SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE I

I. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 1

( Episode SANGIANG SERRI DAN TO MANURUNG )

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02.EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE – PAGI HARI.

(tokoh cerita : PATOTOGE, DATU PALINGEQ, SINAUQ TOJA. GURU RISELLEQ.)

(Opening Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Atas kehendak Sang Patotoqe, bersamaan terciptanya Kerajaan Langit, tercipta jugalah Kerajaan Peretiwi yang berada di dunia bawah. Sang Patotoqe lalu mengirim saudara kembar perempuannya bernama Sinauq Toja menjadi penguasa di Kerajaan Peretiwi. Sinauq Toja bersama dengan suaminya Guru Riselleq, yang juga saudara kembar Datu Palingeq, mereka menjadi penguasa dwi-tunggal di Kerajaan Peretiwi.di istana Buriq Liuq.
Di antara Kerajaan Langit dan Kerajaan Peretiwi yang dihuni oleh para dewa, terciptalah juga Kerajaan Bumi. Namun untuk jangka waktu yang sangat lama, Kerajaan Bumi dibiarkan kosong tanpa penghuni.

CUT TO.

03 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita :PATOTOGE, DATU PALINGEQ, DAYANG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Fajar menyingsing di Boting Langiq tempat kediaman pasangan dewata Datu Patotoq dan Datu Palingeq. Begitu bangun dari tidur, mereka menyuruh untuk memanggil anak bungsu perempuan mereka yang bernama We Oddang Riuq supaya datang menghadap.

PATOTOQE :

Dayang , Panggilkan anakku We Oddang Riuq segera
Datang menghadap kami ayah bundanya.

CUT TO.

04 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : WE ODDANG RIUQ , DAYANG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Berbilang waktu berlalu, namun anak mereka itu tidak mau keluar dari biliknya. Karena setiap kali We Oddang Riuq keluar dari biliknya, semua penghuni Boting Langiq, terutama para anak dewata seakan akan menjadi gila melihat kecantikannya, sehingga semuanya berkeinginan untuk memperisterikannya tanpa mempedulikan perbedaan derajat yang terbentang diantara mereka. Hal itu dianggap Pamali dan dapat mangakibatkan bencana di Boting Langiq.

CUT TO.

05 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kenyataan ini membawa kekhawatiran di kalangan para Dewa di Boting Langiq, hingga pada akhirnya Patotoqe dan isterinya Datu Palingeq berkeputusan anaknya We Oddang Riuq haruslah dikawinkan segera dengan calon suami yang sederajat dengan We Oddang Riuq, yang dia akan pilih sendiri.

PATOTOQE :

Kur jiwamu, Paduka Istriku Datu Palingeq,Semoga
datanglah semangat kahyanganmu, sepertinya, mau tidak
mau anak kita We Oddang Riuq harus segera kita akan
kawinkan. Tetapi siapa anak dewata yang sederajat yang
pantas Untuk menjadi suaminya?

CUT TO.

06 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, ODDANG MPATARA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Untuk memungkinkan pemilihan calon suami We Oddang Riuq maka diadakanlah pesta sabungan ayam besar, dengan ketentuan semua anak dewata sebagai penyabung. Gagasan itu adalah ide seorang dewata yang bernama Oddang Mpatara dan bergelar To Palanroe ri Ale Kawa , yang berarti “Si Pandai Besi di lnduk Bumi”. Oddang Mpatara adalah kakak Patotoqe dan Datu Palingeq yang bersemayam di puncak Gunung Latimojong, gunung suci di tanah Luwuq.

ODDANG MPATARA :

Kur jiwamu, Paduka Patotoqe dan Datu Palingeq,Semoga
datanglah semangat kahyanganmu, Untuk menentukan
calon suami dari We Oddang Riuq, Kita akan mengadakan
pesta sabungan ayam secara besar-besaran dan
mengundang semua anak dewata yang sederajat
dengannya Sebagai penyabung.

CUT TO.

07 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Namun Ketika We Oddang Riuq keluar ke gelanggang sabungan ayam, Arena seakan bertabur cahaya , karena dari wujud tubuh We Oddang riuq terpancar cahaya begitu gemerlap karena cahaya kecantikannya, sehingga tertembus olehnya tujuh lapis kelambunya dan tujuh lapis pakaiannya, dan kelihatan seolah-olah wujud tubuhnya telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang membalutnya. Akibatnya, para anak dewata penyabung pingsan semua; dan mereka barulah tersadar kembali sesudah mereka dipercikkan dengan air suci yang dinamakan “air tawar yang dingin dari Latimojong” dengan menggunakan rambut panjang We Oddang Riuq sendiri sebagai pemercik.

CUT TO.

08 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kejadian di arena sabung ayam itu menjadi kenyataan pahit yang harus diterima oleh pasangan dewata Patotoqe dan isterinya Datu Palingeq. Mereka menarik kesimpulan bahwa anak mereka We Oddang Riuq harus pergi tinggal jauh dari langit. Telah bulat hati mereka mengambil keputusan untuk mengulurkannya ke Dunia tengah “ Aleq Linoq “

PATOTOQE :

Kur jiwamu, Paduka istriku Datu Palingeq,Semoga
Datanglah semangat kahyanganmu , Ikhlaskan Anakmu
We Oddang Riuq Untuk di ulurkan Ke Aleq linoq, ini sudah
suratan takdir yang telah digariskan dewata padanya, Untuk
menjadi titisan dewata di Aleq linoq.

09 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Prosesi mengulurkan We Oddang Riuq ke Aleq Linoq sesuai tata cara yang berlaku Untuk para dewata pun telah direncanakan . Supaya proses itu dapat dilakukan dengan baik, terlebih dahulu We Oddang Riuq harus tidak disadarkan terlebih dahulu, dan untuk itu dia diperciki dengan “air kebingungan” yang dinamakan “uwae maling”. Prosesi ini dilakukan sendiri oleh Datu Patotoqe dengan memakai ujung kerisnya. Lalu kemudian, We Oddang Riuq dibaringkan ke dalam usungan tempat dia akan diulur ke dunia bawah “ Aleq Linoq”.

DATU PALINGEQ :

Kur jiwamu, Paduka Anakku We Oddang riuq, semoga
Datanglah semangat kahyanganmu, turunlah Engkau ke
Aleq Linoq,Turunlah bersama cinta kami para Dewata di
Boting langiq, hanya bentukmu anakku We Oddang Riuq
Akan Berubah, bukan nasibmu. Nasibmu ialah dicintai oleh
Semua orang, dan akan terus dicintai oleh semua orang.

CUT TO.

10 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, AJI PALEWO, SIMPURU SIANG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kabar tentang akan diulurkannya We Oddang Riuq Ke Dunia Tengah “ Aleq Linoq” membuat Kerajaan Boting Langiq menjadi Geger. Semua anak dewata mengamuk termasuk di antaranya saudara kembar We Oddang Riuq yang bernama Aji Palewo dan anaknya Simpuru Siang. Mereka bertekad mau menyusul ke Bumi kalau We Oddang Riuq jadi diulurkan ke Aleq Linoq. Patotoqe khawatir Jangan-jangan Boting Langiq menjadi kosong kalau hal itu sampai terjadi, rencana penguluran akhirnya ditiadakan. Namun We Oddang Riuq sudah terlanjur dipingsankan, tidak mungkin lagi dia disadarkan kembali. Terpaksa We Oddang riuq diperlakukan dan diupacarakan seperti orang mati selama 40 hari dan 40 malam.

CUT TO.

11 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Pada hari keempat puluh, pada waktu Datu Patotoqe sedang berdo’a “napalari-na ajimemenna”, timbullah ide baru dalam pikirannya. Sebaiknya, We Oddang Riuq diciptakan kembali dengan mewujud Dalam bentuk lain oleh Papunnaie. Yang dimaksudkan dengan nama Papunnaie yaitu “Yang Mempunyai Kita”, ialah Dewata Seuwae, atau Tuhan yang Tunggal. Bentuk baru yang dimaksudkan bagi We Oddang Riuq ialah padi atau Sangiang Serri.

CUT TO.

12 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ,TO PALANROE, TO PAQBAREQBAREQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Datu Patotoqe dan isterinya berunding dengan To Palanroe serta dengan dewata lain yang bernama To Paqbareq-bareq-ede “Si Pembuat”, kakak mereka yang juga bersemayam di Gunung Latimojong di tempat yang bernama Leteng Riuq.

TO PAQBAREQ BAREQ :

Kur jiwamu, Paduka Adikku Patotoqe dan paduka adikku
Datu Palingeq , semoga Datanglah segala semangat
kahyanganmu. Janganlah adinda berdua khawatir akan
nasib anakda We Oddang Riuq, karena hiasan kuku We
Oddang Riuq akan menjadi ikan besar yang beraneka
macam, sedangkan rambutnya yang terjalin panjang akan
menjadi pohon kelapa yang akan menghasilkan buah
kelapa yang enak, serta tuak yang sedap diminum Sebagai
lauk pauk pengiring nasi.

CUT TO.

13 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ,TO PALANROE BILLAQ TAKKAJOE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Agar Supaya We Oddang Riuq dapat berubah bentuk menjadi Sangiang Serri, Maka dilakukan prosesi yang berlaku atas perkenaan para Dewata. We Oddang Riuq harus dulu dicincang halus seperti tepung. Yang diminta melakukan pekerjaan itu adalah dewata , adik Datu Patotoq yang bernama Billaq Takkajo Wero Sianre yang berarti “Kilat yang Beradu, Petir yang Sabung-menyabung”. Dewata itu adalah penguasa negeri Marapettang, yaitu sebuah negeri yang merupakan pintu gerbang masuk ke dunia orang mati di lautan sebelah barat. Namun Billaq Takkajo enggan melakukan pekerjaan itu, karena katanya nasib yang sudah ditentukan bagi seseorang tidak boleh diubah.

BILLA TAKKAJOE :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Patotoqe dan paduka
Kakanda Datu Palingeq, semoga Datanglah semangat
kahyanganmu, nasib yang sudah ditentukan bagi
seseorang tidak boleh diubah. maaf adinda tak mampuh
melaksanakan perintah Paduka.

PATOTOQE :

Kur Jiwamu, Paduka Adinda Billaq Takkajoe, hanya bentuk
wujud We Oddang Riuq akan diubah, bukan nasibnya.
Nasibnya ialah dicintai oleh semua orang dan sesudah dia
menjadi padi,We Oddang Riuq akan terus dicintai oleh
semua orang.

CUT TO.

14 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, TO PALANROE BILLAQ TAKKAJOE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Tetapi Billaq Takkajoe tetap saja masih ragu-ragu, Ia masih saja khawatir kalau-kalau orang tidak menyukai We Oddang Riuq sesudah dia menjadi Sangiang Serri nanti. Untuk meyakinkannya, To Palanroe bertitah kepada Billaq Takkajoe .

TO PALANROE:

Jadilah atas kehendak Dewata , salah satu perhiasan
kuku We Oddang Riuq menjadi ikan, sehelai rambutnya
menjadi kelapa,dan sepotong baju suteranya yang
bersungkitan menjadi sorghum atau gandung yang kuning
putih dan merah, sekoi atau jawawut yang berkaitan, jelai
yang berbulir, segala macam sayur-sayuran dan ribuan
burung.

DATU PALINGEQ :

Lalu semuanya dimasak dan dihidangkan kepada penghuni
langit yang sangat senang dengan makanan itu.

Dalam sekejab saja semua terhidang didepan para dewata, para Dewata lalu melahapnya tampa tersisa sebulirpun.

PARA DEWA :

Sungguh enak rasanya makanan Sangiang Serri ini?

TO PALANROE :

Ini baru lauk-pauknya. Tapi yang akan disebut padi jauh
Lebih Enak dari lauk-pauk itu.

CUT TO.

15 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, TO PALANROE BILLAQ TAKKAJOE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Sekarang Billaq Takkajo siap sedia untuk mencincang We Oddang Riuq. Untuk Pekerjaan itu diperlukan prosesi supaya rohnya dapat dipindahkan ke dunia orang mati yang disebut Amalingeng atau “tempat kebingungan” oleh dewata penguasanya yang bernama La Wero Ileq atau “Kilauan Kilat”, sesudah diseberangkan melalui “api bernyala”.

Sebelum pekerjaan itu dimulai, para pendeta Bissu mengadakan upacara yang disebut “Lawolo”, dengan menyanyikan lagu suci . Lalu We Oddang Riuq dicincang di atas batu yang disebut “batu kilat” yang berasal dari Gunung Latimojong, dan hasil cincangannya dimasukkan ke dalam sebuah guci yang dijaga selama 70 hari dan 70 malam.

CUT TO.

16 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, PUANG MATOA, TO PALANROE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Setelah 70 hari dan 70 malam terlewati ,tibalah saatnya guci itu akan dibuka. Waktu guci itu mau dibuka, tutupnya baru mau terbuka sesudah Puang Matoa atau pendeta agung dari Leteng Riuq menyanyikan sebua lagu suci yang disebut memmang, dan sesudah To Palanroe membaca mantranya. Akhirnya, guci itu terbuka, ternyata We Oddang Riuq sudah berubah bentuk menjadi sebatang padi.

CUT TO.

17 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, PUANG MATOA,TO PALANROE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Prosesi penguluran padi ke sebelah barat Dunia Tengah , pada suatu tempat yang dinamakan “pusar tanah kemenyan”. Dalam prosesi itu, timbul banyak kesulitan. Pertama-tama usungan Sangiang Serri tidak mau bergerak sebelum dua Puang Matoa menyanyikan memmangnya . Sesudah dia tiba di Dunia tengah “Aleq Linoq”, padi tidak mau tegak meskipun dua Puang Matoa lain memercikkannya dengan air suci passiliq dan meskipun para Bissu melakukan saboq yaitu tarian keliling yang diiringi nyanyian. Malah para penari Bissu itu tertimpa kebisuan. Baru sesudah Datu Patotoq dan Datu Palingeq sendiri turun ke Bumi dan membaca mantra mereka, padi mau juga tegak meskipun belum mau menghijau.

CUT TO.

18 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, PUANG MATOA,TO PALANROE, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Sesudah To Palanroe mengucapkan lagi memmang dan memercikkan para pengikut Sangiang Serri dengan air suci, mereka itu menjelma menjadi macam-macam binatang perusak padi seperti burung pipit, walang sangit, ulat, belalang dan babi, sedangkan ibu susuan We Oddang Riuq menjelma menjadi si kucing yang tiga macam warna bulunya atau meong mpalo karellae, yaitu penjaga dan pembela padi.

Sementara itu ribuan sepupunya yang berderajat lebih rendah daripada We Oddang Riuq , yang tadinya mau memperisterikannya, menjelma menjadi badai yang biasa merusakkan padi, sedangkan tujuh sepupunya yang sederajat dengan dia menjelma menjadi tujuh perbintangan yang mendatangkan hujan yang baik bagi padi.

Kemudian ikan-ikan besar segala macam yang berasal dari hiasan kuku We Oddang Riuq di serahkan kepada Billaq Takkajo yang menjadi penjaganya di “sungai yang gelap gulita” di Marapettang, dan baru akan dapat ditangkap oleh manusia yang betul-betul rajin menyembah dewata.

CUT TO.

19 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, LETTE PATALOQ,WE REMMANG GUTTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Sesudah tujuh bulan di Bumi, padi telah berkembang biak. Pada suatu hari Sangiang Serri menjelma kembali berbentuk We Oddang Riuq dan dia naik kembali ke Ujung Langit diikuti oleh ibu susuannya. Di situ, dia memberitahukan Datu Patotoq dan Datu Palingeq bahwa yang makan padi di Bumi hanya binatang-binatang dan burung-burung, sedangkan belum ada manusia yang tahu makan padi; mereka makan sagu terus. Maka pasangan dewata mengambil keputusan, cucu To Palanroe yang bernama Lette’ Pataloq, anak Tellettuq Sompa, akan dikawinkan dengan We Remmang Guttuq dan mereka akan diulur ke Bumi uniuk memberikan pengajaran tentang padi kepada manusia.

CUT TO.

20 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, LETTE PATALOQ,WE REMMANG GUTTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Pada pesta perkawinan Letteq Pataloq dengan We Remmang Guttuq itu, diadakan jamuan besar, dan untuk itu dibakar ribuan kerbau serta ikan yang terbang sendiri dari Marapettang ke Langit, dan dimasak pula lauk-pauk serta nasi, yang baru untuk pertama kali dirasakan rasanya oleh seisi Langit. Baru para dewata dan anak dewata dapat meyakinkan diri tentang kesedapan nasi itu. Sesudah upacara perkawinan selesai dan sesudah memmang diucapkan lagi oleh Pendeta Agung Puncak Langit, pasangan Letteq Pataloq dan We Remmang Guttuq diulurkan ke pusat Bumi, di mana mereka akan mengajarkan manusia caranya menuai dan menumbuk padi, memasak nasi, dan menjalankan upacara yang wajib bagi pertanian padi.

CUT TO.

21 .EXTERIOR KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, WE ODDANG RIUQ, LETTE PATALOQ,WE REMMANG GUTTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Meskipun demikian, Sangiang Serri belum puas sepenuhnya, karena di Bumi belum ada saudara sederajat dengan dia yang dapat menemaninya. Katanya, Letteq Pataloq dan isterinya hanya kemenakan, yang tidak dapat mendampinginya. Oleh sebab itu, Datu Patotoq memberitahu bahwa dia akan menurunkan anak sulungnya sendiri, yaitu La Togeq Langiq Batara Guru, yang akan menjadi raja di Luwuq, dan bahwa Batara Guru itu akan disusul oleh banyak lagi to manurung dan to tompoq yang akan mendirikan kerajaan-kerajaan lain. Sesudah dia mendengar perkataan itu, Sangiang Serri kembali ke tempat kediamannya di Bumi di mana dia makin berkembang biak.

CUT TO.

22 .EXTERIOR-INTERIOR. KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, BATARA GURU EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Ayam berkokok bersahut-sahutan pertanda fajar telah mulai menyingsing di ufuk timur. Ketika Sang Patotoqe terbangun dari tidurnya, sinar matahari sudah menembus ruang-ruang istana Sao Kutta Pareppaqe di Boting Langiq.Sang Patotoqe pun segera bangun dari tempat peraduannya . Ia meregangkan otot-ototnya sambil menikmati sinar matahari serta kesegaran udara langit di pagi hari.

Sang Patotoqe menuju jendela istana ketika mendengar suara ribut-ribut di pekarangan istana.Lalu Sang Patotoqe pun menyaksikan latihan perang antara sesama pasukan dewa. Sang Patotoqe sangat gembira melihat putra sulungnya La Togeq Langiq “Batara Guru” yang Setiap pagi rajin mengikuti latihan perang.

PATOTOQE

Kur jiwamu, Paduka Ananda Batara Guru , Semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Padahal sebagai putra
Titisan penguasa Kerajaan Langit Datu Patotoqe, tanpa
Melakukan latihan perang pun Engkau Togeq Langiq akan
selalu menang.Aku kian yakin Engkau sangat cocok untuk
menjadi To Manurung penguasa di dunia Tengah Aleq
Linoq. Karena kehidupan di bumi adalah kerja keras,
Resopa temmangingi namalomo naletei pammase
Dewata Seuwae.

CUT TO.

23 .INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, BATARA GURU,LA TAU PANCEK, LA TAU BULENG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Bangga rasa hati penguasa kerajaan Boting Langiq melihat keperkasaan putra sulungnya itu. Patotoqe terus tersenyum menyaksikan putranya Batara Guru berperang melawan La Tau Pancek dan La Tau Buleng. Kedua panglima perang tersebut bergantian menyerang La Togeq Langiq, tapi La Togeq Langiq sangat tangkas mengalahkan keduanya.

PATOTOQE

Ketangkasan dan Keterampilan seperti itu memang sangat
dibutuhkan di Aleq linoq kelak. Untuk keahlian dan
keterampilan, Manusia di bumi memang Semua butuh
latihan dan ketekunan.

CUT TO.

24 .INTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Dengan gembira Patotoqe melangkah menuju jendela yang lain Untuk menyaksikan gelanggang sabung ayam.betapa terkejut Patotoqe ketika melihat gelanggang sabung ayam dalam keadaan kosong. Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba, dua bersaudara yang bertugas sebagai penjaga ayam, juga tidak ada di tempat Patotoqe sangat murka melihat kenyataan ini.

PATOTOQE :

Kemana perginya penjaga penjaga ayam itu ? tidak
Biasanya gelanggang sabung ayam itu sepi seperti ini?

CUT TO.

25 .EXTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Semua penghuni Kerajaan Langit menjadi panik mendengar kemurkaan Patotoqe yang menggelegar mengguncang langit, Para dewata tidak tahu menahu kepergian Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba. Karena tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya, Patotoqe kembali murka karena ia mendengar suara bergemuruh dari aleq Linoq .Berarti ada makhluk yang mengunjungi Dunia Tengah tanpa seizinnya.

PATOTOQE :

Tak boleh ada satu Dewa pun yang boleh meninggalkan
Boting Langiq tanpa seizinku.Bila kedua penjaga ayam itu
muncul tanpa membawa kabar yang menyenangkan maka
keduanya akan kukutuk menjadi oro.

CUT TO.

26 .EXTERIOR- DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ .

(tokoh cerita : RUMA MAKKOMPONG, RUKKELLENG MPOBA )

Sementara itu Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba yang sedang berjalan-jalan ke bumi terkejut mendengar ultimatum Sang Patotoqe dari atas langit yang menggelegar bersama guntur. Bumi tempat pijakan keduanya pun tergoncang hebat.

RUKKELLENG MPOBA :

Celaka kita Ruma Makkompong,Kita akan kena murka
Patotoqe. Aku sangat takut dikutuk jadi Oro.

RUMA MAKKOMPONG :

Cepat Rukkelleng Mpoba, kita bergegas naik ke Kerajaan
Langiq

Dengan gemetaran Ruma Makkompong menarik tangan Rukkelleng Mpoba. Keduanya pun bergegas menuju Boting Langiq.

CUT TO.

27. INTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Di Balairung Kerajaan Boting Langiq telah berkumpul para Dewata. Patotoqe masih nampak marah ketika kedua penjaga ayam tersebut tiba di Istana Sao Kutta Pareppaqe.

PATOTOQE ( Murka )

Kalian sudah melalaikan tugas. Coba bayangkan apa yang
terjadi bila ayam-ayam tersebut berkeliaran menuju Dunia
Tengah Aleq linoq?
bila ayam tersebut berkeliaran sampai ke bumi sebelum
waktunya kita mengirimkannya ke bumi, maka ayam-ayam
tersebut akan berubah menjadi monster dan musuh yang
sangat menakutkan bagi manusia kelak.

Kedua penjaga ayam tersebut semakin gemetaran, mereka hanya terdiam karena takut kena kutuk Patotoqe.

PATOTOQE

Sekali lagi saya ingatkan pada kalian para Dewa yang ada
di kerajaan Boting Langiq ini.Tak boleh ada makhluk lain
yang menyentuh bumi sebelum ada manusia yang tinggal
di bumi. Aku sudah memutuskan bahwa manusia menjadi
makhluk pertama yang akan menghuni Aleq Linoq. Makhluk
yang datang kemudian akan menjadi abdinya.

Seketika Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba saling bertatapan mendengar murka Patotoqe. Mereka merasa telah lancang berkunjung ke bumi tanpa seizin Patotoqe. Pun keduanya sudah melalaikan tugas mereka menjaga ayam sabung Patotoqe.

PATOTOQE

Darimana saja kalian tanpa ijin dariku ?

Ruma Makkompong menyentuh lengan Rukkelleng Mpoba. Rukkelleng Mpoba tahu maksud saudaranya tersebut, ia pun langsung menjawab dengan terbata bata.

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Paduka Tuanku! Kami tidak sengaja berjalan-jalan
ke bumi. Sekali lagi ampunkan hamba berdua yang telah
lancing menginjak bumi tanpa seijin Paduka Tuanku Datu
Patotoqe

PATOTOQE

Hah, apa ? Ke bumi?.Kalian benar-benar ceroboh. Hampir
Saja kalian mengacaukan bumi. Engkau Ruma
Makkompong, bukankah tugasmu juga menurunkan angina
ribut ke bumi. Dan Engkau Rukkelleng Mpoba, tugasmu
adalah membangkitkan badai. Bagaimana nasib bumi
sekiranya kalian berdua iseng-iseng membangkit
kan badai dan angin ribut di bumi?

Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba menunduk lesu. Keduanya diam membisu. Tak satupun kata yang bisa mereka ucapkan mendengar kemarahan Datu Patotoqe.

PATOTOQE:

Baiklah! Bagaimana keadaan bumi yang setahu saya masih
Dalam keadaan kosong itu ?”

RUMA MAKKOMPONG :

Ampunkan hamba berdua Tuanku! Kami sudah
menyaksikan keadaan bumi yang sangat sunyi, suara
suara yang ada di sana hanya suara yang berasal dari
Boting langiq.

CUT TO.

28. INTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ,RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Diatas Singgasananya di kerajaan Boting Langiq, Patotoqe Sang Penentu Nasib yang maha kuasa di Boting langiq mendengarkan penggembala ayamnya yang baru balik melanglang ke Aleq linoq, dan ketika balik ke kayangan mengusulkan agar bumi Aleq Linoq diisi kehidupan.

RUKKELLENG MPOBA

Temmaga Puangmuloq seua rijajiammu,
ta bareq-bareq ri a ta w ‘areng,
ajaq naonro lobbang linoe
makka tajangeng ri a ta wareng.
Teddewata iq, Puang,
rekkua masuaq riawa langiq,
lerimeneqna Peretiwie
Mattampa puang le ri Batara.

Dengan ketakutan Bersimpuh Rukkelleng Mpoba Dihadapan Patotoqe,Sang penentu nasib.

RUKKELLENG MPOBA

Alangkah baik Tuanku menurunkan seorang
keturunan dewa. Untuk menjelma dimuka Bumi,
Agar dunia tak lagi kosong melompong’
Dan terang benderang paras dunia,
Engkau bukanlah Dewata selama tak satu
Manusiapun Di kolong langit
di permukaan Peratiwi
Menegaskan Sri Paduka
sebagai Batara.

CUT TO.

29. INTERIOR – KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ,RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Dua Dewa Penjaga Ayam Sabungan Datu Patotoqe , yaitu Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba merasa sangat bangga.Karena Keduanya ditunjuk oleh Sang Patotoqe sebagai kurir khusus turun ke Kerajaan Peretiwi. Keduanya membawa undangan khusus dari Sang Patotoqe yang ditujukan kepada saudara Sang Patotoqe, Sinauq Toja dan suaminya Guru Riselleq, yang menjadi penguasa di Kerajaan Peretiwi.

CUT TO.

30. EXTERIOR- KERAJAAN DEWA DI ISTANA
SAO KUTTA PAREPPAGE.

(tokoh cerita : RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

karena dasarnya dewa yang bandel ,Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba yang sudah tergila-gila dengan suasana di bumi singgah sejenak di kaki langit untuk menyaksikan hamparan bumi yang masih kosong melompong. Keduanya masih sempat bercanda di kaki langit.

RUKKELLENG MPOBA :

Sungguh asyik kanda Ruma Makkompong ! Andaikan
Kita Adalah putera Patotoqe maka kitalah yang akan
Menjadi Penguasa di Kerajaan Bumi Aleq Linoq kelak,

RUMA MAKKOMPONG :

Akhh, Sudahlah ! Tidak usahlah bersedih Rukkelleng,
Nanti Kalau dikemudian hari yang ditunjuk Sebagai to
manurung salah seorang putra Datu Patotoqe, dan
sudah berkuasa di muka bumi maka kita bisa mencuri-
curi waktu pergi menyabung ayam di Kerajaan Bumi
Aleq Linoq ini ,

RUKKELLENG MPOBA :

Akh, Dasar dewa bandel kamu Makkompong! Apakah
Tidak takut bila Patotoqe mengutuk kita menjadi oro,
lalu kita dilempar ke bumi.

RUMA MAKKOMPONG :

Oh, kalau cuma Jadi oro tiadalah mengapa Rukkelleng,
yang penting kita bisa hidup bersenang senang
di bumi,”

RUKKELLENG MPOBA :

Akh, Dasar dewa nakal.Gila benar kamu Makkompong,
mana mungkin kita bisa bersenang-senang kalau
hanya jadi oro yang akan menjadi hamba sahaya bagi
penguasa bumi?

RUMA MAKKOMPONG :

Tapi bagiku, Meskipun menjadi oro tiadalah mengapa
karena sebagai penghuni langit kita bisa berubah-ubah
wujud. Bukankah demikian Rukkelleng ?

RUKKELLENG MPOBA :

Hush! Jangan berpikiran macam-macam, sosok dewa
tidak boleh berperilaku menyalahi aturan yang telah
digariskan oleh Sang Patotoqe.”

RUMA MAKKOMPONG :

Iya yah? Andaikan kita diciptakan menjadi sosok
Manusia saja.Tentu kita puas bermain main di bumi
Aleq Linoq ini

RUKKELLENG MPOBA :

Sudahlah Makkompong! Janganlah menyesali nasib,
Bersyukurlah kita bisa tinggal di Boting Langiq.

Dua dewa nakal itu, Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba terus menikmati hamparan bumi sambil membayangkan diri mereka menjadi penguasa di bumi. Mereka pun tertawa terbahak-bahak tanpa menghiraukan suasana sekelilingnya. Tiba-tiba angin bertiup kencang hebat bagai ditiup dewa penjaga angin dari Kerajaan Langit. Pun guntur sahut menyahut ditingkahi lidah api kilat dan petir yang sambung menyambung.

RUMA MAKKOMPONG :

Cepat cepat kita tinggalkan Aleq Linoq ini, Ayo rukkelleng !
Ayo Cepat menuju Kerajaan Peretiwi! Patotoqe sedang
marah, ia mengetahui kita sedang singgah bermain main
Aleq Linoq ini ,

Ruma Makkompong cepat menarik tangan Rukkelleng Mpoba yang hampir saja terjilat oleh lidah api petir. Mereka betul betul jera terhadap murka Datu Patotoqe.

CUT TO.

31. EXTERIOR- KERAJAAN PERETIWI DI ISTANA
TODDANG TOJA DI URIQ LIUQ .

(tokoh cerita : RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Dalam sekilas cahaya saja dua dewa dari Boting Langiq , Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba tiba di Kerajaan Peretiwi di dasar laut. Keduanya tidak langsung menemui Sinauq Toja dan Guru Riselleq. Keduanya beristirahat sejenak melepas lelah sambil menikmati indahnya Istana Toddang Toja dan Buriq Liu yang dihuni oleh Sinauq Toja dan Guru Riselleq beserta anak-anaknya.

CUT TO.

32. EXTERIOR- KERAJAAN PERETIWI DI ISTANA
TODDANG TOJA DI URIQ LIUQ .

(tokoh cerita : GURU RISELLEQ, SINAUQ TOJA,RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Setelah beristirahat sejenak, Dua Dewa Boting Langiq, Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba segera menghadap Sinauq Toja dan Guru Riselleq. Sepasang suami isteri penguasa Kerajaan Peretiwi tersebut menyambut dengan hangat utusan dari Kerajaan Langit.

GURU RISELLEQ :

Kur jiwamu, Paduka berdua Dewa Kerajaan Boting
Langiq,semoga datanglah semangat kahyanganmu
.Apakah maksud kedatangan sang penghuni langit ke
Kerajaan Peretiwi di dasar laut ini?

Langsung saja Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba menyembah mengikuti adat Kerajaan Peretiwi. Lalu Rukkelleng Mpoba menyampaikan undangan dari Patotoqe dan Datu Palingeq dari Kerajaan Boting Langiq.

RUKKELLENG MPOBA :

Kur jiwamu, Paduka Guru Riselleq dan Paduka Sinauq
Toja. semoga datanglah semangat kahyanganmu.
Ampun Tuanku Guru Riselleq dan Sinauq Toja !
Paduka Patotoqe dan Datu Palingeq Sang penguasa
di Boting Langiq mengundang kalian berdua menuju
Kerajaan Boting Langiq pada saat bulan purnama
nanti.

SINAUQ TOJA :

Apakah gerangan kehendak Kakanda Datu Patotoqe
Dan Datu Palingeq sehingga mengundang kami
menuju Boting Langiq?”

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun Paduka berdua penguasa Kerajaan Uriq Liuq!
Datu Patotoqe dan Datu Palingeq bermaksud akan
menurunkan salah seorang putranya Untuk mengurus
bumi yang masih kosong melompong,

Sinauq Toja dan Guru Riselleq terdiam sejenak. Mereka Nampak bingung atas kehendak Patotoqe menurunkan putranya Ke Aleq Linoq. Tapi mereka hanya mengangguk-angguk.

SINAUQ TOJA :

Aleq linoq begitu luas dan masih kosong melompong.
Tidak boleh hanya diurus oleh dewa dari Kerajaan Boting
langiq saja tetapi harus bekerjasama dengan dewa dari
dunia bawah. Harus ada keseimbangan kehidupan di
dunia tengah yang ada antara dunia bawah dan dunia
atas. Bolehlah dewa Kerajaan Boting Langiq berpendapat
bahwa merekalah yang menurunkan hujan, Mengatur
matahari dan tata surya lainnya, tapi kalau kami dari
dunia bawah keberatan menumbuhkan tumbuh-
tumbuhan dan menampung air dari cucuran langit?

GURU RISELLEQ :

Kami berdua belum paham, Apakah gerangan alasan
Kakanda Datu Patotoqe sehingga tergesa-gesa ingin
menurunkan tunasnya di muka bumi?

RUMA MAKKOMPONG :

Ampun Paduka Tuanku berdua, penguasa kerajaan Uriq
Liuq, Sang Patotoqe dan Datu Palingeq menganggap
bahwa mereka bukanlah dewata apabila tak seorang
pun yang menyembah kepadanya.

Sinauq Toja dan Guru Riselleq sangat terkejut dan wajahnya terlihat bermuka masam dengan jawaban Ruma Makkompong, maka Rukkelleng Mpoba pun melengkapi jawaban dari Ruma Makkompong

RUKKELLENG MPOBA :

Benar PadukaTuanku! Datu Patotoqe dan Datu
Palingeq menganggap bahwa mereka bukanlah
dewata bila tak seorang pun yang menyembah kepada
langit dan menadahkan tangan ke Peretiwi.”

GURU RISELLEQ :

Baguslah kalau begitu, Penghuni Kerajaan Bumi di Aleq
Linoq harus menyeimbangkan antara dunia atas dan
dunia bawah.

SINAUQ TOJA :

Kami akan datang Ke Kerajaan Boting Langiq Untuk
memenuhi undangan Patotoqe dan Datu Palingeq.

CUT TO.
33. EXTERIOR- KERAJAAN PERETIWI DI ISTANA
TODDANG TOJA DI URIQ LIUQ .

(tokoh cerita : GURU RISELLEQ, SINAUQ TOJA, RUKKELLENG MPOBA,RUMA MAKKOMPONG, SENNEQ BATARA, TAU BALA UNNYIQ)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect ).

Kedua Dewa Kerajaan Boting Langiq itupun pamitan kepada penguasa Kerajaan Uriq Liuq. Ruma Makkompong dan Rukkelleng Mpoba pun meneruskan perjalanan mereka menuju Kerajaan Senrijawa. Kedua utusan Sang Patotoqe tersebut bertemu dengan Senneq Batara dan Tau Bala Unynyiq. Senneq Batara dan Tau Bala Unynyik pun menyambut kedatangan kedua penghuni Kerajaan Langit tersebut dengan ramah.

SENNEQ BATARA :

Kur jiwamu, Paduka Ruma Makkompong dan Paduka
Rukkelleng Mpoba. semoga datanglah semangat
kahyanganmu.Selamat datang di Kerajaan Senrijawa
duhai yang mulia penghuni Kerajaan Boting Langiq.

RUKKELLENG MPOBA :

Kur jiwamu, Paduka Ruma Senneq Batara dan
Paduka Tau Bala Unynyik. Semoga datanglah
Semangat Kahyanganmu. Kami membawa undangan
dari Sang penguasa Kerajaan Boting Langiq. Paduka
berdua diundang hadir untuk bermusyawarah di
Boting Langiq,

SENNEQ BATARA :

Apakah gerangan Maksud musyawarah yang akan
diadakan sang penguasa tunggal Kerajaan Boting
Langit tersebut?”

RUKKELLENG MPOBA :

Ampun paduka Tuanku! Datu Patotoqe tidak tahan
melihat keadaan bumi yang masih kosong
melompong . Sang penguasa langit ingin segera
menurunkan tunasnya di bumi,biar ada yang
menyembah kepada Sang Patotoqe di Boting Langiq,
pun ada yang menadahkan tangan kepada para
dewa di Peretiwi.

TO BALA UNYNYIQ :

Baiklah paduka berdua.Kerajaan Senrijawa sangat
terhormat atas undangan Patotoqe. Kami akan
memenuhi undangan Patotoqe,”

( Closing dan Illustrasi music Theme song I La Galigo).

CUT TO.

BERSAMBUNG EPISODE II.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: