PUISI PUISI KOTA KEKASIH ( SYAHRIAR TATO

DI TENGAH BADAI SALJU

 

Dalam geliat petang

Sebongkah bola salju

Seperti mutiara jatuh

Pecah berhamburan

 

Badai salju yang dingin

Daun pintu gemeretak

Pecah dalam dingin

 

Burung-burung camar salju

Hidup tanpa sarang

Mati tanpa kuburan

 

Bursa-Turki, Maret 2005

 

 

IN THE MIDDLE OF SNOWSTORM

 

In stretch of afternoon

A snowball

 Falls like pearl 00

Break and scatter

 

Cool snowstorm

The door is trembling and cracking

Break in chill

 

Birds of snow gull

 Live without nest

Die without grave

Bursa-Turkey, March 2005

PEMIMPI

Bersama para pemimpi

Aku bergelantungan

Di antara penumpang kereta gantung

Menyusur bentang pebukitan salju

 

Dan engkau disana, gadisku

Gadis dalam mimpi Alexandria

Ketika untuknya

Sang penakluk menyerbu konstantina

 Di pekat malam yang beku

 

Dan akupun,

Serta merta berburu melawan kodrat

Untuk mencumbumu

Sekalipun dalam khayal

 

Bursa-Turki, Maret 2005

 

 

DREAMER

Together with dreamer

I am standing

Among cable car passenger

Go along to unfold the snow hill

 

And you are there, my girl

Girl in a dream of Alexandria

When just because of her

The conqueror invade Constantinople

In the darkest of frozen night

 

And I

Suddenly hunt against destiny

To flatter you

Even just in illusion

 

Bursa-Turkey, March 2005

 

KE TEPI JALAN ISTIQLAL

Aku datang ke tepi Jalan Istiqlal

Membeli segenggam biji sukun bakar

Kukupas kulitnya helai demi helai

Seperti menghitung tasbih

Sementara hujan salju bergulir

Bersama bulir air mataku

Mengenangmu, dan aku mengenangmu

 Oh, istriku

Di tengah malam Turki yang beku

 Kurasakan kelembutan biji sukun

Seperti kelembutan qalbumu,

Yang pernah kudamba

Kristal cinta yang mengental jadi cermin

Arahan ketika melangkah,

Merengkuh dua hati dalam detak nadi

Di celah gerai rambut yang bermain di telingamu

Pernah kubisikkan pesona,

Aku milikmu, dunia akhirat

Aku ingin memelukmu lagi seperti kemarin

Seperti ketika aku merasa

Kau milikku, dan aku adalah akumu

Illahi,

Kukunyah biji sukun, betapa getirnya

Tapi Engkau tahu, hatiku lebih getir

Di sepanjang perjalanan malam aku gelisah

Mencoba membunuh mimpi dan khayal

dengan sia-sia

Siapakah yang tahu deritaku ini?

Pun jika langit runtuh,

Siapa percaya kesedihan ini?

 

Istanbul, Turki

TO THE ROAD SIDE OF ISTIQLAL

I come to roadside of Istiqlal

Buy a handful of sukun seed roast

I pare its husk piece by piece

Like counting tasbeh

While tear of snow fall

With drop of my tears

Remembering you, and I really remember you

Oh my dear wife

In the middle of the frozen evening in Turky

I fell the tender of sukun seed

 As tender as your heart

 That I ever dream

The crystal of love that congealed become a mirror

Be aim when I step away

Persuade two hearts in conscience of pulse

In the space of fall hair that hang on your ear

 I ever whispering a charm word

I am yours, in this world and after

Want to hug you like what I did yesterday

Like when I feel

You are mine, and I am yours

 

O, God

I chewed the seed of sukun: o, what a bit!

But You know my heart is much bitter

In trip through the night I am worried

Try to kill my dream and illusion

But I cannot

Who will know this pain of mine?

Even when the sky falls down

Who will belief this sadness?

 

Istanbul, March 2005

 

TURKI

Ketika bayi,

matamu bening

seperti kedalaman laut hitam

tak berbatas

Ketika belia,

dadamu seladang salju

tempat camar salju

menukikkan birahi

Ketika dewasa,

wujudmu karang Bosphorus

Dimana laut pecahkan gelombang

Ketika renta,

Wajahmu malam tanpa gemintang

Dimana angin melabuhkan senyap

 

Istanbul, Turkeys

TURKEY

When a baby

You have a bright eye

Like the depth and unlimited

Of black sea

When a youth,

Your chest like a snow farm

Spot of snow gull swoop the lechery

When adult,

You excist like a coral reef of Bosphorus

Where sea solve the wave

When get old,

Your face looks like night without stars

And the wind pull down loneliness

 

 

 

 

MOSAIK MADONNA AND CHILD

Di dalam laut kasih sang bunda

Pulas bayi mungil dalam senyap

Dalam keheningan

Dalam keabadian

Hagia Sophia-Istanbul

MOSAIC MADONNA AND CHILD

In love sea of the mother

A little angel well sleep

In stillness

In eternity

 

Hagia Sophia-Istanbul, March 2005

 

PENARI PERUT

Ombak kecil,

yang beriak runtun di perutmu

segetar gulungan gelombang di lengan

segemuruh hati yang gairah

Kaki getar gemerincing

di dalam tapaknya sendiri

bergetar jemari jari

menggapai penghujung pantai

Aku mabuk laut

terombang ambing di atas kemudi

 bagaimana mungkin seimbangkan diri

 laut begitu bergelombang

Istanbul, Turki

BELLY DANCER

Small wave

That ripples in row on your stomach

Jolt as the wave roll in arm

As thundering as heart which passion

The foot jolts ting-a-ling

In its own tread

 Vibrating the finger

Stretch out to end of coast

I got seasick

Drifted on the steer

How can I balancing myself

Sea wave move one after another

 

Istanbul, March 2005

 

OBSESI

Kuingin,

seperti kuda arab

meringkik lepas

Berlari melintasi panasnya gurun-gurun

dinginnya oase-oase

Melintasi pedang dan belati

Melintasi cadar-cadar hitam

Berlari melintasi hutan kurma

lambaian palm-palm tunisia

Melintasi ladang ladang minyak

Melintasi karpet rumput

Kuingin

MenjemputMu,

di akhir fanaku.

 

Doha-Qatar

OBSESSION

I wish

To neigh free

As Arabian horse

Cross the heat of the dessert

Coldness of oasis

Passing through sword and stiletto

 And the black veils

Cross the Kurma forest,

Waving of Tunizzia palm

Cross the oil field,

Getting through karpet of grass

I wish

To pick You up

On my final day

 

Doha-Qatar, March 2005

 

 

 

DOA SEORANG GADIS MEDITERANIAN

Ya Illahi,

Andai dalam hidup fanaku

Kau perkenankan bahagia sejati

Rahmatilah pintaku ini:

Baringkan aku di pangkuan lelakiku,

Tuntun suamiku ke sebuah biduk kecil

Luncurkan biduk di tengah laut Bosphorus

Di bawah teduhnya langit Konstantinopel

Biarkan layarnya

Jadi penaut Asia-Eropa

 

Istanbul, Turkey

 

PRAYER OF A MEDITERANIAN GIRL

O, Allah

If in my temporary life

You pleased me real happy

Please answer also my request:

Let me lay down in my husband lap

Lead him to a small canoe

Slide away into the middle of Bosphorus Sea

Beneath calming of Constantinopel sky

Let its sail

Relate Asia and Europe

 

Istanbul, March 2005

 

 

 

 

MAGRIB DIMASJID AYA SOFYA

Dengan segenggam biji sukun bakar di tangan

Seuntai tasbih oniq di saku mantel bulu

Kulewati deretan column dan piazza

 

Sementara ruh sembilan puluh sembilan asmaMu

Sembunyi di antara kubah dan menara

 

Dan cahaya mentariMu di sana,

Membuatku seperti merapat di rangkulanMu

 

Bergelantungan aku dalam doa dan zikir

Sambil dengan gagap kusebut namaMu

 

Illahi rabbi,

Kau beri aku Magrib yang gemerlap

Lalu bergegas kusimpan

Dalam palung hatiku

 

Aya Sofya-Turki

 

MAGRIB IN AYA SOFYA MOSQUE

With a handful of roast Sukun seed on hand

A rope of oniq tasbeh in the pocket of fur cape

I pass at row of column and piazza

 

While spirit of ninety nine name of Allah

Hide among dome and tower

 

And light of the Sun is there

Making me like approached in your hug

 

 

I did my prayer and praise God

While in stuttering I mention your name

 

O, Allah

You give me a shining bright magrib

Then I quickly save it

Deep in my heart.

 

Aya Sofya-Turkey, March 2005

 

 

TOPKAPIGATE

Pintu adalah

Seruang ketidaktahuan di sebaliknya

Ataupun,

Mungkin bidang temu

antara ada dan tiada

 

Istanbul, Turki

 

TOPKAPIGATE

I la- door is

An ignorance space in the backside

Or

Maybe an encounter area

Between thing and nothing

 

Istanbul, March 2005

 

 

 

SETELAH SALJU TURUN

Hujan turun,

 Salju pun turun

Angin mati arah

Gadis-gadis mediteranian

Gelar busana warna warni

Di bawah dinginnya sinar mentari

Anak-anak Kurdi

Berwajah Asia-Eropa

Memburu bianglala

Di tengah padang salju

Siapakah yang menoreh

Warna pucat pasih di bukit beku sana?

Adakah seseorang

Mati sejarah

Di tengah turbulensi kultur mediteranian?

 

Bursa-Turki

 

AFTER SNOW FALL

Rain falls,

Snow even also falls

Wind loose in direction

Mediteranian girls

Perform the colour dress

Beneath cold of sunshine

Kurdi kids

In Asia-Europe face

Chasing rainbow

In the middle of snow field

Who painted the pale color

On the frost hill over there?

Is there any body

Dead by history

In the middle of mediterranian culture turbulence

 

Bursa, March 2005

 

 

KUDENGAR ENGKAU BERTANYA

Kudengar engkau bertanya

Tentang azab petaka negeriku

Tentang gempa badai tsunami

Tentang sengketa pulau ambalat

Tentang luka duka TKWnya

Tentang gebu reformasi dan demokrasinya

Tentang korupsi massalnya

Tentangnya,

Kepadamu,

Akan kukirimkan puisi-puisi getirku

Agar engkau dengarkan

Apa yang aku gundahkan

Doha-Qatar

I HEAR YOU ASKING

I hear you asking

About debacle over my country

About earthquake and tsunami attack

About conflick of Ambalat island

About sorrowful of women labourer

About reform and its democracy

About its mass corruption

About them

To you,

I will send my bitter poems

So that you can hear

What I dishearten about

 

Doha-Qatar, March 2005

 

 

KOTAKEMATIAN

Apa yang kita pikirkan,

bila berdiri di tepi timur Sungai Nil

di gebalan padang pasir kota Thebes

di belantara makam dan kuil kuno

selain diam menatap

piramida dan patung Pharaoh

 

Amenhotep,

Tutankhamen

penerus roh Dewa Amon

terpaku dalam patung

tertidur dalam mimpi mesir

di ruang dan waktu purba

 

Amenhotep,

Tutankhamen,

Pembawa harta karun

Ke kehidupan abadi

 

Sementara di luar,

 orang orang mati

dalam jilatan roh Dewa Ra

membangun kota labirin

 kota kematian

 

Luxor – Mesir, Maret 2000

 

TOWN OF DEATH

What we think about,

When standing by the east bank of Nile River

i )n the desert of Thebes Town

1 n the forest of ancient temple and mausoleum

Except kept quiet to stare at the

Pyramida and idol pharaoh

 

Amenhotep,

Tutankhamen

Successor of soul of God Amon

Stood still as a statue

Fallen asleep in Egypt dream

In the space and ancient time

 

Amenhotep,

Tutankhamen,

Hidden treasure carrier

To an endless life

While outside,

Dead people

Licking soul of God Ra

Founding town of labyrinth

Town of death

 

Luxor – Egypt, March 2000

 

SPHYNX

pun masih nampak tegar

tapi musim telah banyak berkisah

tentang diamnya batu batu batin

yang melanjut usia

 

menghirup sisa napas,

dari seuntai masa yang menggantung

pada roh matahari

pun riak gelombang badai pasir

tak mampu menghapus jejak peradaban

 

entah sampai tidak jejak kita

mencari biang sejarah

di bias bianglala

 

Giza-Mesir, Maret 2000

 

 

SPHYNX

Still look obstinate

 But season have told a lot of its story

About silence of the soul stone

That becomes old and old

Breathe in the rest of breath

From a couple of period that draping

At sun soul

 

Even sandstorm waves

Cannot vanish the civilization footstep

 

Our footstep disseminating somewhere

To fine the source of history

Reflected from rainbow

 

Giza-Egypt, March 2000

 

 

PHARAOH

Pada langit yang berpoies warna merah kesumba

pada sepadang pasir yang terbungkus debu panas

pada pohon pohon palm yang enggan tumbuh

pada reruntuhan kota kuno Thebes

pada puing kuil dan pyramida

pada rahim bumi yang sarat emas permata

pada rintihan Sungai Nil

pada roh penerus Dewa Amon

pada darah abadi Amenhotep

pada darah abadi Tutankhamen

pada bias senyum Cleopatra

kutitipkan mimpi mimpi mesir

ke ruang dan waktu bisu

 

Kairo, Mesir

PHARAOH

To the sky that polished by dark red color

To the land of sand that covered with hot dust

To palm trees that shy to grow

To the ruins of ancient town Thebes

To the ruin of temple and pyramida

To the earth womb that contain gold and precious stone

To the moan of Nile River

To the successor spirit of God Amon

To the eternity blood of Amenhotep

To the eternity blood of Tutankhamen

To the deflection of Cleopatra smile

 

I entrust the Egypth dream

To space and silent time

 

Kairo, March 2000

 

 

LUKISAN MONALISA

engkaukah cinta,

dalam sekulum senyum

seperti sebidang magnit

yang selalu siap menyeretku

keluar dari kutub-kutub nyata,

 lalu mengapungkan anganku

ke ruang illusi

 

wellington selandia baru

 

MONALISAPAINTING

Are you the love

In misterious smile

 Like a rasher of magnet

That always ready to dragging me

Out of real poles

Then float my daydream

To illusion space

 

Auckland, February 1997

 

MABUK DITEPI DANAU BLACK SWAN

mungkin karena menghirup aroma lumpurmu,

aku terkapar di sudut kota

yang hiruk pikuk dengan modernitas

di tengah kegetiran malam

yang selalu meniupkan

angin perobahan dan globalisasi

yang menghisap sari batinku

meleburkan jiwa

menelanjangi pikiran

yang phobia liberalisme semu

mungkin karena rona airmu

seperti white wine

yang mampu menerbangkan

mimpi mimpiku tentang diriku

 yang menjelma menjadi kurcaci

penunggang angsa hitam

mengejar kunang-kunang

yang dihanyutkan arus

pada musim hampamu

Perth, Australia

GET DRUNK AT THE LAKESIDE OF BLACK SWAN

Probably cause of breath your mud aroma

I felt out at the edge of the town

Frenzied with the modernity

In the middle of the night tartness

That always breeze the wind

Change and globalization

Sipping my heart

Melting my soul

Revealing my mind

That pobhia to deceive liberalism

 

Probably because your water color

Like white wine

That able to flew

The dream of myself

Transforming to become dwarfs

Black goose rider

Chasing firefly

That swept away by current

At your vacuous season

 

Perth, April 2003

 

HOMO VULGAR

di balik ketinggian menara Lion Red

 sang Adam menatap tajam dingin

dan serta merta

sambil menunggang kereta asap

menyerbu ke ruang-ruang diri

panah-panah Sodom lepas dari busurnya

mencabik-cabik temali sakral

mencampakkan siapapun

ke sudut-sudut labirin

 

ruang dan waktu kejar mengejar

busur dan panah-panah api tebar menebar

di ruang-ruang tak bertepi

sementara sang Eva

lelap dalam dengkur yang panjang

 

Wellington, New zailand

 

HOMO VULGAR

In the height of tower of Lion Red

The Adam stare at sharply chilled

And all of the sudden

While ride on the smoke cart

Invading space

Sodom arrow shoots out of its bow

Tear out sacred ropes

Throwing whoever

To labyrinth edge

 

Space and time chase one another

Bow and arrows of fire spread out

At space with no edge

While the Eva

Fall asleep in long snore

 

Wellington, February 1997

 

ABORIGIN

tanpa asa

sepatu kulit kangguru

menapak dingin Zona Parramatta

sementara di punggung

dijeridu bisu tanpa irama

 

wajah sangar kulit pekat

 menatap nanar tanpa rasa

 

Aborigin

engkaukah sang kerabat,

seperti kata moyangku

di tanah leluhur?

 

adakah engkau

 pewaris sin na pacce

seperti moyangmu

di Butta Mangkasara’t

 

Sydney, australia

 

ABORIGINE

Without any hope

My kangaroo leather shoe

Treading chilly Parramatta Zone

While on my back

Dijeridu silence with unrhythm

 

Condensed face currish husk

Staring hopless and feeling nothing

 

Aborigine,

Is that you the consanquinity

Like my great grandparents word

in ancestor land?

 

Is that you

Heir of siri’ na Pacce

Like your great grandparents

in land of Makassar?

 

Sydney, March 1997

 

KOTA SERATUS KEKASIH

(tamaki makau rau)

 

dan tiba-tiba,

begitu lugu wajah kota

mengaca dalam riak-riak ombak

membias dalam buih di pasir pantai

 

aku terpana,

di Parnell Rose Garden

di dalam ombak mawar

semarak warna cinta

 

menghadap ke puncak Rangitoto

seperti memandangi sepi hati sendiri

ada bulan hampir gerhana

sinarnya menetes di atas Teluk Hauraki

 

Auckland, Maret 1997

 

 

 

 

TOWN ONE HUNDRED LOVER

(lamaki makau rau)

 

And suddenly

The town looks so natural

Looks like glass in wave ripple

Deflecting in froth at beach sand

 

1 was captivated,

In Parnell Rose Garden

 By the rose wave

Shining the colour of love

 

Facing to the top of Rangitoto

Like looking to my lonely heart

There is moon that almost eclipse

 Shine softly on Hauraki Bay

 

Auckland, March 1997

 

RAINBOW TROUT

Menyeberangi bentang danau,

Kelepak siripnya menyulap bianglala

Dari pesisir ke pesisir

 

Ikan-ikan Rainbow Trout

Berenang menyusur kesenyapan danau

Jauh dari sapaan manusia seterunya

 

Di ranting-ranting pepohonan

Burung-burung Gannet

Hinggap dengan lembutnya

Sementara bianglala

Datang bersama kabut tipis

Biaskan warna warni temaram

Mengambang di atas Danau Taupo

Kesenyapanpun merambati

Rimbunan daun-daun palm

Diseling angin berhembus pelan

Dari ceruk perbukitan

Lepas sampai ke teluk Plenty

 

Kedamaian pun semakin dalam

Danau bening mencair dalam kebiruan

 

Rotorua-Selandia Baru

 

RAINBOW TROUT

Across spread of the lake

Flapping of its fin embroider rainbow

From coastal area to coastal area

 

Rainbow Trout Fish

Swim along in the lonely lake

Far from greeting of human being its enemy

 

At the branch of trees

Gannet Birds

Perch in smooth

 

While rainbow

 Come over with thin smoke

Deflected bright colour

Floating on Taupa Lake

Loneliness spread out to all over

Leafy of the palm

Intersperse by slowly wind

From nook of the hills

Until Plenty Bay

 

Peacefulness become deeply

 Clear lake melted in blues

 

Rotorua-New Zealand, February 1997

 

 

KOTASATELIT

sepasang kaki bocah aborigin

berlari melintasi stepa dan savana

dengan dijeridu di punggung

bumerang di tangan kiri

berlari menyusur waktu

 mengejar segerombol kangguru

ke batas pengharapan

dan tiba-tiba

mata nanar terkesima

memandang padang perburuan,

telah menjadi kota para emigran

 

Canberra, Australia

 

SATELLITE TOWN

A couple foot of Aborigine kid

Run across the steppe and savannah

Dijeridu on his back

Boomerang on the left hand

Run to go along the time

Chase the gang of Kangaroo

Until border line of hope

And suddenly

With desperately looks

Stare the hunt field

Which now ia town of immigrant

 

Canberra, April 1997

 

TUKARGULING

Tahun seribu delapan ratus tiga puluh lima petang

Sir John Batman, emigran gelap bangsa eropa

Berbekal barang-barang selundupan;

Empat puluh lembar selimut katun

Tiga puluh keping kapak bermata baja

Seratus belati bermata ganda

Lima puluh pasang gunting kain

Tiga puluh belah cermin solek

Dua ratus lembar sapu tangan sutra

Lima puluh kilo gram tepung terigu

Enam lembar kemeja woll musim dingin

Datang ke teluk Port Philips

Membujuk ketua suku aborigin

Menukar tanah adat, seluas

Lima ratus ribu are tanah perburuan

Untuk membangun kota para emigran

Dalam sebuah perjanjian serakah

 

Melbourne,senja kala

CONVERT THE ROLLING

In eighteen thirty five afternoon

Sir John Batman, illegal emmigran from Europe

Have stock of smuggled goods;

Fourty sheet of cotton blanket

Thirty steel of axe

One hundred double blade dagger

Fifty pairs cloth scissor

Thirty pieces make up mirror

Two hundreds sheet silk handkerchief

Fifty kgs wheat flour kilogram

Six pieces woll shirt for cold season

Come to the Port Philips Bay

Persuading chief of aborigine tribe

Converting custom land for the width of

Five hundreds thousand acre of hunt land

To develop town of emigrant

In a greedy agreement

 

Melbourne, March 1997

 

 

MABUKCANDU

Di langit

telah berkali tersirat isyarat

tapi mata kasadku rabun

tak mampu membaca tanda zaman

lewat bahasa yang tak kukenal

Pun mata fanaku

telah menyeret roh manusiaku

ke negeri kegelapan

ada bulan rindu gerhana

saat kabut pilin lontarkan asap

mabuknya ke segala arah

 

Jalan jalan kematianpun

semakin lapang

para pejalanpun semakin sesat

 

raja kegelapan menyergap

setiap nafas di jalan jalan sesak

hingga hilang segala arah

 

pun bayang bayang malam meranggas

mungkin juga maut

sementara penghujung jalan fana

samar dalam fatamorgana takdir

 

Kwang Chou-China, September 1995

 

 

GET DRUNK THE OPIUM

In the sky

have many time knotted time

But my bare eye get lazy

I Jnable to know sign of era

Through unknown language

 

Even my temporary eye

have dragged my human being soul

To the darkness country

The moon longin for eclipse

When contort of the fog throw smoke

Its drunk to all direction

The road of death

Become more width

The walker lose their way

 

Darkness king attacked

Every breathe in the crouded street

Untill lose all direction

 

The shadow of the night lose it leaves

As a sign of death

While end of temporary street

 Blur in fatamorgana destiny

 

Kwang Chou-China, September 1995

 

FORBIDDEN CITY

berbagai cerita,

dalam perangkap misteri

tembok tembok tua

forbidden city

 

haiyya,

terlalu naif biarkan khayal

kembara di lorong-lorong Harem

sementara gadis-gadis Cina

berbalut sutera tipis

menanti cemas

pada cinta bersayap dusta

 

Beijing, September 1995

 

FORBIDDEN CITY

Various story,

 In mystery trap

The old wall

Of forbidden city

 

Haiyya,

Too naif let the illusion

Wander in alley of Harem

While Chinese Girl

Wrapped in flimsy silk

Waiting with worrying

For love on lie wing

 

Beijing, September 1995

 

 SUBUH DI MASJID HUAI SHENG

Aku mencarimu

di lima benua

di enam samudera

di dua kutub bumi

di terang siang

di hitam malam

 

di balik cadar langit

di kepak sayap awan

di pucuk menara hijaumu

di lantun tembang doaku

di khusuk sujud subuhku

 

lalu di sudut mana

aku dapat menangkap isyaratmu?

 

Kwang Chou-Cina, September 1995

 

 

EARLY MORNING

IN HUAI SHENG MOSQUE

I look for you

In five continent

In six ocean

In two pole of the earth

In the bright of the day

In the black of the night

 

Beneath the veil of the sky

In flap wing of cloud

On the top of green tower

On my prayer recital

In engrossed of my prayer in dawn

 

So in what edge

I can catch your sign?

 

Kwang Chou-China, September 1995

 

PUASA

di lorong waktu,

aku berkejaran dengan diriku sendiri

melintasi hiruk pikuk jalan

kedai cina, restoran, ruang diskotik

lambaian perempuan jalang

memasang jebakan bagi langkah-langkahku

 

di balik jendela

pada rumah-rumah yang terlewati

berpasang-pasang mata berbinar

telah menunggu

bersama nafsu yang memburu

 

dan iblispun tertawa

kemudian menyerbu dari segala arah

dengan mulut berbusa-busa

menghujat masa silamku

di lorong waktu itu

aku melihat iblis

tengah memasang jebakan

bagi langkah-langkahku

perangkap bagi siapapun

 

Hongkong, Ramadhan 1997

 

FAST

In time alley,

I have pursuing with myself

Getting through the croud of road

China shop, restaurant, discotic room

Waving of wild woman

Set a trap for my steps

 

On the window

At house that we pass

Pairs of eye shiny

 Have waited

With passionate

 

And evil spirit laughed

Then invade from all over

With spumes mouth

Slander my past

 

In that time alley

I see the evil spirit

Setting trap Trap

for my steps

Trap for any people

 

Hongkong, Ramadhan 1997

 

 

TIAN AN MEN, I

akhirnya,

tirai bambu itu terkuak

dalam badai musim

tak ada lagi keraguan

kecuali tekad yang menggebu

meski ketakutan ketakutan

telah lama diendapkan

jadi candu dan morphin

dan kini,

desir angin perobahan

menjelma jadi tragedi

darah dan air mata

yang harus kita baca

dalam lembar kusam sejarah

sebab kebebasan buah paling getir

dari pohon peradaban

 

Beijing, September 1995

 

TIAN AN MEN, I

Finally

That bamboo curtain is opened

In the storm of the season

No more doubt

Except a flare up aim

Even fear

Have settled long

Become the opium and morphine

And nowadays,

Wind of change blows

Transforming to become a tragedy

Blood and tear

That has to read

In matt sheet of history

Because freedom is the bitter fruit

From civilization tree

 

Beijing, September 1995

 

 

TIAN AN MEN, II

Mereka terjaga

Menjulurkan tangan-tangan beku ke langit

Arwah-arwah menggapai-gapai

Dari sebuah padang lapang berdarah

 

Seperti bunga persik berjatuhan

Ribuan mahasiswa jatuh berserakan

Lenyap di tengah pusaran ganas

Angin puting beliung

 

Kegelapan yang getir

Diseling lidah-lidah peluru tajam

Daun-daunpun luruh

Melingkar dalam pusaran angin

 

Beijing, September 1995

 

TIAN AN MEN, II

The spirits are awaked

Sticking out hands

And dancing

From a spacious field bleed

 

Like peach flowers falling

Thousands of student fall to scatter

Disappear in the middle of ferocious maelstrom

The whirlwind

 

Darkness, which is bitter

Interspearsed by keen bullet tongue

Even leaves shed

Round in cyclone

 

Beijing, September 1995

 

SHINJUKU

tonggak tonggak beton

cakar mencakar

berlomba menoreh langit

 sementara jangkrik hutan tropis

 menggelar konser kehidupan

 

hai,

adakah engkau

pesaing gagak afrika

yang dengan vulgarnya

mengaokkan lagu kematian

 

Tokyo, September 1997

 

SHINJUKU

Concrete pillars

Clawed to each other

 Racing to scrach the sky

While tropical forest cicada

Performing life concert

 

Hei!

Is that you

The competitor of Afrika crow

In vulgarly

Sings death song

 

Tokyo, September 1997

 

 

KABUKI

Untuk memasuki ruang bisingmu

 Aku memakai topeng

 topeng yang telah lama kau ciptakan

 di sebalik panggung pentasmu

 

Lalu kemudian,

kau dan aku

memakai topeng topeng

warna warni

seribu wajah bumi

 

Hilangkan jejak

dari mata yang mencari

samar dalam sorot lampu

 modernisme global

 

Osaka, September 1997

 

KABUKI

To enter your noisy space

I wear masks

That you create long before

 At the back side of your stage

 

Then later

you and I

Wearing masks

In colour

Of thousand face of earth

 

Vanish the footstep

from eye that searching

That blur in spotlight lamp

global modernisme

 

Osaka, September 1997

 

MUSIM GUGUR DI HODORI PARK

Di belahan kota Sapporo

Pokok-pokok Sakura kehilangan daun

 

Angin dingin dari timur

Menggoyang ranting dan pucuk pepohonan

Salju bertengger

 Betapa senyapnya

 

Mendesir dingin dalam belulang

Aroma sake menjebak hasratku

Di bangku tua Hodori Park

Di hempasan rindu yang menyiksa

Lembar memori tentangmu terkuak

 

Di hembusan angin dingin

Daun jatuh helai demi helai

Terserak melingkar dipelataran

Angin segera mengacaunya

 

Sekuntum kembang sakura

Jatuh ke pangkuanku,

Mungkin kembang terakhir

Betapa getirnya

 

Pokok-pokok Sakura

Tegak bugil menantang langit

Salju di pucuknya,

Berkilau diterpa matahari

 

Sapporo, Agustus 1997

 

AUTUMN IN HODORI PARK

A part of Town Sapporo

Sakura trees loos it leaf

 

Cold wind from east

Swayed branch and the young leaf of the tree

 

Snow set on height

O, what a lonely!

 

Sizzling chilled in rawhide

Sake aroma trap my desire

On the old bench of Hodori Park

Homesick Flinging down torturing

Memory sheet about you opened

 

Hard wind blows

Leaf fall piece after piece

Scattered in circle on the yard

Wind immediately intrude it

 

A bud of sakura flower

Fall on my lap,

 Maybe the last flower

O, how misery!

The trees of Sakura

Stand upright nude against the sky

Snow on its highest

In sunshine bright

 

Sapporo, August 1997

 

KUBACAGERIMIS

Kubaca gerimis,

pada helai daun pohon ketapi

pada gulungan ombak

pada semu wajahmu

(mungkin saatnya musim birahi tiba,

dan ombakpun tiba-tiba bergemuruh)

 

Di barat,

ufuk juga sudah jauh tenggelam

tapi tubuhmu masih di terik siang,

panas meliuk diterpa gelombang

 

Laut cinta semakin semu

riak gelombangpun semakin biru

 

Kubaca gerimis,

pada helai daun pohon ketapi

pada debur ombak,

pada buih di pasir putih

 

(kupintal memori birunya masa lalu,

untuk cinta semu yang selalu terjaga)

 

Pattaya, Desember 2002

I READ THE DRIZZLE

I read the drizzle,

At piece leaf of ketapi tree

At roll by wave

At your deceive face

(Maybe it’s the charm moment,

And suddently wave come in thunder.)

 

In the west,

Horizon also have far sunk

But your body still on heat of the day,

Heat twisted by the wave attack

 

Sea of love become more deceive

Ripple of the wave get blue

 

I read the drizzle,

 At a piece leaf of ketapi tree

On the wave heavy fall

On the white sand froth

 

(I twisted the blue memory of the past,

For deceive love that always awaked)

 

Pattaya, December 2002

 

DI ATAS SUNGAI, DI TEPI WAT ARUN

Segerombol ikan Patin

Menggeliat lesu

Menyusur tepian sungai

 

Seekor gagak

Kelepak sayapnya

Menyulam matahari petang

 

Serumpun buluh

Dengan nada sumbang

Melagukan syairnya

 

Bangkok, Maret 2003

 

ON THE RIVER, THE BANK OF WAT ARUN

Patin Fish

Twisted weak

 Along river bank

 

A crow

Flap its wings

To the afternoon sun

 

A bamboo clamb

 In atonal tone

Recite its poem

 

Bangkok, March 2003

 

HARD ROCK

Sebongkah musik cadas

Meraung menyumbat pembuluh-pembuluh darah

Gejolaknya yang beku mengalir sontak

Menuju muara biru, di sebalik ceruk perbukitan ungu

Yang puncaknya serta merta gemerlap

Diterpa cahaya sepotong bulan

Yang meleleh melumuri wajah letih

Terkantuk menunggu pagi

 

Pattaya, Maret 2003

 

 

HARD ROCK

rock music

Shout loudly plug blood vessel

Its frozen flare suddenly flows

Going to blue estuary, at back side of purple hill

Which the top suddenty bright

Spring upon by shining of a piece of moon

That melted smeared tired face

Sleepy in waiting the morning

 

Pattaya, March 2003

 

KOTA HILANG DALAM BADAI

Hujan melebat,

Malampun semakin merapuh

Dedaunan pokok-pokok kamboja berjatuhan

ditimpa cahaya bulan memucat

 

Awan-awan berterbangan

dalam deru angin

kelepak sayap-sayapnya

meliuk bagai naga murka

 

Dalam badai yang garang

hujan deras mencurah

ke hamparan bentang kota

Malam pun tengkurap

gajah-gajah bergerombol

berlarian dalam keresahan kelabu

 

Ruang-ruang pada merapuh

waktupun meredup padam

 

Angkor, Desember 2003

 

 

TOWN LOSE IN STORM

Rain become heavy,

 The evening going to fall apart

 Leaves fall from Kamboja trees

 Hit by pale shine of the moon

 

Clouds flying over

In the strong wind

Flapping of its wings

Twisted like mad dragon

 

In violent storming

And fall of heavy rain

To the spreading of town

 

And the night lies prostrate

The elephants are going to gathered

Run in grey nervousness

 

Spaces going to fall apart

Time lour and calm down

 

Angkor, December 2003

DALAM PENERB ANGAN DOHA-KUALALUMPUR

KETIKA MAUT DATANG MENGHAMPIRI

Dalam takut,

Kupandang bayang bayang samar

Yang merapat ke sisi fanaku

 

Awan awan di jendela pesawat

pun masih berarak

 

siapa itu di sebelah sana?

tanyaku gagap,

ketika bayang itu semakin merapat

adakah kau barangkali suruhan

untuk datang menjemputku?

bayang itu cuma terdiam di jendela

 

menunggu?

atau ditunggu?

 

tapi aku merasa tak punya janji,

atau kenal padanya                                                 >

kucoba mengecup telapak tanganku

keringatku masih asin

 

jangan ucapkan selamat datang

bukan saatnya kau datang menjemputku

bisikku serak

 

tak ada jawaban

senyap dalam kelam

 

tapi bayang itu hampir lengkap menggapaiku

bunuhlah aku, kalaupun kau bernama maut

tapi beri aku waktu berkemas

sebagai penanda putus jalanku,

ke titik akhirNya

 

tak ada jawaban

senyap dalam kelam

 

bayang itu semakin samar

lenyap dalam gerimis

 

Doha-Kualalumpur, Maret 2005

 

IN A FLIGHT FROM DOHA-KUALALUMPUR WHEN DEATH COME APPROACHING

In scaring,

I look at the blur shadow

That come to my temporary live

Cloud on the airplane window

 Still move in procession

 

Who is overthere?

I ask in stuttering,

When that shadow come closer

Is it you the messenger

Who come to pick me up?

The shadow merely kept quiet by a window

 

awaiting?

or awaited

 

but I feel do not have the promise,

or recognize him

I try to kiss the palmof the hand

My sweat still salty

 

Don’t welcome to that shadow

Its not the moment for you to pick me up

I whisper in rough voice

 

There is no answer

Lonely in the dark

 

But that shadow almost get me completely

 Just take me, if you are the death

But give me time to prepare

As sign for the end of my day

To the final point

 

There is no answer

Lonely in the dark

 

That shadow get blur

Disappear in drizzel

 

Doha-Kualalumpur, March 2005

 

 

BANDAR MALAKA

Dengarkan kepak-kepak camar yang terbang rendah

 pertanda malam telah ranggas di ceruk bandar

 

Mengapa kapalmu belum juga bertolak

sedang kemudi telah terpasang

 

Terlalu pengecut kau,

jika takut dengan badai yang kau buat sendiri

 

Malaka, Mei 2004

 

PORTMALAKA

Listening to flap of the low fly gull

Indicate that night have bare in port nook

 

Why your ship not yet leave

While the steer have been attached

 

Too coward you are

If afraid of the storm which you make by yourself

 

Malaka, May 2004

 

DOSAWARISAN

Tolong,

Ajari aku dosa

seperti yang diajarkan Hawa

pada Adam

 

Tapi maaf,

aku alergi juice

 dari sari buah Khuldi

 

Johor Bahru, Mei 2004

HERITAGE SIN

Help,

Teach me sin

Such as those taught by Eva

To Adam

 

But sorry,

I am allergic

of Khuldi Juice

 

Johor Bahru, May 2004

 

EPISODE I LAGALIGO

DIPANGGUNG ESPLANADE

Dan PatotoE pun turun

Ke wanua tengngaE

Di hutan hutan beton

Di penghujung tenggara negeri Cina

tempat terbitnya matahari cinta

 

lewat mulut Bissu Saidi

mengapung dalam sure’ galigo

 mengambang dalam dongeng dan legenda

 

dan kitapun serta merta

tengadah ke boting langi

tiada siapa siapa

kosong samar

 

Singapura, Maret 2003

 

I LAGALIGO EPISODE IN PODIUM ESPLANADE

And PatotoE finally descend

 To wanua tengngaE

Forest of concrete

End of southeast of China

Where sun of love rises

Through the mouth of Bissu Saidi

Appear in sure’ galigo

Rise in fable and legend

And we are spontaneous

Look up to boting langi’

No one there

Empty and blur

 

Singapore, March 2003

 

BELANJA DI OCHARD ROAD

Seperti engkau yang menunggu di ujung jalan

dengan dua tangan menjinjing tas plastik

sarat muatan baju model Cina,

gelang dan sari India

 

seperti engkau yang memanggil manggil di belokan

dengan mata berbinar binar menahan hasratmu

dingin malam dafTrintik gerimis

seperti tak kuasa menahan gairahmu

 

Singapore, Maret 2004

 

 

 

EXPENSE IN OCHARD ROAD

Like you, waiting at the end of street

With plastical bag in both of your hand

Full of Chinese clothes in it,

bangle and Indian Saree

 

like you who calls in the street corner

with shine bright eyes holding your desire

Chilly night and drizzle,

Like have no power to hold your passion

 

Singapore, March 2004

 

ETALASE PEMADAT

Pemimpi sudah terbangun

Wajahnya bulan pucat

Sepi tanpa gemintang

Lesu meliukkan roh jasadnya

Di bawah selipaut kumal

 

Ingin pulang,

Tapi kamar kusam temaram

Tak jelas dimana letak pintunya

 

Tak ada jalan

Untuk berbalik lagi

PintU’pintu berkabut

Samar dalam debu abu

 

Pulau Sentosa, Mei 2004

 

DISPLAY WINDOW OF OPIUM SMOKER

A dreamer has been wake up

His face is like a pale moon

Lonely without stars

Twisted his weak physical soul

 Beneath a crumpled blanket

 

He wish to come home,

But matt room gloomy

Indistinct where the door is

 

There is no road

To turn back again

The doors misty

Blur in the dust of ash

 

Sentosa Island, May 2004

 

 

GERHANA

Mungkinkah,

menarik sepotong bulan

yang hampir gerhana

 dari bayang-bayang hitam

yang dengan birahi

mencoba merangkulnya

 

Bandar Sri Begawan, Juli 1998

 

 

 

ECLIPSE

Is it possible

Drawing the moon

That almost eclipse

 From black shadow

 Which in passion

Trying to hug it

 

Bandar Sri Begawan, July 1998

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Notasi:

 

Aborigin                 Suku asli Australia, yang diyakini berasal dari etnis Bugis Makassar.

Amenhotep            Pharaoh Mesir yang dipercaya hidup abadi karena titisan Dewa Amon.

Amon                     Dewa Mesir kuno.

Angkor                   Ibukota kekaisaran Khmer (Kamboja) di abad ke 9 s/d 15 sebagai pusat keagamaan yang berbasis prinsip-prinsip India mengenai kosmologi, pemuja Dewa Wisnu, dengan aliran Budha Mahayana. Terkenal dengan Kuil Angkor Wat-nya.

Aya Sofya             Mesjid tua di Kawasan sakral Acropolis-Istanbul, dulunya adalah Gereja katedral of St. Sophya (Hagia-Sophya). Relief interiornya bernuansa Islam dan Kristen.

Black Swan            Danau di Kota Perth-Australia, dimana banyak angsa hitam berenang di pinggiran danau.

Bumerang               Senjata lontar berbentuk siku yang digunakan oleh suku Aborigin, bila tidak mengenai sasaran maka akan kembali ke pelontarnya.

Bursa                     Wilayah Turki di daratan Eropa, dimana pegunungan dan perbukitannya diselimuti salju abadi.

Bosphorus             Laut atau Selat yang membelah kota Istanbul dan memisahkan daratan Eropa dan daratan Asia.

Bissu Saidi             Nama tetua agama Todolo dari Pangkajene Kepulauan, sebagai pembaca narasi Sureq Galigo pada pentas I Lagaligo di manca negara.

Boting langi’           Angkasa atau dunia atas tempat bersemayamnya Dewa/Leluhur agama Todolo, kosmologis berdasarkan Sureq Galigo.

Cleopatra               Ratu Mesir yang cantik, penakluk Kaisar Anthoni dari Romawi.

Dijeridu                  Alat tiup/trompet suku Aborigin-Australia.

Doha                      Ibukota Qatar, kota modern yang dirancang sebagai kota satelit, negeri padang pasir yang kaya minyak bumi

Esplanade              Gedung kesenian yang dirancang dengan sentuhan arsitektur modern di Singapura.

Forbidden City      Kota terlarang, sebagai kawasan istana kaisar yang dikelilingi oleh 6,5 mil tembok berplester merah yang di dalamnya terdapat harem untuk menyimpan selir-selir kaisar.

Gannet                   Sejenis burung yang kecil mungil, banyak terdapat di pinggiran danau Taupo-Selandia Baru.

Giza                       Kawasan di sekitar kota Kairo-Mesir, tempat Phyramida-phyramida besar dibangun, juga sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia di masa purba.

Hagia-Sophya        Adalah gereja katedral terbesar di jaman Ottoman, kemudian beralih fungsi menjadi Masjid Aya Sophya.

Hodori Park           Taman terpanjang, ± 1 km yang membelah pusat kota SapporoOepang sebagai taman dan ruang publik terbesar di Jepang.

Istiqlal                    Kawasan pusat komersial dan kunjungan wisata manca negara, kawasan ini hiruk pikuk sebagai pusat keramaian di kota Istanbul Turki.

I Lagaligo               Anak dari Sawerigading dengan pernikahannya dengan putri Cina-We cudai dalam sureq-galigo.

Konstanti-nopel    Nama kota Istanbul di jaman kekaisaran Romawi.

Kwang Chou          atau Kanton, kota terbesar di Cina bagian selatan Ibukota Propinsi Kwantung.

Kabuki                   Bentuk drama baru pada periode Genroku (abad ke 17), sekarang dianggap salah satu bentuk pertunjukan tradisional di Jepang.

Lion Red                Salah satu club malam di Wellington-Selandia Baru

Labirin                   Lorong tikus di bawah tanah, gelap dan terpencil.

Mediterania           Percampuran darah Asia-Eropa, yang berdiam di Teluk Balkan dan laut hitam.

 

 

Mesjid Huai

Sheng                     Mesjid tertua di Cina berlokasi di kota Kwang-Chou Provinsi Kwantung.

Mozaic-Madonna

and Child               Salah satu relieg bernuansa Kristen di Mesjid Aya Sophya, yang menggambarkan Kristus dalam pelukan Bunda Maria.

Ochard Road          Jalan di kawasan kota sebagai pusat komersial dan ruang publik terbesar di Singapura.

Panah Sodom         Simbol seksual kaum homo.

Pattaya                  Kota pantai tempat tujuan wisata terbesar di Thailand.

Pattaya PatotoE    Manusia pertama dari langit yang diturunkan ke bumi untuk mengawini Nyilik Timo, ayah dari Sawerigading menurut Legenda-Sureq Galigo.

Pharaoh                  Raja yang memerintah Mesir di jaman kuno, yang dipercaya sebagai penerus Dewa Amon dan Ratu Ahmes yang dipuja bangsa Mesir kuno.

Parnel Rose

Garden                   Salah satu taman di kota Auckland-Selandia Baru yang penuh semarak dengan warna-warni kembang ros.

Pulau Sentosa        Salah satu tempat kunjungan wisata di Singapura, dimana pada kawasan tersebut penuh dengan etalase/ pameran tentang sejarah panjang kota Singapura sebagai kota Bandar niaga yang didiami oleh emigran Cina, Melayu dan India.

Ra                          Dewa Matahari, salah satu Dewa sesembahan bangsa Mesir kuno.

Rangitoto               Salah satu puncak gunung di Auckland-Selandia Baru, yang ramai dikunjungi oleh wisatawan, meskipun pen-dakian curam dan melalui kawasan hutan Pohutukawa

RainbowTrout       Nama ikan warna-warni seperti bianglala yang hidup di danau Taupo-Selandia baru.

Rotorua                  Kota pantai di Selandia Baru dengan bangunan gaya tudor dari kebudayaan Etnis Maori dan tempat digelarnya industri pariwisata dan kerajinan bergaya Polynesia.

Sphinx                    Patung singa berkepala manusia sebagai ornamen pelengkap dari sebuah piramida.

Siri’ na Pacce          Harga diri dan martabat orang Bugis Makassar.

Shinjuku                 Salah satu kawasan komersial yang terdapat di pusat kota Tokyo, meskipun demikian hutan kota sangat terjaga, sehingga masih dapat terdengar bunyi jangkrik dan kaok gagak hitam di sela hiruk pikuknya kota.

Sapporo                 Kota pelabuhan paling utara di Jepang, dimana terdapat pangkalan militer Amerika Serikat.

Sakura                    Nama bunga sebagai simbol wanita Jepang.

Sake                       Minuman keras tradisional Jepang yang bahan dasarnya adalah beras.

Sure’ Galigo            Karya sastra terbesar orang Bugis dan menjadi kitab suci agama Todolo.

Tian An Men         Lapangan di pusat kota Beijing – China, Pada tahun 1989 mahasiswa melancarkan demonstrasi dan mogok makan besar-besaran, tentara pemerintah dengan brutal membunuh ribuan orang dari para demonstran.

Tutankhamen         Firaun kecil, yang kuburannya penuh dengan harta karun yang dipercaya akan dibawa ke kehidupan abadi.

Thebes                   Ibukota Mesir kuno, Raja-raja Firaun memerintah di sini, sekarang bernama Luxor.

Teluk Hauraki        Di pantai teluk Hauraki ini terletak kota Auckland yang terkenal dengan pelabuhan Waitemata dan Manukaku.

Taupo                    Danau yang terletak di kawasan Rotarua dimana di dalamnya banyak terdapat ikan Rainbow Trout.

Teluk Plenty          Teluk di kawasan Rotorua dengan pantai yang indah dimana terdapat air mancur thermal dan terkenal dengan Polynesia SPA-nya.

Topkapi Gate        Pintu gerbang istana Topkapi di Istanbul. Istana Topkapi ini sebagai museum untuk menyimpan benda sejarah dan menjadi kunjungan wisatawan, didalamnya pedang Nabi Muhammad Saw tersimpan.

Wat Arun               Kompleks Kuil Budha terbesar di Bangkok, letaknya di tepi sungai Chao Phraya.

Wanua                   

TengngaE               Bumi (Mayapada), tempat kehidupan manusia sesuai Kosmosmitos I Lagaligo.

Zona Parramatta    Salah satu kawasan yang paling ramai dikota Sidney-Australia.

 

 

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: