NO 2.NASKAH SANDIWARA RADIO LEGENDA I LA GALIGO ( EPISODE 2. PETUALANGAN DUA DEWA DARI BOTING LANGIQ )

NO 2.NASKAH SANDIWARA RADIO LEGENDA I LA GALIGO

( EPISODE 2. PETUALANGAN DUA DEWA DARI BOTING LANGIQ )

Naskah/Skenario: DR. SYAHRIAR TATO.
Supervisi : PROF. NURHAYATI RACHMAN.

(Adabtasi Naskah oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan Buku II editor Prof Nurhayati Rahman ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

PAPARAN ADEGAN 1.

( Opening Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ).

Ayam berkokok bersahut-sahutan pertanda fajar telah menyingsing di ufuk timur. Ketika Sang Patotoqe terbangun dari tidurnya, sinar matahari sudah menembus ruang-ruang istana Sao Kutta Pareppaqe di Boting Langiq.Sang Patotoqe pun segera bangun dari tempat peraduannya . Ia meregangkan otot-ototnya sambil menikmati sinar matahari serta kesegaran udara langit di pagi hari.

Sang Patotoqe menuju jendela istana ketika mendengar suara ribut-ribut di pekarangan istana.Lalu Sang Patotoqe pun menyaksikan latihan perang antara sesama pasukan dewa. Sang Patotoqe sangat gembira melihat putra sulungnya La Togeq Langiq “Batara Guru” yang Setiap pagi rajin mengikuti latihan perang.

PATOTOQE

Kur jiwamu, Paduka Ananda Batara Guru ,semoga datanglah
semangat kahyanganmu .Padahal sebagai putra titisan
penguasa Kerajaan Langit Datu Patotoqe, tanpa Melakukan
latihan perang pun Engkau Togeq Langiq akan selalu menang.
Aku kian yakin Engkau sangat cocok untuk menjadi To
Manurung penguasa di dunia Tengah Aleq Linoq . Karena
kehidupan di bumi adalah kerja keras – Resopa temmangingi
namalomo naletei pammase Dewata Seuwae.

PAPARAN ADEGAN 2.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect ).

Bangga rasa hati penguasa kerajaan Boting Langiq melihat keperkasaan putra sulungnya itu. Patotoqe terus tersenyum menyaksikan putranya Batara Guru berperang melawan La Tau Pancek dan La Tau Buleng. Kedua panglima perang tersebut bergantian menyerang La Togeq Langiq, tapi La Togeq Langiq sangat tangkas mengalahkan keduanya.

PATOTOQE

Ketangkasan dan Keterampilan seperti itu memang sangat
dibutuhkan di Aleq linoq kelak. Untuk keahlian dan
keterampilan Manusia di bumi memang Semua butuh latihan
dan ketekunan.

PAPARAN ADEGAN 3.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect ).

Dengan gembira Patotoqe melangkah menuju jendela yang lain Untuk menyaksikan gelanggang sabung ayam.betapa terkejut Patotoqe ketika melihat gelanggang sabung ayam dalam keadaan kosong. Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba, dua bersaudara yang bertugas sebagai penjaga ayam, juga tidak ada di tempat Patotoqe sangat murka melihat kenyataan ini.

PATOTOQE :

Kemana perginya penjaga penjaga ayam itu ? tidak biasanya
gelanggang sabung ayam itu sepi seperti ini?

PAPARAN ADEGAN 3.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect ).

Semua penghuni Kerajaan Langit menjadi panik mendengar kemurkaan Patotoqe yang menggelegar mengguncang langit, Para dewata tidak tahu menahu kepergian Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba. Karena tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya, Patotoqe kembali murka karena ia mendengar suara bergemuruh dari aleq Linoq .Berarti ada makhluk yang mengunjungi Dunia Tengah tanpa seizinnya.

PATOTOQE :

Tak boleh ada satu Dewa pun yang boleh meninggalkan Boting
Langiq tanpa seizinku.Bila kedua penjaga ayam itu muncul
tanpa membawa kabar yang menyenangkan maka keduanya
akan kukutuk menjadi oro.

PAPARAN ADEGAN 4 .

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect ).

Sementara itu Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba yang sedang berjalan-jalan ke bumi terkejut mendengar ultimatum Sang Patotoqe dari atas langit yang menggelegar bersama guntur. Bumi tempat pijakan keduanya pun tergoncang hebat.

RUKKELLENG MPOBA :

Celaka kita Ruma Makkompong,Kita akan kena murka
Patotoqe. Aku sangat takut dikutuk jadi Oro.

RUMA MAKKOMPONG :

Cepat Rukkelleng Mpoba, kita bergegas naik ke Kerajaan Langiq

Dengan gemetaran Ruma Makkompong menarik tangan Rukkelleng Mpoba. Keduanya pun bergegas menuju Boting Langiq.

PAPARAN ADEGAN 5.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect ).

Di Balairung Kerajaan Boting Langiq telah berkumpul para Dewata. Patotoqe masih nampak marah ketika kedua penjaga ayam tersebut tiba di Istana Sao Kutta Pareppaqe.

PATOTOQE ( Murka )

Kalian sudah melalaikan tugas. Coba bayangkan apa yang
terjadi bila ayam-ayam tersebut berkeliaran menuju Dunia
Tengah Aleq linoq?
bila ayam tersebut berkeliaran sampai ke bumi sebelum
waktunya kita mengirimkannya ke bumi, maka ayam-ayam
tersebut akan berubah menjadi monster dan musuh yang
sangat menakutkan bagi manusia kelak.

Kedua penjaga ayam tersebut semakin gemetaran, mereka hanya terdiam karena takut kena kutuk Patotoqe.

PATOTOQE

Sekali lagi saya ingatkan pada kalian para Dewa yang ada di
kerajaan Boting Langiq ini.Tak boleh ada makhluk lain yang
menyentuh bumi sebelum ada manusia yang tinggal di bumi.
Aku sudah memutuskan bahwa manusia menjadi makhluk
pertama yang akan menghuni Aleq Linoq. Makhluk yang datang
kemudian akan menjadi abdinya.

Seketika Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba saling bertatapan mendengar murka Patotoqe. Mereka merasa telah lancang berkunjung ke bumi tanpa seizin Patotoqe. Pun keduanya sudah melalaikan tugas mereka menjaga ayam sabung Patotoqe.

PATOTOQE

Darimana saja kalian tanpa ijin dariku ?

Ruma Makkompong menyentuh lengan Rukkelleng Mpoba. Rukkelleng Mpoba tahu maksud saudaranya tersebut, ia pun langsung menjawab dengan terbata bata.

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Paduka Tuanku! Kami tidak sengaja berjalan-jalan ke
bumi. Sekali lagi ampunkan hamba berdua yang telah lancang
menginjak bumi tanpa seijin Paduka Tuanku Datu Patotoqe

PATOTOQE

Hah, apa ? Ke bumi?.Kalian benar-benar ceroboh. Hampir saja
kalian mengacaukan bumi. Engkau Ruma Makkompong,
bukankah tugasmu juga menurunkan angin ribut ke bumi.
Dan Engkau Rukkelleng Mpoba, tugasmu
adalah membangkitkan badai. Bagaimana nasib
bumi sekiranya kalian berdua iseng-iseng membangkit
kan badai dan angin ribut di bumi?

Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba menunduk lesu. Keduanya diam membisu. Tak satupun kata yang bisa mereka ucapkan mendengar kemarahan Datu Patotoqe.

PATOTOQE:

Baiklah! Bagaimana keadaan bumi yang setahu saya masih
Dalam keadaan kosong itu ?”

RUMA MAKKOMPONG :

Ampunkan hamba berdua Tuanku! Kami sudah menyaksikan
keadaan bumi yang sangat sunyi, suara suara yang ada di sana
hanya suara yang berasal dari Boting langiq.

PAPARAN ADEGAN 6 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert effect hujan badai dan petir yang menyambar)

Diatas Singgasananya di kerajaan Boting Langiq, Patotoqe Sang Penentu Nasib yang maha kuasa di Boting langiq mendengarkan penggembala ayamnya yang baru balik melanglang ke Aleq linoq, dan ketika balik ke kayangan mengusulkan agar bumi Aleq Linoq diisi kehidupan.

RUKKELLENG MPOBA

Temmaga Puangmuloq seua rijajiammu,
ta bareq-bareq ri a ta w ‘areng,
ajaq naonro lobbang linoe
makka tajangeng ri a ta wareng.
Teddewata iq, Puang,
rekkua masuaq riawa langiq,
lerimeneqna Peretiwie
Mattampa puang le ri Batara.

Dengan ketakutan Bersimpuh Rukkelleng Mpoba Dihadapan Patotoqe,Sang penentu nasib.

RUKKELLENG MPOBA

Alangkah baik Tuanku menurunkan seorang
keturunan dewa. Untuk menjelma dimuka Bumi,
Agar dunia tak lagi kosong melompong’
Dan terang benderang paras dunia,
Engkau bukanlah Dewata selama tak satu
Manusiapun Di kolong langit
di permukaan Peratiwi
Menegaskan Sri Paduka
sebagai Batara.

PAPARAN ADEGAN 7.

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert effect hujan badai dan petir yang menyambar)

Dua Dewa Penjaga Ayam Sabungan Datu Patotoqe , yaitu Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba merasa sangat bangga.Karena Keduanya ditunjuk oleh Sang Patotoqe sebagai kurir khusus turun ke Kerajaan Peretiwi. Keduanya membawa undangan khusus dari Sang Patotoqe yang ditujukan kepada saudara Sang Patotoqe, Sinauq Toja dan suaminya Guru Riselleq, yang menjadi penguasa di Kerajaan Peretiwi.

PAPARAN ADEGAN 8 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert effect hujan badai dan petir yang menyambar)

karena dasarnya dewa yang bandel ,Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba yang sudah tergila-gila dengan suasana di bumi singgah sejenak di kaki langit untuk menyaksikan hamparan bumi yang masih kosong melompong. Keduanya masih sempat bercanda di kaki langit.

RUKKELLENG MPOBA :

Sungguh asyik kanda Ruma Makkompong ! Andaikan kita
Adalah putera Patotoqe maka kitalah yang akan menjadi
Penguasa di Kerajaan Bumi Aleq Linoq kelak,

RUMA MAKKOMPONG :

Akhh, Sudahlah ! Tidak usahlah bersedih Rukkelleng, nanti
Kalau dikemudian hari yang ditunjuk Sebagai to manurung
salah seorang putra Datu Patotoqe ,dan sudah berkuasa di
muka bumi maka kita bisa mencuri-curi waktu pergi
menyabung ayam di Kerajaan Bumi Aleq Linoq ini ,

RUKKELLENG MPOBA :

Akh, Dasar dewa bandel kamu Makkompong! Apakah tidak
takut bila Patotoqe mengutuk kita menjadi oro, lalu kita
dilempar ke bumi.

RUMA MAKKOMPONG :

Oh , kalau cuma Jadi oro tiadalah mengapa Rukkelleng,
yang penting kita bisa hidup bersenang senang di bumi,”

RUKKELLENG MPOBA :

Akh, Dasar dewa nakal.Gila benar kamu Makkompong,
mana mungkin kita bisa bersenang-senang kalau hanya jadi
oro yang akan menjadi hamba sahaya bagi penguasa bumi?

RUMA MAKKOMPONG :

Tapi bagiku,Meskipun menjadi oro tiadalah mengapa karena
sebagai penghuni langit kita bisa berubah-ubah wujud.
Bukankah demikian Rukkelleng ?

RUKKELLENG MPOBA :

Hush! Jangan berpikiran macam-macam, sosok dewa
tidak boleh berperilaku menyalahi aturan yang telah
digariskan oleh Sang Patotoqe.”

RUMA MAKKOMPONG :

Iya yah? Andaikan kita diciptakan menjadi sosok Manusia
saja. Tentu kita puas bermain main di bumi Aleq Linoq ini

RUKKELLENG MPOBA :

Sudahlah Makkompong! Janganlah menyesali nasib,
Bersyukurlah kita bisa tinggal di Boting Langiq.

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert suara suara angin menderu dan suara petir serta Guntur sambung menyambung )

Dua dewa nakal itu, Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba terus menikmati hamparan bumi sambil membayangkan diri mereka menjadi penguasa di bumi. Mereka pun tertawa terbahak-bahak tanpa menghiraukan suasana sekelilingnya. Tiba-tiba angin bertiup kencang hebat bagai ditiup dewa penjaga angin dari Kerajaan
Langit. Pun guntur sahut menyahut ditingkahi lidah api kilat dan petir yang sambung menyambung.

RUMA MAKKOMPONG :

Cepat cepat kita tinggalkan Aleq Linoq ini, Ayo rukkelleng !
Ayo Cepat menuju Kerajaan Peretiwi! Sang Patotoqe sedang
marah, ia mengetahui kita sedang singgah bermain main Aleq
Linoq ini ,”

( Narasi dan insert suara angin menderu dan suara petir serta Guntur sambung menyambung )

Ruma Makkompong cepat menarik tangan Rukkelleng Mpoba yang hampir saja terjilat oleh lidah api petir. Mereka betul betul jera terhadap murka Datu Patotoqe.

PAPARAN ADEGAN 9 .

( Narasi dan Illustrasi music ,insert suara suara ombak dan gelombang )

Dalam sekilas cahaya saja dua dewa dari Boting Langiq , Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba tiba di Kerajaan Peretiwi di dasar laut. Keduanya tidak langsung menemui Sinauq Toja dan Guru Riselleq. Keduanya beristirahat sejenak melepas lelah sambil menikmati indahnya Istana Toddang Toja dan Buriq Liu yang dihuni oleh Sinauq Toja dan Guru Riselleq beserta anak-anaknya.

PAPARAN ADEGAN 10.

( Narasi dan Illustrasi music ,insert suara suara ombak dan gelombang )

Setelah beristirahat sejenak, Dua Dewa Boting Langiq, Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba segera menghadap Sinauq Toja dan Guru Riselleq. Sepasang suami isteri penguasa Kerajaan Peretiwi tersebut menyambut dengan hangat utusan dari Kerajaan Langit.

GURU RISELLEQ :

Kur jiwamu, Paduka berdua Dewa Kerajaan Boting
Langiq,semoga datanglah semangat kahyanganmu .Apakah
maksud kedatangan sang penghuni langit ke Kerajaan
Peretiwi di dasar laut ini?

Langsung saja Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba menyembah mengikuti adat Kerajaan Peretiwi . Lalu Rukkelleng Mpoba menyampaikan undangan dari Patotoqe dan Datu Palingeq dari Kerajaan Boting Langiq.

RUKKELLENG MPOBA :

Kur jiwamu, Paduka Guru Riselleq dan Paduka Sinauq Toja.
semoga datanglah semangat kahyanganmu .Ampun Tuanku
Guru Riselleq dan Sinauq Toja ! Paduka Patotoqe dan Datu
Palingeq Sang penguasa di Boting Langiq mengundang
kalian berdua menuju Kerajaan Boting Langiq pada saat
bulan purnama nanti.

SINAUQ TOJA :

Apakah gerangan kehendak Kakanda Datu Patotoqe dan
Datu Palingeq sehingga mengundang kami menuju Boting
Langiq?”

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Paduka berdua penguasa Kerajaan Uriq Liuq! Datu
Patotoqe dan Datu Palingeq bermaksud menurunkan salah
seorang putranya Untuk mengurus bumi yang masih kosong
melompong,

Sinauq Toja dan Guru Riselleq terdiam sejenak. Mereka Nampak bingung atas kehendak Patotoqe menurunkan putranya Ke Aleq Linoq. Tapi mereka hanya mengangguk-angguk.

SINAUQ TOJA :

Aleq linoq begitu luas dan masih kosong melompong. Tidak
boleh hanya diurus oleh dewa dari Kerajaan Boting langiq
saja tetapi harus bekerjasama dengan dewa dari dunia
bawah. Harus ada keseimbangan kehidupan di dunia tengah
yang ada antara dunia bawah dan dunia atas.Bolehlah dewa
Kerajaan Boting Langiq berpendapat bahwa merekalah
yang menurunkan hujan, mengatur matahari dan tata
surya lainnya,tapi kalau kami dari dunia bawah keberatan
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menampung air dari
cucuran langit?

GURU RISELLEQ :

Kami berdua belum paham, Apakah gerangan alasan
Kakanda Datu Patotoqe sehingga tergesa-gesa ingin
menurunkan tunasnya di muka bumi?

RUMA MAKKOMPONG :

Ampun Paduka Tuanku berdua, penguasa kerajaan Uriq Liuq
.Sang Patotoqe dan Datu Palingeq menganggap bahwa
mereka bukanlah dewata apabila tak seorang pun yang
menyembah kepadanya.

Sinauq Toja dan Guru Riselleq sangat terkejut dan terlihat bermuka masam dengan jawaban Ruma Makkompong, maka Rukkelleng Mpoba pun melengkapi jawaban Ruma Makkompong

RUKKELLENG MPOBA :

Benar PadukaTuanku! Datu Patotoqe dan Datu Palingeq
menganggap bahwa mereka bukanlah dewata bila tak
seorang pun yang menyembah kepada langit dan
menadahkan tangan ke Peretiwi.”

GURU RISELLEQ :

Baguslah kalau begitu ! Penghuni Kerajaan Bumi di Aleq
Linoq harus menyeimbangkan antara dunia atas dan
dunia bawah.

SINAUQ TOJA :

Kami akan datang Ke Kerajaan Boting Langiq Untuk
memenuhi undangan Patotoqe dan Datu Palingeq.

PAPARAN ADEGAN 11.

( Narasi dan Illustrasi music ,insert suara suara ombak dan gelombang )

Kedua Dewa Kerajaan Boting Langiq itupun pamitan kepada penguasa Kerajaan Uriq Liuq.Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba pun meneruskan perjalanan mereka menuju Kerajaan Senrijawa. Kedua utusan Sang Patotoqe tersebut bertemu dengan Senneq Batara dan Tau Bala Unynyiq.Senneq Batara dan Tau Bala Unynyik pun menyambut kedatangan kedua penghuni Kerajaan Langit tersebut dengan ramah.

SENNEQ BATARA :

Kur jiwamu, Paduka Ruma Makkompong dan Paduka
Rukkelleng Mpoba. semoga datanglah semangat
kahyanganmu . Selamat datang di Kerajaan Senrijawa
duhai yang mulia penghuni Kerajaan Boting Langiq.

RUKKELLENG MPOBA :

Kur jiwamu, Paduka Ruma Senneq Batara dan Paduka
Tau Bala Unynyik. Semoga datanglah semangat
Kahyanganmu .Kami membawa undangan dari Sang
penguasa Kerajaan Boting Langiq. Paduka berdua
diundang hadir untuk bermusyawarah di Boting Langiq,

SENNEQ BATARA :

Apakah gerangan Maksud musyawarah yang akan
diadakan oleh sang penguasa tunggal Kerajaan Boting
Langit tersebut?”

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun paduka Tuanku! Datu Patotoqe tidak tahan lagi
melihat keadaan bumi yang masih kosong
melompong . Sang penguasa langit ingin segera
menurunkan tunasnya di bumi,biar ada yang
menyembah kepada Sang Patotoqe di Boting Langiq,
pun ada yang menadahkan tangan kepada para dewa
di Peretiwi.

TO BALA UNYNYIQ :

Baiklah paduka berdua.Kerajaan Senrijawa sangat
terhormat atas undangan Patotoqe. Kami akan memenuhi
undangan Patotoqe,”

( Closing dan Illustrasi music Theme song I La Galigo)

PENUTUP.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: