JURAGAN JACKY 8.DONT STOP KOMANDAN

Judul Utama          : CAFÉ JURAGAN JACKY ketemu KOMANDAN

Thema                 :DON’T STOP KOMANDAN.

(Perdagangan bebas dan kesiapan sulsel menghadapi era globalisasi dgn peningkatan daya saing SDM }

No PEMAIN PERAN COSTUME
1 Syahriar Tato Juragan Jacky Free
2 Dizha prihantini Ririn Free
3 Fryzscha vias Rosna. Free
4 Ria amir sinrang Pengunjung capila Free
5 Syahrir patakaki Hang seng Free
7 SYL Sang Komandan Free
8
9

Judul Utama          : CAFÉ JURAGAN JACKY.

Topik                   : Perdagangan bebas dan kesiapan sulsel menghadapi era globalisasi dgn peningkatan daya saing SDM

SEGMENT 1(00.02.30)

OPENING GRAFIS CAFE JURAGAN JACKY.

TITLE

Fade Out.

Fade In.

Penonton bertepuk tangan.

Pemain musik memainkan sebuah lagu (Agar jadi lucu, sebaiknya pemain music yng lain mengomentari/menjawab lirik lagu yng dinyanyikan. Mislanya kemana dimana… dijawab tau ah gelap dst. Bisa juga diaransir atau liriknya dirubah agar bisa mengundang tawa). Penonton bertepung tangan.

Fade out.

COMMERCIAL BREAK 1

SEGMENT 2 (00:08:00)

Pemain: Juragan Jacky, Rosna, Ririn.

Fade in.

Rosna muncul, pengunjung bertepuk tangan.

ROSNA.

Penontoooon.

PENGUNJUNG.

Iyeeeeeeeee.

ROSNA.

Apa kabartaaaaaaa.

PENGUNJUNG.

Baik-baik jiiiiii.

ROSNA.

Alhamdulillaaaah.

PENGUNJUNG.

Juragan mana. Kok belum kelihatan.

ROSNA.

Masih capek kali, biasa baru pulang dari Korea dan cina.

PENGUNJUNG.

Wah hebat dong Juragan ke Korea dan cina. Ngapain ?

ROSNA.

Katanya sih ikut seminar internasional.

PENGUNJUNG.

Jangan-jangan ke Korea sedot lemak biar langsing.

Pengunjung ketawa.

PENGUNJUNG LAIN.

Kalau mau cepat lansing, sedot aja pakai sedotan WC.

Pengunjung ketawa.

ROSNA.

Udah, jangan ngomongin orang, dosa tau. Mending nyanyi ah. Musiiiiiik.

Sambil menyanyi lagu Dendang mappadendang (diantara liriknya ada yang kalimat: Dendang mappadendang..mappadendang ni anak ugie.. perasai nyamengna.. nyamengna resonaaaaa… dst. Bisa juga lagu lain yang dianggap berhubungan dengan masalah ekonomi dan peningkatan produktifitas)

Saat Rosna menyanyi, tampa dia sadari Juragan Jacky datang. Rosna terus menyanyi sambil bergaya. Selesai menyanyi Rosna bertanya pada Pengunjung

ROSNA.

Pengunjung.

PENGUNJUNG.

Iyyeeeee.

ROSNA.

Pengunjung.

PENGUNJUNG.

Iyyeeeeeeeeeeeeeeee.

ROSNA.

Bagaimana suara sama gaya menyanyiku gang, mantap kan ?

PENGUNJUNG.

Oooh, tadi itu menyanyi toh.

ROSNA.

Ya iyyalah masa iyya dong.

PENGUNJUNG.

Kirain nangis.

ROSNA.

Eeeh menghinamu di, suara keren kayak Ayu Tinting, masa nyanyi dikira nangis.Yang pasti suara saya jauh lebih bagus dibanding Juragan kan. Tau nggak, suara juragan kalau juragan nyanyi, mirip kambing yang mau dipotong.

Rosna tidak menyadari kalau Juragan ada dibelakangnya. Pengunjung memancing.

PENGUNJUNG.

Rosna .

ROSNA.

Apa ?

PENGUNJUNG.

Juragan cakep papa jelek sih.

Rosna ngakak.

ROSNA.

Hanya orang yang tidak beriman yang mengatakan juragan cakep. Hahahahaa

PENGUNJUNG.

Pelit yah.

ROSNA.

Wow bukan pelit lagi, nenek moyangnya pelit. Sangking pelitnya, minta dosanya aja belum tentu dikasih.

Juragan batuk-batuk, Rosna baru sadar kalau juragan ada dibelakangnya, Rosna langsung memuji juragan. Pengunjung menertawakannya.

PENGUNJUNG.

Nah looooo

JURAGAN.

Apa ? kamu bilang apa tadi.

ROSNA.

Saya bilang juragan itu cakep, baik, hanya orang yang tidak beriman yang bilang juragan pelit.

PENGUNJUNG.

Bohong juragan, tadi dia mencela juragan tuh.

ROSNA.

Nggak juragan. Bohong ! Bohong !.

Rosna berusaha mengalihkan pembicaraan.

ROSNA.

O yah Juragan capek yah, sini saya pijitin.

PENGUNJUNG.

Yeee cari muka tuh biar nggak diomelin. Jangan mau juragan.

JURAGAN.

Cepat bikinkan kopi susu.

ROSNA.

Siaaaaap juragan.

Rosna memberi hormat lalu dengan gaya militer   balik kanan dan menabrak meja, Rosna meringis.

JURAGAN.

Cidda’ ko (dalle’nu).

Ririn muncul lengkap dengan jaket almamaternya.

Faede Out.

SEGMENT 3. 00 :08.00 menit

Pemain: Juragan Jacky, Rosna, Ririn, Pak SYL.Hang Seng

Fade in.

Pengunjung tepuk tangan.

JURAGAN.

Katanya ndak kuliah, Mau ko pigi mana pake jaket segala.

RIRIN.

Mau pergi demo.

JURAGAN.

Nanti rusuh mi seng lagi. Mau ko demo apa lagi ?

RIRIN.

Kita menolak perdagangan bebas.

PENGUNJUNG.

Perdagangan apa Rin ?

RIRIN.

Perdagangan bebas.

PENGUNJUNG.

Jadi semua bebas diperdagangkan. Apa aja bisa dijual.

RIRIN.

Yeee nggak begitu, perdagangan bebas maksudnya, barang-barang dari luar negeri bisa dijual disini tampa kena pajak, begitu juga barang-barang dari sini bisa dijual diluar negeri tampa pajak.dengan demikian persaingan di harga yg terjangkau oleh masyarakat dengan tidak meninggalkan kualitas dan mutu.

PENGUNJUNG.

Ooo kirain semua bebas dijual.

JURAGAN.

Terus kenapa pale mau didemo, itukan bagus, kalau mau beli barang-barang luar negeri ndak usah mi keluar negeri.

RIRIN.

Iyya, tapi barang-barang dalam negeri tidak laku.

JURAGAN.

Kenapa na tidak laku.

RIRIN.

Soalnya barang dari luar negeri lebih murah.

JURAGAN.

Bagus itu, kita maunya belih barang yang murah. Ya ndak pengunjung.

PENGUNJUNG.

Iyyaaaaaa.

RIRIN.

Iyya, tapi mutunya kan belum tentu bagus, udah gitu, kalau semua orang beli barang luar negeri, beras, sayur, pakaian dll terus barang periduksi kita siapa yang beli, kalau ndak ada yang beli petani, nelayan, pengusaha kecil mau makan apa ?

ROSNA.

Makan nasi sama ikan, atau sagu dibikin kapurung juga enak. Ya ndak pengunjung.

PENGUNJUNG.

Ndaaaaak.

RIRIN.

Ih coddok mi seng. Bikinin juice.

ROSNA.

Juice apa ?

RIRIN.

Apa aja yang ada.

ROSNA.

Yang ada banyak. Mau dicampur-campur ? Atau es campur aja sekalian. Atau mau juce kiwi (Boleh juga buah lain, yang penting buah impor).

RIRIN.

Boleh.

Rosna membuatkan minuman, Juragan melanjutkan pembicaraan.

RIRIN.

Pokoknya kita menolak perdagangan bebas.

JURAGAN.

Tunggu dulu, pemerintah itu kan bukan orang bodoh, ndak mungkin mau membunuh rakyatnya sendiri. Mereka terima perjanjian pasar bebas itu karena menguntungkan rakyat.

RIRIN.

Rakyat yang mana ?

JURAGAN.

Ya rakyat indonesia lah.

RIRIN.

Nggak ada itu, yang ada hanya menyengsarakan dan merugikan rakyat. Bayangin aja, kentang dari luar negeri dijual murah, terus kentang, wortel dari Enrekang dan malakaji mau dijual dimana ?

ROSNA.

Karena kentang dari luar negeri dijual disini, yah udah kentang sini kita jual diluar negeri, begitu aja kok repot.

RIRIN.

Ros nggak usah coddo’ deh. Buruan bikin juicenya.

ROSNA.

Ini udah siap.

Rosna membawakan juice kiwi. Ririn meminumnya.

ROSNA.

Enak nggak  ?

RIRIN.

Enak, emang kenapa ?

JURAGAN.

Nah itu salah satu untungnya perdagangan bebas. Bisa minum juice kiwi yang dari luar negeri dengan harga murah.

RIRIN.

Iyya tapi kerugiannya lebih banyak.

JURAGAN.

Dari pada kita berdebat nggak ada habisnya, tunggu Pak Syahrul, kamu tanya sama dia.

RIRIN.

Syahrul Gunawan  yang artis ?

JURAGAN.

Secara wajah sih yaazah tampang mirip lah, tapi dia bukan artis.tapi komandan yang penyanyi.

RIRIN.

Syahrul siapa dong.

JURAGAN.

Pak Syahrul Yasin Limpo

Pengunjung tepuk tangan. Rosna juga langsung antusias mendengar Pak SYL mau datang.

ROSNA.

Pak SYL Gubernur  Sulsel ?

JURAGAN.

Iyya.adakah yang lain,yang bisa ???

ROSNA.

Mau ke sini ?

PENGUNJUNG.

Ke Cafe sini ?

JURAGAN.

Iyya.

Rosna belum bertanya Juragan sudah menjawab.

JURAGAN.

Iyya.

ROSNA.

Belum nanya sudah iyya.

ROSNA.

Yang bener juragan, masa SYL mau kesini ?

RIRIN.

Lagian kamu juga mau diboongin. Mana mungkinlah Seorang Gubernur mau ketempat kayak begini.

JURAGAN.

Yeee Pak SYL itu orangnya merakyat.

RIRIN.

Merakyat sih merakyat, tapi nggak mungkin bangetlah kesini.

Terjadi perdebatan anatara Juragan, Ririn dan Rosana juga pengunjung soal kemungkinan Pak SYL ke Cafe . (Improvisasi) Hingga akhirnya Pak SYL muncul bersama HangSeng, Pengunjung tepuk tangan.

Fade Out.

COMMERCIAL BREAK 3

Segment 4 00 :08 :00 Menit.

Pemain: Juragan Jacky, Rosna, Ririn, Pak SYL . Hang seng dan 3 teman Ririn.

Fade in.

Penonton bertepuk tangan. Juragan menyambut kedatangan Pak SYL. Pemusik meminta supaya Pak SYL menyanyi.

PEMUSIK.

Maaf pak, atas nama pemusik minta, kalau ndak keberatan bapak nyanyi satu lagu pak.

PENGUNJUNG.

Iyya pak, atas nama pengunjung yang mewakili rakayat sulsel pak, mau ki kodong liat ki bapak menyanyi.

SEMUA.

Nyanyi…nyanyiii…nyanyiiiii…..

Dengan senyum ramah, pak SYL memenuhi permintaan hadirin. Musik mengalun, semua tepuk tangan. Pak SYL menyanyi. (Supaya seru, bila memungkinkan penonton ikut berjoget ). Selesai menyanyi, semua tepuk tangan.

Juragan mempersilahkan Pak SYl duduk dan menawarkan minum.

JURAGAN.

Silahkan duduk Komandan.

SYL.

Makasih.

JURAGAN.

Minum apa pak komandang, ada……

Juragan menawarkan bermacam-macam minuman dan ternyata.

SYL.

Sarabba sama ubi goreng, ada ? (minuman dan makanan tradisional)

Juragan bingung karena ia tidak jual minuman dan makanan yang dicari.

JURAGAN.

Anu pak komandan maaf ndak ada.

HANG SENG.

Makanya kalo mau jadi cafe dunia harus siapkan makanan global

SYL.

Mestinya disamping jual minuman dan makanan luar negeri, makanan dan minuman tradisional jual juga.

JURAGAN.

Peminatnya jarang pak.

SYL.

Kalau peminta kurang mestinya dicari penyebabnya kenapa jarang yang cari. Bukannya langsung tidak jual. Kalau semua berpikiran sama dengan Juragan, lama-lama makanan dan minuman tradisional kita habis. Misalnya kalau pembeli kurang suka karena kemanisan, yaaaa kurangi gulanya, kalau pembeli tidak suka karena pedas, ya kurangi jahenya. Kalau kepahitan, tambahin gula dikit. Kalau kemasannya kurang menarik, ya bikin menarik.

JURAGAN.

Iyya ya pak.

SYL.

Iyya dong. Jadi makanan dan minuman kita bisa bersaing dengan buatan luar negeri.

PENGUNJUNG.

Singkong goreng rasa keju Pak.

SYL.

Kan sudah ada. Pisang epe juga sudah macam-macam rasa.

PENGUNJUNG.

Sarabba rasa Sake

PENGUNJUNG.

Rasa sampanye

SYL.

Iyya dong.Tapi bisaji diminum itu ?ha ha ha cari rasa yang bisa padu dong…..Misalnya di Jepang,sake rasa stroberry…itu baru sedap

ROSNA.

Jadinya bapak mau minum apa ?

SYL.

Kopi Susu.

Rosna bercanda.

ROSNA.

Kalau Kopi susu harus pake ‘S’ pak komandan.

SYL lansung menjawab.

SYL.

Iyyalah, kalau ndak pake ‘S’ jadinya kopi uu. Hahahaaa

ROSNA.

Hehehehee ternyata Bapak komandan tau juga hehehehee.

SYL.

Ya taulah, SYL Gitul loh. Hahahaa

Semua ikut tertawa.

Tiba-tiba muncul dua orang mahasiswa (teman Ririn) menyusul.

Pennton tepuk tangan.

Fade out.

COMMERCIAL BREAK. 4

SEGMENT 5 00:07:00

Pemain: Juragan Jacky, Rosna, Ririn, Hang Seng , SYL.

Fade in.

Pengunjung tepuk tangan. Rosna membawakan minuman pesanan Pak SYL.

ROSNA.

Silahkan pak komandan.

SYL.

Iyya, Makasih.

TEMAN RIRIN.

Yuk Rin, berangkat yuk.

SYL.

Pada mau kemana nih.

RIRIN.

Mau demo pak komandan.

SYL.

Demo masak ? bagus itu kalau anak perempuan rajin demo masak, jadi nanti kalau sudah punya laki, bisa masak sendiri, nggak semua dikerjain pembantu.

RIRIN.

Bukan demo masak pak komandan. Kita mau demo menolak Perdagangan Bebas.

JURAGAN.

Iyya juragan, makanya tadi saya bilang jangan berangkat dulu, Pak SYL mau kesini mending tanya lansung, kenapa pemerintah menanda tangani perjanjian perdagangan bebas.

SYL tersenyum.

SYL.

Ooh begitu… yaaah duduk dululah, kita ngobrol-ngobrol.

Teman-teman Ririn pun ikut duduk. SYL bertanya dengan penuh senyum.

SYL.

Pesen minum dulu, biar ngobrolnya enak.

TEMAN-TEMAN RIRIN.

Nggak usah pak makasih.

SYL.

Kenapa perdagangan bebas harus ditolak ?

RIRIN.

Iyya dong pak, Perdagangan bebas itu menyengsarakan rakyat.

TEMAN RIRIN.

Perdagangan Bebas hanya menguntungkan pengusaha besar.

TEMAN LAIN.

Pokoknya kita menolak perdagangan bebas !!!

Pokoknya Ririn cs dengan penuh semangat mengutarakan bermacam macam kerugian dan kelemahan perdagangan bebas. Namun SYL tetap tersenyum malah ikut mengangguk angguk memaklumi argumen Ririn cs. Kadang kalau sudah berebut pak SYL dengan tenang sambil tersenyum (Improvisasi) Pak SYL memberi jempol pada Ririn Cs.

SYL.

Salut, Bapak salut sama adik-adik ini. Dengan argumen tadi jelas kalau adik-adik ini memikirkan nasib rakyat. Nasib orang banyak.

RIRIN CS.

Iyya dong pak komandan.

SYL.

Tapi adik-adik juga harus paham kalau pemerintah menandatangani perjanjian perdagangan bebas karena memikirkan kesejahteraan masyarakat banyak juga.

RIRIN.

Tapi kenyataannya ?

SYL.

Yah, kenyataannya memang untuk mensejahtrakan rakyat banyak.

RIRIN.

Nggak kok pak, buktinya petani, nelayan, pengusaha kecil semua pada teriak, produknya kalah bersaing dengan yang dari luar negeri.

SYL.

Naaaaaah, masalahnya karena kalah bersaing. Sekarang kita tinggal berusaha bagaimana supaya kita tidak kalah saing dengan barang luar negeri. Baik dari kuwalitas maupun kwantitasnya. Artinya kan daya saing SDM nya juga kita tingkatkan.

Minum dululah biar ngobrolnya enak.

Juragan Nyanyi dulu biar suasananya nggak tegang.

Juragan pun menyanyikan sebuah lagu Hingga selesai Pengunjung tepuk tangan.

Fade out.

COMMERCIAL BREAK. 5

SEGMENT 6. 00:08:00 Menit.

Pemain: Juragan Jacky, Pak SYL. Rosna, Ririn, Teman Ririn.Hang Seng

Fade in.

Penonton bertepuk tangan. Rosna membawakan minuman pada teman-teman Ririn.

SYL.

Sampai dimana penjelasan saya tadi.

RIRIN.

Sampai daya saing SDM.

SYL.

Oke.

Jadi Bapak jelaskan tentang Perdagangan bebas dan kesiapan sulsel menghadapi era globalisasi dgn peningkatan daya saing SDM

Disini Pak SYl menjelaskan panjang lebar tentang topic diatas. Pertanyaan dan tanggapan dari Ririn cs. dan Rosna serta penonton terus berlanjut dan dijawab oleh Pak SYL hingga akhirnya semuanya bisa faham. (Improvisasi)

SYL.

Jadi begitu adik-adik.

RIRIN CS.

Iyya pak.

SYL.

Percazya deh sama Bapak. Kalau ada kebijakan pemerintah yang bakal menyengsarakan rakyat banyak. Saya yang paling duluan menentangnya. Kalau perlu saya ikut pimpin Demo.

Ririn cs tersenyum. Seorang teman Ririn datang, Ririn cs lansung menyatakan penolakannya.

RIRIN CS.

Kita nggak jadi ikut demo.

TEMAN.

Justeru saya kesini mau kasih tau kalau gak jadi demo.

Semuanya tersenyum.

Catatan.

Segment ini harus tetap dijaga agar berlansung dengan santai jangan sampai terkesan jadi serius. Pertanyaan dan celetukan lucu tetap ada untuk mencairkan suasana.

Harap temponya dijaga jangan sampai jadi lamban.

Fade out.

COMMERCIAL BREAK. 6

SEGMENT 7. 00:03:30

Fade in.

Lagu penutup, Salah seorang membawakan lagu, para penonton ikut bergoyang.

Rolling Title.

Sekian.

CATATAN.

-Harap di jaga temponya jangan sampai kendor.

-Siapkan extras disamping panggung, yang siap disuruh masuk untuk mencairkan suasana atau menjaga suasana kalau tiba-tiba pemain kehabisan ide, dengan bertanya atau membeli sesuatu, setelah itu out lagi.

-Sisipkan penonton yang siap nyeletuk saat terjadi kepakuman atau improvisasi lari dari topik. Bisa juga sutradara lansung nyeletuk, mengomentari atau menanggapi untuk memancing kelucuan atau menjaga tempo permainan.

 

 

 

 

BAHAN-BAHAN PERDAGANGAN BEBAS.

 

Perdagangan bebas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari

Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.

Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.

Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semuha hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.

[sunting] Sejarah Pasar Bebas

Sejarah dari perdagangan bebas internasional adalah sejarah perdagangan internasional memfokuskan dalam pengembangan dari pasar terbuka. Diketahui bahwa bermacam kebudayaan yang makmur sepanjang sejarah yang bertransaksi dalam perdagangan. Berdasarkan hal ini, secara teoritis rasionalisasi sebagai kebijakan dari perdagangan bebas akan menjadi menguntungkan ke negara berkembang sepanjang waktu. Teori ini berkembang dalam rasa moderennya dari kebudayaan komersil di Inggris, dan lebih luas lagi Eropa, sepanjang lima abad yang lalu. Sebelum kemunculan perdagangan bebas, dan keberlanjutan hal tersebut hari ini, kebijakan dari merkantilisme telah berkembang di Eropa di tahun 1500. Ekonom awal yang menolak merkantilisme adalah David Ricardo dan Adam Smith.

Ekonom yang menganjurkan perdagangan bebas percaya kalau itu merupakan alasan kenapa beberapa kebudayaan secara ekonomis makmur. Adam Smith, contohnya, menunjukkan kepada peningkatan perdagangan sebagai alasan berkembangnya kultur tidak hanya di Mediterania seperti Mesir, Yunani, dan Roma, tapi juga Bengal dan Tiongkok. Kemakmuran besar dari Belanda setelah menjatuhkan kekaisaran Spanyol, dan mendeklarasikan perdagangan bebas dan kebebasan berpikir, membuat pertentangan merkantilis/perdagangan bebas menjadi pertanyaan paling penting dalam ekonomi untuk beberapa abad. Kebijakan perdagangan bebas telah berjibaku dengan merkantilisme, proteksionisme, isolasionisme, komunisme dan kebijakan lainnya sepanjang abad.

Dalam beberapa tahun ini, tampak membanjirnya barang Cina di Indonesia. Fenomena ini ternyata sudah mulai mengikis secara perlahan kebangkrutan industri lokal. Apalagi nantinya Perdagangan Bebas ASEAN-China diberlakukan di Indonesia, sangat mungkin kehancuran industri Indonesia semakin parah.

Perjanjian Free Trade Area

Pemerintah melalui Menteri Perdagangan pada tanggal 28 Februari 2009 lalu bersama sejumlah menteri Perdagangan ASEAN, Australia dan New Zaeland telah menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru, atau AANZ-FTA (Asean, Australia, New Zealand Free Trade Area), yakni perjanjian kerjasama untuk melakukan perdagangan bebas di antara negara-negara tersebut. Sementara itu perjanjian ASEAN-China sudah akan mulai berlaku sejak bulan Januari 2010.

Bahkan Menteri Perdagangan ASEAN juga telah membahas kerangka kerja penyusunan FTA dengan Uni Eropa dan India. Pokok dari perjanjian tersebut adalah masing-masing negara akan menurunkan tarif bea masuk barang dan jasa dari negara-negara yang terlibat perjanjian menjadi nol persen dengan tahapan-tahapan yang disepakati. Pada perjanjian AANZA-FTA, sekitar 86 persen dari pos tarif Indonesia bertahap akan menjadi nol persen pada 2015, atau sekitar 13 persen tarif menjadi nol persen pada 2009. Dari Australia, 92 persen jadi nol persen pada tahun pertama. Lebih dari 70 persen pos tarif Selandia Baru juga langsung nol persen di tahun pertama. Sementara produk peternakan, seperti daging dan susu, dari kedua negara itu dinolkan pada 2017-2020.

Padahal jika dicermati perjanjian tersebut justru merugikan Indonesia. Selama ini misalnya neraca perdagangan non migas Indonesia baik dengan Australia dan New Zealand selalu negatif. Artinya tanpa perdagangan bebas pun, Indonesia lebih banyak mengimpor barang dari kedua negara tersebut. Australia selama ini dikenal sebagai pemasok utama susu daging sapi dan sejumlah bahan pangan ke Indonesia.

Jika tarif diturunkan menjadi nol persen maka dapat dipastikan ketergantungan pada impor akan semakin tinggi. Sementara industri pertanian yang kini terseok-seok akibat gempuran produk-produk impor akan semakin terpukul. Sekedar catatan hingga saat ini Indonesia mengimpor sejumlah produk pertanian antara lain: gandum sebanyak 100% dari total kebutuhan gandum dalam negeri, kedelai 61%, gula 31%, susu 70%, daging sapi 50%, garam 66,% dan kapas sebanyak 80%. China akan lebih dominan dari negara-negara ASEAN, ketika perdagangan bebas ASEAN-Cina diberlakukan 1 Januari 2010. Perdagangan bebas ASEAN-Cina akan berdampak kepada tidak seimbangnya neraca perdagangan antara Cina dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. China lebih menguasai perdagangan karena produktivitas tenaga kerja yang tinggi dan massal. Di saat bersamaan negara China agresif mendorong ekspor ke luar negeri dengan kebijakan yang bersaing. China menerapkan tarif pajak hingga nol persen. Hal ini akan menekan harga ekspor. Dengan produksi massal, biaya produksi produk-produk China rendah karena biaya per unit lebih rendah.

Produk-produk yang murah tersebut, membanjiri pasar-pasar nasional dengan harga murah. Indonesia lalu dipaksa menampilkan produk-produk yang memiliki keunggulan komperatif tertentu, seperti batik dan melakukan subsitusi impor dengan berupaya mengatasi masalah-masalah impor. Indonesia sulit menjadwal ulang perdagangan bebas ASEAN-China karena kesepakatannnya cukup lama. Tang bisa dilakukan adalah bagaimana negara-negara tersebut menghindari praktik-praktik yang tidak sehat dalam perdagangan.

Dampak Buruk Indonesia

Perdagangan bebas ASEAN-Cina per 1 Januari 2010 akan membuat banyak industri nasional gulung tikar karena kalah bersaing. Akibatnya, angka pengangguran diperkirakan melonjak. Pengusaha Indonesia yang tak mampu bersaing dengan Cina akan gulung tikar atau mengurangi kapasitas produksinya. Meski perdagangan bebas itu bisa juga berdampak signifikan pada industri nasional, karena neraca perdagangan Indonesia-Cina pernah mencatat surplus sekitar US$ 300 juta, tahun lalu Indonesia sudah mencatat defisit US$ 4 miliar. Terbesar di sektor nonmigas. Dalam jangka pendek perdagangan bebas ASEAN-Cina ini lebih banyak mengindikasikan kerugian dibanding keuntungan. Pemerintah kurang mempersiapkan industri dalam negeri bersaing imbang dengan industri di ASEAN, khususnya Cina.

Neraca perdagangan Indonesia-Cina menunjukkan defisit yang terus membesar sejak tahun lalu. Indonesia dengan kekuatan pasar domestik sebesar 230 juta penduduk merupakan target pasar yang sangat besar, yang pasti akan segera disambar industri negara tetangga. Perdagangan bebas akan mempercepat proses deindustrialisasi dan mempersempit kesempatan kerja.

Kesepakatan perdagangan bebas yang telah dilakukan sejak delapan tahun lalu itu malah akan memperburuk sektor manufaktur. Menjelang diimplementasikan bulan depan, kesepakatan itu mulai menuai masalah yang mengkhawatirkan. Celakanya, baru sepekan terakhir tujuh instansi baru mulai menghitung kemungkinan daya tahun industri manufaktur Indonesia. Dari faktor kerugian, dalam jangka pendek perdagangan bebas itu antara lain akan membuat perusahaan yang tidak efisien bangkrut. Akibat barang impor menjadi lebih murah, volume impor barang konsumsi naik sehingga menghabiskan devisa dan membuat nilai tukar rupiah menjadi sulit menguat.

Perusahaan juga cenderung akan menahan biaya produksi melalui penghematan penggunaan tenaga kerja tetap, sehingga job security tenaga kerja menjadi rapuh dan angka pengangguran diperkirakan meningkat. Dalam jangka pendek perdagangan bebas itu bisa membuat angka pengangguran membengkak lagi ke level di atas 9,5 persen jika sekitar 700 jenis produk terpaksa “hilang” karena kalah bersaing oleh produk Cina.  Padahal sektor industri merupakan sektor kedua terbesar setelah pertanian dalam penyerapan tenaga kerja. Situasi ketenagakerjaan ini tampaknya akan menjadi penyakit kronis yang bisa merapuhkan fundamental ekonomi Indonesia. Perdagangan bebas akan menjadi masalah baru dalam ketenagakerjaan di Indonesia.

Dalam jangka pendek, tampaknya Indonesia akan mengalami neto negatif yang tidak hanya merugikan sektor industri dan ketenagakerjaan, tapi juga penerimaan negara dari pajak.

Antisipasi

Melihat dampak yang sangat luar biasa merugikan tersebut sebaiknya harus dilakukan antisipasi yang cepat dan menyeluruh. Langkah segera yang dapat diupayakan adalah pemerintah negosiasi ulang kesepakatan perdagangan bebas itu atau minimal menundanya, terutama untuk sektor-sektor yang belum siap.

Indonesia perlu melakukan seleksi produk untuk melindungi industri nasional. Misalnya, garmen Indonesia dibebaskan masuk ke negara lain, sementara industri makanan dibolehkan masuk. Pemerintah mencabut pungutan retribusi yang memberatkan dunia usaha di daerah agar industri lokal menjadi kompetitif. perbatasan provinsi. Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta adalah salah satu pintu masuk barang ke Indonesia, termasuk dari Cina dan negara Asean lainnya. Meski serbuan impor barang dari Cina diprediksi terjadi tiga bulan mendatang, pemerintah hanya bisa membendung barang impor melalui mekanisme non-tarif. Pengetatan pemeriksaan barang masuk di pelabuhan harus dilakukan karena negara lain juga melakukan hal sama. Memang, pengetatan pemeriksaan barang impor dalam jangka pendek bisa menahan serbuan produk Cina. Namun, pemerintah agaknya masih harus bekerja keras agar industri di Tanah Air bisa bersaing dengan produk impor yang lebih murah.

Di sisi lain, pemerintah harus menyiapkan industri domestik agar bisa lebih kompetitif dengan produk Cina serta memberikan kemudahan dalam bentuk pendanaan atau lainnya. Pemerintah harus memperbaiki berbagai kebijakan ekonomi untuk menghadapi perdagangan bebas. Pemerintah sebaiknya mengaktifkan rambu-rambu nontarif, seperti safeguard (jaring pengaman) dan dumping, yang selama ini dinilai tak punya gigi oleh para pengusaha.

Selain itu, masalah penyelundupan harus diselesaikan agar daya saing produk Indonesia bisa tercapai. Pasalnya, di luar penurunan tarif nol, sekarang disinyalir banyak produk ilegal yang masuk. Kalau tarifnya zero, berarti sudah tidak bisa ketahuan bedanya lagi, mana yang ilegal dan legal dengan tarif zero. Tetapi secara jangka panjang langkah-langkah tersebut tidak bisa dipertahankan. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, bangsa ini tidak bisa mengelak dari kebjaksanaan global tersebut. Masyarakat Industri harus berjuang dengan keras untuk memenangkan persaingan global yang semakin mengancam. Dibutuhkan kejelian dan kreatifitas untuk dapat menembus persaingan ketat tersebut. Beberapa hal yang menjadi keemahan barang industri China adalah kualitasnya. Kelemahan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku industri di Indonesia.

dikutip dari : KORAN ANAK INDONESIA (http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/01/18/antisipasi-terhadap-dampak-buruk-perdagangan-bebas-asean-china/)

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: