JURAGAN JACKY 9.PERDAGANGAN BEBAS

Judul Utama          : CAFÉ JURAGAN JACKY.

Topik                   : Perdagangan bebas dan makassar menuju kota dunia

Bintang tamu         : Drs.Kadir Halid.MM

SEGMENT 1(00.08)

OPENING GRAFIS CAFE JURAGAN JACKY.

TITLE

Fade Out.

Fade In.

Penonton bertepuk tangan.

Pemain musik memainkan sebuah lagu (Agar jadi lucu, sebaiknya pemain music yng lain mengomentari/menjawab lirik lagu yng dinyanyikan. Misalnya kemana dimana… dijawab tau ah gelap dst. Bisa juga diaransir atau liriknya dirubah agar bisa mengundang tawa). Penonton bertepuk tangan.

Rosna,Kasir,Hanseng,juragan jacky dan Ririn

Rosna muncul, pengunjung bertepuk tangan.

ROSNA.

Bu kasir.

KASIR.

Iyeeeeeeeee.

ROSNA.

Apa kabartaaaaaaa.

KASIR.

Baik-baik jiiiiii.

ROSNA.

Alhamdulillaaaah.

KASIR.

Juragan mana. Kok belum kelihatan.

ROSNA.

Masih capek kali, biasa baru pulang dari Korea dan cina.

KASIR.

Wah hebat dong Juragan ke Korea dan cina. Ngapain ?

ROSNA.

Katanya sih ikut seminar internasional.

KASIR.

Jangan-jangan ke Korea sedot lemak biar langsing.

HANSENG.

Kalau mau cepat langsing, sedot aja pakai sedotan WC.

ROSNA.

Udah, jangan ngomongin orang, dosa tau. Mending nyanyi ah. Musiiiiiik.

Sambil menyanyi lagu Dendang mappadendang (diantara liriknya ada yang kalimat: Dendang mappadendang..mappadendang ni anak ugie.. perasai nyamengna.. nyamengna resonaaaaa… dst. Bisa juga lagu lain yang dianggap berhubungan dengan masalah ekonomi dan peningkatan produktifitas)

Saat Rosna menyanyi, tampa dia sadari Juragan Jacky datang. Rosna terus menyanyi sambil bergaya. Selesai menyanyi Rosna bertanya.

ROSNA.

Bu kasir.

KASIR.

Iyyeeeee.

ROSNA.

Angko….

HANSENG.

Iyyeeeeeeeeeeeeeeee.

ROSNA.

Bagaimana suara sama gaya menyanyiku gang, mantap kan ?

KASIR.

Oooh, tadi itu menyanyi toh.

ROSNA.

Ya iyyalah masa iyya dong.

HANSENG

Kirain nangis.

ROSNA.

Eeeh menghinamu di, suara keren kayak Ayu Tinting, masa nyanyi dikira nangis.Yang pasti suara saya jauh lebih bagus dibanding Juragan kan. Tau nggak, suara juragan kalau juragan nyanyi, mirip kambing yang mau dipotong.

Rosna tidak menyadari kalau Juragan ada dibelakangnya. Hanseng memancing.

HANSENG.

Rosna .

ROSNA.

Apa ?

HANSENG.

Juragan cakep apa jelek sih.

Rosna ngakak.

ROSNA.

Hanya orang yang tidak beriman yang mengatakan juragan cakep. Hahahahaa

HANSENG.

Pelit yah.

ROSNA.

Wow bukan pelit lagi, nenek moyangnya pelit. Sangking pelitnya, minta dosanya aja belum tentu dikasih.

Juragan batuk-batuk, Rosna baru sadar kalau juragan ada dibelakangnya, Rosna langsung memuji juragan. Hanseng menertawakannya.

KASIR.

Nah looooo

JURAGAN.

Apa ? kamu bilang apa tadi.

ROSNA.

Saya bilang juragan itu cakep, baik, hanya orang yang tidak beriman yang bilang juragan pelit.

HANSENG.

Bohong juragan, tadi dia mencela juragan tuh.

ROSNA.

Nggak juragan. Bohong ! Bohong !.

Rosna berusaha mengalihkan pembicaraan.

ROSNA.

O yah Juragan capek yah, sini saya pijitin.

KASIR.

Yeee cari muka tuh biar nggak diomelin. Jangan mau juragan.

JURAGAN.

Cepat bikinkan kopi susu.

ROSNA.

Siaaaaap juragan.

Rosna memberi hormat lalu dengan gaya militer   balik kanan dan menabrak meja, Rosna meringis.

JURAGAN.

Cidda’ ko (dalle’nu).

.

Fade Out.

SEGMENT 2. 00 :08.00 menit

Pemain: Juragan Jacky, Rosna, Ririn, Pak Kadir halid.Hang Seng

Fade in.

Pengunjung tepuk tangan. Ririn muncul lengkap dengan jaket almamaternya

JURAGAN.

Katanya ndak kuliah, Mau ko pigi mana pake jaket segala.

RIRIN.

Mau pergi demo.

JURAGAN.

Nanti rusuh mi seng lagi. Mau ko demo apa lagi ?

RIRIN.

Kita menolak perdagangan bebas.

KASIR.

Perdagangan apa Rin ?

RIRIN.

Perdagangan bebas.

HANSENG.

Jadi semua bebas diperdagangkan. Apa aja bisa dijual.

RIRIN.

Yeee nggak begitu, perdagangan bebas maksudnya, barang-barang dari luar negeri bisa dijual disini tampa kena pajak, begitu juga barang-barang dari sini bisa dijual diluar negeri tampa pajak.dengan demikian persaingan di harga yg terjangkau oleh masyarakat dengan tidak meninggalkan kualitas dan mutu.

HANSENG.

Ooo kirain semua bebas dijual.

JURAGAN.

Terus kenapa pale mau didemo, itukan bagus, kalau mau beli barang-barang luar negeri ndak usah mi keluar negeri.

RIRIN.

Iyya, tapi barang-barang dalam negeri tidak laku.

JURAGAN.

Kenapa na tidak laku.

RIRIN.

Soalnya barang dari luar negeri lebih murah.

JURAGAN.

Bagus itu, kita maunya belih barang yang murah. Ya ndak angko.

HANSENG.

Iyyaaaaaa.

RIRIN.

Iyya, tapi mutunya kan belum tentu bagus, udah gitu, kalau semua orang beli barang luar negeri, beras, sayur, pakaian dll terus barang produksi kita siapa yang beli, kalau ndak ada yang beli petani, nelayan, pengusaha kecil mau makan apa ?

ROSNA.

Makan nasi sama ikan, atau sagu dibikin kapurung juga enak. Ya ndak bu kasir.

KASIR.

Ndaaaaak.

RIRIN.

Ih coddok mi seng. Bikinin juice.

ROSNA.

Juice apa ?

RIRIN.

Apa aja yang ada.

ROSNA.

Yang ada banyak. Mau dicampur-campur ? Atau es campur aja sekalian. Atau mau juce kiwi (Boleh juga buah lain, yang penting buah impor).

RIRIN.

Boleh.

Rosna membuatkan minuman, Juragan melanjutkan pembicaraan.

RIRIN.

Pokoknya kita menolak perdagangan bebas.

JURAGAN.

Tunggu dulu, pemerintah itu kan bukan orang bodoh, ndak mungkin mau membunuh rakyatnya sendiri. Mereka terima perjanjian pasar bebas itu karena menguntungkan rakyat.

RIRIN.

Rakyat yang mana ?

JURAGAN.

Ya rakyat indonesia lah.

RIRIN.

Nggak ada itu, yang ada hanya menyengsarakan dan merugikan rakyat. Bayangin aja, kentang dari luar negeri dijual murah, terus kentang, wortel dari Enrekang dan malakaji mau dijual dimana ?

ROSNA.

Karena kentang dari luar negeri dijual disini, yah udah kentang sini kita jual diluar negeri, begitu aja kok repot.

RIRIN.

Ros nggak usah coddo’ deh. Buruan bikin juicenya.

ROSNA.

Ini udah siap.

Rosna membawakan juice kiwi. Ririn meminumnya.

ROSNA.

Enak nggak  ?

RIRIN.

Enak, emang kenapa ?

JURAGAN.

Nah itu salah satu untungnya perdagangan bebas. Bisa minum juice kiwi yang dari luar negeri dengan harga murah.

RIRIN.

Iyya tapi kerugiannya lebih banyak.

JURAGAN.

Dari pada kita berdebat nggak ada habisnya, tunggu Pak Kadir, kamu tanya sama dia.

RIRIN.

Pak kadir  yang artis pelawak ?

JURAGAN.

Secara wajah sih yaazah tampang mirip lah, tapi dia bukan artis.

RIRIN.

Kadir siapa dong.

JURAGAN.

Pak kadir halid pengusaha export import dari tanah ugi

Pengunjung tepuk tangan. Rosna juga langsung antusias mendengar Pak Kadir halid mau datang.

ROSNA.

Pak Kadir yang adiknya pak nurdin halid ?

JURAGAN.

Iyya.adakah yang lain ???

ROSNA.

Mau ke sini ?

KASIR.

Ke Cafe sini ?

JURAGAN.

Iyya.

Rosna belum bertanya Juragan sudah menjawab.

JURAGAN.

Iyya.

ROSNA.

Belum nanya sudah iyya.

ROSNA.

Yang bener juragan, masa pak kadir mau maunya kesini ?

RIRIN.

Lagian kamu juga mau diboongin. Mana mungkinlah Seorang yang sibuk kayak pak kadir mau kesini.

JURAGAN.

Yeee Pak kadir itu orangnya merakyat.

RIRIN.

Merakyat sih merakyat, tapi nggak mungkin bangetlah kesini.apalagi dengar dengarnya sibuk mempersiapkan diri jadi calon walikota makassar.

Terjadi perdebatan antara Juragan, Ririn dan Rosna juga kasir soal kemungkinan Pak kadir mau datang ke kafe . (Improvisasi) Hingga akhirnya Pak Kadir Halid muncul bersama temannya, Pengunjung tepuk tangan.

Fade Out.

COMMERCIAL BREAK 2

Segment 3 00 :08 :00 Menit.

Pemain: Juragan Jacky, Rosna, Ririn, Pak Kadir . Hang seng dan teman Ririn.

Fade in.

Penonton bertepuk tangan. Juragan menyambut kedatangan Pak Kadir. Pemusik meminta supaya Pak Kadir menyanyi.

PEMUSIK.

Maaf pak, atas nama pemusik minta, kalau ndak keberatan bapak nyanyi satu lagu pak.

KASIR.

Iyya pak, atas nama pengunjung yang mewakili rakyat kota makassar, mau ki kodong liat ki bapak menyanyi.

SEMUA.

Nyanyi…nyanyiii…nyanyiiiii…..

Dengan senyum ramah, pak Kadir memenuhi permintaan hadirin. Musik mengalun, semua tepuk tangan. (Supaya seru, bila memungkinkan penonton ikut berjoget ). Selesai menyanyi, semua tepuk tangan.

Juragan mempersilahkan Pak Kadir Halid duduk dan menawarkan minum.

JURAGAN.

Silahkan duduk Pak Kadir.

KADIR HALID.

Makasih.

JURAGAN.

Minum apa pak , ada……

Juragan menawarkan bermacam-macam minuman dan ternyata.

KADIR HALID.

Sarabba sama ubi goreng, ada ? (minuman dan makanan tradisional)

Juragan bingung karena ia tidak jual minuman dan makanan yang dicari.

JURAGAN.

Anu pak maaf ndak ada.

HANG SENG.

Makanya kalo mau jadi cafe dunia harus siapkan makanan global

KADIR.

Mestinya disamping jual minuman dan makanan luar negeri, makanan dan minuman tradisional jual juga.

JURAGAN.

Peminatnya jarang pak.

KADIR.

Kalau peminta kurang mestinya dicari penyebabnya kenapa jarang yang cari. Bukannya langsung tidak jual. Kalau semua berpikiran sama dengan Juragan, lama-lama makanan dan minuman tradisional kita habis. Misalnya kalau pembeli kurang suka karena kemanisan, yaaaa kurangi gulanya, kalau pembeli tidak suka karena pedas, ya kurangi jahenya. Kalau kepahitan, tambahin gula dikit. Kalau kemasannya kurang menarik, ya bikin menarik.

JURAGAN.

Iyya ya pak.

KADIR.

Iyya dong. Jadi makanan dan minuman kita bisa bersaing dengan buatan luar negeri.

KASIR.

Singkong goreng rasa keju Pak.

KADIR.

Kan sudah ada. Pisang epe juga sudah macam-macam rasa.

HANSENG.

Sarabba rasa Sake

KASIR.

Rasa sampanye

KADIR.

Iyya dong.Tapi bisaji diminum itu ?ha ha ha cari rasa yang bisa padu dong…..Misalnya di Jepang,sake rasa stroberry…itu baru sedap

ROSNA.

Jadinya bapak mau minum apa ?

KADIR.

Kopi Susu.

Rosna bercanda.

ROSNA.

Kalau Kopi susu harus pake ‘S’ pak

KADIR.

Iyyalah, kalau ndak pake ‘S’ jadinya kopi uu. Hahahaaa

ROSNA.

Hehehehee ternyata Bapak tau juga hehehehee.

KADIR.

Ya taulah, Kadir Gitul loh. Hahahaa

Semua ikut tertawa.

Tiba-tiba muncul mahasiswa (teman Ririn) menyusul.

Pengunjung tepuk tangan. Rosna membawakan minuman pesanan Pak Kadir.

ROSNA.

Silahkan pak kadir.

KADIR.

Iyya, Makasih.

TEMAN RIRIN.

Yuk Rin, berangkat yuk.

KADIR.

Pada mau kemana nih.

RIRIN.

Mau demo pak.

KADIR.

Demo masak ? bagus itu kalau anak perempuan rajin demo masak, jadi nanti kalau sudah punya laki, bisa masak sendiri, nggak semua dikerjain pembantu.

RIRIN.

Bukan demo masak pak. Kita mau demo menolak Perdagangan Bebas.

JURAGAN.

Iyya juragan, makanya tadi saya bilang jangan berangkat dulu, Pak Kadir mau kesini mending tanya lansung, kenapa pemerintah menanda tangani perjanjian perdagangan bebas.

KADIR.

Ooh begitu… yaaah duduk dululah, kita ngobrol-ngobrol.

Teman-teman Ririn pun ikut duduk. Kadir bertanya dengan penuh senyum.

KADIR.

Pesen minum dulu, biar ngobrolnya enak.

TEMAN-TEMAN RIRIN.

Nggak usah pak makasih.

KADIR.

Kenapa perdagangan bebas harus ditolak ?

RIRIN.

Iyya dong pak, Perdagangan bebas itu menyengsarakan rakyat.

TEMAN RIRIN.

Perdagangan Bebas hanya menguntungkan pengusaha besar.

TEMAN LAIN.

Pokoknya kita menolak perdagangan bebas !!!

Pokoknya Ririn cs dengan penuh semangat mengutarakan bermacam macam kerugian dan kelemahan perdagangan bebas. Namun Kadir tetap tersenyum malah ikut mengangguk angguk memaklumi argumen Ririn cs. Kadang kalau sudah berebut pak Kadir dengan tenang sambil tersenyum (Improvisasi) Pak Kadir memberi jempol pada Ririn Cs.

KADIR.

Salut, Bapak salut sama adik-adik ini. Dengan argumen tadi jelas kalau adik-adik ini memikirkan nasib rakyat. Nasib orang banyak.

RIRIN CS.

Iyya dong pak .

KADIR.

Tapi adik-adik juga harus paham kalau pemerintah menandatangani perjanjian perdagangan bebas karena memikirkan kesejahteraan masyarakat banyak juga.

RIRIN.

Tapi kenyataannya ?

KADIR.

Yah, kenyataannya memang untuk mensejahtrakan rakyat banyak.

RIRIN.

Nggak kok pak, buktinya petani, nelayan, pengusaha kecil semua pada teriak, produknya kalah bersaing dengan yang dari luar negeri.

KADIR.

Naaaaaah, masalahnya karena kalah bersaing. Sekarang kita tinggal berusaha bagaimana supaya kita tidak kalah saing dengan barang luar negeri. Baik dari kuwalitas maupun kwantitasnya. Artinya kan daya saing SDM nya juga kita tingkatkan.

Minum dululah biar ngobrolnya enak.

Juragan Nyanyi dulu biar suasananya nggak tegang.

Juragan pun menyanyikan sebuah lagu Hingga selesai Pengunjung tepuk tangan.

Fade out.

COMMERCIAL BREAK. 3

SEGMENT 4. 00:08:00 Menit.

Pemain: Juragan Jacky, Pak Kadir Halid. Rosna, Ririn, Teman Ririn.Hang Seng

Fade in.

Penonton bertepuk tangan. Rosna membawakan minuman pada teman-teman Ririn.

KADIR.

Sampai dimana penjelasan saya tadi.

RIRIN.

Sampai daya saing SDM.

KADIR.

Oke.

Jadi Bapak jelaskan tentang Perdagangan bebas dan kesiapan kita menghadapi era globalisasi dgn peningkatan daya saing SDM

Disini Pak Kadir menjelaskan panjang lebar tentang topic diatas. Pertanyaan dan tanggapan dari Ririn cs. dan Rosna serta penonton terus berlanjut dan dijawab oleh Pak Kadir hingga akhirnya semuanya bisa faham. (Improvisasi)

KADIR.

Jadi begitu adik-adik.

RIRIN CS.

Iyya pak.

KADIR.

Percaya deh sama Bapak. Kalau ada kebijakan pemerintah yang bakal menyengsarakan rakyat banyak. Saya yang paling duluan menentangnya. Kalau perlu saya ikut pimpin Demo.

Ririn cs tersenyum. Seorang teman Ririn datang, Ririn cs lansung menyatakan penolakannya.

RIRIN CS.

Kita nggak jadi ikut demo.

TEMAN.

Justeru saya kesini mau kasih tau kalau gak jadi demo.

Semuanya tersenyum.

 

COMMERCIAL BREAK. 4

SEGMENT 5. 00:03:30

Fade in.

Lagu penutup, Salah seorang membawakan lagu, para penonton ikut bergoyang.

Rolling Title.

Sekian.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: