SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE III

III. NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO. EPISODE 3

( EPISODE 3 . TO TOMPOQ RI BUSA EMPONG)

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II, dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ -PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, BUAYA PENJAGA SUNGAI )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Waktu berlalu dengan cepatnya. Bumi Aleq Linoq masih saja sepi dan menyimpan banyak misteri alam. To Manurung la Togeq Langiq Batara Guru masih saja sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama berada di bumi Aleq Linoq , Batara Guru keluar masuk hutan untuk mencari makanan. Pada suatu hari yang cerah, tiba-tiba Batara Guru sangat kehausan. Ia pun mencari sungai untuk mengobati rasa dahaganya. La Togeq Langiq Batara Guru sangat senang ketika menemukan sungai yang airnya sangat jernih. Ia pun minum sepuas-sepuasnya. Tetapi betapa kagetnya Batara Guru ketika ia hendak meninggalkan sungai, tiba-tiba seekor buaya penjaga sungai yang berpakaian warna kuning menyapanya.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Wahai Togeq Langiq Batara Guru penguasa bumi Aleq Linoq !
Aku tahu isi hatimu yang lagi kesepian. Kalau Batara Guru
tidak keberatan maka aku bersedia mengantar Batara Guru berkunjung ke Istana Sao Selliq Kerajaan Peretiwi di Uriq Liuq Disana Batara Guru bisa bertemu dengan sepupu Batara Guru
yang cantik-cantik di sana.”

BATARA GURU :

Rupanya engkau mengetahui isi hatiku wahai Sang Penjaga
sungai, tetapi aku tidak mungkin meninggalkan bumi. Selama aku masih sendiri di bumi Aleq Linoq ini, bumi tidak boleh kosong oleh seorang pemimpin Karena aku masih seorang diri di bumi jadi aku tidak bisa mendelegasikan tugasku untuk sementara kepada orang lain.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Paduka Togeq Langiq Batara Guru! Inilah kesempatan emas untuk melihat-lihat calon permaisurimu di Kerajaan Peretiwi. Engkau harus melihatnya dulu sebelum Menikahinya. Bukan kah Tidak boleh lelaki menikahi perempuan yang belum dilihatnya terlebih dahulu. Apakah Batara Guru tidak kecewa manakala Sinauq Toja dan Guru Riselleq mengirim putrinya yang buruk rupa sehingga Batara Guru tidak jatuh cinta? Ingat Paduka Batara Guru! Wajah dewa-dewa di Kerajaan Peretiwi tidak secantik dengan dewa-dewi di Kerajaan Langit,”

BATARA GURU :

Datu penjaga sungai. Aku ingin sekali pergi ke Kerajaan Peretiwi bersamamu ,tapi aku tidak boleh melalaikan tugasku sebagai penguasa bumi.”

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Tidak usahlah ragu Paduka Yang Mulia Batara Guru ! Aku akan
membawa Engkau ke Dunia Bawah Uriq Liuq dalam waktu
sekejap mata saja . Lalu dalam sekejap mata pula aku akan naik
ke Dunia Tengah untuk menjaga bumi. Dan bila nanti sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan terjadI di bumi Aleq Linoq ,maka aku akan menjemput Engkau Dalam sekejap mata pula. Percayalah padaku Paduka Batara Guru.”

CUT TO.

03.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, BUAYA PENJAGA SUNGAI )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

La Togeq Langiq Mulai Percaya pada Buaya Penjaga Sungai itu.Batara Guru kagum dengan kesungguhan Sang Penjaga sungai. Ia pun terdiam sejenak. Maka naiklah Batara Guru ke punggung Sang Penjaga sungai. Dalam sekejap mata, tibalah Batara Guru ke Kerajaan Peretiwi. Batara Guru turun dari punggung Sang Penjaga sungai, lalu Sang Penjaga sungai bergegas naik ke bumi Aleq Linoq.

CUT TO.

04.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Dengan takjub La Togeq Langiq Batara Guru berjalan-jalan menyaksikan keindahan Kerajaan Peretiwi. Ia menemui anak-anak raja Peretiwi yang sedang berkumpul untuk menyabung ayam. Batara Guru pun menyaksikan para penyabung ayam silih berganti tampil di gelanggang bercorak keemasan.

CUT TO.

FLASHBACK

05.EXTERIOR- DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara angin menderu ).

Batara Guru tiba-tiba rindu dengan Kerajaan Boting Langiq . La Togeq Langiq mengenang kembali masa-masa bahagianya bermain-main dan menyabung ayam bersama adik-adiknya dan bangsawan tinggi kerajaan Boting Langiq.

CUT TO.

DISSOLVE.

06.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Dalam waktu Sepemakanan sirih, Batara Guru telah semakin mendekat pada gelanggang sabung ayam. Tetapi ia heran melihat wujud para Dewa Dewi Kerajaan Peretiwi.

BATARA GURU

Sungguh Benar kata Sang Penjaga sungai itu. ternyata dewa-dewa disini berperawakan kecil dan kulitnya hitam ,bahkan rambutnya pun keriting-keriting kecil .

CUT TO.

07.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,LINRUNG TALAGA, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Di Istana kerajaan Uriq Liuq saat itu sangat sunyi. Ketika La togeq Langiq Batara guru tiba didepan Istana, Seorang anak Sinauq Toja dan Guru Riselleq bernama Linrung Talaga membuka jendela istana. Ia pun melihat seorang pemuda yang sangat gagah perkasa. Ia cepat melapor kepada kedua orang tuanya. Sinauq Toja dan Guru Riselleq yang juga sebelumnya langsung mendapat informasi dari para dewa penjaga Istana Uriq Liu .

SINAUQ TOJA :

Anakda Paduka Linrung Talaga. Panggillah sepupumu Batara Guru sang penguasa bumi naik ke istana ”

Kurang dari sepemakanan sirih waktu berlalu, langsung saja Linrung Talaga bergegas turun menemui sepupunya La Togeq Langiq Batara Guru yang terkesima takjub di depan Istana Sao Selliq itu.

LINRUNG TALAGA :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Guru ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Ayahanda Guru Riselleq dan Ibunda Sinauq Toja mengharapkan Kakanda Batara Guru naik ke Istana Sao Selliq yang megah,”

Mendengar Undangan Sepupunya Linrung Talaga, La Togeq Langiq Batara Guru langsung menyusuri anak tangga berukir Istana Sao Selliq sambil bergandengan tangan dengan Linrung Talaga. Lalu mereka melewati pintu yang berkilau keemasan serta lantai papan yang gemerlap mengkilap.

CUT TO.

08.EXTERIOR- DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,LINRUNG TALAGA, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Dalam Sekejab saja La Togeq Langiq Batara Guru tiba di balairung Istana Sao Selliq dimana bibi dan pamannya sudah menanti.Batara Guru langsung bersujud dan menyembah kepada bibi dan pamannya yang juga calon mertuanya. Sinauq Toja dan Guru Riselleq pun langsung memeluk calon menantunya yang gagah perkasa itu . Sinauq Toja membuka cerana yang terbuat dari emas kemudian menyodorkan sirih yang telah ditumbuk halus.

SINAUQ TOJA :

Kur jiwamu, Paduka anakda La Togeq Langiq Batara Guru semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Anakda Batara Guru, Ambillah sirih dari cerana Emas,Menyirihlah, Nak . Selamat datang di Uriq Liuq.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka Pamanda Guru Riselleq dan bibinda Sinauq Toja, semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Terima kasih, Paduka bibi dan paman atas penerimaannya.

GURU RISELLEQ :

Apakah gerangan maksud kedatangan kemanakanku Batara Guru penguasa bumi Aleq Linoq turun ke Kerajaan Peretiwi?”

SINAUQ TOJA :

Apakah Anakda Batara Guru sudah hendak bersanding di pelaminan bersama dengan sepupumu We Nyiliq Timoq yang cantik jelita?

BATARA GURU :

Jikalau Bibinda Sinauq Toja dan Pamanda Guru Riselleq merestui, maka nantilah Setelah anakda telah berada dibumi Aleq Linoq, baru dikirimkan calon permaisuriku.Nantilah juga Setelah anakda membicarakannya dengan Ayahanda Datu Patotoqe kapan kiranya waktu yang tepat Anakda bisa beroleh pendamping hidup di bumi Aleq Linoq.

Sebagai Laki laki sejati yang lagi mekar mekarnya , Sambil terus bercengkerama di Istana Sao Selliq, mata Batara Guru selalu awas memperhatikan para dewa-dewi yang lalu-lalang. Batara Guru berharap bisa melihat salah seorang putri Sinauq Toja dan Guru Riselleq yang kelak menjadi permaisurinya.

GURU RISELLEQ :

Sudi apalah kiranya Anakda sabar dan tabah menjalani kehidupan di bumi. Sekiranya Anakda sudah tenang hidup dibumi maka minta restulah segera kepada Datu Patotoqe agar kami segera mengirim putri kami We Nyiliq Timoq yang Cantik jelita untuk menjadi permaisurimu.

CUT TO.

09.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, BUAYA PENJAGA SUNGAI )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Lalu dengan diantar oleh Sang Penjaga sungai, Batara Guru tiba kembali di bumi Aleq Linoq dalam sekejap mata. Sebelum berpisah, Batara Guru sempat berkeluh kesah pada Sang Penjaga sungai.

BATARA GURU :

Mungkin Engkau benar Wahai Datu Penjaga Sungai, memang benar bahwa putri penguasa Dunia Bawah Uriq Liuq buruk rupa.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Tak Usah Paduka Batara Guru Berkecil Hati.Tetapi Paduka Yang Mulia harus berjiwa besar. Siapa pun nanti yang dikirim ke bumi maka itulah yang akan menjadi permaisuri Paduka. semuanya itu atas kehendak Sang Patotoqe juga,”

La Togeq Langiq Batara Guru nampak khawatir dan sedih. Ia memang tidak bisa membohongi kata hatinya bahwa ia bukan lagi sosok dewa.Tetapi ia adalah seorang manusia. Ia adalah sosok lelaki yang sangat mendambakan pendamping hidup yang cantik dan menawan hati sesuai dengan kata hatinya sendiri.

BATARA GURU :

Terima kasih Paduka Datu Penjaga Sungai atas segala bantuan dan sarannya, Selamat tinggal wahai Sang Penjaga sungai.

BUAYA PENJAGA SUNGAI :

Sama-sama Paduka Tuanku Batara Guru. Semoga Paduka Batara Guru aman dan tenteram menetap di bumi .

CUT TO.

10.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Seperti Janji Penguasa Kerajaan Uriq Liuq Guru Riselleq Dan Sinauq Toja , maka putri mereka We Nyilliq Timoq hadir di Bumi Aleq Linoq, puteri sulung penguasa Dunia Bawah Kerajaan Peretiwi , datang dan tercipta lewat buih gelombang Laut Timor.

CUT TO.

11.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Pada saat bersamaan La Togeq Langiq Batara Guru menjemput pusakanya di pantai, tampaklah oleh Batara Guru di sebelah Timur di atas lautan seorang puteri yang cantik jelita , bersemayam di atas panca persada di tengah-tengah gelombang yang berbuih, payung kebesaran menaunginya, membara laksana api. Sang puteri nan jelita berbusana adat Dunia Bawah Uriq Liuq.

CUT TO.

12.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Dengan Bergegas La Togeq Langiq Batara Guru memerintahkan para pengiringnya berenang mendapatkan Sang Puteri. Akan tetapi mereka ditolak, karena dianggap tidak cukup wajar dan tidak sederajat Dalam pandangan putri jelita itu. Sementara itu kenaikan Sang Puteri We Nyili Timo’ terapung dan terkatung-katung di atas ombak di depan La Togeq Langiq Batara Guru.

Langsung saja Seorang inang pengasuh mendesak Batara Guru agar ia sendiri berenang menghampirinya, akan tetapi setelah Batara Guru melakukannya, kenaikan We Nyili Timo’ bagaikan diterbangkan oleh angin kencang dan badai. Dengan terperanjat dan bingung Batara Guru kembali ke pantai. Ia memandang sekeliling, dilihatnya mempelainya di sebelah Timur, Batara guru berenang lagi menghampirinya, sampai tiga kali We Nyili Timo selalu menghilang.

CUT TO.

13.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Dalam sekejab La Togeq Langiq Batara Guru kembali ke pantai, ia berganti pakaian, yang dipakainya kini adalah pusakanya dari Sang Pencipta. Diambilnya sekapur sirih dari dalam cerananya, lalu diucapkannya satu mantra. Seketika laut menjadi kering, lalu pergilah ia mendapatkan We Nyili Timoq tempatnya bersemayam. Akan tetapi Sang Puteri menguraikan rambutnya yang panjang, lalu mengucapkan sebuah mantra. Maka seolah-olah kenaikannya ada yang menariknya pergi lalu tenggelam dan tak terlihat lagi, akan tetapi dengan sekejap, lautan pun bagaikan menyala dan We Nyili Timo’ seolah-olah seorang putri dewata yang memancarkan sinar ketika naik ke Bumi .

CUT TO.

14.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Sementara itu Orang-orang Ware’ gemetar melihat api Langit sedang mengamuk di tengah lautan. La Togeq Langiq Batara Guru kembali lagi dan menanti, dicampakkannya ikat kepalanya yang berasal dari Boting Langiq ke dalam laut sambil mengucapkan mantra hingga tiga kali hingga api itupun padam. Dengan suatu mantra We Nyili Timo’ menjadikan air kembali naik. Batara Guru berenang kepadanya lalu duduk di sampingnya. Kembali We Nyiliq Timoq tak kelihatan lagi, akan tetapi oleh mantra Batara Guru ia turun lagi seluruhnya dalam busana putih, rambutnya pun putih.

CUT TO.

15.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

pertemuan dua anak Dewa , antara Batara Guru dan dan We Nyiliq Timoq yang diikuti oleh peristiwa alam yang dahsyat ,lautan kelihatan menyala dengan gelombang yang tinggi. Orang-orang Wareq, tempat We Nyilliq Timoq muncul dari Dunia Bawah Uriq Liuq sampai gemetar melihat api langit sedang mengamuk di tengah lautan.
Peristiwa pertemuan antara La Togeq Langiq batara Guru dan We Nyiliq Timoq melalui proses perang tanding , kedua mereka saling melempar mantra, saling mengadu dan mengukur kekuatan Gaib masing-masing.

CUT TO.

16.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Sang Manurung Batara Guru pun bungkam keheranan, akan tetapi diucapkannya lagi suatu mantra, sehingga wajah Sang Puteri berubah, kini bersinar penuh kecantikan dan duduk disampingnya.

Dengan suatu mantra We Nyili Timo merubah dirinya menjadi seorang anak kecil. Batara Guru membuka ikat rambutnya “ bocing sitonra” dan mengucapkan suatu mantra, We Nyili Timo menjadi cantik kembali.

Setelah sembilan hari sembilan malam lamanya mereka berdua terkatung-katung di laut, selama itu pula mereka saling mengadu dan mengukur kekuatan rahasia masing-masing yaitu kesaktian dari Boting Langiq dan kesaktian Dunia Bawah Uriq Liuq.

CUT TO.

17.INTERIOR DI DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ,BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara angin menderu ).

pada tengah hari Sang Pencipta Datu Patotoqe membuka jendela Langit, matanya tertuju pada keduanya di laut dan apa yang di buat oleh mereka berdua. Dikatakannya kepada Datu Palingeq , agar ia menurunkan sompa to Selli’ yaitu mas kawin tertinggi untuk kemanakannya We Nyiliq Timoq, agar kejadian yang di bawah itu tidak berkepanjangan dan berlarut-larut.

CUT TO.

18.INTERIOR – DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : SIMPURUILE, RAJA LANGIQ, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Simpuruile’ didampingi oleh raja Langit yang bertanduk emas membawa sompa to Selli kepada Guru ri Selleq di Dunia Bawah Uriq Liuq. Dalam sekejap mata kedua utusan itu tiba di sana. Setelah mereka di persilahkan memakan sirih, dipersembahkannyalah kepada yang dipertuan di Dunia Bawah dan permaisurinya mas kawin Batara Guru untuk puteri mereka We Nyiliq Timoq .

CUT TO.

19.INTERIOR – DUNIA BAWAH URIQ LIUQ DI KERAJAAN PERETIWI –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : SIMPURUILE, RAJA LANGIQ, SINAUQ TOJA, GURU RISELLEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).
heme Song I La Galigo + sound effect suara air sungai yang mengalir ).

Sinauq Toja memerintahkan agar penerimaan mas kawin itu dilakukan dengan upacara antara lain dengan mengundang matoa bissu. Istana dan tempat yang dilalui harus dihiasi. Penyambutan mas kawin berlaku dengan prosesi tari dan bunyi-bunyian bissu, para pengantarnya dijamu dengan sangat khidmat. Setelah itu para pengantar bermohon diri dan dalam sekejap mata mereka tiba kembali di Boting Langiq.

CUT TO.

20.INTERIOR – DI DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : PATOTOQE, DATU PALINGEQ, RAJA LANGIQ, SIMPUIRELE, BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara angin menderu ).

Mereka melaporkan kepada Sang Pencipta dan permaisurinya tentang penyelesaian tugas mereka. Sang Pencipta melihat dari jendela Langit, mengucapkan suatu mantra, maka kenaikan We Nyili Timo’ bagaikan dihela ke tepi pantai. Batara Guru yang amat bersukacita, memegang lengan We Nyiliq Timoq , menariknya jatuh kerangkulannya.

CUT TO.

21.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

Batara Guru lalu mengundang We Nyiliq Timoq calon permaisurinya ke istana Aleq Linoq .

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Adinda Paduka We Nyiliq Timoq ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Selamat datang Ke bumi Aleq Linoq ini. Adinda We Nyiliq Timoq, Percayalah dinda,jangankan di Aleq linoq ini, di Boting Langiqpun tidak ada yang menyaingi ketampanan kakanda.

dua orang dayang yang bersama We Nyili Timo’ dari dunia Bawah terpesona melihat ketampanan La Togeq Langiq Batara Guru. Mereka menyatakan sanggup mengabdi menjadi selir Batara Guru,mereka lalu membujuk Sang Puteri untuk memenuhi keinginan Sang Manurung.

CUT TO.

22.EXTERIOR DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG-HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo + sound effect suara Ombak ).

We Nyiliq Timoq,Putri sulung Guru ri selleq penguasa Dunia Bawah Uriq Liuq ini muncul dari celah gelombang, dari ujung busa laut Timor sehingga digelari To Tompoqe Ri Busa Empong yang artinya orang yang dimunculkan dari buih-buih lautan.

CUT TO.

23.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Waktu berlalu dengan cepatnya. Setelah sekian lama perkawinan antara La Togeq Langiq batara guru dengan We Nyiliq Timoq, begitupun akhirnya We Nyiliq Timoq hamil dan mulai mengidam. Sejumlah besar benda-benda ajaib yang diinginkannya yang sangat sulit diperoleh. Batara Guru menyuruh burung La Manrusereng dan berbagai jenis burung lain untuk mencari segala yang diminta oleh We Nyiliq Timoq. Maka Dalam sekejab mata saja berterbanganlah burung-burung itu ke segala arah, dalam waktu singkat kembalilah mereka dengan membawakan segala yang diingini oleh Sang Puteri We Nyiliq Timoq.Batara guru mengajaknya bersiram dengan lengkap, setelah itu barulah disajikan segala santapan yang diidamkannya.

CUT TO.

24.INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Walaupun sudah terpenuhi segala keinginannya, Akan tetapi ngidam We Nyiliq Timoq makin aneh, We Nyili Timoq masih menginginkan lagi hal hal yang aneh lainnya.

WE NYILIQ TIMOQ ;

Kakanda Togeq Langiq Batara Guru ,kalau Engkau benar benar
mencintai Adinda dan mencintai anakmu kelak yang akan lahir
Adinda menginginkan air pasang sampai ke kaki istana, karena Adinda ingin melihat kapal-kapal berlabuh di situ, melihat nelayan
mengangkat naik jaringnya dan melihat mereka menangkap ikan-ikan ajaib yang ada di samudera yang terdalam.

CUT TO.

25.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,SINAUQ TOJA )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Dengan bergegas La Togeq Langiq Batara Guru memakai pakaian kebesarannya dengan segala tanda-tanda kemanurungannya, lalu Ia duduk di atas singgasana, menyembah ke Boting Langiq dan Dunia Bawah Uriq Liuq dan menghimbau Sinauq Toja untuk menaikkan air pasang sampai ke kaki istana sesuai dengan permintaan We Nyiliq Timoq.

CUT TO.

26.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA BAWAH URIQ LIUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,SINAUQ TOJA )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Sang Maha Dewi Sinauq Toja mendengarnya, kemudian Guru Riselleq pun memerintahkan memanggil Dewa Dewa Dunia Bawah berkumpul. La Balaunnyiq pun datang dengan raja-raja bawahannya. Pada tengah hari mulailah badai dan taufan mengamuk, suasana di Bumi Aleq Linoq gelap gulita, pelangi yang tujuh warna nampak dekat dengan tiang agung istana, air yang selalu diidam-idamkan oleh We Nyiliq Timoq telah sampai ke Dunia Tengah Aleq Linoq.

CUT TO.

27.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Tak Lama kemudian, Cuaca menjadi cerah lagi, We Nyiliq Timoq menjadi puas melihat ikan dari hasil jaring juga telah ada. Batara Guru dan We Nyiliq Timoq bersiram sekali lagi dalam peraduan istana, setelah itu We Nyiliq Timoq memakan makanan yang dibawakan oleh para burung.

CUT TO.

28.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Hari hari berlalu demikian cepatnya. Kehamilan We Nyiliq Timoq genap sudah tujuh bulan, datanglah para dukun bersalin untuk melakukan kewajibannya. Puang matoa datang berkunjung lengkap dengan segala sesuatu yang diperlukan. Hari-hari menjelang Sang Permaisuri bersalin ternyata hari-hari yang sangat sulit. La Togeq Langiq Batara Guru memerintahkan raja-raja bawahan Luwu dan Ware’ datang menghadap dengan membawa kelengkapan perang mereka. Ketika mereka dengan anak buahnya berkumpul, diperintahkanlah mereka untuk saling menyerang, juga orang-orang kate, bulai dan lain-lain. Mereka bertarung dan saling membunuh.

CUT TO.

29.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Batara Guru pun membaca mantera sambil memanggil puteranya yang belum lahir dengan namanya agar keluar dari Rahim We Nyiliq Timoq ibunya.

BATARA GURU :

Wahai anakku junjungan orang banyak di Kerajaan Aleq Linoq,Keluarlah Engkau dari Rahim Ibundamu,Sesungguhnya Engkau adalah titisan Dewa dari Boting Langiq dan titisan Dewa dari Uriq Liuq.Kau akan menjadi raja Luwuq dan Wareq, karena Aku akan naik kembali ke Boting Langiq segera Setelah engkau di lahirkan,kerajaan Aleq Linoq akan kuwariskan kepadamu.

CUT TO.

29.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara orang melahirkan,suara badai dan angin kencang serta bumi yang bergoncang, )..

Maka lahirlah Batara Lattuq, kelahirannya disertai mengamuknya unsur-unsur alam sulapa eppa yaitu tanah, air, angin dan api ,sehingga Bumi menjadi gelap gulita. Batara Guru bersukacita dengan puji-pujian yang diucapkan oleh para dukun bersalin tentang sang bayi. Sambil memberikan hadiah-hadiah diajaknya bayi itu memekik. Hadiah itu terdiri dari benda-benda pusaka yang dibawanya dari Boting Langiq, yakni sebuah keris beserta kain pengikatnya. Sang bayi pun semakin memekik. Lalu Batara Guru memberikannya lagi hadiah-hadiah yang lain berupa cincin yang berasal dari Datu Patotoqe dan Datu Palingeq serta sebuah penutup kepala yang terbuat dari emas.Pada akhirnya Batara Guru sang ayah berhasil menghentikannya memekik.

CUT TO.

30.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ,WE SAUNG RIWU, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara orang melahirkan,suara badai dan angin kencang serta bumi yang bergoncang, )..

We Saung riwu memasukkan tali pusarnya ke dalam sebuah guci kemudian menutupnya dengan sehelai kain yang sangat berharga,dibuatkannya tempat meletakkan guci itu di samping tiang agung istana. Tujuh hari setelah kelahiran Batara Lattuq, pada pagi harinya tali pusarnya dibawa turun dari istana dalam suatu usungan, di atasnya dikembangkan sebuah payung, seorang bissu dalam usungan itu memangkunya dalam sebuah peti kecil, para bissu laki-laki memanggil “ Kur Sumanga” dengan riangnya. Pawai Para Bissu itu berkeliling Istana sebanyak tiga kali.

CUT TO.

31.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara rombongan pawai dan mengucapkan puji pujian ).

Manakala Batara Lattuq telah berusia tiga bulan, We Nyiliq Timoq berkehendak menempatkannya di atas ayunan yang tinggi. Batara Guru memanggil ketiga puang matoa datang, raja-raja bawahan Luwu dan Ware’ dan Kau-Kau juga dipanggilnya, demikian pula kesatria-kesatria dan orang-orang besar dari negeri-negeri seberang lautan. Para puang memegang pimpinan dalam mempersiapkan peralatan. Ayunan dilumuri dengan darah binatang yang telah disembelih. Keesokan harinya, pagi-pagi mereka masuk ke dalam istana sambil menyajikan litani disamping ayunan yang dibawa ke bagian depan istana, diiringi oleh bissu-bissu yang sedang melakukan seremoni. Tiba di tempat sang bayi dibaringkan dalam istana, ayunan dilumuri sekali lagi dengan darah dan diberi tirai.

PARA PUANG MATOA ( diucapkan berulang ulang)

Kur semangatmu putra titisan dewata, para bissu akan Menjaga
anak raja yang diasuhnya membasahinya dengan air mata siang
dan malam.

CUT TO.

32.EXTERIOR/INTERIOR- DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Waktupun berlalu dengan cepatnya.Tujuh tahun sesudah diadakan upacara pijak tanah Batara Lattuq dengan kenduri yang sangat besar,diundanglah sekolong langit dan sepetala bumi,selama itu pula gelanggang sabungan ayam tetap ramai.Tiada hari tanpa pembesar dari penguasa negeri indah,bertempat tinggal di seberang lautan,yang sejak muda telah terbiasa mengasah taji, lalu Batara Lattuq tumbuh menjadi besar di dalam gelanggang, Para anak raja berdatangan main judi di Ale Luwuq. Selama itu pula Batara Lattuq bersaudara tak membiarkan sunyi gelanggang itu. Menyabung Ayam dengan ramai dari hari ke hari saja yang dikerjakannya.

CUT TO.

33.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert ).

Pada suatu hari Manurungnge suami-istri menuju ke depan balairung mengepalai duduk beradat. Manurungnge mencari anaknya Batara Lattuq.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka adinda We Nyiliq Timoq,semoga Datanglah semangat kahyanganmu .Kemanakah Gerangan anakmu Adinda We Nyiliq Timoq,tiada nampak olehku Batara Lattuq di ruang balairung ?

WE NYILIQ TIMOQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Guru,semoga Datanglah semangat kahyanganmu.Sudah tiga bulan anakmu Batara Lattuq
gelisah karena Perempuan,Tiada tenang karena gadis-gadis.
Setiap matahari terbit ia pergi ke gelanggang ditimbuni sirih kiriman gadis-gadis.Tujuh kali ia datang di ke kampong dalam sehari.Setelah berada di luar kampong baru ia diramaikan dengan adat kebesarannya.

BATARA GURU :

Wahai Adinda We Nyiliq Timoq,tidakkah sudah kukatakan padamu .Perhatikanlah makanan para hamba karena tujuh kali mereka makan dalam sehari, tiga kali makan Dalam semalam. Jagalah baik-baik pakaian hamba bergelang sebaya Anakmu Batara Lattuq, karena merekalah pengiring kemana anakmu pergi.

CUT TO.

34.EXTERIOR/INTERIOR- ISTANA KERAJAAN DI DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ, BATARA LATTUQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara orang menyabung ayam ).

Bergegas La Togeq Langiq Batara Guru dan We Nyiliq Timoq segera berdiri menuju ke depan, langsung ke ruang tamu disaksikan oleh kerabat kerajaan. We Nyiliq Timoq membuka jendela kemudian menjenguk keluar maka tampaklah anaknya Batara Lattuq duduk dikerumuni dayang-dayang yang bergelang emas, diramaikan oleh inang pengasuh, Batara Lattuq melepas ayam dan mengangkat sabungan andalannya,sedikit pun tak canggung berada di tengah orang banyak.Bagaikan anak orang Boting Langiq turun menjelma dan bertingkah sepantas dewa, tak canggung berada di tengah orang banyak melepas ayam dan mengangkat sabungan,di bawah naungan payung emas.

WE NYILIQ TIMOQ :

Lihatlah tingkah anakmu wahai Datu manurung Kakanda Batara
Guru, kiranya sudah saatnya anak kita duduk bersanding pada
pelaminan emas kemilau. Sebaiknya kita carikan isi usungan
kencana sesamanya raja yang memerintah, yang sederajat,
berdarah putih, sesamanya keturunan berdarah langit turun
menjelma, atau turunan Toddang Toja yang muncul ke dunia.

BATARA GURU :

Hanya tiga negeri indah tempat manurung berharap. yaitu
Luwuq,Tompoq Tikkaq dan Wewang Nriuq. Hanya yang menjadi
halangan karena kabamya Tompoq Tikkaq pernah ditimpah
musibah, Sangiang Serri tidak dipanen,padi menjadi ilalang jewawut menjadi rumput, semua bahan makanan demikian
pula halnya.Segala yang berisi tak dapat dipanen.Kendati mereka
memindahkan ke negeri asing ujung pematang sawahnya, tetapi apabila mereka orang Tompoq Tikkaq, maka hampalah segala bahan makanannya.”

BATARA GURU :

Kalau demikian adanya. Sengngeng Mallino adindaku We Nyiliq
Timoq. biarlah daku naik ke Boting Langiq menghadap Penguasa
Boting Langiq Datu Patotoqe suami-istri. memohonkan isi
Usungan yang sederajat dengan anak kita.Atas kehendaknya Sri
Paduka Di Boting Langiq,barulah La Rumpang Langiq Batara
Lattuq mendapatkan jodohnya.”

CUT TO.

35.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ , EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Ketika waktu tengah hari yang cerah di Aleq Linoq , bayang-bayang tidak di timur,sinar matahari sudah tidak di barat,Batara Guru bangkit mengenakan pakaian yang dipakai turun ke dunia, lalu duduk pada peterana emas, membuka cerana lalu menyirih,menghening cipta dan membaca mantera, menyembah ke atas ke Ruallette,menadahkan kedua tangan ke Peretiwi.

BATARA GURU :

Berbunyi Tujuh kalilah halilintar bersahut-sahutan, bersahut-sahutanlah kilat dan guntur, sabung-menyabung guntur, berbalas-balasanlah petir, Berpijar-pijar api dewaYang dirangkai dengan topan dan awan mendung

maka seketika datanglah gelap gulita, tiada terlihat tapak tangan meskipun dibalik. Istana bagai hendak melayang, bumi bagai hendak runtuh, bergoyangan pepohonan kayu yang menjadi pemagar kampung memabukkan penyadap, menjinakkan kerbau bersama gembala menyesatkan orang di hutan. Kini pelangi yang tujuh warna tegak berdiri di tengah-tengah ruangan istana.

CUT TO.

36.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Maka Bagai kilat Batara Guru naik ke Boting Langiq diantar oleh guntur, diangkat oleh petir halilintar, dituntun oleh api dewa,diikuti oleh awan,awan mendung dan topan,diramaikan oleh badai.

CUT TO.

37.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, DATU PALINGEQ, PATOTOQE )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Batara Guru kini telah sampai di Senrijawa menuju ke istana guntur menggelegar, dibukakan pekarangan kemilau, menaiki anak tangga kilat langsung naik,dipegangkan susuran kilat, melangkahi lantai papan kemilau. Datu Palingeq menyambut kedatangan Batara Guru di Istana Boting Langit.

DATU PALINGEQ

Kur jiwamu, Paduka anakda Batara Guru ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu. Masuklah duduk anakda Batara Guru, di atas permadani kemilau.

PATOTOQE :

Kur jiwamu, Paduka anakda Batara Guru ,semoga Datanglah semangat kahyanganmu. anakda Batara Guru menyembahlah tiga kali, baru engkau duduk, sebab Walaupun engkau kulahirkan, engkau adalah manusia sedang aku adalah dewa. Engkau telah kutempatkan menjadi manusia di dunia untuk meneruskan kemuliaan atas namaku di bumi.

Bergegas Batara Guru segera menyembah tiga kali, kemudian masuk duduk di atas permadani kahyangan, lalu disorongkan cerana kilat tempat sirihnya Mutia Unruq.

DATU PALINGEQ

Ambillah sirih dan Menyirihlah anakda Batara Guru Sang kekasih We Nyiliq Timoq

PATOTOQE :

Apakah gerangan hajatmu anakda Batara Guru, hingga engkau naik ke Boting Langiq, membuat hambar negeri di Senrijawa karena telah mengasapinya dengan bau manusia? Bukankah semua warisanmu telah kusediakan di Aleq Linoq ?

Batara Guru menyembah kepada Mutia Unru dan To Palanroe.

BATARA GURU :

Sebabnya aku naik ke Boting Langiq karena hambamu yang engkau jadikan bibit di dunia telah besar Tuanku, sudah saatnya duduk bersanding di atas pelaminan emas, maka daku berkata, Biarlah daku menemui orang tuaku di Boting Langiq memintakan jodohnya yang sederajat yang sama-sama keturunan langit, yang sama-sama berdarah putih. Sebab tak ada padanannya, Paduka, di Ale Luwuq dan di Watang Mpareq, sedang aku tak mau diganti oleh bangsawan campuran.

PATOTOQE :

Andaikata bulan yang lalu engkau naik ke Boting Langiq, sebelum kujatuhi musibah negeri di Tompoq Tikkaq.Tetapi kini La Urung Mpessi telah mati, We Pada Uleng telah meninggal pula, padahal dia mempunyai dua orang anak perempuan. Segala harta bendanya telah dilucuti, kerajaannya dipindahkan, seluruh kemuliaannya telah dibuang.

DATU PALINGEQ :

Maka mereka membuang dirinya di tempat yang jauh. Sebabnya aku mencabut nyawanya,kujatuhi musibah negeri itu, We Pada Uleng dan La Urung Mpessi, pernah mengadakan hajatan, mereka mengundang sekolong langit dan sepetala bumi, tetapi tak ada tamu yang datang sehingga dingin nasinya, lalu dibuangnya ke tanah, dibawanya Sangiang Serri ke sungai, dan membuangnya pada air mengalir. Maka kuperintahkan Paddengngeng, Peresola, orang Sunra , orang Alebboreng Pulakalie, turun ke bumi memberi
bencana negeri Tompoq Tikkaq.Tersebutlah segala bahan makanan dan biji-bijian gagal kendati mereka pindahkan ke negeri asing ujung pematang sawahnya, jika mereka orang Tompoq
Tikkaq, maka segala biji-bijian tidak akan menjadi.

Batara guru termenung mendengarkan perkataan dari kedua orangtuanya.

PATOTOQE :

Anakda Batara Guru, janganlah hendaknya engkau menyusahkan hatimu, karena belum ada jodoh yang sama sederajat dengan keturunanmu. Sudah kupulangkan We Adiluwuq bersaudara
di kampungnya kembali bersemayam di istananya. Tiga puluh malam lamanya membuang diri di tempat yang jauh lalu keduanya kembali lagi di kampungnya.

DATU PALINGEQ

Anakda Batara Guru, turunlah dahulu, nanti kuperintahkan untuk menurunkan anakmu perahu emas yang akan ditumpanginya berlayar mencari jodoh sederajatnya di Tompoq Tikkaq. Janganlah hal ini menyusahkan hatimu di Aleq Linoq. Semuanya di Boting Langiq dipersiapkan mahar orang Selli, pemberian yang banyak serta hadiah yang tak kembali dari Batara Lattuq, perlengkapan upacara perkawinannya, harta benda yang dibawa berlayar, pergi mencari jodoh sederajatnya. Kelak akan kujelmakan di bumi, kuturunkan ke Aleq Luwuq, yang disertai kelengkapan yang sempurna perahu besar yang manurung dimunculkan di atas air beserta anak perahunya. Sembilan hari nanti lamanya anakda Batara Guru, setelah engkau kembali dari Boting Langiq akan muncul di atas air, engkau lihat perahu besar yang diturunkan, Mariogae, La Siang Langiq, Rakka-Rakkae, Banynyaq Lompae, I La Patibo, Anging Laloe, I La Tiwajo, Angin Tengngae dan Banynyaq Lompoe, ada seribu perahu pengiringnya. Sekian pula banyaknya perahu besar pendampingny perahu besar yang manurung. Ratusan tumpangan orang banyak, tak terhitung lagi perahu mulia pengiringnya, perahu emas yang manurung. Nanti engkau beri korban di sana, engkau perciki dengan air suci emas, engkau jemput dengan tarian, kau patahkan untuknya bambu emas, kau sambut ia dengan kur semangat. Lima malam setelah diupacarakan, barulah mereka berlayar ke Tompoq Tikkaq. Semoga tak terhalang kepergiannya, tak kandas perahu emas tumpangannya hingga menemui isi usungan sederajatnya.”

CUT TO.

38.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA ATAS BOTING LANGIQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, DATU PALINGEQ, PATOTOQE )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo insert sound effect suara Guntur bersahut-sahutan ).

Segera pula Batara Guru minta pamit ke Kerajaan Aleq Linoq.To Palanroe suami-istri mempersilakan.Batara Guru turun diangkat oleh petir berbalasan, didahului oleh badai,diramaikan oleh api dewa,bertelekan pada pelangi, melangkahi mega yang berarak.

CUT TO.

39.INTERIOR- DI ISTANA KERAJAAN DUNIA TENGAH ALEQ LINOQ –SIANG.

(tokoh cerita : BATARA GURU, WE NYILIQ TIMOQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo ).

Ketika tengah hari di Aleq Linoq. Batara Guru telah sampai di istananya, langsung duduk di atas peterana emas manurung, dikipas dengan kipas emas dari Senrijawa,dikitari kipas emas dari Ruallette’.Setelah duduk melepas lelah We Nyiliq lalu menyapa.

WE NYILIQ TIMOQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Guru,semoga Datanglah semangat kahyanganmu Bagaimana gerangan ucapannya Baginda Datu Patotoqe suami-istri?”

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka Adinda We Nyiliq Timoq , semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Sri Baginda suami-istri
berkata, Adinda,Seandainya bulan lalu engkau naik ke Boting Langiq, sebelum ditimpakan musibah negeri Tompoq Tikkaq, engkau mintakan jodoh yang sederajat untuk Batara Lattuq, sesamanya orang Ruallette diturunkan ke bumi,sesamanya orang
ToddangToja dimunculkan ke dunia.Tetapi We Pada Uleng telah mati, La Urung Mpessi pun sudah meninggal. Ada dua anaknya perempuan, tetapi sudah dirampas harta bendanya, dipindahkan kerajaannya, lalu mereka membuang diri ke tempat yang jauh. Patotoqe juga menjanjikan Janganlah hatimu gusar, karena belum ada isi usungan yang sederajat dengan anakmu.Turun saja dahulu ke Aleq Linoq, akan kupulangkan We Adiluwuq bersaudara
ke karnpungnya, tinggal menetap di istananya, lalu akan datang berlabuh perahu emas yang ditumpangi anakmu ke Tompoq Tikkaq. Akan kuturunkan nanti, perahu emas yang akan dipakai berlayar mencari jodoh sederajatnya di Tomp’oq Tikkaq, yang sama-sama keturunan dari langit, yang diturunkan menjelma di Ale Lino, sesamanya berdarah putih. Lengkap dengan anak perahunya diturunkan ke Aleq Linoq.Moga-moga tak terhalang kepergiannya. tak akan kandas perahunya menemui isi usungan sederajatnya.

( closing Illustrasi theme song I La Galigo).

CUT TO.

BERSAMBUNG EPISODE IV.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: