SKENARIO FILM I LAGALIGO EPISODE IX

IX.NASKAH SKENARIO FILM SERIAL I LA GALIGO EPISODE 9

( Episode. LAHIRNYA ANAK KEMBAR EMAS)

Naskah/Skenario: Dr.Syahriar Tato.
Supervisi : Prof. Nurhayati Rahman.

(Adabtasi skenario film oleh Dr.SYAHRIAR TATO dari buku LA GALIGO menelusuri jejak warisan sastra dunia Buku I dan II ,dan berbagai sumber tentang I LAGALIGO)

01.BGT.

Opening Cuplikan adegan yang dianggap menarik, menjadi latar belakang nama-nama pekerja film dan artis utama, diiringi lagu Theme Song I La Galigo hingga title selesai.

Fade out.
Fade in.

02. INTERIOR/EXTERIOR – PERAHU WANGKANG – MALAM .

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

We Datu Sengngeng bermimpi menyaksikan dirinya naik perahu di laut lalu diturunkan kepadanya bakul emas diulur melalui gelang emas,gantungannya adalah pelangi,dan isinya adalah sebiji telur.Telur itu lalu pecah dan menetas isinya seekor jantan dan seekor betina.Ayam jantan terbang ke Tana Ugiq, ayam betina naik ke Boting Langiq.

CUT TO.

03. INTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ–PAGI.

(tokoh cerita : BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG,EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Ketika langit terang keesokan paginya We Datu Sengngeng bangun berpisah sarung suami-istri, perasaannya sedih di dalam hati mengenang mimpinya, mimpi yang nyata.la lalu mencuci muka pada mangkuk putih,berkaca di muka cermin,membuka cerana emas lalu menyirih menenangkan hatinya.

We Datu Sengngeng berdiri lalu keluar bergandengan tangan suami-istri diiringi oleh dayang-dayang diramaikan oleh hamba dewa.

CUT TO.

04. INTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ–PAGI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,WE NYILIQ TIMOQ,BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Kebetulan sekali Manurungnge Batara Guru terbangun dari tidurnya duduk dikerumuni oleh hamba dewa.Yang menjadi tunas di dunia menengadah sambil menegur We Datu Sengngeng.

BATARA GURU :

Kur jiwamu, Paduka Ananda We Datu Sengngeng, datanglah
semangat kahyanganmu, Kemarilah, Ananda We Datu Sengngeng
suami-istri, masuklah duduk di atas permadani emas.”

Dengan bergegas Maka We Datu Sengngeng suami-istri masuk duduk lalu menyembah di hadapan Manurungnge,diangkatkan sirih lalu menyirih.

WE DATU SENGNGENG :

Kur jiwamu, Paduka Ayahanda Batara Guru , datanglah semangat
Kahyanganmu, Apa gerangan makna mimpiku tadi malam, tuanku,
aku menyaksikan diriku naik perahu di laut, aku lalu diturunkan bakul emas gelang emas tali pengulurnya, pelangi gantungannya. Aku mengambilnya dan kulihat isinya, ternyata sebutir telur isinya, wahai Paduka. Lalu menetas telur itu seekor jantan dan seekor betina. Adapun ayam jantan, Sri Paduka, terbang ke Tana Ugiq, tiba di Aleq Cina. Adapun ayam betina itu naik ke Bo ting Langiq.”

BATARA GURU :

Engkaulah We Datu Sengngeng, sudah dipersiapkan memperoleh
tunas pengganti Batara Lattuq dan nanti kembar emas bayimu,
kelak yang laki-laki akan merantau ke Tana Ugiq, mencari jodoh
di Aleq Cina. Sedang yang perempuan akan naik ke Boting Langiq
berjodohan di Ruallette. Rupanya dia ingin diikuti jejaknya di Boting Langiq dan menginjakkan kaki di Peretiwi.

Batara Guru Manurungnge suami-istri seia sekata. Alangkah terkejut We Datu Sengngeng, bagai tak hendak merapat jiwanya Batara Lattuq mendengar ucapan raja dewa yang melahirkannya.

WE NYILIQ TIMOQ ;

Kur jiwamu, Paduka Ananda We Datu Sengngeng, datanglah
semangat kahyanganmu, Ananda We Sengngeng Janganlah
La Rumpang Langiq dan We Datu Sengngeng,tersentak hatimu karena ucapanku sebab mimpi tidurmu sangat jelas dan benar. Putera mahkota kerajaanmu kelak kembali lagi ke Luwuq.
Biarlah aku turun ke Peretiwi bertemu orang tuaku.

BATARA GURU :

Biarlah daku naik ke Boting Langiq menyampaikan pada Paduka
Palingeqe sebab mereka berdua haruslah sepakat.Tak tahulah nanti bagaimana kehendak To Palanroe. Perintahlah, Apung ri Toja, We Saung Nriuq dan We Lele Ellung, mempersiapkan upacara Kahyanganku berdua dengan adikmu yang muncul.

CUT TO.

05. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,WE NYILIQ TIMOQ,BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG,WE SAUNG NRIUQ,WE LELE ELLUNG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Tanpa menunggu waktu lagi, Belum selesai ucapan Manurungnge We Saung Nriuq dan We Lele Ellung berangkat memerintahkan mempersiapkan upacara kahyangan yang muncul itu. Anak tangga emas dibungkus dengan kain berbunga dari Sese Ileq, lantai pun dihampari kain cindai dari Abang Lette sampai keluar untuk tempat berpijaknya Manurungnge dan usungan kemilau orang yang muncul. semua dayang pengiring turun pula bersamaan turun pula usungan emas tumpangan Batara Lattuq dan We Datu
Sengngeng.

CUT TO.

06. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,WE NYILIQ TIMOQ,BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG,WE SAUNG NRIUQ,WE LELE ELLUNG,PUANG MATOA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Serentak orang banyak pun turun berdiri menunggu di pekarangan hamba dewa yang manurung, hamba dewa yang muncul. Perlengkapan upacara sangiang Manurungnge siaplah, payung emas telah berkembang,usungan emas tumpangan We Datu Tompoq dinaungi dengan kain ileq warani. Usungan emas yang dipersiapkan untuk We Datu Sengngeng ditudungi kain aluq warani dari Wawo Unruq, dijalin dengan tali emas dari Saung Langiq, dihiasi dengan ukir emas dari Mata Soloq,dibentangi kain emas berukir dari Toddang Toja, dililiti kain Melayu dari Ruallette, dihampari kain Majang-mpatara orang Saung Langiq dijalin dengan emas dari Singkiq Wero dihiasi dengan gelang emas dari Limpo Bonga , dibentangi kain berukir emas orang Singkiq Wero.

Berangkatlah Puang Matoa yang memerintah negeri indah menghamparkan permadani emas pada lantai tempat berpijaknya Manurungnge sampai di luar di muara di pinggir laut. Maka berangkatlah Manurungnge suami-istri, We Datu Sengngeng dan Batara Lattuq menuju keluar diangkatkan ujung sarungnya, dipegangkan pangkal lengannya,bertelekan pada bangsawan tinggi segaharnya diiringi hamba dewa, diramaikan orang pilihan, diapit oleh para pengipas. Alangkah gemuruhlah ruangan istana dilewati oleh penghuni bilik yang ramai. Maka Manurungnge tiba melangkahi ambang pintu, serentak bersamaan semuanya naik ke usungannya, dinaungi payung kemilau didudukkan di atas pundak usungan kemilau tumpangan We Nyiliq Timoq dan Manurungnge dan Batara Lattuq suami-istri.

Gendang emas manurung telah berbunyi, seruling titing Ncawa pun telah ditiup diikuti bunyi gong dan diramaikan musik Melayu. Kecapi emas dipetik ula gamaru emas yang berkilau diguncang-guncang,tiupan seruling emas yang ratusan serta raungan mungmung melengking pula. thing Ncawa kembali dibunyikan diikuti oleh suara gong dan diramaikan musik Melayu. Bedil pun diletupkan membahana gemuruh bunyi asapnya sampai di langit.
Orang Luwuq menyanyi jangki, orang Butung menyanyi baenrong, orang Toraja menyanyi benanong orang Laioda menyanyi sengo-sengo, membuat tak saling mendengar suara para hamba Jawanya Manurungnge.

CUT TO.

07. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,WE NYILIQ TIMOQ,BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG,WE SAUNG NRIUQ,WE LELE ELLUNG,PUANG MATOA,TO TENRIANGKEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan bergegas To Tenriangkeq berdiri mempersiapkan keberangkatan usungan tumpangan pengiring ratu perempuan, serta isi usungan kapit.Tiga ratus usungan emas di depan sekian pula di belakang usungan kilat manurung.Tujuh ribu usungan emas di sebelah kanannya, sekian pula usungan cermin di sebelah kirinya. Bagaikan bunyi kayu yang bergesekan bunyi gerakan usungan, bagaikan danau yang meluap kelihatannya payung emas naungan anak raja bersentuhan daun payung emas, berolengan usungan-usungan berdempetan para pengiring, tak saling memberi tempat berdiri pemikul usungan emas tumpangan pengikut ratu perempuan, bangsawan tinggi kapit, bangsawan raja pendamping, penghulu yang menjadi hakim, anak orang kaya polempang.

Di antara usungan kemilau Manurungnge dengan usungan kilat orang yang muncul terdapat usungan guntur tumpangan Batara Lattuq suami-istri. Bagaikan matahari yang terbit, surya yang mulai bersinar payung emas Manurungnge. Bagaikan api setan peresola menyala payung matahari dari yang muncul menjelma. Bagaikan matahari yang terbit naik berarak dipandang mata payung kemilau naungan Batara Lattuq suami-istri. Barisan dayang-dayang yang ratusan, hamba dewa yang manurung, serta hamba sangiang yang muncul memanjang di depan.

Dentuman senjata meriam sebagai maklumat menginjak negeri Manurungnge di Luwuq tak dibiarkan berhenti. Bersahut-sahutan bunyi genderang diiringi tarian yang tak berhenti, para bissu pun kini menari.Puang Lolo melenggang menyabung alosu emas, mengadu arumpigi emas sekati. Serentak semuanya membunyikan upacara kerajaan hamba Jawa Manurungnge. La Oroq Kelling memetik kecapi emas,LaTau Buleng membunyikan talloq-talloq, La Tau Panceq membunyikan mungmung, La Keni-Keni meniup ratusan seruling tulali emas. La Kabenniseng menggoyangkan gamaru emas.

Alangkah ramainya upacara kerajaan Manurungnge bersambungan bunyi upacara kahyangan We Datu Tompoq. Para pembawa kipas diusung, diangkat pula ketur peludahan tempat membuang sepah sirihnya. Di bagian depan tempat para penari dodoq, di bagian belakang para penari topeng. Berbaris memanjanglah hamba Jawa Manurungnge bersarung tak berbaju, berbaju tak bersarung mengangkatkan seleguri yang dihiasi bunga malilu yang dijolok, dicelah-celah rumah yang dituruni hasil bajakan.

CUT TO.

08. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,WE NYILIQ TIMOQ,BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG,WE SAUNG NRIUQ,WE LELE ELLUNG,PUANG MATOA,TO TENRIANGKEQ, EXTRACT )
(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Tanpa menunggu waktu lama lagi, Mulailah berangkat usungan kemilau tumpangan Manurungnge, diiringi cahaya dan diramaikan oleh topan, didahului oleh api dewa, diantar angin kencang. Sejenak angin tak berhembus dan mentari tak bersinar daun kayu pun enggan bergoyang saat orang yang dijadikan tunas di Kawaq. Manurungnge turun di tanah. pengangkut usungan berangkat diiringi para hamba yang bergelang, diramaikan anak raja dan bangsawan tinggi, para pengusung berangkat bergegas, para pengiring pun mengayunkan tangannya . Belum lagi hancur daun sirih itu maka mereka tiba di pelabuhan perahu menelusuri pasir bertaburan. pelabuhan yang tak pernah sunyi di pinggir laut. Diletakkanlah usungan kemilau Untuk jadi tumpangan Manurungnge suami-istri.

CUT TO.

09. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ–PAGI HARI.

(tokoh cerita : BATARA GURU,WE NYILIQ TIMOQ,BATARA LATTUQ, WE DATU SENGNGENG,WE SAUNG NRIUQ,WE LELE ELLUNG,PUANG MATOA,TO TENRIANGKEQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan anggunnya We Nyiliq Timoq berdiri mengenakan pakaian indah dari Uriq Liuq.sarung bermotif air dan bintang bertaut disulam dengan emas murni dari Abang Lette baju satin kuning berhias bunga ditaburi hiasan emas murni dari Toddang Toja, bermotif bulan dari Boting Langiq, berkaitan bunga matahari dari Leteng Nriuq, gelang emas dari Peretiwi,sambil bergoyangan kipas emasnya, sembilan biji obor diselipkan di atasnya.

Setelah itu We Datu Tompoq berangkat diiringi hamba dewa sesamanya muncul. Semua pengiring berdiri pula. Bagaikan ikatan sanggul yang memabukkan orang-orang yang berpakaian indah itu. Orang banyak saling berdempetan orang yang bergelang bosaraq saling bersentuhan gelang emasnya, sama memakai ikat kepala sambil bergoyangan pinang goyang emasnya. Pada bergoyanganlah pinang goyangnya yang di ujungnya emas sekati dan mengenakan destar emas.

Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, We Nyiliq Timoq lalu berdiri dan diangkatkan talam emas yang dipenuhi beras aneka warna, diapit oleh anak sangiang diangkatkan ujung sarungnya, lalu ia menghamburkan bertih emas aneka warna, menjatuhkan telur dan sirih berikat sambil mengucapkan nazar di samudera, melemparkan sirih di sebelah kanannya, gelagah di sebelah kirinya diiringi ucapan mantera-mantera, sambil menengadah ke Boting Langiq menadahkan tangan ke Peretiwi. Lalu guntur bersahutan tujuh kali sabung-menyabung kilat petir dan angin kencang beriringan dengan topan saling beradu dengan angin ribut.

CUT TO.

10. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN PERETIWI –PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE NYILIQ TIMOQ,GURU RISELLEQ,SINAUQ TOJA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

We Nyiliq Timoq berdiri meniti pada gelombang yang berhempasan di atas laut. la turun melalui gelombang pada lapisan-lapisan laut. Kilat petir di atasnya belum lagi padam, pelita masih saja menyala ia tiba di Toddang Toja, terus menuju ke Peretiwi, pakaian We Nyiliq Timoq menyinari laut, menerangi seluruh Peretiwi. Kebetulan sekali Opu Samudda berada di Uriq Liu di naungan pohon ara Tanra Tellu, sedang menghadapi orang Toddang Toja yang berkumpul, begitu pula penguasa-penguasa di Peretiwi, penguasa di Uriq Liuq semuanya sedang berkumpul para hamba dewa pengikut Guru ri Selleq di Peretiwi. Serentak semua orang Peretiwi berpaling memandang pada orang yang dijadikan tunas di dunia yang datang dari Ale Lino. We Nyiliq Timoq pelan-pelan mendekat,

CUT TO.

11. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN PERETIWI –PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE NYILIQ TIMOQ,GURU RISELLEQ,SINAUQ TOJA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan bergegas We Nyiliq Timoq sujud menyembah lalu duduk di hadapan datu sangiang yang melahirkannya. Bergegas Guru ri Selleq mempersilakan anak keturunannya, menjemputnya dengan obor emas buah hatinya.

GURU RI SELLEQ :

Kur jiwamu, Anak We Timoq, semoga datang semangat kahyanganmu hiasan istana di Toddang Toja.

Opu Talaga berdiri bergandengan tangan buah hatinya masuk melewati pekarangan agung naik menuju istana yang gemerlap, masuk melewati sekat agung dan melewati sekat kemilau. la mendatangi ibundanya sedang bertahta di atas peterana bulan duduk dikelilingi dayang-dayang dari Toddang Toja, diapit oleh anak sangiang segaharnya. Sinauq Toja menengadah sambil memandang lalu bertemu pandanglah Paduka yang dilahirkannya Alangkah senang hati penguasa di Peretiwi menyaksikan buah hatinya.

SINAUQ TOJA :

Kur jiwamu, Anak We Timoq, semoga datang semangat kahyanganmu Kemarilah, wahai puteri mahkota yang kujadikan tunas di Kawaq.Kur jiwamu, We Nyiliq Timoq, silakan duduk di atas peterana bulan.

We Nyiliq Timoq sujud lalu menyembah di hadapan peterana agung yang diduduki ibundanya.Sinauq Toja sendiri langsung menggenggam lengan anaknya.

GURU RI SELLEQ :

Ananda We Nyiliq Timoq, naiklah kemari duduk di atas peterana bintang.

Bergegas We Nyiliq Timoq naik duduk di atas peterana agung berdampingan duduk dengan ratu ibundanya, diapit oleh orang tua kahyangannya, disuguhi sirih lalu menyirih.

SINAUQ TOJA :

Apa gerangan keperluanmu, Ananda We Nyiliq Timoq, sampai engkau turun ke Peretiwi menurunkan derajat negeri Toddang Toja? Sejak engkau menjelma di dunia mengikuti sepupu sekalimu di Aleq Luwuq belum pernah engkau menginjak istana tempat engkau dibesarkan, rumah dewa tanah rumpah darah kedatuanmu. Apakah engkau bertengkar dengan suami sepupu sekalimu? Atau telah rapuhkah taji ayamnya Batara Guru hingga kalah dalam penyabungan ayam sepupu sekalimu? Atau kena musibahkah negerimu menyebabkan padi tahunanmu tidak menjadi? Atau kalahkah Dalam peperangan suami yang membesarkanmu? Adakah gerangan raja di Aleq Lino, yang ingin menandingi kekuasaanmu menyamakan derajat kedudukanmu?

We Nyiliq Timoq menadahkan kedua tangan pada kedua orang tuanya

WE NYILIQ TIMOQ :

Kur jiwamu, Paduka kedua orang tuaku, semoga datang semangat
Kahyanganmu. Aku tak bertengkar mulut Paduka, dengan hambamu Batara Guru, tak rapuh pun taji ayamnya sepupu sekaliku. Tak gagal panenan tahunan negeriku, Paduka, juga tak kalah dalam berperang para pasukanku di Ale Luwuq.Tak satu pun raja di dunia ini, Paduka,yang ingin menyamai kedudukanku Hanya hambamu Batara Lattuq, juga hambamu We Datu Sengngeng sudah tua, Paduka, sudah menahun tinggal di Luwuq belum juga memangku tunas putera mahkota, padahal tiada duanya yang pernah tinggal di perutku. Itulah, Paduka, yang menggusarkan hatiku aku sangat mengharapkan wahai Paduka, sudilah engkau merahmatinya engkau berikan tunas pengganti, Paduka hambamu I La Tiuleng dan We Datu Sengngeng.”

CUT TO.

12. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN PERETIWI –PAGI HARI.

(tokoh cerita : WE NYILIQ TIMOQ,GURU RISELLEQ,SINAUQ TOJA, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Yang menetas di Wajang-mpajang dan yang berkuasa di Toddang Toja bersamaan merangkul anaknya.

GURU RI SELLEQ :

Kur jiwamu, Ananda We Nyiliq Timoq, semoga datang semangat Kahyanganmu Naiklah saja dulu, We Nyiliq Timoq, sudah ada tunas pengganti yang diberikan padamu tetapi nanti di Boting Langiq diturunkan oleh saudaraku I La Patotoq di Ruallette, barulah berisi kandungannya We Datu Sengngeng. Perintahkanlah Batara Guru naik ke Boting Langiq bertemu dengan ayah bunda kahyangannya.Setelah sepakat Boting Langiq dan Peretiwi barulah kamu diberikan tunas pengganti, ia itulah cucuku.

CUT TO.

13. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE NYILIQ TIMOQ,BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Seperti yang telah digariskan oleh para dewata di Boting Langiq maka tibalah waktunya Semua keturunan dari Dewata yang masih tersisa di Dunia Tengah Aleq Linoq akan ditarik naik ke Boting Langiq . Batara Guru manurunge mulai merasa tak betah lagi di Aleq Linoq . Ia membagi-bagikan kepada saudara tiri Batara Lattuq suatu daerah tersendiri, yang semuanya takluk di bawah kekuasaan Kerajaan Aleq Luwuq. Batara Lattuq sendiri yang akan menggantikannya dalam pemerintahannya atas Kerajaan Aleq Luwuq. Setelah itu naiklah Batara Guru dan We Nyiliq Timoq ke naik keatas Boting Langiq dengan semua generasinya, terutama para selirnya.

CUT TO.

14. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE NYILIQ TIMOQ,BATARA GURU,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Ketika tiba waktunya, maka pelangi pun diturunkan dan Batara Guru dengan memakai pakaian Boting Langiq, dengan membacakan suatu mantra yang diucapkan puja dipanjatkan ke Boting Langiq dan Dunia Bawah Uriq Liuq, maka seketika itu halilintar berdentum sebanyak tujuh kali, para pengawal-pengawal Sang Pencipta turun ke Bumi membawa badai, pelangi sapta warna masuk ke dalam bilik Batara Guru, Batara Guru pun bergerak dan berangkat dengan pelangi ke Boting Langiq bersama We Nyiliq Timoq dan isteri-isteri lainnya diiringi oleh gejolak alam. Rantai Langit pun diuraikan, maka terbukalah gerbang Langit dan tinggal di Boting langit untuk selama-lamanya. Anak-anak dan keturunannya di tinggalkan di Bumi Aleq Linoq termasuk anaknya Batara Lattuq, yang akan menggantikan tahtanya sebagai Datu di Aleq Luwuq .

CUT TO.

15. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG,BATARA LATTUQ ,EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dari perkawinan Batara Lattuq dengan We Datu Sengeng, maka lahirlah anak kembar emas. Yang laki-laki diberi nama Lawe atau La Ma’dukelleng atau Sawerigading, dan yang perempuan bernama We Tenriabeng. Saat proses kehamilan We Datu Sengeng, Sawerigading ditempatkan dalam satu batang bambu betung. Dan nama yang disematkan mempunyai makna Sawe berarti menetas dan Ri Gading berarti di atas bambu bentung.

CUT TO.

16. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Kedua anak Kembar emas itu, Sawerigading dan We Tenriabeng , Ketika empat puluh hari disusukan oleh ibu kandungnya, kedua anak kembar emas itu diserahkan kepada ibu susu secara terpisah. Namun sebelum anak kembar emas itu lahir, Batara Lattuq mendapat pesan dari neneknya Datu Patotoqe di Boting Langiq bahwa kalau anakmu lahir, kalau ia laki-laki maka buatkanlah olehnya kamar dengan Tirai Pelindung diistana kerajaan Aleq Luwuq itu, agar tidak ada yang saling melihat antara satu dengan sama lain, karena kalau ia melihat nanti saudaranya yang perempun, tentu jatuh cintalah ia dan akhirnya ia akan memperistrikannya. Jika terjadi perkawinan antara Sawerigading dengan We Tenriabeng terjadi, maka sudah dianggap telah melanggar ketentuan alam bumi dan langit. Maka akan terjadi bencana di seluruh negeri akan mengalami bencana yang luar biasa.

CUT TO.

17. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Agar tidak melanggar adat Ketentuan Patotoqe tersebut, Datu Luwuq pun membesarkan kedua anak kembarnya tersebut secara terpisah. Ia lalu menyembunyikan anak perempuannya We Tenriabeng di atas loteng istana sejak masih bayi.

CUT TO.

18. INTERIOR/EXTERIOR– ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING, WE TENRIABENG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Berbilang waktu telah berlalu dan kedua anak kembar emas itu telah dewasa. Suatu waktu Sawerigading bersama sejumlah pengawal istana diutus oleh ayahnya berlayar ke Negeri Taranati Ternate untuk mewakili Kerajaan Aleq Luwuq dalam sebuah pertemuan para pangeran. Namun sebenarnya tujuan utama Sawerigading diutus pergi jauh ke Ternate karena saudara kembarnya We Tenriabeng akan dilantik menjadi bissu dalam sebuah upacara umum kerajaan, yang tentu saja tidak boleh dihadirinya karena dikhawatirkan akan bertemu dengan We Tenriabeng.

CUT TO.

19. INTERIOR/EXTERIOR–PERAHU WANGKANG –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita :SAWERIGADING, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Selama pelayaran Sawerigading kenegeri taraniti ternate , semua isi perahu yang bertugas tak seorang pun yang kelihatan lengah, tidur berganti-gantian terutama pengamanan haluan. Setelah kurang lebih sepuluh hari dalam pelayaran , di suatu pagi yang cerah, rupanya agak cepat sang surya bercahaya memancarkan sinar yang sangat menyengat bagi jiwa sanubari Sawerigading, terombang-ambing yang sangat jauh dari daratan. Maka terkenanglah Sawerigading akan kedua paduka Ayah Bundanya Batara Lattuq dan We Datu Sengngeng.

CUT TO.

20. INTERIOR/EXTERIOR–PERAHU WANGKANG –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING, WE TENRIABENG,LA PANANRANG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sebagai seorang putra Dewata titisan Dewa di Boting Langiq dan Dewa di Uriq Liuq, Sawerigading mempunyai kesaktian dapat melihat barang yang berlindung atau yang di lindungi. Dapat pula berbicara dengan rumpun keluarganya di Boting Langiq . Dengan menoleh kebelakang meluruskan arah pandangannya kearah istana ayah bundanya di Aleq Luwuq. Dari jarak yang begitu jauh terlihat olehnya seorang “Putri” keluar di serambi depan istana di arak oleh orang banyak ke singgasana penobatannya, dibawah payung kebesarannya dikalungi dengan Ulla Menreli .Melihat kejadian itu tentu saja Sawerigading sangat terkejut, Ia menyampaikan hal itu kepada kakak sepupunya La Pananrang .

SAWERIGADING :

Kur jiwamu, Paduka kakanda La Pananrang , semoga Datanglah
semangat kahyanganmu, Aku sangat Heran Kakanda La Pananrang, Kepadaku disampaikan bahwa aku adalah anak tunggal dari kerajaan Aleq Luwuq.Takkan ada raja yang akan dinaungi payung Kerajaan selain aku Sawerigading? Yang akan menerima Pengabdian dan Penerima Upeti di Watampareq ini ?

LA PANANRANG:

Kur jiwamu, Paduka adinda Sawerigading , semoga Datanglah
semangat kahyanganmu .Apa gerangan Maksud Perkataan Dinda
Sawerigading? Apa yang dinda cemaskan ?

SAWERIGADING :

Aku Melihat dari kejauhan, ditengah tengah ruang singgasana
Kerajaan Aleq Luwuq , ada Payung Rangkile , Payung Kebesaran kerajaan diulurkan diatas Mahkota serta digelungi selendang
warna warni. Sepertinya ada raja muda yang akan dinobatkan?

Mendengar perkataan Sawerigading, La Pananrang sangat penasaran mendengar Maksud perkataan Sawerigading, Tapi Ia lebih Memilih diam.

SAWERIGADING :

Kakanda Paduka La Pananrang. Dari Kejauhan ini aku dapat melihat dari puncak Istana ada memancar cahaya ke Boting Langiq. Putarlah perahu Wakkang Weroe, Kita segera Kembali ke Aleq Luwuq, Untuk mengetahui secara jelas apa sebenarnya yang telah terjadi disana?

CUT TO.

21. INTERIOR/EXTERIOR–PERAHU WANGKANG –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING, WE TENRIABENG,LA PANANRANG, EXTRACT )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, seketika diputarlah haluan menuju arah Aleq Luwuq, tidak berapa lama berlabuhlah perahu Wekkang Weroe ri Toddang Pelle . maka tersiarlah kabar bahwa telah terdampar Sawerigading bersama sepupu-sepupunya yang beritanya sampai di istana aleq Luwuq, maka cepat-cepatlah We Tenri Abeng masuk ke dalam kamarnya dan disaat itu pula Sawerigading sudah sampai bersama sepupunya di istana .

CUT TO.

22. INTERIOR-ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING,LA PANANRANG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Setelah sampai ke istana Aleq Linoq, Sawerigading segera saja bersimpuh di hadapan kedua ayah bundanya Batara Lattuq dan We Datu Sengngeng.

SAWERIGADING :

Kur jiwamu, Paduka Ayahanda Batara Lattuq suami istri, Semoga
Datanglah semangat kahyanganmu, Apa gerangan musabab hingga kedua datu junjunganku mengatakan, bahwa akulah anak tunggal dari perut ibundaku We Datu Sengngeng? Dari Pelayaranku ke Ternate aku dapat Melihat dengan Jelas Payung Rangkile Dibentangkan diatas Singgasana ini?

BATARA LATTUQ

Kur jiwamu, Paduka ananda Sawerigading , semoga Datanglah semangat kahyanganmu, Perempuan siapa Gerangan yang ananda Sawerigading lihat diatas singgasana itu?

SAWERIGADING :

Ampun Paduka Ayahanda Batara Lattuq, Sungguh aku melihatnya sangat dekat dari sini.Saya dekat terlihat di pelupuk mata ananda.

BATARA LATTUQ

Apa Ananda Sawerigading tidak salah melihat oleh karena tebalnya kabut fajar dan embun pagi, Mungkin yang Ananda Sawerigading lihat itu adalah Perempuanmu sendiri We Panangare?

SAWERIGADING :

Ayahanda Paduka Batara Lattuq. Apakah mungkin tidak dapat
Kubedakan We Panangare dengan perempuan yang aku lihat secara jelas didepan pelupuk mataku , Sedang We Panangare tidak Pernah Lepas dari Pelukanku pada malam hari ?

BATARA LATTUQ

Atau mungkin yang kau lihat itu We Bulu Tana, Anakku Sawerigading?

SAWERIGADING :

Juga tidak mungkin ayahanda Paduka Datu ? Tidak pantas pula rasanya jika tidak dapat kubedakan, karena iapun selalu Dalam rangkulanku pada malam hari.

CUT TO.

23. INTERIOR-ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING,LA PANANRANG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Mendengar semua sanggahan anaknya Sawerigading, Maka Termenunglah Batara Lattu Seperti Tidak Dapat Lagi Menjawab Perkataan Anaknya itu yang seluruhnya benar. Batara Lattuq kemudian berpaling kearah istrinya We Datu Sengngeng sepertinya minta persetujuan.

WE DATU SENGNGENG :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Batara Lattuq, semoga Datanglah
semangat kahyanganmu. Kakanda Batara Lattuq,Kenapa junjunganku tidak mau berterus terang kepada anakda Sawerigading bahwa yang dilihatnya itu adalah saudara kembar emasnya sendiri yang bernama We Tenriabeng. Berilah penjelasan yang sebenarnya, karena ananda Sawerigading itu bukanlah anak yang baru keluar dari kandungan yang masih berada diatas tapak tangan dukun beranak.

SAWERIGADING :

Kur jiwamu, Paduka kedua orang tuaku, semoga Datanglah semangat kahyanganmu .Wahai kedua orang tuaku.apa sebab musabab waktu kecilku kalian sembunyikan , dan mengatakan bahwa aku adalah anak tunggal yang keluar dari perut ibundaku We Datu Sengngeng?

WE DATU SENGNGENG

Wahai anakku Sawerigading. Ketahuilah bahwa, Karena riwayat
keturunan kita dari nenekmu di Boting langiq yang turun kedunia tengah ini maupun yang turun didunia bawah, selalu saja terjadi dan turun temurun Setiap laki laki semuanya pasti tertarik dan jatuh cinta pada saudara perempuannya sendiri. Itulah sebabnya pesan leluhur kita di boting langiq Untuk membuatkan kamu dinding pelindung ditengah ruang istana ini ,supaya kalian jangan saling melihat antara satu dengan yang lainnya.

SAWERIGADING :

Wahai kedua Paduka kedua orang tuaku, datu junjunganku Walaupun kalian mengatakan We Tenriabeng itu adalah saudara sekandung sedarah , tapi aku menganggapnya sekedar kabar yang belum tentu benar. Kalau memang benar ia saudaraku apa salahnya ia datang menemuiku Untuk menenteramkan jiwaku?

Mendengar kata kata Sawerigading yang tidak lagi menuruti akal pikiran yang sehat, Kedua orang tuanya menjadi gusar mendengar tutur kata dan sikap pembangkangan anaknya Sawerigading, yang tidak mau mendengar nasehat itu.Ternyata tanda-tanda yang dikhawatirkan Batara Guru atas Sawerigading terhadap adik kembar emasnya sudah terjadi.

CUT TO.

FLASHBACK

24. EXTERIOR-MAKAM RAJA RAJA DI TOMPQ TIKKAQ–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,LA PANANRANG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Sebenarnya jauh sebelumnya Sawerigading telah mendengar kabar burung itu. Ketika itu Sawerigading, putera mahkota kerajaan Aleq Luwuq, tengah menjambangi makam neneknya di negeri Tompoq Tikkaq, negeri Matahari Terbit. Di sana ia diberitahu rahasia terbesar kerajaan. Bahwa Di bagian terlarang istana, hiduplah seorang gadis kelewat cantik yang berjalan dengan pakaian serampangan dan menghabiskan waktu dengan mabuk mandi dan bercakap dengan segala jenis burung, seorang makhluk langit yang dititipkan ke dunia.

CUT TO.

FLASHBACK

25. EXTERIOR-INTERIOR-ISTANA ALEQ LUWUQ–SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,WE TENRIABENG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan berbagai cara, Sawerigading mencari jalan menerobos Larangan istana. Dalam sebuah pesta besar di istina luwuq,Tanpa sengaja Ketika itu sawerigading melihat adik kembarnya We Tenriabeng, Begitu melihat gadis tersebut, sukmanya terbang. Ia jatuh cinta pada gadis yang ternyata adik kembarnya We Tenriabeng, makhluk paling cendekia dalam seluruh kisah kosmologi Bugis. Sawerigading langsung terpincut dan jatuh hati. Perasaan dan pikiran Sawerigading tidak pernah tentram lagi siang dan malam yang terbayang hanyalah adik kembarnya we tenriabeng dan Sawerigading bahkan berniat menikahinya.

CUT TO.
DISSOLVE.

26. INTERIOR-ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING,LA PANANRANG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

SAWERIGADING
Kur jiwamu, Paduka kedua orang tuaku, semoga Datanglah semangat Kahyanganmu. Wahai kedua Paduka kedua orang tuaku, kedua datu junjunganku Walaupun kalian mengatakan We Tenriabeng itu adalah saudara sekandung sedarah, tapi ananda mau mengawini adinda We Tenriabeng.

Bagaikan mendengar bunyi Guntur di siang hari , Kedua datu itu sangat kaget Mendengar keinginan Sawerigading tersebut, Dengan sangat berang ayahnya Batara Lattuq berupaya mencegahnya.

BATARA LATTUQ :

Paduka ananda Sawerigading, itu sangat pamali dan melanggar
Ketentuan dewata. mengawini saudara sendiri adalah penyebab petaka yang maha dahsyat. ruttung langi sebbo tana. Ananda Sawerigading perbuatan semacam itu Merupakan pantangan keras bagi adat kerajaan dewata.

CUT TO.

27. INTERIOR-ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG.

(tokoh cerita : SAWERIGADING)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Mendengar kata ayahnya Batara Lattuq, Sawerigading bersedih dan merasa kecewa. Akibatnya, selama 9 hari dan 9 malam ia membungkus diri, mulai dari kepala sampai kaki tertutup rapat, sanbil mencucurkan air mata karena memikirkan nasibnya

CUT TO.

28. EXTERIOR/INTERIOR-ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Karena cintanya di tolak oleh saudara kembar emasnya We Tenriabeng Saweigading menjadi uring uringan. Sejumlah kesintingan, seperti memanggang berhari-hari semua anak Luwu di bawah matahari dengan harapan agar mereka juga menderita sebagaimana dirinya, masih dilakukan Sawerigading sebelum akhirnya adik kembarnya datang menemui Sawerigading . Bissu belia yang bahkan lebih cerdas dari dewa-dewa ini berupaya keras menghadapi kakaknya yang lebih mencemaskan bahkan ketimbang setan.

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka Istriku We Datu Sengngeng, semoga Datanglah Semangat kahyanganmu, sebaiknya engkau adinda Suruh saja anakmu We Tenri Abeng Untuk menenangkan dan menyadarkan saudaranya Sawerigading, Kemudian berikan sepenuhnya Kepada kemauan Dewa Patotoqe Di Boting Longi, Semoga Yang Maha Mulia Boting Langiq Mau menunjukkan kepadanya Seorang wanita yang sama raut mukanya Dengan saudaranya We Tenriabeng.

CUT TO.

29. INTERIOR-ISTANA KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : WE DATU SENGNGENG ,BATARA LATTUQ,SAWERIGADING,WE TENRIABENG, EXTRACT)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, maka diantarlah keluar We Tenriabeng menemui Saweigading. Didapatinya Sawerigading bergelimang air mata dalam selimut yang menutupi sekujur tubuhnya. Dengan langkah yang pelan We Tenriabeng lalu duduk disampingnya, seraya diulurkan tangannya dengan jari jemari yang halus di berikannya selimut di atas kepalanya lalu diusap dahinya kemudian dirabah dadanya untuk merasakan turun naik nafasnya, keluarlah suara halus dari mulutnya :

WE TENRIABENG :

Kur jiwamu, Paduka kakanda Sawerigading, semoga Datanglah
Semangat kahyanganmu, tidurkah engkau kakanda Sawerigading,
orang yang keliru setinggi langit, selayang tertutup mata hatinya tidurkah engkau?

WE TENRIABENG:

Kakanda Sawerigading, Pantas kalau tubuhmu besar, seperti juga
kebodohanmu. Aku tak pernah menduga kalau ini akan terjadi. Sampai hatimu menempatkan aku selalu Dalam kenanganmu
untuk menjadikan aku permata hatimu. Bukankah didalam Sebuah
pembuluh Emas janin kita pernah ditempatkan bersama. Lalu kita terlahir bersama pula sebagai Manusia kembar emas ditapak tangan seorang dukun yang bergelimang darah kita.

Sawerigading tersentak mendengarnya. lalu ditanggalkannya selimutnya seraya mengusap air mata yang meleleh dipipi adindanya We Tenriabeng.

SAWERIGADING:

Kur jiwamu, Paduka adinda We Tenriabeng, semoga Datanglah
Semangat kahyanganmu Adikku we Tenriabeng, gerak gerikmu yang tenang dan anggun, membuatku mabuk kepayang. Aku tidak mampu menelan sesuap nasi sekalipun, tubuhmu yang tinggi semampai itu membuatku tak bisa lena sejenakpun.

WE TENRIABENG:

Ampunkan dinda Kakanda Sawerigading, Kata katamu itu yang terucapTanpa sadar, sudah cukup pamali bagi kita. Apalagi kalau kata kata itu terbuktikan dengan adanya perkawinan antara kita, dua orang bersaudara seketurunan ? Kita akan dikutuk oleh Patotoqe dan para dewa dengan malapetaka yang dahsyat.

Tetapi Sawerigading tetap kokoh pada pendiriannya dan tak Bergeming dengan perkataan Adiknya We Tenriabeng.

WE TENRIABENG:

Kakanda Sawerigading. Andaipun aku menuruti rayuanmu, itu artinya kita melanggar pantangan serta menentang kehendak Maha Dewa Palanroe.Tentu kita akan mengalami kesulitan karena kita tidak mungkin diterima oleh orang orang di Aleq luwuq ini.

SAWERIGADING

Adindaku We Tenriabeng, Kalaupun kita tidak diterima oleh orang banyak di luwuq , Adindaku akan kubawa ke Tompoq Tikka , daerah kekuasaan sepupu kita Datu Pallawa Gauq. “

WE TENRIABENG:

Apakah kakanda Sawerigading tidak mengetahui tentang malapetaka yang menimpah Tompoq Tikka? Orang orang kampong kelaparan , lesung yang tadinya dipakai menumbuk padi, sekarang semuanya diletakkan terbalik karena tidak digunakan lagi. butir butir padi harus dikuliti satu persatu baru dimasak. Ini semua terjadi gara gara perkawinan “ dinru lawing mallaweng”, kakak sepupu kita Pallawa Gauq kawin dengan saudaranya We Tenrirawe.Apakah kebodohan ini akan muncul lagi diantara kita?Azab bencana akan terulang lagi bila kita melanggar pamali ini? Dan kaka sepupu kita We Tenrirawe juga dibuang ke Tompoq Tikka selagi bumi dikabut gelapnya malam.

Sawerigading dan We Tenriabeng terdiam, hanyut Dalam pikiran masing masing.

SAWERIGADING

Kalau bagiku, Lebih baik adinda We Tenriabeng kubawa naik ke Boting Langiq, kedaerah permukiman dewa Rembang Ri Langiq, yang juga sepupu kita.

WE TENRIABENG:

Cukuplah rasanya orang orang di Bumi ini mengetahui kebodohan mu? Jangan lagi kita menjadi buah bibir di Boting langiq nantinya?

SAWERIGADING

Kalau begitu lebih baik saya bawa Dinda We Tenriabeng ke kerajaan Peretiwi di Uriq Liuq ?

CUT TO.

30. INTERIOR-KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,WE TENRIABENG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Segala macam penjelasan kosmis pemali insest dan kabar adanya putri Cina lebih cantik dari si adik, tak dapat masuk ke benak Sawerigading si kepala batu yang terus mendesaknya menikah. Setengah putus asa, We Tenriabeng sendiri hampir luluh melihat cinta tak berbatas itu.

WE TENRIABENG:

kakanda Sawerigading, rebahkanlah badanmu ke atas pangkuanku. Ku tenangkan pikiranmu.Tutuplah yang terbuka Peliharalah dan bersihkanlah apa yang kotor, Perbaikilah ketenangan jiwamu.

Seketika itu juga Sawerigading pun merebahkan diri di atas pangkuan We Tenri Abeng. Dengan tidak disadari ia bermimpi melihat seorang wanita yang sama raut wajanya dengan We Tenri Abeng. Setelah ia sadar kembali dari mimpi, ia masih dipangkuan We Tenriabeng.

WE TENRIABENG:

apa yang kau lihat di dalam tidurmu Wahai kakandaku Sawerigading ?

SAWERIGADING :

Saya melihat seorang perempuan yang rona mukanya sama dengan raut mukamu, sedang bentuk tubuhnya sama pula bentuk tubuhmu yang tinggi semampai itu

WE TENRIABENG:

Mimpi itu buah dari tidur, boleh benar boleh juga bersifat kenangan.Kakanda Sawerigading! Bercerminlah kamu ke atas kuku jari jemariku ini, maka rapatkanlah matamu untuk menatap bayangan yang ada dalam kuku adinda ?

CUT TO.

31. INTERIOR-KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,WE TENRIABENG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Keajaiban dewapun terjadi. Melalui kuku We Tenriabeng, Sawerigading dapat melihat di bawah kolom langit, dapat dilihatnya istana Kerajaan Cina, terlihat We Cudai di dalam istana. Sawerigading melihat dengan seksama wajah perempuan itu. We Cuddai Daeng Risompa, putri dari Lasettung Pugi Datunna Cina bersama ibundanya datu We Tenri Abang.

WE TENRIABENG

Kakanda Sawerigading.We Cudaiq, Itulah perempuan masa depanmu Kanda Sawerigading, bila berdiri akan sama tinggi, raut muka seperti pinang dibelah dua, postur tubuh yang tinggi semampai sangat sulit dibedakan seakan-akan di dalam suatu rumah emas aku berdua, adapun warna kulit perempuan yang kau amati itu laksana daun kempiri yang jatuh melayang di pinggir jalan.

maka termenunglah Sawerigading memikirkan kekuasaan dan kesaktian yang dimiliki oleh We Tenriabeng, pikirnya benar adindaku ini bukan manusia biasa sungguh benar bahwa We Tenriabeng adalah penjelmaan dewa dibumi.

CUT TO.

32. INTERIOR-KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,WE TENRIABENG)

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Begitupun kemudian We Tenriabeng memperlihatkan lagi kesaktiannya yang lain. Lalu dimintanya si kakak berbaring dan ditiupkannya sebentuk mimpi. Mimpi erotis tersebut di dalamnya Sawerigading sempat dengan Sang Dewi Cina dalam satu sarung.

WE TENRIABENG:

Jika nantinya I We Cudaiq tak lebih elok dari diriku, Kanda Sawerigading boleh balik ke Luwuq Untuk mempersuntingku

Untuk membuktikan kebenaran kata-katanya, We Tenriabeng memberikan sehelai rambut, sebuah gelang dan cincinnya kepada Sawerigading.

WE TENRIABENG:

Jika rambut ini tidak sama panjang dengan rambut We Cudaiq, gelang dan cincin ini tidak cocok dengan pergelangan dan jarinya, Saya akan menerima suntingan kakanda Sawerigading, dan kita runtuhkan langit, kita ubah hukum dewata, kita kubur rembulan, melangkahi pemali,duduk bersanding bersaudara”.

Mendengar bujukan We Tenriabeng, Sawerigading Nampak sangat gelisah.

SAWERIGADING:

kalau begitu adinda, bagaimana usaha kita untuk sampai di daerah perempuan itu, sedang menurut penglihatan saya berada di tempat yang sangat jauh lagi diantarai oleh lautan yang luas
Adindaku We Tenriabeng, puteri yang dimaksud sangat jauh, sedangkan perahuku sudah rapuh. Untuk berlayar ke Negeri Cina, Sawerigading harus menggunakan kapal besar yang terbuat dari kayu welérénngé yang mampu menahan dari hantaman badai dan ombak besar di tengah laut.

WE TENRIABENG :

Paduka kakanda Sawerigading. Soal itu tak perlu kakanda susahkan itu batang welenreng di kau-kau sebagai pohon yang menjelma bersama istana luwu ini, suruh tebanglah ia, untuk kau buat perahu yang akankanda tumpangi menuju ri lifu’na we cuddaiq daeng ri sompa,

CUT TO.

33. INTERIOR-KERAJAAN ALEQ LUWUQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING,BATARA LATTUQ )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

BATARA LATTUQ :

Kur jiwamu, Paduka ananda Sawerigading, semoga Datanglah
Semangat kahyanganmu Wahai, Putraku Sawerigading! Untuk
Memenuhi keinginanmu memperistri We Cudai, besok pergilah ke hulu Sungai Saqdan menebang pohon welérénngé raksasa untuk
dibuat perahu.

CUT TO.

34. EXTERIOR-HUTAN BELANTARA DI HULU SUNGAI SADDANQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Dengan tidak membuang waktu lagi, berangkatlah Sawerigading ke tempat yang dimaksud ayahnya itu. Ketika sampai di tempat itu, ia pun segera menebang pohon raksasa tersebut. Anehnya, walaupun batang dan pangkalnya telah terpisah, pohon raksasa itu tetap tidak mau roboh. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa.

Keesokan harinya, Sawerigading kembali menebang pohon ajaib itu, tapi hasilnya tetap sama. Kejadian aneh ini terulang hingga tiga hari berturut-turut. Sawerigading pun mulai putus asa dan sangat galau memikirkan apa yang penyebabnya.

CUT TO.

35. EXTERIOR-HUTAN BELANTARA DI HULU SUNGAI SADDANQ – MALAM.

(tokoh cerita : WE TENRIABENG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Mengetahui kegalauan hati kakandanya Sawerigading, pada malam harinya We Tenriabeng secara diam-diam pergi ke hulu Sungai Saqdan. Hanya sekali tebasan, pohon raksasa itu pun roboh ke tanah. Konon sewaktu Walenreng itu ditebang karena beratnya langsung mematahkan sebuah gunung.

CUT TO.

36. EXTERIOR-HUTAN BELANTARA DI URIQ LIUQ– MALAM.

(tokoh cerita : WE TENRIABENG )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Pembuatan perahu dilakukan di dunia bawah Uriq Liuq dan baru dimunculkan kedunia tengah Aleq Linoq. Dengan ilmu yang dimilikinya, We Tenriabeng segera mengubah pohon raksasa itu menjadi sebuah perahu layar yang siap untuk mengarungi samudera luas.

CUT TO.

37. EXTERIOR-HUTAN BELANTARA DI HULU SUNGAI SADDANQ –SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

Keesokan harinya, Sawerigading kembali ke hulu Sungai Saqdan. Betapa terkejutnya ia ketika melihat pohon welérénngé raksasa yang tak kunjung bisa dirobohkannya kini telah berubah menjadi sebuah perahu layar.
SAWERIGADING

Wahai Paduka Dewata, siapa gerangan yang melakukan semua ini? Ah, tidak ada gunanya aku memikirkan siapa yang telah membantuku membuat perahu layar ini. Yang pasti aku harus segera pulang Untuk menyiapkan perbekalan yang akan aku bawa berlayar ke Negeri Cina.

CUT TO

38. EXTERIOR-HUTAN BELANTARA DI HULU SUNGAI SAQDAN–SIANG/MALAM.

(tokoh cerita : SAWERIGADING )

(Narasi dan Visual Gambar disertai Illustrasi music Theme Song I La Galigo)

tiba-tiba di tanah Luwu di aleq Linoq terjadi gelap gulita. Kilat terjadi sambung menyambung, petir dan guntur membahana di angkasa, memekakkan telinga. Seakan-akan dunia mau kiamat. Tiga hari tiga malam terjadi gelap gulita. Akhirnya juga dihari keempat tenang kembali, awan berarak, alampun cerah, orang-orang dikejutkan dengan adanya tujuh buah perahu yang berjejer dipelabuhan, kesemuanya lengkap dengan peralatan dan tak ada yang terkecuali, semuanya telah di hiasi oleh perhiasan emas karena bungkalan emas itu sekeliling pelabuhan menjadi terang. Diantara ketujuh perahu itu satu diantara sangat besar. Itulah perahu dari batang Walenreng yang besar itu,diberi nama La Welenreng.

Dengan segera berkemaslah Sawerigading akan memulai pelayarannya bersama semua pemberani lainnya yaitu La Pananrang, La Massaguni, Lapanrita Ugi, Jemmu Ri Cina, Setti Menyala, Setti Ri Gau dan semua sepupunya yang jumlahnya tujuh puluh orang.setelah lengkap dan selesai semua barang keperluan seperti persediaan makanan dan peralatanperalatan, dibukalah sure-sure’ untuk menghadapi hari apa yang baik untuk mereka memulai pelayarannya.

CUT TO. BERSAMBUNG EPISODE X.

Explore posts in the same categories: TULISAN POPULAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: