Sinetron “KETIKA CINTAMU KUGADAIKAN”
naskah scenario : Syahriar tato lacoste
01. Ext. Kota Makassar. Senja.
HA LS.Kawasan pantai losari kala senja.hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang. ZI. Pada sepasang remaja yang berboncengan motor, mereka tampak mesra. Pria cukup tampan itu bernama Rijal (23 Tahun) sementara Sang gadis yang manis itu bernama Normi (21 tahun)
Cut to
02. Ext. Jalanan Lain. Senja.
Motor Rijal melaju diantara kendaraan yang berseliweran.dilaut Losari perahu jolloro dan sampan nelayan berseliweran diantara temaram siluet senja
Cut to.
03. Ext. kawasan pantai losari.
Rijal memarkir motornya lalu berjalan sambil bergandengan tangan dipantai losari. Mereka membicarakan rencana pulang kampung karena sudah liburan semester.

RIJAL,
Normi, yakin orang tuamu mauji terimaka jadi menantunya.

NORMI.
Kenapa tidak ?

RIJAL.
Saya kan orang miskin, siapa tahu dia mau punya menantu orang kaya?.

NORMI.
Saya juga bukan orang kaya

RIJAL.
Siapa tahu mau dikawinkan sama anak orang kaya.

NORMI.
Kak Rijal kali mau dikawinkan sama
anak orang kaya.

Rijal tersenyum.

Flash.

Saat haji Nojeng yang didampingi anaknya yang bernama Ria menyerahkan uang pada Rijal saat mau berangkat ke Makassar kuliah.

Back to.

Rijal tersenyum.

NORMI.
Kenapa Tersenyum.

Rijal kaget, ia gelagapan.

RIJAL.
Tidak ji.

Normi penasaran.

NORMI.
Tidak bagaimana ?

RIJAL.
Yaah tidak ji.

NORMI
Kaka sudah ditunangkan yaaah?…

RIJAL.
Tidak. Cuma mau ketawa saja.

NORMI.
Orang gila ji itu yang mau ketawa tidak ada
sebabnya.

RIJAL.
Kalau gila gila ka” mau jako ?

NORMI. . .
Tidak mau kak, ngapaing kawin sama orang gila.

rijal tertawa, Normi juga ikut tertawa.
Cut to.
04. Ext kawasan pantai losari.
Mereka membicarakan hubungan cintanya dan rencana menyampaikan hubungan mereka itu pada orang tua mereka masing-masing. Meski dari pihak Normi ada keraguan, namun Normi akan berusaha sekuat tenaga memperjuangkan tekat mereka berdua. Mereka menikmati pantai losari hingga mata hari terbenam.

NORMI.
Kak Rijal serius ndak sih sama Normi ?

RIJAL.
Tidak serius tapi dua rius malah ratus rius.

NORMI.
Tuh kan bercanda lagi, serius ka” ini.

Rijal tertawa.

NORMI..
Jangan ko tertawa, kalau kakak serius ku kasih tau ki
orang tuaku.

RIJAL.
Jangan mi dulu.

NORMI.
Berarti kak Rijal Cuma main- main ji sama saya.

RIJAL..
Bukan begitu.

NORMI.
Bukan begitu bagaimana ?
Kalau kakak memang cinta sama saya, semestinya senangki
kalau saya mau kasih tahu orang tuaku.

RIJAL.
Seandainya orang tua Normi menolak.?

NORMI.
Terserah kak Rijal.

RIJAL.
Terserah bagaimana ?

NORMI.
Kalau kak Rijal laki-laki, kawin lari atau kawin siri’ juga saya mau

Rijal tampak kaget mendengar pemyataan Normi..

RIJAL.
Normi tahu tidak, resikonya ?

NORMI.
Tahu, mempermalukan keluarga, kemungkinan kita
dikejar kejar terus, kalau ketahuan bisa disiksa, malah
bisa dibunuh. Tapi kalau kakak bersedia menerima
segala resiko, saya juga bersedia.

Rijal diam.

NORMI.
Kalau kakak laki-laki dan benar-benar cinta sama Normi
pasti bersedia, kecuali kalau kakak tidak cinta atau
memang banci, pasti tidak berani menerima resiko.
Cut to.
05. Ext. Sebuah Pesta Pernikahan di kampung kawasan ekowisata kabupaten gowa.Siang. (free)
Sebuah acara pesta pernikahan berlangsung, tampak beberapa orang hadir. Diantaranya Norma adik Normi. Yang baru masuk keacara tersebut bersama seorang temannya. teman Norma menanyakan rencana kedatangan Normi dari Makassar.

TEMAN.
Oh yah saya dengar Normi mau datang.

NORMA.
Iyye, besok.
Cut to.
06. Ext. Terminal angkot di Malino(kawasan ekowisata gowa). Pagi.
Diantara penumpang, tampak Rijal dan Normi serta dua orang temannya ( Nia dan Rossy) . Ke empat anak muda ini berpakaian modis ala destro masa kini.
Cut to.
07. Ext. terminal angkot di Malino(kawasan ekowisata). Pagi.
Keempat anak muda yang baru datang dari Makassar itu keluar dari pintu terminal. Beberapa orang menawarkan ojek dan bentor.

RIJAL.
Daeng, ini ada yang ke pasar bunga dua orang.satu keperumahan griya permai. Berapa.?

SOPIR.
(Dialog disesuaikan dengan tarif yang pantas.)

RIJAL.
Kajjala sekali Daeng.

NORMI
Iyya mahal sekali tuh

SOPIR.
Tidak ji nakajjala, murah ji itu.

RIJAL.
Mahasiswa ini daeng pulang liburan, nanti kalau jadi pejabatka
baru saya bayar mahal,hahahhayy

NORMI.
Puih, kau itu nda” ada tampang pejabat.

SOPIR.
Lagian punna jadi pejabat mi, tidak mau mi naik mobil begini, biasanya pejabat dijemput mobil peribadi

RIJAL.
Yah sudah ( menawar sesuai harga yang pantas.)

SOPIR
Tamba mo sikedde, berapa kek tambana

RIJAL.
Yah sudah

Mereka berempat naik mobil pete pete.
Cut to.
08. Ext. Jalan kampung bulutana(kawasan ekowisata). Pagi.
Extablising kampung dengan segenap kesibukan warganya .pete pete yang ditumpangi Rijal Cs. melaju dijalan kampung.

NIA.
Besok kutunggu ko dirumah yah kita ke perkebunan teh atau air terjun.

NORMI.
Jangan kok besok, nanti lusa pi.

ROSSY.
lyya tauwwa, kan belumpi lepas rindunya sudah maumi
pergi.

NIA.
Belum rindu sama siapa ? Sama orang tua atau sama kak rijal?

ROSSY.
Sama orang tua lah, kalau sama Rijal melepas
rindu melulu, sekarang juga mau diantar dulu.
Segitu .setianya.

RIJAL.
Iyya dong.

NIA.
Jadi langsung dikenalin nih sama calon mertua.

Normi tersipu malu.

NORMI
kau tuh ada-ada saja.

NIA.
Yaaah kan kesempatan ketemu calon mertua,
belum pernah pi kenalan toh ?

RIJAL.
Belum.

NIA.
Jangan ko begitu ces, masa dia belum dikenalin.

Mobil berhenti

ROSSY.
Turun mako Nia, nanti saya antarko kerumahmu Kasihan tuh Kak Rijal sudah gelisah mi mau ketemu
calon mertua.

Mereka turun.
Setelah menurunkan barang- barang, sebelum mobil melaju kembali Rossy berpesan..

ROSSY.
Ingat ko nah, jangan memangko tidak datang.

NORMI.
Nanti saya telpon ko dulu.

NIA.
Iyya.

Cut to.
09. Ext. Jalan Menuju Kampung Normi. Siang.
Kita meperlihatkan panorama kampung dan keindahan alam, sementara didalam mobil tampak Normi bersandar dipundak Rijal.

RIJAL.
Kalau diusir ka bagaimana ?

NORMI.
Memangnya binatang mau diusir.

RIJAL.
Siapa tahu.

NORMI.
Bisa juga, siapa tahu ada orang rantasa masuk kerumah

RIJAL.
Rantasa tapi sukako to ?hahhayy

NORMI.
Siapa yang suka

RIJAL.
Suka muntah.,hahayy

NORMAL
Iyya.

RIJAL.
hahahayyy.
Cut to.
10. Ext. Halaman Rumah Normi. Siang.
Beberapa orang tetangga berlarian menyambut kedatangan Normi, Rijal turun membantu Normi mengangkat barang.
Mereka heran melihat kehadiran Rijal.
Normi memperkenalkan Rijal pada ibunya dan adiknya

NORMI.
Bu, ini teman saya dari Makassar.
(rijal menyalami ibu normi sambil tersenyum.
Norma senyum sambil batuk batuk meledek kakaknya).

NORMA .
Ada ji oleh – oleh ku kak ?

IBU NORMI.
Kau itu oleh oleh melulu, kakakmukan belum kerja,
mau ambil uang dari mana mau belikangko oleh-oleh.

NORMI.
Bapak mana norma ?

NORMA.
Pergi kerumahnya Petta kaso.

IBU
Pergi mako panggil Bapakmu nak
eh, tadi, dia pesan itu bilang kalau datangngi Normi surui Norma panggil ka.

NORMA.
Ah, ibu mi yang panggil ki.

IBU .
Malasnya mi ini anak kalau disuruh, Pergi mako eh

NORMI
Pergi mako dulu dek

NORMA
Tapi tinggalkan kak apel

NORMI.
Iyya.

Norma pergi sambil berlari. Sementara beberapa orang yang datang berbisik membicarakan kehadiran Rijal
Cut to
11. Ext. Kolong Rumah petta kaso,Siang.
Bapak Normi sedang ngobrol bersama petta kaso, saat itu Kae (26 tahun) turun dari tangga. Ia menuju ke motornya

PETTA KASO.
Mau ko kemana lagi

KAE.
Mau jalan-jalan

PETTA KASO.
Jalan-jalan kemana ?

KAE.
Bapak mau tahu aja urusan anak muda.

Kae mengendarai motornya. Bapaknya geleng-geleng kepala, saat itu norma datang. Begitu melihat Norma datang, Bapaknya langsung bertanya.

AYAH NORMI.
Sudah datang mi normi

NORMA.
Sudah mi. Cepat maki

Tanpa menunggu Bapaknya, Norma langsung lari

AYAH NORMI.
Tunggu ka.

NORMA.
Ceppat maki
Cut to
12. Ext. Jalan Kampung. Siang.
Kae melintas sambil membonceng seorang gadis. Gadis itu memeluk erat pinggang Kae .ia berpapasan dengan Norma dan Bapaknya.
Cut to.
13. Ext/lnt. Rumah Normi. Siang.
Tampak Normi menyuguhkan minuman pada Rijal, saat itu seorang Nenek ( Ibu bapak normi) muncul dipintu, Normi langsung meletakkan baki dan menghampiri orang tua itu

NORMI.
Eh, nenek.

Mereka berpelukan sejenak.

NENEK.
Naik apa ko nak

NORMI.
Naik Panther nek.

Nenek menoleh, ia melihat Rijal, Rijal tersenyum sambil mengangguk hormat. Wajah Nenek tampak curiga, dari wajahnya kelihatan kalau ia curiga dengan kehadiran rijal. Normi bisa membaca kecurigaan Neneknya.

NORMI.
Teman sekolahku Nek.

NENEK.
Ohhhh,

NORMI.
Kak rijal, kenalin Nenek, ibunya ibu.

rijal bangkit, nenek menatap penampilan Rijal dari ujung kaki sampai ujung rambut.

NENEK.
Berdua jako dari Makassar?

NORMI.
Ndak ji nek, rame-rame.

NENEK.
Dimanai tinggal.

NORMI.
Di Sinjai.

NENEK
Kenapai belum pulang ?

NORMI.
Dia antar saya dulu nek.

Nenek masuk keruang dalam dengan rasa curiga.

NORMI.
Dia memang begitu. Semua mau ditanyain.

RIJAL.
Nggak apa-apa.

Cut to.
14. Int. Ruang Tengah/Dapur Rumah Normi. Siang.
Beberapa orang tetangga sedang sibuk didapur, ada yang bikin pisang goreng, ada yang asik makan apel atau oleh-oleh lain dari Makassar. Nenek Normi datang.

NENEK
Kenapa mi seng ada laki-laki nabawa Normi.

IBU NORMI.
Teman sekolahnya.

NENEK.
Hum ! Teman sekolah, kenapaki natinggal disini bukan
dia pulang

IBU NORMI.
Diantarki Normi.

NENEK.
Na sudah sampe mi, kenapa belum pergi
IBU NORMI.
Masih capekki, kata Normi nanti sore baru pergi
kerumahnya.

NENEK
Kalau kulihat ki, dia baku sukami itu

Ibu Normi diam.

NENEK.
Kasih tau ko itu Normi,
jangan ikut-ikut mau baku pacar-pacaran seperti anak kota di televisi. Tidak suka kak itu, kau juga jangang ko biarkangngi anakmu, ingat ko saya mau tunangkangngi itu sama Kae.

OS. AYAH NORMI.
Assalamu Alaikum.

OS. NORMI DAN RIJAL.
Alaikumussalaaaaaam.
Cut to.
15. Int. Ruang Tamu Normi. Siang.
Ayah Normi dan Norma datang. Normi bangkit langsung memeluk Bapaknya. Normi langsung mengenalkan Rijal pada Bapaknya.

NORMI.
Pak, ini teman kuliaku di Makassar.

Ayah Normi tersenyum, Rijal bangkit menyalami Ayah
Cut to.
16. Ext. Jalan Kampung. Malam.(free)
¬Didepan mesjid masih ada beberapa orang bersalaman, ada pula yang menyalakan obor kalau berjalan beriringan sambil membicarakan Norma serta kepulangannya dari Makassar berani datang bersama laki-laki lain kerumahnya. Pada hal dia sudah dijodohkan dengan Kae. Ada juga yang mengomentari cara berpakaian Normi yang sudah berubah.

ORANG 1.
Anak-anak kalau tinggal ki dikota, langsung lain.

ORANG KE 2.
Lain apanya ?

ORANG 1.
Yah banyak, gayanya, bicaranya, kelakuannya.
Dulu kan Normi waktu sekolah disini pake Jilbab,
begitu sekolah dikota,
pulang-pulang malah pake celana robek.

ORANG 3.
Gayanya anak kota memang begitu, lihat mako ditelevisi

ORANG 1.
Terus itu, dia pulang sama anak laki-laki.

ORANG 3.
Dia kan mau ditunangkan sama Kae.

ORANG 1.
Itu mi, makanya saya dengar mara-mara ki neneknya.

ORANG 2.
Tapi Kae kan pacarang tongngi sama ria.

ORANG 1.
Pasti mi itu nanti ada yang kecewa.

ORANG KE 4
(Pemuda) Makanya orang tua tuh jangan suka jodoh-¬jodoh kangngi orang. Sekarang bukan lagi jamannya elo tomatua tapi elota mato (Bukan kemauan oran tua, tapi kemauan sendiri).

Pak lurah yang menyusul dari belakang ikut nimbrung.

PAK LURAH.
Apa lagi Elo tamatoa ?

ORANG KE 3.
Ini, katanya kalau dulu orang mau dikawinkan, Elo tomatua, sekarang elo ta mato.

PAK LURAH.
Elo tomatua saja kurang bagus, elo sendiri juga kurang bagus, yang paling bagus itu elo ta maneng, kemauan bersama

ORANG KE 2.
Iyye, Cuma sekarang masih ada orang tua yang jodoh-¬jodohkan anaknya, seperti itu Normi mau dijodohkan sama Kae, Kae sudah pacaran sama Ria, Normi podeng diantar ki sama anak laki-laki, sudah pasti mi itu pacarnya.

PAK QAMAR
Yaaah bisa jadi tapi kita juga tidak bisa pastikan. Siapa tahu anak laki-laki itu niatnya tulus temani ki Normi, soalnya perempuan, masa dibiarkan sendiri.

ORANG KE 2
Iyye.
Cut to.

17. Int. Kamar Norma. Malam.
Norma mencoba-coba beberapa pakaian Normi sambil ngobrol

NORMI
Datang ko watu kawinnya A.Cenning?

NORMA.
Datang ka, ditanyakan ki sama Dewi.

NORMI
Bilang apa ki.

NORMA.
Dia Tanya kapan ki pulang.

Flash
Stock kawinan. Norma diantara pengunjung mengambil makanan.

Back to.

NORMI
Pacaran memang ngi.

NORMA.
Tidak ji.

NORMI.
Kok dia mau ?

NORMA.
Tahu ndak, dia itu dipukul sama bapaknya, sudah begitu dia dikurung dikamar, ndak boleh keluar..

NORMI.
Ah yang bener. Masa sampai begitu sih

NORMA
Eh, sumpah kak

Normi diam.

NORMA.
Eh !

Norma duduk disamping kakaknya.

NORMA.
Kakakan juga mau dikawinkan sama Kak Kae.

NORMI.
Allah ! Bohong.

NORMA.
Sumpah, saya dengar ki nenek bicara sama ibu sama bapak.

NORMI.
Endak mau ja ah

NORMA.
Iyya Kak, jangan kik mau.
Lagian Kak Kae juga punya pacar.

normi menarik napas panjang.

Cut to.

18. Int. Rumah Kae. Malam.
Tampak Nenek Normi yang juga nenek Kae dari ibu, Ayah, ibu Kae duduk ngobrol dengan bersilah diruang tengah /dapur

NENEK.
Kalau sudah punya pacar memang kenapa

KAE
Tidak usah mi nek..

NENEK.
Kenapa tidak usah, kau tidak mau.

KAE.
Bukan saya yang tidak mau, tapi Normi sudah punya pacar.

NENEK.
Ah, tidak ada itu pacar-pacaran, pokoknya kamu harus kawin sama sepupumu itu.

KAE.
Saya sih mau saja, tapi kalau Normi tidak mau ?

NENEK.
Itu urusan ku, jangan mako banyak bicara.
Cut to.
19. Int. Rumah Rijal kawasan ekowisata takalar. Malam.
Beberapa orang tamu datang menemui Rijal. Diantaranya H.Nojeng dan anaknya (Ria) Sambil makan pisang goreng

H.NOJENG.
Bicara mako Ria, katanya kalau datangngi kakakmu mau ko tanyai keadaan di Makassar.

Ria hanya tertunduk malu.

RIJAL.
Mau tanya apa ?

RIA.
Ndak ji kak ?

H.NOJENG.
Bilang mako.

Ria tertunduk malu.

RIJAL.
Mau Tanya apa?

Karena Ria tdk mau bertanya, akhirnya Bapaknya yang bertanya

H.NOJENG.
Itu Bapak mau Tanya, kalau di Makassar ada bede Trans studio ,pernah maki kesana?.ada juga biasa datang Dini?

Rijal tidak mengerti.

RIJAL.
Dini siapa ?

RIA
Agnes Monica.

H.NOJENG.
Kok Agnes Monica ? Dini yang kawin dini

RIA.
Iyya, namanya di sinetron Dini, tapi nama aslinya Agnes Monica.

H.NOJENG
Ohhh, iyya itu suka ketemu Dini, Ria suka nonton dia.

RIJAL
Jangan kata ketemu, masuk trans studio nda pernah,mahal karcisnya hahhayy

AYAH RIJAL.
Kok bisa,

RIJAL.
Iyya ,mana duitnya?hahahayy.

TAMU 1.
Kalau Inul ? atau Oma Irama, sering ko nonton dikarebosi konser to?

RIJAL.
Nonton di televisi ka. Kalau langsung ndak mi,tidak adami karebosi sekarang.

TAMU 2.
Cewek-cewek disana cantik-cantik yah?

RIJAL.
Yaaah Iya la, karena disana banyak orang jadi banyak yang cantik tapi banyak juga yang jelek

TAMU 1.
Kalau bisa jangan ko kawin sama orang sana, nanti kesini mi,banyakji sikampongta cantik na malebbi….

Rijal tersenyum.

AYAH RIJAL.
Iyya, disini juga banyak yang cantik.

Rijal tersenyum, Ria tertunduk malu

H.NOJENG.
Kira-kira berapa lama ko lagi nak sekolah

RIJAL.
Yaah kalau mata kuliah saya selesai semua, semester depan, tinggal KKN terus bikin skripsi maka.

AYAH RIJAL.
Lama mopa?

RIJAL.
Sekitar setahun lagi , baru bisa dapat S1.

TAMU 2.
Kenapa tidak ambilko Es banyak-banyak, memang es disana mahal ?

Rijal tersenyum lalu menjawab.

RIJAL.
Hahahayyy,Bukan Es yang diminum. itu istilah, artinya Strata satu, sama dengan Doktorandus.

H.NOJENG.
Pokoknya kalau butuh ko uang, jangan malu-malu, minta, Amuremu bersedia membantu.

AYAH RIJAL:
Selalu kak ingatkanngi sama dia, kalau saya ji kasihan yang mau sekolahnya di Makassar, tidak mampu kak, apalah petani macam saya ini, kadang hasil panen hanya cukup buat bayar pupuk, racun yang makin hari makin mahal

H.NOJENG.
Jangan mako pikir biaya sekolahnya dia, dia mau sekolah sampe dimana, saya bersedia.

Rijal diam, is merasa sudah tergadai.
Cut to.
20. Int. Rumah Nenek Normi. Pagi.
Nenek Normi bicara dengan ibu dan ayah Normi

NENEK
Saya tidak mau tahu bersedia atau tidak, harus. Dari kecil saya sudah niatkan Normi saya mau kawingkan sama Kae.

AYAH NORMI.
Mungkin maksudnya Normi etta, dia masih mau sekolah dulu, dia belum pikir mau kawin sekarang.

NENEK .
Allah kenapa kah. Kawin sekarang sama nanti sama saja, tetap juga ko memasak urus anak.

IBU NORMI.
Kalau dia tamat dulu Etta, dia kerja dulu .

NENEK .
Ahhhh, alasan ji itu mau sekolah dulu, mau ji pacaran.
Nanti kalau terlanjur dikasih hamil mau ko bilang apa ?
Kulihat dari matanya, Nah kutau ki itu, laki-laki kemarin itu nah pacaranngi itu. Pokoknya saya ildak mau tahu kalau nuanggapka ibu, dengar ki Normi harus kawin sama Kae.

IBU NORMI.
Kalau saya sih sama Bapaknya tidak ada masalah, terserah ibu. Cuma tadi malam itu saya singgung singgungki sama Normi, itu dia .

NENEK .
Ah ! kau juga dulu waktu mauko kukasih kawing bilang begitu. Macam tidak tau ko. Perempuan gatel ji itu kalau begitu dikasih tahu mau dikasih kawin langsung bilang mau.

Ibu dan Ayah Normi diam.

NENEK .
Atau kau juga ikut suka itu anak muda gondrong itu

IBU NORMI.
Kita mi kasih tau tongngi pale.

NENEK .
Iyya, nanti pi saya bicara. Mentang-mentang sekolah tinggi mi, mau mi macang-macang.

Cut to..
21. Int. Rumah Rijal. Pagi.
Rijal duduk berdua dengan Bapaknya didapur, sementara ibunya membuatkan kue putu.

RIJAL.
Kalau begitu caritana, saya sudah tergadai.

BAPAK RIJAL.
Bukan begitu, Haji nojeng mu itu membiayai kamu ikhlas, Cuma setelah dipikir-pikir, yang namanya laki¬laki itu baru sempurna kalau sudah mi kawing, perempuan juga begitu, nah apa salahnya kalau kau kawin sama Ria apa salahnya kamu balas pengorbanannya dengan mengawini Ria. Ria kan cantik juga. Anak satu-satunya lagi. Tarohlah kamu tamat sekolah terus bekerja, 20 tahun ko bekerja belum tentu bisa samai hartanya haji nojeng mu.

RIJAL.
Susah mi itu kalau semua keberhasilan harus diukur dengan harta.

BAPAK RIJAL.
Kalau bukan dengan harta, kau mau ukur dengan apa

RIJAL
Yah banyak, pengetahuan……, kebahagiaan..

BAPAK RIJAL
Kalau itu kau ji yang bisa ukur, tapi orang lain?

IBU RIJAL.
Haji nojeng itu baik sekali, setiap dia dengar kamu kirim surat minta uang, tidak pernah ki itu bicara dua kali, langsungngi kasihan, kasih.

RIJAL.
hahahayy! Karena ada.

OS. RIA.
Assalamu Alaikum.

SEMUA.
Alaikussalaaam.

Ria muncul membawakan kue cucuruk bayao.

RIA
Ini ada cucuru bayao, untuk kak Rijal kata Ayah.

ria tersenyum pada Rijal. Rijal terpaksa membalas.

Dissolve.
22. Ext. Kali dikampung(kawasan ekowisata takalar). Pagi. (free)
Anak- anak mandi telanjang, termasuk Rijal kecil dan sepupunya Ria kecil itu. la mengingat masa kanak-kanaknya yang sering main dikali sama-sama telanjang bersama dengan anak-anak yang lain.
Cut to.
23. Int. Kamar Normi. Pagi. (free)
Nenek Normi memarahi Normi didalam kamar.

NENEK,
Kenapakah kalau sudah kayak saudara sendiri ?
Justeru itu lebih bagus, dari pada yang kita ndak tahu asal usulnya. Kalau Kae itu kan sepupumu sendiri,
Kamu cucuku, Kae cucuku juga.

Normi diam. Nenek tersenyum lalu keluar meninggalkan Normi sendiri, hanyut ,dalam lamunannya. Normi menangis.

Cut to.
24. Int. Dapur Rumah Normi Pagi.
ibu sedang memasak, Nenek datang menghampiri
NENEK.
Sudah mi itu kukasih tahu.

IBU .
Apa dia bilang.

NENEK
Diam ji, perempuan kalau diam itu artinya mau mi

Cut to.
25. Int. Rumah Rossy. Pagi.
Telpon berdering. Adik Rossy yang bernama Tati mengangkat

TATI
Halo, Alaikumussalaaam, ini siapa ?
Ohh! Kak Normi mau bicara sama Kak Rossy yah sebentar (Menutup Horn lalu berteriak) Kak Rossyyyy

Ibu Rossy yang mendengar menegur.

IBU ROSSY.
Kenapakah ada anak perempuan suka teriak-teriak !

TATI.
Ini ada telpon dari Normi buat Kak Rossy.

IBU ROSSY.
Tuh ada didapur, panggil ko sana jangan pake teriak-teriak

Rossy muncul, Tati menyerahkan Horn telpon.

TATI.
Dari kak Normi.

ROSSY.
Hai Normi, gimana karebanya, sukses acara pertemuannya.

Cut to.
26. Int. Rumah Normi Pagi.
Normi menelpon Rossy

NORMI.
Pertemuan apaan ? Pertemuan Malino

ROSSY.
Itu tuh, pertemuan tingkat tinggi antar calon mantu dengan calon mertua.

Normi melihat kiri kanan

NORMI.
Nanti pi deh kita bicara.

ROSSY.
Kapan ko kesini ?

NORMI.
Sekarang, makanya aku telpon dulu, takutnya kau keluar.

ROSSY.
tidak, Kak Rijal sudah telpon belum.

NORMI.
Belum

ROSSY.
Yah sudah ku tunggu, nanti aku kontak Nia.

NORMI
Iyya deh, daaag

Selesai menelpon, Normi ke dapur menemui ibunya yang sedang memasak nasi.

NORMI.
Bu, mau kak ke Makassar dulu.

IBU NORMI.
Mau kok apa lagi ke Makassar.

NORMI.
Janjianka sama Ros, mau bikin acara sama Nia

Ibu Normi curiga

IBU NORMI.
Sama teman laki-lakimu itu ?

NORMI.
tidak.

IBU NORMI.
Jangang ko Nak, nanti nenekmu marah.

NORMI.
Biar tommi kalau dia marah, emang gue pikirin.

IBU NORMI.
Tidak bisa ko begitu nak.

NORMI.
Pergi kak bu yah.

IBU NORMI.
Bilang ko dulu sama Bapakmu.

NORMI.
Bapak ke kekantor, lagian masa mau pergi ketemu teman saja harus lapor.

Norma muncul masih pakaian sekolah.

IBU NORMI.
Kenapa, kok sudah pulang.

NORMA
Kan cuma rapat osis ji.

IBU NORMI
Jangang ko kalasi.

NORMA.
Sumpah ka bu.

IBU NORMI.
Kalau begitu temani ko kakakmu ke Makassar.

Norma tampak senang, sementara Normi tampak kecewa

NORMA.
Mau ki ke Makassar kak, iyya ikut ka

IBU NORMI,
Jangang ko kemana-mana, jangan ko pulang malam

Normi diam. Ia langsung masuk kekamarnya diikuti Norma

NORMA.
Kasih pinjam ka bajuta kak di.

NORMI.
lh, kan ada tonji bajumu.

NORMA
Mau pake baju destro ta.

Cut to

27. Int. Rumah Rijal. Pagi.
Rijal tampak rapi. Ibunya muncul dari dalam.

IBU RIJAL.
Mau ko pi mana kah ?

RIJAL.
Mau kerumahnya haji nojengku.

IBU RIJAL.
Iyya bagus mi itu nak. Kesana mako,
dia itu senang sekali kalau kesana ko.

Cut to.
28. Int. Rumah normi. Pagi.
Nenek Normi datang, ia langsung menanyakan Normi.

NENEK .
Manai Normi?

IBU NORMI.
Pergi ki.

NENEK .
Pergi kemana I ?

IBU NORMI.
Ketemu temannya yang dari Jakarta

Mendengar kalimat itu, Nenek langsung naik pitam.

NENEK .
Kau itu kenapa kah dibiarkan pergi ketemu seng sama itu temannya.

IBU NORMI.
Ada ji Norma Etta.

NENEK .
Ah, Norma, bisa apa kalau laki-laki itu macam-macam.

IBU NORMA.
Bukan ketemu anak laki-laki itu Etta,
dia mau ketemu temannya yang perempuan itu Rossy yang dulu pernah kesini.

NENEK .
Siapa tahu sekongkolo manengngi.

Ibu Normi diam.

Cut to.
29. Ext,/Int. Rumah Rossy . Pagi.
Normi datang ditemani Norma, ia dijemput Rossy.

ROSSY.
Masuk ki.

NORMI.
Iya ces, Nia sudah dikasih tahu.

ROSSY.
lagi dia kesini. norma masuk dek

NORMA
Iyye.

Mereka masuk

Cut to.
30. Int. Rumah RosSy. Siang.
Setelah mereka duduk dikursi, Rossy langsung bertanya.

ROSSY.
Jadi gimana waktu Kak Rijal ketemu Bokap Nyokap lu?

NORMI.
Biasa saja.

ROSSY.
Iyya orangnya cuek sih.

Normi tersenyum.

ROSSY.
Terus…

NORMI.
Terus apanya ?

ROSSY.
Yaaah pertemuannya sukses nggak ?

NORMI.
Apaaan sukses segala, orang dia Cuma nganter saja, istirahat sebentar langsung ke kampung dia.

ROSSY.
Norma, setuju nggak sama calon kakak iparnya ?

NORMA.
Saya sih oke oke saja kak.

ROSSY.
Keren kan ?

NORMA.
Yaaah lumayan lah.

ROSSY.
Kok lumayannya pake yaaaah. Emang kurang oke.

Saat itu Nia datang.

NIA.
Dari tadi ?

NORMI.
Baru Saja sampe., Oh yah, kenalin adek ku norma.

Mereka bersalaman sambil menyebut nama.

NIA
Kak Rijal mana ?

NORMI.
Ndak ada.

NIA
Kok ndak ada

NORMI
Makanya, kita kerumahnya yuk.

ROSSY.
Ayo, siapa takut ?

NIA.
Ceritanya mau, ketemu calon mertua nih ?

NORMI.
Enak saja. Norma,jangan ko bilang-bilang yah kalau kita kerumahnya kak Rijal.

NORMA.
Bisa diatur, tergantung biaya tutup mulutnya

NORMI.
Enak aja , gitu aja minta disogok, gimana kalau kau jadi pejabat.

NORMA.
Bukan minta disogok, Cuma minta uang tutup mulut.

NIA.
Emang kenapa ? Acara pertemuannya gagal ?

NORMI.
Yaaah gimana yah, ada yang mau dibicarakan sedikit sama kak Rijal

ROSSY.
Biar mi sendiri yang bawa, nggak asik kalau ada orang tua.
Coddok miseng nanti.

NIA.
Betul ces.

IBU ROSSY.
Bukan apa-apa, biar ada jaga.

ROS.
Eman anak TK. Mau dijaga ?

IBU ROS.
Eh, jangan ko bilang begitu, disini itu sudah seperti di Jakarta tommi, lihat ko di Buser, tiap hari ada perampokan segala macam.

ROSSY.
Bismillah aja nggak laaah.

Cut to.
31. Ext. Jalanan Kampung dikawasan ekowisata takalar. Siang.
Sebuah mobil melaju di jalan pinggir kampung. Tampak Rossy menyetir mobil sementara Normi diduduk disampingnya. norma dan Nia duduk di jok belakang Rossy meletakkan punggung tangannya didada Normi.

ROSSY.
Deg degkan loh.

NIA:
Namanya juga mau ketemu calon mertoku

ROSSY.
Gimana yah kalau begitu kita nyampe langsung. bapaknya Kak Rijal muncul sambil tolak pinggang, Terus ngomong ” ooooh lu yah yang namanya Normi yang mau jadi calon menantu gue, gue nggak sudi punya mantu kayak lu, pergi ! “Normi pingsan kali.

Norma tersenyum.

NIA.
Nggak mungkinlah

ROSsy.
Seandainya, ini sih seandainya aja

NIA.
Mustahilll Soalnya nggak mungkin bapaknya Kak Rijal bilang Gue, emangnya bapaknya kak Rijal orang Betawi.

Semua tersenyum.

Cut to.
32. Ext. Jalan Lain. Siang.
Mobil yang ditumpangi Norma Cs berhenti didepan sebuah warung lalu bertanya.

NORMI
Maaf pak mau Tanya, dimana rumahnya RIJAL.

ORG. KAMPUNG.
Rijal siapa ? Disini banyak namanya Rijal.

NORMI.
Yang kuliah di Makssar.

ORG. KAMPUNG.
Oooh La Samessurijal, anaknya Daeng Tata. Masih jauh, ada 3 kilo lagi dari sini. Lurusss nanti kalau ada pangkalan ojek, Tanya maki disitu. Bilang Samessu anakna Daeng Tata. Orang tau itu.

Rossy meledek sambil berbisik.

ROSSY.
Calon lakinya Daeng Normi.

Normi mencubit Rossy.

NORMI.
Terima kasih Pak di.

ORG. KAMPUNG.
Iyye nak.

Mobil melaju lagi.

Cut to.
33. Ext/Int. Rumah RIJAL. Siang.
Norma Cs. Turun dari mobil, orang-orang pada bengong melihat kedatangan
mereka dengan dandanan yang seperti mereka biasa lihat di TV Pake kacamata

NORMI.
Numpang Tanya, ini rumahnya Rijal, yang kuliah di makassar.

SESEORANG.
lyye, Daeng Tataaa, Engka tamutta

OS.,DG TATA.
Igaaa
SESEORANG.
Siapa namanya.?

NORMI.
Bilang saja temannya Samessurijal dari makassar.

SESEORANG.
Temannya Syamessurijal dari Makassar.
Ayah Rijal bergegas turun dari rumah panggung menyuruh Normi Cs naik kerumah lalu menyuruh Seseorang anak perempuan menyusul Rijal.

AYAH RIJAL.
Pigi ko dulu panggil ki Messu di rumahna Haji nojeng.

ANAK PEREMPUAN.
Di rumahnya Ria ?

AYAH RIJAL.
lyya cepat mako, bilang ada temannya dari Makassar.

Anak perempuan itu lari, sementara Ayah Rijal naik kerumah diikuti Normi Cs..

Cut to.
34. Int. Rumah Rijal. Siang..
Normi cs. disambut hangat oleh kedua orang tua Rijal, Rossy dan Nia bergantian meledek Norma dengan bicara sambil menggerendeng.

ROSSY.
Ini calon mantu pak.

Norma mencubit paha Rossy secara sembunyi.

AYAH RIJAL.
Dari mana kik ini nak ?

NORMI.
Dari Malino.

AYAH RIJAL.
Sudah keliling makik nak disini.

NORMI.
Orang sini semua Pak Cuma kuliah di Makassar.

AYAH RIJAL.
Ohhhhh.

INS. Beberapa orang mengintip Normi Cs.

AYAH RIJAL.
Satu sekolah Kik sama Samessurijal.

NORMI.
Eh Iyya Pak.

Beberapa saat kemudian muncul Rijal bersama haji Nojeng.

RIJAL.
Eeeh !

Rijal menyalami teman-temannya, Rossy menggerendeng lagi.

ROSSY.
Tuh udah kangen berat, sudah nggak tahan, terpaksa kita nyusulin lu.

Normi mencubit Rossy, haji Nojeng melihatnya. Rijal memperkenalkan teman-temannya pada H.Nojeng Ketika Rijal menyebut Nama Normi, Rossy nyeletuk lagi.

ROSSY.
Calon mantu Pak
Rijal salah tingkah, haji nojeng mengamati Normi sampai salah tingkah.

Cut to.
35. Ext. Tempat ekowisata Sanrobengo takalar. Sore.
Sebuah tempat wisata dengan panoramic yang cukup indah. Agak sepi memang, tampak hanya beberapa pasang muda mudi serta beberapa keluarga yang rekreasi, namanya juga daerah wisata dikampung. Normi dan Rijal dibiarkan berdua bicara sementara Rossy, Nia dan Norma memisahkan diri.
Tiba-tiba terjadi pertengkaran antara Normi dan Rijal. Normi bergegas meninggalkan Rijal dan mengajak Rossy Cs. Pergi.

NORMA.
Ayo pulang makik.

NIA.
Belum juga rapat pantat ku di kursi, masa langsung pulang.

ROSSY.
Entar lah.

NORMI.
Percuma kesini, ternyata orangnya tidak bertanggung jawab, lain omongan lain kenyataannya. Ayo pulang !

ROSSY.
Sebentar pi.

Karena Teman-temannya tidak bergerak, Normi langsung bergegas ke jalan raya diikuti Rijal yang berusaha mencegahnya.

RIJAL.
Normi tunggu dulu, saya jelaskan.

Ada iringan upacara adat “appanaung ri tamparang”,Normi memberanikan diri memotong iringan-iringan itu sementara Rijal ragu-ragu sehingga ia bicara dengan dibatasi iringan-iringan upacara adat

NORMI.
Ndak ada lagi yang perlu dijelaskan,aku sudah tahu, kau pasti bilang ndak enak menolak kemauan orang tua. laki-laki pengecut

RIJAL.
Tunggu dulu . Saya kan cuma bilang kemauan orang tuaku begitu.

NORMI.
Dan kau mau mengikuti kemauan orang tuamu kan ?

Melihat Normi nekat menyetop mobil yang lewat, Rijal terpaksa menerobos juga iringan upacara adat itu dan memegang tangan Normi

RIJAL.
Jangan pergi, dengar dulu.

Normi berusaha melepas pegangan Rijal.

NORMI.
Lepaskan !

RIJAL.
Tidak, saya tidak mau biarkan kau pergi dengan emosi.

NORMI.
Percuma aku disini.

RIJAL.
Percuma kenapa ?

NORMI.
Aku piker kau laki ! ternyata kau banci. aku jauh jauh
kesini minta perlindungan , ternyata Cuma segitu.

RIJAL.
Segitu bagaimana ?

NORMI.
Kau bilang cintamu sudah tergadai, bayar tuh sana. sudah tahu diri kau tergadai masih mau janji janji setia sama cewek lain.

RIJAL.
Makanya dengar dulu baik-baik. saya memang tergadai tapi saya tidak bilang kalau saya mau ikutin kemauan mereka kan ? Ayo masuk ndak enak kita ngobrol dipinggir jalan.

Akhirnya Normi menurut, Mereka masuk kembali ke areal tempat rekreasi itu

Sementara Rossy Cs. mengamati mereka.

ROSSY.
Udah gencatan senjata tuh..

NIA.
Emang kenapa sih ?

ROSSY.
Tau, tiba-tiba aja

NIA.
Kalau dengar tadi, kayaknya Kak Rijal mau dikawinkan sama familinya.

NORMA
Kak normi juga mau dikawinkan sama kakak sepupu saya.

ROSSY.
Pantas Normi datang mendadak, pada hal janjinya kan hari minggu. .

Disudut lain.
Rijal melap air mata Normi.

RIJAL
Kalau Normi serius, mau memegang janji, saya juga bersedia apapun yang terjadi

Normi menyandarkan kepalanya ke dada Rijal.

Cut to.
36. Int. Rumah Normi. Malam.
Orang tua Normi gelisah karena Normi belum pulang juga

NENEK NORMI.
Kubilang mentongngi, jangan ko lepas dia pergi, apa mi.

Ibu Normi tertunduk.

AYAH NORMI.
Kan ada ji Norma

NENEK NORMI
Apaa, masak anak gadis dibiarkan pergi. Kalau dua¬-duanya diperkosa orang mauko bilang apa ?
Nih sudah malam belum pi pulang, kemana mi itu. Jangan-jangan dibawa lari mi itu. Sama laki-laki gonrong itu.

Ayah dan Ibu Normi diam.

NENEK NORMI.
Periksako dulu pakaiannya, siapa tahu dia minggat.

IBU NORMI.
Ada semua ji Etta pakaiannya.

NENEK NORMI.
Pokoknya kalau Macam-macam ngi kurungngi dikamar, suruh mi berenti sekolah

Cut to.
37. Ext./Int. Halaman Rumah Normi. Malam.
Mobil melaju dijalan depan rumah Normi.

OS. NORMI.
Stop..stop… stop Daeng.

Mobil berhenti, Norma dan Normi turun. Mobil angkot itu langsung jalan.

NORMI.
Awas ko jangan bilang-bilang yah. Ku kandattokko itu

NORMA.
Iyya.

Mereka menapaki anak tangga naik ke rumah. Nenek Normi sudah menunggunya, begitu masuk Normi tidak diberi kesempatan istirahat. Normi dan Norma langsung dipanggil menghadap neneknya.

NENEK NORMI.
Sini ko.

Normi duduk didepan neneknya sementara Norma langsung masuk ke kamar..

NENEK.
Dari mana kok ah !

NORMI.
Dari rumah teman.

NENEK,
Teman yang mana ?

NORMI
Teman Rossy sama Nia.

NENEK
Juga laki-laki yang seperti agen mobil itu kan ?

Normi diam sejenak

NENEK.
Iyya kan ? jangan ko bohong.

NORMI.
Iyya saya dari rumahnya.

NENEK .
Ada apa anak perempuan datangi rumahnya anak laki¬-laki tidak adanya sirinya.

NORMI.
Kalau sekedar datang bertamu masa nggak boleh.

NENEK .
Tahu ndak kalau perempuan datangi rumahnya laki¬laki, itu namanya perempuan murahan, perempuan gatel.

Normi diam.

NENEK .
dengar ko. Kau itu sudah ditunangkan sama Kae, kamu mau dikawinkan sama Kae, mengerti ko.

NORMI.
Kok saya mau dikawinkan saya nggak pernah dikasih tahu.

NENEK .
Memangnya kenapa kamu harus dikasih tahu.

NORMI.
Karena saya manusia, saya punya hak untuk memilih, menerima dan menolak.

NENEK
Pintarnamo bicara. Itu mi diajarkanko disekolahmu. Dengar ko, kau itu disekolahkan, habisin uang, nenek jual tanah supaya kamu pintar, bisa menghargai orang tua, bisa membahagiakan orang tua. ini malah sebaliknya.

NORMI.
Saya menghargai nenek, saya ingin membahagiakan nenek.

NENEK .
Kalau kau mau membahagiakan nenek, kamu harus terima dikawinkan sama Kae

NORMI.
Kenapa sih saya harus kawin sama dia ? kenapa saya ndak dikasih hak memilih.

NENEK .
Memilih apaa,?
Kamu mau kawin sama laki-laki yang bagaimana ?
Dia cucuku, kau cucuku. Jadi jelas turunannya, Warisan ada, dari saya, warisan itu bisa kumpul lagi tidak lari ke orang lain.
Kelakuannya pun kita sudah tahu.

NORMI.
Kelakuan apa, dia tuh punya pacar nek, kalau seandainya pacar Kak Kae itu Nenek, bagaimana perasaan nenek kalau Kae itu dipaksa kawin. Sama gadis lain, saya juga sudah punya pacar Nek

NENEK.
Tidak ada pacar-pacaran, emangnya pacaran itu itu bisa dimakan.

NORMI.
Memang ndak bisa dimakan, tapi paling tidak sudah punya modal untuk membina rumah tangga bahagia

NENEK .
Berapa banyak orang dikampung ini yang kawin tanpa pacaran, bahagia tonji buktinya sampai beranak cucu.

NORMI.
Beranak cucu, bukan…ukuran…Bahagia, Orang bisa beranak cucu tapi sepanjang hidupnya tertekan.

NENEK .
Tertekan apa, Nenek, ibumu dulu juga dijodohkan tapi bahagia.

NORMI.
Jangan samakan jaman nenek dengan jaman sekarang, dulu mungkin Nenek sama ibu dulu nggak punya pilihan. Kalau Nenek bilang, kalau saya kawin sama Kae lebih mempererat hubungan keluarga, saya juga bisa bilang, kalau saya kawin dengan Kae bisa memecah hubungan keluarga.

NENEK
Kenapa ?

NORMI.
Kalau saya kawin terus cerai, itukan Cuma saya dan Kae yang cerai tapi om dan ibu saya yang saudara bisa musuhan, contohnya juga banyak.

NENEK .
Kenapa kamu ngomong cerai segala.

NORMI.
Namanya hidup kalau tidak cocok.

Normi langsung pergi. Neneknya membentak

NENEK .
Normi ! kurang ajarna ini anak, saya masih bicara sudah pergi mi. Ku kasih tahu ko nah, kamu harus kawin sama Kae, kalau kau tidak mau jangan anggap saya nenekmu.

Cut to
38. Int. rumah Rijal. Malam.
Sementara itu pertengkaran sengitpun terjadi antara Rijal dengan kedua orang tuanya.

RIJAL.
Kalau kuliah saya dibiayai dengan tujuan saya mau dijodohkan sama Ria, kenapa saya baru dikasih tahu sekarang.

AYAH RIJAL.
Karena sekarang waktunya yang tepat.

RIJAL.
Justeru sekarang sudah terlambat.

AYAH RIJAL.
Kenapa terlambat, yang terlambat itu kalau kamu sudah keburu kawin sama orang lain baru dikasih tahu.

RIJAL.
Memang saya belum kawin, tapi terlambatnya karena saya sekarang saya sudah bisa memilah dan memilih, saya sudah tahu kelebihan dan kekurangan cara-cara oang tua dulu dengan memaksakan kehendak.Tanpa memikirkan, tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.

AYAH RIJAL.
Orang lain siapa ? Kamu kan anak saya.

RIJAL:
Yah saya anak Bapak, orang lain selain diri Bapak. Orang tua selalu beranggapan karena anak itu mereka yang melahirkan dia bisa berbuat apa saja, segala kemauannya harus dituruti, omongan anak tidak perlu didengar, orang tua kadang lupa kalau dia melahirkan manusia, yang punya akal pikiran, perasaan.

IBU RIJAL.
Bukan apa-apa nak, kalau kamu tidak mau kawin sama Ria, mungkin harta yang dia kasih sama kamu bisa kamu kembalikan, tapi harga diri haji Nojeng mu tidak bisa kau bayar.

RIJAL.
lyya bu saya mengerti. Saya ini orang tergadai, tapi apa ibu bisa mengerti perasaan saya, saya sudah memberi harapan pada Orang lain, dia nekat mau menolak lamaran sepupunya demi saya, terus saya mau ingkar, bagaimana perasaan dia.

AYAH RIJAL.
Kamu itu selalu memikirkan orang lain tanpa memikirkan keluarga sendiri.

RIJAL.
Ndaak, saya memikirkan semuanya. Kalau saya putuskan hubungan dengan Normi, saya ingkar janji, saya menelan ludah sendiri, karena saya sudah berjanji mau bersama dia apapun yang terjadi. tapi Kalau saya menolak ditunangkan dengan Ria, toh memang saya nggak pernah bilang iyya.

AYAH RIJAL
Tapi kita sudah setuju.

RIJAL.
Nah salahnya disitu, saya mau menjalani kok orang lain yang menentukan.

IBU RIJAL.
Bukan begitu, kita itu pikir, Ria kan anaknya cantik juga, anaknya baik, kelakuannyapun baik, sama orang tua hormat, kita pikir kamu itu anak yang baik, bisa mengerti kesulitan orang tua.

RIJAL.
Saya sangat paham perasaan ibu, tapi tolong ibu mengerti juga perasaan saya.

IBU RIJAL.
Tidak tahu makak saya, kalau kamu tidak mau, tidak tahu mau ditaroh dimana mi mukaini kalau ketemu Haji nojengmu mu.

Ibu Rijal menangis, Rijal juga tidak tega melihat ibunya menangis, ia menghampiri lalu memeluknya, ibu menepis tangan anaknya

Cut to.
39. Int. Kamar normi. Malam.
Normi menangis ditempat tidur, sementara Norma juga menangis sambil duduk disamping kakaknya.

NORMA
Jangan mau kak, kalau kakak mau dipaksa, nanti norma akan dipaksa juga

Normi memeluk adiknya.

Cut to.
40. Int. Kamar Rijal. Malam.
Rijal melamun, terkenang masa-masa indah bersama Normi

Dissolve

Beberapa adegan mesra di beberapa lokasi ekowisata dan tempat lain.

Cut to.
41. Int. Rumah Kae. Pagi
Ibu Normi datang laporan pada Nenek tentang sikap Normi. Disitu juga tampak Om Jamal (Kakak Ayah Norma), sementara ibu Kae sibuk memasak

IBU NORMI.
Kita mami yang hadapiki, saya sudah putus harapan.

OM JAMAL.
Aaaah, anak begitu jangan dikasih hati. Nanti saya yang hadapi.

ITC. Kae masih tiduran dikamarnya sambil nguping.

IBU NORMI.
Tapi jangan ki kasar Daeng, nanti nekad ki

OM JAMAL.
Itu mi makanya dia melawan, karena kamu maksanya setengah-setengah. Takut nekatlah, nekat,apaan

IBU NORMI.
Siapa tahu dia lari atau bunuh diriki

OM JAMAL.
Aaaah, dia juga” mikir, dia tahu rikonya kalau kawin lari, soal bunuh diri, nggak mungkin lah.

IBU NORMI.
Siapa tahu

OM JAMAL.
Jangan ko pikir macam-macam, dia juga mikir, pokoknya paksa – paksa saja, kalau mau paksa orang tapi masih pikir jangan sampai dia begini jangan sampai dia begitu, omonganmu tidak akan tegas. Pokoknya ya atau tidak, Ya tidak ada masalah, tidak tanggung resiko. Titik.
Cut to.
42. Int Rumah normi.Pagi.
Om Jamal memarahi Normi dikamarnya.

NORMI.
Saya siap, kalau mau kik pukul ka pukul makak Kalau perlu bunuh maka sekalian.

OM JAMAL.
Kutempeleng betul ko itu. Ini anak mau ko jadi anak durhaka, tidak tahu terima kasih, sekolah tinggi, jauh-¬jauh dikota besar malah tambah berlagu, tidak tahu terima kasih sudah lupa sama keluarga.

NORMI.
Saya terima kasih sekolahkan tinggi-tinggi, saya juga menghargai keluarga.

OM JAMAL.
Kalau menghargai keluarga, kenapa kamu tidak mau kawin sama sepupumu.

NORMI.
Saya bukan tidak mau kawin sama sepupu, seandainya agama mengijinkan orang kawin saudara kandungnya sendiri itu pun saya mau, yang sayu mau kalau kawin atas dasar paksaan, tidak dengan cinta

OM. JAMAL.
Cinta..cinta sana mako makan cinta, Bercinta mako terus sampai punya anak – anak haram. Tambah pintar bukannya mengangkat martabat keluarga, ini malah mau memberi aib keluarga.

NORMI.
Kalau saya disekolahkan untuk mengangkat martabat keluarga, justeru dengan saya menolak kawin paksa. bukan hanya mengangkat martabat keluarga om, tapi mengangkat martabat wanita.

Om Jamal gemes.

OM JAMAL.
Pintar mako bicara

NORMI.
Itu juga karena saya disekolahkan Om.

OM JAMAL
Oooh, jadi disekolahmu juga diajar ko supaya menentang orang tua, Mabbali bali ko sama orang tua Adat istiadat diinjak-injak.

NORMI
Diajari menentang kebatilan. Kesewenang-wenangan.
Juga kebiasaan jelek orang tua yang memaksakan kehendak yang bertentangan dengan hak asasi manusia

Om jamal tidak tahan, ia menampar Normi.

OM JAMAL
Makan ko sekolah mu, omong ko lagi kutambah. Pokoknya kamu harus kawin sama Kae, tidak ada alasan, kalau kamu macam-macam ku kasih patah kakimu.

Normi tambah menantang.

NORMI.
Pukul saja om. lebih baik saya disiksa sekarang dari pada saya disiksa seumur hidup dengan kawin sama Kae.

OM JAMAL
Apa mau ko ditambah lagi

Ibu Normi masuk ia kasihan melihat anaknya.

IBU NORMI.
Sudahmi Daeng

OM JAMAL.
Jangan ko bela anak macam begini. Itu mi makanya anakmu tidak ada yang mandengar omongang mu, ka sedikit-sedikit kasihan, akhirnya dia yang tidak kasihan sama kamu. Coba sekarang dia sudah berani mempermalukan kita semua. Dia begini juga gara-gala pengaruh laki-laki yang antar dia itu. Nanti kudatangi ki rumahnva.

NORMI
Dia tidak salah. Saya nggak mau sama Kak Kae bukan hanya karena dia. Tapi karena saya tidak cinta.

OM JAMAL.
Alla ! Cinta lagi, cinta lagi. Banyak juga orang kawin jangan kata nggak cinta, kenal juga belum, akhirnya lama kelamaan cinta tonji, bahagia tonji.

NORMI.
Iyya tapi banyak juga keluarga berantakan karena kawin paksa.

OM JAMAL.
Banyak juga yang kawin yang katanya cinta sangking cintanya sampe kawin lari, taunya akhirnya cerai juga kamu mau yang begitu.

NORMI.
Paling tidak diawali dengan kemauan untuk saling membahagiakan.

Karena tidak bisa menjawab, Om Jamal mendorong badan Normi sampai terjeremhab ke lantai Ibu Normi memeluk anaknya.

OM JAMAL
Dengar, sekali lagi dengar, kamu harus kawin sama Kae titik

Om Jamal meninggalkan kamar Normi, lalu membanting pintu, ibu memeluk anaknya. Keduanya menangis.

Cut to.
43. Int. Rumah Rijal .Pagi.
Setelah orang tuanya bicara keras dan mengatakan kalau biaya kuliahnya selama ini dari orang tua Ria. Rijal tampaknya mengalah dia tidak bisa berbuat apa-apa

RIJAL.
Yah sudahlah, saya pasti dianggap laki tidak bertanggung jawab.

AYAH RIJAL.
Bertanggung jawab kenapa? memang dia hamil ?

RIJAL.
Astagfirullah, saya sumpah sampai sekarang itu saya tidak pernah mau nekat sampai kesana.

AYAH RIJAL
Terus apa yang perlu dipertanggung jawabkan

RIJAL.
Lebih dari menghamili dia, saya sudah berjanji,
janjikan harus ditepati.

AYAH RIJAL.
Kenyataannya banyak sekali orang pacaran dengar janji muluk-muluk tapi tidak ditepati

RIJAL.
Jadi ayah mau anaknya dicap sebagai orang yang nggak bisa menepati janjinya

AYAH RIJAL
Untuk kali ini yah.

Rijal mengeluh.

RIJAL
Nasib orang yang sudah tergadai.

AYAH RIJAL.
Jangan ko bilang begitu.

RIJAL
Kenyataannya begitu

AYAH RIJAL.
Tidaak, H Nojeng mu itu sudah membantu kamu, membantu keluarga kita, apa salahnya kita membalas kebaikannya dengan menuruti kemauannya

Rijal menghela napas panjang Terdengar suara adzan

cut to.
44. Int. Sebuah Mesjid di Kampung. Malam
Beherapa. orang sholat berjamaah, diantaranya ada rijal. Orang-orang pada keluar sementara Rijal tinggal sendiri ia berdoa dengan khusu bahkan terdengar dalam doanya mudah – mudahan mariem mau mengampuni kesalahannya karena dia tidak bisa menepati janji karena dia sudah tergadai

Cut to
45. Int. Kamar Normi. Malam.
Normi menangis dikamarnya Beberapa saat kemudian Norma masuk

NORMA
Kak, besok orang mau datang melamar. Kakak mau ditunangkan dengan Kak kae

NORMI.
Tau dari mana

NORMA.
Dari rumanya kak Nenek, kudengarki Om Jamal bicara sama Nenek.

Normi termenung

Cut to
46. Int. Rumah Normi. Pagi.
Bebera pa orang tua tampak hadir, acara lamaran sudah siap dimulai, sementara dalam kamar masih terdengar suara tangisan Normi. Namun betapa kagetnya ibu Normi ketika masuk kamar ternyata suara tangis itu dari sebuah tape recorder, sementara Normi sendiri sudah tidak ada dikamar, ia meninggalkan secarik kertas yang berisi penolakan.
IBU NORMI
Normi lari.

Ibu Normi pingsan, Para tamu bergegas masuk kekamar. Emosi Om Jamal memuncak.

OM JAMAL.
Siri ini.. siri.. … Dia pasti lari kerumah laki-laki itu
Siapa yang tau rumahnya.

AYAH NORMI.
Norma itu pernah kesana

OM JAMAL.
Perna ko kerumahnya itu ?

NORMA
lyye Etta.

OM JAMAL.
He kamu, kan sekamar sama norma, jangan-jangan kamu sekongkol., kemana Normi?

NORMA
Tidak tau ka Etta

OM JAMAL.
Bohong kamu.

NORMA.
Bener tidak tau ka, saya bangun tidak ada mi dikamar tapi saya pikir pergi ji jalan-jalan

OM JAMAL.
kau ikut Siapa yang merasa to masiri, ikut ‘ Nipakasiri ka ini

Om Jamal mengeluarkan badiknya lalu dibaca-bacanya baru bergegas turun

Cut to.

47. Ext. Terminal Kampung. Pagi.
Beberapa orang memasuki area terminal, langsung berteriak.

SESEORANG.
Periksako semua angkot

Mereka ,berpencar Memeriksa isi angkot

Cut to

48. Int. Sebuah Angkot. Pagi.
Normi yang berada di angkot segera berlari

Cut to
49. Int. Angkot normi. Pagi.
Seseorang, melongok kedalam angkot, ternyata tidak ada penumpang

KERABAT I
Kosong, … Cari ko di WC
Cut to.
50. Int. Toilet Terminal. Pagi.
Normi tampak bersembunyi di toilet perempuan dengan mengenakkan celana panjang, jaket serta topi pet Serta ransel dipunggungnya, Ia melihat tulisan toilet perempuan
Cut to
51. Ext. Terminal Kampung. Pagi.
Seseorang menyarankan agar memeriksa toilet. Beberapa orang langsung menuju ke toilet perempuan. Ternyata kosong;

K ERABAT.
Tidak ada orang.

Cut to
52. Int. Toilet Pria. Pagi.
Normi bernapas lega, ia terduduk lemas

Cut to
53. Ext. Toilet. Pagi.
Seseorang keluar dari toilet wanita, langsung menuju toilet pria ia kebelet

Cut to
54. Int. Toilet Pria. Pagi.
Orang itu langsung masuk, ia menggedor WC Terdengar suara dari dalam kamar.

SESEORANG.
Siapa didalam ? buka pintu

OS. NORMI
Hummmmm

Orang itu keluar. NORMI terduduk lemas di WC

Cut to
55. Ext. Int. Rumah RIJAL. Siang.
Rombongan yang mencari Normi di temani Norma sudah sampai, dirumah Rijal . Keluarga Rijal kaget melihat kedatangan rombongan itu

OM JAMAL
Mana yang namanya Rijal

Rijal maju

RIJAL
Saya, ada apa .

OM JAMAL.
Jangan bertagak bodoh, kamu yang bawa lari Normi

RIJAL
Dari kemarin saya endak kemana-mana.

H Nojeng yang Juga ada disitu ikut maju. Saat itu sudah bebcrapa tetangga berdatangan

HAJI NOJENG.
Ada apa ini

OM JAMAL.
Kemanakan saya Normi, lari Pasti kesini ?

HAJI NOJENG.
Kok kita bisa pastikan kalau dia kesini ?
OM JAMAL.
Karena semua tempat yang biasa dia datangi sudah kita periksa tidak ada, sudah itu, dia membandel tidak mau ditunangkan gara-gara kamu kan (Dia menunjuk Rijal.)

HAJI NOJENG
Jangan kik marah dulu, karena kita disini juga bisa marah. Dia ini tidak pernah keluar, Dan kalau boleh saya marah, saya juga bisa marah, meski dia tidak ngomong sama saya secara terus terang, saya tahu kalau tadinya dia menolak dikawinkan dengan anak saya, karena karena kemanakan saudara, kalau pun dia tetap menolak dijodohkan saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya bisa terima, saya tidak berani bilang nipakasirikak soalnya saya mengerti perkembangan zaman, pergaulan anak sekarang Untungnya dia mau anak saya juga mau.

OM JAMAL.
Tapi ini Siri

HAJI NOJENG
Siri bagaimana ? tidak pantas bapak bicara siri disini, kecuali kalau jelas-jelas dia dibawa lari sama Syamessurijal, itu baru situ nipakasiri, sekarangkan tidak ada bukti.

OM JAMAL.
Ah, situ pasti sekongkol.

Dibilang begitu haji nojeng naik pitam juga. tetangga yang datang ikut siap-siap.
HAJI NOJENG.
bicara ta. Jangan bicara sekongkol, kalau situ tidak percaya silahkan geledah rumah ini, tapi kukasih ingat kik, kalau situ mau masuk periksa didalam rumah kalau situ menemukan Ponakanmu berarti Napakasiri ko, silahkan kalau mau marah, Tapi kalau ternyata tidak ada, situ yang pakasiri keluarga sini, artinya situ atau saya yang jadi mayat. Silahkan..

Menerima tantangan itu. Om Jamal tampak kendor ia berbalik bersama rombongannya naik ke motor masing-masing

Cut to.
56. Int. Rumah Normi. Siang.
Beberapa orang yang datang menanyakan keberadaan Normi ada juga yang melapor tentang ketidak berhasilan mereka menemukan Normi

KERABAT 1.
Diterminal tidak ada, mungkin sudah pergi mi.

Ibu Normi tidak bisa berkata apa-apa dia hanya menangis.

57. Int. Kamar Rijal. Siang.
Rijal sholat, ia berdoa demi keselamatan Normi, air matanya tampak berlinang Terdengar suara

Flash waktu ditempat wisata ketika ia menahan Normi

OS. RIJAL
Kamu laki-laki tidak punya malu, tidak bertanggung jawab, banci kalau kamu membiarkan Normi dikejar – ¬kejar gara-gara kamu !.

Flash Haji nojeng

HAJI NOJENG.
saya tahu kalau tadinya dia menolak dikawinkan dengan anak saya, karena karena kemanakan saudara, kalau pun dia tetap menolak dijodohkan saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya bisa terima, saya tidak berani bilang nipakasirikak soalnya saya mengerti perkembangan zaman, pergaulan anak sekarang Untungnya dia mau anak saya juga mau

Rijal menggeleng ia bingung

Cut to
58. Int. Rumah Normi. Siang.
Beberapa orang kerabat yang mencari Normi, pulang dengan tangan kosong. Pak Lurah atau salah seorang, yang dianggap berpendidikan memberikan nasehat

KERABAT
Dirumah temannya di Makssar tidak ada.

NENEK NORMI
Dari sana ko.

KERABAT
Iyye

NENEK NORMI
Kemana itu anak ?.

Om Jamal bersama rombongan datang

IBU NORMI
Ada ki disana

OM JAMAL
Tidak adai.

PAK LURAH
Anak laki-laki itu

OM JAMAL
Ada ji Katanya tidak pernah keluar kemanaki itu anak

PAK LURAH.
Paling tidak bisa dijadikan pelajaran

OM JAMAL.
Maksud pak lurah

PAK LURAH.
Yaah saman kita dulu sudah beda dengan saman sekarang. Anak sekarang sudah berani melawan Kalau mau dipaksa kawin katanva zaman Siti Nurbaya

OM JAMAL.
Makanna jangan dibiarkan Pokoknya saya akan cari Saya bukannya setuju kalau ada anak kawin lari atau bagaimana tapi kita juga orang tua mestinya kalau ada kemauan mestinya kita Tanya anaknva, mau apa tidak ?

OM JAMAL
Kalau dia tidak mau
.
PAK LURAH
Jangan dipaksa

OM JAMAL
Enak saja. Kalau in dibiarkan, satu kampung disini anak-anak pada ikut membandel tidak ada yang mau ikuti kemauan orang tua.

PAK LURAH
Kalau menurut pendapat saya, bukannya mereka tidak mau mengikuti kemauan orang tua tapi justeru kita orang tua yang suka memaksakan kehendak.

OM JAMAL.
Kalau memaksakan kehendak demi kebaikan mereka apa salahnya ?

PAK LURAH
Menurut kita mungkin baik, tapi menurut mereka belum tentu

OM JAMAL.
Dari apanya dia mau bilang belum tentu

PAK LURAH
Baik bagi kita belum tentu baik menurut orang lain. cocok menurut kita belum tentu cocok menurut orang lain., itu makanya ada yang namanya rapat, urung rembut, meeting segala macam, tujuannya untuk menyamakan pendapat.

OM JAMAL.
Kalau urusan kawin, ndak usah urung rembut segala, memangnya urusan negara Pokoknya kalau kudapatki itu anak kupatahkanngi kakinya, kalau ternyata anak laki-laki itu yang bawa lari, kuhabisi mentonggi

KELUARGA 1.
Jangan-jangan dia kebandara atau kepelabuhan ada kapal yang mau ke Jakarta

Cut to
59. Int. Rumah Rossy. Malam.
Rossy terima telpon Dari Normi

ROSSY.
jangan ko kesini dulu, tadi keluargamu kesini cari. lebih baik kerumahnya Nia, tapi telpon dia dulu siapa tahu mereka juga kesana.

Cut to
60. Ext. Sebuah Tempat. Siang.
Normi menutup HP. Nya menelpon lagi. Nia juga menelpon lewat HP.

NORMI
Halo, Nia yah ?

OS. NIA.
he Normi kau dimana

NORMI
Di..(sesuaikan tempatnya)
Tolong ka ,aku lari dari rumah

NIA.
Kenapa

NORMI.
aku mau dipaksa kan kawin sama sepupu ku

NIA.
Kak Rijal sudah tahu

NORMI.
Belum.

NIA
Terus gimana dong

NORMI
Makanya Aku bingung, aku mau kerumah rossy, katanya keluarga kesana

NIA
kau kerumahku saja

NORMI
Takutnya digerebek, juga

NIA.
Aduuuh gimana yah
Tiba-tiba ada nada selah masuk.

NORMI.
Sebentar yah, Ros Nelpon. Apa Ros.

ROSSY
Gini aja, lu ngumpet aja Dulu disitu, nanti gue jemput, lu di hotel gue aja.

NORMI
Iyya deh.

NORMI mematikan lalu bicara lagi sama Nia.

NORMI
Ros mau jemput aku

NIA.
Ya udah, nanti aku kesana

Cut to
61. Ext. Jalan Raya. Siang.
Dengan ransel dipunggungnya, Rijal dibonceng ojek melaju dijalan raya

Cut to
62. Ext.Int. Sebuah Hotel. Siang.
Normi dan Rossy turun dari mobil ia bergegas masuk ke dalam hotel, Rossy langsung minta kunci kamar dengan hormat resepsionis memberikan sebuah kunci

RESEPSIONIS
Buat siapa

ROSSY.
Buat temen gue Siapa pun yang Tanya dikasih tau

RESEPSIONIS
Iya

ROSSY
Jangan ada boleh masuk kekamar ini.
RESEPSIONIS.
IYYe

Rossy pergi, resepsionis bingung.

RESEPSIONIS.
Ada apa sih, tidak biasanya begitu.

RESEPSIONIS 1.
Kayaknya dia ngumpetin temannya.

RESEPSIONIS.
Iyya.

Cut to.
63. Ext.koridor Hotel. Siang.
Rossy berjalan diikuti Normi, tiba-tiba HP. Normi berdcring, ia melihat nomornya. Ia ragu.

ROSSY.
Siapa

NORMI.
Dart telpon umum

ROSSY
Angkat aja

NORMI.
Siapa tahu keluarga ku

ROSSY.
Biarin Aja kalau keluarga lu bilang aja lu sudah di Jakarta

Dengan tangan gemetar. Normi menerima telpon tersebut

NORMI.
(Ragu) Ha ha looo

OS. RIJAL
Ini kak Rijal, kamu dimana

NORMI.
Bener kak rijal ?

OS. RIJAL.
Iyya

NORMI.
Kak Rijal cinta sama Normi..

RIJAL.
Kalau nggak cinta saya nggak nyusulin.

NORMI.
Abang ke hotel Kamar. . (Disesuaikan saat shoting ).

RIJAL.
Tunggu yah, kakak kesana.

Normi tak kuat menahan tangisnya.

NORMI.
Buruan kak, nanti ketahuan.

RIJAL.
Tunggu yah.

Rijal menutup horn telpon, lihat kiri kanan, setelah dirasa aman, ia menyetop taxi yang lewat.

Cut to
64. Int. Kamar Hotel. Siang
Rossy duduk disamping Norma yang menangis ditempat tidur.

ROSSY.
Rencana lu bagaimana ?

NORMI
Aku ndak tahu.

ROSSY
Loh

Cut to.

65. Int. Loby Hotel Siang.
Tampak Rijal ditahan oleh Satpam hotel.

SYAMSUDDIN.
Kok Ndak ada, dia yang kasih saya nama hotelnya, nomor kamarnya aja saya lupa.

RESEPSIONIS
Bapak siapa ?

RIJAL.
Saya temannya dari Jakarta

RESEPSIONIS.
Tapi dia pesan enggak boleh kasih tahu siapa pun.

RIJAL.
Gini aja deh, hubungi kamarnya kasih tahu kalau rijal datang

Resepsionis menghubungi kamar Normi. Setelah bicara dan memberi tahu nama Rijal, ia memberi tahu Rijal nomor kamar Normi

RESEPSIONIS
Silahkan Pak kamar nomor.

RIJAL.
Terima kasih ya Mbak.

Rijal baru beranjak, Nia muncul langsung memanggil Rijal, rijal kaget.

NIA.
Kak rijal

RIJAL
eh Nia

NIA .
Normi dikamar berapa

RIJAL
(Terburuburu) Ayo ikut

Mereka menuju Lift

Cut to
66. Int. Kamar Hotel. Siang.
Normi masih terus menangis, Rossy memeluknya, bel berbunyi, Rossy bangkit mengintip lalu membuka pintu kamar, Rijal masuk diikuti Nia, Rossy langsung menutup pintu kembali

Begitu melihat Rijal tangis Normi langsung meledak ia memeluk erat Rijal.

NORMI.
Kak Rijal ! Saya sudah dibuang dari keluarga saya demi cinta saya sama Kakak, sekarang terserah kakak, kalau kakak takut menerima resiko, bunuh saya, saya lebih bahagia mati ditangan kakak demi bukti cinta saya dari pada mati ditangan mereka.

Rijal berusaha tegar, ia tidak mau cengeng namun keluar juga air matanya.

RIJAL.
Demi cinta kita, sbelum mereka melangkahi mayatku saya tidak akan membiarkan kamu tergores secuilpun dari mereka.

Ros dan Nia ikut terharu.

67. Ext. Pelabuhan Makasar. Siang.
Penumpang sudah berdatangan, Kapal penumpang yang akan mengangkut penumpang menuju Jakarta sudah bersandar. Diantara pengunjung, kita lihat Om JAMAL bersama beberapa orang sedang mencari-cari dan mengamati setiap calon penumpang

Cut to
68. Ext. Pintu, Masuk Pelabuhan. Pagi,
Tampak penjual markisa menawarkan barang dagangannya kepada calon
penurnpang yang memasuki areal pelabuhan, diatas mobil Rossy memasuki pintu pelabuhan.Rijal dan Normi dengan segenap cara penyamarannya. Duduk dibelakang.

Cut to.
69. Ext. Halaman Pelabuhan. Pagi.
Normi kaget.

NORMI.
Ha Om ku

Normi berpegangan erat dilengan Rijal

RIJAL.
Tenang Layar sudah kita kembangkan, sauh telah kita angkat, apapun yang terjadi kita hadapi bersama.

Om Jamal sedang celingukan mencari-cari, namun dia tidak bisa menghindar karna sudah dekat.

Cut to.
70. Int. Pos Polisi Pelabuhan. Pagi.
Pak Lurah sedang bicara dengan polisi di posnya.

PAK LURAH.
Dengan saya tidak mempan Pak, saya yakin dengan bapak mereka mau .Tolong pak, diberi penjelasan sebelum terlanjur terjadi sesuatu

Cut to.
71. Ext. Pintu Gerbang Pelabuhan. Pagi.
Mobil yang dikendarai rombongan keluarga Rijal memasuki pintu pelabuhan tampak haji Nojeng duduk didepan.

HAJI NOJENG
Langsung kedalam. Sejauh hanya mulut yang bicara jangan ada yang bertindak, tapi kalau ada darah yanq mengalir, bayar dengan darah

.Cut to
72. Ext. Int. Beberapa Tempat Sekitar Pelabuhan. Pagi
beberapa orang berlarian, ada juga Cuma melongok karena terjadi keributan

SESEORANG
Habisi ko

SESEORANG
Cambok mi, biar ko

YANG LAIN.
Bakar ! Bakar !.

Cut to
73. Int. Pos Polisi. Pagi.
Bersama Pak Lurah mereka melongok, yakin kalau Rijal lah yang dikeroyok, mereka berlarian keluar.

PAK LURAH.
Itu dia Pak !. Cepat kik Pak.

Cut to.
74. Ext. Halaman Pelabuhan. Pagi
Terjadi keributan oramg yang digebukin itu babak belur, sehingga susah dikenali wajahnya..
(Dialog Omprofisasi.)

Cut to.
75. Ext. Halaman Pelabuhan. Pagi.
Melihat diantara orang yang ribut itu ada yang mereka kenal, yaitu keluarga Normi, Rombongan keluarga Rijal berlarian dengan badik terhunus,

OM JAMAL.
Allllaaaahu Akbar !

Sementara itu Om jamal melihat kedatangan haji Nojeng, langsung juga memberi aba-aba untuk siap berantem.

OM JAMAL.
Siap-siap ko, datangi

Mereka pun pada menghunus badik sambil menyongsong kedatangan Pak H Nojeng cs Teriakan dan pekikan pertandingan terdcngar dari kedua belah pihak. Polisi melepaskan tembakan peringatan sambil memberi aba-aba mundur

POLISI.
Mundur ! Jangan main hakim sendiri ! Negara kita. ..negara hukum !

Om Jamal tampak geram.

OM JAMAL
Hukum ! Hukum, penjara atau kuburan itu resiko
membela harga diri. Dia Pakasiri ki dia yang nantang
harga diri pak

HAJI NOJENG tidak kalah garang
.
HAJI NOJENG.
Passang mi Pak, darah bayar darah, ponakan saya sudah Kena

OM JAMAL.
Kena apa telaco !.

HAJI NOJENG.
itu !.

Ia menunjuk kebekas kerumunan orang memukuli copet, yang ternyata tinggal copetnya yang, diseret polisi lain sementara perhatian orang tertuju pada mereka

POLISI
Itu copet Pak
Maaf Pak ada apa ini sebenarnya

OM JAMAL.
Keluarga dia melarikan ponakan saya !

HAJI NOJENG.
He ! Tunggu lulu Pak, saya tidak terima kalau mereka bilang keluarga saya melarikan ponakannya, ponakan saya justeru minggat belakangan.

PAK POLISI
Ooooh urusan anak muda Begini pak. Sebaiknya bapak-bapak ini tenang niat baik saja belum tentu jadi baik kalau dibicarakan dengan emosi, apalagi kalau niat jelek, pasti jelek. Cuma bapak harus yakin seyakin yakinnya, bahwa yang akan timbul adalah penyesalan Sekarang saya mau Tanya kik, kenapa anak itu lari.

OM JAMAL.
Karena dia tidak mau dikawinkan dengan sepupunya gara-gara cinta dengan anak muda bajingan itu

HAJI NOJENG.
Jangan ko bilang bajingan, jangan-jangan ponakan kamu yang…

POLISI.
Tenang pak, tenang., Sekarang saya Tanya kik, Kenapa dia atau keluarga Bapak mau bawa lari anak gadis orang.

HAJI NOJENG.
Maaf pak saya tidak terima kalau ponakan saya dibilang
bawa lari anak gadis orang, karena ponakan saya itu sudah ditunangkan dan sudah mau, gara-gara mereka datang kekampung saya mau mengamuk, akhirnya saya yakin karena rasa tanggung jawab dia minggat juga, saya belum yakin apa sekarang dia bersama anak gadis itu atau tidak.

OM JAMAL.
Aaah na sudah baku atur mi itu.

POLISI.
Tenang pak.

Cut to
76. Int. Sebuah Pojok Ruangan. Pagi.
Rijal dan Normi tampak ketakutan, mereka khawatir jangan-jangan keluarga mereka yang ribut. Rijal pamit pada Normi untuk melongok

RIJAL.
Sebentar saya lihat dulu,jangan-jangan mereka ketemu.

NORMI.
Hati-hati ki kak.
Tiba-tiba bunyi serene kapal berbunyi tiga kali

Cut to.
77. Ext. Halaman Pelabuhan. Pagi.
Polisi, memberi penjelasan.

POLISI
Tenang… tenang, saya sudah paham, ternyata
semuanya salah…semuanya benar.
Permasalahannya begini:
Saya paham betul kalau bapak ini (Kc Om Jamal) merasa nipakasiri seanadainya anak laki-laki itu bawa lari keluarga bapak. Cuma masalanya mereka itu sudah dibilang dewasa karena sudah lebih dari 17 tahun, secara hukum dianggap sudah dewasa, sudah mampu menentukan mana yang baik menurut mereka. Masalah yang lain, ternyata laki-lakinya sebelumnya memperlihatkan niat baik dengan datang kerumah keluarga sang gadis, itu niat baik, itu penghargaan, Cuma masalahnya, jadi tidak baik, jadi pengacau karenu dari keluarga ada rencana lain yaitu menjodohkan siperempuan dengan sepupunya yang ternyata si gadis tidak suka. Secara pemikiran kita orang tua, si gadis ini memang kurang ajar, memilih orang lain dibanding dengan sepupunya, Cuma kita harus maklum si Gadis ini adalah manusia yang punya Halk Asasi untuk memilih, ternyata perasaan cinta, suka, membuat dia memilih laki-laki lain, tidak sesuai dengan pilihan orang tua dan keluarga membuat orang tua dan keluarga tersinggung. Ketersinggungan orang tua terjadi karena merasa dia yang melahirkan dan membesarkan kenapa anak ini melawan. Naaah anak ini melawan bukan salah anak ini seluruhnya, bisa jadi karena kita salah mendidik, atau kita terlalu memaksakan kehendak. Kebanyakan kita ini yang menggap diri orang tua, tidak memberi peluang pada anak-anak kita untuk bicara, kalau toh diberi peluang, kita tidak dengar karena kita anggap anak-anak. Akibat dari itu, anak-anak kita banyak yang tertutup, tidak mau membicarakan hal-hal yang dianggap pribadi kenapa karena nanti dimarahi Kalau kita membiasakan diri bicara secara terbuka, dan saling, menghargai pendapat, tidak akan terjadi hal semacam ini. Semestinya kalau anak itu karena satu hal yang tidak bisa tidak harus kita jodohkan, mestinya dari awal kita tau, kenapa tunangkan, alasannya apa? Si anak juga harus. berani bicara, kalau tidak setuju kenapa ‘ jangan diam saja, karena orang-orang tua kita beranggapan diam itu berarti setuju, pada hal kenyataannya belum tentu, bisa saja diam itu penolakan secara halus, dan begitu ada kesempatan dia berontak.Ya Pak yah.

Cut to
78. Ext. Tangga Kapal. Siang.
Rijal dan Normi menaiki tangga kapal dengan terburu-buru

Cut to
79. Ext. Pelabuhan. Siang.
Pak Polisi masih bicara

POLIS1.
Yang harus kita ingat bahwa kalau kita sampai membunuh, keluarga orang yang kita bunuh itu juga siri karena keluarganya dibunuh, akhirnya terus menerus begitu saling membunuh, nah kalau masuk penjara siapa yang cari makan .Akhirnya keluarga ikut menderita, anak-anak tidak bisa bayar sekolah segala macam, turunan kita bodoh lagi Jadi kalau ada masalah pikirkan dengan tenang, bicarakan dengan baik Ayo pak kita cari bersama-sama, jangan ada yang bertindak ceroboh, sava yakin kita bisa temukan jalan keluar yang terbaik.

Cut to.
80. Ext. Lambung kapal. Pagi.
Rijal dan Normi melambaikan tangan.

Cut to.
81. Ext. Pelabuhan. Pagi.
Para pengantar melambaikan tangan,

OM JAMAL.
Itu dia pak !

Pak Polisi tersenyum, la1u melambaikan tangan. Pak polisi Memberi isyarat pada Om Jamal agar melambaikan tangan, sedikit demi sedikit tangan terbuka dan melambai mesti tidak diangkat, begitu juga rombongan Haji nojeng.

Selesai

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: