GELANDANGAN ITU TELAH PERGI

“ GELANDANGAN” ITU TELAH PERGI
-Dr.SYAHRIAR TAT0 –
in memorium Drs.Ridwan Efendy MA

Kematian itu hanyalah jarak semu.
Gelandangan intelek itu
telah berada di tempat yang jauh
dan penuh cahaya gemerlap.
Segemerlap cahaya lampu diskotik “ M “ club
yang pernah menjarah jiwamu dan jiwaku.
Dan aku termangu dalam sunyi,
menanti untuk bertemu
tapi bila kita bisa ketemu lagi
Bila masih ada diskotik disana.

Aku sangat merindukan
Senyum dan canda tawa mu
Yang selalu menghiasi hari-hari
Di gedung kesenian Sociteid de Harmonie.

Namun Tuhan telah merenggut mu
Tuhan bertakdir lain
Kita berpisah dalam jarak maya
Hanya hati luka yang bertulis namamu
Dan hati’ku remuk dalam duka

Dalam gelora malam
Aku terduduk di bangku daeng Amir.
Dadaku hampir meledak
menahan isak dan tangis
Tampa derai air mata

Wahai Gelandanganku ku yang berwajah “sinis”
Dengan lakon kocak berjuta canda.
Seperti apakah bakamu sekarang?
jauh lebih indahkah dari Fanamu sebelumnya?

Aku hanya selalu berdo’a
Agar kau selalu bahagia dan tenang disana
Dan Tuhan selalu menyayangimu,
Malaikat malaikat selalu menjagamu.
Agar kau tidak kabur dari “sana”.

Wahai sahabat sahabatnya yang tertinggal.
Telah kau saksikan seorang hamba meregang nyawa
Melepaskan apa yg pernah dia nikmati
Meninggalkan apa yg ia cintai
Meninggalkan apa yg telah menjadi kekasihnya.

Wahai Sang Pencipta.
Aku tak pernah tahu
apa yg terjadi dengannya?
Bagaimana ia mengalami sakaratul maut?
Bagaimana detik – detik menjelang kematiannya?
Apa yang ia rasakan ?
Apa yang ia lihat ?
Apa yg dia pikirkan saat itu ?

Wahai Mungkar dan Nakir
Ketika kematian menjemputnya
Ketika ia tinggalkan dunia
dengan berbagai macam sanjungan maupun fitnah
Bagaimana dengan orang orang
yang mencintai dan ia cintai
Menangiskah mereka?
Atau bahagiakah mereka setelah kepergiannya?
Apa mereka masih mengingat ?
Atau mereka melupakan nya?
Apa mereka mengirimkan untuknya doa doa indah?
Atau mereka mengirimkannya amarah dan cacian?

Wahai sahabatku dialam kubur
Jika Malaikat “ Sang Penanya” datang menghampirimu
Bagaimana bentuk wajahnya?
Apa dia datang dengan wajah senyum berseri?
Atau Mereka datang dengan wajah hitam legam
dengan aroma tak sedap
Dan Malaikat itu.
Apa yg akan dia tanyakan kepadamu?
Mampukan kau menjawabnya?
Dengan segenggam amalan dan segenggam dosa.
Yang masih kabur makna?

Wahai sahabatku dalam kegelapan.
Apa yg terjadi dgn jasadmu?
Luruhkah ia dalam kedalam bumi?

Ya Robb Ya Kabir
Ketika ia dibangkitkan.
Dalam keadaan apa ia menghadapMu?
Dengan wajah tertunduk penuh hina?
Atau dengan wajah putih berseri
Ketika ia digiring berjalan
Kemana akan ditempatkan
Apa jalan lurus menuju neraka?
Atau jalan lurus menuju surga?

Ya Robb Ya Rahman Ya Rahim.
Ampuni segala dosa dan kehilafannya
Ampuni segala maksiat yg telah menjadi bagian hidup kami.
Ampuni nafsu kami yg melebihi batas

Ya Robb Ya Muttakabbir
Ijinkan Kami bersama orang orang yg ENGKAU cintai.
Ijinkan kami mengikuti orang orang yg ENGKAU sayangi.
Karena kamipun tahu
Bahwa kami akan bersama orang yg kami cintai.
Kelak didunia sana.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: