SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE XII

XII.NASKAH SKENARIO FILM I LA GALIGO EPISODE 12

( Episode. I LA GALIGO NAMAKU )

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA LA TANETE–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : WE TENRIDIO,TO SOMPA RIU, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sementara itu, Dalam waktu yang bersamaan, selagi Anak anak datu sedang asyik menyabung ayam di gelanggang, Wé Tenridio yang bergelar Batari Bissu anak Sawérigading yang dinasibkan menjadi bissu sejak kecil, khusud menengadah ke langit berkomunikasi dengan orang kayangan suami langitnya yang bernama To Sompa Riwu ,To Sompa Riwu turun dari langit menjemput Wé Tenridio menaikkannya ke Boting Langiq. Dalam masa perjalanannya ke Boting Langiq, dia melihat dunia yang ditinggalkan itu besarnya hanya bagaikan sebuah kempu.

CUT TO.

03. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA BOTING LANGIQ–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : WE TENRIDIO,TO SOMPA RIU, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan sekejab saja We Tenridio tiba di Boting Langiq. Setiba Wé Tenridio di Boting Langiq, dia mendengar dari bawah bunyi gendang besar, gendang upacara Wé Tenribali saudara La Mappanyompa, yang sedang mengadakan upacara di Senrijawa. Wé Tenridio meminta kepada suaminya agar dapat diturunkan sebentar ke Senrijawa untuk menyaksikan upacara sepupunya itu, tanpa dapat dilihat oleh orang lain.

CUT TO.

04. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJAWA–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : WE TENRIDIO,WE TENRIBALI,TO SOMPA RIWU EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Setibanya di Senrijawa, dia melihat menyaksikan ada tiga ratus orang anakarung yang memegang peralatan bissu dan menyaksikan juga kecantikan Wé Tenribali saudara La Mappanyompa.To Sompa Riwu meminta kepada Wé Tenridiyo agar dapat menampakan dirinya supaya dapat dilihat dan dijemput kedatangannya oleh Wé Tenribali. Wé Tenridiyo pun menampakkan diri dan dijemput oleh Wé Tenribali, tetapi karena tidak mau duduk kalau bukan tikar-guntur yang diduduki sedang di Senrijawa tidak ada tikar yang demikian, maka neneknya yang ada di Boting Langiq segera menurunkan tikar-guntur untuk diduduki oleh We Tenridiyo.Bagaikan bara menyala kelihatan di dalam bilik tikar-guntur yang diturunkan dari langit itu.

CUT TO.

05. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJAWA–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : WE TENRIDIO,TO SOMPA RIWU EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Setelah selesai menyabung ayam di gelanggang, To Sompa Riwu yang bergelar Datunna Soppéng, masuk ke dalam bilik, Wé Tenridio tidak nampak. Rupanya dia sedang turun mandi pada piring manurung, tidak mau berhenti.Datunna Soppéng menanggalkan pakaiannya lalu melompat masuk ke dalam air untuk menjemput isterinya, tetapi tidak bisa di tangkap karena berobah menjadi bayangan.Datu Soppéng membujuknya, khawatir nanti sakit isterinya, tetapi We Tenridio tidak mau. Dia mau berhenti mandi kalau dijaring dengan sarang laba-laba yang tali penariknya dari seutas rambut. Sampai tengah malam mereka berdua terus terapung di atas air.Datu Wéttoing di Boting Langi memaklumi hal ini. Segera memerintahkan agar laba-laba emas dikeluarkan dari sarangnya untuk membuat sarang dan mencabut selembar rambutnya sebagai tali penariknya untuk menjala Wé Tenridio. Dengan perasaan geli dia menerima dan memperhatikan jala sarang laba-laba emas itu, diapun menjala isterinya, menaikkannya kemudian mengganti pakaiannya lalu pergi tidur. Tidur berbulan madu sepanjang malam.

CUT TO.

06. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Pada Waktu yang lain, Puluhan ribu pendamping Sawérigading, La Galigo dan anak datu tujuh-puluh beriringan di tengah laut, saling bersorakan menuju ke Senrijawa menghadiri upacara saudara La Mappanyompa. La Mappanyompa adalah anak angkat Sawérigading. Dalam pelayarannya ke Senrijawa mereka singgah di suatu pulau dan memerintahkan supaya Ladunrung Séreng, komandan burung beserta kelompoknya pergi mencari mangga manis yang ada di pulau itu. Hanya sebuah mangga saja yang didapat Ladunrung Sereng.

SAWERIGADING :

Tak sampai hatiku memakan buah mangga ini tanpa I We Cudaiq, ibu Wé Tenridio. Antarlah buah ini ke Latanété supaya dia makan saja dengan anaknya.

07. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA LA TANETE –SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : WE CUDAIQ ,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan bergegas Ladunrung sereng menuju istana di Latanete. Sesampai di Latanété, Ladunrung Séreng memberikan buah itu kepada I Wé Cudaiq sambil menyampaikan pesan. I Wé Cudaiq menerimanya sambil menitipkan juga makanan kesukaan Sawérigading.

CUT TO.

08. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,WE TENRIOLLE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Ditengah laut bertemulah rombongan perahu To Palennareng yang juga akan menuju ke Senrijawa, sebagai pengganti diri Batara Lattuq orang tua Sawérigading, yang tidak berkesempatan hadir di Senrijawa.

Sementara itu La Galigo menatapkan mata memperhatikan keberangkatan perahu La Tenroaji .

I LAGALIGO :

Memang cantik sekali kelihatan Wé Tenriolle isteri La Tenroaji tadi Mudah-mudahan dia bercerai, lalu aku memperisterikannya.

Mendengar perkataan I La Galigo , maka Tertawalah orang orang seperahu mendengar perkataan I La Galigo.

TO APPEMANUQ :

Mengapa engkau mencintai orang yang lebih tua dari ibumu. Mudah-mudahan engkau beruntung Galigo engkau dapat mrngawininya kalau dia bercerai dengan suaminya

LA MASSAGUNI :

Kalau demikian, Wé Walek itu dinasibkan tak jauh dari orang Aleq
Luwuq, karena Sawérigading juga pernah kawin sembunyi dengan dia sewaktu kecilnya. Rupanya sudah dinasibkan anaknya lagi
mengganti bapaknya, melilitkan lengan pada pinggang Wé Walek
serta membantalkan pada lengan La Galigo.’’

Suasana Diatas perahu Walenrengnge menjadi ramai, semua Berteriak bergembira di sekeliling perahu Lawélenréng. Bagaikan mau tumpah air laut.

TO PALENNARENG :

Rupanya kau SAwerigading, sudah menyerahkan kekuasaan
besarmu, jabatan kekuasaanmu, kedudukan tinggimu kepada
I La Galigo.

SAWERIGADING :

memang La Galigolah yang sudah dinaungi payung manurung
memerintah kolong langit di permukaan bumi.

TO PALENNARENG :

Sayang sekali engkau tidak mengizinkannya ke Luwu untuk
bertemu dengan kedua Sri Paduka Batara Lattuq orang tuamu yang sudah lama sekali merindukanmu.

SAWERIGADING :

Saya tak dapat berpisah dengan I La Galigo. Mudah- mudahan
keturunannya nanti yang dapat menggantiku ke Luwu.

CUT TO.

08. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,WE TENRIOLLE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI,OPUNNA WADENG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Tak diduga sebelumnya, Rupanya ada utusan Opunna Wadeng menunggu di tengah laut menjemput dan mempersilahkan Sawérigading singgah dahulu di Wadeng untuk menikmati perjamuan Wé Tenrirawé isteri Opunna Wadeng, sepupu sekali Sawerigading. Nanti bersama sama dengan rombongannya menuju ke Senrijawa. Penjemputan dipersiapkan secara besar-besaran.

TO PALENNARENG :

Dinda Sawerigading, saya dengar dibicarakan dulu dinda mau
mengawini Wé Tenrirawé, sepupu sekali yang telah diperisterikan
oleh Opunna Wadeng.

SAWERIGADING :

Keinginan itu tinggal keinginan Kanda To Palennareng. Setelah
Saya memperisterikan I Wé Cudaiq. Memang sebelum itu pikiranku tak pernah melupakan kecantikan Wé Tenrirawé.

CUT TO.

09. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI,OPUNNA WADENG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Sementara itu Rombongan Sawérigading sudah mendekat di pantai Wadeng. Sawerigading dijemput secara besar-besaran. Tak henti-hentinya senapan dibunyikan. Bunyi gendang kerajaan dipukul bertalu-talu pertanda bahwa keturunan manurung di Luwu akan tiba di pelabuhan. Bagaikan banjir datangnya penjemput di pantai. Opunna Wadeng datang dengan bergegas tanpa menaiki usungan keemasan lagi.

SAWERIGADING :

Kanda La Sinilele, Mengapa keadaan laut di luar pantai Wadeng
jauh sekali bedanya dengan keadaan waktu kita datang pada beberapa tahun yang lalu?.

LA SINILELE :

Paduka Sawerigading, memang kita masuk dari arah yang lain. Kita ini melalui simpang arus laut yang angker.Kelihatan tinggi melangit arus yang berpapasan. Kabarnya di sinilah biasa berkubur perahu besar pelaut.

SAWERIGADING :

Kalau begitu Kanda La Sinilele, Mari kita tantang keangkeran samudra ini, supaya penghuninya jangan merasa sombong terus.

CUT TO.

10. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI,OPUNNA WADENG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Dengan tangkasnya Perahu rombongan Sawérigading menerobos arus pusaran air raksasa yang diiringi kilat guntur dan petir yang menyebabkan perahu rombongan Sawérigading tertahan dihantam arus. Sawérigading mengeluarkan ilmu dari tempat sirihnya yang dapat menghembuskan topan, petir halilintar ke laut. Rombongan perahunya dapat melalui gunungan air laut yang biasa ditakuti orang untuk melaluinya sekalipun mereka adalah anak dewa. Tertawa saja La Tenripeppang yang sedang berada di pantai ketika menyaksikan hal itu.Demikian tinggi gunung air laut itu, sampai Sawérigading dapat melihat Jawa Timur dan Jawa Barat, Sama Barat dan Maloku.

TO PALENNARENG :

Dinda Sawerigading, kalau melihat istana Maloku dan Ternate itu
terbayang lagi di hatiku istana La Maddaremmeng waktu ke sana.

SAWERIGADING :

Ketika itu kakanda To Palennareng, makananpun tak dapat kutelan, tak mau lewat di kerongkonganku karena selalu
mengenang WeTabacina, si cantik molek lagi sangat manis yang
pandai mengeluarkan ucapan dan cendekia berfikir itu.

CUT TO.

FLASHBACK

11. INTERIOR–ISTANA MALOKU–MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING, WE TABACINA)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Mengingat Kenangan itu menyebabkan air mata Sawérigading berlinang linang, mengenang keberadaannya dulu di sana, waktu bertemu perempuan yang bernama Wé Tabacina. Kecantikannya bagaikan anak dewa yang turun dari langit. Suatu malam sesudah makan malam, Wé Tabacina membereskan tempat peraduan Sawérigading.

SAWERIGADING :

Kur jiwamu, Paduka adinda We Tabacina, semoga Datanglah
semangat Kahyanganmu Adinda ratu We Tabacina sebenarnya
badan ratu yang kuinginkan jadikan bantal?

WE TABACINA :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Sawerigading, semoga Datanglah
semangat Kahyanganmu Kanda Sawerigading,siapa lagi yang
harus ditaati keinginannya selain orang besar seperti kanda

We Tabacinapun tertawa sambil senyum menggoda, Sawérigading juga terlena, lalu berangkatlah mereka bersama masuk ke peraduan.

SAWERIGADING :

Paduka adinda We Tabacina. andai pun kanda kembali kenegeriku, aku akan merana dirindu khayal di tengah malam karena mengingat rindu bersamamu di tengah malam. Mungkin salah satu obat untuk mengatasinya adalah membuka jendela dan
menjenguk melepaskan pandangan mata kearah Maloku.

CUT TO.
DISSOLVE.

12. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, LA TENRIPEPPANG EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Segera saja Sawérigading naik di pantai digeserkan orang untuk berlalu. Duduk bersama Sawérigading dengan La Tenripeppang, disuguhi sirih sambil mendengar ucapan kuur semangat orang Wadeng kepada Sawérigading atas keikhlasannya singgah dahulu di Wadeng sebelum meneruskan pelayarannya ke Senrijawa..

CUT TO.

13. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, LA TENRIPEPPANG EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Gembira sekali I La Galigo setelah selamat melintasi gunungan air laut dan pusaran papasan pusaran air laut yang angker itu. Rembang tengah hari, rombongan perahu sudah sampai berlabuh di pantai Wadeng, dijemput dengan letusan senapan yang bunyinya bagaikan petir bersambungan.

CUT TO.

14. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo

Sudah merapat juga perahu Lawélenreng tumpangan raja muda La Galigo yang sudah diserahi jabatan menjadi yang dinaungi payung di Luwu Segera juga dijemput untuk turun ke darat. Kuur semangat diucapkan kepada La Galigo sebagai tamu kehormatan, sebagai tanda gembira. Opunna Wadeng memberi hadiah kepada La Galigo sebuah kampung yang bernama Wadeng Barat yang ditempati gunung emas dapat mengeluarkan emas murni, berpianak bagaikan kerbau. La Galigo dipersilahkan naik ke darat untuk bertemu dengan bibinya Wé Tenrirawe sepupu sekali Sawérigading.

CUT TO.

15. INTERIOR/EXTERIOR –PERAHU WANGKANG–SIANG/ MALAM .

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG,PUANG MATOA, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Rombongan La Galigo naik ke darat memenuhi pantai dengan pakaian indah dijemput dengan bunyi-bunyian aneka macam. Tujuh puluh usungan emas mengiringinya, Dijemput dengan upacara bissu oleh Puang Matowa. Bagaikan petir guntur suara letusan senapan sebagai maklumat bahwa tunas dewa menginjak negeri. Gendang emaspun dibunyikan, sekali pukul tujuh kali bergema, gemanya sampai ke langit.
Kedengaran juga di seluruh permukaan bumi. Berseliweran orang banyak bagaikan mau runtuh tanah di negeri Wadeng, diberlalukan melalui pancangan umbul-umbul serta diperpatahkan bambu emas.

CUT TO.

16. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,WE TENRIRAWE, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG,PUANG MATOA, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Di Senrijiwa rombongan Sawerigading disambut dengan upacara yang meriah. Orang banyak mengagumi kegagahan kegantengan Sawérigading, sambil mengatakan bahwa beruntung sekali We Cudaiq yang dapat mempersuamikannya, sedang La Galigo adalah orang muda yang tiada bandingannya, mudah-mudahan I La Galigo mau kawin di negeri kita ini.
Sudah sampai Sawérigading dan La Galigo di depan istana. Tujuh puluh macam alat perupacaraan yang dipergunakan Wé Tenrirawé ibu La Mappanyompa. Dia mengangkat talam, menaburkan bertih emas waktu menginjak tangga. Bergumam semua orang banyak menyaksikan ketururunan dewa dua beranak.

WE TENRIRAWE :

Kuur jiwamu Sawerigading Opunna Warek, Semoga tetap semangat kehiyanganmu, naiklah di istanamu kupersilahkan semua wahai anak datu tujuh-puluh.

CUT TO.

17. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,WE TENRIRAWE, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG,PUANG MATOA, TENRIPEPPANG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan agungnya mereka Bergandengan tangan Sawerigading dan La Galigo memasuki ruang tengah. Penuh sesak istana, dikipas-kipasi oleh dayang-dayang. We Tenrirawé sendiri yang menyuguhkan sirih kepada Sawérigading dan I La Galigo. Sawérigading menjemput sirih pada sepupunya, sedang La Tenripeppang mengangkatkan tempat sirih kepada To Appémanuk dan anak raja pendamping lainnya.

WE TENRIRAWE :

Nikmatilah kalian hasil tanahmu di Wadeng.Silahkan makan kalian, terimalah juga pemberian kami yang berupa ribuan juak berpontoh, pontoh emas, kado berisi tenunan Melayu. Tak ada perbedaan Wadeng, Luwu dan Aléq Cina Nikmatilah kalian isi hidanganmu, hanya demikianlah perjamuan kami orang yang dihanyutkan, orang buangan.Orang yang terbuang di rantau tak ada sanak saudaranya.

SAWERIGADING :

Kuur jiwamu adinda We Tenrirawe, Semoga saja tetap semangat kehiyanganmu. Kita senasib wahai adikku,terbuang bagaikan daun
kayu yang diterbangkan angin.’’

OPUNNA WADENG :

Kuur semangat dan jiwamu dua bersepupu sekali.Jangan demikian ucapanmu. Tidak ada tempat di permukaan bumi yang bukan milik manurung di Aléq Luwu dan Tompoq Tikkaq.

TO PALENNARENG :

Saya yang sudah datang juga dari Luwu ini Untuk menyampaikan bahwa kedatangan saya di Wadeng adalah mewakili Paduka Raja di Aleq Luwug,karena La Mappanyompa datang ke Luwu memanggilnya untuk menghadiri upacara di Senrijawa. Paduka Raja di Luwu mengatakan bahwa Walaupun hanya salah satu anak Sawérigading yang ditempatkan di Luwu, senanglah rasa rindu sedihku.

CUT TO.

18. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,WE TENRIRAWE, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG,PUANG MATOA, TENRIPEPPANG,WE PAWAWOI, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sementara itu juga, Para datu bawahan kerajaan berkunjung ke Wadeng, Untuk melihat dan menjamu Sawérigading dan La Galigo. Sawerigading Opunna Warek turun ke gelanggang menyabung ayam bersama dengan anak datu tujuh-puluh.
Sudah tiba juga rombongan Wé Pawawoi saudara perempuan Opunna Wadeng, orang cantik dari Majang Bombang diiringi dengan alat perupacaraan lengkap. Sawérigading sangat tertarik pada orang itu, karena bentuk mulut merapat, badan menggiurkan, sama dengan kecantikan I Wé Cudaiq Daéng Risompa.

WE PAWAWOI :

Kuur jiwamu Sawerigading Opunna Warek, Semoga saja tetap semangat kehiyanganmu.Saya membawa harta kepada To Botoe I La Galigo untuk dijadikan taruhan sabungan nanti di Senrijawa.

SAWERIGADING

Kuur jiwamu adinda We Pawawoi, Semoga saja tetap semangat kehiyanganmu. sudah ribuan perempuan yang kulihat, belum ada yang menyamai dengan I Wé Cudai kecuali Wé Pawawoi.

CUT TO.

19. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,I LA GALIGO,WE TENRIRAWE, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG,PUANG MATOA, TENRIPEPPANG,WE TENRISUMPALAQ, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Semakin lama waktu berlalu, Sudah penuh sesak tamu di Senrijawa. Banyak istana yang dipersiapkan untuk Para tamu undangan. Tamu undangan dijemput dengan tari bissu dan barisan pancangan umbul-umbul serta dipatahkan bambu emas di depan rombongan Sawérigading dan Opunna Wadeng. Penghuni istana Senrijawa turun semua menjemput dengan pakaian kebesarannya. Ramai sekali perupacaraan penjemputan. Gendang kerajaan dibunyikan terus menerus. Wé Tenrisumpalak turun ke perahu menjemput orang tuanya.Tertegun orang orang menyaksikan kecantikan Tenrisumpalak yang bagaikan anak dewa turun dari langit

CUT TO.

20. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, Para undangan sudah turun ke gelanggang untuk mengadakan sabungan ayam, kecuali Sawérigading karena masih merasa letih. Para pengiring dan pendamping Sawérigading turun semua ke gelanggang. Ramai sekali sabungan. Sudah tiba pula kelompok I La Galigo dengan ratusan juak andalan pengikut pengiringnya. Rombongan raja-raja lainpun sudah tiba dengan pengiring yang berpakaian kilau kemilau. Sudah datang juga selain I La Galigo adalah To Kellinngé. Raja ini walaupun sementara tidur satu selimut dengan isterinya, akan Tetapi tiba-tiba teringat dan terbayang di kepalanya tentang kemenangan ayam , sertamerta saja terbangun dan menari melenggangkan badan, meliukkan lengan mulusnya di atas kasur.

La Galigo mau melihat bagaimana To Kellinngé itu menari kalau ayamnya menang. Diapun mengajak To Kellinnge mengadu ayam di gelanggang.
Pada mulanya To Kellinngé tidak mau mengadu ayam dengan remaja seperi La Galigo itu. Tetapi atas permintaan La Galigo supaya dua nama yang sama dapat nampak di atas panggung disaksikan oleh orang banyak, diapun mengiakannya.
To Tenriwalek mengabulkan permintaan La Galigo. Diapun sudah siap naik di panggung sabungan, diangkutkan ayam mulianya, sedang La Galigo memilih ayam bodohnya sudah siap menyusul naik di panggung sabungan.
Masing-masing mengasah tajinya, membulang memasang gajungnya kemudian bersama-sama naik di panggung disaksikan juga oleh penghuni istana. Aduan ayampun dimulai. Tujuh kali saja saling menggelepur, ayam Datunna Cina mati terkapar. Menari melengganglah Datunna Kelling mengibaskan berkeliling destarnya, hampir menginjak saja ujung sarung To Padamani. Turut tertawa geli-hati anak datu tujuh-puluh menyaksikan tariannya.

CUT TO.

21. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

I La Galigo mengajak lagi bertaruh dengan aduan ayamnya. Sudah berseliweran orang banyak memasang taruhan. Tiga kali saja saling menggelepur, mati terkaparlah ayam Datunna Kelling. Giliran La Galigo lagi mengayun melambaikan destarnya, disaksikan gadis gadis pingitan di jendela istana.Gadis pingitanpun mempercakapkan tentang kegagahan, ketampanan dan kegantengan I La Galigo yang bagaikan bulan purnama, hanya disayangkan dia bersifat angkuh dan sombong memandang enteng saja raja sesamanya.

CUT TO.

22. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Setelah ramai sabungan di Senrijawa, turunlah Sawerigading Opunna Warek dengan pakaian kebesaran kehiyangannya, pergi duduk berdampingan dengan anaknya, didampingi oleh pengawal kerajaan .Bagaikan adu laga Dalam perang , para raja itu Saling mengadu ayam handalannya. Tak kedengaran lagi ucapan mulut orang banyak. Gendang berdengung-dengung dan upacara bissu di istana, teriakan pemain judi memekakkan telinga di gelanggang. Nyanyian bissu dilantungkan berganti-ganti oleh para bissu.

CUT TO.

23. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE,WE SENGNGENG RISOMPA, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Semakin lama semakin Membanjir datangnya tamu undangan. Salah satunya bernama Senngeng Risompa Daéng Mangkauk, perempuan cantik yang tidak mau bersuami kalau bukan yang disukai. Banyak sekali yang melamarnya belum ada yang diterima.

CUT TO.

24. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE,WE SENGNGENG RISOMPA, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sawérigading naik di atas juruk emas, kelompok bissu mengayun menarikan peralatannya, I La Sarasa anak Pallawa Gauk dari Tompo Tikka menebarkan bertih emas mengayunkan belira keemasan sambil mengucap mantera.Bersamaan semua para aparat kerajaan berganti-ganti naik pada juruk emas sedang Sawerigading naik di puncaknya dikelilingi obor api menyala, bagaikan dewa yang baru turun dari kayangan.

CUT TO.

25. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE,WE SENGNGENG RISOMPA, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Senngeng Risompa si cantik yang tidak mau kawin, khusyuk berdoa memohon kepada dewa di langit supaya Sawérigading mau memperisterikannya . Dia mengambil selembar sirih, lalu menuliskan cinta berahinya, kemudian mengirim kepada Sawérigading, agar dia rela memperisterikannya. Tunduk tertegun dan tertawa Sawerigading membaca daun sirih itu. Hari ini seharian penuh Sawérigading menerima surat yang sama dari perempuan lain.Sawérigading menjawabnya dengan ucapan yang tak dapat didengar orang lain.

SAWERIGADING(OS)

Engkau cinta kepadaku, saya lebih cinta mendalam dihatiku kepadamu. Hanya sayang sekali, dewa sudah lama sekali
menutup perjodohanku. Andai kata engkau dan aku bertemu sejak dahulu, pada waktu itu aku masih selalu dilanda asmara.Memang di dalam hatiku menggelora walaupun hanya melihat bayanganmu. Di samping itu rupanya hatimu tergoda sekali padaku secara mendalam melalui sudut pandangan pengelihatan
urat-urat matamu. Rupanya engkau menyimpan keinginan yang dapat menjadi penyakit tak terobati atas terkabulnya lagi keinginan rasa hatiku. Hanya aku sampaikan bahwa sudah lampau masa nya keinginanku pada perempuan.

Termenung Senngeng Risompa atas bisikan hati Sawérigading. Matanya masih melotot melihat ketampanan Sawérigading yang ingin sekali menjadi jodohnya. Sawérigading sudah turun dari juruk emas. Makananpun sudah dipersiapkan. Para penyabung mulai makan kemudian turun kegelanggang.

CUT TO.

25. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :I LA GALIGO, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

La Galigo pun juga tak berhenti didatangi bisikan hati para gadis pingitan.Sudah banyak bilik perempuan silih berganti dimasuki secara sembunyi.

CUT TO.

25. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE, WE TENRIBALI, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Bagaikan anak dewa turun dari langit kecantikan cucu Wé Tenrirawé itu. Berpakaian indah semua penghuni istana, anak raja sebayanya, para pelayan pembantunya, inang pengasuh dan orang dalamnya. Bunyi-bunyian dan peralatan bissu mulai memekakkan telinga.Ratusan Puwang Matowa mengiringinya dengan nyanyian bissu, ribuan sebayanya penghuni istana mengiringi dan mendampinginya. Bagaikan saja bulan purnama kecantikannya berjalan diangkatkan ujung sarungnya. Ada yang mengangkatkan tempat sirih, ketur peludahannya. Tiba-tiba tak dapat mengangkat kakinya. Menyanyi-dewalah Tunek Mangkauk, kemudian menyapu badan anaknya sambil menjanjikan hadiah sebuah kampung besar, agar turut naik di Saoturu keemasan tanpa dilihat oleh para tamu undangan.
Tiga kali La Mappanyompa mengucapkan janji hadiah, diangkatlah Tunek Mangkauk oleh Puwang Matowa untuk dinaikkan pada juruk emas, disertai aduan alosu soda tanpa dilihat oleh orang banyak.

CUT TO.

26. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita :SAWERIGADING,I LA GALIGO, LA PALENNARENG,TO SINILELE,TO AMPE MANUQ,LA MASSAGUNI, OPUNNA WADENG, TENRIPEPPANG,TO KELLINGE, WE TENRIBALI, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

I LA GALIGO :

Wahai Paduka Wé Tenribali, sudilah kiranya paduka We Tenrabali yang cantik dapat keluar menampakkan diri untuk disaksikan oleh orang banyak.Saya akan memberikan hadiah padamu.

SAWERIGADING :

Ananda I Lagaligo, mengapa lagi orang yang akan bersanding
dengan La Tenriliweng itu dipanggil.

WE TENRIBALI :

walaupun tanpa hadiah aku akan keluar juga. Hanya tadi tidak
keluar karena masih ada orang Ruwang Letté yang merasuki Tetapi karena sudah selesai ’’tuppu juruk’’ orang langit itu sudah tak mengikat lagi.

CUT TO.

26. INTERIOR/EXTERIOR –ISTANA SENRIJIWA–SIANG.

(tokoh cerita : WE TENRIBALI,SAWERIGADING,I LA GALIGO, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sementara itu ,Para penghuni bilik sudah berpakaian indah kemudian We Tenribali si tunas mangkauk itu diberi pakaian dan perhiasan ala orang langit. Berangkat keluarlah diiringi oleh dayang-dayang, pelayan dan pengasuhnya.Setelah sampai Wé Tenribali di luar dikelilingi mata memandang. Bagaikan bulan purnama kecantikannya. Dipersilahkan duduk oleh Sawerigading Opunna Warek. I La Lagaligo menyuruh pelayan pembantu memberikan sirih pinang. Ia mempersilahkan We Tenribali menyirih, sambil memberikan hadiah berupa pelayan pembantu untuk dijadikan penghuni dan pendamping di istana. Pamadeng Letté Sawérigading memperhatikannya, bagaikan bentuk badan dan warna kulit I Wé Cudaiq waktu mula sampainya di Latanete.

SAWERIGADING :

Sungguh Luar biasa kecantikan Wé Tenribali. Entah siapa nanti
menjadi jodohnya. Banyak orang cantik di Cina Tetapi sepertinya
lain juga keadaan kecantikan Wé Tenribali.

CUT TO.

27. INTERIOR–ISTANA SENRIJIWA–MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,TO PALENNARENG, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Pesta Upacarapun semakin meriah, bunyi gendang berbunyi terus bagaikan mau runtuh Senrijawa karena acara keramaian semalam suntuk. Sawérigading kembali ke istana, dibereskan tempat tidurnya, sekelambu berdua dengan To Palennareng.

TO PALENNARENG :

Kuur jiwamu Dinda Sawerigading Opunna Warek, Semoga
tetap semangat kehiyanganmu. Dinda Sawerigading,ada surat emas datang semalam diantar oleh angin. Rupanya ada tambatan hatimu di tempat ini. Kubaca surat itu, berderai air mataku karena aku mengenang waktu kita masih remaja di Luwu, berjaga-jaga di luar kelambumu.

SAWERIGADING :

Kuur jiwamu kanda Palennareng, Semoga tetap semangat Kehiyanganmu. Diamlah kanda Palennareng, memang Senngeng Risompa ingin sekali kuperisterikan. Menggelegar cinta di Dalam
hatiku juga tetapi bagiku perjodohan itu sudah ditutup mati oleh To Palanroé. Bagiku cinta itu hanya bagaikan bunga layu yang jatuh sudah bersatu dengan tanah.

Sawerigading menatap langit langit bilik peraduan berhayal tentang Sengngeng risompa.

SAWERIGADING :

Kuur jiwa datu itu. Mungkin akan terbuka perjodohannya juga. Mungkin ada Sawérigading lain akan berjodohan dengannya. Sudah dua tiga kali datang suratnya kepadaku melalui angin. Kutanggalkan pontoh emasku dan cincin buatan kehiyanganku dari jari manisku, kuberikan angin Untuk diantarkan kepadanya sebagai penutup malu dan rasa kecewanya. Supaya mereka tidak merasa kecewa karena telah kutolak permintaannya,

TO PALENNARENG :

Maaf dinda Sawerigading kalau saya masih penasaran untuk
menanyakan tentang kecantikan We Tenribali.

SAWERIGADING :

ada tiga ratus datu mangkauk hanya dialah yang paling cantik.
Kecantikannya tak manpu dinda melepaskan pandangan mataku untuk beralih pandangan darinya, tak memuluskan makanan langgar di kerongkonganku, sayangnya I Wé Cudaiq sudah merebut perjodohanku

TO PALENNARENG :

Kanda mempertanyakan lagi apakah We Tenribali tidak bisa meminjamkan lengan tempat berbantalnya I Wé Cudaiq Datunna Cina, betis tampat belitan betisnya supaya dia bisa berjodohan dengan Senngeng Risompa itu.

SAWERIGADING :

KandaTo Palennareng agar berbicara Jangan besar suaranya
nanti didengar angin lalu menyampaikannya pada I Wé Cudaiq
di istana Latanété.

CUT TO.

28. INTERIOR–ISTANA SENRIJIWA–MALAM.

(tokoh cerita : I LA GALIGO , EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)
Menjelang tengah hari La Galigo dan rombongannya naik di istana untuk menyirih.La Galigo menjumpai surat emas pada tempat sirih orang tuanya.

I LAGALIGO :

Ternyata tiada akhir-akhirnya gelora cinta itu bagi ayahanda Sawerigading. Paduka Tuan kita pun yang sudah tua, bukan lagi
remaja sebagai raja muda, masih menggelora asmaranya dan
dapat melanda gelora asmara cinta perempuan yang melihatnya.

CUT TO.

29. INTERIOR–ISTANA KERAJAAN BOTING LANGIQ–MALAM.

(tokoh cerita : WE TENRIABENG, EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Angin yang diutus oleh Senngeng Risompa sudah sampai di Boting Langiq, menyampaikan kepada Bissu Rilangi We Tenriabéng bahwa dia telah disuruh oleh Senngeng Risompa mengantar surat cinta kepada Sawérigading.Karena Sawérigading tidak mau, maka putuslah harapan gelora cintanya.

WE TENRIABENG

mungkin besok-besok kalau Sengngeng ri Sompa selalu bertemu dengan Sawerigading, maka Sawérigading akan terlena juga.

CUT TO.

30. INTERIOR–ISTANA LA TANETE DI ALEQ CINA–MALAM.

(tokoh cerita : I LA GALIGO , EXTRACT).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Wé Tenriabéng menyuruh angin itu ke Cina membohongi We Cudaiq Datunna Cina bahwa Sawérigading sudah kawin di Senrijawa. Anginpun melanglang buana menembus angkasa berangkat ke Cina menyampaikan berita kepada I We Cudaiq bahwa mungkin ada mimpinya semalam. Itu berarti berita penyampaian tentang perkawinan Sawérigading di Senrijawa.

WE CUDAIQ :

Kejadian yang demikian itu tidak usah diherankan. Memang
Sawérigading adalah laki-laki yang selalu didambakan oleh
wanita di mana saja dia berada. Bagaikan mau keluar-lepas
biji mata wanita yang melihatnya. Setiap malam semangatnya datang di pembaringannya dan menyatakan rasa dirinya
bagai makan tidak kenyang, minum tak lepas dahaga tanpa
ada perempuan bersamanya di negeri orang.

CUT TO.

31. INTERIOR–ISTANA KERAJAAN SENRIJAWA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,SENGNGENG RISOMPA).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan sembunyi sembunyi ,Tak lepas sudut mata Sawérigading mencuri pandang kepada Senngeng Risompa. Dalam hatinya mengatakan tidak ada bedanya dengan I Wé Cudaiq. Timbul di dalam hatinya untuk kawin sembunyi secara rahasia. Diambilnya selembar sirih lalu meniupnya, maka jadilah daun sirih itu berbicara bak manusia. Disuruh pergi kepada Senngeng Risompa tanpa dapat dilihat dan didengar oleh orang luar.

SAWERIGADING

Adinda Sengngeng ri Sompa ,aku terpana melihat rupamu
yang menawan,rasanya mau jatuh pingsan melihatmu. Saya
ingin dikasihani agar dapat diterima bayanganku untuk masuk ke dalam bilik adinda Senngeng Risompa, berbaur juga semangatnya kelak kalau berada dalam kelambumu itu. Kiranya adinda Senngeng Risompa dapat menumpangkan aku di tempat tidurmu, meminjam tempat berbaring di bawah bulan puranama yang
menaunginya, dijadikan tamu mulia dalam bilik, saling mengangkat di dalam sarung, satu semangat dan jiwa berdua.

SENGNGENG RISOMPA

bukan begitu yang dinda harapkan. Dinda berkeinginan dilamar dengan baik secara terhormat di kerajaanku. Mohon maaf sebesar-besarnya kalau hal itu tidak diiakan.

CUT TO.

32. INTERIOR–ISTANA KERAJAAN SENRIJAWA–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,SENGNGENG RISOMPA).

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Daun sirih kembali kepada Sawérigading menyampaikan apa jawaban Senngeng Risompa itu kepadanya. Tertawa saja Sawérigading mendengarnya. Berdiri Sawérigading sambil meninggalkan bayangannya, sedang badannya berjalan tanpa dilihat orang lain pergi duduk di hadapan Daéng Risompa. Sawérigading memijit jari Senngeng Risompa waktu disuguhi sirih, sampai kelihatan pucat marah wajahnya. Sawérigading sudah mengetahui ketidak mauan Senngeng Risompa, karena semua wanita yang dipijit jarinya biasanya tertawa, kecuali dia.

SAWERIGADING :

Saya minta dikasihani utamanya semngat kehiyanganku tercederai. Saya cuma menginginkan naungan kelambu. Jiwaku sudah tergiur atas keelokan paras dinda Senngeng Risompa.

SENGNGENG RISOMPA :

kiranya jangan terkejut hati orang besar junjunganku, tak diperbuat yang demikian, tak tertanam di dalam hati berkasih-kasihan secara sembunyi.Yang diinginkan olehku adalah saling berjodohan disaksikan oleh semua orang banyak. Sayapun tidak menyembunyikan keinginan untuk berjodohan karena kegagahan Sawérigading yang diidamkan, ketampanannya melenakan mataku, saya ingin membanggakan diri kalau dapat berjodohan dengan opu penyabung yang bagaikan sinar matahari cerah kulitnya. Oleh karena kakanda Sawérigading tidak mau membagi cintanya dengan I Wé Cudaiq maka sayapun menyabarkan hati.

(closing dan Illustrasi lagu Theme Song I La Galigo )

CUT TO.

SELESAI.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: