NO 3.NASKAH SANDIWARA RADIO LEGENDA I LA GALIGO (EPISODE 3.TO MANURUNG MANUSIA PERTAMA DI BUMI ALEQ LINOQ)

Naskah/Skenario: DR. SYAHRIAR TATO.
Supervisi : PROF. NURHAYATI RACHMAN.

(Adabtasi Naskah oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan Buku II editor Prof Nurhayati Rahman ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

PAPARAN ADEGAN 1.

( Opening Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ).

Pagi menjelang di Kerajaan Boting Langiq.Sinarnya memercik bagai air kahyangan ke Balairung Istana.Datu Patotoqe dan Datu Palingeq Sang Penguasa Kerajaan Boting Langiq pun duduk di kursi kebesaran masing-masing.Datu Patotoqe lalu mempersilakan Sinauq Toja, Guru Riselleq, dan Senneq Batara untuk duduk di kursi kebesaran yang sudah disiapkan khusus untuk penguasa kerajaan di Peretiwi tersebut.Setelah para Dewata duduk di tempatnya masing-masing,Datu Patotoqe pun membuka acara musyawarah para Dewa.

PATOTOQE:
Kur jiwamu, Paduka Sinauq Toja,Paduka Guru Riselleq,Paduka
Senneq Batara ,semoga datanglah semangat kahyanganmu
Selamat datang di Istana Sao Kutta Pareppaqe! Semoga kalian
merasa aman dan nyaman berada di istana tertinggi Kerajaan
Boting Langiq ini.

GURU RISELLEQ :

Kur jiwamu, Paduka Datu Patotoqe dan Paduka Datu Palingeq
,semoga datanglah semangat kahyanganmu Semoga Kerajaan
Boting Langiq tetap berada dalam puncak kesakralan dan
kesuciannya,”.

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert suara Angin menderu dan Guntur menggelegar )

Sontak Menggelegar Suara hadirin bergema diseantero Boting langiq dan peretiwi menyambut pernyataan penguasa Kerajaan Peretiwi tersebut. Bukan hanya para dewa, tetapi suara guntur yang menggelegar, kilat dan petir sambung menyambung ikut menimpali pernyataan Guru Riselleq.

PATOTOQE:

Aku sengaja mengundang kalian menuju istana Boting Langiq ini
untuk membicarakan keadaan bumi Aleq Linoq yang kosong
melompong Karena Kerajaan Boting Langiq dan Kerajaan Peretiwi
akan berkurang kesakralan dan kesuciannya bila tidak ada makhluk
yang bernama Manusia yang menjadi penguasa di Kerajaan Bumi.

Para Dewata terpukau dalam diam mendengar pernyataan Datu Patotoqe, sang Penguasa di Kerajaan Boting Langiq itu. Sinauq Toja dan Guru Riselleq hanya manggut-manggut mendengar pernyataan kakaknya tersebut.

PATOTOQE:

Dan yang terpenting kita para Dewata di kerajaan Boting Langiq dan
Dewa dewa di Kerajaan Peretiwi di Uriq Liuq bukanlah sosok dewata
yang Agung kalau tidak ada penghuni bumi Aleq Linoq yang selalu
menyembah kita.”

Ketika para penguasa Kerajaan Pertiwi dan rombongan para dewa dari Uriq Liuq tidak menanggapi pernyataan Sang Patotoqe, maka berdirilah seluruh bangsawan tinggi Kerajaan Boting Langiq. Lalu mereka serentak menjawab serempak yang membuat Kerajaan Boting Langiq seolah runtuh.

PARA DEWA BOTING LANGIQ :

Kalau memang itu sudah menjadi kehendak Datu Patotoqe untuk
menurunkan tunas di bumi, maka tentulah semua para dewa akan
mendukungnya.Itu berarti Kehendak Datu Patotoqe adalah kehendak
kami juga.”

GURU RISELLEQ :

Paduka Datu Patotoqe , Kami dari Kerajaan Peretiwi mendukung ide
Patotoqe Untuk menempatkan turunan di bumi dengan menjelma
sebagai Manusia,Tetapi kami menyumbang ide yaitu sebaiknya
masing-masing kerajaan yang berada di dunia atas ,maupun dunia
bawah menempatkan keturunannya di bumi.”

SINAUQ TOJA:

Betul Paduka Yang mulia Penguasa Kerajaan Boting Langiq,Mengapa
hanya putra Kakanda Datu Patotoqe saja yang akan diturunkan ke
bumi,mengapa keturunan kami di Kerajaan Peretiwi tidak juga
diperhitungkan?

Sejenak Sang Patotoqe terdiam. Lalu berbisik kepada Datu Palingeq Untuk merundingkan usul dari Guru Riselleq dan Sinauq Toja.

PATOTOQE:

Sama sekali bukan maksudku hanyalah turunanku semata
yang akan memonopoli kehidupan di bumi. Ingat kejadian
awal penciptaan dunia tengah ,bahwa dunia tengah
adalah perpaduan antara dunia atas dan dunia bawah.
Jadi sejak awal aku sudah memikirkan dan memutuskan
bahwa yang akan berkuasa di muka bumi adalah turunan
Kerajaan Langit dan Kerajaan Peretiwi.Jadi sesungguhnya
maksud musyawarah kita sekarang adalah siapa-siapa
gerangan turunan kita yang akan mengisi bumi Aleq Linoq itu.”

Tentu saja Sinauq Toja dan Guru Riselleq sangat senang mendengar penjelasan Datu Patotoqe, mereka langsung tersenyum gembira kearah para dewata dan Datu Patotoqe. Lalu kemudian Sinauq Toja berbisik kepada suaminya Guru Riselleq.

SINAUQ TOJA

Kakanda Paduka Guru Riselleq.Aku yakin Datu Patotoqe akan
mengirim putra sulungnya La Togeq Langiq “ Batara Guru “ menjadi
manusia dan penguasa di muka bumi “ Aleq Linoq “ . nanti kita
menjodohkan We Nyiliq Timoq dengan La Togeq Langiq.”

PATOTOQE:

Tetapi Paduka Guru Riselleg dan Pakuka Sinauq Toja, kalian harus tahu
bahwa manusia pertama yang boleh mendiami bumi berasal dari
Kerajaan Boting Langiq,setelah Manusia tersebut mengatur dan
memperbaiki bumi barulah dinaikkan pendampingnya dari Kerajaan
Peretiwi, kemudian semua penguasa di Kerajaan Boting Langiq dan
Kerajaan Peretiwi masing-masing barulah boleh mengirim turunannya
di bumi Aleq Linoq.

PAPARAN ADEGAN 2.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect ).

Di tengah-tengah alotnya silang pendapat Dalam musyawarah para Dewa itu, tiba-tiba Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba memberikan pendapat. Seluruh peserta musyawarah memperhatikan dengan seksama kedua penjaga ayam sabung sekaligus kurir Sang Patotoqe yang sudah pernah mengunjungi bumi tersebut, Walaupun tanpa ijin Datu Patotoqe.

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Tuanku Paduka Datu Patotoqe dan Paduka Guru Riselleq,
Menurut pengamatan kami berdua, putra sulung Patotoqe dan
Datu Palingeq, La Togeq Langiq yang bergelar Batara Guru
yang paling cocok menjadi manusia di bumi,

RUMA MAKKOMPONG :

Betul Tuanku, Sewaktu kami berdua berada di muka bumi dengan
tidak sengaja kami menyaksikan wajah La Togeq Langiq Batara
Guru tersenyum bergelantungan dilangit.Saat itu semua tata surya
tunduk kepadanya, bumi pun nampak tersenyum dan merindukan
wajah LaTogeq langiq.

Mendengar Pendapat Ruma Makkompong Dan Rukkeleng Mpoba Dewa Penjaga Ayam Itu, Betapa senang hati Sang Patotoqe dan Datu Palingeq mendengar cerita Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba. Sang Patotoqe pun cepat berujar kepada isterinya sebagai tanda persetujuan akan pendapat kedua kurirnya tersebut,

PATOTOQE:

Kalau demikian gerangan halnya, Biarlah kita turunkan La Togeq
Langiq menjadi penguasa di bumi duhai Adinda Datu Palingeq.”

Gegap Gempita Gemuruh suara Para Dewata sepertinya Balairung istana akan Runtuh menyambut perkataan Datu Patotoqe.Seluruh hadirin kembali memberikan persetujuan dengan keputusan yang diambil oleh Sang Patotoqe. Tak ada dewa yang menolak, dewa utusan dari Kerajaan Balangsariuq yang semula mendukung kandidat lain akhirnya mendukung La Togeq langiq Batara Guru .

PATOTOQE:

Nanti setlah Setelah kami turunkan La Togeq Langiq Batara Guru
ke bumi Aleq Linoq, maka Paduka Sinauq Toja dan Paduka Guru
Risellek mengirim salah seorang putrinya untuk menjadi
permaisuri La Togeq Langiq,

SINAUQ TOJA:

Ampun Kakanda Datu Patotoqe! Siapakah gerangan putri kami
yang cocok menjadi pendamping LaTogeq Langiq di bumi?”.

PATOTOQE:

Terserah kalian berdua Memilih putrimu mana yang cocok ! Tapi
kalian bisa memusyawarahkan Kembali di Kerajaan Peretiwi. Siapa
pun yang kalian kirim ke muka bumi, maka pastilah ia akan cocok
dan serasi dengan LaTogeq Langiq.karena apabila putri tersebut
berada di bumi dan menjelma Manusia maka wajahnya bisa
berubah menjadi wajah perempuan yang sangat dicintai oleh
La Togeq Langiq batara Guru.

GURU RISELLEQ :

Ampun Kakanda Pattoqe ! Kalau begitu jadinya nanti,kami
tidak akan mengenali wajah putri kami nantinya berkunjung ke
Bumi Aleq Linoq ?

PATOTOQE:

Paduka Guru Riselleq Tidak usah khawatir! Bila kelak putrimu yang
sudah menjelma jadi manusia di bumi, mengunjungi kalian di
Kerajaan Peretiwi maka wajahnya tetap kembali seperti semula,

SINAUQ TOJA:

Ampun Kakanda Paduka Patotoqe ! Kapankah waktunya kami
mengirim putri kami menemani La Togeq langiq di bumi?”

PATOTOQE:

Biarkanlah dulu La Togeq Langiq Batara Guru mengurus bumi.
Bila ia sudah mampu mengurus bumi dengan baik barulah ia
disebut manusia yang mampu mengurus pasangan hidupnya .
Lagi pula LaTogeq Langiq nantinya adalah manusia pertama yang
hidup di bumi ,makanya ia harus diuji dulu.Ia tidak boleh langsung
bersenang-senang di bumi. Ia harus berusaha dan bekerja keras
di bumi Aleq Linoq terlebih dahulu.

DATU PALINGEQ :

Paduka Berdua.Bukanlah namanya manusia yang hidup di bumi
jika tidak diuji terlebih dahulu. Jadi biarkanlah dulu LaTogeq Langiq
menata bumi dengan baik baru dikirimkan pendamping hidupnya.”

PAPARAN ADEGAN 3.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu ).

PATOTOQE:

“Temmaga wae Datu Palingeq anri tauloq rijajiatta,
tabareq-bareq tuneq riKawaq”
Selayaknyalah wahai adinda Paduka Datu Palingeq kita
turunkan ananda kita,kita akan jadikan tunas di Bumi

DATU PALINGEQ :

Puangku Paduka Datu Patotoqe,Penguasa kerajaan Boting
Langiq ! Aku khawatir anak kita kelak akan mengalami cobaan
bila tinggal di muka bumi.Bukankah tinggal di muka bumi berarti
ia bukan lagi sebagai seorang dewa tetapi iya akan menjelma
jadi manusia?”Jika La Togeq Langiq Batara Guru akan kita
turunkan ke bumi Aleq Linoq ,maka kita akan berpisah dengan
anak kita, karena dewa dan manusia berlainan alam,
Meskipun dewa bisa saja turun ke bumi, Manusia
bisa naik ke Kerajaan Langit atas kehendak penguasa
langit Patotoqe, tetapi para dewa tidak akan tahan
bersama dengan Manusia. Dewa tidak bisa mencium
bau manusia.Dewa hanya bisa bersama
manusia hanya untuk sebentar saja.

PAPARAN ADEGAN 4.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Cakrawala di Boting Langiq semakin Gelap Gulita,Angin berderu diselingi suara Guntur yang menggelegar dan kilat yang meronai cakrawala.Tibalah saatnya Batara Guru dikirim ke bumi. Meski sejak awal sudah menentukan bahwa .Batara Guru yang akan dijadikan manusia pertama di bumi Aleq Linoq, namun Datu Patotoqe nampak bersedih karena sebentar lagi akan berpisah dengan putra kesayangannya.

PATOTOQE:

Kur jiwamu, Paduka Ananda La Togeq Langiq ,semoga datanglah
semangat kahyanganmu. Silahkan Anakda Paduka La Togeq
Langiq Batara Guru Melakukan prosesi yang disyaratkan bagi para
Dewata. Sucikanlah dirimu terlebih dahulu sebelum engkau
menyentuh bumi Aleq Linoq .

( Narasi dan Illustrasi music,insert suara Angin menderu,hujan dan petir sambung menyambung )

La Togeq Langiq Batara Guru pun bersemedi Melakukan prosesi menyucikan diri seperti yang disyaratkan bagi para Dewa. Sambil membersihkan dan menyucikan seluruh tubuhnya dengan kuyuran hujan, Batara Guru sangat bersedih karena akan berpisah dengan seluruh keluarga yang sangat dicintainya. Batara Guru juga akan berpisah dengan segala kemewahan kemewahan Kerajaan Boting Langiq. Tapi Batara Guru mencoba menguatkan hatinya, bagaimana pun ia merasa mendapat kehormatan dari Sang Patotoqe untuk menjadi penguasa dan Manusia pertama di bumi Aleq Linoq .

Selesai mandi, dua adik Batara Guru yaitu Talaga Unruq dan Dettia Tanah, mengelap dan mengeringkan tubuh Batara Guru, kedua adiknya tersebut terus menangis karena akan ditinggalkan oleh kakaknya tercinta La Togeq langiq Batara Guru.Batara Guru terus mengusap kepala kedua adiknya tersebut.

( Narasi dan Illustrasi music ,insert suara Angin menderu disertai isak tangis para dewa )

La Togeq Langiq Batara Guru lalu memakai pakaian kebesaran dengan dibantu oleh Welong Mpabareq dan adik-adiknya. Semua yang ada di sekeliling Batara Guru menangis tersedu-sedu. Batara Guru pun mencoba menghibur mereka,

BATARA GURU :

Ayahanda Datu Pattoqe telah menentukan nasibku. Kehendak
Ayahanda Datu Patotoqe untuk mengisi bumi haruslah dipatuhi
karena memang begitulah kehendak penciptaan langit dan bumi.”

PAPARAN ADEGAN 5.

(Narasi dan Illustrasi music + sound effect suara Angin menderu dan Guntur menggelegar disertai kilat yang meronai cakrawala ).

Selang Sepemakanan sirih waktu berlalu. Batara Guru keluar dari kamarnya untuk menghadap Datu Patotoqe. Adik-adik Batara Guru berada di sampingnya sambil memegang pergelangan tangan Batara Guru. Ia juga diapit oleh para pembesar dan bangsawan tinggi dari tujuh lapis kerajaan di Boting Langiq. Langkah Batara Guru ditingkahi oleh suara kasih sayang yang begitu menyayat hati dari Kerajaan Leteng Nriuq. Batara Guru pun berjalan dipandu oleh para inang pengasuh dari Kerajaan Wawo Unruq dalam suasana penuh kesedihan. Saking bersedihnya para pendamping Batara Guru, terpaksa ada pengawal istana yang bertugas mengeringkan lantai guruh yang dilewati oleh rombongan Batara Guru, lantai guruh tersebut sudah dibasahi oleh airmata para rombongan pendamping Batara Guru yang terus menangis tersedu-sedu.

PAPARAN ADEGAN 6 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert sound Effect suara Angin menderu disertai Guntur menggelegar)

Balairung Istana Sao Kutta Pareppage Di Kerajaan Boting Langiq benderang oleh Cahaya Kilat yang silih menyambar. Batara Guru dan rombongan pun tiba di hadapan Datu Patotoqe dan Datu Palingeq di istana Sao Kutta Pareppaqe disaksikan oleh para dewa Boting langiq serta semua rombongan dari Kerajaan Peretiwi.

PATOTOQE:

Kur jiwamu, Paduka Ananda La Togeq Langiq ,semoga datanglah
semangat kahyanganmu. Anakda Batara Guru, Meski aku adalah
penguasa tunggal di Kerajaan Langit tapi aku tidak boleh semena-
mena melanggar ketentuan yang kubuat dan sudah diputuskan
dengan bulat.Sekiranya aku melanggar, atau aku berkhianat maka
aku akan hangus disambar petir yang menyala-nyala.Jiwa ragaku
pun akan hilang.Dan kalau itu terjadi maka tidak ada lagi kehidupan
di langit dan bumi, itulah yang disebut kiamat.”

Para Dewa Boting Langiq dan Para Dewa Peretiwi terdiam mendengar penuturan Datu Patotoqe. Datu Palingeq tertunduk sedih sambil meneteskan airmata. Adik-adik Datu Patotoqe dan para bangsawan tinggi Kerajaan Boting Langiq pun tak kalah sedihnya, berkali-kali mereka mengganti sapu tangan mereka yang sudah basah oleh airmata. Suara musik yang bernada kesedihan dari Leteng Nriuq terus mendayu-dayu menyayat hati.

PATOTOQE:

Begitulah yang sudah menjadi ketentuan Anakda
Batara Guru menjelma manusia,sedangkan aku
adalah dewata.Seluruh keturunan Batara Guru
nantinya harus menyembah kepada dewata.Dan
yang paling penting diingat oleh Anakda Batara Guru
dan seluruh keturunannya adalah kalian sebagai Manusia.
harus memperlakukan bumi dengan penuh kasih sayang.
Bila ketentuan ini dilanggar maka bumi tempat kalian
hidup akan marah.lalu bumi akan menghukum Manusia
dengan bencana bencana yang timbul di bumi.

BATARA GURU :

Aku siap menjalankan seluruh titah Paduka Ayahanda Datu Patotoqe.

Hujan lebat disertai petir menggelegar disentero Boting Langiq. Lalu peristiwa demi peristiwa sangatlah mengharukan, semua yang ada di Kerajaan Langit menangis tersedu-sedu, bahkan Datu Patotoqe dan Datu Palingeq pun ikut meneteskan airmata. Karena tibalah saat penurunan Batara Guru ke bumi.

PAPARAN ADEGAN 7 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert sound Effect suara Angin menderu disertai Guntur menggelegar)

Seorang Dewa Boting Langiq bernama La Patigana segera mengangkat bambu betung yang akan dijadikan tumpangan La Togeq Langiq Batara Guru menuju bumi Aleq Linoq. Bambu betung terdiri dari dua ruas. Satu ruas tempat Batara Guru dan satu ruas lagi untuk menyimpan barang-barang yang dibawa oleh Batara Guru dari Boting Langiq . Barang-barang itu berupa beras warna-warni, daun sirih, batang tebu, dan benda-benda lainnya sebagai bahan material dasar untuk membangun bumi.

La Togeq Langiq Batara Guru pun segera berbaring dalam ruas bambu betung dengan pakaian kebesarannya. Melihat semua yang ada terus meneteskan airmata termasuk ayahandanya, Batara Guru pun nampak sedih dan meneteskan airmata.

PAPARAN ADEGAN 8 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert sound Effect suara Angin menderu disertai Guntur menggelegar, suara langit dan bumi bergoncang )

Gegar Menggelegar suara langit dan Bumi bergoncang. Lalu Sangka Batara pun berteriak memberitahu semua dewa-dewa penjaga pintu dan pagar langit. Maka I La Sualang dan I La Becociq segera mencabut palang guntur penutup pintu batara dari petir. Langit pun langsung terbelah dua. Dibuka pula tujuh lapis langit. To Letteq Ileq segera menurunkan gelap gulita. Tiba-tiba alam menjadi gelap gulita. Balansariuq mengirimkan guntur. Ruma Makkompong menurunkan angin ribut. Rukkelleng Mpoba dan Sangiang Mpajung membangkitkan badai. Maka bumi bergoncang maha dahsyat, getarannya hampir meruntuhkan pintu langit andaikan tidak dipegang kuat-kuat oleh I La Sualang dan I La Becociq. Lalu diturunkanlah ayunan kemilau sebagai jalan turunnya bambu betung yang membawa La Togeq Langiq Batara Guru. Bambu betung diusung oleh guntur bersama dengan angin kencang yang berderu.

PAPARAN ADEGAN 9 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert sound Effect suara Angin menderu disertai Guntur menggelegar)

semua dewa-dewa penghuni Kerajaan Boting Langiq dan Kerajaan Peretiwi mengantar La Togeq Langiq Batara Guru hingga ke kaki langit. Bumi pun tiba-tiba dilanda hujan lebat oleh airmata kesedihan dari para dewa-dewa dan sanak saudara Batara Guru.

Di kaki langit terjadi sedikit kacau dan ribut , karena Ruma Makkompong yang juga sangat rindu tinggal di bumi hampir saja melanggar ketentuan dewata. Para dewa memang tidak diizinkan melewati kaki langit. Untungnya Rukkelleng Mpoba menahan saudaranya tersebut yang sudah tergila-gila dengan bumi Aleq Linoq itu.

PAPARAN ADEGAN 10 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert sound Effect suara Angin menderu disertai Guntur menggelegar)

La Togeq Langiq Batara Guru yang berada dalam ayunan tali kemilau menuju bumi mencoba menyingkap baju biru langitnya. Ia menengadah ke langit untuk melihat orang-orang yang dicintainya namun ia tidak bisa melihat keadaan langit karena hujan yang menjelma dari airmata para dewa dan keluarganya tak henti-hentinya turun membasahi bumi. Maka saat itulah Batara Guru semakin sedih. Ia benar-benar meninggalkan Kerajaan Boting Langiq dan seluruh keluarga yang sangat dicintainya. Meninggalkan segala kemegahan untuk hidup sebatangkara di muka bumi Aleq Linoq .

Sepemakanan sirih waktu berlalu. Batara Guru kembali menyingkap baju biru langitnya dan melihat ke bawah maka mulailah nampak hamparan luas Bumi Aleq Linoq yang kosong melompong.

BATARA GURU:

Rupanya aku sudah hampir tiba di bumi Aleq Linoq?.

PAPARAN ADEGAN 11 .

( Narasi dan Illustrasi music Tradisi, Sound Effect angina yang berderu )

Sepemakanan Sirih Waktu Berlalu. La Togeq Langiq Batara Guru Bermaksud mengisi Kehidupan di Bumi Aleq Linoq yang Masih Kosong Melompong Itu.Pertama-tama Batara Guru menghamburkan beras berwarna warni ke permukaan bumi. Maka seketika beras-beras tersebut menjelma menjadi daratan, lalu membentuk gunung-gunung dan perbukitan. Lalu dalam waktu sekejap pula muncullah lautan dan sungai.
Namun La Togeq Langiq Batara Guru belumlah puas melihat pemandangan semua itu karena pegunungan dan daratan nampak gundul tanpa ada pepohonan, maka Batara Guru kembali melempar daun sirih serta batang tebu. Tiba-tiba daratan dan pegunungan menjelma menjadi hutan belantara yang nampak menghijau dari atas. Batara Guru puas melihat keadaan bumi yang menghampar hijau.

Kemudian La Togeq Langiq Batara Guru Lalu melempar dari Timpo-Timpo dari Kerajaan Wawo Unruq. Timpo-timpo tersebut lalu menjelma menjadi binatang melata seperti ular, biawak, serta binatang melata lainnya.
Batara Guru menghamburkan lagi bertih kilat dari Kerajaan Limpoq Bonga serta beras warna-warni dari Kerajaan Leteng Nriuq. Maka tiba-tiba bermunculanlah aneka ragam margasatwa yang berbunyi nyaring meramaikan bumi Aleq Linoq. Nampaklah hutan-hutan belantara yang luas dipenuhi oleh aneka ragam burung yang sangat indah dan berkicau merdu dan riang.

PAPARAN ADEGAN 12.

( Narasi dan Illustrasi Music Tradisi , Sound Effect Angin menderu disertai hujan lebat dan Guntur menggelegar)

Menjelang La Togeq Langiq Batara Guru tiba di bumi, tiba-tiba bumi berguncang dengan sangat hebat dan dahsyat. Guncangannya terasa hingga ke Kerajaan Boting Langiq dan Kerajaan Peretiwi. Seluruh margasatwa yang baru saja tercipta di muka bumi berhamburan ketakutan dan keheranan. Mereka melihat sesuatu yang aneh datang dari langit. Bersamaan itu pula, guntur terus menggelegar sepertinya hendak mengutuk bumi yang masih perawan dan masih kosong melompong itu .

Kilat dan petir yang sambung menyambung seolah tak sabar ingin membakar hutan belantara yang baru saja tercipta. Lalu terdengarlah dentuman yang maha dahsyat di pusat bumi, disaat ayunan petir Batara Guru mendarat di bumi Aleq Linoq.

PAPARAN ADEGAN 13.

( Narasi dan Illustrasi Music Tradisi , Sound Effect Angin menderu disertai hujan lebat dan Guntur menggelegar)

Setelah Ruas bambu betung tempat La Togeq Langiq Batara Guru berbaring diturunkan ke bumi Aleq Linoq, maka dinaikkanlah kembali ayunan petir menuju Kerajaan Boting Langiq. Batara Guru langsung terpaku memandangi hamparan bumi yang baru pertama kali dilihatnya. Ia menoleh ke seluruh arah penjuru mata angin, tak ada orang lain, hanyalah dirinya seorang yang bengong terkesima . Batara Guru benar-benar merasakan kesepian yang amat sangat, kesepian sebagai seorang manusia.

Padahal Ketika masih berada di Boting Langiq ia selalu dikelilingi oleh para bangsawan tinggi dan inang pengasuh serta dayang-dayang. Kemana pun perginya, ia akan disambut oleh ribuan dayang-dayang yang menaburkan bertih yang berkilauan serta beras warna warni.

PAPARAN ADEGAN 14.

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert sound effect suara Angin menderu )

Sementara itu rombongan para dewa yang mengantar La Togeq Langiq Batara Guru sampai di kaki langit bergegas naik kembali ke Boting Langiq. Senneq Batara, Sinauq Toja dan Guru Riselleq beserta rombongan dari Kerajaan Peretiwi pun masih ikut kembali ke Boting Langiq. Rombongan dari Kerajaan Peretiwi merasa tidak etis kalau langsung meninggalkan Boting langiq sebelum minta pamit kepada seluruh dewa dan bangsawan tinggi di istana Sao Kutta Pareppaqe Di Kerajaan Boting Langiq .

Iring-iringan Para pengantar La Togeq Langiq Batara Guru tiba kembali di Istana Sao Kutta Pareppaqe. Ayunan petir yang sebelumnya mengantar La Togeq Langiq Batara Guru yang turun ke bumi pun sudah kembali dalam keadaan kosong. Maka menangislah semua adik-adik Batara Guru serta penghuni langit lainnya.

TALAGA UNRU :

Ampun, Kakanda La Togeq Langiq Batara Guru sudah berbeda
dunia dengan kita.

Talaga Unruq dan Welong Mpabareq yang sangat menyayangi La Togeq Langiq Batara Guru pun menangis tersedu-sedu.

WELONG MPABAREQ :

Mengapa Paduka Yang mulia penentu Nasib Patotoqe tidak
Menurunkan kami ke bumi Aleq Linoq saja supaya bisa menemani
Putra kesayangan Paduka Datu Patotoqe ?

RUMA MAKKOMPONG/RUKKELLENG MPOBA :

Kalau Paduka Datu Pattotoqe menghendaki, kami berdua siap turun
ke bumi untuk membantu dan melayani kehidupan Batara Guru.

Namun Penguasa kerajaan Boting Langiq,Datu Patotoqe hanya terdiam. Tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya untuk menjawab permintaan Talaga Unruq dan Welong Mpabareq serta Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba. Datu patotoqe sebenarnya juga sangat bersedih dengan keadaan putranya seorang diri di bumi Aleq Linoq itu, tetapi itulah ujian yang harus dihadapi La Togeq Langiq Batara Guru

Semua dewa dan bangsawan tinggi terus menangisi kepergian La Togeq Langiq Batara Guru. Datu Palingeq sejak berada kembali di Istana Sao Kutta Pareppaqe kerjanya hanya duduk termenung mencucurkan airmata mengenang putra kesayangannya. Meski seorang dewa, Datu Palingeq benar-benar menjiwai perannya sebagai ibu yang sangat menyayangi putranya Batara Guru.

PAPARAN ADEGAN 15.

( Narasi dan Illustrasi music tradisi ,insert suara Angin menderu )

Rombongan Dewa dari Uriq Liuq,Senneq Batara, Sinauq Toja, Guru Riselleq beserta rombongan pun mohon pamit pada Datu Patotoqe dan Datu Palingeq. Mereka bergegas turun ke Kerajaan Peretiwi. Selama dalam perjalanan, Sinauq Toja terus berpikir untuk segera mengirim putrinya We Nyiliq Timoq untuk menjadi permaisuri Batara Guru. Selain kasihan melihat ponakannya hidup sebatangkara di muka bumi Aleq Linoq yang masih kosong melompong itu, Sinauq Toja juga merasa Kerajaan Peretiwi akan turun derajatnya bila tidak ada keturunannya yang segera menjadi penguasa di bumi Aleq Linoq .

Setelah rombongan Kerajaan Peretiwi kembali ke Dunia Bawah, maka terasa sunyilah Istana Sao Kutta Pareppaqe. Bahkan Datu Palingeq dan Batara Unruq seakan-akan kehilangan gairah hidup. Kepergian La Togeq Langiq Batara Guru membuat Istana Sao Kutta Pareppaqe seolah berkabung.

Tujuh hari tujuh malam waktu berlalu, Sejak La Togeq Langiq Batara Guru berada di bumi. Kerinduan Datu Palingeq pun tiadalah tertahankan. Lalu diam-diam ia pergi ke kaki langit untuk melihat-lihat putranya. Meski Datu Palingeq tidak melapor pada suaminya, tetapi sebagai dewa penguasa tunggal di Boting langiq, Datu Patotoqe tahu akan kepergian isterinya.

PAPARAN ADEGAN 16 .

( Narasi dan Illustrasi music tradisi )

Selama tujuh hari tujuh malam berada di bumi, La Togeq Langiq Batara Guru masih nampak bersedih. Ia belum beraktifitas sama sekali. Ia masih bermalas-malasan dalam ruas bambu betung. Ia juga belum pernah makan dan minum.

Lalu kemudian pada hari kedelapan dini hari, La Togeq Langiq Batara Guru terbangun. Ia menendang kain biru bertahtakan bulan keemasan. Maka terbelahlah pesawat bambu betung tempatnya berbaring. Ketika fajar menyingsing dan matahari mulai bersinar, bangkitlah La Togeq Langiq Batara Guru dari peraduannya. Ia pun berjalan menelusuri hutan-hutan dan lembah-lembah. Semua margasatwa yang melihat kedatangan Batara Guru memberi penghormatan pada Batara Guru. Ia pun berusaha mencari dan mengambil sendiri makanan yang tersedia di hutan dengan susah payah.

( Closing dan Illustrasi theme song I La Galigo )

PENUTUP.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: