SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE X

X.NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO EPISODE 10

( Episode.SAWERIGADING BERBURU CINTA KE NEGERI CINA)

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02. INTERIOR/EXTERIOR – PERAHU LA WALENRENG –SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,BATARA LATTUQ,WE NYILIQ TIMOQ,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Maka segera dimulailah Pelayaran Sawerigading ke daerah Cina, setelah putus hari yang dipilihnya itu hari rabu, hari ke tujuh belas dalam bulan itu setelah selesasi peralatan yang akan dibawahnya itu, turunlah Sawerigading bersama sepupu-sepupunya ditandai oleh orang banyak bangkitlah Sawerigading mengarahkan jiwa dan raganya ,seperti bermunajat ke Boting Langi untuk menyatakan sumpahnya, kehadapan maha Dewa Topalanroe lalu memalingkan pandangan Ketoddang Toja serta mengulurkan kedua tapak tangan mengarah ke peretiwi tempat kedewaan neneknya Sinau Toja.

SAWERIGADING :

Dengarkanlah saya aturkan wahai tuhanku Paduka Dewata.
beginilah sukmaku pilu meratap, hancurlah aku sampai anak cucuku, padam bagai pelita hamburlah bagai tungku. Selanjutnya tak perlulah mendapat fajar harapan hidup untuk anak cucuku, kalau aku pulang kembali ke Wanua Luwu ini,wahai engkau La Welenreng! Berakhirlah engkau berdiri ditempatmu dan akan berakhir juga duduk Ri Mangkauku di Luwu

Seketika itu menangislah orang-orang yang mendengarkan sumpah itu terutama kedua orang tuanya lalu bangkit pulalah Batara Lattu menyampaikan harapan kepada neneknya To Palanroi Ri Boting Langiq

BATARA LATTUQ :

Ampun Tuanku To Palanroi Ri Boting Langiq. Janganlah mendengarkan sumpah orang yang dimabuk angan angan
dan buta mata hatinya. Kalau Anakku dapat Kembali dengan
selamat dan dapat bertahta diatas Singgasana, dibawah naungan Payung Kebesaran Kerajaan Luwuq. Dan Apabila mendapat Kemenangan tanpa sehelaipun rambutnya yang tercabut, Saya akan Mempersembahkan seekor kerbau Cemara yang bertanduk Emas Murni, Sebagai tumbal kepada Maha Dewa.

CUT TO.

03. INTERIOR/EXTERIOR–PERAHU LA WALENRENG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,BATARA LATTUQ,WE DATU SENGNGENG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Turunlah Sawerigading ke perahu La Welenreng dengan lengkap pakaian kerajaan Luwu, di bawah Pajung Pulaweng di arak oleh keluarga istana dan diluarnya yang sama-sama mencucurkan air mata.naiklah Sawerigading, yang langsung merebahkan diri di tengah-tengah ruangan perahu La Welenreng seraya menyelimuti sekujur tubuhnya dengan air mata yang terus menerus mengalir membasahi pipinya. Kemudi-kemudi sudah terpasang, jangkar pun telah dibongkar, layar sudah mulai dikembangkan, bertolaklah La Wakkang Weroe di iringi La Welenreng.

CUT TO.

04. INTERIOR/EXTERIOR–PERAHU LA WALENRENG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,BATARA LATTUQ,WE DATU SENGNGENG,LA PANGORISENG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Batara Lattuq dan Datu Sengngeng kehilangan semangat ,dan sangat sedih seketika . Airmata kedua datu itu mengalir mengiringi kepergian anaknya.

WE DATU SENGNGENG

amasEangnga’ ana’arung maddanrengngE,mutompongengnga’ gajangpulaweng sE’sumange’mu, aja’ kuonro tujumatai lao sompe’na sebbukatikku.
Mati bukanlah apa-apa, dibanding terpisah dengan “sebbukatinna”,buah hatiku tersayang.

Tiada seorangpun yang berani menjawab. Hingga I La Panguriseng membujuknya dengan penuh kesedihan.

BATARA LATTUQ

kurru jiwamu anri pongratu, rini’ sumange’ torilangimu.

CUT TO.

05. INTERIOR/EXTERIOR–PERAHU LA WALENRENG DI MUARA SUNGAI ALEQ CINA–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : WE DUPPA SUGI,ANCE KULIBA, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Kerajaan Aleq cina Ketika fajar sedang menyingsing. Ketika itu We Duppa Sugi, orang kepercayaan bersama dayang-dayang We Cudaiq yang Iain sedang mandi di tepi sungai. Alangkah terkejutnya ketika dari jauh dia melihat perahu Welenrengnge sedang berlabuh dan Anceq Kuliba hamba dari Sawerigading sedang duduk dikelilingi oleh hamba yang memakai gelang dan keris emas. Ia duduk di bawah pohon Majjempangi dengan bulu kumis dan bulu dada yang sangat panjang dan para dayang-dayang itu menyebutnya sebagai orang Bajo.

CUT TO.

06. INTERIOR/EXTERIOR–ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,WE DUPPA SUGI, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Para Dayang dayang terkejut melihat orang asing itu. Mereka tak jadi mandi dan tergopoh-gopoh kembali ke Aleq Cinaq dengan hati yang tidak tenteram. We Duppa Sugi segera menyampaikan berita itu kepada dayang-dayang lain yang ada di istana.

WE DUPPA SUGI :

Alangkah terkejutnya kami ketika sedang mandi disungai, Ketika itu dari jauh kami melihat perahu Welenrengnge sedang berlabuh dan orang bajo sedang duduk dikelilingi oleh hamba yang memakai gelang dan keris emas. Ia duduk di bawah pohon Majjempangi dengan bulu kumis dan bulu dada yang sangat panjang .

Tanpa sengaja bisikan We Duppa Sugi tersebut terdengar oleh We Cudaiq, maka ia segera berlari dan menghempaskan diri ke biliknya peraduannya.

CUT TO.

07. INTERIOR–TEMPAT PERADUAN WE CUDAIQ DI ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG/MALAM

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,WE TENRIABANG,LA SATTUNG PUGIQ)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Hari berganti malam, malampun berganti hari. Tiga hari tiga malam We Cudaiq tak bangun-bangun, kerjanya hanya menangis tanpa makan dan tanpa minum. Bukan main terkejutnya We Tenriabang menyaksikan keadaan anaknya sudah kurus dan pucat pasi layaknya bunga yang sedang layu. Segera ia menyapa sang putri menanyakan apa gerangan menimpanya,

WE TENRIABANG :

Kur jiwamu, Paduka Ananda We Cudaiq , semoga Datanglah
semangat kahyanganmu. Apa gerangan yang terjadi sehingga
badanmu kurus dan mukamu pucat seperti itu?

WE CUDAIQ :

Kur jiwamu, Paduka orang tuaku berdua suami istri, semoga
Datanglah semangat kahyanganmu Tuanku, aku takkan menyembunyikan perasaanku, aku tak ingin menjadi milik orang Luwuq, seketiduran dengan orang Bajo dan satu sarung dengan
orang yang bukan senegeriku: I Mettang, I Menrokoli dari negeri
Selayar itu.

Alangkah terkejutnya We Tenriabang dan La Sattung Pugiq mendengar ucapan putrinya .

WE CUDAIQ :

Orang Bajo itu, yang dipenuhi badannya bulu dan kumisnya
panjang yang dapat membakar seluruh badanriya, apabila berkata- kata ucapannya terputus-putus, tak jelas apa yang diucapkannya, tak terdengar apa yang dibicarakannya.

We Tenriabang dan La Sattung Pugiq hanya bisa berpandang pandangan. Lalu We Tenriabang Berbisik pada suaminya La Sattung Pugiq.

WE TENRIABANG

Paduka Kakanda La Sattung Pugiq, inilah akibatnya mempercayai
ucapan orang lain yang sebenarnya hanyalah cemburu saja pada
sesamanya perempuan .

WE CUDAIQ :

Orang liar itu tak teratur makannya, tak ditenun sarung dan
pakaiannya, tak terlihat asap apinya, tak disaksikan pula tanah tempat kelahirannya, makanan di kampungnya hanyalah ular. Ananda We Cudaiq tak mau dijodohkan dan memilih lebih
baik dibuang di tempat yang jauh.

CUT TO.

08. INTERIOR–TEMPAT PERADUAN WE CUDAIQ DI ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG/MALAM

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,WE TENRIABANG,LA SATTUNG PUGIQ)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Mendengar perkataan anaknya yang disertai isak tangis itu, Raja Cina, ayah dari sang putri We Cudaiq tak ingin lagi memaksakan kehendaknya. Setelah mendengar ucapan dan pertimbangan dari penasehatnya, maka iapun berkata pada istrinya.

LA SATTUNG PUGIQ :

Kur jiwamu, Paduka Istriku We Tenriabang , semoga Datanglah
semangat kahyanganmu .Dinda We Tenriabang janganlah engkau
memaksakan kemauan kita kepada anak kita. Janganlah kita mau
menyamakan dengan pembantu yang lain yang dapat dipaksa
untuk mengikuti keinginan kita. Sebab apabila dia terus-terusan didalam bilik, tak mau lagi makan, maka ia bisa saja sakit dan akan menderita. Apalagi bila ia tidak lagi menerima ratusan nasar dan ribuan persembahan, itu dapat menyebabkan ia meninggal dunia.

WE TENRIABANG :

Kur jiwamu, Paduka kakanda La Sattung Pugiq, Semoga
Datanglah semangat kahyanganmu. Paduka kakanda, segera
perintahkan To Anaq Kaji memanggil orang banyak untuk segera
mengembalikan harta lamaran pemberian Sawerigading.

Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, Maka segera To Anaq Kaji memanggil orang banyak untuk segera mengembalikan harta lamaran pemberian Sawerigading.

CUT TO.

09. INTERIOR–RUMAH PENASEHAT KERAJAAN DI ALEQ CINA–MALAM

(tokoh cerita : LA TENRIRANRENG,LA MAKKASAU,PENASEHAT RAJA )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

La Tenriranreng dan La Makkasau dua penasehat Raja Cina mcnyampaikan kepada ayahnya (Penasehat),

LA TENRIRANRENG/LA MAKKASAU :

Kur jiwamu, Paduka Ayahanda Penasehat Raja, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Paduka ayahanda mengembalikan harta orang wangkang itu adalah pantang dilakukan, karena akan mengakibatkanperang besar dan kehancuran negeri. Sudah dipastikan mereka akan mengangkat senjata, kendati hanya angin dari gagang tombak mereka
yang menyentuh kita, akibatnya membawa kematian.

PENASEHAT :

Kur jiwamu, Paduka ananda berdua, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu kalau kalian tidak mau membantu berperang, maka kalian aku perintahkan untuk membantu orang wareq itu. Saya berjanji akan membelah-belah perahu dan mengikat orang orang Wangkang.

CUT TO.

10. INTERIOR/EXTERIOR-ISTANAKERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG/MALAM

(tokoh cerita : LA PANANRANG,SAWERIGADING,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Malam melingkupi kerajaan Aleq linioq, bintang bintang sepertinya malas memancarkan kerlipnya, malampun gelap tanpa rembulan. Sementara itu Sawerigading mendengar harta lamaran Dikembalikan, luluh lantaklah perasaan dan seluruh harapan dalam hatinya. Bahkan berita terakhir yang di dengar dari La Pananrang, sang penasehatnya, bahwa harta yang diangkut selama tiga bulan menuju calon mempelai, pengembaliannya hanya sehari saja. Itu menandakan bahwa tidak seluruh harta yang dibawa semuanya dikembalikan.

Bukan main geramnya hati Sawerigading, dan memerintahkan Untuk memukul gendrang manurung sebagai maklumat perang. Layaknya dalam tradisi perang sebelum para pasukan berkelebat ke tengah-tengah musuh, maka mereka mengucapkan ikrar sumpah perang yang isinya akan mengerahkan seluruh tenaga dan rela mati demi kemenangan. Perlahan-lahan para laskar perang yang berani mati itu berkelebat sambil memegang panji-panji perang mereka masing-masing layaknya hutan lebat yang rapat .

CUT TO.

11. INTERIOR/EXTERIOR-ISTANAKERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG/MALAM

(tokoh cerita : LA PANANRANG,SAWERIGADING,WE CUDAIQ, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Di kerajaan Aleq cina perang mulai berkecamuk. Perang tak bisa lagi terhindari , langsung saja pecah membahana, bergantian mereka maju mundur dan ternyata para pasukan We Cudaiq tak sanggup menahan gempuran lawannya. Akhirnya mereka menyerah. Panglima perang Aleq Cina, serta kedua orang tua asuh We Cudaiq dan ratusan pasukannya meninggal. Orang-orang perahu mengamuk dan membakar rumah-rumah penduduk di mana asapnya mengepul ke angkasa dan perlahan-lahan mendekati istana dan terlihat jelas dari istana La Tanete.

CUT TO.

12. INTERIOR/EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG/MALAM

(tokoh cerita : WE TENRIESANG,WE CUDAIQ ,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Dengan bergegas We Tenriesang saudara We Cudaiq berseru sembari menasehati adiknya supaya segera membuka iendela dan menyaksikan kobaran api akibat ulah orang Wareq.

WE TENRIESANG :

Kur jiwamu, Paduka adinda We Cudaiq , Semoga Datanglah semangat Kahyanganmu, Duhai adikku Daeng Risompa, tidurkah engkau, maka aku membangunkanmu, terbangunkah engkau, maka saksikanlah kepulan asap api itu. Asapnya sudah mengepul di istana orang tua kita. Akibat kobaran api yang menyala itu seluruh pasukan andalan orang tua kita sudah menyerah kepada orang wareq dan menyatakan diri kalah.
Lihatlah Paduka Adinda. Bagaikan air bah yang membanjir, linangan air mata orang yang kalah itu mengalir terus masuk ke pekarangan. Saudara kita La Tenriranreng dan La Makkasau telah menyerah dan menggabungkan panji perangnya dengan penghuni wangkang itu. Dia pulalah yang telah membongkar benteng perisai di Aleq Cina. Kita tak punya lagi sandaran hidup, semua saudara kita telah menyerah kepada mereka. Duhai adikku We Cudaiq bangunlah, agar engkau dapat menyaksikannya sendiri tak ada lagi tempat yang tak diduduki oleh lawan yang ribuan jumlahnya, termasuk di dalam rumah-rumah kecil penduduk kampung di Aleq Cina, panglima perang kita ikut tewas. Karena itu bangunlah engkau We Cudaiq Adikku. Tenangkanlah hatimu dan pasrahlah untuk dikawini oleh orang yang berperahu emas itu Semoga Sawerigading mau mengampuni kita, mau menghentikan
kobaran apinya, dan menenangkan para prajuritnya.

WE CUDAIQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda We Tenriesang, Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, Duhai Paduka kakanda We Tenriesang
biarkanlah semua orang Ugiq dan orang Cina habis, tak kupeduli tanah Ugiq dan negeri Aleq Cina berakhir riwayatnya. Sedikitpun tak akan Menggoyahkan keputusanku, tak akan beralih pendirianku dan tetap menolak untuk ditiduri dan diselimuti oleh orang Luwuq yang bukan sesamaku.

WE TENRIESANG :

Paduka adinda We Cudaiq, Celaka benar engkau, Cudaiq! Engkau muntahkan seluruh kenikmatan hidupmu, engkau relakan Sebagai
rampasan dan tawanan perang, lalu dijadikan pelayan yang Mengatur makanan dan tempat tidur. Engkau akan dibawa berlayar dengan orang yang berperahu emas itu, menuju ke negerinya Aleq luwuq.

WE CUDAIQ :

Dengarlah kataku, Paduka kakanda We Tenriesang! Jika engkau yang menginginkan orang Luwuq itu, maka engkau sajalah yang kawin dengan Mettang dan Menrokoli itu.Apabila rumah tanggamu telah baik maka tinggalkanlah suamimu itu.Kelak apabila perkawinannmu telah baik maka pilihlah malam tertentu untuk pindah ke tempat orang Wangkang itu Apabila harta bendanva yang kau inginkan maka Janganlah aku ini adindamu yang engkau susahkan.

CUT TO.

13.EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,LA PANANRANG ,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sementara itu pasukan Sawerigading meringsek masuk mendekati istana Maka terdengarlah gemuruh Pasukan Sawerigading yang telah meringsek masuk ke Cina Timur untuk meruntuhkan benteng. Di sana-sini masih terlihat pertarungan para pemberani yang saling memperagakan kerisnya, saling bergumul, beradu dada, lalu saling menggulingkan dengan lengkungan keris para remaja tanggung yang pemberani itu. Perisai emas perlindungan para juak beradu bagai kerbau yang saling bertandukkan. Di sana-sini mayat bergelimpangan orang-orang yang tertetak, dan yang luka parah, darahnya membanjir menyilaukan mata. Maka para pasukan orang Ugiq dan orang Cina lari tunggang-langgang yang diburu masuk sampai ke kampungnya.

Perang semakin berkecamuk. La Pananrang telah menjinjing kepala musuh dan Cina Timur sudah terbakar. Hal ini dilakukan agar nyalanya merembes masuk ke istana La Tanete. Dengan begitu ia dapat merampas istri dan anak-anak La Sattung Pugiq, Raja Cina, yang tentu saja yang paling diharapkan adalah menyaksikan wajah cantik sang Putri, I We Cudaiq.

CUT TO.

14.EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,LA PANANRANG,TO SULOLIPU, ,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Meskipun demikian. Untuk menunjukkan kebesaran dan keagungannya, Sawerigading mengingatkan pengawalnya To Sulo Lipu, jangan sampai api itu merembes masuk ke istana La Tanete yang dapat mengejutkan We Cudaiq yang berakibat dia sakit. Karena kalau hal itu sampai terjadi maka sia-sialah pelayaran mereka, meninggalkan jauh tanah leluhurnya, membuat yatim kedua orang tuanya. Dan meninggalkan seluruh kenikmatan istana dan ketinggian derajatnya. Sawerigading berharap kapan saja We Cudaiq luluh hatinya ia tetap setia menunggunya.

Namun nasihat itu terlambat datangnya, Nasehat itu bagai angin lalu saja. Peperangan sudah terlanjur bagaikan meruntuhkan seluruh langit akibat terkena lontaran layangan tombak. Di tengah-tengah kecamuk peperangan itu, La Pananrang berseru agar We Cudaiq segera membuka jendela untuk menyaksikan orang Luwuq dan orang Wareq, orang yang selalu dihinanya, kumisnya dapat diikat, bulu dadanya dapat dijadikan bahan bakar, makannya pada malam hari seperti kalong dan hanya makan ular di kampungnya.

LA PANANRANG :

Wahai Putri We Cudaiq, keluarlah dari bilik peraduanmu, atau segera saja kau membuka jendela untuk menyaksikan orang Luwuq dan orang Wareq ini, orang yang selalu kau hinakan,kau selalu menghina dan mengatakan kumisnya dapat diikat, bulu dadanya dapat dijadikan bahan bakar, makannya pada malam hari seperti kalong dan hanya makan ular di kampungnya.

CUT TO.

15.EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,LA PANANRANG,WE TENRIABANG,WE CUDAIQ ,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Mendengar seruan itu, maka dengan bergegas We Tenriabang mengingatkan anaknya We Cudaiq untuk segera membukakan jendela dan menyaksikan darah yang sedang membanjir. Ia menyarankan untuk menyerah dan mau menerima saja lamaran orang yang berperahu emas itu.

WE TENRIABANG :

Kur jiwamu, Paduka ananda We Cudaiq , Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, Paduka ananda, segeralah engkau membuka jendela dan menyaksikan darah yang sedang membanjir. Paduka ananda We Cudaiq, ibunda menyarankan paduka ananda untuk menyerah dan mau menerima lamaran orang besar yang berperahu emas itu.

Namun ucapan orang tuanya itu sedikitpun tak membuat hati We Cudaiq bergeming, ia tak bergerak dan mengeluarkan sepatah kata pun. Seluruh penghuni istana bertangisan sembari berdiri dan berseru kepada We Cudaiq agar segera turun saja ke gelanggang untuk berperang melawan mereka. Karena konsekwensinya bila tidak mau dinikahi, maka ia harus melawan mereka habis-habisan. Namun We Cudaiq tiada menjawab sepatah kata pun seruan saudara-sauadaranya.

Dengan bergegas, Para penghuni istana itu kembali mengalihkan seruannya kepada We Tenriabang, Ibu We Cudaiq, agar supaya sudilah mengulurkan tangannya untuk memberikan sesembahan kepada orang Luwuq sebagai pembeli tanah di Aleq Cina, sebab dialah yang selalu memanjakan putrinya yang mengakibatkan hancurnya tanah Ugiq.

CUT TO.

16.EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,WE TENRIABANG,TO SULOLIPU,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tidak membuang waktu lama lagi, We Tenriabang pun tergopoh-gopoh menghadap Sawerigading dan memohon kiranya sudi mengambil harta sebagai tumbal untuk menghentikan kobaran apinya dan memundurkan pasukannya. la menyatakan tanah Ugiq telah tunduk dan menyerah tanpa syarat.

WE TENRIABANG :

Kur jiwamu, Paduka ananda Sawerigading , Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, Paduka ananda, sudilah kiranya ananda
mengambil harta sebagai tumbal untuk menghentikan kobaran api dan memundurkan pasukan ananda.Kerajaan Aleq cina menyatakan tanahUgiq telah tunduk dan menyerah tanpa syarat.

Sawerigading tertegun, diam tanpa kata. Lama baru dia berseru kepada To Sulo Lipu dan menyatakan pendapatnya tentang hal ini. Sebab ia tak ingin memaksakan kehendaknya. la tak ingin kelak keturunannya mewarisi kehinaan di La Tanete, karena kelak keturunannya akan mengetahui bahwa ia adalah hasil perkawinan yang diakibatkan oleh rampasan perang.

CUT TO.

17.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita :WE CUDAIQ,TO APPAANYOMPA,LA TENRIRANRENG,LA MAKKASAU. )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sementara itu saudara saudara We Cudaiq Melakukan perundingan. Maka sepakatlah To Ampanyompa, La Tenriranreng dan La Makkasau, ketiga-tiganya adalah saudara laki-laki We Cudaiq, untuk segera naik ke istana agar dapat menasehati adiknya We Cudaiq. Mereka berharap pikiran dan perasaan We Cudaiq dapat berubah. Namun apa jawaban sang putri, ditengah-tengah isapan tangisnya

WE CUDAIQ :

Kur jiwamu, Paduka kakanda tiga bersaudara, Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, Aku akan menerima usulmu duhai kakakku dengan syarat La Tuppu Cina dan La Tuppu Gellang, orang tua pengasuhku dapat dihidupkan kembali. Aku juga minta supaya dapat dihidupkan semua para pasukan andalan orang tuaku.

Mendengar perkataan adiknya We Cudaiq, Bukan main marahnya saudara laki-laki We Cudaiq mendengar permintaan yang tidak masuk di akal itu. Ketiganya meludah sembari bergumam .

LA TENRIRANRENG

Kur jiwamu, Paduka adinda We Cudaiq , Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, We Cudaiq adikku, Engkau akan hancur
kalau sombong dan tinggi hati seperti itu.

CUT TO.

18.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,TO APPAANYOMPA,LA TENRIRANRENG,LA MAKKASAU. )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan berat hati mereka menyampaikan kembali seluruh ucapan We Cudaiq itu ke Sawerigading, Sawerigading memerintahkan saudara-saudara I We Cudaiq untuk menyampaikan ke We Cudaiq apakah kalau dikabulkan masih ada tambahan syarat yang lain.

CUT TO.

19.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita :WE CUDAIQ ,TO APPAANYOMPA,LA TENRIRANRENG,LA MAKKASAU. )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Kembali saudara-saudara We Cudaiq menemui adiknya dan menyampaikan pesan-pesan Opunna Wareq. Maka ketika itulah I We Cudaiq telah luluh hatinya dan bersedia menerima sebagai pendampingnya.

WE CUDAIQ :

Paduka kakanda bertiga, Saya akan menerima Sawerigading Sebagai Suamiku,Tapi dengan berbagai persyaratan tambahan antara lain Setelah Sawerigading kelak menjadi suamiku, Sawerigading hanya boleh datang pada malam hari dan tidak boleh tinggal sampai siang. Perkawinan tidak boleh diupacarakan. Apabila tengah malam dia sudah harus kembali, obor dan pelita dimatikan dan tanpa diiringi alat upacara kerajaan.Tak dituntun alat Lawolo serta tak disambut oleh Puang Matoa.Tak diperkenankan tangannya menjemput pada tempat tempayan emas dan kawin resmi, Tujuh susun dinding bilik yang ditempati ditutup, palangnya di dalam dan dijaga ketat oleh pelayan.Tujuh susun kelambu tempatnya tidur yang telah dijahit pada bagian
bawahnya. Ujung sarungnya harus dijahit, penutup kepalanya harus diikat serta bajunya terdiri dari tujuh lapis pula.

CUT TO.

20.EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING ,TO APPAANYOMPA,LA TENRIRANRENG,LA MAKKASAU.PANRITA UGIQ,JEMMUQ RI CINA,TO AMPE MANUQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Mendengar perkataan We Cudaiq, Bukan main pusingnya La Tenriranreng dan La Makkasau mendengar permintaan adiknya yang tak pernah ada selesai-selesainya. Hal ini ia serahkan sepenuhnya kepada Sawerigading untuk memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya.

Dengan tidak membuang waktu lagi, segera Sawerigading memerintahkan Panrita Ugiq dan Jemmuq ri Cina untuk mengumpulkan dan menghidupkan kembali mayat-mayat pasukan dan or-ang tua asuh We Cudaiq.

SAWERIGADING :

Kur jiwamu, Paduka Panrita Ugiq dan Jemmuq ri Cina, Semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Panrita Ugiq dan Jemmuq ri
Cina , segeralah untuk mengumpulkan dan menghidupkan kembali
mayat-mayat pasukan dan orang tua asuh We Cudaiq.

To Ampe Manuq dan Panrita Ugiq tidak senang dengan kejadian ini. Dia menganggap bahwa secara fisik ia sudah menang dalam perang, tetapi secara politik sebenarnya sudah kalah.

CUT TO.

21.EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING ,LA PANANRANG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Melihat pembangkangan saudara mereka To Ampe Manuq dan Panrita Ugiq, Akhirnya La Pananrang mengusulkan supaya Sawerigading segera naik ke Boting Langiq untuk mengadukan peristiwa ini kepada saudara kembarnya We Tenriabeng.

LA PANANRANG :

Kur jiwamu, Paduka adinda Sawerigading, Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, Sebaiknya Paduka Sawerigading naik ke
Boting Langiq Untuk meminta pertimbangan cara penyelesaiannya
pada saudara kembar emas paduka I We Tenriabeng?

CUT TO.

22.EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN BOTING LANGIQ–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,WE TENRIABENG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tidak menunggu waktu lagi Sawerigading segera naik ke Boting langiq Untuk meminta nasehat pada Saudaranya We Tenriabeng.

WE TENRIABENG ;

Kur jiwamu, Paduka kakanda Sawerigading, Semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, Sawerigading saudaraku, kembalilah ke
bumi Aleq Linoq,Kelak akan menyusul petunjuk cara Penyelesaian
masalahmu di Aleq Linoq.

CUT TO.

23.INTERIOR-EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Bersamaan dengan naiknya Sawerigading ke Boting Langiq, maka I We Cudaiq pun memerintahkan kepada pengawal istana untuk membuat dinding bilik tujuh lapis yang dilengkapi dengan palang yang kuat di istana La Tanete.

CUT TO.

24.INTERIOR-EXTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–MALAM HARI.

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,SAWERIGADING,MIKO MIKO, MEONG MPALOE )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Malam meranggas di aleq cina, angin malam yang dingin membuat pepohonan seperti menggigil kedinginan. Sementara itu ditempat lain, Sawerigading sedang tidur nyenyak. Dalam tidurnya itulah tiba-tiba angin menarik-narik ujung sarungnya sebagai isyarat untuk membangunkannya. Angin tersebut menyampaikan kepada Sawerigading untuk tidak ragu dan akan menuntunnya masuk ke istana LaTanete.

Dengan bergegas, Maka Sawerigading pun bangun diantar oleh angin menuju ke layangan puncak istana dan didapatinya seekor kucing Miko-miko yang ekornya menyala bagaikan obor.

MIKO MIKO :

Kur jiwamu Paduka tuan, semoga Datanglah semangat Kahyanganmu, Engkaukah gerangan yang bernama
Sawerigading Opunna Wareq itu?

SAWERIGADING :

Benar, akulah Sawerigading. Si celaka namaku, si nasib buruk
gelarku. Kutinggalkan semua kekuasaanku dan ketinggian
derajatku demi Untuk melayari pujaaan hatiku di La Tanete.

MEONG MPALOE / MIKO MIKO :

kur semangat jiwamu, semoga abadi semangat khayanganmu tunas dewa yang menjelma di Aleq Linoq, Kami siap mengantarmu masuk ke bilik We Cudaiq Daeng Risompa.

Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, Kucing Meong Mpalo dan Miko-miko yang telah bersepakat untuk mengantar dan menuntun Sawerigading masuk ke bilik We Cudaiq. Dia perintahkan kepada Sawerigading untuk mengikuti kemana arah Meong Mpaloe berjalan di situlah ia ikut. Kucing Miko-moko berjalan di depan untuk menerangi arah kamar dan Meong Mpaloe di belakangnya.

CUT TO.

25.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–MALAM HARI.

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,SAWERIGADING,MIKO MIKO, MEONG MPALOE )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dalam sekejab saja, Akhirnya sampailah juga kucing Miko-miko, Meong Mpaloe dan Sawerigading di samping We Cudaiq .Sawerigading naik ke peraduan, sembari tangannya memeluk I We Cudaiq, didapatinya ujung sarungnya telah dijahit.

WE CUDAIQ :

Keberanian apa yang merasuk jiwamu hingga engkau seberani
ini? Siapa gerangan pembantu yang tak takut mati, berani berbaring bersamaku disini?

SAWERIGADING :

Kur jiwamu, Paduka Adinda We Cudaiq , semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Duhai adikku We Cudaiq, aku bukanlah
pembantu,tapi aku adalah Sawerigading To Appanyompa.

Alangkah terekejutnya We Cudaiq. Dengan sombong We Cudaiq berpaling memunggungi suaminya Sawerigading To Appanyompa.

WE CUDAIQ :

Aku tak mau dan tidak berkeinginan sesarung dengan orang
jelek sepertimu.

SAWERIGADING :

Paduka adinda Istriku, Tak henti-hentinya Engkau menolak aku,
padahal aku telah menjadi Suamimu yang sedarah titisan Dewa dari Boting Langiq.

CUT TO.

26.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–PAGI HARI.

(tokoh cerita : LA SULOLIPU, RAJA CINA,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Fajar telah menyingsing disertai kokok ayam bersahut-sahutan, Keesokan harinya ketika pagi-pagi buta La Sulo Lipu diiringi dengan upacara kebesaran tiba di istana La Tanete. la menyampaikan kepada raja bahwa Sawerigading telah diantar oleh angin malam dan menuju bilik We Cudaiq. Kedatangannva kemari adalah untuk menjemput Sawerigading

CUT TO.

27.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,WE CUDAIQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sampai tujuh malam lamanya Sawerigading Opunna Wareq diantar oleh angin untuk melaksanakan perkawinan Botting Rarenring di atas angin ,seluruh harta telah diserahkan sebagai hadiah kepada sang putri We Cudaiq, namun jangankan untuk menyentuhnya melihat wajahnya pun tak pernah.

CUT TO.

28.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN BOTING LANGIQ–MALAM.

(tokoh cerita : WE TENRIABENG )
(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Di Kerajaan boting Langiq, We Tenriabeng atau biasa juga disebut Bissu ri Langiq mengetahui keadaan saudara kembarnya Sawerigading di bumi Aleq Linoq yang tidak diperdulikan oleh istrinya We Cudaiq, maka ia segera mengirimkan istana yang bernama Malimongang. Namun pikiran dan perasaan I We Cudaiq tak pernah bergeming sekalipun istana Mallimongan telah ditempati bertahta oleh Sawerigading.

CUT TO.

29.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,RAJA CINA,WE TENRIABANG,I WE CIMPAUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Akhirnya atas saran orang tua I We Cudaiq, maka Sawerigading pun lalu mengawani I We Cimpau sebagai jeda untuk menunggu perubahan kerasnya hati I We Cudaiq.

CUT TO.

30.INTERIOR-ISTANA KERAJAAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sementara itu di istana La Tanete gosip mulai menjalar di sekitar dayang-dayang. Sekali waktu seorang dayang meyebar gossip.

DAYANG DAYANG :

Sejak Sawerigading kawin dengan I We Cimpauq, maka sudah
sekian pula lamanya dia tak pernah hadir dan tidur di bilik We Cudaiq Daeng Risompa.

Mendengar gossip dayang dayang itu, terbakar hati putri cina itu. marahlah I We Cudaiq dan membentak pelayannya agar tidak mengulang-ulang lagi ucapannya itu

WE CUDAIQ :

Hai dayang dayang, Jangan kau mengulang ulang perkataanmu
itu. Karena kalau sampai kedengaran oleh angin dan dibawahnya
masuk ke dalam wangkang itu, maka tentulah orang Luwuq itu bangga karena ia menjadi perbincangan di istana La Tanete.

CUT TO.

31.INTERIOR-ISTANA MALIMONGAN DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : WE CIMPAUQ,SAWERIGADING, )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sementara itu di istana Mallimogang, Sawerigading telah menemukan semangat hidupnya yang dulu telah padam dan kini bergolak lagi bersama I We Cimpau. Namun tanpa sengaja di suatu malam yang kelam, angin datang membangunkan Sawergading Opunna Wareq, ia menyampaikan pesan saudara kembarnya dari Boting Langiq untuk segera dapat mewujudkan harapannya hidup bersama We Cudaiq Daeng Risompa. Karena itulah yang menjadi tujuan pelayarannya, bukan I We Cimpau.

CUT TO.

32.INTERIOR-ISTANA LA TANETE DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,SAWERIGADING, )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tak menunggu waktu lama lagi , Malam itu juga Sawerigading lalu bergegas menuju istana La Tanete dituntun oleh angin. la langsung masuk ke bilik I We Cudaiq. Namun ketika itu, I WeCudaiq benar-benar dalam keadaan lengah dan tidak dalam siaga. Sarungnya sudah tidak terjahit, pintu kamarnya tidak terkunci. Maka dengan leluasa Sawerigading merayu I We Cudaiq. Dengan seribu satu macam kata-kata manis serta janji untuk memberikan beberapa hadiah.

Salah satu diantaranya adalah hadiah Oro Sada yang berkepala dua dan bertolak belakang ujung dahinya. Alangkah gelinya perasaan I We Cudaiq mendengar janji itu, maka tanpa sengaja ia berpaling dan bertemu pandang dengan Sawerigading. Bukan main terkejutnya I We Cudaiq melihat ketampanan suaminya, ia terpana dan terpaku tak menyangka kalau suaminya ternyata tampan.

WE CUDAIQ :

Benar juga apa kata ibuku, bahwa gunjingan tentang pria jelek yang ada di atas perahu wangkang tidaklah benar, itu hanya ucapan dari orang yang cemburu.

CUT TO.

33.INTERIOR-ISTANA LA TANETE DI ALEQ CINA–SIANG.

(tokoh cerita : WE CUDAIQ,SAWERIGADING, )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sejak malam itu hubungan kedua suami istri itu kian hari kian menjadi akrab. Tiap malam Sawerigading datang ke biliknya dan pagi-pagi ia pulang. Itu berlangsung selama berhari-hari, karena itulah permintaan dari sang putri We Cudaiq. Lama-lama Sawerigading Opunna Wareq sudah mulai bosan dengan keadaan seperti ini, ia ingin agar keberadaarmya di La Tanete dapat juga disaksikan oleh orang banyak dan diakui sebagai suami putri I We Cudaiq. Lalu dia menyampaikan niatnya ini kepada We Cudaiq Opu Daeng Risompa, namun I We Cudaiq betul-betul merasa belum siap, ia merasa malu atas ucapan dan tindakannya kepada Sawerigading Opunna Wareq duiu, yang dengan keangkuhannya tidak memungkinkannya tinggal dan sesarung dengan dirinya. Dia memohon pada suaminya diberi waktu untuk itu.

CUT TO. BERSAMBUNG KE EPISODE XI.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: