NO 4.NASKAH SANDIWARA RADIO LEGENDA I LA GALIGO ( EPISODE 4 . TO TOMPOQ RI BUSA EMPONG)

NO 4.NASKAH SANDIWARA RADIO LEGENDA I LA GALIGO

( EPISODE 4 . TO TOMPOQ RI BUSA EMPONG)

Naskah/Skenario: DR. SYAHRIAR TATO.
Supervisi : PROF. NURHAYATI RACHMAN.

(Adabtasi Naskah oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku I LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan Buku II editor Prof Nurhayati Rahman ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

PAPARAN ADEGAN 1.

( Opening-Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ,insert sound effect suara Air sungai yang mengalir )

Waktu berlalu dengan cepatnya. Bumi Aleq Linoq masih saja sepi dan menyimpan banyak misteri alam. To Manurung la Togeq Langiq Batara Guru masih saja sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama berada di bumi Aleq Linoq , Batara Guru keluar masuk hutan untuk mencari makanan. Pada suatu hari yang cerah, tiba-tiba Batara Guru sangat kehausan. Ia pun mencari sungai untuk mengobati rasa dahaganya. La Togeq Langiq Batara Guru sangat senang ketika menemukan sungai yang airnya sangat jernih. Ia pun minum sepuas-sepuasnya. Tetapi betapa kagetnya Batara Guru ketika ia hendak meninggalkan sungai, tiba-tiba seekor buaya penjaga sungai yang berpakaian warna kuning menyapanya.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Wahai Togeq Langiq Batara Guru penguasa bumi Aleq Linoq !
Aku tahu isi hatimu yang lagi kesepian. Kalau Batara Guru
tidak keberatan maka aku bersedia mengantar Batara Guru
berkunjung ke Istana Sao Selliq Kerajaan Peretiwi di Uriq Liuq
Disana Batara Guru bisa bertemu dengan sepupu Batara Guru
yang cantik-cantik di sana.”

BATARA GURU :

Rupanya engkau mengetahui isi hatiku wahai Sang Penjaga
sungai, tetapi aku tidak mungkin meninggalkan bumi.
Selama aku masih sendiri di bumi Aleq Linoq ini ,
bumi tidak boleh kosong oleh seorang pemimpin.
Karena aku masih seorang diri di bumi jadi aku tidak bisa
mendelegasikan tugasku untuk sementara kepada orang lain.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Paduka Togeq Langiq Batara Guru! Inilah kesempatan emas
untuk melihat-lihat calon permaisurimu di Kerajaan
Peretiwi.Engkau harus melihatnya dulu sebelum
Menikahinya. Bukan kah Tidak boleh lelaki menikahi
perempuan yang belum dilihatnya terlebih dahulu.
Apakah Batara Guru tidak kecewa manakala
Sinauq Toja dan Guru Riselleq mengirim putrinya yang
buruk rupa sehingga Batara Guru tidak jatuh cinta?
Ingat Paduka Batara Guru! Wajah dewa-dewi
di Kerajaan Peretiwi tidak secantik dengan
dewa-dewi di Kerajaan Langit,”

BATARA GURU :

Datu penjaga sungai. Aku ingin sekali pergi ke Kerajaan
Peretiwi bersamamu ,tapi aku tidak boleh melalaikan tugasku
sebagai penguasa bumi.”

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Tidak usahlah ragu Paduka Yang Mulia Batara Guru ! Aku akan
membawa Engkau ke Dunia Bawah Uriq Liuq dalam waktu
sekejap mata saja . Lalu dalam sekejap mata pula aku akan naik
ke Dunia Tengah untuk menjaga bumi.Dan bila nanti
sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan terjadI
di bumi Aleq Linoq ,maka aku akan menjemput Engkau Dalam
sekejap mata pula. Percayalah padaku Paduka Batara Guru.”

PAPARAN ADEGAN 2.

( Narasi dan Illustrasi music ,insert Sound Effect suara Air sungai yang mengalir dan suara ombak di pantai )

La Togeq Langiq Mulai Percaya pada Buaya Penjaga Sungai itu.Batara Guru kagum dengan kesungguhan Sang Penjaga sungai. Ia pun terdiam sejenak. Maka naiklah Batara Guru ke punggung Sang Penjaga sungai. Dalam sekejap mata, tibalah Batara Guru ke Kerajaan Peretiwi. Batara Guru turun dari punggung Sang Penjaga sungai, lalu Sang Penjaga sungai bergegas naik ke bumi Aleq Linoq.

Dengan takjub La Togeq Langiq Batara Guru berjalan-jalan menyaksikan keindahan Kerajaan Peretiwi. Ia menemui anak-anak raja Peretiwi yang sedang berkumpul untuk menyabung ayam. Batara Guru pun menyaksikan para penyabung ayam silih berganti tampil di gelanggang bercorak keemasan.

Batara Guru tiba-tiba rindu dengan Kerajaan Boting Langiq . La Togeq Langiq mengenang kembali masa-masa bahagianya bermain-main dan menyabung ayam bersama adik-adiknya dan bangsawan tinggi kerajaan Boting Langiq.

Dalam waktu Sepemakanan sirih, Batara Guru telah semakin mendekat pada gelanggang sabung ayam. Tetapi ia heran melihat wujud para Dewa Dewi Kerajaan Peretiwi.

BATARA GURU

Sungguh Benar kata Sang Penjaga sungai itu. ternyata
dewa-dewa disini berperawakan kecil dan kulitnya hitam
,bahkan rambutnya pun keriting-keriting kecil .

PAPARAN ADEGAN 3.

( Narasi dan Illustrasi music ,insert Sound Effect suara Air sungai yang mengalir dan suara ombak di pantai )

Di Istana kerajaan Uriq Liuq saat itu sangat sunyi. Ketika La togeq Langiq Batara guru tiba didepan Istana, Seorang anak Sinauq Toja dan Guru Riselleq bernama Linrung Talaga membuka jendela istana. Ia pun melihat seorang pemuda yang sangat gagah perkasa. Ia cepat melapor kepada kedua orang tuanya. Sinauq Toja dan Guru Riselleq yang juga sebelumnya langsung mendapat informasi dari para dewa penjaga Istana Uriq Liu .

SINAUQ TOJA :

Anakda Paduka Linrung Talaga. Panggillah sepupumu
Batara Guru sang penguasa bumi naik ke istana ”

Kurang dari sepemakanan sirih waktu berlalu, langsung saja Linrung Talaga bergegas turun menemui sepupunya La Togeq Langiq Batara Guru yang terkesima takjub di depan Istana Sao Selliq itu.

LINRUNG TALAGA :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Guru ,semoga
Datanglah semangat kahyanganmu, Ayahanda Guru
Riselleq dan Ibunda Sinauq Toja mengharapkan Kakanda
Batara Guru naik ke Istana Sao Selliq yang megah,”

Mendengar Undangan Sepupunya Linrung Talaga, La Togeq Langiq Batara Guru langsung menyusuri anak tangga berukir Istana Sao Selliq sambil bergandengan tangan dengan Linrung Talaga. Lalu mereka melewati pintu yang berkilau keemasan serta lantai papan yang gemerlap mengkilap.

PAPARAN ADEGAN 4 .

( Narasi dan Illustrasi music ,insert Sound Effect suara Air sungai yang mengalir dan suara ombak di pantai )

Dalam Sekejab saja La Togeq Langiq Batara Guru tiba di balairung Istana Sao Selliq dimana bibi dan pamannya sudah menanti.Batara Guru langsung bersujud dan menyembah kepada bibi dan pamannya yang juga calon mertuanya. Sinauq Toja dan Guru Riselleq pun langsung memeluk calon menantunya yang gagah perkasa itu . Sinauq Toja membuka cerana yang terbuat dari emas kemudian menyodorkan sirih yang telah ditumbuk halus.

SINAUQ TOJA :

Kur jiwamu, Paduka anakda La Togeq Langiq Batara Guru
semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Anakda Batara
Guru, Ambillah sirih dari cerana Emas,Menyirihlah, Nak!
Selamat datang di Uriq Liuq.

. BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka Pamanda Guru Riselleq dan bibinda
Sinauq Toja ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu.
Terima kasih, Paduka bibi dan paman atas penerimaannya.

GURU RISELLEQ :

Apakah gerangan maksud kedatangan kemanakanku
Batara Guru penguasa bumi Aleq Linoq turun ke
Kerajaan Peretiwi?”

SINAUQ TOJA :

Apakah Anakda Batara Guru sudah hendak bersanding
di pelaminan bersama dengan sepupumu We Nyiliq Timoq
yang cantik jelita?

BATARA GURU :

Jikalau Bibinda Sinauq Toja dan Pamanda Guru Riselleq
merestui,maka nantilah Setelah anakda telah berada di
bumi Aleq Linoq, baru dikirimkan calon permaisuriku.
Nantilah juga Setelah anakda membicarakannya dengan
Ayahanda Datu Patotoqe kapan kiranya waktu yang tepat
Anakda bisa beroleh pendamping hidup di bumi Aleq Linoq.

Sebagai Laki laki sejati yang lagi mekar mekarnya , Sambil terus bercengkerama di Istana Sao Selliq, mata Batara Guru selalu awas memperhatikan para dewa-dewi yang lalu-lalang. Batara Guru berharap bisa melihat salah seorang putri Sinauq Toja dan Guru Riselleq yang kelak menjadi permaisurinya.

GURU RISELLEQ :

Sudi apalah kiranya Anakda sabar dan tabah menjalani
kehidupan di bumi. Sekiranya Anakda sudah tenang
hidup dibumi maka minta restulah segera kepada Datu
Patotoqe agar kami segera mengirim putri kami We Nyiliq
Timoq yang Cantik jelita untuk menjadi permaisurimu.

PAPARAN ADEGAN 5.

( Narasi dan Illustrasi music ,insert Sound Effect suara Air sungai yang mengalir dan suara ombak di pantai )

Lalu dengan diantar oleh Sang Penjaga sungai, Batara Guru tiba kembali di bumi Aleq Linoq dalam sekejap mata. Sebelum berpisah, Batara Guru sempat berkeluh kesah pada Sang Penjaga sungai.

BATARA GURU :

Mungkin Engkau benar Wahai Datu Penjaga Sungai,
memang benar bahwa putri penguasa Dunia Bawah Uriq
Liuq buruk rupa.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Tak Usah Paduka Batara Guru Berkecil Hati.Tetapi Paduka
Yang Mulia harus berjiwa besar. Siapa pun nanti yang
dikirim ke bumi maka itulah yang akan menjadi permaisuri
Paduka. semuanya itu atas kehendak Sang Patotoqe juga,”

La Togeq Langiq Batara Guru nampak khawatir dan sedih. Ia memang tidak bisa membohongi kata hatinya bahwa ia bukan lagi sosok dewa.Tetapi ia adalah seorang manusia. Ia adalah sosok lelaki yang sangat mendambakan pendamping hidup yang cantik dan menawan hati sesuai dengan kata hatinya sendiri.

BATARA GURU :

Terima kasih Paduka Datu Penjaga Sungai atas segala
bantuan dan sarannya, Selamat tinggal
wahai Sang Penjaga sungai.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Sama-sama Paduka Tuanku Batara Guru. Semoga Paduka
Batara Guru aman dan tenteram menetap di bumi .

PAPARAN ADEGAN 6.

(Narasi dan lagu Theme Song I La Galigo disertai bunyi debur ombak dan gelombang laut)

Seperti Janji Penguasa Kerajaan Uriq Liuq Guru Riselleq Dan Sinauq Toja , maka putri mereka We Nyilliq Timoq hadir di Bumi Aleq Linoq, puteri sulung penguasa Dunia Bawah Kerajaan Peretiwi , datang dan tercipta lewat buih gelombang Laut Timor.

PAPARAN ADEGAN 7 .

(Narasi dan lagu Theme Song I La Galigo disertai bunyi debur ombak dan gelombang laut)

Pada saat bersamaan La Togeq Langiq Batara Guru menjemput pusakanya di pantai, tampaklah oleh Batara Guru di sebelah Timur di atas lautan seorang puteri yang cantik jelita , bersemayam di atas panca persada di tengah-tengah gelombang yang berbuih, payung kebesaran menaunginya, membara laksana api. Sang puteri nan jelita berbusana adat Dunia Bawah Uriq Liuq.

PAPARAN ADEGAN 8 .

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo , insert bunyi debur ombak dan gelombang laut ).

Dengan Bergegas La Togeq Langiq Batara Guru memerintahkan para pengiringnya berenang mendapatkan Sang Puteri. Akan tetapi mereka ditolak, karena dianggap tidak cukup wajar dan tidak sederajat Dalam pandangan putri jelita itu. Sementara itu kenaikan Sang Puteri We Nyili Timo’ terapung dan terkatung-katung di atas ombak di depan La Togeq Langiq Batara Guru.

Langsung saja Seorang inang pengasuh mendesak Batara Guru agar ia sendiri berenang menghampirinya, akan tetapi setelah Batara Guru melakukannya, kenaikan We Nyili Timo’ bagaikan diterbangkan oleh angin kencang dan badai. Dengan terperanjat dan bingung Batara Guru kembali ke pantai. Ia memandang sekeliling, dilihatnya mempelainya di sebelah Timur, Batara guru berenang lagi menghampirinya, sampai tiga kali We Nyili Timo selalu menghilang.

PAPARAN ADEGAN 9 .

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo , insert bunyi debur ombak dan gelombang laut ).

Dalam sekejab La Togeq Langiq Batara Guru kembali ke pantai, ia berganti pakaian, yang dipakainya kini adalah pusakanya dari Sang Pencipta. Diambilnya sekapur sirih dari dalam cerananya, lalu diucapkannya satu mantra. Seketika laut menjadi kering, lalu pergilah ia mendapatkan We Nyili Timoq tempatnya bersemayam. Akan tetapi Sang Puteri menguraikan rambutnya yang panjang, lalu mengucapkan sebuah mantra. Maka seolah-olah kenaikannya ada yang menariknya pergi lalu tenggelam dan tak terlihat lagi, akan tetapi dengan sekejap, lautan pun bagaikan menyala dan We Nyili Timo’ seolah-olah seorang putri dewata yang memancarkan sinar ketika naik ke Bumi .

PAPARAN ADEGAN 10.

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo , insert bunyi debur ombak dan gelombang laut ).

Sementara itu Orang-orang Ware’ gemetar melihat api Langit sedang mengamuk di tengah lautan. La Togeq Langiq Batara Guru kembali lagi dan menanti, dicampakkannya ikat kepalanya yang berasal dari Boting Langiq ke dalam laut sambil mengucapkan mantra hingga tiga kali hingga api itupun padam. Dengan suatu mantra We Nyili Timo’ menjadikan air kembali naik. Batara Guru berenang kepadanya lalu duduk di sampingnya. Kembali We Nyiliq Timoq tak kelihatan lagi, akan tetapi oleh mantra Batara Guru ia turun lagi seluruhnya dalam busana putih, rambutnya pun putih.

PAPARAN ADEGAN 11.

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo , insert bunyi debur ombak dan gelombang laut ).

pertemuan dua anak Dewa , antara Batara Guru dan dan We Nyiliq Timoq yang diikuti oleh peristiwa alam yang dahsyat ,lautan kelihatan menyala dengan gelombang yang tinggi. Orang-orang Wareq, tempat We Nyilliq Timoq muncul dari Dunia Bawah Uriq Liuq sampai gemetar melihat api langit sedang mengamuk di tengah lautan.

Peristiwa pertemuan antara La Togeq Langiq batara Guru dan We Nyiliq Timoq melalui proses perang tanding , kedua mereka saling melempar mantra, saling mengadu dan mengukur kekuatan Gaib masing-masing.

PAPARAN ADEGAN 12.

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ).

Sang Manurung Batara Guru pun bungkam keheranan, akan tetapi diucapkannya lagi suatu mantra, sehingga wajah Sang Puteri berubah, kini bersinar penuh kecantikan dan duduk di sampingnya.

Dengan suatu mantra We Nyili Timo merubah dirinya menjadi seorang anak kecil. Batara Guru membuka ikat rambutnya “ bocing sitonra” dan mengucapkan suatu mantra, We Nyili Timo menjadi cantik kembali.

Setelah sembilan hari sembilan malam lamanya mereka berdua terkatung-katung di laut, selama itu pula mereka saling mengadu dan mengukur kekuatan rahasia masing-masing yaitu kesaktian dari Boting Langiq dan kesaktian Dunia Bawah Uriq Liuq.

pada tengah hari Sang Pencipta Datu Patotoqe membuka jendela Langit, matanya tertuju pada keduanya di laut dan apa yang di buat oleh mereka berdua. Dikatakannya kepada Datu Palingeq , agar ia menurunkan sompa to Selli’ yaitu mas kawin tertinggi untuk kemanakannya We Nyiliq Timoq, agar kejadian yang di bawah itu tidak berkepanjangan dan berlarut-larut.

PAPARAN ADEGAN 13.

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ).

Simpuruile’ didampingi oleh raja Langit yang bertanduk emas membawa sompa to Selli kepada Guru ri Selleq di Dunia Bawah Uriq Liuq. Dalam sekejap mata kedua utusan itu tiba di sana. Setelah mereka di persilahkan memakan sirih, dipersembahkannyalah kepada yang dipertuan di Dunia Bawah dan permaisurinya mas kawin Batara Guru untuk puteri mereka We Nyiliq Timoq .

PAPARAN ADEGAN 14.

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ).

Sinauq Toja memerintahkan agar penerimaan mas kawin itu dilakukan dengan upacara antara lain dengan mengundang matoa bissu. Istana dan tempat yang dilalui harus dihiasi. Penyambutan mas kawin berlaku dengan prosesi tari dan bunyi-bunyian bissu, para pengantarnya dijamu dengan sangat khidmat. Setelah itu para pengantar bermohon diri dan dalam sekejap mata mereka tiba kembali di Boting Langiq.

Mereka melaporkan kepada Sang Pencipta dan permaisurinya tentang penyelesaian tugas mereka. Sang Pencipta melihat dari jendela Langit, mengucapkan suatu mantra, maka kenaikan We Nyili Timo’ bagaikan dihela ke tepi pantai. Batara Guru yang amat bersukacita, memegang lengan We Nyiliq Timoq , menariknya jatuh kerangkulannya.

PAPARAN ADEGAN 15.

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ).

Batara Guru lalu mengundang We Nyiliq Timoq calon permaisurinya ke istana Aleq Linoq .

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Adinda Paduka We Nyiliq Timoq ,semoga
Datanglah semangat kahyanganmu, Selamat datang Ke bumi
Aleq Linoq ini. Adinda We Nyiliq Timoq, Percayalah dinda,
jangankan di Aleq linoq ini, di Boting Langiqpun tidak ada
yang menyaingi ketampanan kakanda.

dua orang dayang yang bersama We Nyili Timo’ dari dunia Bawah terpesona melihat ketampanan La Togeq Langiq Batara Guru. Mereka menyatakan sanggup mengabdi menjadi selir Batara Guru,mereka lalu membujuk Sang Puteri untuk memenuhi keinginan Sang Manurung.

PAPARAN ADEGAN 16.

( Narasi dan Illustrasi theme song I La Galigo ,insert suara gelombang dan debur ombak ).

We Nyiliq Timoq,Putri sulung Guru ri selleq penguasa Dunia Bawah Uriq Liuq ini muncul dari celah gelombang, dari ujung busa laut Timor sehingga digelari To Tompoqe Ri Busa Empong yang artinya orang yang dimunculkan dari buih-buih lautan.

( Closing Illustrasi Music Theme song I La Galigo )

PENUTUP.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: