPALA / STAF LITBANG.
Tapi mohon, jangan sampai mandeg di situ saja, ya. Untuk program perawatannya (ini yang paling penting), mohon sudilah Anda menyempatkan waktu (mungkin sambil berjalan-jalan pagi atau sore), datang lagi ke daerah pesisir itu, dan melakukan pengecekan terhadap buah-buah bakau  yang sudah Anda tanam tadi.

 

KEPALA / STAF LITBANG

Jika ada propagul yang hanyut dan atau roboh tergerus ombak, segera gantilah dengan yang baru. Mudah, kan? Kalau hal ini terus menerus Anda lakukan, selain mendapat pahala dari Tuhan YME, setelah beberapa bulan, tumbuhan bakau  muda (seedling) akan segera tumbuh “menyapa” Anda, dan mulai menunaikan tugasnya untuk menjaga pesisir kita dari amukan abrasi pantai. Mudah sekali menanam bakau .

Ini ada buku buku petunjuk kamu bisa bawa pulang.

Kalau butuh informasi telpon saja ndak  apa. Kalau perlu saya yang  datang ke sana.

 

CATATAN.

Dialog bisa dimrovisasi bila yang berperan adalah pejabat berwewenang.

 

Cut to

 

  1. 77.  Ext. Teras Rumah Juragan Makmur . Sore.

Pemain      : Kadir, Syamsul.

 

Syamsul  sedang duduk diteras rumahnya, Kadir datang dengan tergopo-gopo.

 

KADIR.

Bos, kuliat tadi Farida jalan sama anak mahasiswa. Berdua ji, saya dengar mereka dari Makasar.

 

SYAMSUL.

Dari makasar ?

 

KADIR.

Iyya bos.

 

SYAMSUL.

Kurang ajar.

 

Cut to.

 

  1. 78.  Ext. Jalanan. Siang.

Tampak motor Jamal melaju. Syamsul cs menghadang Jamal.

 

SYAMSUL.

Berentiko !

 

JAMAL.

Lah, apa-apaan ini.

 

SYAMSUL.

Jangan mako pura-pura tidak tau. Kau mau goda-goda Farida kan ?

 

JAMAL.

Siapa yang bilang ?

 

SYAMSUL.

Tidak perlu tau siapa yang bilang, pokoknya kudengar kau masih dekati dia. Rasakan akibatnya.

 

Syamsul pergi. Jamal malah tersenyum sinis.

 

KADIR.

Ku pikir-pikir bos, sebelum didului orang lain, lebih lamar duluan.

 

Cut to.

 

  1. 79.  Int. Rumah Juragan Makmur . Malam.

Pemain      : Syamsul, Juragan, Isteri Juragan.

 

Syamsul bersama ayah dan ibunya sedang berembuk.

 

JURAGAN MAKMUR.

Eh, denger ko dulu. Bapak biarkan kamu pacaran sama dia bukan berarti saya  setuju kamu menikah sama dia. Kalau kau mau menikah, cari  ko yang lain, yang pantas, yang cocok, jangan yang dari keluarga melarat  kayak dia.

 

SYAMSUL.

Aaah.

 

Syamsul membanting sesuatu lalu masuk kekamar.

 

IBU SYAMSUL.

Biar mi pak. Ka dia sukanya Farida, ya sudah, kita jangan  memaksakan kehendak.

                                   

                                    JURAGAN MAKMUR.

                                    Kamu mau punya mantu penjual bakso ?

 

IBU SYAMSUL.

Ndak apa ji. Hidup itu berputar, kadang diatas kadang dibawah. Kitakan juga tidak lansung seperti sekarang. Kita pernah tonji Cuma makan nasi sama garam.

 

Syamsul melintas hendak pergi.

 

IBU SYAMSUL.

He mau ko kemana nak ?

 

SYAMSUL.

Tau !

 

IBU SYAMSUL.

Sini ko dulu.

 

Syamsul berhenti.

 

IBU SYAMSUL.

Sini dulu, bapak sama  ibu mau bicara.

 

SYAMSUL.

Iyya mau bilang kalau Tini Anak sepupu bapak lebih cocok kan ?

 

IBU SYAMSUL.

Yang paling cocok adalah Farida.

 

Syamsul tercengang mendengar omongan ibunya. Syamsul menghampiri ibunya dan lansung memeluknya.

 

Cut to.

 

  1. 80.  Int. Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani.

 

Farida  kaget mendengar omongan ibunya

 

FARIDA.

Ndak bu, saya ndak mau.

 

BU MINA .

Lah, bukannya kamu pacaran sama Syamsul.

 

FARIDA.

Mau pacaran bukan berarti sudah mau menikah kan bu.

 

BU MINA .

Iyya, tapi kamu tunggu apa lagi. Hidup kita susah begini, paling tidak kalau kamu menikah, kamu tidak semenderita sekarang. Kamu bisa hidup enak nak.

 

FARIDA.

Iyya, saya bisa hidup enak, artinya saya  egois, hanya memikirkan diri sendiri.  Ndak , saya ndak  mau enak sendiri.  Biarlah saya hidup menderita sekarang  tapi nanti, saya bersama  masyarakat sini akan bahagia.

Saya harus berbuat untuk kampung kita. Saya ingin ibu-ibu tidak menggantungkan diri pada penghasilan suaminya  tapi mereka bisa cari uang sendiri, saya ingin ikan-ikan sebanyak dulu lagi sehingga nelayan ndak  terlilit utang. Saya melihat harapan itu ada, dan sudah mulai kelihatan. Saya ndak  mau berhenti karena saya harus menikah bu.

 

BU MINA .

Tapi ibu mau bilang apa sama Juragan Makmur.

 

FARIDA.

Bilang, Farida belum mau menikah sekarang.

 

BU MINA .

Kalau dia tanya kapan ?

 

FARIDA.

Bilang, sampai warga sini tidak terlilit utang sama rentenir.

 

Bu Mina  menarik nafas panjang.

 

Cut to.

 

  1. 81.  Int. Rumah Juragan Makmur . Siang.

Pemain      : Juragan, isteri Juragan. Syamsul, Utusan.

 

Juragan Makmur marah mendengar penjelasan Utusannya .

 

JURAGAN MAKMUR.

Napakasiri ka’, bikin maluka’. Kau dia sudah bilang iyya, tiba-tiba sekarang dia bilang tidak. Apa-apaan itu.

 

UTUSAN.

Daeng Mina memang setuju. Tapi setelah dia kasih tau Farida, ternyata  Farida….

 

JURAGAN MAKMUR.

Menolak.

 

UTUSAN.

Bukan menolak juragan, tapi dia minta waktu, dia belum mau menikah sekarang, dia mau…….

 

JURAGAN MAKMUR.

Aaah, itu sama juga dengan penolakan.

 

UTUSAN.

Yaaa saya tidak tau mi itu juragan. Saya Cuma sampaikanki omongan Daeng Mina.

 

JURAGAN MAKMUR.

Kasi tau dia,  utangnya  banyak sekali. Kalau dia macam-macam,  saya bisa sita rumahnya.

 

Cut to

 

  1. 82.  Int Rumah Farida. Siang.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani. Utusan.

 

Utusan tadi tampak bersama Bu Mina yang  tampak menangis didepan Farida sementara Rani duduk agak jauh dari mereka.

 

FARIDA.

Ya kalau dia usir, kita pergi.

 

BU MINA .

Kita mau pergi kemana nak.

 

Farida diam.

 

BU MINA .

Ibu ndak  tau harus bagaimana lagi. Juragan bener-bener tersinggung dengan penolakan kamu.  Kamu tau kan semua orang disini bergantung sama juragan. Mau melaut, sewa perahu sama dia. Mau beli beras ngutang dulu sama dia. Ndak  punya uang, pinjam sama dia.

 

FARIDA.

Tapi gratis kan, dia kan untung banyak.

 

BU MINA .

Tidak tau maka saya. Tolong nak kalau kamu sayang sama ibu, terima lamaran mereka nak.

 

                Bu Mina menangis, Farida menghampiri dan memeluk ibunya.

 

FARIDA.

Bu, Farida sayang ibu, Farida ingin melakukan apa saja asal ibu senang, ibu bahagia.

 

   Bu Mina tersenyum, ia menghapus air matanya.

 

BU MINA.

Kamu terima lamaran mereka ?

 

FARIDA.

Ndak.

 

BU MINA.

Lah.

 

FARIDA.

Saya sayang ibu, saya ingin melakukan apa saja asal ibu bahagia, tapi jangan menyuruh saya menikah sekarang, atau menyuruh saya berhenti menanam bakau. Tolong ibu ngertiin saya. Saya ingin melihat warga sini seperti warga pesisir lain yang hidup makmur bu.

 

Bu Mina diam.

 

Cut to.

 

  1. 83.  Int, Kantor  Kepala Desa. Siang.

Pemain      : Jamal. Kepala Desa, Rustam, Shendy, Nelly.

 

Para mahasiswa ngobrol bersama  kepala Desa.

 

JAMAL.

Kami ada rencana untuk mengadakan pertemuan dengan para kepala dusun, kepala sekolah, tokoh masyarakat dalam rangka peningkatan produksi masyarakat serta pemberdayaan perempuan.

 

Kepala desa melamun.

 

Flash Juragan yang memarahinya.

 

Karena kepala desa tidak menanggapi, Jamal menegurnya.

 

JAMAL.

Pak,  bagaimana pak.

 

KEPALA DESA.

O yah anu yah, Bagus.   Cuma apa tidak ada kegiatan lain yang lebih mendesak.

 

JAMAL.

Kira-kira apa pak.

 

KEPALA DESA.

Ya misalnya bagaimana caranya supaya warga bisa dapat dana bantuan lansung tunai. Gitu. Terus terang masyarakat disini bukannya butuh pertemuan-pertemuan atau apalah,  tapi butuh makan.

 

NELLY .

Iyya pak, tapi masyarakat juga tidak boleh  terus-terusan mengharapkan bantuan gitu pak, mereka harus berusaha mandiri.  Paling tidak dari urung rembuk itu kita bisa menemukan jalan keluarnya pak.

 

KEPALA DESA.

Yaaah gimana yah, susah sih mengajak warga begitu-begitu an.

 

JAMAL.

Kita bersama-sama membujuk mereka supaya mau pak.

 

Cut to.

 

  1. 84.  Int. Rumah Juragan Makmur . Malam.

Pemain      : Kepala Desa, Juragan.

 

Kepala desa datang menemui Juragan Makmur.

 

JURAGAN MAKMUR.

Dan kamu setuju.

 

PAK KADES.

Yaaaaah bagaimana yah. Soalnya rencana mereka itu bagus.

 

JURAGAN MAKMUR.

Bagus buat siapa ?

 

KEPALA DESA.

Buat perkembangan desa kita.

 

JURAGAN MAKMUR.

Iyya, tapi menghancurkan usaha saya ! Ndak ! Saya tidak setuju.   Ingat !!!  Kamu jadi kepala desa karena saya.

Kamu jangan jadi kacang lupa kulitnya.

 

Kepala desa diam.

 

Cut to.

 

  1. 85.  Int. Rumah Kepala Desa. Malam.

Pemain      : Kepala Desa, isteri.

 

Kepala desa tampak melamun, ia bingung memikirkan omongan Juragan Makmur.

 

ISTERI KEPALA DESA.

Sekarang tinggal pilih, dibenci satu  orang yang mengajak Bapak berbuat jahat, atau disenengi banyak orang karena bapak berbuat baik.

 

Kepala Desa menarik napas panjang.

 

ISTERI KEPALA DESA.

Yaaaaa memang sih sebaiknya kita berusaha semua orang senang sama kita, tapi kalau harus memilih, saya memilih  dibenci satu orang tapi disenangi banyak orang.

 

Kepala desa termenung.

 

Cut to.

 

  1. 86.  Ext, / Int. Kantor Desa. Pagi.

Pemain      : Farida, Jamal. Kepala Desa, Rustam, Shendy,Nelly, Oxfam, Staf  Desa, Tokoh Masyarakat, 10 fig.

 

Dengan wajah tegak, kepala desa hadir bersama  kepala sekolah, kepala dusun serta tokoh masyarakat hadir termasuk Farida.

 

KEPALA DESA.

Assalamu alaikum wr wb.  Saya mengucapkan terimah kasih atas kedatangan bapak-bapak ibu-ibu sekalian. Saya juga minta maaf kalau kemarin-kemarin saya kurang terlibat aktif mendukung kegiatan bapak-bapak, ibu-ibu karena banyak hal yang harus saya selesaikan. Namun mulai saat ini dan seterusnya, saya berjanji untuk selalu bersama-sama bahu membahu membangun desa kita ini.

 

Farida dan Jamal tersenyum.

 

Cut to.

 

  1. 87.  Int. Rumah Farida. Pagi.

Pemain      : Bu Mina, Rani, Jurgan, Anak buah.

 

Juragan Makmur ditemani beberapa orang anak buahnya datang marah-marah sama Bu Mina  serta Rani tampak menangis ketakutan.

 

JURAGAN MAKMUR.

Kesabaran saya sudah habis. Sampai sekarang kamu belum bayar utang kamu, kamu juga biarkan anak kamu dekat dengan mahasiswa itu. Saya ndak  mau tau, sekarang juga keluarkan barang-barangmu dari rumah ini.

 

BU MINA .

Jangan juragan, tolong juragan, beri saya waktu.

 

JURAGAN MAKMUR.

Tidak, sekarang juga keluarkan barang-barangmu.

 

Anak buah juragan mengangkat perabotan keluar rumah. Bu Mina  dan Rani berusaha menghalangi namun keduanya tidak berdaya. (Improvisasi)

 

Cut to.

 

  1. 88.  Ext, / Int. Kantor Desa. Pagi.

Pemain      : Farida, Rani, Jamal. Rustam, Shendy, Kepala Desa, Oxfam,  Isteri Kepala Desa, Nelly, Staf  Desa, Tokoh Masyarakat, 10 fig.

 

Beberapa warga, kepala sekolah, kepala dusun serta tokoh masyarakat, juga isteri Kades hadir termasuk Farida yang mengajukan usul.

 

FARIDA.

Saya minta supaya dipikirkan tentang pemberdayaan perempuan,  peningkatan penghasilan masyarakat pesisir. Langkah awal yang bisa laksanakan adalah ibu-ibu yang buta aksara diajari membaca dan menulis. Karena menurut saya, kemampuan membaca dan menulis adalah modal dasar untuk meningkatkan kecerdasan serta pola pikir warga.   Selain itu saya juga minta supaya pertemuan semacam ini  diadakan pertemuan secara berkala. Paling tidak, dengan adanya pertemuan semacam ini, akan timbul pemikiran-pemikiran atau gagasan untuk memajukan desa kita. Terima kasih.

 

KEPALA DESA.

Terima kasih.

 

Tiba-tiba Rani datang sambil menangis. Semua heran  heran melihat kedatangan Rani.

 

FARIDA.

Kenapa ko.

 

RANI.

Juragan marah-marah, kita diusir dari rumah.

 

Farida menarik nafas panjang. Ia berusaha tenang. Kepala Desa geleng kepala.

 

Cut to.

 

  1. 89.  Int. Rumah Farida. Pagi.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani, 4 Fig.

 

Barang-barang Farida sudah bertumpuk didepan rumahnya, sementara ibunya terus menangis. Farida dan Rani datang. Bu Mina  menatap Farida. Farida tertunduk.

 

Cut to.

 

  1. 90.  Int. Rumah Tetangga. Malam.

Pemain      : Farida, Bu Mina, Rani.

 

Tanpak Bu Mina, Farida serta Rani duduk dipojok ruang. Rani dan Bu Mina tampak menangis sementara Farida cukup tegar.

 

Cut to.

 

  1. 91.  Int. Kantor Desa. Pagi.

Pemain      : Farida, Jamal, Nelly, Rustam, Shendy,Kepala Desa,Oxfam,Kadir, 20  fig.

 

Jamal sibuk mengajari ibu-ibu serta beberapa orang bapak.

 

JAMAL.

Bapak-bapak dan ibu-ibu harus bisa membaca dan menulis. Karena dengan bisa membaca kita bisa belajar atau mengetahui bermacam hal lewat buku. Sementara kalau kita bisa menulis, kita menyampaikan segala isi hati kita, pikiran kita,  lewat tulisan , misalnya menulis surat pada isteri atau suami. Nanti kalau sudah bisa membaca dan menulis, ibu-ibu bisa tommy main Facebook, membaca dan menulis SMS ke suami atau isteri.

 

Jamal  mengajari mereka membaca dengan menggunakan alat peraga. (Improvisasi), yang berupa gambar dan tulisan dibawahnya. Jamal menunjuk dan mengeja tulisan yang ada di bawah gambar jala.

 

JAMAL.

Ayo bapa-bapak, ibu-ibu coba baca. Je a el a, jala.

Ayo siapa yang bisa baca tulisan ini.

 

Jamal menunjuk tulisan “ ikan “ yang ada dibawa gambar ikan. Semua angkat tangan, namun seorang peserta (boleh ibu-ibu atau bapak-bapak)  yang sangat  bersemangat dan sediit sok tau, lansung angkat tangan.

 

PESERTA.

Saya, saya moooo. Kalau ini kutau ji.

 

JAMAL.

Ayo. Coba dibaca.

 

PESERTA.

Ba… le.. (Boleh juga Ju…..ku, tergantung bahasa daerah setempat)

 

JAMAL.

Salah bu, coba liat baik-baik.

 

        Karena dia lihat gambar ikan terbang.

 

PESERTA.

Iyya, kutau ji. Pura-pura jaka.

 

JAMAL.

Ayo  diulang.

 

PESERTA.

Tuing…tuing…. (tara wa..ni, tergantung bahasa setempat)

 

Penonton termasuk kepala desa tertawa namun, Jamal  terus berusaha menahan tawa.

 

JAMAL.

Bukan bu, ini bacanya.

 

PESERTA LAIN.

I ka a en. Dibaca Ikan.

 

PESERTA.

Ka gambar na gambar bale, kupikir bacana  bale

 

Semua tertawa. Ternyata orang tersebut belum bisa membaca, melainkan hanya melihat gambar. Jamal lalu  menulis “lonceng” tampa gambar.

 

JAMAL.

Kalau ini siapa yang bisa baca ?

 

Beberapa peserta angkat tangan. Kepala desa yang duduk dikursi menghadap peserta, mencoba membantu warganya dengan memperagakan bandulan jam menggunakan tangan dengan mengayunkan kiri kanan  tangannya diantara kedua pahanya. Seorang ibu melihat kode Pak kades, ia tersenyum, lalu berteriak.

 

IBU-IBU.

Ih, ka bapak porno, masa tulisnya gituan.

 

JAMAL.

Emang apa bu ?

 

IBU-IBU.

Nggak mau ka bacai, itu kan punyanya laki-laki.

 

Kades  ngakak, karena ternyata koRustama salah diterima oleh-oleh ibu-ibu, semua ikut tertawa, sementara Jamal bingung apa hubungannya tulisan “ lonceng” tersebut dengan punyanya laki-laki. (Adegan soal “lonceng” diatas kalau terasa agak jorok, bisa dibuang karena memeng hanya untuk ketawa aja hehehehehehee)

 

Dissolve.

 

Nelly dan Farida mengajari ibu-ibu dan bapak-bapak membuat tanda tangan.

 

NELLY.

Tanda tangan itu penting bu, kalau mengurus surat-surat dibutuhkan tanda tangan. 

 

IBU IBU.

Bagaimana caranya.

 

NELLY.

Gampang bu. Ibu boleh menulis nama, atau mirip nama atau bentuk lain yang penting jangan berubah ubah. Karena tanda tangan ciri atau jati diri sesorang. Setiap orang tanda tangannya harus beda supaya tidk dipalsukan.

Ayo ibu-ibu sekarang coba buat tanda tangan masing-masing.

 

FARIDA.

Ayo bu, jangan malu-malu.

 

Ibu ibu malah riuh, ada yang mencoba menulis membuat tanda tangan menutupnya, ada pula yang ingin mencontek, sementara yang lain bingung. Seorang ibu mau melihat tanda tangan temannya. Ada Kadir mengintip.

 

IBU.

Coba liat.

 

IBU 1.

Jangan ko. Jelek kasian.

 

Cut to.

 

  1. 92.  Ext. Jalanan. Siang.

Pemain      : Syamsul, Kadir, 3 org anak buah Syamsul.

 

Syamsul cs sedang menunggu ditempat sepi. Kadir datang.

 

KADIR.

Sudah ada mi bos.

 

SYAMSUL.

Siap-siap maki.

 

Teman-teman Syamsul siap menghadang.

 

Cut to.

 

  1. 93.  Ext. Jalan Raya. Siang.

Pemain      : Jamal.

 

Jamal memacu motornya.

 

Cut to.

 

  1. 94.  Ext. Jalan Sepi. Siang.

Pemain      : Jamal, Syamsul, Kadir, 3 anak buah Syamsul.

 

Syamsul Cs siap menghadang. Jamal muncul, Syamsul memberi isyarat agar segera menghadang. Teman-teman Syamsul menghadang Jamal. Awalnya Jamal membiarkan dirinya dipukul, namun akhirnya melawan. Terjadi perkelahian seru antara Syamsul cs dengan Jamal yang ternyata jago karate. Syamsul cs lari tunggang langgang.

 

Cut to.

 

  1. 95.  Int. Kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Jamal, Rustam, Shendy, Nelly,  Kepala Desa. Oxfam,Isteri Kades, 20 org Fig.

 

Pertemuan warga berlansung, tampak kepala Desa, kepala dusun, kepala sekolah serta tokoh masyarakat lainnya. Yang hadir makin banyak.

 

KEPALA DESA.

Ada yang punya saran atau pendapat.

 

FARIDA.

Bagaimana kalau selain mengembangkan pengelolaaan usaha yang ada dalam bentuk koperasi, kita juga mencoba usaha lain misalnya peternakan  bebek. Bisa juga dikembangkan serta usaha kerajian tangan yang bisa menambah penghasilan warga, misalnya kerajinan kerang dll.

 

KEPALA DESA.

Boleh juga,  karena bebek itu semuanya berguna. Telurnya , dagingnya, bahkan bulunya juga laku dijual. Pokonya semuanya bisa jadi uang. Masalah kerajinan kerang boleh juga tuh. Cuman masalanya, siapa yang ngajar.

 

FARIDA.

Saya bisa.

 

NELLY.

Saya juga bisa.

 

Dissolve.

 

  1. 96.  Ext. Kampung Nelayan. (Flasehes).

Pemain      : Farida, Jamal, 20 org Bapak-Bapak, ibu-ibu.

 

  1. Warga yang membeli beberapa ekor bebek.

 

Dissolve.

 

  1. Warga bergotong royong membuat kandang ayam / bebek. Sementara ibu-ibu menyiapkan makanan (bakso).

 

Dissolve.

 

  1. Mereka selesai membuat kandang, ayam serta bebek dimasukkan kedalam kandang.

 

Dissolve.

 

  1. Beberapa orang belajar membuat kerajinan tangan dari kerang dll. (disesuaikan dengan potensi daerah setempat). Dibawa bimbingan Jamal dan Nelly serta  Farida.

 

Cut to.

 

  1. 97.  Int. Rumah Juragan Makmur . Malam.

Pemain      : Juragan 2 0rg Anak buah.

 

Juragan Makmur ngobrol dengan anak buahnya.

 

JURAGAN MAKMUR.

Kurang ajar, ini semua  gara-gara anak ingusan itu.  Sudah dia permalukan saya dengan menolak lamaran  anak saya, dia juga mengajari warga bikin macam-macam usaha,  sampai-sampai akhir-akhir ini jarang nelayan yang minjam uang atau  jual barang.

 

ANAK BUAH.

Maksud juragan Farida.

 

JURAGAN MAKMUR.

Siapa lagi kalau bukan dia. Sekarang dia sama warga sama kepala desa suntili itu bikin  peternakan bebek.

 

ANAK BUAH 1.

Terus kita apain juragan.

 

Juragan tampak diam.

 

Cut to.

 

  1. 98.  Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      :  

 

Pohon baku pada ngambang.

 

Cut to.

 

  1. 99.  Ext. Perkampungan. Pagi.

Pemain      : Farida, 10 warga.

 

Masyarakat gempar karena beberapa pohon bakaunya mengambang.

 

WARGA.

Ini pasti ulah lintah darat itu.

 

WARGA 1.

Iyya.

 

WARGA.

Siapa lagi kalau bukan dia.

 

WARGA.

Ayo pak kita serbu rumahnya.

 

FARIDA.

Jangan ki’

 

Cut to.

 

  1. 100.        Ext. Kantor Kepala Desa. Pagi.

Pemain      : Farida, Kepla desa, 5 extras.

 

Kepala desa baru mau masuk kantor, Farida berlari sambil berteriak memanggil kepala desa.

 

FARIDA.

Pak Kades.. Pak Kades, cepat ki.

 

KEPALA DESA.

Ada apa.

 

FARIDA.

Warga marah, mereka mau menyerbu rumah juragan.

 

Pak Kades bersama Farida bergegas pergi.

 

Cut to.

 

  1. 101.        Ext. Kampung Nelayan. Pagi.

Pemain      : Farida serta 10 org Extras.

 

Warga tampak marah mereka mau menyerbu rumah Juragan.  Beberapa orang memegang pentungan, bahkan senjata tajam.

Kepala Desa datang dan  lansung mencegah warga.

 

KEPALA DESA.

Jangan ki. Tenang ki dulu.

 

WARGA.

Tallewat mi pak.

 

KEPALA DESA.

Iyya, tapi hati boleh panas, tapi kepala harus dingin. 

Udah gitu kita tidak punya bukti.

 

WARGA.

Sudah pasti mi pak, siapa lagi kalau bukan dia.

 

KEPALA DESA.

Iyya,  kalau pun  ternyata dia pelakunya, sebaiknya kita jangan main hakim sendiri. Negara kita Negara hokum, kita tidak boleh main hakim sendiri. Kita laporkan saja  pada yang berwajib.

 

WARGA.

Ahhhhh, kita kasih pelajaran pak Pak Kades. Masa kita capek-capek masah dia seeankanya saja cabut cabutin.

 

KEPALA DESA.

Jangan pak. Saya yakin mereka berbuat begitu karena mereka belum menyadari betapa mulia usaha kita ini.

 

Warga tampak diam.

 

KEPALA DESA.

Oke bapak-bapak, silahkan pulang,  masalah ini nanti saya yang selesaikan.

 

Cut to.

 

  1. 102.        Int. Rumah Juragan. Siang.

Pemain      : Kepala Desa, Juragan.

 

Kepala Desa dan Juragan ngobrol.

 

JURAGAN.

Aaaaah saya tidak takut.

 

KEPALA DESA.

Iyye, saya tau juragan pemberani.

 

JURAGAN.

Kenapa kau tahan, mesti kau birakanngi kesini !

 

KEPALA DESA.

Tidak baik sesama warga saling berkelahi Juragan. Ndak ada untungnya. Yang menang masuk penjara, yang kalah bisa meninggal atau paling tidak masuk rumah sakit.   

Kita ini dudup bermasyarakat, kita harus saling tolong menolong bukan cari musuh. Juragan kan tau desa kita ini masih terkebalakang dibanding desa lain, jangan sampai sudah terkebalakang, warganya pun saling berantam. Merubah teman jadi musuh gampang, dalam sedetik jadi. Tapi merubah musuh jadi teman susah dan butuh waktu juragan. Yang pasti warga desa bisa mengerti dan memaafkan kehilapan juragan, jadi saya juga minta supaya Juragan bisa memahami niat baik warga menanam pohon bakau, bekerja sama membuka peluang kerja supaya bisa mencari penghasilan tambahan.

  

Juragan diam.

 

Cut to.

 

  1. 103.        Int. Rumah Juragan Makmur. Siang.

Pemain      : Juragan,   Isteri.

 

Isteri Juragan menasehati Juragan yang tampak diam dikursi.

 

ISTERI JURAGAN.

Sudah mi Pak. Jangan mi diperpanjang.  Terus terang, saya senang sekali kalau kita rukun sama warga.  Ka tidak enak sekali ku rasa kalau orang kumpul kumpul , tapi begitu kita datang mereka lansung pergi.

 

Juragan diam.

 

ISTERI JURAGAN.

Memang sih, kalau warga maju, usaha  ta bisa bangkrut, tapi kan kita bisa usaha lain. Biar tommi sedikit tapi halal dari pada banyak tapi haram, diomongin orang, dibilang ki’ rentenir.

 

Cut to.

 

  1. 104.        Int. Dalam Mobil di MKS. Siang.

Pemain      : Ririn, Sofie.

 

Ririn  mengobrol dengan Sofie.

 

RIRIN.

Kita Kepangkep / Barru / Takalar / Bantaeng  yuk. (Disesuaikan dengan lokasi shooting)

 

SOFIE.

Ngapaiiin.

 

RIRIN.

Liat ka Jamal.

 

SOFIE.

Ya ileeee, kangen yaaaah.

 

RIRIN.

Ya kangen lah.

 

SOFIE.

Jangan-jangan dia udah punya pacar disana, banyak kan anak KKN kecantol sama kembang desa.

 

RIRIN.

Itu dia makanya gue mau kesana. Yuk. Ndak  usah nginap. Malam kita balik.

 

Cut to.

 

  1. 105.        Int. Kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Jamal, Nelly, Rustam, Shendy, Kep Desa. Dll.

 

Kepala Desa, kepala Dusun, tokoh masyarak ibu-ibu serta Farida dan mahasiswa mengadakan pertemuan rutin. Farida duduk berdampingan dengan Jamal sementara  Kepala desa memimpin pertemuan.

 

KEPALA DESA.

Assalamu alaikum wr wb. Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat allah swt, karena pertemuan rutin kita kali ini bisa berlansung sesuai rencana.

 

Cut to.

 

  1. 106.        Ext. Jalan Raya. Siang.

Pemain      : Ririn, Sofie.

 

Ririn menyetir mobil (motor), sementara Sofie disampingnya.

 

Cut to.

 

  1. 107.        Int. Kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Jamal, Kepala Desa cs.

 

Pertemuan warga masih terus berlansung.

 

KEPALA DESA.

Ada saran atau pendapat, atau boleh juga pertanyaan.

 

     Farida mengangkat tangan.

 

FARIDA.

Saya Pak.

 

KEPALA DESA.

Silahkan.

 

FARIDA.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan pak.

Saya ada usul  agar PKK yang selama ini boleh dikatakan fakum, diaktifkan kembali. Yang kedua. Saya melihat kesadaran warga akan pentingnya memeriksakan kesehatan diri, batita serta balita masih sangat kurang, saya minta supaya Posyandu diaktifkan. Jangan sampai  ada lagi anak-anak yang kekurangan gisi, busung lapar dll.

 

Cut to.

 

  1. 108.        Ext. Warung  Dekat Kantor Desa. Siang.

Pemain      : Ririn, Sofie, Seseorang.

 

Ririn Mobil Ririn menepi dekat kantor Drsa.  Ririn lalu turun bertanya pada Seseorang.

 

RIRIN.

Maaf,   mau nanya. Rumah Kepala Desa dimana.

 

TK. WARUNG.

(Menunjuk kesebuah arah). Lurus, terus belok kana nada rumah  besar, itu mi.

 

RIRIN.

Anak Mahasiswa yang KKN itu tinggal dirumah kepala desa kan ?

 

TK. WARUNG.

Iyya. Rapi kayaknya pada rapat tuh didalam.

 

SOFIE.

Kenal yah sama anak KKN itu.

 

TK. WARUNG.

Kenal. Dikenalin sama Farida.

 

RIRIN.

Farida ? Siapa itu.

 

TIKANG WARUNG

Anak sini yang dekat sama Jamal.

 

Ririn kaget. Ririn menoleh pada Sofie. Ririn penasaran.

 

RIRIN.

Jamal pacaran sama Farida ?

 

TUKANG WARUNG.

Ibu ndak  tau pacaran apa ngak, tapi mereka sering jalan berdua

 

Ririn tampak kesal.

 

Cut to.

 

  1. 109.        Int. Kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Jamal, Rustam, Shendy,Kepala Desa cs.

 

Acara pertemuan rutin warga sudah selesai. Jamal menawarkan diri untuk membonceng Farida. 

 

JAMAL.

Yuk saya antar pulang.

 

FARIDA.

Ndak  usah nanti dihadang lagi.

 

JAMAL.

Ndak  diantar juga kalau musibah mau datang, datang aja. Ayo !

 

Keduanya berjalan keluar.

 

Cut to.

 

  1. 110.        Ext. Pinggir Jalan Dekat kantor Desa. Siang.

Pemain      :  Ririn, Sofie.

 

Ririn tampak mengamati Kantor Desa.

 

SOFIE.

Iyya tapi jangan emosi.

 

RIRIN.

Pokoknya kalu dia sama cewek, dua duanya saya hajar.

 

SOFIE.

Jangan dong.

 

RIRIN.

Bodo amat. Dia nyuruh gue setia sementara dia selingkuh,

ndak  adil banget.

 

Cut to.

 

  1. 111.        Ext.  Depan kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Jamal, 10 Extras.

 

Jamal dan Farida keluar dari kantor desa. Keduanya berjalan menuju halamn parkir.

 

Cut to.

 

  1. 112.        Ext. Pinggir Jalan Dekat kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Jamal, Sofie, Ririn, Nelly, Rustam, Shendy, Oxfam,Kepala Desa.

 

Ririn tampak emosi

 

RIRIN.

Kurang ajar.

 

Jamal dan Farida  berboncengan. Ririn lansung mencegat motor Jamal. Jamal kaget melihat  kahadiran Ririn  namun ia berusaha tenang.

 

RIRIN.

Oooh, begini yah kalau KKN.

 

Jamal  bingung. Ia tampak gerogi.  Ririn lansung menghampiri Farida dan menariknya turun. Jamal buru-buru turun dari motor.

 

RIRIN.

Iyya. Kamu pacar Jamal yah.

 

Farida tersenyum.

 

FARIDA.

Bukan, kita cuma teman biasa.  Mbak Ririn kan ?

 

RIRIN.

Iyya. Emag kenapa ?

 

JAMAL.

He, apa-apaan sih kamu. Saya tidak ada hubungan apa-apa sama dia.

 

RIRIN.

Ndak  usah bohong deh. Tukang warung juga bilang kalau kamu pacaran sama dia !

 

FARIDA.

Maaf mbak, saya tau kok kalau Kak Jamal pacaran sama Mbak.

 

RIRIN.

Kalau tahu punya pacar, kenapa masih mau juga.

 

Nelly muncul bersama beberapa orang.

 

NELLY.

Rin ! Saya tau banget, Kak Jamal sama Farida cuman temen biasa. Percaya deh sama saya.

 

Ririn diam. Kepala desa muncul.

 

KEPALA DESA.

Ada apa nih ?

 

JAMAL.

Ndak  pak Kades, cuman terjadi kesalah pahaman.

 

KEPALA DESA.

Ini pasti dek Ririn.

 

       Ririn heran kenapa Pak Kades tau namanya.

 

JAMAL.

Iyya Pak kades.

 

        Pak Kades menyodorkan tangan menyalami Ririn.

 

KADES.

Andi Muchtar.

 

RIRIN.

Ririn.

 

KADES.

Pantas dek Jamal cinta mati, ka cantik mentong. Tau nggak, Dek Jamal kalau cerita tentang Dek Ririn, nggak ada habisnya.  Sering saya liat foto dek Ririn tuh dicium ciumin.

 

                                    SOFIE.

Masa ?

 

KADES.

Iyya. Dek Farida juga tau.

 

                        Farida mengangguk sambil tersenyum. Ririn tersenyum.

 

SOFIE.

Tuh tawwa.

 

Ririn tersenyum pada Farida.

 

RIRIN.

Maaf yah.

 

FARIDA.

Ndak  apa-apa.

 

Dissolve.

 

  1. 113.        Ext. Kampung Nelayan. Siang.

Pemain      : Juragan, Nelayan. 6 Figurant.

 

Juragan tampak ribut dengan seorang nelayan. Juragan tampak emosi sementara lawannya yang seorang anak muda tampak tenang.

 

SESEORANG.

Jangan ki’ Juragan.

 

JURAGAN.

Mau ko melawan.

 

SESEORANG.

Kalau kita pukulka’, ya terpaksa.

 

JURAGAN.

Oooh kamu  mau sok jagoan yah.

 

SESEORANG.

Tidak, saya bukan jagoan, tapi kalau juragan jual saya beli.

 

JURAGAN.

Kurang ajar !

 

Juragan mengambil ancang-ancang, orang itu pun siap. Beberapa orang datang.

 

SESEORANG 1.

He ! Ada apa kah ini.

 

JURAGAN.

Ini anak ingusan, kurang ajar sekali. Ditagih bukannya bayar, malah nantang.

 

SESEORANG.

Bagaimana mau bayar, Ka tidak masuk akal. Masa 3 bulan lalu ngutang seratus ribu sudah bayar 125 ribu. Gara-gara telat seminggu dipaksa nambah 25 ribu. Tak lewat sekali, Ini sih sudah lebih dari lintah darat.

 

SESEORANG 2.

Begitu memang tong, Saya cuma ngutang 50.000. gara-gara telat seminggu, dia ambil TV.

 

JURAGAN.

Makanya jangan cuma mau ngutang, tapi ndak mau bayar.

 

SESEORANG.

Juragan juga kira-kira cari untungnya.

 

JURAGAN.

Kalau ndak terima, ngutang saja ditempat lain.

 

RAME-RAME.

Emang warga sudah sepakat  ndak mau lagi ngutang sama situ !  Sudah ada koperasi ini !

 

Juragan diam.

 

JURAGAN.

VO. Kalau saya tinggal disini bisa-bisa saya dikeroyok. Kenapa ndak ada yang mau pisain.

 

ORANG LAIN.

Sudah  mi.

 

Orang tersebut mencoba menenangkan.

 

SESEORANG.

Saya ndak ji, tapi kalau dia mulai, ayo aja.

 

Ia lalu ndorong juragan, Juragan pura-pura menepis tangan orang tersebut, tapi ia tetap pergi. Ia pun naik ke mobilnya.  Orang-orang meneriakinya.

 

ORANG-ORANG.

Makhdid Musyawaroh ! Lintah darat ! Rentenir !

 

Cut to.

 

  1. 114.        Int. Rumah Juragan Makmur. Siang.

Pemain      : Juragan,   Isteri.

 

Juragan Makmur tampak gelisah.  Terngiang-ngiang omongan orang yang menggelarinya rentenir, Lintah darat.

 

ISTERI JURAGAN.

Kenapaki, saya liat gelisah sekali ki’.

 

JURAGAN MAKMUR.

Ndak ji.

 

ISTERI JURAGAN.

Terus terang maki’ saya kan isteri ta. Siapa tau saya bisa bantu pecahkan persoalanta.

 

Juragan tampak menarik nafas panjang.

 

Cut to.

 

  1. 115.        Int. Rumah Kepala Desa. Malam.

Pemain      : Juragan, Kepala Desa. Isteri

 

Juragan Makmur menemui Kepala Desa.

 

KEPALA DESA.

Alhamdulillaaaah, kalau Juragan menyadari kesalahan. Semua warga pasti senang mendengar Juragan mau bersama-sama membangun desa kita.

 

JURAGAN MAKMUR.

Saya malu sama  semua warga terutama Daeng Mina serta Farida.  Saya benar-benar khilaf sampai mengusir dia dari rumahnya.

 

KEPALA DESA.

Cuma malaikat yang ndak punya salah Juragan. Yang penting kita bisa menyadari kesalahan kita dan minta maaf. Dan yang lebih penting lagi tidak mengulaginya.

 

JURAGAN.

Iyya.

 

Isteri kades datang membawakan teh dan pisang gorong. Ia lalu duduk disamping suaminya.

 

ISTERI KADES.

Kalau bisa, mamanya Syamsul  ikut tong gabung di PKK.

 

JURAGAN.

Iyya, dari dulu sebenarnya dia mau ikut, tapi yaaah begitulah.

 

ISTERI KADES.

Iyye suruh mi datang. Lusa ada pertemuan.

 

JURAGAN.

Iyye ndik.

 

Cut to.

 

  1. 116.        Ext. Depan Rumah Farida (Rumah lain). Malam.

Pemain      : Farida, Jamal, Syamsul,  Kadir.

 

Jamal datang kerumah Farida. Syamsul dan Kadir melihatnya. Ia tampak emosi.

 

KADIR.

Bagaimana mi itu bos. Makin kurang ajara’ sekali.

 

Syamsul  makin emosi.

 

Cut to.

 

  1. 117.        Ext. Teras Rumah Juragan Makmur. Malam.

Pemain      : Juragan, Syamsul.

 

Juragan masuk kedalam rumah disambut isterinya.

 

ISTERI JURAGAN.

Ketemu jaki’

 

JURAGAN.

Iyya.

 

ISTERI JURAGAN.

Apa dia bilang.

 

JURAGAN.

Dia senang sekali.

 

ISTERI JURAGAN.

Alhamdulillah. Saya bilang mentong, dia pasti terima ki’ dengan baik.

 

Tiba-tiba Syamsul muncul lansung masuk lalu keluar lagi membawa badik.

 

JURAGAN.

Mau kemana ?

 

SYAMSUL.

Kurang ajar itu mahasiswa, dia masih dekati Farida.

 

JURAGAN.

Memangnya kenapa kalau dia dekati  ?!

 

Syamsul heran melihat perubahan sikap ayahnya.

 

JURAGAN.

Simpan itu badik. Saya tidak mau dengar kamu ganggu mahasiwa itu, juga Farida.

 

SYAMSUL.

Kenapa ?

 

JURAGAN.

Jangan mako tanya kenapa. Awas kalau kau gamnggu mereka !

 

                   Cut to.

 

  1. 118.        Ext. Kantor Desa. Pagi.

Pemain      : Farida, jamal, Nelly, Rustam, Shendy,Kep. Desa, Oxfam,Juragan dll.

 

Perpisahan Para Mahasiswa yang telah selesai masa KKN nya dengan Warga. Warga memberikan bermacam-macam oleh-oleh dari hasil karya mereka. Jamal menyalami Juragan Makmur yang berdampingan dengan  Farida.

 

Dissolve.

 

  1. 119.        Ext. Kampung Nelayan. Pagi.

Pemain      :  4 org ibu.

 

Ibu-ibu memungut telur itik.

 

Dissolve.

 

  1. 120.        Ext. Kampung Nelayan. Pagi.

Pemain      : Farida, 10 org ibu.

 

Ibu-ibu membuat  bakso, Farida datang membawakan mereka mesin penggiling daging. Mereka menggiling ikan dengan mesin.

 

Dissolve.

 

  1. 121.        Int.Kantor Desa. Siang.

Pemain      : Farida, Kepala Desa, Juragan, Tokoh Masyarakat dll.

 

Kepala Desa bersama Farida,  Juragan Makmur, serta tokoh masyarakat lain.

 

KEPALA DESA.

Alhamdulillah. Disamping sumbangan dana dari Oxfam, Permohonan  kita untuk menjadi anggota BPD juga diterima dan kita mendapat dukungan dana dari Alokasi Dana Desa yang bisa kita mamfaatkan untuk pengembangan ikhtiar kita.

 

Cut to.

 

  1. 122.        Ext. Pantai. Siang.

Pemain      :

 

Pohon bakau yang tumbuh dengan subur.

 

Dissolve.

 

  1. 123.        Ext. Pantai. Pagi.

Pemain      :  On the spot

 

Nelayan mendapat ikan tangkapan yang cukup banyak dan besar.

 

Dissolve.

 

  1. 124.        Ext. Kampung Nelayan. Siang.

Pemain      : Pasangan suami isteri.

 

Sepasang suami isteri nelayan dengan senyum bangga pulang dari pasar membeli Televisi yang cukup besar.

 

Dissolve.

 

  1. 125.        Ext. Kantor Desa  /  Int. Aula. Siang.

Pemain      : Farida, Gubernur (Bupati) Kepala Desa, Juragan, dll. 50 org.

 

Tampak sebuah acara berlansung yang dihadiri Gubernur ( Boleh   juga instansi terkait)  serta masyarakat setempat. Gubernur berpidato.

 

GUBERNUR. / BUPATI / CAMAT.

Sebagai penutup,  atas nama peribadi dan selaku Gubernur Prompinsi Sulawesi Selatan, saya bangga dan berterima kasih kepada warga Desa …… khususnya kepada ibu-ibu yang ikut terlibat lansung, bahu membahu membangun Desa ini sehingga bisa menjadi teladan bagi desa-desa lain. Jadi benar kalimat “Dawn doesn’t break without a woman.” (Segala sesuatu dalam kehidupan akan berjalan baik dengan peran serta seorang perempuan).

Tadi sebelum acara dimulai Oleh kepala desa, tadi saya dikenalkan dengan seorang gadis, yang menurut saya bukan sembarang gadis, tapi gadis yang penuh motivasi,  dedikasi dan inovasi. Bukan hanya cantik wajahnya, tapi juga berhati mulia. Rela menderita demi kemaslahatan bersama. Ia gadis berhati mulia dan  berotot baja. Dan nama gadis itu  itu adalah Farida.  Bagi saya, Farida bukan sekedar Farida, tapi dia MUTIARA DARI SELATAN.

 

Penonton tepuk tangan.

 

GUBERNUR.

O yah, tadi kepala desa juga menyampaikan kepada saya, bahwa Sebagai ucapan terima kasih warga kepada Ananda Farida atas segala usaha serta pengorbannanya selama ini, maka  segenap warga,  meminta agar ananda Farida melanjutkan kuliahnya yang sempat terhenti. Segala biayanya akan  tanggung bersama oleh warga dengan manyisihkan keuntungan dari koperasi.

 

Semua warga tepuk tangan, Farida terharu, ia meneteskan air mata. Gubernur melanjutkan dengan ekspresi serius.

 

GUBERNUR.

Saya ingatkan, bahwa saya malu dan tersinggung dengan inisiatif semacam ini.

 

                  Warga diam.

 

GUBERNUR.

Saya malu karena apa ? Karena kalau bapak-bapak ibu-ibu berhati mulia, bisa  bersatu padu membantu sesama, kenapa saya tidak ?

 

      Gubernur tersenyum lalu melanjutkan.

 

GUBERNUR.

Untuk itu, atas nama saya peribadi, saya menyatakan akan menanggung seluruh kebutuhan serta biaya kuliah ananda Farida samapai tamat S1, kalau perlu S2  bahkan S3 sekalipun.

 

Seluruh warga bertepuk tangan. Farida menangis haru. Orang-orang memberi selamat. Gubenur pun turun dari podium dan menyalami serta memeluk Farida.

 

Cut to.

 

  1. 126.        Ext. Halaman Kantor Desa/Aula. Siang.

Pemain      : Farida, 20 Warga.

 

Warga menggotong Farida dan mengelu elukan Farida. Farida tersenyum ceriah.

 

Freeze.

Rolling title, nama-nama pemain dan karyawan pendukung diikuti ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat demi terlaksananya sinetron ini.

Fade out.

Sekian.

Advertisements
Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: