DR.SYAHRIAR TATO

CURICULUM VITAE DR.SYAHRIAR TATO.

FORMULIR APLIKASI INSINYUR PROFESIONAL
I. DATA PRIBADI
PERIODA : 1977 s/d 2015
I.1 U m u m
Nama Lengkap DR. IR.DRS.H.SYAHRIAR TATO.SH.SAB.SSN.MS.MH.MM
Tempat & Tanggal Lahir Pinrang, 21 pebruari 1951. PASFOTO
No. KTA 2222.11.025499 TERBARU
Badan Kejuruan Teknik lingkungan
R u m a h Lembaga (Instansi / Perusahaan) 3 X 4 cm
Jalan baumangga III no 3 dan jalan Baumangga I no 4
Nama Lembaga : UNIVERSITAS BOSOWA “45”
Jabatan di Lembaga : Dosen
Alamat Kota : Makassar
Kode Pos : 90231 Kota : Makassar Kode Pos : 90231
Komunikasi Telepon : Faksimil :
Telepon : 0411-452789 Faksimil : 0411-452789
Telex : Telex :
Komunikasi lainnya Telepon Seluler : :+6281524058227 E-Mail : ariegagahdeh@ymail.com
I.2 Pendidikan Formal
NO S1 S2 S3
Nama Perguruan Tinggi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Universitas Hasanuddin (UNHAS)
Fakultas Teknik Program Pascasarjana (S2) Program Pascasarjana (S3)
Jurusan Sipil Pencemaran dan Penyehatan Lingkungan. Studi Ilmu Teknik.
Kota Makassar Makassar Makassar
Negara Indonesia Indonesia Indonesia
Tahun Lulus 10 Maret 1990 17 Oktober 1992 16 Juli 2004
Gelar Insinyur (Ir) Magister Sains ( MS ) Doktor ( Dr )
JudulTugasAkhir/Skripsi/Tesis
-Model Pengelolaan Bangunan Gedung dengan Metode Gabungan GUNCHART-CPM-HANNUM CURVE Studi Tingkat Kekumuhan Permukiman pada Kawasan Pantai Kota Madya Ujung Pandang.
-Model Teknologi Pengolahan Limbah Cair dengan Filter Biogeokimia
Uraian Singkat Tentang Materi, TugasAkhir/ Skripsi/Tesis/ Disertasi
-Dalam Membangun sebuah gedung salah satu perangkat manajemen untuk mencocokkan Perencanaan dan mengendalikan pelaksanaan konstruksi yaitu penjadwalan pekerjaan dengan alokasi sumberdaya (5 M+ TL) dengan metode Critical path method, (CPM) Diagram Batang(GunChart) dan cuve S (Hannum Curve) sehingga kita dapat mengendalikan sumber daya dari waktu ke waktu secara efektif dan effisien sesuai dengan biaya yang tersedia dalam kontrak. Tingkat kekumuhan permukiman pada kawasan pantai kotamaadya Ujung Pandang, kasus keluharan Lette dan Keluharan Bontomarannu Kecamatan Mariso, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan infrastruktur perkotaan masih dibawah standard yang ditentukan oleh pemerintah., dan juga faktor faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah rendahnya pendidikan, pendapatan, jumlah keluarga yang tinggi. pengolahan limbah cair rumah tangga dengan Filter Biogeokimia dapat meningkatkan kualitas air limbah tersebut. Konsentrasi limbah cair rumah tangga dapat mempengaruhi efektifitas pengolahan yang menggunakan Filter Biogeokimia Lamanya waktu kontak antara limbah dengan saringan biogeokimia dapat mempengaruhi hasil pengolahan yang diperoleh. Kandungan limbah cair rumah tangga yang diolah dengan Filter Biogeokimia memperlihatkan pola penurunan yang berbeda pada setiap saringan, dan setiap konsentrasi limbah yang diolah.
Nilai Akademik Rata-rata 3,50 3.57
Nama Perguruan Tinggi STIA-LANRI Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pengembangan Bisnis dan Manajemen (STIE-PBM.
Fakultas Program Pascasarjana (S2) Program Pascasarjana (S2]
Jurusan Administrasi Negara Hukum Tata Negara dan Pemerintahan. Manajemen
Kota Makassar Makassar Jakarta.
Negara Indonesia Indonesia Indonesia
Tahun Lulus 26 Maret 1984 27 Mei 2010 30 April 2012
Gelar Doktorandus (Drs) Magister Hukum ( MH ) Magister Manajemen ( MM )
JudulTugasAkhir/Skripsi/Tesis/
-Implementasi program terpadu Pemugaran Perumahan Desa di Propinsi Sulawesi Selatan Ditinjau dari Administrasi Pembangunan
-Analisis Yuridis Pemanfaatan Ruang Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Rencana Tatat Ruang Wilayah Kota Makassar.
-Pengaruh Faktor Pembiayaan untuk Meningkatkan Pengelolaan Persampahan Kota Makassar
Uraian Singkat Tentang Materi, TugasAkhir/ Skripsi/Tesis/ Disertasi
Dalam Implementasi Program Terpadu Pemugaran Perumahan desa yang dilaksanakan secara lintas sektoral melibatkan Depertemen Pekerja Umum, Depertemen Dalam Negeri, Depertemen Sosial dan Depertemen Kesehatan, peran dari Tim Kordinasi Tingkat Pusat dan Tingkat Daerah sangat menentukan dalam Proses Penanganannya dengan model Bottom Up and Top Down Planning. Di level Masyarakat peran serta masyarakat dan tokoh masyarakat sangat strategis dalam Implementasinya.Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup di Kota Makassar diharapkan baik dan teratur sebagaimana diatur dalam Perda No. 6 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar. Namun ditemukan banyaknya pelanggaran terhadap RT/RW seperti peruntukan lahan tidak sesuai. Hal ini melibatkan baik aparat pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Tingkat konsistensi pemerintah sangat dipengaruhi oleh kepentingan sesaat. Sehingga menjadi panutan jelek bagi masyarakat dalam berpartisipasi dalam pembangunan. Faktor yang mempempengaruhi dianalisis Berdasarkan biaya total pengelolaan sampah yaitu biaya pengumpulan 20%-40%, biaya pengangkutan, 40%-60%, biaya pembuangan akhir 10%-30% Besarnya retribusi yang layak ditarik dari masyarakat setiap rumah tangga besarnya + 0,5% dan maksimal 1% dari penghasilan per rumah tangga per bulannya. Hal ini dapat dikatakan mampu mencapai “Self Financing” (mampu membiayai sendiri) jika perhitungan besar retribusi dilakukan dengan cara klasifikasi dan prinsip subsidi silang.
Nilai Akademik Rata-rata 7.04 3.70 3.64
Nama Perguruan Tinggi Universitas Satria Makassar STIA-YPA-Abdul Harris Institut Kesenian Makassar(IKM)
Fakultas Hukum Seni Media Rekam Film dan Televisi.
Jurusan Pidana Administrasi Bisnis. Film dan Televisi.
Kota Makassar Makassar Makassar
Negara Indonesia Indonesia Indonesia
Tahun Lulus 6 April 2009 15 November 2011 27 juni 2013
Gelar Sarjana Hukum (SH) Sarjana Administrasi Bisnis (SAB) Sarjana Seni ( S.Sn)
JudulTugasAkhir/Skripsi/Tesis
Tinjauan Sosiologi Hukum Terhadap Keyakinan Hakim dalam Proses Pembuktian Menurut Hukum Acara Pidana Faktor yang Mempengaruhi Retribusi Penerimaan Pengelolaan PDAM Kabupaten Pinrang ditinjau dari segi Administrasi Bisnis
Karya Penciptaan Film Pendek berjudul TANDA CINTA
-Dalam Implementasi Program Terpadu Pemugaran Perumahan desa yang dilaksanakan secara lintas sektoral melibatkan Depertemen Pekerja Umum, Depertemen Dalam Negeri, Depertemen Sosial dan Depertemen Kesehatan, peran dari Tim Kordinasi Tingkat Pusat dan Tingkat Daerah sangat menentukan dalam Proses Penanganannya dengan model Bottom Up and Top Down Planning. Di level Masyarakat peran serta masyarakat dan tokoh masyarakat sangat strategis dalam Implementasinya. Faktor yg mempengaruhi atas penerimaan retribusi PDAM Pinrang adalah :
• Return On Equity, dimana ratio tersebut mengukur kemampuan pengembalian terhadap jumlah equity;
• Operating Ratio, dengan tujuan untuk mengukur besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh pendapatan;
•Cash Ratio, untuk mengukur kemampuan kas untuk menutupi hutang yang jatuh tempo;
•Efektivitas penagihan, untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam hal penarikan piutang perusahaan.
.Film karya penciptaan ini berdurasi 20 menit tentang kisah cinta mahasiswa yunior Sebuah kampus Islami,analisis cinematografinya Berdasarkan model semiotika Charles sander Peirce yang ahli filsafat dan logika, yang berpendapat bahwa penalaran manusia senantiasa dilakukan lewat tanda. Manusia hanya dapat bernalar lewat tanda. Dalam pikirannya, logika sama dengan semiotika dan semiotika dapat diterapkan pada segala macam tanda. Semiotika tentang tanda (sign), berfungsinya tanda, dan produksi makna.
Nilai Akademik Rata-rata 7.04 3.80 3.70
I.3.Organisasi Profesi & Organisasi Lainnya Yang Dimasuki
NO NAMA ORGANISASI dan PERIODA AKTIFITAS DAN JABATAN KOMPE- Diisi oleh MP
KOTA/ NEGARA DALAM ORGANISASI TENSI *) P Q R T
1. PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PWI) Cab. Sulsel 2006 Aktifitas, Anggota :
•Menyelenggarakan, mendorong, dan membantu pendidikan serta pelatihan kewartawanan dan aspek lain yang berkaitan dengan profesionalisme penyelenggaraan media massa;
•Mengkoordinasikan Kegiatan-kegiatan peliputan di bidang masing-masing;
•Melaksanakan program kerja yang ditetapkan oleh konferensi Pusat/Provinsi;
•Melaksanakan keputusan-keputusan pengurus Provinsi/Pusat
2.IKATAN AHLI PERENCANA (IAP) Provinsi Sulawesi selatan,2010-2013,2013-2016.Aktifitas, Dewan Penasehat :
•Membina dan membimbing pimpinan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP);
•Memberikan nasehat, petunjuk, bimbingan dan intervensi yang dianggap perlu atas pengelolaan dan pelaksanaan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP);
•Melakukan pengawasan dan penilaian atas sistem pengendalian, pengelolaan dan pelaksanaan pada seluruh kegiatan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) dan memberikan saran-saran perbaikannya.
3.IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA (ICMI) SE-INDONESIA SULAWESI SELATAN,2011 – 2016 Aktifitas, Ketua Divisi Pengembangan Etika dan Budaya :
•Menyusun Program kerja jangka pende, menengah dan panjang untuk melaksankan hasil-hasil ketetapan musyawarah wilayah;
•Segera menyampaikan laporan 6 (enam) bulan sekali Kepada Majelis Pengurus Wilayah;
•Mengevaluasi hasil kerja di dalam Devisinya.
4.DEWAN KESENIAN MAKASSAR,2013 – 2018.Aktifitas, Departemen Film/Fotografi :
•Menyukseskan program kerja Depertemen Film/Fotografi;
•Menerapkan kode etik perfilm dan perundang-undagan yang berlaku;
•Bertanggungjawab atas publikasi dan pembuatan Foto serta lokasi. Hasil karya dapat digunakan pada desain cover;
•Mengikuti seminar, Pelatihan dan lokakarya perfilman.
5.PERSATUAN INSINYUR INDONESIA (PII) 2015 Anggota, aktifitas :
•Menyukseskan program kerja PII
•Menyampaikan manfaat, membuka wawasan dan mengajak rekan-rekan insinyur dilingkungan kerja untuk menjadi anggota PII dan certified engineer.
•Secara aktif menerapkan serta menyampaikan pentingnya mematuhi kode etik dan perundanga-undangan yang berlaku dalam menjalankan profesi keinsinyuran.
•Mengikuti Program Pembinaan Profesi Insinyur (PPPI)
•Mengikuti Sertifikasi Insinyur Profesional
I.4.Tanda Penghargaan yang Diterima
NO TAHUN NAMA TANDA URAIAN SINGKAT TANDA PENGHARGAAN, NAMA LEMBAGA KOMPE- Diisi oleh MP
PENGHARGAAN YANG MEMBERIKAN, LOKASI/ NEGARA TENSI *) P Q R T
1.1985 Satya Karya 1985 Mentri Pekerjaan Umum Penghargaan Sebagai karyawan PU teladan oleh Menteri Pekerjaan Umum
2.1997 Satya Lencana 10th 1997 Presiden RI.Penghargaan pengabdian masa bakti selama lebih dari 10 tahun oleh Presiden Republik Indonesia.
3.2003 Satya Lencana 20th 2003 Presiden RI.Penghargaan pengabdian masa bakti selama lebih dari 20 tahun oleh Presiden Republik Indonesia.
4.2009 Satya Lencana 30th 2009 Presiden RI.Penghargaan pengabdian masa bakti selama lebih dari 30 tahun oleh Presiden Republik Indonesia.
5.2004 Asean Exsecutive Award 2004 Penghargaan pengabdian bidang Seni Budaya oleh Masyarakat Negara ASEAN
6.2013 Lembaga Sensor Film Republik Indonesia Sosialisasi Lembaga Sensor Film di Sulawesi Selatan.
Makassar.
7.2013.Pembekalan Pengembagnan SDM Ekonomi Kreatif Bidang Perfilman.Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Badan Pengembagnan Sumber Daya Makassar
8.2014.Pelestarian Bangunan Kolonial Di Makassar.Dinas Tata Ruang Dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan
Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya.Direktorat Penataan Bangunan Dan Lingkungan.
I.5.Pendidikan/Pelatihan Teknik/Pertanian dan Profesi Keinsinyuran Yang Diikuti
NO NAMA PENDIDIKAN/ PELATIHAN, BULAN / JUMLAH URAIAN SINGKAT MATERI PENDIDIKAN/ KOMPE-
PENYELENGGARA, LOKASI TAHUN JAM PELATIHAN, TINGKAT PENDIDIKAN, SERTIFIKAT
1.Kursus Pejabat Inti Program Penyiapan Tanah Permukiman Transmigrasi, Ditjen Bina Marga Dep.PU.
Jakarta 10 Okt. 4 Des. 1978.Materi pembelajaran :
Lingkungan Kota
-Lingkungan Nelayan
-Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman di Daerah (RP4D)
-Kawasan Terpilih Pusat Pembangunan Desa (KTP2D)
-Penanganan Lingkungan Kumuh & Squatter;
-Perumahan Swadaya
-KASIBA & LISIBA
-Kepmen Kimpraswil
-Peraturan Pemerintah Bidang Perumahan & Permukiman
-Undang-undang Bidang Perumahan & Pemukiman;
-Program Pengembangan Satu Juta Rumah;
-Program Pemberdayaan Masyarakat;
-Program Peningkatan Kualitas Lingkungan;
-Program Pengembangan Perumahan & Permukiman.
2.Penataran Pengawas Lapangan,Ditjen Cipta Karya Dep.PU.Ujung Pandang 12-17 Februari 1979.Materi Pelajaran :
-Kunjungan Lapangan;
-Teknik Pelaksanaan;
-Pengawasan Pelaksanaan
-Metode Pengawasan
-Dokument Kontrak
-Komunikasi Lapangan
-Manajemen Proyek
-Good Governance
-Pelayanan Prima
-Peraturan Perundang-undagan.
3.Kursus Program Perumahan Desa Tingkat Nasional,Ditjen Cipta Karya Dep.PU.Yogyakarta,9 Nop.20 Des. 1979 -Perencanaan Penganggaran Responsif Gender
-Kebijakan Pengembangan Kawasan Perdesaan;
-Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan;
-Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan dan Pendanaan dalam Pengembagnan kawasan Perdesaan;
-Identifikasi potensi unggulan dan analisis kebutuhan infrastruktur kawasan perdesaan
-Model-model infrastruktur kePU-an dalam pengembangan desa potensial;
-Pengembangan desa potensial;
-Kunjungan lapangan;
-Seminar.
4.Penataran Kepala Seksi/Subag Keciptakaryaan. Ditjen Cipta Karya Dep.PU
Ujung Pandang 12-16 Oktober 1981 Materi pembelajaran :
Pengarahan Program;
-Dinamikan kelompok;
-System penyelenggaraan Pemerintah NKRI;
-Budaya Kerja Organisasi Pemerintah;
-Baris-berbaris;
-Tata Cara Upacara Sipil
-Etika Organisasi Pemerintah
-Manajemen Kepegawaian Negara;
-Kepemerintahan yang Baik
-Percepatan Pembarantasan Korupsi
-Muatan Teknis Substantif Lembaga;
-Ceramah Kesehatan Mental;
-Manajemen Perkantoran Modern;
-Komunikasi yang Efektif;
-Pelayanan Prima
-Wawasan Kebangsaan NKRI
-Pola Pikir (Mindsetting) PNS
-Membangun Kerjasama Tim
5.Pelatihan dan Motivasi Program Perbaikan Kampung/Pedesaan.
Balitbang Dep.PU.Bandung23-26 Maret 1981.Materi pembelajaran :
Perencanaan Penganggaran Responsif Gender
-Kebijakan Pengembangan Kawasan Kampung/Pedesaan;
-Penyusunan rencana Tata Ruang Kawasan Kampung/Pedesaan;
-Pemberdayaan Masyarakat, kelembagaan dan pendanaan dalam pengembagnan kawasan Kampung/Pedesaan.
-Identifikasi potensi unggulan dan analisis kebutuhan Infrastruktur kawasan Kampung/Pedesaan
-Model-model infrastruktur ke-PU-an dalam pengembanngan Kampung/Pedesaan potensial
-Pengembangan Kampung/Pedesaan potensial;
-Kunjungan lapangan .
-Seminar
6.Penataran asisten operasional Pembinaan Umum Pembangunan Perumahan. Ditjen Cipta karya Dep.PU.
Yogyakarta.20-25 Sep.1982.Materi pembelajaran :
-Ice Breaking
-Kebijakan umum pembangunan di bidang cipta karya kementerian PU
-Manajemen Proyek : POAC;
-Good Governance dalam penyelenggaraan pemerintahan;
-Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah : Adminstrasi Kontrak;
-Pengendalian Kontrak;
-Manajemen Asset/BMN;
-Pemberdayaan Masyarakat
-Pengukuran/Evaluasi Kinerja
-Penanganan Bencana dan Tanggap Darurat;
-Pendampingan dan Bantuan Hukum;
-Penyelenggaraan Penataan & Revitalisasi Kawasan;
-Penyelenggaraan RTBL;
-Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN);
-Penyelenggaraan Bangunan Gedung;
-Penyelenggaraan Bangunan Gedung Negara;
-Pemeliharaan & Perawatan Bangunan Gedung (termasuk Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal);
-Proteksi Kebakaran Bangunan Gedung & Lingkungan;
-Penyelenggaraan peningkatan kawasan permukiman kumuh;
-Penyelenggaraan pengembangan permukiman baru, dan pembangunan kawasan perbatasan/pulau kecil terluar;
-Penyelenggaraan pembangunan dan pengembangan Desa potensial;
-Penyelenggaraan pembangunan desa tertinggal;
-Peyelenggaraan pembangunan sarana dan prasarana permukiman perdesaan dan perkotaan;
-Penyelenggaraan Rusun sewa;
-Rencana pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman (RP2KP
-Rencana pembangunan sarana dan prasarana permukiman berbasis kawasan;
-Pengarahan Kunjungan Lapangan;
-Studi Lapangan;
-Workshop Hasil Studi Kasus.
7.Pelatihan Analisis Data Statistik. Ditjen Cipta Karya Dep PU Bandung 1982,Materi pembelajaran :
UUJK, Etos Kerja, SMK3 dan SML;
-Spesifikasi untuk pekerjaan jalan;
-Spesifikasi untuk pekerjaan jembatan;
-Komponen harga satuan pekerjaan jalan dan jembatan;
-Perhitungan analisa harga satuan;
-Aplikasi perhitungan analisa harga satuan pekerjaan jalan dan jembatan;
-Studi kasus.
8.Earthquake Engeneering for reconstruction University of Victoria, wellington selandia baru 1996.Short course dengan materi teknologi Dalam merekonstruksi kembali bangunan dan infrastruktur wilayah yang rusak karena bencana alam akibat gempa bumi. Rekonstruksi ini mengoptimalisasi kembali fungsi bangunan dan infrastruktur.
9.Training of Water Suplly Engineering. OECF/JICA.Tokyo jepang 1997.Training bagi Pemimpin Proyek Air Minum dari dana pinjaman OECF/Jica, meliputi Manajemen dan Teknologi Pengolahan air minum, Pemasangan Pipa Distribusi /Service. Pemasangan Sambungan Rumah
10.Diskusi Arsitektur IAI Sulsel 2011.Potensi Provinsi Sulawesi Selatan Sebagai Pusat Pemerintahan Republik Indonesia (Tinjauan Arsitektur).
11.Bimbingan teknis pemanfaatan citra satelit untuk informasi spasial sumber daya lahan LAPAN 2012 Pengenalan Alat GPS;
-Praktek Ukur Tanah dengan GPS;
-Menggambar Peta Hasil Pengukuran;
-Pengenalan Software GIS dan Koneksi Data ke Perangkat GPS
-Manipulasi dan Konversi Data Lapangan;
-Penggunaan Aplikasi Software GIS
-Teori Ukur Tanah dan Pemetaan.
12.Pelatihan Teknis Sistem Informasi Manajemen Kawasan Ekonomi Terpadu (Berbasis GIS) 2013
Pengenalan Alat GPS
-Praktek Ukur Tanah dengan GPS;
-Menggambar Peta Hasil Pengukuran;
-Pengenalan Software GIS dan Koneksi Data ke Perangkat GPS;
-Manipulasi dan Konversi Data Lapangan;
-Penggunaan Aplikasi Software GIS;
-Teori Ukur Tanah dan Pemetaan.
-Konsep Gender dan Pengarusutamaan Gender Bidang ke PU an.
13.Bimbingan Teknis Persampahan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan
Makassar,18 – 20 November 2014.Kebijaksanaan Nasional & Strategi Pembangunan Bidang Persampahan;
-Sistem Pengelolaan Persampahan;
-Karakteristik Sampah;
-Tahapan Perencanaan & Kebutuhan Data;
-Perencanaan Pengumpulan & Pengangkutan;
-Minimalisasi & Daur Ulang;
-Perencanaan Pengolahan;
-Perencanaan Fasilitas TPA
-Pemilihan Lokasi TPA;
-Manajemen Lingkungan TPA
-Karakteristik & Analisis Lindi, Sampling;
-Praktek Analisis Lindi;
-Rencana Operasi TPA;
-Peningkatan Kelembagaan Hukum & PSM
-Rencana Pengendalian TPA;
-Rencana Pemanfaatan TPA;
-Perencanaan Pembiayaan;
-Praktek Analisis Karakteristik Sampah & Pelaporan;
-Kunjungan Lapangan;
-Latihan Menyusun Perencanaan Persampahan;
-Presentasi & Diskusi;
-Perencanaan Penganggaran Responsif Gender.
14.Bimbingan Teknis Sanitasi Dinas tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan
Makassar20 – 22 November 2014.
-Pre Test dan Post Test
-Monitoring Kampanye Kesehatan (Hand Washing Campaign);
-Pelatihan Operator dan Pengguna;
-Presentasi Diskusi Kelompok Hasil Kunjungan;
-Kunjungan Lapangan;
-Pemilihan Tukang/Mandor, Perencanaan Pelatihan, Titik Krisis Dalam Masa Konstruksi;
-Skema Pendanaan & Kesanggupan Berkontribusi (Welfare Classification and Ladder II)
-Mendesain Bersama (DED/RAB)
-Pembentukan Pengurus Kelompok (Kaitkan dengan Hasil Diagram Venn)
-Katalog Pilihan Informasi (Inform Choice Catalog/ICC);
-Menutup/Blok Rute Penyakit (Contamination Route Blok);
-Pengantar Rencana Kerja Masyarakat
-Pemilihan Kelompok (Self Selection);
-Pohon Masalah (Teknik Problem Tree and Matrix Ranking);
-Menguji Kesanggupan Berkontribusi (Teknik Ladder I);
-Sejarah Membangun (Teknik Time Line);
-Bagan Kelembagaan Kelompok (Teknik Diagram Venn)
-Teknik Pemetaan Kampung dan Teknik Transect Walk
-Pengantar RPA (Rapid Participatory Assessment);
-Prinsip Partisipasi Masyarakat dalam Sanitasi Lingkungan;
-Teknik dan Proses Penerapan Kajian Partisipatif.
15.Pembinaan Profesi Insinyur dan Sertifikasi Insinyur Profesional.
PII Cabang Makassar.Makassar.14 February 2015.VALUE ENGINEERING
•Tujuan VE
•VE di Industri
•Handicaps dan solid
.Keselamatan, Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Lingkungan (K3L)
•Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03/MEN/98
•Undang-Undang No. 23/92 Kesehatan.
•Case study
Engineering Procurement Contruction (EPC)
•Pemakai Sistem EPC
•Maksud pemilihan kontrak EPC
•Keterkaitan Industri rancang bangun dan rekayasa
1.6.Pendidikan/Pelatihan Manajemen dan Bidang Lainnya (yang Relevan) yang Diikuti ( # )
NO.NAMA PENDIDIKAN/ PELATIHAN, BULAN / JUMLAH URAIAN SINGKAT MATERI PENDIDIKAN/ KOMPE-
PENYELENGGARA, LOKASI TAHUN JAM PELATIHAN, TINGKAT PENDIDIKAN, SERTIFIKAT TENSI
1.Earthquake Disaster Management
University Of New South Wales Sidney Australia 1996.Short course dengan materi Manajemen Penanggulangan bencana dan tanggap darurat pasca bencana alam Gempa bumi dan Bencana lainnya.Juga Latihan dan penyiapan Masyarakat Dalam menghadapi bencana yang akan terjadi.
2.Studi Kawasan Agropolitan. HPTI Bangkok Thailand.2003 120 Jam Kawasan Agropolitan ditujukan untuk mengembangkan pedesaan, konsep desa dengan memasukkan unsur urbanitas yang dianggap penting terutama kenyamanan barang dan jasa public (public goods and services) dalam hal infrastruktur seperti jalan, pelayanan administrasi, pasar dan moda transportasi, setara kota. Dalam mewujudkan impian sebagai kota pertanian yang lebih ramah dan rasional, agropolitan memiliki prasyarat utama misalnya memiliki komoditas unggulan, daya dukung dan potensi fisik yang baik, sarana dan prasarana yang memadai.
3.Fasilitas Pembinaan Teknis Pengelolaan Air Limba. “Narasumber”
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Grand Palace Hotel Makassar,24 Juni 2007.Peran Serta Masyarakat Dan Penyuluhan Pengelolaan Air Limbah.
4.Pembinaan Teknis Persampahan “Narasumber”Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan
Grand Palace Hotel Makassar,29 Agustus 2007.Kebijakan Strategi Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan.
5.Pelatihan Aarat Pemerintah Kab/Kota dalam Rangka Pemanfaatan Ruang “Narasumber”
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Grand Palace Hotel Makassar,28
Juli 2007.Pengertian Dan Karakteristik Air Limbah
6.Pelatihan Aparat Pemerintah Kab/Kota dalam Rangka Pemangaatan Ruang “Narasumber”
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Grand Palace Hotel Makassar 28 Juli
2007.Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Air Limba Domestik.
7.Satuan Kerja Penataan Bangunan Dan Lingkuangan Sulawesi Selatan “Narasumber” Direktorat Jenderal Cipta Karya, Depertemen Pekerjaan Umum.Makassar,24 February 2008.Pelatihan Bantuan Teknis Pelaksanaan Program Penganggulangan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP)
8.Seminar Arsitektur Rumah dan Permukiman Tradisional Kawasan Timur Indonesia. “Narasumber”
Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Makassar 24 April 2008.Kearifan Arsitektur dan Permukiman Tradisional Kawasan Timur Indonesia.
9.Pelatihan TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan) Sanimas “Narasumber” Satuan Kerja Pengembangan Konerja Pengelolaan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Sulawesi Selatan.Makassar,09 Mei 2008.Pelatihan TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan) Sanimas Satuan Kerja Pengembangan Konerja Pengelolaan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Sulawesi Selatan Makassar
10.Pembinaan Teknis Pengelolaan Air Limbah “Narasumber” Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Grand Palace Hotel Makassar,24 Mei 2008.Pilihan-Pilihan Teknologi Dalam Pembangunan Prasarana Dan Sarana Sanitasi/Air Limbah.
11Pelatihan Aparat Pemerintah Kab/Kota dalam Rangka Perencanaan, Pengendalian, Pemanfaatan Ruang “Narasumber”
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Grand Palace Hotel Makassar,13 Juni 2008.Strategi Pengembangan Kabupaten/Kota Berbasis Rencana Tata Ruang.
12.Direktorat Jenderal Cipta Karya, Depertemen Pekerjaan Umum Bekerjasama Dengan Satuan Kerja Penataan Bangunan Dan Lingkungan Sulawesi Selatan “Narasumber”Makassar,07 Agustus 2008.Sosialisasi Pengembangan Layanan Informasi Penataan Bangunan Dan Lingkungan Provinsi Sulawesi Selatan.
13.Diseminasi Peraturan Perundang-Undangan Penataan Bangunan Dan Lingkungan “Narasumber”
PPK Pembinaan Teknis Bangunan Gedung Sulawesi Selatan,Makassar 12 Agustus 2008.Undang-Undang Bangunan Gedung No. 28 Tahun 2002.
-Peraturan Pemerintah No.36/2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan UUBG 28/2002.
-Fasilitasi Rancangan Peratuaran Daerah Tentang Bangunan Gedung.
14.Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Sulawesi Selatan “Narasumber”
Direktorat Jenderal Cipta Karya, Dep. Pekerjaan Umum Direktorat Pengembangan Permukiman.
Makassar,29 Desember 2008,Identifikasi Lokasi dan Penyusunan Rencana Pengembagnan Pulau-pulau Kecil/Terpencil Di Sulawesi Selatan Tahun 2007.
15.Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Sulawesi Selatan “Narasumber”
Direktorat Jenderal Cipta Karya, Dep. Pekerjaan Umum Direktorat Pengembangan Permukiman.
Makassar,29 Desember 2008.Rencana Tindak Kawasan Terpadu Pusat Pengembagnan Desa (KTP2D) di Sulawesi Selatan
16.Pembinaan Teknis Pengelolaan Air Limba “Narasumber” Dinas Tata Ruang Dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan.Makassar 21 Maret 2009.Senimas Sebagai Alternatif Solusi Masalah Sanitasi Di Perkampungan Padat/Kumuh/Miskin Perkotaan (PA’KUMIS).
17.Pelatihan Aparat Pemerintah Kab/Kota dalam Rangka Perencanaan, Pengendalian, Pemanfaatan Ruang “Narasumber”
Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan
Grand Palace Hotel Makassar,15 Mei 2009.Pengembangan Dan Pertumbuhan Wilayah (Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota.
18.Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Sulawesi Selatan “Narasumber”.Direktorat Jenderal Cipta Karya, Dep. Pekerjaan Umum Direktorat Pengembangan Permukiman.Makassar,15 Mei 2009.Management Information Sistem Program Nasional Pengembangan Air Minum Dan Sanitasi Perbasis Masyarakat (PAMSIMAS)
19.Pelatihan KSM Sanitasi Oleh Masyarakat (SANIMAS) “Narasumber” Satuan Kerja Pengembangan Penyegatan Lingkungan Permukiman Sulawesi Selatan.Makassar, 13 Agustus 2009.Pelatihan KSM Sanitasi Oleh Masyarakat (SANIMAS)
20.Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) “Narasumber”
Hotel Clarion Makassar.10 November 2010.Penyuluhan Zonasi Rinci Kawasan Minapolitan (RZRK-WP3K) Kab. Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan.
21.Diskusi Arsitektur IAI Sulsel 2011“Narasumber” Ikatan Arsitek Indonesia Makassar,22 January 2011.Potensi Provinsi Sulawesi Selatan Sebagai Pusat Pemerintahan Republik Indonesia (Tinjauan Arsitektur)
22.Seminar Nasional Ibukota Negara, Harapan dan Tantangan. “Narasumber”
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Makassar,24 January 2011.Ibukota Negara, Harapan dan Tantangan.
23.The 43rd Asia-Pacific Academc Consortium Form Publik Health Conference “Presenter”
The Graduate School Of Public Health, Yonsei University, Seoul, Korea 20 – 22 October 2011.To the 43rd Asia-Pacific Academc Consortium Form Publik Health Conference held at the Graduate School Of Public Health, Yonsei University, Seoul, Korea
24.PT. Orbit Bintang Sinema Sebagai “CO. Sutradara” Jakarta10 January 2011.Dalam FTV yang Berjudul ABAH
25.PT. Orbit Bintang Sinema Sebagai “CO. Sutradara” Jakarta 28 Maret 2011.Dalam FTV yang Berjudul PEREMPUAN PILIHAN
26.Workshop Gerakan Produksi Sehat (GESIT) “Tim Penyusun Blue Print” Komsi Penyiaran Indonesia (KPI)
Hotel Coklat, Makassar. 21 – 24 November 2011.Melalui Gesit Kita Tingkatan Komptensi SDM Penyiaran.
-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Pengembangan Sumber Daya
Makassar,14 November 2011.Diseminasi Standar Komptensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Kebudayaan, Bidang Cagar Budaya dan Perfilman.
27.BADAN PEKERJA KONGRES KEBUDAYAAN INDONESIA
DIALOG KEBUDAYAAN,Makassar16 – 18 Desember 2011.Dialog kebudayaan.
28.Pelatihan Pengelolaan Sanitasi Lingkungan “Narasumber” Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan,Makassar25 – 27 Juni 2012.Model Pelatihan Persampahan berbasis masyarakat.
29.Pelatihan Pengelolaan Sanitasi Lingkungan “Narasumber”Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Makassar,27 – 29 Juni 2012,Model Pelatihan Persampahan berbasis masyarakat
30.Penerapan Konsep Bangunan Hijau Pada Bangunan Gedung
“Narasumber”.Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan
Makassar,27 November 2012
31.Seminar Nasional “Narasumber”.Pemerintah Kota Makassar bekerjasama Dengan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Keluarga Putra Putri Perintis Kemerdekaan Indonesia (PKP3KI) Provinsi Sulawesi Selatan 14 Agustus 2013.Makassar Dalam Perspektif Budaya menuju Kota Dunia.
32.Universitas Bosowa 45.International Seminar
Makassar.23 February 2015.International Seminar “Developing Food Savereighty Based On Agrebussiness System.
33.Pembinaan Profesi Insinyur dan Sertifikasi Insinyur Profesional.PII Cabang Makassar
Makassar 15 February
2015.Pengenalan Organisasi dan Anggaran Dasar PII, Sosialisasi UU Keinsinyuran
Etika Profesi
Pengenalan Sistem Sertifikasi Insinyur Profesional dan Penjelasan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Penjelasan Bakuan Kompetensi
Manajemen Proyek dan Manajemen Konstruksi
II.KUALIFIKASI KODE ETIK INSINYUR INDONESIA dan ETIKA PROFESIONAL
II.1.Referensi Kode Etik dan Etika Profesi (#)
NO NAMA ALAMAT & NO. TELEPON HUBUNGAN
1.Prof. Dr. Ir. H. Muh. Saleh Pallu, M.Eng., IPM.BTN Antang Jaya, Makassar No. B.15
Hp. 0811 4449 83.Rekan
2.Ir. H. Muchtar Gani, MS., IPM.l. Perintis Kemerdekaan No. Makassar
Hp. 0812 4211 635.Rekan
II.2 Pengertian, Pendapat dan Pengalaman Sendiri.
•Etika Profesi sering diartikan sebagai moral yang terkandung Dalam Sebuah profesi. Karena etika berasal dari moral yang berkembang dimasyarakat atau kelompok profesi yang dipercayai dapat menjaga nilai-nilai kehidupan yang beradab. Semua ini ditujukan untuk mengendalikan kehidupan Manusia Dalam interaksi social nya.
•Kode Etik Profesi dalam kaitannya dengan aktifitas karya Ke Insinyuran. Mesti selalu dijunjung karena suatu saat jika etika dan sikap moral kita yang taat pada hokum Akan sangat membantu kita dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Sehingga tercipta hubungan yang baik dengan Masyarakat dan kelompok Profesi KeInsinyuran.
•Kode etik adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku, kode etik merupakan kumpulan asas atau nilai moral. Kode etika adalah ilmu tentang yang baik dan buruk
III.KUALIFIKASI PROFESIONAL
III.1 Pengalaman Dalam Perencanaan & Perancangan dan/atau Pengalaman Dalam Pengelolaan Tugas-Tugas Keinsinyuran. (2)
NO PERIO INSTANSI / PERUSAHAAN, LOKASI POSISI TUGAS, URAIAN SINGKAT TUGAS DAN KOMPE-
( 1 ) DA TEMPAT TUGAS, NAMA PROYEK JABATAN ( 3 ) TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL ( 4) TENSI
1.1984 – 1987 Pekerjaan Umum Peraturan dan Perundang-Undangan, SK.KADIS PU no.60/p.13/84. Kepala Seksi. Melakukan pembinaan, regulasi dan sosialisasi NSPM bidang Keciptakaryaan meliputi Pembangunan Perumahan dan Teknik Penyehatan Lingkungan
2.1984 – 1987 Pemimpin Proyek Bahan bangunan Lokal dan Pusat Informasi Teknik Bangunan 1-4-1984 s/d 1-4-1987Kep.Men PU no.196/KPTS/84. Pemimpin Proyek Melakukan penelitian dan pengujian bahan bangunan , Pendataan harga dan upah kerja dan Sebagai Pusat Informasi Teknik Bangunan
3.1986 – 1991 Kepala loka Bahan Bangunan,21-5-1986 s/d 21-05-1991.Kep.Men PU no.14/KPTS/KL/86. Kepala Loka, Melakukan Pembinaan, Penelitian dan Pengujian Bahan Bangunan dan Pengujian Konstruksi Bidang Ke Ciptakaryaan.
4.1986 – 1991 Kepala Seksi Perumahan 3-7-1986 s/d 31-5-1991.Kep.Gubernur no.PN 821/24-176.Kepala Seksi. Melakukan Pembinaan dan Pengaturan serta penyuluhan Pembangunan / Perbaikan /Pemugaran Perumahan kota Dan Desa
5.1987 – 1992 Pemimpin Proyek Perumahan Rakyat dan Penataan Bangunan1-4-1987 s/d 1-4-1992,Kep.Men PU no.104/KPTS/87 Pemimpin Proyek Melakukan Stimulasi pembangunan Perumahan Kota (KIP), Pemugaran Perumahan Desa, Penataan Bangunan dan Lingkungan. Peremajaan Kota dan Pembangunan rumah susun.
6.1991 – 1999 Kepala Sub Dinas Perumahan ,1-6-1991 s/d 2-5-1999.Kep. Gubernur no.821.23-88 Kepala Subdinas.Melakukan Pembinaan ,Pengaturan kordinasi dan supervisi tugas Pembangunan / Perbaikan /Pemugaran Perumahan kota Dan Desa
7.1996 – 2000 Pemimpin Proyek Air Bersih SLA-OECF 1-4-1996 s/d1-4-2000 Kep.Men PU 775/KPTS/X/96. Pemimpin Proyek Melakukan Pembangunan Jaringan/Instalasi Air Minum /Bersih meliputi: Bangunan Intake, Instalasi Pengolahan Air Bersih, Jaringan Pipa Distribusi dan Jaringan Pipa Servise dan sambungan Rumah.
8.1999 – 2001.Kepala Sub Dinas Air Bersih,3-5-1999 s/d 19-5-2001Kepala Subdinas Melakukan Pembinaan, Pengaturan kordinasi dan supervisi tugas Pembangunan bidang air Bersih.
9.2001 – 2005.Kepala Sub Dinas Perkotaan dan Perdesaan,20-3-2001 s/d14-4-2005, Kep. Gubernur no.821.22-85 Kepala Subdinas Melakukan Pembinaan, Pengaturan kordinasi dan supervisi tugas Pembangunanbidang air bersih, Perumahan, Persampahan, drinase, limbah cair di daerah Perkotaan maupun Perdesaan.
10.2005 – 2009 Wakil Kepala Dinas Tarkim 14-9-2005 s/d 2009 Kep.Gubernur no.821.22.31. Wakil Kadis Membantu kepala Dinas Untuk Melakukan tugas Kordinasi Internal dan tugas Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan bidang Tata ruang Dan Permukiman.
11.2008 – 2011 Direktur Pasca Sarjana STIK Tamalatea Makassar tahun 2008 s/d tahun 2011.Direktur Pasca Sarjana Melakukan Proses Belajar Mengajar dan pembinaan akademik Bidang Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan.
12.2009 Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan.
Pembentukan Tim Ahli Sayembara Patung Sultan Hasanuddin
Makassar.Tim Ahli.Tim Ahli Mempunyai Tugas:
1.Melakukan penilaian terhadap rancangan patung;
2.Menetapkan nominasi pemenang Sayembara Patung;
3.Lain-lain yang berhubungan dengan sayembara patung.
12.2009 – 2011.Plt Kepala Dinas Tarkim 1-6-2009 s/d 21-2-2011, Kep.Gubernur no. 858.4-04Plt.Kadis Tarkim Membantu Gubernur Dalam Pelaksanaan Tugas Pemerintahan dan Pembangunan Bidang Tata Ruang Dan Permukiman.
13.2010 – Sekarang.Dekan Fakultas Teknik Institut Sains dan Teknologi Pembangunan Makassar tahun 2010 s/d sekarang.Dekan Teknik Melakukan Proses Belajar Mengajar dan pembinaan akademik Bidang Teknik Sipil dan Teknik elektro.
14.2010 – Sekarang.Dewan Penasehat Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Provinsi Sulsel 2010 s/d 2016.Penasehat Melakukan supervise dan penasehatan tentang kode etik pekerjaan konsultasi Perencanaan
15.2010 – 2011.sebagai Tenaga Ahli Infrastruktur KAPET Parepare Tahun 2010 s/d -2011. Tenaga Ahli Melakukan survey dan Perencanaan Infrastruktur KAPET Parepare pada Kab.Enrekang, Sidrap, Pinrang, Barru dan kota Parepare
16.2010 – 2013 Diangkat sebagai Tenaga Ahli Penataan Bangunan dan Lingkungan Pada Dinas Tarkim propinsi sulawesi Selatan Tahun 2010 s/d Tahun 2013 .Tenaga Ahli Melakukan supervise dan Kajian RTBL pada Konsultan Perencana dan Dinas Tata Ruang dan Permukiman.
17.2011 – 2013 Diangkat sebagai Tenaga Ahli Kawasan Pengembangan Ekonomi terpadu Parepare tahun 2011 s/d 2013. Tenaga Ahli Melakukan survey dan Perencanaan Infrastruktur KAPET Parepare pada Kab.Enrekang, Sidrap, Pinrang, Barru dan kota Parepare.
18.2013 Diangkat sebagai Tenaga Ahli dalam Penyusunan Rencana Tataruang Wilayah Kabupaten Sinjai tahun 2013. Tenaga Ahli.Melakukan survey dan Perencanaan Infrastruktur pada RTRW Kab.Sinjai
19.2013 Diangkat sebagai Tenaga Ahli dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bulukumba tahun 2013.Tenaga Ahli Melakukan survey dan Perencanaan Infrastruktur pada RTRW Kab.Bulukumba
20.2013 Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kabupaten Boven Digoel Papua tahun 2013.Ahli Prasarana Wilayah Melakukan survey, kajian lingkungan hidup Strategis Kab. Boven Digoel Papua
21.2013 Penyusunan Zoning Regulation Koridor KM 4.5 sampai Jembatan Kampung Baru.Ahli Prasarana Wilayah
Zoning Regulation merupakan Perangkat Aturan pada skala blok yang digunakan melengkapi RDTRK agar lebih operasional. Ketentuan yang mengatur tentang klasifikasi zona, pengaturan mengenai Pemanfaatan Lahan, dan prosedur pelaksanaan pembangunan.Kawasan Jalan Hasanuddin (Simpang Hasanuddin-Soekarno Hatta 5,5 sampai Rencana Jembatan Kampung Baru) ini Terdiri dari sisi kanan dari arah balikpapan kota menuju Pelabuhan Feri Kariangau berupa Kawasan Perdagangan dan Jasa .
22.2013 Penyuunan Analisis Deforestasi dan Degradasi Kawasan Hutan Kabupaten Boven Digoel Propinsi Papua.
Ahli Prasarana Wilayah Zona hutan Produksi Boven Digoel terbatas dan sangat luas dan Pengelolaan hutan Kegiatan budidaya yang terjadi menyebabkan degradasi dan deforestasi apabila pemanfaatan hutan produksi tidak terkendali.
23.2013 Penyusunan Master Plan dan DED kawasan Permukiman kumuh Tanjung Laut kota Bontang Prov.Kalimantan Timur. Ahli Prasarana Wilayah Menyusun dan menganalisis infrastuktur pendukung kawasan permukiman kumuh Tanjung Laut kota Bontang .hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan infrastruktur perkotaan masih dibawah standard yang ditentukan oleh pemerintah.,dan juga faktor faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan perkotaan.
24.2013 – 2014 Dekan Fak.Seni Media Rekam,Film dan TV , Institut Kesenian Makassar tahun 2013 s/d 2014. Dekan Seni Media Rekam. Melakukan Proses Belajar Mengajar dan pembinaan akademik Bidang Seni Film Dan Televisi
25.2014 – Sekarang Rektor Institut Kesenian Makassar tahun 2014 s/d 2018.Rektor IKM
Melakukan Proses Belajar Mengajar dan pembinaan akademik Bidang Seni Film Dan Televisi.,fotografi, seni musik,seni tari, tatarias, design Interior dan dekomvis
26.2014 – Sekarang.Diangkat sebagai Kepala Pusat Kajian Lingkungan Hidup Fakultas Teknik Universitas Bosowa “45”Kampus KLH Melakukan kajian dan penelitian Bidang Bidang Teknik lingkungan.
III.2.Pengalaman Mengajar Pelajaran Keinsinyuran dan/atau Manajemen dan/atau
Pengalaman Mengembangkan Pendidikan/Pelatihan Keinsinyuran dan/atau Manajemen
NO PERIODA NAMA PERGURUAN TINGGI
atau LEMBAGA dan LOKASI JMLH JAM
atau S.K.S NAMA MATA AJARAN atau URAIAN SINGKAT
YANG DIAJARKAN/DIKEMBANGKAN KOMPE- TENSI *)
1.2008 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar
1.Sistem prasarana Wilayah dan Kota I (S1)
2.Sistem prasarana Wilayah dan Kota II (S1)
3.Studi Kelayakan prasarana Permukiman (S1)
2.2008 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar 3 SKS
1.Pembiayaan dan penganggaran Pembangunan (S2)
2.Analisis kebijakan dan program pembangunan(S2)
3.Sistem Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota (S2).
3.2008 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
1.Prasarana wilayah dan kota I (S1)
2.Prasarana wilayah dan kota II (S1)
3.Sistem Perumahan dan Permukiman (S1)
4.Perencanaan Pariwisata (S1)
5.Konsep dan Struktur Tata Ruang(S1)
4.2008 Prodi Kesling Program pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur (UIT). 1. Manajemen dan teknologi Limbah Cair (S2).
2.Manajemen dan Teknologi Limbah Padat.(S2)
3.Andal dan Resiko lingkungan (S2).
5.2008 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin 3 SKS
1.Manajemen dan teknologi limbah cair (S2)
6.2008 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-Tamalatea
1.Manajemen program kesehatan lingkungan (S2)
2.Andal Dan Resiko Lingkungan.(S2)
3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S)
4.Manajemen dan Teknologi limbah cair(S2)
5.Manajemen dan Teknologi limbah padat(S2
7.2009 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar
1.Sistem prasarana Wilayah dan Kota I (S1)
2.Sistem prasarana Wilayah dan Kota II (S1)
3.Studi Kelayakan prasarana Permukiman (S1)
8.2009 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana Universitas “45” Makassar
1.Pembiayaan dan penganggaran Pembangunan (S2)
2.Analisis kebijakan dan program pembangunan(S2)
3.Sistem Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota (S2).
9.2009 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
1.Prasarana wilayah dan kota I (S1)
2.Prasarana wilayah dan kota II (S1)
3.Sistem Perumahan dan Permukiman (S1)
4.Perencanaan Pariwisata (S1)
5.Konsep dan Struktur Tata Ruang(S1)
10.2009 Prodi Kesling Program pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur (UIT). 1. Manajemen dan teknologi Limbah Cair (S2).
2.Manajemen dan Teknologi Limbah Padat.(S2)
3.Andal dan Resiko lingkungan (S2)
11.2009 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin 3 SKS
1.Manajemen dan teknologi limbah cair (S2)
12.2009 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-Tamalatea
1.Manajemen program kesehatan lingkungan (S2)
2.Andal Dan Resiko Lingkungan.(S2)
3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S)
4.Manajemen dan Teknologi limbah cair(S2)
5.Manajemen dan Teknologi limbah padat(S2)
13.2010 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar
1.Sistem prasarana Wilayah dan Kota I ( S1)
2.Sistem prasarana Wilayah dan Kota II ( S1)
3.Studi Kelayakan prasarana Permukiman ( S1)
14.2010 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana Universitas “45” Makassar
1.Pembiayaan dan penganggaran Pembangunan (S2)
2.Analisis kebijakan dan program pembangunan(S2)
3.Sistem Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota (S2).
15.2010 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
1.Prasarana wilayah dan kota I (S1)
2.Prasarana wilayah dan kota II (S1)
3.Sistem Perumahan dan Permukiman (S1)
4.Perencanaan Pariwisata (S1)
5.Konsep dan Struktur Tata Ruang(S1)
16.2010 Prodi Kesling Program pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur (UIT).
1.Manajemen dan teknologi Limbah Cair (S2).
2.Manajemen dan Teknologi Limbah Padat.(S2)
3.Andal dan Resiko lingkungan (S2)
17.2010 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin 3 SKS
1.Manajemen dan teknologi limbah cair (S2)
18.2010 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-Tamalatea
1.Manajemen program kesehatan lingkungan (S2)
2.Andal Dan Resiko Lingkungan.(S2)
3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S)
4.Manajemen dan Teknologi limbah cair(S2)
5.Manajemen dan Teknologi limbah padat(S2)
19.2011 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar
1.Sistem prasarana Wilayah dan Kota I ( S1)
2.Sistem prasarana Wilayah dan Kota II ( S1)
3.Hukum dan Administrasi Perencanaan ( S1)
4.Perumahan desa terpadu ( S1)
5.Sistem Evaluasi Perencanaan (S1)
20.2011 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana Universitas “45” Makassar
1.Pembiayaan dan penganggaran Pembangunan (S2)
2.Analisis kebijakan dan program pembangunan(S2)
3.Sistem Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota (S2).
21.2011 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
1.Prasarana wilayah dan kota I (S1)
2.Prasarana wilayah dan kota II (S1)
3.Sistem Perumahan dan Permukiman (S1)
4.Perencanaan Pariwisata (S1)
5.Konsep dan Struktur Tata Ruang(S1)
22.2011 Prodi Kesling Program pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur (UIT).
1.Manajemen dan teknologi Limbah Cair (S2).
2.Manajemen dan Teknologi Limbah Padat.(S2)
3.Andal dan Resiko lingkungan (S2)
23.2011 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin 3 SKS 1. Manajemen dan teknologi limbah cair (S2)
24.2011 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-Tamalatea
1.Manajemen program kesehatan lingkungan (S2)
2.Andal Dan Resiko Lingkungan.(S2)
3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S)
4.Manajemen dan Teknologi limbah cair(S2)
5.Manajemen dan Teknologi limbah padat(S2)
25.2012 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar
1.Sistem prasarana Wilayah dan Kota I ( S1)
2.Sistem prasarana Wilayah dan Kota II ( S1)
3.Hukum dan Administrasi Perencanaan ( S1)
4.Perumahan desa terpadu ( S1)
5.Sistem Evaluasi Perencanaan (S1)
26.2012 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana Universitas “45” Makassar
1.Pembiayaan dan penganggaran Pembangunan (S2)
2.Analisis kebijakan dan program pembangunan(S2)
3.Sistem Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota (S2).
27.2012 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
1.Prasarana wilayah dan kota I (S1)
2.Prasarana wilayah dan kota II (S1)
3.Sistem Perumahan dan Permukiman (S1)
4.Perencanaan Pariwisata (S1)
5.Konsep dan Struktur Tata Ruang(S1)
28.2012 Prodi Kesling Program pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur (UIT).
1.Manajemen dan teknologi Limbah Cair (S2).
2.Manajemen dan Teknologi Limbah Padat.(S2)
3.Andal dan Resiko lingkungan (S2)
29.2012 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin 3 SKS
1.Manajemen dan teknologi limbah cair (S2)
30.2012 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-Tamalatea 1.Manajemen program kesehatan lingkungan (S2)
2.Andal Dan Resiko Lingkungan.(S2)
3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S)
4.Manajemen dan Teknologi limbah cair(S2)
5.Manajemen dan Teknologi limbah padat(S2)
31.2013 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar
1.Sistem prasarana Wilayah dan Kota I (S1)
2.Sistem prasarana Wilayah dan Kota II (S1)
3.Hukum dan Administrasi Perencanaan (S1)
4.Perumahan desa terpadu (S1)
5.Pembiayaan dan Penganggaran
6.Sistem Evaluasi Perencanaan (S1)
32.2013 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana Universitas “45” Makassar
1.Pembiayaan dan penganggaran Pembangunan (S2)
2.Analisis kebijakan dan program pembangunan(S2)
3.Sistem Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota (S2).
33.2013 Prodi Perencanaan Wilayah danKota, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
1.Prasarana wilayah dan kota I (S1)
2.Prasarana wilayah dan kota II (S1)
3.Sistem Perumahan dan Permukiman (S1)
4.Perencanaan Pariwisata (S1)
5.Konsep dan Struktur Tata Ruang(S1)
34.2013 Prodi Kesling Program pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur (UIT)
1.Manajemen dan teknologi Limbah Cair (S2).
2.Manajemen dan Teknologi Limbah Padat.(S2)
3.Andal dan Resiko lingkungan (S2)
35.2013 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin
1.Manajemen dan teknologi limbah cair (S2)
36.2013 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-Tamalatea
1.Manajemen program kesehatan lingkungan (S2)
2.Andal Dan Resiko Lingkungan.(S2)
3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S)
4.Manajemen dan Teknologi limbah cair(S2)
5.Manajemen dan Teknologi limbah padat(S2)
37.2014 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Tehnik Universitas “45” Makassar
1.Sistem prasarana Wilayah dan Kota I ( S1)
2.Sistem prasarana Wilayah dan Kota II (S1)
3.Hukum dan Administrasi Perencanaan (S1)
4.Perumahan desa terpadu (S1)
5.Pembiayaan dan Penganggaran
6.Sistem Evaluasi Perencanaan (S1)
38.2014 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana Universitas “45” Makassar
1.Pembiayaan dan penganggaran Pembangunan (S2)
2.Analisis kebijakan dan program pembangunan(S2)
3.Sistem Perencanaan Infrastruktur Wilayah dan Kota (S2).
39.2014 Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
1.Prasarana wilayah dan kota I (S1)
2.Prasarana wilayah dan kota II (S1)
3.Studi kelayakan prasarana permukiman (S1).
4.Hukum dan Administrasi perencanaan (S1)
5.Sistem Perumahan dan Permukiman (S1)
6.Analida dampak lingkungan.
40.2014 Prodi Kesling Program pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur (UIT). 1.Manajemen dan teknologi Limbah Cair (S2).
2.Manajemen dan Teknologi Limbah Padat.(S2)
3.Andal dan Resiko lingkungan (S2)
41.2014 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin
1.Manajemen dan teknologi limbah cair (S2)
42.2014 Prodi Kesehatan Lingkungan, Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan-Tamalatea
1.Manajemen program kesehatan lingkungan (S2)
2.Andal Dan Resiko Lingkungan.(S2)
3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S)
4.Manajemen dan Teknologi limbah cair(S2)
5.Manajemen dan Teknologi limbah padat(S2)
III.3 Pengalaman Dalam Penelitian, Pengembangan dan Komersialisasi dan/atau
Pengalaman Menangani Bahan Material dan Komponen (2)
NO PERIODA INSTANSI/PERUSAHAAN, NAMA POSISI TUGAS URAIAN SINGKAT KEGIATAN KOMPE-
( 1 ) PROYEK/PRODUK dan LOKASI JABATAN ( 3 ) YANG DILAKUKAN ( 4 ) TENSI *)
III.4 Pengalaman Dalam Konsultansi Perekayasaan dan/atau Konstruksi/Instalasi.
NO PERIODA INSTANSI/PERUSAHAAN, NAMA POSISI TUGAS URAIAN SINGKAT KEGIATAN KOMP.
( 1 ) PROYEK dan LOKASI JABATAN ( 3 ) YANG DILAKUKAN ( 4 )
1.1979 Jembatan Timbang LLAJR Sulawesi Selatan Perencana Membuat design prototype Jembatan Timbang se-Sulawesi Selatan.
2 1980.Padaidi-padaelo Group.Gudang dan cold Strorage di Makassar.Perencana dan Pengawas Membuat Gambar kerja,Rencana Anggaran Biaya, Bestek dan Dokumen Perencanaan.
3.1982 – 1985 STIA LANRI –Pembangunan Gedung Kampus dan Asrama Diklat.Perencana.Membuat gambar kerja;
•Rencana Anggaran Biaya;
•Bestek dan Dokumen Perencanaan lainnya. Untuk 3 unit Bangunan Berlantai 3.
IV.PUBLIKASI, KOMUNIKASI DAN TEMUAN/INOVASI DI BIDANG KEINSINYURAN
IV.1.Karya Tulis di Bidang Keinsinyuran yang Dipublikasikan
NO BULAN- JUDUL KARYA TULIS MEDIA PUBLIKASI, URAIAN SINGKAT MATERI KOMPE- Diisi oleh MP
TAHUN LOKASI YANG DIPUBLIKASIKAN TENSI *) P Q R T
1.Oktober 2003 Air Sumber kehidupan masihkah lestari.Artikel dalam Majallah “sinergi”no6-tahun-I, Oktober 2003.Air sumber kehidupan, air harus terjaga secara kualitas dan kuantitas. Mengurangi standard pemakaian air secara kuantitas dan meningkatkan kualitas air untuk segala aspek kehidupan.
2.Januari 2004 Satu (1) milyard orang dambakan air.Artikel dalam Majallah Sinergi no1. Tahun I, Januari 2004 Satu (1) milyard penduduk dunia membutuhkan air secara kualitas dan kuantitas. Upaya yg dilakukan Mengurangi standard pemakaian air secara kuantitas dan meningkatkan kualitas air.
3.Maret 2004.Filter Biogeokimia, Mengolah limbah cair Perkotaan Artikel dalam Majallah “sinergi”no3 Tahun. II
Maret2004.Suatu sistem pengolahan limbah cair rumah tangga secara terpadu yang dapat dimanfaatkan untuk suatu permukiman atau kawasan tertentu.
4.February 2005 Meniru Istambul Turki Mengembangkan Wisata Kota (TinjauanPemamfaatan Ruang Kota untuk kebutuhan wisata) Artikel dalam Majallah “Mimbar Aspirasi”Edisi 44 Februari 2005 Untuk Membangun kota wisata, maka kota Istanbul membagi dua kota menjadi kota modern dan kota kuno yg dilestarikan dan hanya di batasi oleh Selat Bhosporus
5.Mei 2005.Kebijakan system Perencanaan terhadap-pembangunan Perkotaan.Jurnal-SPASIAL Perencanaan wilayah dan Kota Univ. 45, Mei 2005 Keterlibatan peran serta masyarakat dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan kota memerlukan pengkajian mendalam pada tatanan sistem pembangunan perkotaan dengan segenap kendala dan peluangnya, dianalaisis untuk kemudian dirumuskan kebijaksanaan dan strategi yang tepat.
6.Mei 2006.Tata Guna lahan,system transportasi-sebagai,sub system dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan Jurnal SPASIAL Perencanaan wilayah dan Kota Univ. 45, Mei 2006 Membahas keterkaitan antara sistem guna lahan dengan system transportasi dalam melakukan pembangunan yang berkelanjutan. Transportasi merupakan salah satu kunci perkembangan bagi wilayah perkotaan.
7.April 2007.Hambatan dalam system pembangunan perkotaan yang berkelanjutan,Jurnal SPASIAL, Perencanaan wilayah dan Kota Univ. 45, April 2007 Berbagai macam masalah perkotaan yg menghambat pembangunan yang berkelanjutan yang sangat terlihat jelas yaitu masalah urbanisasi yang tidak terkendali yang mengakibatkan meningkatnya angka kemiskinan sehingga mempengaruhi secara langsung kondisi lingkungan dan kondisi keamanan perkotaan. 8.April 2008.Pengelolaan-sampah perkotaan sebagai sebuah sistem JurnalSPASIAL, Perencanaan wilayah dan Kota Univ. 45, April 2008.Masalah sampah yang dihadapai akan dibahas dengan pendekatan sistem yang mencakup: sub sistem kelembagaan (sub sistem institusi), sub sistem teknik operasional (sub sistem teknik), sub sistem pembiayaan (sub sistem finansial), sub sistem hukum dan pengaturan (sub sistem hukum) dan sub sistem peran serta masyarakat dan swasta.
9.Juni 2008.Struktur Spasial wilayah peri urban sebagai system dari tata ruang kota.JurnalSPASIAL, Perencanaan wilayah dan Kota Univ. 45, Juni 2008.Dalam wilayah pheri urban secara fisik morfologis sifat-sifat baik kedesaan dan kekotaan non fisikal menunjukkan intensitas yang jelas, sehingga dapat digunakan sebagai dasar identifiksi wilayah
10.2009 Pendekatan-system-dalam struktur spasial peri urban-Jurnal SPASIAL vol 8 no.1
ISSN : 1411-3899.Wilayah pheri urban bersifat multideminsinal karena perpaduan sifat kedesaan dan kekotaan, karenanya pemahaman struktur kewilayahan daerah pheri urban ini sangat spesifik dan memerlukan penangan yang spesifik juga.
11.2010 Evaluasi rencana Kawasan Agropoitan-dikawasan matakali-kabupaten polewali mandara sulawesi barat. Jurnal SPASIAL vol 8 no.1 ISSN 1411-3899.Kawasan AgropolitanMatakali ditujukan untuk mengembangkan pedesaan, konsep desa dengan memasukkan unsur urbanitas yang dianggap penting terutama kenyamanan barang dan jasa public (public goods and services) dalam hal infrastruktur seperti jalan, pelayanan administrasi, pasar dan moda transportasi, setara kota.Dalam mewujudkan impian sebagai kota pertanian yang lebih ramah dan rasional, agropolitan memiliki prasyarat utama misalnya memiliki komoditas unggulan, daya dukung dan potensi fisik yang baik, sarana dan prasarana yang memadai.
12.2010 Disparitas pemanfaatan ruang terhadap PERDA no 6 tahun 2006 tentang RTRW kota Makassar Jurnal Tekstur kotaVol 1 no 2 ISSN 2086-7786. Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup di Kota Makassar diharapkan akan dapat berjalan dengan baik dan teratur sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar. Namun bahwa dalam penelitian ditemukan banyaknya pelanggaran terhadap RTRW tersebut, seperti pengalihan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya hal ini melibatkan baik aparat pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Tingkat konsistensi pemerintah sangat dipengaruhi oleh kepentingan sesaat. Sehingga ini menjadi panutan jelek bagi masyarakat dalam berpartisipasi dalam pembangunan. Dengan demikian pembangunan di Kota Makassar kedepan akan menemui tantangan yang sangat berat dan akan semakin semberawut dan tidak berwawasan lingkungan.
13.January 2012 Area-Development Minapolitan-coastal communities-to-improve economy Gowa.journal of Science and Technology integration vol.III,januari 2011, ISSN :1675-8437.Selangor Malaysia The relationshipbetweencityandhinterlandareas/surrounding areasinthe regionareagropolitan/minapolitan-interdependencereciprocityofharmony, andinterdependence, where theregionto developthe cultivation ofagriculture(on farm) andprocessed productshousehold scale(off farm), on the contrarycityprovides thefacilitiesforthe development offarmingand agribusiness,such asprovision ofagriculturalfacilities, capital, technology, informationprocessingandstorage(marketing), theproductionof agriculturalproducts.
14.2012 Arsitektur tradisional sulawesi selatan warisan budaya etnis lokal Indonesia.Penerbit Lamacca press-ISBN no, 979-3897-49-2 Arsitektur tradisional Bugis-Makassar bermula dari suatu pandangan Filosofi hidup tradisional Bugis Makassar “Sulapa Appa”,Filosofi ini menyatakan bahwa segala aspek kehidupan manusia barulah sempurna jika berbentuk “Segi Empat”. Filosofiyang bersumber dari “mitos” asal mula kejadian Manusia,yaitu : tanah, air, api, dan angin
15.Desember 2012.Identifikasi kawasan terpilih pusat pengembangan desa dikabupaten Majene propinsi sulawesi barat. Jurnal SPASIAL vol 8 no.2 ISSN : 1411-3899.Pembangunan perdesaan secara keseluruhan telah ditangani melalui berbagai sektor dengan cara yang diupayakan terpadu.perumahan permukiman di perdesaan menjadi sangat penting sebagai “entry Point” pembangunan perdesan secara keseluruhan. Pemerintah sampai saat ini menggunakan azaz Tridaya yang intinya adalah pemberdayaan masyarakat, ekonomi dan pendayagunaan prasarana dan sarana permukiman didalam menangani Perumahan Permukiman Perdesaan. Kawasan Pusat Pengembangan Desa yang terdiri atas Desa Pusat dan Desa Hinterland, sebenarnya secara keseluruhan dapat mengait keseluruhan kelompok tersebut yaitu bahwasanya Desa Pusatnya merupakan Desa Cepat Berkembang sedangkan hinterlandnya dari kelompok Desa Sedang Berkembang dan Desa Belum Berkembang.Sebagai sebuah konsep dengan sasaran akhir tercapainya kawasan perdesaan yang mandiri, berwawasan lingkungan, selaras, serasi dan bersinergi dengan kawasan lainnya, dengan memperhatikan hak, asal-usul dan adat-istiadat desa melalui pembangunan yang holistik dan berkelanjutan dan mandiri di masa yang akan datang.
16.2013 Cara sederhana mengolah sampah perdesaan.De la macca ISBN no 978-602-263-009-8 Pengelolaan sampah perdesaan terdiri dari beberapa proses yang biasanya dimulai dari proses pewadahan sampah, pengumpulan sampah, pemindahan dan pengangkutan sampah, pengolahan atau pemrosesan sampah (bisa dengan daur ulang sampah yang dapat di daur ulang) hingga akhirnya pada tahapan pembuangan akhir sampah. Istilah pengelolaan sampah pada dasarnya dimaksudkan terhadap sampah yang dikelola yang berguna agar dapat mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan sekitar, kesehatan, estetika lingkungan serta memberikan kenyamanan. 17.2013 Mengolah limbah cair rumah tangga dengan filter biogeokimia.De la macca-ISBN no 978-979-3897-36-1 Upaya mengembangkan sistem pengolahan limbah-cair rumahtangga adalah memadukan secara bersinergi antara beberapa cara pengolahan dalam suatu model. Dalam hal ini pemanfaatan sistem-saringanyang memanfaatkan bahan-bahan anorganik dan sistem saringan yang memanfaatkan tanaman air dipadukan dalam suatu model yang diberi nama Saringan Biogeokimia.
18.2013 Mari membangun kawasan hijau dan bangunan hijau yang ramah lingkungan.De la macca.ISBN 978 602 263 010 4-Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Hijau yang ideal apabila melalui Perencanaan Pola Ruang Terbuka Hijaunya. Pola Ruang terbuka hijau merupakan struktur Ruang Terbuka Hijau yang ditentukan oleh hubungan fungsional (ekologis, sosial, ekonomi, arsitektural) antar komponen pembentuknya. Pola RTH terdiri dari RTH structural dan RTH non struktural. RTH struktural merupakan pola RTH yang dibangun oleh hubungan fungsional antar komponen pembentuknya yang mempunyai pola hierarki planologis yang bersifat antroposentris.
19.2013 Potensi dan harapan masa depan-kawasan pengembangan-ekonomi terpadu (Kapet) parepare-De la macca.ISBN 978 602 263 010 4.KAPET Parepare diharapkan berfungsi sebagai pusat produksi komoditi pertanian dan non pertanian dan industri Pengolahan, sehingga Kota Parepare sebagai pusat jasa dan perdagangan untuk mendorong kegiatan ekonomi dan agro industri di wilayah belakangnya (hinterland).
Dalam konteks ASEAN, KAPET parepare termasuk dalam wilayah kerjasama regional yang tergabung dalam: Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), yang merupakan bentuk kerja sama bilateral Negara-negara ASEAN untuk wilayah bagian timur.
IV.2 Makalah/Tulisan Yang Disajikan Dalam Seminar/Lokakarya Keinsinyuran
NO BULAN – NAMA SEMINAR/LOKA KARYA, JUDUL MAKALAH/ URAIAN SINGKAT MATERI KOMPE- Diisi oleh MP
TAHUN PENYELENGGARA, LOKASI TULISAN MAKALAH/TULISAN TENSI *) P Q R T
1.January 2011 Seminar Nasional Ibukota Negara, harapan dan Tantangan.Pemerintah Prov.SulSel. di Makassar Makassar Menuju kota dunia.Untuk menjadikan Makassar Sebagai Ibukota Negara di perlukan Pembangunan kota yang setara Ketika puncak Kebudayaan orang Bugis Makassar mencapai Kulminasinya di Abad ke 17.
2.Juni 2014.Pelestarian Bangunan Kolonial di Makassar, Dinas Tarkim Sulsel. Baddoka Makassar.Pentingnya zoning bagi bangunan cagar budaya.Untuk Melestarikan cagar budaya dan bangunan bersejarah, diperlukan pemingkatan (zoning) Untuk kawasan Inti dan Kawasan Penunjangnya.
IV.3 Seminar/Lokakarya Keinsinyuran Yang Diikuti
NO BULAN, NAMA SEMINAR / LOKA KARYA NAMA PENYELENGGARA, URAIAN SINGKAT MATERI KOMPE- Diisi oleh MP
TAHUN LOKASI SEMINAR / LOKA KARYA TENSI *) P Q R T
1.2004 OzWater conference and Exebhition-Perth australia 2004 Air sumber kehidupan, air dilindungi dari zat pencemar secara fisik kimia dan biologi.dan harus terjaga secara kualitas dan kuantitas. Mengurangi standard pemakaian air secara kuantitas dan meningkatkan kualitas air untuk segala aspek kehidupan
2.2006 Bussiness&Industries Conference –Exhibition Istambul-turki 2006 Mengikuti pameran Industri mekanikal dan electrical dan conference Masyarakat bisnis dan Industri bersama KADIN Indonesia
3.2009 Lokakarya nasional master plan dan perencanaan teknis kerjasama kota metropolitan mamminasa-Ditjen Bangda Depdagri – Jakarta tahun 2009,menyajikan makalah tentang rencana kota baru di Kawasan Metropolitan Mamminasata meliputi kota baru antara kota Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar.
4.2009 Seminar-nasional,ibukota negara,harapan dan Tantangan-Dinas Tarkim Provinsi Sulsel 2009.Seminar Nasional dengan Materi Kemungkinan Alternatif Makassar sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia.

5.2009 Seminar nasional penerapan konsep bangunan hijau pada bangunan gedung.
International seminar on urban and regional planning.Dinas Tarkim Provinsi Sulsel 2009 Ruang terbuka hijau untuk menjaga keserasian dan, keseimbangan ekosistem lingkungan perkotaan dan mewujudkan kesimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan ,meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat, indah, bersih, aman dan nyaman. Ruang terbuka hijau berfungsi sebagai kawasan lindung perkotaan, pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air dan udara, tempat perlindungan plasma nuftah dan keanekaragaman hayati dan pengendali tata air.sarana untuk mencerminkan identitas daerah, menumbuhkan rasa bangga dan meningkatkan prestise daerah,sarana ruang evakuasi untuk keadaan darurat, sebagai sarana memperbaiki iklim mikro hingga meningkatkan cadangan oksigen di perkotaan dan meningkatkan nilai ekonomi lahan perkotaan. sebagai sarana aktivitas sosial bagi anak-anak, remaja, dewasa dan manula. Sebaiknya RTH ini satu sistem dengan Bangunan hijau ramah lingkungan.
6.2010 Seminar-nasional-Arsitektur rumah&Permukiman Tradisional Kawasan Timur Indonesia.Badan Litbang PU,tahun 2010-Seminar Nasional upaya Pengembangan Rumah Tradisional Papua dan Sulawesi
7.2010 Disseminasi-peraturan perundang undangan penataan bangunan dan lingkungan.DITJEN CIPTA KARYA tahun 2010.Sosialisasi UU No 28 Substansi Yang Diamanatkan :
•Adanya Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota;
•Perubahan fungsi BG;
•Persyaratan administratif dan teknis untuk bangunan gedung adat, bangunan gedung semi permanen, bangunan gedung darurat, dan bangunan gedung yang dibangun pada daerah lokasi bencana;
•Penetapan Rencana Tata Bangunan & Lingkungan;
•Menyediakan Informasi Persyaratan Peruntukan dan IntensitasBG;
•Pengesahan Rencana Teknis Pembentukan Tim Ahli BG; dan
•Penetapan Bangunan dan Lingkungan Yang Dilindungi dan Dilestarikan.

8.2011.Asia-Pasific-Academic consortium-for-PublicHealth conference-Yonsei university-seoul-korea selatan 2011 Komprensi internasional bagi Perguruan tinggi Kesehatan Masyarakat Untuk pengembangan Ilmu Ilmu Ksesehatan Masyarakat
9.2012.International-bookexpo-and exebhition-Kualalumpur Malaysia tahun 2012.Menyajikan makalah tentang Arsitektur Tradisional Bugis Makassar sebagai warisan Budaya Lokal Indonesia
10.2012 AsiaPasific-Academic Consortium for Public Health confrence.Colonbo – srilanka 2012 Komprensi internasional bagi Perguruan tinggi Kesehatan Masyarakat Untuk pengembangan Ilmu Ilmu Ksesehatan Masyarakat.
11.2013 Seminar Penyusunan Rencana Zonasi Kawasan Minapolitan kab. Luwu timur.Penyusunan Rencana Zonasi Kawasan Minapolitan Kabupaten Luwu Timur dalam upaya pengembangan masyarakat pesisir pantai merupakan bagian integral dari pengelolaan sumber pesisir dan laut bagi kemakmuran masyarakatnya, sehingga perlu digunakan suatu pendekatan dimana masyarakat sebagai obyek sekaligus sebagai subyek pembangunan.
Untuk itulah seminar ini bertujuaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan khususnya masyarakat pesisir pantai dalam pembangunan produksi pertanian, industri kecil dan agrobisnis , kegiatan pembangunan prasarana dan sarana melalui program rintisan Pengembangan Kawasan Minapolitan.
12.2014 Seminar Pelestarian Bangunan Kolonial di Makassar.Dinas Tarkim Provinsi Sulsel 2014.Arsitektur Kolonial adalah semua situs dan bangunan yang dibangun pada jaman penjajahan.Melibatkan stackholder bangunan dan situs bersejarah,pemerintah,pemilik bangunan masyarakat untuk bekerjasama melestarikan ,sosialisasi dan tetap membangun nilai nilai sejarahnya dan Pemahaman nilai nilai arsitekturnya.
IV.4 Karya Temuan/Inovasi/Paten dan Implementasi Teknologi Baru
NO BULAN, JUDUL/NAMA KARYA URAIAN SINGKAT MEDIA PUBLIKASI KARYA KOMPE- Diisi oleh MP
TAHUN (KALAU ADA) TENSI *) P Q R T
1. 2003 PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN FILTER BIOGEOKIMIA,Filter biogeokimia Untuk mengolah limbah cair domestic Perkotaan dapat menurunkan konsenterasi zat pencemar secara fisik, biologi dan kimia sampai batas ambang perkenaan bagi kualitas limbah cair Perkotaan. De la macca-ISBN no 978-979-3897-36-3

VI.PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh keterangan di atas adalah benar. Bersama ini saya lampirkan fotokopi dokumen pendukung yang dapat membantu penilaian. Apabila perlu saya bersedia diundang untuk wawancara dengan Majelis Penilai PII.

Makassar, 21 April 2015

(DR. IR.DRS.H.SYAHRIAR TATO.SH.SAB.SSN.MS.MH.MM)

LAMPIRAN I
LEMBAR DOKUMENTASI PENGALAMAN KERJA
Nama : DR. IR.DRS.H.SYAHRIAR TATOSH.SAB.SSN.MS.MH.MM
Nama Proyek :Proyek Air Bersih SLA-OECF 1-4-1996 s/d 1-4-2000 Kep.Men PU 775/KPTS/X/96.
Jangka Waktu Proyek :4(Empat) Tahun)
Nama Atasan/Pengawas/Supervisor :Dirjen Cipta Karya Dep.PU.
Deskripsi Proyek (Termasuk penghargaan yang diterima, kalau ada) :
Proyek Air bersih SLA-OECF adalah pinjaman lunak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Pemerintah Jepang melalui Sector Loan Agrement Untuk konstruksi Pipa Distribusi dan Pipa service Dari Instalasi Pengolahan(Water Threatment ) Batangkalaku Kapasitas 1000l/detik ke kota Makassar.Proyek ini bersama sama Dalam system Proyek Penyediaan air bersih Ditjen Cipta karya,proyek air bersih Pemkot Makassar dan Proyek Air Bersih PDAM Makassar.
Uraian tugas yang dilaksanakan :
Memimpin proyek Air bersih SLA-OECF Untuk konstruksi Pipa Distribusi dan Pipa service Dari Instalasi Pengolahan (Water Threatment) Batangkalaku Kapasitas 1000l/detik ke kota Makassar.Melakukan Pengendalian Manajemen terhadap Konsultan Perencana (Nihon Shuido-Japan) dan Kontraktor Pelaksana (beberapa Kontraktor Nasional)

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: